cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2015)" : 21 Documents clear
SENI KERAJINAN RANGKAIAN JANUR DAN DAUN LONTAR DI DESA KEROBOKAN, BADUNG I Wayan Kurniawan .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keberadaan seni kerajinan rangkaian janur dan daun lontar. (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan seni kerajinan rangkaian janur dan daun lontar. (3) proses pembuatan seni kerajinan rangkaian janur dan daun lontar. (4) desain bentuk dan motif hias seni kerajinan rangkaian janur dan daun lontar di Desa Kerobokan Badung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan, analisis data domain dan taksonomi. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) keberadaan kerajinan rangkaian janur di desa kerobokan badung ,tidak seorang pun yang mengetahui secara pasti. Seni kerajinan janur ini diperkirakan tumbuh sejalan dengan berkembangnya seni-senilainnya seperti seni patung, senilukis, sehingga antara seni satu dan lainya tumbuh saling mendukung. Seni kerajinan rangkaian janur ini mulai berkembang di desa Kerobokan sekitar tahun1990-an, yang dirintis oleh bapak Wayan Werda, kemudian beliau menularkan keterampilannya kepada para pemuda Kerobokan yang berkembang sampai sekarang. (2) alat yang digunakan dalam pembuatan seni kerajinan rangkaian janur di Desa Kerobokan, Badung di Desa Bona, antara lain: pisau kecil (tiyuk), cutter, gunting, dan steples. Bahan yang digunakan antara lain: daun lontar, bambu, kertas lilin dan sterofoum (3) proses pembuatan seni kerajinan rangkaian janur di desa Kerobokan, Badung diawali dengan pemasangan sterofoum, proses melapisi sterofoum dengan kertas lilin, pemilihan daun lontar, proses membuat motif dari daun lontar, kemudian proses merangkai dari bawah, tengah, dan atas, dan terakhir finishing. (4) motif hias yang dihasilkan dalam seni kerajina rangkaian janur di Desa Keobokan: janur motif gumitir, janur motif lotus, janur motif buah nanas, janur motif burung merak, dan janur motif naga.Kata Kunci : seni kerajinan rangkaian janur This study aimed to describe: (1) the existence of a combination of young coconut and palm leaves handicraft. (2) the tools and materials used in making a combination of young coconut and palm leaves handicraft. (3) the process of making a combination of young coconut and palm leaves handicraft. (4) the design forms and decorative motifs of a combination of young coconut and palm leaves handicraft in the village of Kerobokan Badung. This research is a descriptive qualitative approach. The collecting data in this study was done by using (1) observation, (2) interview, (3) documentation, and (4) literature review, data analysis, and taxonomy domain. The findings in this study were: (1) the existence of a combination of young coconut leaf handicraft in Badung Kerobokan village, nobody knows for sure. The young coconut leaf handicraft is expected to grow in line with the development of other handicrafts such as sculpture, painting, so that between one and the other handicrafts grow mutually supported. The young coconut leaf handicraft began to flourish in the village of Kerobokan around tahun1990's, which was pioneered by Mr. Wayan Werda, then he pass on his skills to the youth of Kerobokan until now. (2) the tools used in making a combination of young coconut leaf handicraft in the village of Kerobokan, Badung in Bona vilage, namely: a small knife (tiyuk), cutter, scissors, and staples. Materials used include: palm leaves, bamboo, wax paper and sterofoum (3) the process of making a combination of young coconut leaf handicraft in the village of Kerobokan, Badung begins with the use of sterofoum, the sterofoum coats with wax paper, the selection of palm leaves, making the motif of leaves, then the process of assembling from the bottom, middle and top, and the final is finishing. (4) the resulting decorative motif of a combination of young coconut leaf handicraft in the village Keobokan: gumitir leaf motif, lotus leaf motif, pineapple leaf motif, peacock leaf motif, and dragon leaf motif.keyword : Young coconut leaf handicraft
