cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016)" : 19 Documents clear
KERAJINAN BESI DI DESA EMBUNG KARUNG KECAMATAN KOPANG LOMBOK TENGAH ., Rido Amriadi; ., Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.413 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Sejarah kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah , (2) Bahan dan alat dari memproduksi kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (3) Proses pembuatan produk kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (4) Jenis produk kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah. Subyek penelitian adalah pengrajin besi di desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan Kerajinan Besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah: (a) Sejarah Desa Embung Karung, (b) Sejarah Kerajinan Besi di Desa Embung Karung, (2) Bahan dan alat yang digunakan, (a) Bahan Yang digunakan Membuat kerajinan Besi di Desa Embung Karung, (b) Alat yang digunakan Dalam Proses Mengolah Besi , (3) Proses Pembuatan Kerajinan Besi, (a) Proses Membuat Mangan (Perkakas Besi), (b) Proses Membuat Selut, (c) Proses Membuat Gagang Kerajinan Besi, (4) Jenis dan Bentuk Produk kerajinan Besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (a) Produk Untuk Pertanian, (b) Produk untuk Rumah Tangga, (c) Produk Untuk Hiasan atau Pusaka.Kata Kunci : Kerajinan, besi This research was aimed to determine (1) The history of iron craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (2) Materials and tools from producing iron crafts in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (3) The process of making handicraft products of iron in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (4) The type of craft products of iron in Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok. Subject of this research is iron craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok. This type of this research was descriptive qualitative study. Methods of data collection were using observation, interview, documentation, and literature. The results showed that (1) The existence of Iron Craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok: (a) Historical of Embung Karung Village, (b) History of Iron Craft in the Embung Karung Village, (2) Materials and tools used, (a) materials used to make Iron Craft in the Embung Karung Village, (b) the tools used in the process of managing Iron, (3) Process of making Iron Craft, (a) Process to make Mangan (Tools Iron), (b) Process to make ooze, (c ) Process to make handle of Iron Crafts, (4) Types and Forms of Iron Craft product in Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (a) Products for Agriculture, (b) Products for Household, (c) Products for Decoration or Heritage.keyword : Crafts, Iron
PROSES KREATIF I NYOMAN SUKANTA PERAJIN UKIR TELUR ., I Wayan Ginastra; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) Bagaimanakah riwayat berkesenian I Nyoman Sukanta?. (2) Bagaimanakah sumber ide ukiran telur karya I Nyoman Sukanta?. (3) Bagaimanakah proses perwujudan ide ukiran telur karya I Nyoman Sukanta?. Subyek penelitian ini adalah I Nyoman Sukanta dengan objek kerajinan ukir telur. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) purposive sampling, (3) wawancara, (4) cross check (5) kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) riwayat berkesenian I Nyoman Sukanta dimulai dari sejak SMP karena sering melihat ayahnya mengukir telur. Dari sana dia belajar secara diam-diam dari melihat keahlian sang Ayah. Hingga saat ini Nyoman Sukanta masih terus berkarya, karena baginya meneruskan apa yang ditinggalkan sang ayah merupakan kewajibannya sebagai generasi penerus. (2) sumber inspirasi I Nyoman Sukanta dalam berkarya berasal dari permintaan konsumen yang memesan. Karya ukiran telur yang telah dibuat oleh Nyoman Sukanta pada umumnya banyak mengadopsi penggalan-penggalan cerita Ramayana dan Mahabharata. Namun ada juga beberapa konsumen yang memesan cerita-cerita diluar itu. (3) Perwujudan karya I Nyoman Sukanta yang termasuk ke dalam jenis karya relief dua dimensi banyak memvisualisasikan objek dari isi penggalan cerita Ramayana dan Mahabharata. Kata Kunci : proses kreatif, ukir telur. The goals of this research are to get some information. Abaout; (1) How about historical art of I Nyoman Sukanta? (2) What is the source of the idea of carving the eggs by I Nyoman Sukanta?. (3) How is the process of embodiment carving the eggs of I Nyoman Sukanta ?. This subject of this research is I Nyoman Sukanta with egg carving craft as the objects. Collecting data or information was done by (1) observation, (2) purposive sampling, (3) interviews, (4) cross-check (5) Bibliography . Data were analyzed by using domain analysis techniques and taxonomy. The results showed that: (1) history of art I Nyoman Sukanta begin from junior high school because he often saw his parent carve eggs. From that experience, he studied secretly from seing expertise his father. Until now Nyoman Sukanta still continue to work, because he think that continue what his father done is one of his obligation as the next generation. (2) a source of inspiration of I Nyoman Sukanta comes from consumer demand book. Egg carving works that have been created by Nyoman Sukanta generally adopted from fragments of Ramayana and Mahabharata. But there are also some consumer who order the stories beyond. (3) The realization of works by I Nyoman Sukanta belonging to the type of two-dimensional relief work a lot visualize objects from the contecs of a fragment of the Ramayana and Mahabharata. keyword : creative process, carved eggs.
