Articles
5,428 Documents
Pengaruh Pendidikan Karakter terhadap Hasil Belajar Tema Pahlawanku Sekolah Dasar
Attri Yolanda Novienti Saragih;
Antonius Remigius Abi;
Saut Mahulae;
Patri Janson Silaban
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.560
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan karakter Terhadap Hasil Belajar Siswa kelsa SD Negeri 097376 Sippan Kecamatan Patang Silimahuta. Bentuk penelitian ini adalah bentuk penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 097376 Sippan Kecamatan Pamatang Silimahuta Kabupaten Simalungun yang berjumlah 43 siswa. Sampel penelitian senbanyak 43 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampel random sampling. Variabel penelitian meliputi disiplin belajar sebagai variabel variabel bebas dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan studi dokumentasi. Untuk menguji kulitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan ralibilitas. Analisis data menggunakan analisis korelasi product moment yany terdiri dari satu veriabel bebas dan satu variabel terikat. Berdasarkan analisis data terdapat pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar, besarnya pengaruh tersebut sebesar 21,8%.
Pengaruh Penerapan Model Quantum Learning dan Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar
Vivi Arfiany
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1535
Keefektifan suatu pembelajaran terjadi ketika membangun konsep dan penggunaan konsep secara kognitif terkoordinasi. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh model pembelajaran quantum learning dan jigsaw terhadap hasil belajar matematika. Ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent control group design. teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tujuan penelitian. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan quantum learning dalam pembelajaran matematika memberikan pengaruh terhadap peningkatan yang signifikan terbukti dari nilai pree test ke post test sebesar 29,06%. kemudian penerapan jigsaw dalam pembelajaran matematika memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 27,66%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan quantum learning dan jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar matematika. Implikasi dari penelitian ini adalahpembelajaran yang dapat meningkatkan peserta dan kreativitas siswa diantaranya adalah menggunakan teori belajar konstruktivisme sehingga siswa mampu merekonstruksi informasi baru dan memahami konsep baru secara terkoordinasi. Perlu dikaji dan dikembangkan dengan adanya penelitian terbarukan dengan metode kooperatif tipe lainnya
Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa dengan Model Problem Solving pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Hermalindawati Hermalindawati;
Marlina Marlina
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1429
Permasalahan pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di SD Negeri 06 Rawang Sulit Air Kecamatan X Koto Diatas. Masalah yang peneliti temukan diantaranya guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, model dan metode pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi sehingga ada rasa jenuh pada diri siswa, rendahnya minat belajar siswa, dan hasil tes siswa sering dibawah KKM yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk membantu guru menyelesaikan massalah dalam pembelajaran sehingga terjadi peningkatan pada minat dan hasil belajar siswa kelas V SDN 06 Rawang Sulit Air. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan melalui proses yang dinamis terdiri dari empat “momentum” essensial yaitu perencanaan Tindakan (Planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting) . Rancangan penelitian menggunakan Alur PTK mengikuti model Kemmis dan McTaggart dengan menggunakan Model Problem Solving. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Problem Solving dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas V di SDN 06 Rawang Sulit Air dilihat dari lembar observasi dan hasil tes siswa
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kreatif terhadap Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Sekolah Dasar
Yanti Arasi Sidabutar
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1658
Upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi adalah dengan memperhatikan kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana pengaruh kemampuan berpikir kreatif siswa terhadap hasil menulis karangan deskripsi. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian adalah penelitian eksperimen deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yang mana sebagai penerima tindakan ialah seluruh siswa kelas V SDN 091539 Hutabayu pada tahun ajaran 2019-2020, dan guru kelas V SDN 091539 Hutabayu sebagai pelaku tindakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket berpikiri kreatif dan essai tes untuk menguji kemampuan menulis karangan deskripsi. Prosedur penelitian ini yaitu pengisian angket kemampuan berpikir kreatif, melakukan pretes, pelaksanaan tindakan, dan melakukan postes. Hasil penelitian ini menunjukan nilai hasil belajar karangan deskripsi siswa dengan kemampuan berpikir kreatif tinggi lebih tinggi daripada nilai siswa dengan kemampuan berpikir kreatif rendah.