KERAJINAN ALUMINIUM DI ARTSHOP WAHYU ARTHA DESA MENYALI, BULELENG M. Bagus Dharmasasmita .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) keberadaan kerajinan aluminium Artshop Wahyu Artha di Desa Menyali, (2) Jenis-jenis produk kerajinan aluminium Artshop Wahyu Artha di Desa Menyali, dan (3) motif- motif hias yang terdapat pada kerajinan aluminium Artshop Wahyu Artha di Desa Menyali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan keberadaan, jenis produk serta motif kerajinan aluminium.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keberadaan kerajinan aluminium Artshop Wahyu Artha di Desa Menyali, Buleleng sudah ada sejak tahun 2006 didirikan oleh I Gede Ardana. (2) Jenis produk yang dihasilkan terdiri dari produk fungsional dan non fungsional. Produk fungsional antara lain : tempat tisu, frame kaca, bingkai foto, tempat lilin, kotak perhiasan, tempat sampah, nampan, file holder, kotak CD (Compact Disk), bokor, tempat alat tulis, tempat buah, sokasi, kotak sepatu, kotak laundry, papan selamat datang, kotak permen, tempat tirta atau sangku. Produk non fungsional antara lain : Accessories, lukisan dan hiasan dinding. (3) motif-motif yang terdapat pada kerajinan aluminium yaitu motif daun paku, motif lamak, motif daun timbul, motif bunga lancip, motif batikan, motif daun kerawang, motif jantung likub, motif lingkaran likub, motif likub lanying, motif likub balik, motif gunung jantung, motif gentol, motif bunga daun, motif sisikan, motif ukiran bali, motif rambut, dan motif bunga. Kata Kunci : kerajinan, aluminium, motif hias This research is purposed to describe about (1) the existence of alluminium craftwork at Wahyu Artha Artshop in Menyali village, (2) genres of product of alluminum craftwork at Wahyu Artha Artshop at Menyali village, and (3) decorational pattern that is carved on the surface of alluminium craftwork at Wahyu Artha Artshop at Menyali village. This research is conducted by qualitative methods that resulted in descriptive data. The data gained by observational, interview, dan documentational technique. The presentation of this research explained the existence, genres, and decorational pattern of the alluminium craftwork. The result clarified that (1) the creative production of alluminium craftwork at Wahyu Artha Artshop at Menyali village, Buleleng regency, has been started since 2006 by I Gede Ardana. (2) The genres of product that is produced consist of both functional and non-functional craftwork. Functional craftwork e.g: tissue-paper box, glass frame, portrait frame, candleholder, treasure box, dustbin, tray, file holder, CD folder, bokor (traditional luggage box), stationery container, fruit bowl, sokasi, shoe box, laundry container, welcome sign, candy box, holy water container or sangku. Non-functional craftwork e.g: accessories, painting or wall adornment. (3) Deacorational pattern that is carved on the alluminium craftwork e.g: fern-leaf pattern, lamak pattern, timbul¬ plant pattern, pointed flower pattern, batik pattern, kerrawang leaf pattern, heart of likub pattern, circle of likub pattern, pointed likub pattern, turned likub pattern, heart mound pattern, gentol pattern, leafy blossom pattern, scaled pattern, Balinese carving pattern, wavy hair pattern, and floral pattern. keyword : craftwork, alluminium, decorational pattern
Penerapan Metode “Copy The Master” sebagai Perangsang Daya Cipta Anak dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Menggambar di Tk Kumara Satya Dharma Singaraja Luh Budiaprilliana .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) gambaran proses kegiatan menggambar di TK Kumara Satya Dharma dengan menggunakan metode “Copy The Master” dan (2) analisis hasil karya anak-anak dalam kegiatan menggambar di TK Kumara Satya Dharma dengan menggunakan metode “Copy The Master”. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental (eksperimen semu). Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan gambaran proses kegiatan menggambar dengan menggunakan metode “Copy The Master” dan analisis hasil karya anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan menggambar di TK Kumara Satya Dharma Singaraja dengan menggunakan metode “Copy The Master” awalnya membuat anak-anak kelompok manipulasi kebingungan karena mereka terbiasa didikte dalam kegiatan menggambar. Pada eksperimen-eksperimen berikutnya hingga eksperimen kedelapan menunjukkan munculnya sikap antusias dan kritis pada anak terkait dengan tema yang diangkat dan contoh gambar yang dipajang di papan tulis. Bahkan secara umum anak-anak tampak menuangkan ekspresinya melalui kegiatan menggambar. Pada eksperimen kedelapan yaitu menggambar bebas mereka juga tampak antusias. (2) Gambar-gambar hasil karya anak-anak