cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL RUMAH MAKAN WARUNG AYU KALIBUKBUK LOVINA wijaya, kadek ary angga
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.143 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.37345

Abstract

Abstrak  Perancangan media Desain Komunikasi Visual promosi dilakukan di rumah makan Warung Ayu yang terletak di desa Kalibukbuk, Lovina. Rumah makan Warung Ayu ini sudah berdiri sejak tahun 2011 dengan menyediakan berbagai macam makanan mulai dari makanan khas Indonesia, Eropa, dan juga makanan khas Bali. Namun, kekurangan dari rumah makan Warung Ayu ini adalah pada bidang promosi. Media promosi yang mendukung rumah makan Warung Ayu ini hanya menggunakan papan nama, banner, dan kartu nama. Pada penelitian ini, peneliti merancang karya Desain Komunikasi Visual media promosi yang dapat mendukung kebutuhan promosi dari rumah makan Warung Ayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempromosikan rumah makan Warung Ayu dengan menggunakan media-media Desain Komunikasi Visual agar bisa menarik pelanggan dan juga terlihat inovatif. Media utama dari penelitian ini adalah video promosi dan juga media – media promosi pendukung lainnya yang dirancang oleh peneliti adalah X-Banner, brosur, totebag, menu makanan, logo, poster, dan papan nama.  Kata Kunci: Desain Komunikasi Visual, promosi, rumah makan.  Abstract The design of the promotional Visual Communication Design media was carried out at the Warung Ayu restaurant located in Kalibukbuk village, Lovina. Warung Ayu restaurant has been established since 2011 by providing various kinds of food ranging from Indonesian, European, and Balinese specialties. However, the drawback of this Warung Ayu restaurant is in the field of promotion. The promotional media that supports the Warung Ayu restaurant only uses nameplates, banners, and business cards. In this study, researchers design the work of Visual Communication Design for promotional media that can support the promotional needs of the Warung Ayu restaurant. The purpose of this research is to promote the Warung Ayu restaurant by using Visual Communication Design media in order to attract customers and also look innovative. The main media of this research are promotional videos and also other supporting promotional media that designed by researchers are X-Banners, brochures, tote bags, food menus, logos, posters, and name boards.Keywords: Visual Communication Design, promotion, restaurant
Analisis Gambar Bak Truk di Bondowoso irfirdaus, eky
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i1.34711

