BUDIAPRILLIANA, LUH
Institut Seni Indonesia Denpasar

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Transformasi Prasi Tantri Carita Dalam Animasi Prasimotion BUDIAPRILLIANA, LUH; UDIANA NINDHIA PEMAYUN, TJOKORDA; SUARDINA, I NYOMAN
Prabangkara : Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21 No 2 (2017): Pabangkara
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.974 KB)

Abstract

Penciptaan ini dilatarbelakangi ketertarikan pencipta terhadap prasi. Prasi mulai ditinggalkan generasi muda. Seni prasi merupakan seni menoreh gambar di atas daun rontal. Dalam prasi terkandung unsur seni visual berupa gambar ilustrasi serta seni sastra berupa naskah-naskah lontar yang mengandung nilai moral. Pada tulisan ini dirumuskan tiga masalah yakni, bagaimanakah menciptakan media yang sesuai untuk pengenalan prasi kepada remaja?, bagaimana mentransformasikan prasi ke dalam bentuk animasi digital?, bagaimana bentuk/wujud prasi digital? Tujuan dari penciptaan ini yaitu merancang media pembelajaran untuk mengenal prasi. Sasaran dari penciptaan ini adalah remaja usia 12-18 tahun (siswa SMP dan SMA) di Buleleng. Pada penciptaan ini melalui tiga tahapan yakni eksplorasi, eksperimentasi, dan proses perancangan. Adapun teori yang digunakan pada penciptaan ini meliputi teori simulasi, transformasi, dan semiotika. Hasil Cipta pada penciptaan ini terdiri dari karya utama dan karya pendukung. Karya utama yaitu berupa karya animasi Prasimotion dengan judul Kacarita Pedanda Baka. Karya animasi tersebut merupakan animasi 2D yang visualisasinya dibuat seakan-akan animasi tersebut terjadi di atas daun rontal. Selain karya utama terdapat juga karya pendukung berupa animasi slideshow dengan mengambil cerita fabel lain dari rangkaian fable dalam Tantri Carita. Media ini dirancang untuk dapat dibawa ke berbagai tempat dengan hanya mengaksesnya dari gadget saja. Selain karya pendukung berupa animasi slideshow ini juga akan dibuat media pendukung berupa poster, X-banner, dan prototype prasi dalam bentuk printout.This creation is motivated by the creator’s interest in prasi. Prasi began to be abandoned by the young generation. Art prasi is the art of incised images on the leaf rontal. In the prasi contained elements of visual art in the form of illustrations and literary arts in the form of lontar (manuscripts) that contain moral values. In this paper formulated three problems namely, how to create appropriate media for the introduction of prasi to adolescents?, how to transform the prasi into the form of digital animation ?, how is the form of digital prasi ?. The purpose of this creation is to design learning media to introduce prasi. The targets of this creation are adolescents aged 12-18 years (junior and senior high school students) in Buleleng. At this creation through three stages of exploration, experimentation, and the design process. The theory used in this creation includes the theory of simulation, transformation, and semiotics. The Creative results in this creation consist of the main works and the supporting works. The main work is in the form of Prasimotion animation with the title Kacarita Pedanda Baka. The work of the animation is a 2D animation that the visualization is made as if the animation took place on the leaf rontal. In addition to the main work there is also a supporting work in the form of slideshow animation by taking another fable story from a series of fables in Tantri Carita. This medium is designed to be brought to various places by only accessing it from the gadget. In addition to supporting works in the form of animation slideshow will also be made supporting media in the form of posters, X-banner, and prototype of prasi in the form of printout.
Penerapan Metode “Copy The Master” sebagai Perangsang Daya Cipta Anak dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Menggambar di Tk Kumara Satya Dharma Singaraja Luh Budiaprilliana .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) gambaran proses kegiatan menggambar di TK Kumara Satya Dharma dengan menggunakan metode “Copy The Master” dan (2) analisis hasil karya anak-anak dalam kegiatan menggambar di TK Kumara Satya Dharma dengan menggunakan metode “Copy The Master”. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental (eksperimen semu). Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan gambaran proses kegiatan menggambar dengan menggunakan metode “Copy The Master” dan analisis hasil karya anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan menggambar di TK Kumara Satya Dharma Singaraja dengan menggunakan metode “Copy The Master” awalnya membuat anak-anak kelompok manipulasi kebingungan karena mereka terbiasa didikte dalam kegiatan menggambar. Pada eksperimen-eksperimen berikutnya hingga eksperimen kedelapan menunjukkan munculnya sikap antusias dan kritis pada anak terkait dengan tema yang diangkat dan contoh gambar yang dipajang di papan tulis. Bahkan secara umum anak-anak tampak menuangkan ekspresinya melalui kegiatan menggambar. Pada eksperimen kedelapan yaitu menggambar bebas mereka juga tampak antusias. (2) Gambar-gambar hasil karya anak-anak kelompok manipulasi pada eksperimen pertama sampai ketujuh tampak memiliki objek-objek yang lebih bervariasi dibandingkan gambar-gambar hasil karya anak-anak kelompok kontrol. Pada eksperimen kedelapan yaitu kegiatan menggambar bebas pada kelompok kontrol maupun kelompok manipulasi, tampak bahwa muncul gejala yang sama yaitu munculnya pola gambar gunung kembar. Kata Kunci : metode “Copy The Master”, daya cipta, eksperimen This research intended to describe about (1) description of drawing activity at TK Kumara Satya Dharma by using “Copy The Master” method and (2) analysis of children’s artworks in drawing activity at TK Kumara Satya Dharma by using “Copy The Master” method. This research used quasi experimental method. The data was gotten by observations, interviews, and documetation. Data was presented by describing the process of drawing activity by using “Copy The Master” method and analysis of children’s artworks. The result of the research shows that (1) drawing activity at TK Kumara Satya Dharma Singaraja by using “Copy The Master” method, firstly makes children in manipulation group confused because they usually being dictated in drawing activity. In the next experiments until the eighth experiment show the appearance of entusiastic and critical attitude of the children related to the theme sample image that being pinned on the whiteboard. Even generally children seem express their expressions by drawing. In the eighth experiment, that is the free drawing activity they also seem enthusiastic. (2) children’s artworks in manipulation group on the first experiment until the seventh experiment have more variatif objects than the children’s artworks in the control gorup. On the eighth experiment, that is free drawing in the control group and manipulation group, show that both have a same symptom of twin mountain image pattern. keyword : “Copy The Master” method, creativity, experiment
KOMPLEKSITAS AIR DALAM SERI KARYA LUKIS NATURE WISE Luh Budiaprilliana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alam semesta terdiri dari beberapa unsur utama yaitu tanah, api, udara, dan air. Air sebagai salah satu entitas utama di alam semesta merupakan sumber kehidupan dan melahirkan perkembangan peradaban. Air dapat berwujud padatan (es), cair (air), gas (uap air) dan merupakan satu – satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujud tersebut. Air memiliki bentuk yang fleksibel namun juga memiliki sifat kohesi yang membuatnya menjadi kuat di permukaan sehingga sulit dipecah dengan tekanan kuat. Hal yang mengkhusus pada air ialah memiliki sifat anomali yang terjadi pada kondisi tertentu. Artikel ini berfokus pada kompleksitas pada air yang tertuang melalui sederetan karya pada seri karya lukisan Nature Wise. Wujud air dan sifat – sifatnya sebagai benda cair memiliki kompleksitas yang tinggi. Melahirkan berbagai filosofis dan nilai – nilai kebijaksanan sebagai representasi kehidupan manusia. Wujud air tersebut divisualisasikan dengan liukan air yang merepresentasikan sifat dan kompleksitasnya.