kelompok manipulasi pada eksperimen pertama sampai ketujuh tampak memiliki objek-objek yang lebih bervariasi dibandingkan gambar-gambar hasil karya anak-anak kelompok kontrol. Pada eksperimen kedelapan yaitu kegiatan menggambar bebas pada kelompok kontrol maupun kelompok manipulasi, tampak bahwa muncul gejala yang sama yaitu munculnya pola gambar gunung kembar. Kata Kunci : metode “Copy The Master”, daya cipta, eksperimen This research intended to describe about (1) description of drawing activity at TK Kumara Satya Dharma by using “Copy The Master” method and (2) analysis of children’s artworks in drawing activity at TK Kumara Satya Dharma by using “Copy The Master” method. This research used quasi experimental method. The data was gotten by observations, interviews, and documetation. Data was presented by describing the process of drawing activity by using “Copy The Master” method and analysis of children’s artworks. The result of the research shows that (1) drawing activity at TK Kumara Satya Dharma Singaraja by using “Copy The Master” method, firstly makes children in manipulation group confused because they usually being dictated in drawing activity. In the next experiments until the eighth experiment show the appearance of entusiastic and critical attitude of the children related to the theme sample image that being pinned on the whiteboard. Even generally children seem express their expressions by drawing. In the eighth experiment, that is the free drawing activity they also seem enthusiastic. (2) children’s artworks in manipulation group on the first experiment until the seventh experiment have more variatif objects than the children’s artworks in the control gorup. On the eighth experiment, that is free drawing in the control group and manipulation group, show that both have a same symptom of twin mountain image pattern. keyword : “Copy The Master” method, creativity, experiment
T-SHIRT LUKIS KARYA ADITYA SAFARI DI SINGARAJA I Gede Wahyu Awan Sunarwan .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja, (2) proses pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja, dan (3) tema t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil lokasi di perusahaan Lokalkarya milik Aditya Safari yang terletak di jalan pantai Asri Kelurahan Banyuasri, Buleleng, Provinsi Bali. Pemilihan Aditya Safari sebagai subjek penelitian karena Aditya Safari adalah pelopor bisnis t-shirt lukis di Singaraja. Selain itu keberadaan t-shirt lukis Aditya Safari mampu memberikan warna baru fashion di kota Singaraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja adalah papan penyangga baju, kuas, palet, hairdryer, mesin press, t-shirt berbahan katun, cat tekstil, binder, dan pigmen warna, (2) proses pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja dimulai dari memasukkan baju kepapan penyangga, mencampurkan cat dengan pigmen beserta binder yang berfungsi sebagai pelarut, melukis sesuai tema yang diinginkan, mengeringkan cat dengan hairdryer, mengepres baju yang sudah dilukis dengan mesin press, dan (3) tema t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja yaitu tema sosial dan budaya remaja. Kata Kunci : t-shirt lukis, Aditya Safari This study aims to find out: (1) the tools and materials used in the manufacture of t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari, (2) the process of making t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari, and (3) theme t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari. This research is descriptive research with qualitative approach. This study took place in the local company owned by Aditya Safari located on Pantai Asri Street, Banyuasri district, Buleleng, Bali Province. Aditya Safari choosen as research subjects because Aditya Safari is a pioneer in t-shirt painting in Singaraja. Besides the presence of the t-shirt painting Aditya Safari is able to provide a new color of fashion in the city of Singaraja. The results showed that: (1) the tools and materials used in the manufacture of t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari is a buffer board clothes, brushes, palette, hairdryer, press machines, t-shirts made of cotton, textile paint, binders, and a color pigment, (2) the process of making t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari starts from entering the buffer board clothes, mixing paint with pigments and their binders that serve as solvents, paint suit with thr desired design, paint drying with a hairdryer, pressing clothes has been painted with a press machine, and (3) theme t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari namely social and cultural themes adolescents. keyword : t-shirt painting, Aditya Safari