Abstract

ANALISIS GAMBAR BAK TRUK DI BONDOWSO Eky Irfirdaus1, I Ketut Sudita2, I Nyoman Rediase3    Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Bahasa dan SeniUniversitas Pendidikan GaneshaSingaraja, Bali, Indonesia e_mail: kykyedhan8@gmail.com1, ketut.sudita@ymail.com2, polenkart@gmail.com3 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bahan dan alat  yang digunakan dalam proses pembuatan, (2) makna latar belakang penciptaan tema gambar bak truk, (3) nilai estetik gambar bak truk. Jenis  penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah adalah pemilik perusahaan yang ada di timur taman kota Bondowoso beserta karyawannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi , dokumentasi, dan kepustakaan.Hasil penelitian ini menujukkan (1) bahan dan alat  yang digunakan dalam proses pembuatan yaitu: Sekotlet, computer, mesin cetak cutting, cutter, gunting, penggaris, rakel, sprayer, hairdrayer, dan air sampo ; (2) makna latar belakang penciptaan tema gambar bak ruk adalah pokok pikiran yang menjadikan terciptanya sebuah gambar gambar lengkap dengan synopsis, diksi ataupun sarat saji dalam pembentukannya yang meliputi pola pikir dan prasaan seniman dan pemilik truk itu sendiri; (3) nilai estetik gambar bak truk terdiri dari unsur-unsur desain. Kata kunci: gambar, bak truk Bondowoso, nilai estetis AbstrackThis study aims to describe (1) the materials and tools used in the manufacturing process, (2) the meaning of the background of the creation of the truck body image theme, (3) the aesthetic value of the truck body image. This type of research is qualitative research. The subject of the study was the owner of a company in the east of Bondowoso city park and its employees. The data collection techniques used in this study are observation, interview, discussion, documentation, and literature.The results of this study showed (1) materials and tools used in the manufacturing process, namely: Sekotlet, computer, cutting printing machine, cutter, scissors, ruler, rakel, sprayer, hairdrayer, and shampoo water; (2) the meaning of the background of the creation of the truck body image theme is the point of thought that makes the creation of an image complete with synopsis, diction or full of food in its formation which includes the mindset and pre-creation of the artist and the owner of the truck itself; (3) The aesthetic value of the truck body image consists of design elements. Keywords: image, bondowoso truck tub, aesthetic value    PENDAHULUAN  Seni merupakan salah satu unsur dalam sistem kebudayaan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Hal itu bisa memicu potensi untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif dalam segi penciptaan karya seni tersebut, salah satunya adalah penciptaan karya seni rupa. Seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain.Seni, berkembang mengalami perubahan sesuai situasi kotanya. Dalam perwujudannya kemudian khususnya terhadap seni urban telah menjelma menjadi sebuah tren fashion, street art (mural dan graffiti), dan bentuk perwujudan lain yang menjadikan kota sebagai latar belakang dalam segala kegiatan tersebut. Gambar ataupun objek yang digunakan untuk mempercantik bak truk jika dilihat dari unsur estetika tentu masih jauh dibanding karya-karya para seniman yang dipamerkan di galeri-galeri. Namun itu justru tidak menjadikan gambar pada bak angkutan truk bukan suatu hal yang tidak indah, meskipun sebagian orang masih ada yang beranggapan sinis dan memandang rendah, karena menampilkan kontent tanpa muatan yang berunsur pendidikan ataupun informasi penting untuk diserap.Aris Darisman (2014) dalam kutipan Bussard, Ward, dan Yee (1999) pernah menulis tentang fenomena kehidupan masyarakat kota, bahwa persoalan keseharian yang dalam esai Charles Baudelaire (1863), The Painter of Modern Life, menjadi insiprasi bagi para pelukis impresionis untuk melukis subjek-subjek modern, subjek-subjek modern dalam wujud persoalan keseharian yang terjadi di sepanjang jalan di kota Paris, jembatan, dan kafe pinggir jalan Melalui karyanya, seniman graffiti dapat menyampaikan berbagai pesan.  Pemikiran tentang menariknya seni rendah ini, dan kemudian menunjukkan bahwa gambar itu tidak selamanya berada di ruang pameran, dengan visual yang memiliki tema-tema yang tentu saja mengusik cara pandang penulis,  antara tema dengan fungsi seni yang ingin diperlihatkan gambar bak truk tersebut untuk dinikmati sebagai pemandangan visual di jalan raya. Dengan kata lain, gambar bak truk ini juga merupakan salah satu fenomena dari budaya populer yang tercipta di Indonesia menjadikan gambar ini memiliki keunikan tersendiri pada media yang digunakan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, Afiful Ikhwan (2013) mengutip pendapat Jane Richie, penelitian kualitatif adalah upaya untuk menyajikan dunia social dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, prilaku, persepsi, dan personal tentang manusia diteliti.. penelitian ini adalah pak Amari pemilik perusahaan yang ada di timur taman kota Bondowoso beserta karyawannya atau pekerjanya. Lebih tepatnya dilaksanakan di Trans sticker alun-alun Bondowoso  Pendekatan penelitian kualitatif ini bertujuan mencari gambaran yang jelas tentang tema-tema dan fungsi proses Pengungkapan gambaran mengenai situasi dan kondisi tempat Penelitian difokuskan penelitian. Penelitian yang direncanakan dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi    Hasil dan Pembahasan Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat cutting stiker dapat dilihat pada gambar 1 (sekotlet), gambar 2 (mesin cetak cutting stiker), gambar 3 (cutter, gunting, penggaris, rakel. Speyer, hair dryer, dan air sampo).          Gambar 1                                Gambar 2                                Gambar 3 Setelah alat dan bahan diketahui, langkah awal yang dilakukan adalah proses desain gambar di computer menggunakan software coreldraw. Adapun Langkah-langkahnya sebagai berikut: Tahap desain cutting sticker  Tabel 1 Tahap desain cutting stikerNoTahap desain cutting stikerGambarDeskripsi1 Tahap Desaina.Buka software coreldraw      b.Proses desain gambar     Buka software coreldraw pada computer dan Masukan gambar yang akan di desain   Proses desain gambar dan Tahap akhir pembuatan desain gambar menggunakan software coreldrawProses desain gambar dan Tahap akhir pembuatan desain gambar menggunakan software coreldraw   Setelah tahap desain cutting sudah, langkah berikutnya ialah tahap cetak dan tempel desain cutting stiker sebagai berikut:   Tabel 2 Tahap cetak dan tempelNo Tahap cetak dan TempelGambarDeskripsi1.Tahap cetak dan tempel desain cutting sticker     a. peeling atau pengelupasan              b. tempelkan bahan                   Penempelan dan perataan                    Finising                  Setelah selesai mendesain gambar pada bak truk, selanjutnya cetak dan proses bahan menggunakan mesin cutting   Lanjut dengan tahap peeling atau pengelupasan ke bahan cutting, pilah atau seleksi yang ingin ditempel.            Selesai melakukan proses peeling, selanjutnya tempelkan bahan isolasi ke atas cutting agar nanti saat proses pelepasan perekat dasar bawah cutting, bahan cutting yang ingin di tempel masih merekat dengan isolasiatau selotip bening. Sehingga memudahkan kita untuk menempelkan ke bak truk.          Tempelkan bahan cutting yang sudah dibasahi dengan air ke bak truk yang  sesuai dengan desain gambar yang sudah ditentukan dan Ratakan cutting stiker yang sudah di tempel menggunakan rakel.               