Pengembangan Pendekatan Open-ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa
Franzhardi, Didi;
Kristiawan, Muhammad
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1590
Pembelajaran mata pelajaran bahasa inggris kelas X SMAN 1 Belitang saat ini masih menggunakan proses pembelajaran konvesional, sehingga hasil pembelajaran yang kurang maksimal dalam pencapaian KKM. Maka Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan pendekatan open-ended yang baik (valid, praktis dan efektif) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis  dan  kreatif  siswa,dan  membandingkan  keefektifannya  dengan  Buku Guru  dan  Buku  Siswa Bahasa Inggris  Kelas  X . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengembangan pendekan untuk meningkatan berpikir kritis dan kreatif siswa yang  dilaksanakan di SMAN 1 Belitang,Kab. OKU Timur. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa produk hasil pengembangan termasuk kategori sangat valid menurut para ahli, praktis menurut penilaian guru, dan sangat praktis menurut siswa. Produk yang dihasilkan juga efektif, bahkan lebih efektif jika dibandingkan dengan Buku Guru dan Buku Siswa ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan open-ended dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran bahasa inggris
Tingkat Resiliensi Orang Tua dalam Mendampingi Anak Sekolah dari Rumah pada Masa Pandemi
Nofi Nur Yuhenita;
Indiati Indiati
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1583
Pandemi Covid-19 sudah ada di sekitar kita hampir 1,5 tahun. Banyak perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek, salah satunya adalah aspek Pendidikan. Sekolah yang semula dilaksanakan secara tatap muka menjadi dilakukan secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat resiliensi orang tua ketika mendampingi anak menjalani sekolah dari rumah. Penelitian kuantitatif deskriprif menjadi metode untuk mengungkap resiliensi 40 orang tua yang menjadi sampel penelitian. Orang tua yang tidak terbiasa mendampingi anak dalam belajar akan mengalami beban, karena harus terbagi fokus untuk bekerja, menemani belajar dan juga mengurus rumah. Apabila orang tua merasa terbebani maka akan berpengaruh kepada anak, dan meluapkan emosi marah kepada anak. Untuk mengantisipasi rasa terbebani dan menghindari stress dalam mendampimgi anak belajar daring, maka dapat diupayakan untuk menguatkan daya resiliensi orang tua. Skor resiliensi pada sampel penelitian ini berada pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mendampingi anak sekolah dari rumah mempunyai daya resiliensi yang rendah. Tingkat resiliensi yang rendah akan berdampak pada tingginya tingkat stres
Capaian Kemandirian Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sains Tematik menggunakan Modul Digital
Wasthi Ramadhani;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1391
Penelitian ini bertujuan membuat modul digital dalam pembelajaran sains tematik untuk membantu pencapaian kemandirian belajar siswa. Kemandirian dalam belajar menjadi suatu kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh orang saat belajar untuk membahas serta mempelajari materi secara mandiri. Bahan ajar yang dapat dijadikan pilihan sebagai pengganti bahan ajar mandiri adalah modul digital. Modul digital dapat digunakan sebagai alat pembelajaran mandiri yang dapat membantu siswa belajar dan mudah untuk dibawa ke mana saja. Jenis dari penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R & D), dengan berbagai tahap yang dilakukan yaitu, tahap pendahuluan, tahap pengembangan prototype, dan tahap penilaian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kemandirian belajar siswa. Angket tersebut diberikan kepada 20 siswa kelas 4 di SDN 43 Sungai Sapih untuk melihat pencapaian kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran Saint Tematik yang dibantu oleh sebuah aplikasi, dimana hal ini menjadikannya sebuah produk yang disebut modul digital. Keefektifan modul digital yang dikembangkan, mendapat tingkat 89,55% dalam klasifikasi yang sangat efektif. Keefektifan ini menjadikan modul digital menjadi layak untuk digunakan
Praktek Asessmen dalam Pembelajaran Matematika
Ellis Mardiana;
Feri Haryati;
Sri Wahyuni
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1798
Penilaian memberikan informasi tentang kemajuan mahasiswa, bagaimana dan sampai dimana penguasaan dan kemampuan yang diperoleh mahasiswa setelah mempelajari suatu materi matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penilaian pembelajaran matematika yang dilakukan oleh para pengajar di Program Studi Pendidikan Matematika. Metode penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif dibantu dengan statistik deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah dosen yang mengajar di prodi pendidikan matematika dengan teknik pengumpul data yang digunakan yaitu dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil analisa terhadap butir tes yang disusun oleh para dosen menunjukkan bahwa sifat materi bahasan pada mata kuliah yang diampu sangat mempengaruhi butir tes yang disusun oleh dosen. Butir tes yang disusun para pengajar untuk mata kuliah yang sangat abstrak, butir tesnya secara konsisten menuntut keterampilan berfikir tingkat tinggi atau dikategorikan memerlukan reasoning. Dengan demikian, keputusan mengenai praktek assessmen sangat tergantung pada nilai-nilai, asumsi dan filosofi pendidikan yang dimiliki oleh sang pengajar.