KAJIAN VISUAL KERAJINAN JUKUNG-JUKUNGAN DI DESA AMED, KECAMATAN ABANG, KABUPATEN KARANGASEM I Made Rosis Ariwangsa .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5947

Abstract

Pantai Amed terletak di ujung timur pulau Bali, di Desa Amed ,Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Kehidupan masyarakat di Desa ini sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Di pesisir pantai terdapat perajin yang membuat kerajinan jukung-jukungan.Jukung-jukungan tersebut menyerupai bentuk jukung yang sebenarnya dan juga bisa dibongkar pasang, sehingga sangat menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keberadaan kerajinan jukung-jukungan, (2) alat dan bahan yang digunakan, (3) proses pembuatan kerajinan jukung-jukungan, (4) wujud kerajinan jukung-jukungan. Objek penelitian adalah kajian visual kerajinan jukung-jukungan di Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangsem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) pendokumentasian, (4) kajian pustaka. Instrumen penelitian meliputi (1) pedoman observasi, (2) pedoman wawancara, (3) kamera. Analisis data terdiri dari (1) analisi domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian visual kerajinan jukung-jukungan di Desa Amed terdiri atas (1) bentuk, (2) warna, (3) garis, (4) motif hiasan pada bidak. Kata Kunci : Kajian visual, kerajinan, jukung-jukungan Amed beach is located at the eastern tip of Bali Island, in Amed Village, Abang subdistrict, Karangasem, Bali Province. The majority of the population in the village is predominately fishermen. On the coast, there are artisans who make handicrafts named jukung-jukungan. Jukung-jukungan are similar to the actual boats and also can be assembled, so it is very interesting to be studied. Based on explanation above, this research aims to describe (1) the existence of jukung-jukungan handicraft, (2) the tools and materials that are used, (3) the process of making jukung-jukungan handicraft, (4) the form of jukung-jukungan handicraft. The object of this research is the study of visual of jukung-jukungan craft in Amed village, Abang subdistrict, Karangasem regency. The data collection techniques used in this research are (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) study of literature. Research instruments include (1) guidelines for observation, (2) interview, (3) camera. Data analysis consisted of (1) the domain analysis and (2) analysis of taxonomy. These results of this study indicate that visual assessment craft of jukung-jukungan in Amed Village consists of (1) shape, (2) the color, (3) line, (4) motif decoration on the pawn. keyword : visual studies, crafts, jukung-jukungan
Kerajinan Hiasan Berbahan Logam” Star Desain” di Banjar Bukit, Kecamatan Tampaksiring I Wayan Arinata .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang (1) keberadaan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. (2) Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Dsain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring (3) Proses pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. (4) Jenis bentuk kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring.Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik kepustakaan. Adapun subjek penelitian ini adalah kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. Hasil temuan penelitian ini adalah (1) Keberadaan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring, dimulai sejak tahun 2000 yang didirikan oleh I Made Sukayasa seorang pengerajin yang kreatif. (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain”di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring meliputi alat antara lain:palu, tang,gunting pelat,obeng,gunting kertas,nampan,pacal,meja las,las esetelin,ragum/glem,gunting tuas,rol,timba besi,baktimba plastik besar,mal,mesin gerinda,bor tangan,bor bangku,mesin kompresor,mesin las listrik,kawat bwg,pelatbesi,kuningan,cat suzuka,cat polibest,cat impra,tiner,azid posporazid,lem. (3) Proses pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu,penciptaan ide, pemilihan bahan,pengolahan bahan,pembentukan,pembuatan dtail komponen,perakitan,perendaman,pengeringan,proses finising(4)bentuk yang di hasilkan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring antara lain:dua dimensi burung dan ikan. tiga dimensi:binatang berkaki dua,berkaki empat dan tumbuhan. Kata Kunci : Kerajinan, logam, alat dan bahan, proses, bentuk produk This research has a purpose to got the illustration about (1). There is a handyeraft of ‘metal handycraf” Star Desain” at bukit village Tampaksiring subdistrict.