AIR SUMBER IMAJINASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Made Purnami Utami; I Made Ruta; Luh Budiaprilliana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk air secara citra visual dan karakter air yang melekat dari spirit dan sifat fisiknya dapat menjadikan alasan sebagai ide penciptaan karya seni lukis, memungkinkan dieksplorasi untuk dihadirkan kembali guna menciptakan bentuk-bentuk imajinatif dengan karakteristik yang dimilikinya sebagai penyampaian gagasan atau kegelisahan terhadap suatu peristiwa yang dialami manusia. Imajinasi bentuk dan karakter air tidak sekedar sebagai unsur alam semata, juga menjadi objek untuk mewakili persoalan dalam kehidupan, yang membuat penulis tertarik untuk mengangkat Air Sumber Imajinasi sebagai subjek matter dalam penciptaan karya seni lukis. Permasalahan dalam proses penciptaan yaitu: (1) Bagaimana bentuk dan karakter air sebagai sumber imajinasi dalam penciptaan karya seni lukis? (2) Bagaimana mewujudkan bentuk dan karakter air menjadi karya seni lukis. Metode yang digunakan: ide (gagasan), Kontemplasi (memilih objek), Stimulasi (mewujudkan gagasan), Eksplorasi (penjajagan lapangan), Eksperimen (percobaan), Proses Berkaya (pengolahan ide), Peciptaan Karya Seni. Seluruh bentuk hasil karya disajikan dalam karya seni lukis abstrak yang diciptakan di atas kain kanvas dengan media bahan Cat Pouring Acrylik dan cat acrylik dalam proses penciptaan seni lukis. Perwujudan karya yang dihasilkan memiliki nilai-nilai pembaruan (Teknik).
POLA AIR SEBAGAI KONSEP VISUAL DALAM WORKSHOP SENI RUPA I Wayan Sujana; I Made Ruta; Luh Budiaprilliana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menuliskan hasil workshop guru-guru SMP seni rupa Buleleng, melalui penerapan pola air sebagai konsep visual dalam workshop seni rupa. Konsep dasar visual pola air berupa garis lengkung berulang-ulang menimbulkan citra gelombang air. Dipadu dengan permainan warna melalui pendekatan repetitif mengasilkan ekspresi seni rupa yang unik. Permasalahan dalam penelitian adalah kenapa menggunakan pola air sebagai konsep visual dalam workshop seni, bagaimana metode terapan workshop pola air sebagai konsep visual, serta jenis-jenis ekspresi yang dihasilkan? Beberapa teori yang dijadikan landasan penciptaan karya senirupa berbasis bambu antara lain: Menggunakan metode penciptaan MAL dalam merancang konsep. Pengumpulan data melalui observasi, implementasi, dan studi kepustakaan. Model analisis data disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan berbagai pola ekspresi dari setiap peserta. Implementasi pola-pola ekspresi implementasi dapat dijadikan pemantik pengembangan kekaryaan selanjutnya.
KEHIDUPAN LAUT SEBAGAI TEMA WORKSHOP PEMBUATAN SOUVENIR DAUR ULANG BAGI SISWA SMA NEGERI 2 ABIANSEMAL Budiaprilliana, Luh; Utami, Ni Made Purnami; Karuni, Ni Kadek
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu tentang Bali krisis sampah plastik menjadi kekhawatiran bagi kita semua. Hampir seluruh masyarakat turut serta berupaya untuk ikut andil dalam penanggulangannya. Salah satunya dengan melakukan pengelolaan sampah berupa daur ulang yang merupakan salah satu bagian dari konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan sampah. Daur ulang terhadap sampah domestik yang dihasilkan ini juga menjadi program dari SMA Negeri 2 Abiansemal dan menjadi salah satu fokus program yang dimotori oleh OSIS SMA Negeri 2 Abiansemal. Atas urgensi untuk realisasi program tersebut maka SMA Negeri 2 Abiansemal bekerjasama dengan tim pengabdian untuk mengadakan workshop daur ulang sampah menjadi produk souvenir yang memiliki nilai seni bagi siswa – siswi di sekolah tersebut. Tema Kehidupan Laut dalam workshop pembuatan souvenir daur ulang ini dimaksudkan sebagai pemantik bagi siswa – siswi agar lebih menumbuhkan kepedulian terhadap ekosistem kehidupan di laut dan kelestarian laut. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan workshop ini adalah menggunakan metode eksploratif learning by doing dan demonstratif. Hasil workshop disampaikan dengan deskriptif kualitatif. Workshop pembuatan souvenir daur ulang ini tidak hanya menjawab kebutuhan SMA Negeri 2 Abiansemal untuk merealisasikan program pengelolaan sampah domestiknya, namun juga meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang seni rupa dengan dapat mewujudkan produk souvenir bernilai seni. Kehidupan laut yang menjadi tema workshop membuat siswa lebih tertarik untuk mengeksplorasi bentuk biota laut seperti ikan, kerang, terumbu karang, dsb. Mereka menyadari bahwa menjaga lingkungan sekitar juga merupakan kontribusi untuk menjaga kelestarian laut. Dampak lain dari program ini adalah terwujudnya inisiasi pembentukan Klub Recycle di SMA Negeri 2 Abiansemal.
Tradisi Bali dalam Lipatan Kanvas Karya Seri Porosan I Ketut Sugantika ‘ Lekung’ Budiaprilliana, Luh
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 2 No 1 (2022): Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni
Publisher : PROGRAM STUDI SENI MURNI ISI DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/citakara.v2i1.1549