Untuk finishing, panaskan menggunakan hairdryer         Makna latar belakang konsep tema gambar bak truk Gambar-gambar pada bak truk rupanya tidak hanya sebatas memuat logo dan warna. Namun, terdapat pula tema atau pokok pikiran yang menjadikan terciptanya sebuah gambar gambar lengkap dengan synopsis, diksi ataupun sarat saji dalam pembentukannya.Gambar Tema organik, dalam lukisan di bak truk terjadi penekanan terhadap pentingnya perempuan untuk selalu tampil memikat dengan mempertegas sifat kewanitaannya secara biologis, misalnya memiliki rambut panjang dan bibir merah merekah yang ditampakkan selalu tersenyum. Pencitraan perempuan semacam ini ditekankan lagi dengan menebar isu “natural anomy”, artinya dipastikan tidak banyak yang memvisualisasikan perempuan tua.Gambar 4 Tema ketuhanan, tema yang berhubungan erat dengan kekuasaan tuhan. Seperti tulisan pada gambar “Bahagia itu tidak harus mewah, beristighfar untuk masa lalu, bersyukur untuk hari ini, berdoa untuk hari esok”, yang di visualisasikan sebagai bentuk permohonan ataupun Do’a kepada Tuhan. Do’a yang selalu diucapkan oleh sang supir sebelum berkendara ataupun do’a sang istri sebelum suaminya berangkat bekerja antara lain sebagai berikut :               Gambar 5 Adapun Tema social, tema yang berkaitan dengan hal-hal masalah social.  Antara lain, yakni tulisan dalam gambar berisi Pesan tersirat atas kegundahan sang supir maupun senimannya yang tak tersampaikan pada penguasa ataupun petinggi negara yang dituangkan dan diaplikasikan pada bak truk sebagai rasa sekaligus kecintaan dan kepedulian pada Indonesia antara lain sebagai berikut :Gambar 6   Nilai estetik pada gambar bak trukMenurut Michel foucault dalam teori pascamodern dalam buku Martin Suryajaya (2016:772-776). nilai estetik pada gambar bak truk di bondowoso ialah masalah represnasi visual dimna berkenaan dengan pengarang dan amat di warnai oleh model analisis wacana.    Gambar 7Dimana pada gambar bak truk tersebut, pengarang menampilkan sosok wanita dengan memegang rambut dengan kedua tangannya dengan tulisan “Tatapanmu seakan mengajak bercinta”. Dalam teori pacamodern seperti menurut Foucault, ekspresi dan rambut yang di pegang bukanlah sebuah rambut jika dikaitkan dengan tulisan tatapmu seakan mengajak bercinta (melainkan representasi visual) tidak bertentangan dengan gambar.Gambar 8Pada gambar bak truk di atas, menampilkan teka-teki di antara teks dan gambar. Wanita cantik dengan tulisan la awakmu seng ayune mekso golek seng soge ganteng haha ngaco. pada gambar tersebut mengandung kata-kata dan ambiguitas citra. Secara akal sehat, Bukankah impian seitap orang memiliki hal yang cukup sempurna. Namun, Bisa jadi hal yang sempurna bias didapat asal mengakui dan menerima kekurangannya. Gambar 9Pada gambar ini, secara teori pascamodern menurut Foucault hal ini menjanggal. Dimana semua seakan harus terwujud sesuai pengarang ataupun sang sopir itu sendiri. Gambar wanita tersebut cantik namun tidak pada proporsi menyanjung dan kelayakan. Bias jadi gambar tersebut hanyalah representasi visual, dimana wanita cantic tersebut adalah pesona sang supir.  Gambar 10Pada gambar di atas, kata-kata ditundukkan oleh gambar, gambar tersebut dipaka sejauh berguna untuk memperjelas wacana verbal. Yang menjajarkan secara langsung bentuk visual dan penanda liguistik tanpa ada hub hierarkis di antara keduanya. Seperti ada kesadaran bahwa representasi motif hias berarti menyatakan tentang sesuatu, seperti ada rahasia tersembunyi dalam bentuk motif. Bentuk motif seakan mewah akan kultur budaya.   Adapun unsur unsur nilai estetik pada gambar bak truk di bondowoso, antara lain: Tabel 5 Unsur-unsur nilai estetikNoUnsur Nilai estetikGambarDeskripsi1a. Unsur bentuk        b. Unsur warna         c. Unsur tema          d. Unsur motif hias        gambar tersebut memiliki jenis dua dimensi, dimana gambar pada dinding bak tergolong pada jenis dua dimensi sedang bak tersebut adalah jenis tiga dimensi. warna sebagai warna, warna sebagai representasi alam, warna sebagai lambang/simbol, dan warna sebagai simbol ekspresi. Perempuan cantik memang menjadi idola bagi para supir truk untuk memakainya dalam gambar bak kendaraannya. Hal ini lebih pada identitas seksual mereka yang sampai saat ini berjenis kelamin laki-laki. Laki-laki menjadi normal saat mereka meminta desain perempuan cantik pada bak truk.Motif hias merupakan pola atau gambar yang menjadi hiasan pada sebuah objek. Tujuan menambahkan motif hias antara lain menambah nilai keindahan atau estetika pada objek tersebut itu. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Gambar Bak Truk Di Bondowoso dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut: a) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan gambar bak truk di Bondowoso Sekotlet , Computer, mesin cetak cutting stiker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryaer dan hair drayer. b) Makna latar konsep tema gambar bak truk , antara lain : Tema organic, Tema ketuhanan, Tema social. c) Nilai estetik pada gambar bak truk, sebagai berikut: Secara representasi visual gambar tersebut terdiri dari representasi  visual tidak bertentangan, representasi  visual kata-kata dan ambiguitas, representasi  visual cara pandang pengarang, dan representasi  visual kata-kata ditundukkan gambar.Adapun  unsur-unsur dalam visual antara lain: unsur Bentuk, warna, tema, dan motif hias.Bagi pemilik perusahaan Trans sticker, Untuk meningkatkan kualitas gambar bak truk di daerah Bondowoso disarankan pada perajin untuk mengembangkan ide-ide kreativitasnya dengan mengeksplorasi budaya dan tradisi asli bondowoso dengan mengkemas sekreatif mungkin.Bagi peneliti lain yang akan melanjutkan penelitian dengan menggunakan metode penelitian tindakan (action research) atau penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengaplikasikan gambar cutting stiker pada benda fungsional lainnya. Bagi peneliti yang akan melanjutkan penelitian dengan metode penelitian kualitatif atau kuantitatif disarankan meneliti dari aspek respon atau tanggapan perihal gambar cutting stiker kemungkinan dari sisi produksi dan distribusi.  DAFTAR PUSTAKA Buku: Badudu, .J.S .& .Zain .Sultan .Mohammad. .1996. .Kamus .Umum .Bahasa Indonesia. Jakarta : .Pustaka .Sinar Harapan.Suryajaya, .Martin. .2016. .Sejarah .Estetika .Era .Klasik .Sampai .Kontemporer. .Jakarta Barat: .Gang .Kabel .dan .Inde .book .corner. Jurnal: Darisman, .Aris. .2014. .Karya .Graffiti .Sebagai .Peresentasi .Persoalan .Sosial di Kota Bandung. .HUMANIORA, 5, (2).Hasnidar, Sitti. .2019. .Pendidikan .Estetika dan .Karakter .Peduli .Lingkungan Sekolah. Jurnal .Serambi .Ilmu, 20, (1), 19.Rijali, .Ahmad. .2018. .Analisis .Data .Kualitatif. . Jurnal .Alhadharah, 17, (33)Irwansyah. 2017. .Analisis .Ornamen .Interior .Pada .Ruang  .Balairung .Istana Maimoon. Medan. .Jurnal .Proporsi,  3, (1) Website: Pengertian tema, .https://www.temukanpengertian.com/2015/09/pengertian-tema.html,15/November2020.Sumber peringatan, 27 Maret 2020, Pengertian Garis, Titik dan Bidang beserta Contohnya, Diakses pada 12 Desember 2020, dari   https://www.sumberpengertian.id/pengertian-garis-titik-dan-bidang.Wikipedia, “Truk”[Internet], Truk, 30 Januari 2020, 16:47[diakses 18 Desember 2020] tersedia dari .https://id.wikipedia.org/wiki/Truk.  
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEKOLAH PARIWISATA BALI INTERNASIONAL DI SINGARAJA Wahyudi, Gede Rudi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.681 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i3.35807