(2) instrument and materials to maka the handycraft,(3) the process making it (4) kind and shape of the metal handycraft ‘’ Star Desain ‘’ in bukit village Tampaksiring subdistrict. This research is a description research, wits collecting data technique using observation, interview and book references, the subject of this research is the handy craft of metal handycraft “ Star desain, at Bukit Village in Tampaksiring subdistrict. The result of this risearh are (1) this handycraf built by I Made Sukayasa. Since years 2000, at Bukit Village in Tampaksiring subdistrict.(2)n the instrument and materials for using it are hammer, pliers, metal scissors, screwdriver, paper scissors, tray , slave, weld table, estelin weld, vise, lever scissors rol, metal pail, big basket plastic pail multiplication, grindstone mechine hand dril, table drill, compressor mecine, electric weld macine, wira bwg, metal sheet, brass, suzuka paint, polibest pain, impra pain, tiner, azid pos porazid, glie, (3) the idea creasion,the process of making it there are some step like chosing a material, prepara tion of material, shaping, making detail of component, assembling submerged, drying, an finishing process. (4) the result from metal handycraf “ star desain at bukit village in Tampak Siring there are : two-dimensional birds and fish. Three-dimensional: a two-legged animal, quadruped and plants. keyword : Handycraft, Metal, Intrument/ tool, Material, Process, Shape of Product
PEMBUATAN PATUNG PADAS PUTIH DI BANJAR LIMO DESA KUTAMPI KALER, NUSA PENIDA. I Dewa Gede Aristawan Gotama .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses penggalian dan pengolahan padas putih, (2) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan patung padas putih, (3) proses pembuatan patung padas putih, dan (4) jenis-jenis patung padas putih di Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler Nusa Penida. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Cara pencarian data dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara dengan subjek penelitian yang diteliti. Subjek penelitian ini adalah Pande I Made Ananta Wikrama selaku pematung batu padas putih dan Made Bakte, selaku pencari batu padas putih, di Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain dan taksonomi. Penelitian ini ditunjang oleh kajian pustaka pengertian seni, seni patung, unsur visual, unsur ekstetik, pengertian ornamen dan ragam hias, padas, banjar Limo, desa Kutampi Kaler, Nusa Penida Hasil temuan penelitian ini adalah (1) proses pengolahan padas putih untuk pembuatan patung yaitu penggalian, pembelahan, pembuatan pola, pemotongan batu padas, dan pengangkutan, (2)alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan patung padas putih yaitu seperti pada umumnya, (3)proses pembuatan patung padas putih yaitu pemilihan bahan baku, penumpukan dan pengeleman, proses pembentukan global, proses penghalusan, dan proses finishing. (4) hasil karya patung batu padas yaitu patung hewan, patung raksasa dan kala, patung Dewa-Dewi, patung pewayangan, dan patung manusia. Dapat disarankan kepada para pematung diharapkan agar secara rutin mengembangkan ide-ide kreatifnya dalam segi bentuk patung.Kata Kunci : Kata Kunci: patung, batu padas putih, alat & bahan, proses, jenis, This research is aimed to describe (1) the process of mining and processing white padas rock, (2) the tools that is required in the process of making white padas rock statue, (3) the process of making white padas statue, and (4) kinds of white padas statue in Banjar Limo, Kutampi Kaler Village of Nusa Penida. This research is a descriptive qualitative research which discuss about the process of making statue. All data is acquired through observation, interview, and documentation. How to search data in this research by conducting interviews with the study subjects studied. The subject of this Pande I Made Ananta Wikrama as a white padas carver and Made Bakte as white pada miner