cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2024)" : 13 Documents clear
WUJUD DAN FUNGSI FACE ART PADA SENI PERTUNJUKAN JARANAN BUTO DI DESA JAMBEWANGI KABUPATEN BANYUWANGI Faizin, Ahmad Nur; Ardana, I Gusti Nengah Sura; Sudiarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78042

Abstract

Seni pertunjukan Jaranan Buto di desa Jambewangi, Kabupaten Banyuwangi, memperlihatkan keberagaman dalam tata rias wajah yang dikenal sebagai face art. Penelitian ini bertujuan untuk menggali wujud dan fungsi dari face art dalam konteks seni pertunjukan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi langsung terhadap pertunjukan Jaranan Buto dan wawancara dengan para seniman serta ahli budaya setempat, guna untuk mendeskripsikan 1) Bentuk face Art apa saja yang ada di kesenian jaranan buto di desa Jambewangi. 2) Makna apa saja yang terkandung dalam face Art kesenian jaranan buto di desa Jambewangi. 3) Apa fungsi face Art yang terdapat pada kesenian jaranan buto di desa Jambewangi. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi motif, warna, dan desain yang digunakan dalam face art, serta untuk mengungkap fungsi- fungsi khususnya dalam konteks budaya dan pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud face art pada Jaranan Buto mencakup berbagai motif geometris dan simbol-simbol mistis yang menggambarkan karakter tokoh dan suasana pertunjukan. Fungsi face art dalam seni pertunjukan ini melibatkan aspek identitas karakter, ekspresi emosi, dan penciptaan suasana mistis yang kental. Selain itu, face art juga berperan dalam melestarikan warisan budaya daerah dan meningkatkan daya tarik visual pertunjukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai peran face art dalam seni pertunjukan Jaranan Buto, serta memberikan kontribusi pada pelestarian dan pengembangan seni tradisional di Indonesia. Kata Kunci: wujud, fungsi, face art, Jaranan Buto
PEMBELAJARAN SENI RUPA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR (STUDI KASUS DI SDN 1 SUDAJI) Win, Allyce; Suartini, Luh; Sutrisno, Langen Bronto
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78043

Abstract

Penelitian ini mendokumentasikan hasil kegiatan pembelajaran Seni Rupa dengan menggunakan kurikulum Merdeka Belajar di SDN 1 Sudaji. Perencanaan pembelajaran dilakukan melalui penyusunan modul ajar oleh guru mata pelajaran terkait. Pelaksanaan pembelajaran dirancang dengan lingkungan interaktif, inspiratif, dan menyenangkan, yang membangkitkan semangat belajar, memberikan ruang bagi prakarsa, memberikan keteladanan, serta fasilitasi pada setiap pembelajaran Seni Rupa di kelas 5 SDN 1 Sudaji sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru juga menerapkan model pembelajaran Quantum Learning, Role Playing, dan Integrated Learning. Pendekatan ini merujuk pada poin penilaian, termasuk performance assessment, formatif, dan sumatif pada setiap pertemuan pembelajaran. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan proses pembelajaran dengan penilaian tengah semester (PTS) dan penilaian akhir semester (PAS) berdasarkan nilai kehadiran dan tugas harian siswa. Temuan dari penelitian ini dapat memberikan wawasan terhadap efektivitas kurikulum Merdeka Belajar dalam konteks pembelajaran Seni Rupa, memberikan pandangan terkait metode pengajaran yang berhasil, dan mengevaluasi dampak implementasi kurikulum tersebut terhadap peningkatan pemahaman dan partisipasi siswa di bidang Seni Rupa. Kata kunci: Pembelajaran, Seni Rupa, Kurikulum Merdeka
ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL DESA SADE, KECAMATAN PUJUT, LOMBOK TENGAH Saputra, Apriadi Resky; Koriawan, Gede Eka Harsana; Budiarta, I Gusti Made
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78044