Abstract

Perancangan media promosi Sekolah Pariwisata Bali International di Singaraja ini bertujuan (1) Untuk mempromosikan Sekolah Pariwisata Bali Internasional dalam berbagai wujud desain komunikasi visual yang menarik dan inovatif dan (2) Untuk melatih kepekaan mahasiswa dala melihat fenomena di lapangan yang berkaitan dengan Desain Komunikasi Visual. Dengan adanya media promosi, maka diharapkan keberadaan Sekolah Pariwisata Bali International lebih dikenal oleh masyarakat umum. Proses merancang media promosi ini dimulai dengan melakukan observasi ke Sekolah Pariwisata Bali International, lalu dilanjutkan dengan melakukan wawancara dengan owner Sekolah Pariwisata Bali International, lalu melakukan pengambilan gambar untuk bahan desain maupun video. Setelah itu, mulai merancanng desain dan video yang hasilnya nanti akan ditunjukkan kepada owner Sekolah Pariwisata Bali International. Hasil nya adalah sembilan jenis media promosi berupa media utama yaitu berupa leaflet dan delapan media pendukung berupa  logo, poster, flyer, stiker, X-Banner, kartu nama, map file dan video profil.
PRASI TEMA BUDAYA LOKAL NTT De Santo, Yohanes Soubirius
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.725 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i2.35790

Abstract

Prasi adalah ilustrasi yang dibuat di atas daun rontal maupun diatas kertas gambar dari jaman dahulu hingga jaman sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memilih kebudayaan lokal daerah NTT yang dapat diaplikasikan pada prasi, (2) memvisualisasi kebudayaan lokal daerah NTT pada prasi. Subjek dalam peneliatian ini adalah prasi sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kebudayaan lokal daerah NTT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) diskusi, (4) dokumentasi, (5) kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan (1) proses visualisasi kebudayaan daerah NTT pada seni prasi dilakukan dimulai dari tahapan observasi kebudayaan daerah NTT dan bentuk prasi dilapangan, dimulai perancangan beberapa desain dalam memvisualisasikan kebudayaan daeran NTT pada seni prasi, setelah semua hal tersebut dilakukan, visualisasi kebudayaan daerah NTT pada seni prasi mulai proses awal hingga sampai ke tahap akhir, (2) hasil dari proses visualisasi kebudayaan daerah NTT pada seni prasi yaitu tervisualisasikannya beberapa kebudayaan daeran NTT pada seni prasi, pada karya ini memvisualisasikan lima kebudayaan daeran NTT yaitu, kegiatan penangkapan paus di NTT, legenda danau tiga warna, alat musik sasando, legenda pulau komodo, dan yang terakhir adalah tentang tari perang di NTT.
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN MAKRAME DESA YEH SUMBUL KECAMATAN MENDOYO KABUPATEN JEMBRANA Putri Dewi, Salsabiyla Rizqi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.429 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40269

Abstract

AbstrakArtikel ini berjudul “ Proses Pembuatan Kerajinan Makrame Desa Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana”. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam  proses pembuatan makrame, dan untuk mengetahui proses pembuatan makrame serta hasil akhir dan proses pemasaran kerajinan makrame di Desa Yeh Sumbul Kecamatan mendoyo Kabupaten Jembrana. Sumber data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pemilik kerajinan, pengrajin setempat kemudian  data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu  gunting, pita ukur, mesin jahit, jarum jahit sedangkan bahan yang digunakan antara lain tali makrame, kain, kayu, benang jahit. Proses pembuatan  makrame terdiri dari penyiapan alat, pemotongan tali, pelilitan tali pada kayu, proses pembuatan motif simpul makrame, pelepasan makrame dari kayu, kemudian yang terakhir finishing. Hasil dan bentuk kerajinan makrame dibagi menjadi dua yaitu benda fungsional dan benda non fungsional. Benda fungsional antara lain sarung bantal, hammock, ayunan bulat, payung pantai, kursi bundar, tas, lampion, gantungan pot, sedangkan benda non fungsional dreamcathcher dan tirai. Pemasaran dilakukan dengan cara online yakni melalui instagram, facebook atau market place. Kata-kata Kunci: Alat dan bahan, proses pembuatan, yeh sumbul. Abstract This research is entitled "Macrocraft Crafts in Yeh Sumbul Village, Mendoyo District, Jembrana Regency". The purpose of writing this article is to find out the tools and materials used in the process of making macrame, and to find out the process of making macrame as well as the final result and marketing process for macrame crafts in Yeh Sumbul Village, Mendoyo District, Jembrana Regency. Sources of data were obtained through observation and interviews with handicraft owners, local craftsmen and then the data was processed using the Miles and Huberman (1984) model, namely by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Thus the results of this study are as follows: the tools used are scissors, measuring tape (meter), sewing machine, sewing needle while the materials used include macrame rope, cloth, wood, sewing thread. The process of making macrame consists of preparing the tools, cutting the rope, wrapping the rope on the wood, the process of making the macrame knot motif, removing the macrame from the wood, then finishing. The results and forms of macrame crafts are divided into two, namely functional objects and non-functional objects. Functional objects include pillowcases, hammocks, round swings, beach umbrellas, round chairs, bags, lanterns, pot hangers, while non-functional items are dreamcatchers and curtains. Marketing is done online, namely through Instagram, Facebook or market place. Keywords: Tools and materials, manufacturing process, yeh sumbul
KERAJINAN KETAK DI DESA PENGADANG KECAMATAN PRAYA TENGAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH Ghani, Khawarizmi Abdul
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.244 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.39345