in Banjar Limo, Kutampi Kaler Vilage, Nusa Penida. Data analysis techniques used in this research is the domain and taxonomic analysis. This research is supported by Kajian Pustaka Pengertian Seni, Seni Patung, Unsur Visual, Unsur Estetik, Pengertian Ornamen dan Ragam Hias, Padas, Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. The finding of this research are (1) the processes in making statue using white padas are mining, cutting, pattern making, and transporting; (2) tools that are required in white padas carving a in general, (3) the process in making white padas statue are selecting the material, stacking and glueing, global sketching, refining, and finishing, (4) the final product of white padas statue is in the form of animals, giants and demons, gods and demigods, characters of folktale, and humans.Can be suggested to the sculptor expected to routinely develop creative ideas in terms of the form of sculpture. keyword : Keywords:statue, white padas rock, materials & tools, process, kinds
PROSES PEMBUATAN CUTTING STIKER PADA BODY MOBIL DI PERUSAHAAN BALISTIKER DENPASAR I Made Arya Suwiatmika .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6307

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan cara pembuatan cutting stiker pada body luar mobil di Perusahaan Balistiker, Denpasar, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses perancangan (2) Bahan dan alat (3) Jenis desain dan (4) Sistem pewarisan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses perancangan cutting sticker pada body luar mobil ada beberapa tahap antara lain tahap awal desain menggunakan software coreldraw. Dilanjutkan dengan tahap cetak cutting sticker menggunakan mesin dan tahap tempel cutting sticker secara manual. (2) Bahan meliputi oracal. Sedangkan alat meliputi mesin cetak cutting sticker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryer, hair dryer. (3) Jenis desain meliputi anime, racing, elegant dan desain branding dengan teknik digital printing. (4) Sistem pewarisan ketrampilan perusahaan, pemilik mewariskan ilmunya kepada tenaga kerja secara langsung. Kemudian akan dipelajari serta diterapkan langsung secara mandiri atau otodidak. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: proses perancangan, bahan dan alat, jenis desain cutting sticker serta sistem pewarisan ketrampilan pembuatan cutting sticker.Kata Kunci : desain, cutting sticker The background of this study was to know the process and the way of making cutting sticker on the exterior of car’s body in Balistiker company at Denpasar. This research aimed at knowing 1) the design process, 2) the tools and equipments, 3) kinds of design, and 4) the inheritance process. This study used descriptive qualitative design. The result of this study showed that 1) the design process of cutting sticker on the exterior of car’s body was done using software coreldraw, and continued by printing the cutting sticker and using manual system in affixed the cutting sticker. 2) the equipments was oracal, and the tools were cutting sticker printing machine, cutter, scissors, rulers, rakel, spryer, and dryer. 3) kinds of design were anime, racing, elegant, and branding design using digital printing technique. 4) the inheritance process was, the owner inherit the skill to the employees directly. Then, it would be learned and practiced by them independently. The conclusion of this research was the result of this study were about the design process, the equipments and tools, kinds of cutting sticker design and the inheritance process of making cutting sticker. keyword : design, cutting sticker
PROSES PEMBUATAN CUTTING STIKER PADA BODY MOBIL DI PERUSAHAAN BALISTIKER DENPASAR I Made Arya Suwiatmika .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6308