Abstract

Suku Sasak memiliki pemukiman tradisional yang masih bertahan hingga saat ini, bahkan eksis memjadi sebuah destinasi wisata salah satunya adalah Desa Sade. di Desa Sade dapat menemukan semua tradisi dan budaya yang dimiliki oleh Suku Sasak diantaranya ialah arsitektur tradisional. tiap bangunan memiliki fungsi dan makna simbolis tersendiri, terutama pada rumah hunian yang disebut Bale Tani/Bale Gunung Rate. didalam Bale Tani terdapat pembagian ruangan yang berbeda berdasarkan tujuannya. misalnya, Bale Dalem berlambangkan kewanitaan dimana itu tempat untuk memasak dan tempat tidur bagi kaum perempuan. di dalam Bale Dalem juga tempat untuk menyimpan harta benda serta tempat untuk melahirkan anak. Bale Duah melambangkan laki-laki yang berfungsi untuk menerima tamu, tempat kumpul keluarga, dan tempat tidur bagi kaum laki-laki. pembagian ruangan Bale Tani dibatasi dengan dinding pemisah antara Bale Dalem dan Bale Duah yang dihubungkan dengan tiga anak tangga. namun, simbol-simbol yang terwujud didalamnya mempunyai makna yang layak untuk diteliti. penelitian ini berfokus pada dokumentasi terhadap bagian-bagian yang memunculkan simbol dan makna dengan pendekatan praktis dan kontekstual. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan, bentuk, dan fungsi dari Bale Tani sebagai langkah dokumentasi budaya tradisional, agar kelak masyarakat yang masih awam pun dapat mengetahui tentang Bale Tani ini sebagai sumber informasi dan pelajaran. Kata kunci: Arsitektur, Rumah Tradisional, Desa Sade, Suku Sasak.
PENERAPAN RAGAM MOTIF BATAK KARO PADA GERABAH Br. Sitepu, Deby Chintya Adelita; Suartini, Luh; Sutrisno, Langen Bronto
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78045

Abstract

Penerapan Ragam Motif Batak Karo Pada Gerabah ini diteliti dengan menggunakan metode PBR (Practice Based Research) yang digolongkan kedalam penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses dalam berkarya (2) Mendeskripsikan bentuk dan motif Batak Karo yang diterapkan pada karya gerabah. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi,dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) proses dalam pembuatan karya gerabah beserta alat dan bahan yang digunakan (2) Hasil penerapan ragam motif Batak Karo pada gerabah dan prinsip-prinsip seni rupa yang terkandung didalamnya meliputi harmoni, kesatuan, keseimbangan, irama, point of interest, dan proporsi. Penerapan motif Batak Karo pada gerabah telah melewati proses yang cukup panjang,mulai dari menggambar sketsa bentuk,menguleni tanah liat,memposisikan tanah,pembentukan tanah menjadi gerabah,penganginan,menggambar motif Batak Karo pada gerabah,memperjelas pola motif,pengukiran motif,pembakaran,pencampuran cat dan juga pemberian warna. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa motif Batak Karo memiliki makna yang terkandung di dalamnya dan penerapan motif Batak Karo kedalam gerabah memiliki prinsip-prinsip seni rupa seperti harmoni, kesatuan, keseimbangan, irama, point of interest, dan juga proporsi. Motif tersebut ternyata dapat terlihat selaras dan indah apabila peletakannya diperhatikan mengandung prinsip-prinsip seni rupa tersebut.Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah penerapan ragam motif Batak Karo ke dalam karya gerabah dengan tujuan mendeskripsikan ragam motif yang diterapkan dan prinsip seni rupa yang terdapat di dalam karya gerabah. Kata kunci: Penerapan Ragam Motif Batak Karo, Gerabah
SENI LUKIS KACA PUTU TRI JANU BUDI UTAMA DI DESA SANGSIT, BULELENG Kartamayasa, Gede; Sudiarta, I Wayan; Sudita, I Ketut
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78047

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan (1) Mengetahui bagaimana proses pembuatan seni lukis kaca Put Tri Janu Budi Utama. (2) Mengetahui nilai estetika seni lukis kaca Putu Tri Janu Budi Utama. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik interview (wawancara), teknik dokumentasi, teknik kepustakaan dan analisis data menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan hasil yaitu (1) menentukan ide/gagasan merupakan tahapan pertama dalam proses pembuatan lukisan kaca Putu Tri Janu Budi Utama, sleanjutnya proses pembuatan lukisan kaca Putu Tri Janu Budi Utama dilakukan melalui berbagai tahapan yaitu proses pembuatan yang diawali dengan tahapan sketsa, tahapan nyigar, tahapan nyawi, tahapan pewarnaan dan tahapan menggambar latar. (2) unsur estetika dalam seni lukis kaca Putu Tri Janu Budi Utama yaitu, kontur (cawi) sebagai visual utama, repetisi sebagai pengulangan unsur penghias sebagai ciri khas tema tradisi, irama penggunaan warna gelap dan terang untuk memperlihatkan suasana dalam lukisan dan dialek ke idiolek sebagai perkembangan dari pendahulunya. Kata Kunci : Lukisan Kaca, Estetika, Tradisi.
SENI UKIR TUA DI DESA TEJAKULA Saputra, I Kadek Yudi; Sila, I Nyoman; Ardana, I Gusti Ngurah Sura
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78048