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Untuk mengetahui perlakuan alat terhadap bahan baku ketak dalam kerajinan anyaman ketak di Desa Pengadang. (2) Untuk menganalisis kerajinan anyaman ketak di Desa Pengadang. (3) Untuk mengetahui varian produk kerajinan ketak di Desa Pengadang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah kerajinan anyaman ketak di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan.  Hasil penelitian menunjukkan, (1) perlakuan alat terhadap bahan baku ketak tergantung kondisi bahan baku. (2) proses analisis pembuatan kerajinan ketak yaitu mulai dari proses persiapan bahan baku, alat pendukung kerajina, penganyaman, perakitan, dan terakhir adalah finishing (3) terdapat beberapa varian produk kerajinan di desa Pengadang mulai produk setengah jadi maupun jadi yang terbuat dari bahan baku ketak serta bahan baku lainya seperti rotan, sintetis, kayu dan bambu, adapun produk yang di hasilkan seperti tas, keranjang, nampan, piring, dan lain-lain.Kata-kata kunci: kerajinan, anyaman, ketak Abstract This study aims to find out about (1) To find out the treatment of tools for ketak raw materials in the craft of woven ketak in Pengadang Village. (2) To analyze the craft of woven ketak in Pengadang Village. (3) To find out the variants of ketak handicraft products in Pengadang Village. The type of research used is descriptive qualitative research. The object of this research is the craft of woven ketak in Pengadang Village, Central Praya District, Central Lombok Regency. The method of data collection is done by using the methods of observation, interviews, documentation, and libraries            The results showed, (1) the treatment of the tool on the raw material of the raw material depends on the condition of the raw material. (2) the analysis process of making ketak handicrafts, starting from the process of preparing raw materials, supporting tools for crafts, weaving, assembling, and finally finishing (3) there are several variants of handicraft products in Pengadang village ranging from semi-finished and finished products made from raw materials ketak and other raw materials such as rattan, synthetics, wood and bamboo, as for the products produced such as bags, baskets, trays, plates, and others.Keywords: craft, woven, ketak
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO Arrahim, Syarief
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.767 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.38720