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan cara pembuatan cutting stiker pada body luar mobil di Perusahaan Balistiker, Denpasar, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses perancangan (2) Bahan dan alat (3) Jenis desain dan (4) Sistem pewarisan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses perancangan cutting sticker pada body luar mobil ada beberapa tahap antara lain tahap awal desain menggunakan software coreldraw. Dilanjutkan dengan tahap cetak cutting sticker menggunakan mesin dan tahap tempel cutting sticker secara manual. (2) Bahan meliputi oracal. Sedangkan alat meliputi mesin cetak cutting sticker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryer, hair dryer. (3) Jenis desain meliputi anime, racing, elegant dan desain branding dengan teknik digital printing. (4) Sistem pewarisan ketrampilan perusahaan, pemilik mewariskan ilmunya kepada tenaga kerja secara langsung. Kemudian akan dipelajari serta diterapkan langsung secara mandiri atau otodidak. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: proses perancangan, bahan dan alat, jenis desain cutting sticker serta sistem pewarisan ketrampilan pembuatan cutting sticker.Kata Kunci : desain, cutting sticker The background of this study was to know the process and the way of making cutting sticker on the exterior of car’s body in Balistiker company at Denpasar. This research aimed at knowing 1) the design process, 2) the tools and equipments, 3) kinds of design, and 4) the inheritance process. This study used descriptive qualitative design. The result of this study showed that 1) the design process of cutting sticker on the exterior of car’s body was done using software coreldraw, and continued by printing the cutting sticker and using manual system in affixed the cutting sticker. 2) the equipments was oracal, and the tools were cutting sticker printing machine, cutter, scissors, rulers, rakel, spryer, and dryer. 3) kinds of design were anime, racing, elegant, and branding design using digital printing technique. 4) the inheritance process was, the owner inherit the skill to the employees directly. Then, it would be learned and practiced by them independently. The conclusion of this research was the result of this study were about the design process, the equipments and tools, kinds of cutting sticker design and the inheritance process of making cutting sticker. keyword : design, cutting sticker
KERAJINAN GERABAH TINGGANG DI DESA BANYUMULEK, KECAMATAN KEDIRI, LOMBOK BARAT Nila Kusuma Dewi .; Dra. Luh Suartini .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sejarah keberadaan gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, (2) mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, (3) mendeskripsikan proses pembuatan gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, (4) mendeskripsikan bentuk dan dekorasi yang digunakan pada gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan gerabah Tinggang yaitu: Ayakan (Penyaring), Alat Pemutar, Alas Gerabah, Pisau Seng, Bambu, Pengkerean, Peterengan, Memeret (Kain Lap), Batu Rabak (Batu Kasar), Batu Pangan (Batu Halus), (2) Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan gerabah tinggang yaitu: Tanaq Beak (Tanah liat), Pasir, Air, Serabut Kelapa, Kayu, Jami (Jerami), Karet Ban Dalam, (3) Proses yang dilakukan dalam pembuatan gerabah tinggang yaitu: Ngelamur (Pengolahan Tanah Liat), Ngenyun (Pembuatan Gerabah), Ngebelong (Pembuatan Leher Gerabah), Ngalusang (Menghaluskan Gerabah),dan Nenunuq (Pembakaran).Kata Kunci : Pembuatan, Gerabah Tinggang, Desa Banyumulek This research aims to (1) describing the history of existence of Tinggang pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok, (2) describing the tools and materials used in the manufacture of Tinggang pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok, (3) describe the manufacturing process of Tinggang pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok, (4) describe the form and decoration are used of Tinggang pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok. This type of research is qualitative descriptive study. The object of this study is Tinggang pottery craft at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok. Data collection method is to use the method of observation, interview, documentation. The results of research showed that (1) the tools used in the manufacturing process of Tinggang pottery is : filter (ayakan), basic pottery, knife, bamboo, pengkerean, peterengan, memeret (cleaner fabric), rude stone (rabak stone), smooth stone (pangan stone), (2) the materials used in the manufacturing process of gerabah Tinggang is : clay (tanak beak), sand, coconut fiber, wood, straw (jami), inner tube rubber, (3) Process conducted in manufacturing of Tinggang pottery is : thouged of the clay (ngelamur), manufacture of pottery (ngenyun), Neck manufacture of pottery (ngebelong), smoothes Pottery, and burning (nenunuq).keyword : Tinggang Pottery, Art Crafts, Banyumulek Village

Page 2 of 3 | Total Record : 21