Analisis Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Moda Daring di Sekolah Dasar
Nurlaili Nurlaili;
Yusri Wahyuni;
Nurhizrah Gistituati;
Alwen Bentri
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1705
Peralihan moda pembelajaran tatap muka menjadi moda dalam jaringan (daring) sebagai akibat kebijakan yang ditetapkan pemerintah berdampak luas bagi siswa dan guru. Implementasi pembelajaran moda daring sejak April 2020 hingga Agustus 2021 memiliki beragam dampak bagi siswa dan guru termasuk efektivitas moda tersebut dalam penerapan kurikulum 2013 di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran kurikulum 2013 pada pembelajaran secara daring di sekolah dasar di masa Covid-19. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri 14 Gunung Sarik Padang. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan angket dengan para guru sebagai subjek penelitian. Teknik triangulasi data digunakan untuk mengorganisasian, mengklasifikasikan, mentafsirkan dan memvisualisasikan data. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan kurikulum 2013 pada pembelajara daring di SD Negeri 14 Gunung Sarik Padang belum berjalan optimal. Beragam tantangan dihadapi guru, orang tua dan siswa dalam proses pembelajaran secara daring seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap perangkat pendukung pembelajaran daring secara sinkron, keterbatasan waktu pendampingan belajar oleh orang tua, dan keterbatasan penyediaan perangkat belajar daring secara sinkron siswa. Proses penilaian aspek koginitif, afektif, dan psikomotor juga terdampak karena kendala-kendala tersebut. Implementasi pembelajaran 2013 secara daring di SD Negeri 14 Gunung Sarik membutuhkan perbaikan agar pencapaian tujuan pendidikan dapat terlaksana lebih optimal
Guru Bimbingan dan Konseling Serta Perannya dalam Menangani Siswa dengan Jenjang Kemahiran Perlu Intervensi
Noraminah Noraminah;
Hardiyanti Rahmah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2359
Menjadi seorang guru tidak hanya mengajarkan sebuah materi akan tetapi juga harus bisa melihat bagaimana keadaaan atau situasi di dalam kelas, di mana dalam proses pembelajaran tidak seterusnya lancar dan tidak semua siswa cepat dalam menerima sebuah pembelajaran yang di berikan. Karena ada banyak siswa, tentu saja ada banyak gaya belajar siswa dalam memahami sebuah pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru bimbingan dan konseling serta perannya dalam menangani siswa dengan jenjang kemahiran perlu intervensi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis naratve reseach. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru bimbingan dan konseling serta guru kelas dalam mengatasi siswa yang bermasalah di SDN Bitin Kecamatan Danau panggang teratasi dengan bimbingan dan konseling serta bimbingan belajar yang diadakan sekolah. Dalam beberapa langkah-langkah penting yang di terapkan dalam proses pembelajaran, membuat siswa yang pendiam, pemalu, takut untuk bertanya, dan yang tidak bisa membaca teratasi dengan adanya langkah-langkah maupun teknik dalam penanganannya.