Abstract

NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Bahasa dan SeniUniversitas Pendidikan GaneshaSingaraja, Bali, Indonesia E-mail:syariefarrahimabdurahman@gmail.com,Sudiartanik1969@yahoo.com,Surartdana@gmail.com Abstrak           Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso. (2) konsep-konsep atau pemikiran yang melatar belakangi pilihan style modifikasi vespa rosok. (3) nilai-nilai estetika yang terkandung pada berbagai style modifikasi vespa rosok Bondowoso.Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota dari komunitas, bengkel, dan pemilik kendaraan yang akan diteliti. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Instrument yang digunakan adalah (1) instrument observasi, (2) instrument wawancara, (3) instrument dokumentasi, dan (4) instrument kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi.Hasil penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi komunitas vespa rosok Bondowoso, antara lain: pensil, penggaris siku, las listrik, mesin grinda, gergaji kayu, plat besi, besi siku, besi lingkaran, kompresor, sekrup dan baut, cat, kunci baut, batang pohon jambu, botol-botol dan plastic bekas. (2) konsep atau pemikiran yang melatar belakangi pilihan style modifikasi vespa rosok yaitu: modifikasi vespa gembel mengangkat konsep tentang lingkungan, modifikasi vespa trikel memiliki konsep modifikasi yang tercipta dari kebebasan berkreasi, modifikasi vespa chopper memiliki konsep kendaraan modern, modifikasi vespa tank memiliki konsep kendaraan tempur, modifikasi vespa gasruk memiliki konsep kebebasan berimajinasi tanpa ada batasan, modifikasi vespa sekuter atau otopet memiliki konsep mainan masa kecil. (3) nilai estetika yang terkandung dalam modifikasi vespa rosok bondowoso terdiri dari unsur-unsur bentuk.Kata kunci: gambar, modifikasi vespa rosok, nilai estetika           Abstract This research aims to obtain information about: (1) tools and materials used in the process of making Vespa Modification Rosok Bondowoso. (2) the concepts or thoughts behind the choice of vespa rosok modification style. (3) Aesthetic values contained in various styles of modification vespa rosok Bondowoso.            This research is a decryptive study with a qualitative approach. The subjects of this study are members of the community, workshops, and vehicle owners to be researched. Data collection in this study was conducted by techniques (1) observation, (2) interviews, (3) documentation, and (4) literature. The instruments used are (1) observation instruments, (2) interview instruments, (3) documentation instruments, and (4) library instruments. The data analysis used is (1) domain analysis and (2) taxonomic analysis.            The results of this study are: (1) tools and materials used in the process of making modifications to the vespa rosok Bondowoso community, among others: pencils, elbow ruler, electric welding, grinda machine, wooden saw, iron plate, elbow iron, circle iron, compressor, screws and bolts, paint, bolt locks, guava tree trunks, bottles and used plastic. (2) The concept or thought behind the choice of vespa rosok modification style is: Vespa gembel modification raises the concept of the environment, vespa trikel modification has a modified concept created from freedom of creativity, vespa chopper modification has a modern vehicle concept, vespa tank modification has a combat vehicle concept, vespa gasruk modification has the concept of freedom of imagination without any restrictions, vespa sekuter or otopet modification has a childhood toy concept. (3) The aesthetic value contained in the modification of vespa rosok bondowoso consists of elements of form. Key words: images, vespa rosok modifications, aesthetic value   PENDAHULUAN Di Bondowoso ada kominitas yang menyebut diri mereka dengan komunitas vespa rosok Bondowoso. Kominitas ini memiliki jenis aliran modifikasi vespa yang sangat unik. Ada juga beberapa jenis vespa yang telah diciptakan oleh komu nitas vespa rosok Bondowoso. Proses observasi yang peneliti lakukan terhadap komunitas vespa rosok Bondowoso, salah satunya pengguna vespa rosok mengatakan bahwa kemunculan vespa rosok didasari oleh seni modifikasi, kebebasan berkreasi, dan adanya  pengaruh lingkungan seperti mengekspresikan tentang keresahan yang ada dalam masyarakat yang akhirnya membuat pengguna vespa rosok ingin menampilkan identitas diri, sekaligus juga ingin merubah pandangan negatif dari masyarakat terhadap pengguna vespa rosok.Seiring berkembangnya teknologi banyak jenis modifikasi vespa yang bermunculan seperti modifikasi longride, yaitu modifikasi seperti penambahan panjang ke belakang atau pun melebar kesamping. Vespa tank modifikasi vespa yang dibuat menyerupai tank. Jenis vespa chopper yang dimodifikasi dengan bentuk stang yang dibuat setinggi mungkin bahkan vespa yang dibuat serendah mungkin. Modifikasi jenis vespa trikel yang dimodifikasi dengan penambahan ban atau kemudi dibagian belakang. Jenis vespa sekuter dan dikalangan komunitas vespa biasa disebut dengan otopet yaitu modifikasi yang menyerupai kendaraan dengan desain yang berupa kerangka saja seperti stang, pijakan kaki, dan tempan duduk. Atau jenis gasruk, vespa standar yang dimodifikasi serendah mungkin.serta jenis modifikasi sampahan yang menambahkan bentuk variasi seperti botol-botol plastik, bendera dan benda-benda lainya. Selain itu juga ada bentuk vespa gembel yang hanya memadukan mesin dengan fariasi lain seperti vespa pohon dimana kemudi dan tempat duduk dibuat dengan pohon dan dikombinasikan dengan mesin vespa.Komunitas vespa rosok ada hampir disetiap kota. Salah satu komunitas  vespa rosok ada didaerah Bondowoso yang memiliki beberapa jenis modifikasi vespa. Kehadiran vespa rosok ini dijalanan selalu menarik perhatian masyarakat, terlebih lagi pada saat berjalan beriringan dalam suatu konvoi vespa rosok.  Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk meneliti fenomena estetika modifikasi vespa rosok yang ada dikota Bondowoso dalam hal modifikasi bentuk, cara pembuatan dan sebagainya. METODE PENELITIANPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi vespa rosok Bondowoso, tahapan dari proses pembuatan serta nilai estetik yang terdapat pada Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso.Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Adapun instrumen penelitian dalam penelitian ini terdiri atas intrumen observasi dan instrumen wawancara. Instrumen Observasi dalam penelitian ini menggunakan HP Rielmi C2 dan Note book/Buku catatan. Selanjutnya yaitu instrumen wawancara yaitu menggunakan pedoman wawancara.Dalam penilitian ini, digunakan metode survey dengan empat teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan. Sebelum penulis melakukan tindakan penelitian, terlebih dahulu yaitu melakukan observasi awal (survey), selanjutnya penulis melakukan obeservasi kembali mengumpulkan data. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur Dokumentasi yang dilakukan sebanyak 3 macam yaitu pertama dokumentasi alat yang digunakan untuk Modifikasi dan bahan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi. Dokumentasi kedua yaitu mewawancarai sipemilik kendaraan dan mekanik yang melakukan proses pengerjaan modifikasi tersebut.Teknik kepustakaan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dengan menelaah buku-buku dan sumber-sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian seperti buku yang membahas mengenai  proses Modifikasi, buku mengenai kajian estetika dan lain sebagainya yang dibutuhkan sebagai data penunjang atau pembanding.Analisis data dalam ini dilakukan secara domain taksonomi. Menurut Sugiyono (2009) analisis domain yaitu ketika peneliti sudah menetapkan domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Kemudian setelah domain dipilih akan dijabarkan secara lebih rinci. Hasil dari analisis domain  dalam penelitian ini berupa alat yang digunakan pada setiap proses pembuatan Modifikasi vespa rosok, dan nilai estetik. HASIL DAN PEMBAHASANBerdasarkan hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi yang telah dilakukan di tempat penelitian, maka diperoleh data mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi vespa rosok Bondowoso.Untuk memperoleh data mengenai alat yang digunakan, dilakukan dengan menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi sehingga diperoleh data berupaAlat yang digunakan untuk memberi pola pada bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan modofikasi vespa rosok yaitu pensil berukuran 2b hingga 8b.Alat yang digunakan untuk mengukur bahan yang akan digunakan untuk modifikasi seperti penggaris siku.Alat yang digunakan untuk proser perakitan rangka kendaraan modifikasi seperti las listrik.Alat yang digunakan untuk memotong bahan yang digunakan dalam pembuatan modifikasi yaitu mesin grinda.Alat yang digunakan untuk memotong bagian krangka kendaraan modifikasi yang derbuat dari bahan kayu yaitu gergaji.Alat penjemur yang digunakan untuk membantu proses pengecatan agar menghasilkan modifikasi yang bagus yaitu kompresor.Alat yang digunakan untuk merakit kerangka modifikasi yang tidak terjangkau oleh las listrik yaitu skrup dan baut.Alat yang digunakan dalam peroses perakitan kendaraan modifikasi yaitu kunci baut untuk mengencangkan skrup dan baut. Dan untuk memperoleh data mengenai bahan yang digunakan, dilakukan dengan cara yang sama seperti pada analisis alat adapun data  yang diperoleh yaitu berupa:Bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kerangka kendaraan modifikasi yaitu batang pohon jambu.Bahan botol plastic dan plastic bekas/kresek biasa digunakan untuk menghiasi di sekeliling kendaraan.Bahan cat kaleng yang biasa digunakan untuk memberi kesan indah pada lapisan luar kendaraan modifikasi.Bahan besi siku biasa digunakan sebagai bahan utama untuk dijadikan kerangka kendaraan modifikasi.Bahan besi lingkaran berguna sebagai penguat kerangka kendaraan modifikasi aslinya. Tabel 1.Bahan dan alat yang digunakan untuk modifikasi No.Nama AlatNama Bahan1.PensilBesi siku2.Penggaris sikuBesi lingkaran3.Las ListrikPlat besi4.GrindaCat besi5.Skrup dan bautBatang pohon jambu6.KompresorBotol pelastik7.Kunci bautGergaji kayu Adapun tema dan ide yang terkandung dalam modifikasi tersebut:Modifikasi vespa jenis gembel memiliki tema dan ide tentang lingkungan.Modifikasi vespa jenis trikel memiliki tema dan ide yaitu modifikasi yang tercipta dari kebebasan  berkreasi.Modifikasi vespa jenis chopper memiliki tema dan ide yaitu kendaraan dengan bodi modern dan elegan.Modifikasi vespa jenis tank memiliki tema dan ide yaitu kendaraan temput yang dimiliki oleh anggota TNI.Modifikasi vespa jenis gasruk memiliki tema dan ide yaitu modifikasi yang menerapkan kebebasan berkreasi.Modifikasi vespa jenis otopet memiliki tema dan ide kendaraan masa kecil.  Selanjutnya yaitu nilai estetik yang terdapat pada Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso;Modifikasi vespa jenis gembel  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.Modifikasi vespa jenis Trikel  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Suryajaya, Martin (2016:720) nilai keindahan ini mengarah pada dua teori yaitu reori Jean-Paul Sartre yaitu estetika eksistensial yang berumus pada seni dan imajinasiModifikasi vespa jenis Chopper  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.  Modifikasi vespa jenis tank  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.    Modifikasi vespa jenis gasruk  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi. Modifikasi vespa jenis  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN  Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai NILAI ESTETIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu ; a) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi vespa rosok, pensil, gergaji kayu, kompresor, grinda, las listrik, kunci baut, sekrup dan baut, plat besi, besi siku, besi lingkaran, cat besi, batang pohon jambu, botol pelastik bekas, dan penggaris siku. b) tema dan ide yang terkandung dalam modifikasi vespa rosok bondowoso menerapkan ide dari lingkungan disekitar mereka entah itu sebagai keluhan atu kritik. c) nilai estetika yang terdapat dalam modifikasi vespa rosok bondowoso, bentuk, estetika pascamodern, postmodern.Adapun unsur yang yang terkandung dalam modifikasi tersebut yaitu bentuk geometris. SARAN Saran dari pembuatan artikel ini penulis tujukan kepada mahasiswa dan juga kepada massyarakat umumuntuk dijadikan renungan penelitian yang akan mereka kerjakan. Dan untuk masyarakat, agar lebih bias menilai tampilan suatu kelompok atau perkumpulan apapun supaya tidak menilai keburukannya saja. Tapi juga dapat menganbil pelajaran yang terkandung dalam suatu komunitas ataupun perkumpulan social.UCAPAN TERIMAKASIHPenulis mengucapkan terimakasih kepada ibu Susi selaku pemilik Rumah Batik Radiyah Situbondo yang telah memberikan izin dalam melakukan penelitian sehingga tugas ini dapat selesai dengan baik. Selain itu, terimakasih juga kepada Drs. I Wayan Sudiarta, S.Pd. M.Si selaku pembimbing I dan Drs. I Gst. Sura Ardana selaku Pembimbing II yang sudah membimbing dengan sabar, penuh ketelitian, memberikan semangat, kritikan, saran serta arahan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik serta semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan artikel penelitian ini. DAFTAR PUSTAKAArimbi, Agiyan Wiji Pritaria. 2015. Kajian Nilai Estetika Tari Megat-Megat Di Kabupaten Cilacap, Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Haryani 2013. Melalui Modifikasi Alat Pembelajaran Dapat Meningkatkan Gerak Dasar Menangkap Bola Mendatar dalam Bola Tangan Kelas V Sdn 1 Sepangjaya Kec. Kedaton Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Universitas Lampung.Ismail, Saifullah. 2014. Komunitas Vespa Di Kota Makasar (Studi Tentang Gaya Hidup). Skripsi. Universitas Hasanudin Makasar.Kartika, Dharsono Sony dan Nanang Ganda Perwira. 2004. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.Lowenfeld, Victor dan W. Lambert Brittain. 1964. Creative & Mental Growt 5th.Moleong, Lexi. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung :Remaja Rosda Karya.Ridwan, Muhammad Mujib. 2014. Kajian Gaya Hidup Komunitas Penggemar Vespa Rosok di Pasuruan Serta Muatan Edukasinya. Skripsi. Universitas Negri Malang.Saifullah, Ismail. 2014. Judul Penelitian ”Komunitas Vespa di Kota Makasar (Studi tentang Gaya Hidup). Skripsi. Universitas Hasanuddin Makasar.Setiyani Budi Utami. 2012. Pengembangan Bulu Jerami untuk Pembelajaran Permainan SepakBola di SD Negeri Kalirejo 1Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Skripsi FIK UNY.Suharsaputra, Uhar. 2012.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Bandung: PT. Refika AditamaSuryajaya, Martin. 2016. Sejarah Estetika Era Klasik Sampai Kontemporer. Jakarta Barat: Gang Kabel dan Inde book corner.Susanto, Mikke. 2011. Diksi Rupa Kumpulan istilah dan Gerakan Seni Rupa. Edisi Revisi. Yogyakarta: DictiArt Lab,Yogyakarta & Jagad Art Space, Bali.Wijayanti, Voni. 2015. Transformasi Lukisan Vobi Wijayanti Pada Batik Situbondo. SKRIPSI.Pengertian tema, https://www.temukanpengertian.com/2015/09/pengertian-tema,15/November2020  Badudu, J.S & Zain Sultan Mohammad. 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan Hasnidar, Sitti. 2019. Pebdidikan Estetika dan Karakter Peduli LIngkungan Sekolah. Jurnal Serabi Ilmu,20,(1),19. Haryaanto. 2009. Perancangan Stasiun Kerja yang Ergonomis dalam Pelayanan Jasa Penyewaan Internet Di Warnet Bina Boyolali. Skripsi. Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Surakarta 
ANALISIS KARYA PATUNG HARIMAU BERBAHAN LIMBAH BESI Pingon, Les
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.642 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.39468

