cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
SISTEM PEWARISAN KETERAMPILAN MENGUKIR WARGA TRANSMIGRASI BALI DI PROVINSI SULAWESI TENGAH Wastra, Komang; Parta, I Wayan Seriyoga; Hasdiana, Hasdiana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.349 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.40972

Abstract

This study intends to determine the Inheritance System of carving skills for Balinese transmigration residents in Sari Bhuana Village, Toili District, Banggai Regency, Central Sulawesi Province. And to study the inheritance system of carving as an academic study, so that it can become a knowledge for the Balinese Transmigration community, especially in developing carving through the inheritance system. The method used in this research is descriptive qualitative, data collected by observation, interviews and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the inheritance system for carving Balinese transmigration skills in Sari Bhuana Village is a horizontal inheritance system (horizontal transmission) where this inheritance system occurs within the scope of peers or playmates, while still having the same cultural and artistic relationship. With a unique learning process for someone who has mastered the skill of carving, to become a teacher or mentor by being involved in every carving activity he does. Keywords: inheritance system, carving, craftmanship, sari buana village
PEMBELAJARAN MEMBATIK DI SMKN 03 KOTA BIMA wahidah, Nur
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.439 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40364

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (2) mendeskripsikan bahan dan alat yang dimanfaatkan dalam pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (3) mendeskripsikan teknik membatik yang diterapkan dalam pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (4) Mendeskripsikan ragam/motif batik yang dihasilkan siswa SMKN 03 Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengenai pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima antara lain: (1) Proses pelaksanaan pembelajaran membatik dilakukan secara bertahap. Pada awal pertemuan diberikan materi teori tentang membatik dan pengenalan alat dan bahan serta dilanjutkan dengan pembelajaran praktek pembuatan batik. (2) Alat dan bahan yang digunakan adalah kompor, canting, wajan kecil, panci, ember, gawangan, kain, bahan pewarna, dan malam. Alat dan bahan pendukung berupa pensil, sendok plastik, minyak tanah, hair dryer, bangku plastik, dan timbangan. 3) Teknik batik yang diterapkan adalah teknik batik tulis. 4) Motif batik yang dihasilkan antara lain motif uma lengge, lara, dan motif klasik gaya Jogja. Kata Kunci: pembelajaran, membatik. Abstract This study aims to (1) describe the batik learning process at SMKN 03 Bima City, (2) describe the materials and tools used in learning batik at SMKN 03 Bima City, (3) describe the batik techniques applied in batik learning at SMKN 03 Kota. Bima, (4) Describe the variety/pattern of batik produced by students of SMKN 03 Bima City. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected by using observation, interview, and documentation methods. The results of the research regarding batik learning at SMKN 03 Bima City include: (1) The process of implementing batik learning is carried out in stages. At the beginning of the meeting, theoretical material about batik and introduction of tools and materials was given and continued with learning the practice of making batik. (2) The tools and materials used are stoves, cantings, small frying pans, pots, buckets, bars, cloth, dyes, and wax. Supporting tools and materials include pencils, plastic spoons, kerosene, hair dryers, plastic benches, and scales. 3) The batik technique applied is the written batik technique. 4) The batik motifs produced include the uma lengge, lara, and classical motifs of the Jogja style. Keywords: learning, batik.
Kerajinan Gitar Ukir Indah Ukir Di Desa Tukad Mungga,Buleleng Saputra, Putu Wahyu
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.112 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i2.42319