ANALISIS GAMBAR ANAK-ANAK DI TK AISHIYAH BUSTANUL ATHFAL SINGARAJA ., Ni Nyoman Tri Widiani; ., Dra. Luh Suartini; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.988 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) elemen gambar yang di buat anak-anak di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja (2) tema yang terdapat pada gambar anak-anak di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja (3) Analisis gambar anak-anak di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode: (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) Fokus Grup Diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Pada penelitian ini elemen gambar yang sering ditemukan pada gambar anak yaitu, garis bergelombang, garis melingkar, garis melengkung, garis lurus vertikal dan horizontal. Walaupun anak bercerita bebas melalui gambar, pada beberapa anak pola-pola gambar yang diberikan guru masih menjadi bagian cerita dari gambar anak. Anak belum fokus kewarna karena pikiran anak lebih didominasi oleh bentuk, sedangkan masalah ruang masih belum bisa dipecahkan/dikuasai anak dengan baik; (2) tema yang paling banyak digunakan anak-anak adalah tema “diriku”, karena pada masa ini anak-anak cenderung egois dan mengutamakan dirinya sendiri. Sedangkan tema yang jarang digambar anak-anak adalah “negaraku” dan “alam semesta”, karena pada masa prabagan ini anak lebih banyak menggambarkan hal-hal yang secara langsung berhubungan dengan dirinya; (3) pada analisis gambar, jika dilihat dari segi positif terlihat anak sudah cukup mampu menggambar dengan bebas, bercerita dan mengekspresikan diri melalui gambar, dan beberapa anak sudah mampu memenuhi ruang gambar. Sedangkah dari sisi negatif dapat dilihat ada sebagian anak masih memakai pola tertentu untuk mewakili objek, ada beberapa anak yang kurang percaya diri dalam menggambar dirinya. Kata Kunci : Analisis, Gambar Anak Tk. This study aims to describe (1) picture elements that made by the children at Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja (2) the theme which is exist in children’s picture at Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja (3) children’s picture in Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja. This study used: (1) Observation (2) interviews (3) documentation (4) Focus Group Discussion (FGD) and (5) literature. The data were analyzed by using descriptive qualitative method. The results of this study are (1) the picture elements which are often found in children’s picture are wavy lines, circular line, curved line, vertical line and horizontal. Even though children do free storytelling through pictures, for some children patterns of the pictures given by the teacher is still part of picture story of the child. Child do not focus on color because the child’s mind is dominated by form; (2) the theme most widely used by the children is the theme of "myself", because at this age children tend to be selfish and put themselves in the first place. The theme which rarely use by the children is the theme about "my country" and "the universe". because the children tend to draw thing that are derectly related to ther; (3) the analysis of the pictures, seen already enough for the children to draw freely, tell stories and express their feeling through picture, although there are some children still wear certain patterns to represent an object, and some children lack confidence in drawing ther self. keyword : an analysis of children’s picture, art of the children in prabagan period
Rumah Berbahan Kayu Bekas Karya Gede Kresna di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali ., I Komang Wirya Adnyana; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.799 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perwujudan gagasan Gede Kresna sebagai inspirator dalam pembuatan rumah berbahan kayu bekas di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali; (2) alat yang digunakan dalam pembuatan rumah berbahan kayu bekas Gede Kresna di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali ; (3) proses pembuatan rumah dengan berbahan kayu bekas oleh Gede Kresna di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Gede Kresna dan tukang- tukangnya sedangkan objek penelitian ini adalah Gede Kresna dan rumah kayu bekasnya. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara dan kepustakaan. Dengan menggunakan analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perwujudan gagasan Gede Kresna menggunakan kayu bekas sebagai konstruksi rumah berangkat dari keadaan, keadaan dimana Gede Kresna sejak dulu menyukai barang- barang lama, disamping itu berangkat dari kekhawatirannya kepada kelestarian lingkungan akan penebangan pohon yang secara sembarangan, selain itu juga menggunakan kayu bekas didasarkan pada keunikan dari penampakan kayu tersebut. Perwujudan karya- karya Gede Kresna tidak berupa rumah saja tetapi berupa villa, rumah makan dan lain- lain yang memiliki peminat dari dalam maupun luar Bali. (2) Alat- Alat yang digunakan dalam pembuatan rumah kayu bekas: mesin serkel , bor listrik atau mesin pengeboran, mesin serut, mesin amplas, mesin gerinda. geregaji tangan, mesin pembuat purus/ mortising machine, berbagai jenis pahat tukang, palu, meteran gulung, penggaris siku- siku, pensil dan pulpen, kapak, dan tang. (3) Proses dalam pembuatan rumah berbahan kayu: diawali dengan membeli dan mengumpulkan material kayu- kayu bekas yang akan dijadikan rumah, kemudian membuat desain atau rancangan rumah yang akan dibuat, dilanjutkan dengan pembuatan maket. Setelah maket jadi kemudian rancangan rumah di konsulidasikan dengan tukang- tukang kemudian pemilihan bahan. Setelah itu kayu dipotong, dihaluskan kemudian dilanjutkan dengan pencoakan serta membuat purus. Setelah semua kayu dibuat coakan dan pembuatan purus kemudian proses perakitan rumah diawali dengan membuat kerangka dasar bangunan, pemasangan tiang struktur, pemasangan konstruksi kap dan kuda- kuda, dilanjutkan dengan pengerjaan detail- detail ukiran, pemasangan skur- skur, membuat kusen- kuses, membuat dinding dan lantai, pemasangan tangga dan railingnnya, pemasangan atap, kemudian yang terakhir adalah proses finishing. Kata Kunci : arsitektur, kayu bekas, Gede Kresna This research aims to determine: (1) the embodiment idea of Gede Kresna as inspiration in the manufacture of wooden houses in the former Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali; (2) the tools used in the manufacture of wooden houses in the former Gede Kresna Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali; (3) the process of making wooden house with the former by Gede Kresna in Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali. This research is a descriptive qualitative approach. The subjects were Gede Kresna and with him while the object of this study was Gede Kresna and wooden houses scars. The method used for data collection in this study is documentation, interviews and literature. By using the domain analysis and taxonomy. The results of the research indicate that: (1) the embodiment idea of Gede Kresna use scrap wood as the construction of the house departs from the state, a state where Gede Kresna had always liked the old goods, in addition to the departure of concern to the environment will be felling trees indiscriminately, but it also uses scrap wood is based on the uniqueness of the appearance of the wood. Embodiment works Gede Kresna not be home alone but in the form of villas, restaurants and others who have interest from within and outside Bali. (2) the tools used in the manufacture of wooden houses ex: serkel machine, electric drill or drilling machine, planer machines, sanding machines, grinding machines, whipsaw, mortising machine, various types of chisel, hammer, meter roll, elbow ruler, pencils and pens, axes, and pliers. (3) The process in the manufacture of wooden houses: beginning with buying and collecting material timbers that will be the former home, then create a design or a design house that will be made, followed by the manufacture of the miniature. After the miniature has finished, then the design of house in consulted with the handymans then the selection of materials. After that, cut the wood, crushed and then continued with made the coak and purus. After all the wood has made purus and coakan then home assembly process begins with the basic skeleton of the building, the installation of pole structures, construction installation hood, followed by the details carving workmanship, installation skur- skur, making kusen- kusen, walls and floors, installation of stairs and the railing, installation of roof, then the last is finishing process.keyword : architecture, scrap wood, Gede Kresna
Analisis Gambar Montase Karya Kelas VI MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok ., Indrianti Amilda Pratami; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.732 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) elemen gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (2) proses pembuatan gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (3) Mendeskripsikan tema gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok. Penelitian ini menggunakan metode (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) fokus grup diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) elemen gambar montase anak ditunjukkan oleh foto-foto jurnalistik sebagai media karya seni yang telah menunjukkan atau memvisualkan unsur-unsur garis, bidang, warna, bentuk dalam perwujutannya. anak menyertakan goresan-goresan dan warna pada gambar montase; (2) proses gambar montase anak dari menggunting, menempel dan merespon tempelannya. Dengan menambahkan berbagai garis, warna, teks, bentuk alam (tumbuhan), hewan, bentuk-bentuk awan, matahari, jalanan. Teknik penempelan ada yang digunting ditempel secara utuh sesuai dengan foto jurnalistik yang ada, tetapi ada yang obyek manusianya digunting-gunting sehingga bagian tubuh manusia bisa ditukar-tukar antara badan yang satu dengan yang lain; (3) tema gambar montase karya anak-anak menurut kurikulum SD 2013 pada buku siswa dan guru terdapat 9 tema diantaranya selamatkan mahluk hidup, persatuan dalam perbedaan, tokoh dan penemuan, globalisasi, menuju masyarakat sehat, kepemimpinan, bumiku, menjelajah angkasa luar. Kata Kunci : analisis, gambar, montase This study aimed to determine (1) the image element montage class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (2) the process of making a picture montage of class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (3) describing the theme of the picture montage class VI in MI Ajie Rural Devel Pejanggik Praya District of Central Lombok. This study useed (1) Observation, (2) interviews, (3) documentation, (4) focus group discussion (FGD), and (5) literature. This type of study used descriptive qualitative method. The results of this study were; (1) the child element montage images shown by the photographs of journalism as a media artwork that has been demonstrated or visualize the elements of line, shape, color, embodiment form, children include scratches and color in the picture montage; (2) the children's picture montage of cutting, sticking and its respond by adding a variety of lines, colors, textures, shapes of nature (plants), animals, shapes of clouds, the sun, the streets. Mechanical attachment was cutting out taped in full accordance with existing photojournalism, but there is a human object-scissors cut also. So that the human body can be exchanged between the agencies with each other; (3) theme image montage works of the children of the elementary school curriculum in 2013 in a book of students and teachers, there were 9 themes including the save sentient beings, unity in diversity, character and discovery, globalization towards a healthy society, leadership, my earth, exploring outer space.keyword : analysis, picture, montage
PROSES KREATIF MOHAMMAD UBAITUL QOMAR, SENIMAN KALIGRAFI TABANAN ., Nurur Rahman; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) biografi Mohammad Ubaitul Qomar, seniman kaligrafi Tabanan; (2) dari mana datangnya sumber gagasan dan konsep seni kaligrafi Mohammad Ubaitul Qomar; dan (3) bagaimana perwujudan konsep dan perwujudan gagasan kaligrafi Muhammad Ubaitul Qamar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pendokumentasian, dan life history. Sasaran dalam penelitian ini adalah Mohammad Ubaitul Qomar. Data dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu (1) Mohammad Ubaitul Qomar terlahir 21 tahun silam, tepatnya pada tanggal 14 Juni 1994 di Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Sejak di bangku sekolah dasar Ubai sudah mengenal kaligrafi kemudian mendalami kaligrafi di Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di LEMKA (Lembaga Kaligrafi Alquran). Beberapa kali ikut MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) dan memperoleh beberapa penghargaan dalam bidang kaligrafi Arab; (2) konsep dalam penggubahan kaligrafinya banyak datang dari lingkungan sekitar baik itu dari sumber daya manusia maupun dari sumber daya alam. Ide juga berasal dari pemesan yang mengajukan gagasannya kepada Ubai untuk direalisasikan atau negosiasi dan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Konsep yang digunakan yaitu bentuk-bentuk geometris, alam, arsitektur (bentuk bangunan), abstraksi, luar angkasa, dan mushaf Alquran; (3) Alat dan bahan yang digunakan adalah pensil, penghapus, spidol, penggaris, gunting, cutter, jangka, pena, kuas, ember, alas, kertas, triplek dinding, kanvas, tinta, cat, dan pigmen. Tahapan dalam proses penggubahan kaligrafinya yaitu proses sketsa, pembuatan mal, pengaplikasian mal, pewarnaan pola dasar, pemberian motif hias, penulisan ayat, dan finishing. Jenis khat yang digunakan adalah khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq’ih, dan kufi. Jenis iluminasi yang digunakan adalah motif arabes, motif bunga dan ranting, motif tali dan rantai, serta motif geometris. Jenis kaligrafi yang digubah adalah kaligrafi naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer.Kata Kunci : proses kreatif, seniman, kaligrafi arab This study aimed to describe (1) the biography of Mohammad Ubaitul Qomar, Tabanan calligraphy artists; (2) where the ideas and the art concept of calligraphy of Mohamad Ubatul Qomar come from, and (3) how the embodiment of the concept and idea calligraphy of Muhammad Qamar Ubaitul are. This research is a qualitative descriptive study. The data were obtained by doing observation, interview, documentation, and life history. The target of this research is