Abstract

Ukiran tua di Desa Tejakula dapat dilihat pada bangunan Pura, Pura Dalem Kauh Desa Tejakula merupakan salah satu Pura dengan bangunan yang dihiasi ukiran tua. Pelinggih Padma, Pelinggih Piasan Singa Rata, dan pintu Candi Gelung merupakan bangunan dengan ukiran tua. Pelinggih Padma merupakan bangunan dengan ukiran berbahan batu padas sebagi bahan baku utamaya. Produksi dan pengrajin ukiran batu padas jarang ditemukan di Desa Tejakula. Pelinggih Piasan Singa Rata dan pintu Candi Gelung merupakan bangunan dengan ukiran yang menggunakan bahan kayu. Ukiran berhan kayu sangat dilestarikan di Desa Tejakula, produksi ukiran kayu banyak ditemukan di Desa Tejakula yang menjadikan pengrajin ukiran kayu sebagai pekerjaan yang diminati. Pelinggih Padma, Pelinggih Piasan Singa Rata, dan pintu Candi Gelung adalah bangunan dengan ukiran yang sudah ada sebelum ukiran berbahan pasir melela mulai diproduksi di Desa Tejakula tahun 1970-an, dengan demikian bangunan tersebut memiliki umur lebih dari 50. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan ukiran, motif ukiran tua, dan ciri khas ukiran tua di Desa Tejakula. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dipakai adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil (1) penerapan ukiran tua dapat dijumpai khususnya pada Pura, berbahan batu padas dan kayu. (2) terdapat motif ganggongan, kakul-kakulan, mas-masan, kuta mesir, batu sari, patra sari, patra punggel, bun paye, bun sumangka, karakter tikus, macan, kambing, dan patung singa. (3) motif khas pada ukiran tua Tejakula berbahan batu padas dan kayu adalah motif bun paye dan bun sumangka. Kata-kata kunci: seni ukir, Desa Tejakula, motif hias
SENI LUKIS WAYANG GAYA REALIS DI DESA PENGLIPURAN SEBUAH TINJAUAN ESTETIKA Rediasa, I Nyoman; Sutrisno, Langen Bronto; Hartono, Romi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78049