Abstract

Tradition in the anthropological dictionary is the same as customs, whic is called the magical-religious habits of the life of an indigenous population which include cultural values, norms, laws and rules that are interrelated, and then become a system or regulations that have been established and include all conceptions of the cultural system of a culture to regulate social action (Arriyono and Siregar, 1985:4). The tradition that is strongly implemented in the environment where the child grows up has an influence in building the memory web of the child in his growth and development. I Ketut Sugantika 'Lekung' as one of the artists who was born and raised in Bali is one of the many artists who brings the memory web of Balinese traditions into their creative process. The Porosan series by I Ketut Sugantika 'Lekung' is a representation of Balinese tradition which is realized through the repetition of folds on canvas. The process of making which is full of repetitions with similar patterns presents a trance for the artist so that he feels a situation like he is meditating focusing on controlling the Tri Pramana which is consisting of Bayu, Sabda, and Idep.
Bangunan Pelinggih Merajan Alit Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Neode, Haris Candra; Budiaprilliana, Luh; Mustika, I Ketut
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 2 No 2 (2022): Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni
Publisher : PROGRAM STUDI SENI MURNI ISI DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/citakara.v2i2.1843

Abstract

Merajan Alit is a place of worship in every Balinese Hindu family house. Visual beauty and its close relationship with self-identity and family make the creator interested in visualizing it into painting works. The foundation used was the Alma M. Hawkins method, Exploration, Improvisation, and Forming. Each of these methods contains methods and stages of creation that are applied by MBKM partners. From these methods and successes, six works were produced, entitled; 1) “Kemulan”, 2) “Taksu”, 3) “Aku Ingin Pulang”, 4) “Punggel”, 5) “Mencari Kedalam Diri”, 6) “Happy Family”. In these six works, the creators combine the transfer of technology, skills and knowledge obtained from campuses and partners, so as to create works that are expected to become the characteristics of the creators. With this work, it can be said, Merajan Alit can be a personal trigger because it is very closely related to personal and family identity. The feelings that arise can be very unique and varied so it is very suitable to be visualized as a work of painting. In addition, the use of traditional painting tools is also important because of the ancestral heritage so that it does not become extinct.
Perca Endek Sebagai Inspirasi Kolaborasi Pouch Lukis Yang Bernilai Seni Tinggi Apriliani, Sari; Gulendra, I Wayan; Budiaprilliana, Luh
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 2 No 2 (2022): Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni
Publisher : PROGRAM STUDI SENI MURNI ISI DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/citakara.v2i2.1851

Abstract

Adding surface designs or paintings to traded products is one way to increase the value of the goods, the value in question is aesthetics and selling price. Agung Bali Collection as a writing partner in MBKM Entrepreneurial activities, provides knowledge about the canting massage technique which can be used as an additional technique in making surface designs. HOLD ME is a form of Start-Up business that the author created personally, this business is engaged in the fashion sector, with canvas bags and endek patchwork as the main raw materials for making strong and environmentally friendly products, as well as the use of endek patchwork in the Agung Bali Collection as a form of cultural preservation and processing of patchwork waste will make goods have high selling power. Until now, HOLD ME has produced six pouch product models and is planning to expand its business. The product that has been produced is a canvas cloth bag in collaboration with endek patchwork and there is a surface design with brush and massage techniques with use of glitter which can create unique, beautiful, and special bag products, consumers not only enjoy the product through visual beauty but also can be enjoyed from the functional or usability aspect of the product.
Interpretasi Aci Usaba Sumbu dalam Karya Seni Lukis Silasana, I Putu Arya; Budiaprilliana, Luh; Mudana, I Wayan
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 3 No 1 (2023): Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni
Publisher : PROGRAM STUDI SENI MURNI ISI DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/citakara.v3i1.2333

Abstract

The creation of works in the Independent Study MBKM program in this paper takes ideas or ideas about the interpretation of Aci Usaba Sumbu in Pakraman Timbrah Village in works of painting. The phenomenon of a religious ritual in Timbrah Village called Aci Usaba Sumbu which has its own uniqueness from the ceremonial facilities used in these religious activities. Banten Sumbu, which resembles a towering tower and the banten be guling which is offered by local villagers, is unique from a visual standpoint. The objects at the ceremony have their own meaning, the creator interprets them into life and social values through works of painting. The process of creating this work adopts the theory and methods of Alma M Hawkins. The creation method goes through 3 (three) stages, namely, the exploration, improvisation, forming stages. In the embodiment of the work, the ideas obtained created 6 works entitled: : 1) “Pengendalian Diri” , 2)”Keharmonisan” , 3)”Penyatuan”, 4)”Tri Kaya Parisudha”, 5)”Pohon Sumbu” 6)”Naga Sumbu”. The works created are a form of interpretation of Aci Usaba Sumbu along with the objects contained in the ceremony. With the creation of these works, it is hoped that they will be able to convey a message about the turbulence of the creator's feelings that have been observed.