Mohammad Ubaitul Qomar. The data were analyzed by using open coding, axial coding, and selective coding. The findings of this study are (1) Mohammad Ubaitul Qomar who was born 21 years ago, precisely on June 14, 1994 in Pupuan village, the district of Pupuan, Tabanan. Ubai has been familiar with calligraphy since studied in elementary school, then he studied calligraphy in Sukabumi, West Java, precisely in LEMKA (Qur'an Calligraphy Institute). He had participated in MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) for several time and earned several awards in the field of Arabic calligraphy; (2) the concepts in the composition of calligraphic come a lot from the surrounding environment both from human resources and natural resources. The idea also comes from subscribers who proposed the idea to Ubai to be realized or negotiated and also the agreement between the two parties. The concept used are the geometric forms, nature, architecture (houses), abstraction, aerospace, and Qur'an Manuscripts; (3) Tools and materials used are pencils, erasers, markers, rulers, scissors, cutter, compass, pens, brushes, buckets, mats, paper, plywood walls, canvas, ink, paint and pigment. The stages in the process of composing calligraphic are the processes of sketching, mal manufacturing, mal application, archetype staining, giving decorative motif, writing verse, and finishing. The types khat used are khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq'ih, and kufi. Meanwhile, the types of illumination used are arabes motifs, florals and twigs, rope and chain motifs and geometric motifs. Thus, Types of calligraphy composed are calligraphy script, ornate Manuscripts, décor, and contemporary.keyword : creative process, the artist, arabic alligraphy
SENI RUPA BERMATERIAL PESISIR KARYA SISWA PERIODE REALISME AWAL SDN 3 AGEL KECAMATAN JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO ., Neli Syamsiah; ., Drs.Hardiman, M.Si.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.357 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan karya seni rupa oleh siswa periode realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo. (2) Mengetahui jenis dan bentuk karya seni rupa yang dihasilkan oleh siswa periode realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo. (3) Menganalisis karya seni rupa yang dibuat oleh siswa periode realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan adalan deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut: (1) Tekhnik Observasi, (2) Tekhnik Wawancara, (3) Tekhnik Dokumentasi, (4) Tekhnik FGD (Focus Grup Discussion). Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan karya siswa realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo (pensil, penghapus, serutan pensil, gunting, silet, penggaris lem G, lem FOX, lem Castol, kardus bekas, kertas gambar, pasir, patahan terumbu karang, patahan ranting, kulit kerang, kulit keong, dan bahan temuan lainnya). (2) Jenis dan bentuk karya yang dihasilkan oleh siswa periode realisme awal SDN 3 Agel kecamatan Jangkar kabupaten Situbondo: Karya dua dimensi non fungsional , Karya dua dimensi fungsional, Karya tiga dimensi non fungsional dan Karya tiga dimensi fungsional. (3) menganalisis karya sesuai teori Victor Lowenfeld, yaitu mengenal garis, bidang, ruang dan perbedaan warna sesuai realitas alam. Kata Kunci : Kata kunci: Seni Rupa, Material Pesisir, Realisme Awal. This study aims to: (1) Know what tools and materials used in the making of art works by students of realism period beginning SDN 3 Agel districts Anchor Situbondo. (2) Determine the type and form of works of art produced by students realism period beginning SDN 3 Agel Jangkar Situbondo. (3) to analyze works of art created by students realism period beginning SDN 3 Agel Jangkar Situbondo. The method used is descriptive qualitative data collection techniques as follows: (1) Engineering Observation, (2) Engineering Interview, (3) Engineering Documentation, (4) FGD Technic (Focus Group Discussion). The results obtained: (1) Equipment and materials used in the manufacturing process of student work realism early SDN 3 Agel Jangkar Situbondo (pencils, erasers, pencil shavings, scissors, razor blades, ruler glue G, glue FOX, glue Castol, cardboard the former, drawing paper, sand, coral rubble, broken twigs, seashells, snail shells and other findings materials). (2) The type and form of the work produced by the students periods of realism early SDN 3 Agel Jangkar Situbondo: Non-functional works of two-dimensional, two-dimensional work of functional, non-functional works of three-dimensional and three-dimensional work is functional. (3) analyzing the works according to the theory Victor Lowenfeld, are familiar line, plane, space and color differences correspond the reality of nature. keyword : Keywords: Arts, Coastal Materials, Early Realism.