Abstract

Penelitian yang akan dilakukan ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif tentang SeniLukis Wayang Gaya Realis di Desa Penglipuran Sebuah Tinjauan Estetika. Tujuan penelitian ini antara lain ; (1) Untuk mengetahui aspek historis dan eksistenti seni lukis wayang gaya realis di desa Penglipuran (2) Untuk mengetahui wujud, struktur dan teknik seni lukis wayang gaya realis di desa Penglipuran (3) Untuk mengetahui unsur-unsur penentu yang membentuk seni lukis wayang gaya realis di desa Penglipuran(4) Untuk mengetahui nilai-nilai estetis dalam seni lukis wayang gaya realis di desa Penglipuran. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi ; (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, dengan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yang meliputi ; (1) Reduksi Data, (2) Penyajian Data (3) Penarikan Kesimpulan. Kata Kunci ; Seni Lukis, Realisme, Wayang, Estetika
PENERAPAN BAHAN AJAR SENI RUPA KELAS VII DENGAN TEKNIK CHROMEBOOK PADA KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SMP N 1 SUKASADA Putra, I Putu Susila Adnyana; Suartini, Luh; Budiarta, I Gusti Made
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan proses pembelajaran kurikulum merdeka belajar seni rupa di SMP Negeri 1 Sukasada, untuk mendeskripsikan penerapan teknik chromebook pada pembelajaran seni rupa di kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada, dan untuk mendeskripsikan hasil penerapan teknik chromebook pada pembelajaran seni rupa di kelas VII di SMP Negeri 1 Sukasada. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) proses pembelajaran kurikulum merdeka belajar seni rupa di SMP Negeri 1 Sukasada, yaitu mengetahui alat bantu, komponen pembelajaran yang dipergunakan oleh guru, proses penggunaan teknik chromebook bagi siswa, (2) penerapan teknik chromebook pada pembelajaran seni rupa di kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada, yaitu mengetahui alur pembelajaran dengan penerapan teknik chromebook yang dilakukan saat proses pembelajaran seni rupa yang dilakukan saat pembelajaran teori dan pada pembelajaran praktik, (3) hasil penerapan teknik chromebook pada pembelajaran seni rupa di kelas VII di SMP Negeri 1 Sukasada, yaitu mengetahui hasil kolaborasi antara pemahaman siswa tentang praktik menggambar dalam pembelajaran seni rupa yang dipadukan dengan penggunaan teknik chromebook sebagai tempat eksplorasi atau referensi dalam berkarya serta mengetahui hasil respon siswa terhadap penggunaan teknik chromebook berupa lembar kuesioner sebagai media cetak yang berisikan pertanyaan yang menyangkut penggunaan teknik chromebook dalam proses pembelajaran seni rupa. Kata kunci: Chromebook, Seni Rupa, SMP Negeri 1 Sukasada.
ANALISIS BENTUK DAN FUNGSI PRODUKSI SENI ANYAMAN BAMBU GRIYA DELING DESA JEPANG KABUPATEN KUDUS Fajrie, Nur; Nisa, Zumna Afifatun; Purbasari, Imaniar
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seni kerajinan anyaman bambu di Desa Jepang, Kabupaten Kudus, dengan fokus pada ragam bentuk dan fungsi serta nilai estetika yang terkandung dalam hasil karya kerajinan anyaman. Desa Jepang dikenal karena warisan seni dan kerajinan tradisionalnya, termasuk anyaman bambu yang merupakan bagian integral dari kebudayaan lokal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis naratif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah salah satu pengrajin anyaman di rumah produksi kerajinan anyaman Griya Deling Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Data penelitian berupa gambaran tentang macam-macam bentuk dan fungsi serta nilai estetika kerajinan anyaman di rumah produksi kerajinan anyaman Griya Deling Desa Jepang. Teknik analisis data penelitian menggunakan model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi dan bentuk terkait dengan estetika seni kerajinan anyaman bambu di Desa Jepang Kabupaten Kudus yang mencerminkan keberagaman budaya, kreativitas, dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Karya ini bukan hanya fungsional, tetapi juga karya seni yang unik dan sarat makna lokal. Ragam bentuk mencerminkan perpaduan estetika alam dan tradisi budaya lokal. Jenis produk anyaman diantaranya besek, pucuk, kukusan dan kerajinan keranjang anyaman bambu yang memiliki bentuk dasar serta fungsi dalam kehidupan sehari-hari untuk keperluan di masyarakat Kata-kata Kunci: anyaman; media bambu; budaya lokal kudus
“HAK TANPA TEMATA” SEBUAH PRODUK UPCYCLE DAN REDESIGN SEPATU HIGH HEELS WANITA BEKAS MENJADI PRODUK SENI BARU Dewi, Nyoman Ayu Permata; Hartadi, Made Gana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78053

Abstract

Sepatu high heels adalah salah satu jenis alas kaki yang digunakan oleh wanita dalam berkegiatan sehari-hari ataupun acara khusus. Banyaknya pengguna sepatu high heels berdampak juga pada banykanya limbah yang dihasilkan. Seperti halnya ditemukan limbah sepatu banyak ditemukan terdampar dipesisir pantai dan tempat pembuangan akhir (TPA), lebih dari 300juta pasang sepatu ditemukan sebagai limbah, namun tatkala sepatu yang ditemukan masih dalam keadaan layak pakai, masih dapat berguna sesuai dengan fungsinya. Salah satu strategi dalam menanggulangi sampah dan untuk meningkatkan kualitas sebuah produk, maka peneliti melakukan proses upcycle dan redesign pada produk lama yang telah using, salah satunya adalah sepatu high heels wanita bekas yang masih berfung dengan baik hanya bagian interfacenya yang terlihat sudah tidak menarik. Proses upcycle dan redesign bertujuan untuk meningkatkan value sepatu tanpa harus banyak mengubah bentuk awal pada sepatu. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode kualitatif untuk mengumpulkan data dengan pendekatan kategori semantic. Pendekatan kategori semantic bertujuan untuk membantu dalam proses redesign. Redesign sepatu high heels tidak terlepas dari pembuatan konsep baru, konsep baru yang digunakan adalah temata dan gelombang laut. Produk yang dihasilkan berupa sepatu high heels dengan desain baru dengan nilai seni yang lebih baik. Kata-kata Kunci: Upcycle, Redesign, High Heels, Limbah Sepatu.

Page 1 of 2 | Total Record : 13