Abstract

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan ciri dari kemajuan zaman atau peradaban, yang diimplementasikan dalam pembangunan dan penciptaan sebuah benda. Salah satu bahan utama dalam penciptaan suatu benda yakni besi atau logam yang tingkat penggunaannya semakin meningkat. Dari pemnaafatan besi atau logam yang cukup tinggi, maka muncul permasalahan baru dengan lahirnya limbah besi yang akan berdampak pada keberlanjutan lingkungan hidup. Maka dari itu, perlu adanya penanganan khusus untuk mengatasi hal tersebut, yakni dengan mendaur ulang limbah besi yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan karya seni kriya dalam bentuk patung dengan objek harimau. Pada penelitian ini, penulis melakukan analisis pada hasil karya patung harimau berbahan limbah besi untuk memberikan sejumlah informasi yang dapat dijadikan role model pengembangan karyakarya patung lainnya. Adapun hasil anasilis patung mengenai sketsa karya, bentuk visual karya, analisis konseptual karya dan analisis visual estetis karya. Ide gagasan pembuatan karya patung tersebut diciptakan dengan menggunakan teknik assembling atau perakitan dengan berbantuan alat las listrik sebagai perekatnya. Adapun pengembangan konsep pembuatan karya patung ini diawali dengan pengamatan ojek harimau dari berbagai jenis gambar, pembuatan sketsa awal, pencarian bahan limbah besi, persiapan alat, proses perakitan dan proses finishing. Karya patung ini memberikan gambaran pemodelan pemanfaatan limbah besi yang dapat memberikan hasil karya seni yang menarik.
PROSES PEMBUATAN KEMASAN JAJANAN PASAR DI PASAR AMLAPURA TIMUR KABUPATEN KARANGASEM Wardani, Lisa Kusuma
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.988 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40349

Abstract

Abstrak Artikel ini berjudul “Proses Pembuatan Kemasan Jajanan Pasar di Pasar Amlapura Timur kabupaten Karangasem”. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kemasan, untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kemasan jajanan serta jenis dan tampilan dari kemasan jajanan pasar yang ada di pasar Amlapura Timur kabupaten Karangasem. Sumber data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pedagang dan pembuat jajanan pasar  yang terdapatl di pasar Amlapura Timur, kemudian  data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu pisau, gunting, stepler, dan  bahan yang digunakan antara lain daun pisang, janur, pandan wangi, klobot, semat bambu, tali bambu, mika, plastic op,cup plastik, kertas minyak, selotip bening. Proses pembuatan kemasan jajanan pasar dibagi menjadi dua yakni untuk kemasan alami dan non alami, untuk kemasan yang alami proses pembuatan dimulai dari menyiapkan bahan memilah daun dan memotong sesuai ukuran, kemudian membentuknya dan menyemat menggunakan tali, stepler,semat bambu, dan ada yg hanya menguncinya dengan lipatan. Dan kemasan non alami hanya dua jenis yang penulis bisa temukan proses pembuatannya karena sisanya kemasan dibeli dalam bentuk instan atau jadi di toko bahan kue atau pasar. Hasil dari penelitian ini didapatkan 10 jenis kemasan jajanan pasar yang ada di Pasar Amlapura Timur. Kata-kata Kunci: kemasan,jajanan pasar,  amlapura timur.  Abstract This article is entitled "The Process of Making Market Snack Packaging at the East Amlapura Market, Karangasem Regency". The purpose of writing this article is to find out the tools and materials used in making packaging, to find out how the process of making snack packaging is as well as the type and appearance of market snack packaging in the East Amlapura market, Karangasem district. Sources of data were obtained through observation and interviews with traders and market snack makers in the East Amlapura market, then the data was processed using the Miles and Huberman (1984) model, namely by reducing the data, presenting the data, and drawing conclusions. Thus, the results of this study are as follows: the tools used are knives, scissors, staplers, and the materials used include banana leaves, coconut leaves, pandanus fragrant, klobot, bamboo pins, bamboo ropes, mica, plastic ops, plastic cups, oil paper. , cleartape. The process of making market snacks packaging is divided into two, namely for natural and non-natural packaging, for natural packaging the manufacturing process starts from preparing the materials, sorting the leaves and cutting them according to size, then shaping them and embedding them using ropes, staplers, bamboo pins, and some just lock them. with folds. And the non-natural packaging is only two types that the author can find the process of making because the rest of the packaging is purchased in instant or finished form at a cake ingredient store or market. The results of this study obtained 10 types of market snacks packaging in the East Amlapura Market. Keywords: packaging, market snacks, east amlapura.
PEMBELAJARAN DARING SENI BUDAYA DI KELAS VIII A4 SMP NEGERI 1 SINGARAJA Amelia, Indana Zulfa
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.40125

Abstract

Artikel ini memuat bagian dari skripsi yang berjudul “Sistem Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Daring di SMP Negeri 1 Singaraja” yang di dalamnya memuat tentang pembelajaran daring seni budaya di kelas VIII A4 secara daring. Alasan penelitian ini adalah sebagai salah satu referensi bagaimana sistem pendidikan berjalan di tengah masa pandemic COVID-19. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu (1) proses pembelajaran seni budaya di kelas VIII A4 SMP Negeri 1 Singaraja, (2) aplikasi yang digunakan dalam menunjang pembelajaran seni budaya di kelas VIII A4 secara daring di SMP Negeri 1 Singaraja, (3) dampak positif dan negatif yang dirasakan siswa saat melaksanakan pembelajaran seni budaya secara daring. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun metode penelelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara tertulis, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) siswa kelas VIII A4 memulai pembelajaran seni budaya pada pukul 07:40 WITA dengan menggunakan link google meet yang sudah dibagikan 10 menit sebelum guru seni budaya memulai pembelajaran, (2) aplikasi yang digunakan untuk menunjang pembelajaran seni budaya secara daring yaitu Google Meet untuk melakukan tatap muka melalui video. WhatsApp yang digunakan untuk melakukan presensi, group kelas, pengumpulan tugas dan menyebarkan informasi. Aplikasi khusus BEE (Buleleng Education Expose) yang digunakan untuk mengumpulkan tugas, mengunduh materi pembelajaran, UTS dan UAS. Google Drive sebagai pengganti dalam mengumpulkan tugas gambar, video maupun dokumen jika aplikasi BEE (Buleleng Education Expose) sedang mengalami gangguan, (3) kendala yang paling dirasakan siswa adalah kurangnya jaringan internet dan kendala kuota belajar.Kata Kunci : Pembelajaran, Daring, Seni Budaya.