PROSES PENGAJARAN MEWARNAI DI SLB-C NEGERI SINGARAJA ., Ni Made Kusuma Dewi; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.23 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) karakteristik apa saja yang dimiliki oleh anak tunagrahita di SLB-C Negeri Singaraja, (2) proses pengajaran mewarnai di SLB-C Negeri Singaraja dianalisis menggunakan teknik analisis Interaktif menurut Miles and Huberman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik pendokumentasian, dan teknik studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik anak tunagrahita berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua dan guru terdiri dari lima belas ciri-ciri pokok: (a) keterbatasan intelegensi, (b) keterbatasan sosial, (c) perkembangan fisik, (d) perkembangan motorik, (e) rendahnya tingkat kemandirian, (f) berpikir dengan tempo lamban, (g) pergaulan anak, (h) anak sulit mengerti percakapan, (i) anak sulit melakukan banyak hal, (j) anak sulit mengungkapkan sesuatu, (k) anak sulit mengingat sesuatu, (l) anak impulsif, (m) anak mudah terpengaruh, (n) anak kurang inisiatif, dan (o) anak belajar melalui contoh. (2) proses pengajaran mewarnai ditinjau dari observasi di lapangan terdiri dari tiga tahapan mengajar: (a) pemilihan strategi dalam mengajar, (b) penerapan metode pengajaran, dan (c) pemilihan teknik membimbing anak tunagrahita. Kata Kunci : karakteristik, mewarnai, tunagrahita This study aimed to describe (1) the characteristics of retarded children at SLB-C Negeri Singaraja, (2) the teaching process of coloring in SLB-C Negeri Singaraja analyzed through the Interactive theory of Miles and Huberman. The type of research is qualitative descriptive study. Techniques used in collecting data are observation, interview, documentation, and case study. The results showed that (1) Characteristics of retarded children in terms of interviews of parents and teachers consisted of fifteen fundamental characteristics: (a) Lack of Intelligence, (b) Lack of Social, (c) Physical Development, (d) Development of Motor , (e) low Level of Independence, (f) Slow Thinking, (g) children association, (h) Children’s Difficulties of Understanding Conversations, (i) Children’s Difficulties of Doing Many Things, (j) Children’s difficulties of Revealing Something, (k) Children’s Difficulties of Remembering Something, (l) Impulsive children, (m) Easily Affected Children, (n) Children’s Less initiative, and (o) Children Learn Through Example. (2) The teaching process in coloring in terms of field observations consisted of three stages: (a) Strategies in Teaching, (b) Methods of Teaching, and (c) Mechanical Guiding of retarded Children.keyword : characteristics, coloring, retarded
Analisis Gambar Ekspresi Bebas Taman Kanak-Kanak Di Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur ., Destiara Aulia Citra; ., Dra. Luh Suartini; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.156 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tema gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, (2) elemen gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, (3) analisis gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Subyek penelitian adalah Sekolah Taman Kanak-kanak di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur; beberapa ahli dan akademisi seni. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi (fgd), dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan (1) mendeskripsikan tema gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yaitu: pemandangan gunung dan laut, lingkungan sekitar, benda-benda sekitar, (2) mendeskripsikan elemen gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, meliputi elemen-elemennya; garis, bidang, warna, (3) mendeskripsikan analisis gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang terdiri dari hasil positif dan negative, hasil positif terdiri dari anak: anak kreatif atau merdeka, anak cerdas atau pintar, dan anak pengaruh lingkungan mainan sedangkan hasil negatif terdiri dari anak: anak tidak percaya diri, anak berpola, anak tipe haptik, visual dan campuran dan anak hafalan.Kata Kunci : Analisis, Gambar Ekspresi Bebas This research aims to describe (1) a theme image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, (2) the elements of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, (3) analysis of image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java. The subject of research is the kindergarten School in the Asembagus, Situbondo, East Java; Some experts and academics.Data collection techniques used in this research is the observation, interview, discussion (fgd), documentation, and libraries. The results of this stud shows (1) describe the theme of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, namely: mountain views and the sea, the surrounding environment, the objects around, (2) describe the elements of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, including the elements; line, line, color, (3) describe the image analysis of the expression of free Kindergartens Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, consisting of positive results andnegative, positive results are composed of children: creative or independent child, the child is smart or clever, and environmental influences children's toy whereas negative results consist of the child: the child is not the child's confidence, patterned, older type haptik, mixed and children's visual and oral.keyword : Image analysis, Free Expression

Page 2 of 2 | Total Record : 19