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian dari “Kerajinan Gitar Ukir Indah Ukir Di Desa Tukad Mungga, Buleleng ”. Artikel ini bertujuam untuk mendiskripsikan: 1) sejarah berdirinya kerajinan gitar ukir Indah Ukir Di Desa Tukad Mungga, Buleleng. 2) bahan dan alat dalam pembuatan gitar ukir Indah Ukir Di Desa Tukad Mungga, Buleleng. 3) proses pengukiran pada body gitar di usaha Indah Ukir di Desa Tukad Mungga Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. 4) motif apa saja yang digunakan pada kerajinan gitar ukir Indah Ukir Di Desa Tukad Mungga, Buleleng. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara,dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian sebagai berikut (1) sejarah berdirinya kerajinan gitar ukir pada usaha Indah Ukir di Desa Tukad Mungga Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng 2) Bahan yang digunakan yaitu Kayu Mahoni, Kayu sonokeling , Lem Epoxy dan Lem G., Amplas , Senar gitar , Tunning machine, Nut , Spul , Dempul Kayu atau Wood Fille, Cat Warna dan Clear Gloss Mowilex. 3) Alat yang digunakan terdiri Pahat. Pahat terbagi menjadi lima macam yaitu pahat lengkung atau penguku, pahat lurus, pahat penyisir, pahat penyekong serta pahat penatar kemudian Pengotok , Mal ukiran , Alat cetakan tabung gitar , Mesin Gergaji Pembelah , Mesin serut, Mesin gergaji jigshow, Bor tangan listrik , Gerinda, mesin router , Klem, yang teridri dari klem catok, klem F dan klem press, Kompresor dan Kapi. Kata-kata Kunci: kerajinan, gitar ukir, Tukad MungggaAbstract This article is part of a research from "Guitar Carving Crafts in Beautiful Carving Business in Tukad Mungga Village, Buleleng District, Buleleng Regency". This article aims to describe: 1) the history of the founding of the carved guitar at the Indah Carving business in Tukad Mungga Village, Buleleng District, Buleleng Regency. 2) materials and tools in the manufacture of carved guitars at the Indah Carving business in Tukad Mungga Village, Buleleng District, Buleleng Regency. 3) the process of engraving on the guitar body at the Indah Carving business in Tukad Mungga Village, Buleleng District, Buleleng Regency. 4) What motifs are used in the carving guitar at the Indah Carving business in Tukad Mungga Village, Buleleng District, Buleleng Regency. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, documentation, and literature. The results of the study are as follows (1) the history of the establishment of the carving guitar at the Indah Carving business in Tukad Mungga Village, Buleleng District, Buleleng Regency 2) The materials used are Mahogany wood, Sonokeling wood, Epoxy glue and G glue, Sandpaper, guitar strings, Tunning machine , Nut , Spool , Wood Putty or Wood Fille, Color Paint and Mowilex Clear Gloss. 3) The tool used consists of a chisel. Chisels are divided into five types, namely curved or curved chisels, straight chisels, combing chisels, supporting chisels and upgrading chisels then Pengotok, engraving malls, guitar tube molds, cleaver saws, shaver machines, jigshow saws, electric hand drills, grinders, router machine, Klem, which consists of vise clamps, F clamps and press clamps, Compressors and Kapi. Keywords: craft, carved guitar, Tukad Muggga
PEMBUATAN PATUNG TARI BARIS MENGGUNAKAN BAHAN DAUR ULANG KARDUS Prayoga, Kadek Joning
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.414 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.43445

Abstract

Abstrak  Tujuan dari pembuatan skripsi ini adalah untuk mengetahui (1) Proses pengolahan bahan daur ulang kardus kedalam seni patung. (2) Teraplikasikannya pengolahan material daur ulang kardus kedalam seni patung.Obyek yang dikaji dalam penelitian ini adalah patung karya penulis yaitu I Kadek Joning Prayoga. Pendekatan ini menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development). Kegiatan pertama adalah melakukan penelitian dan studi literatur untuk menghasilkan rancangan produk tertentu, dan kegiatan kedua adalah pengembangan yaitu menguji efektifitas, validasi rancangan yang telah dibuat, sehingga menjadi produk yang teruji dan dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Menurut Mulyatiningsih (2012: 161), penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk baru melalui proses pengembangan. Beberapa teori dan pendapat yang dihimpun menyebutkan bahwa (1) pada dasarnya keberadaan pendaurulangan limbah menjadi karya patung merupakan kegiatan yang dilakukan karena keterbatasan pada bahan baru. (2) Mengenai bahan yang digunakan cukup sederhana yaitu : kardus, kertas bekas, kawat, kaleng bekas, clay, kayu, pipa aluminium, cat warna dan cat clear. (3) Mengenai alat yang digunakan yaitu : pisau cuter, gunting, gergaji besi, tang, amplas, dan bor cun.(4) proses pembuatan meliputi: pemilahan bahan, pembuatan sketsa, pe mbuatan rangka, pembuatan bentuk dasar, pembuatan payasan, penditailan, dan finishing. Kata-kata Kunci: Patung kardus Abstrak  The purpose of making this thesis is to find out (1) the processing of recycled cardboard materials into sculpture. (2) The application of recycled cardboard material processing into sculpture. The object studied in this research is a sculpture by the author, I Kadek Joning Prayoga. This approach uses the R&D (Research and Development) research method. The first activity is conducting research and literature studies to produce a specific product design, and the second activity is development, namely testing the effectiveness, validation of the design that has been made, so that it becomes a tested product and can be utilized by the wider community. According to Mulyatiningsih (2012: 161), research and development aims to produce new products through the development process. Several theories and opinions collected stated that (1) basically the existence of recycling waste into sculptures was an activity carried out due to limitations on new materials. (2) Regarding the materials used, it is quite simple, namely: cardboard, used paper, wire, used cans, clay,wood, aluminum pipes, color paint and clear paint. (3) Regarding the tools used, namely: cutter knife, scissors, hacksaw, pliers, sandpaper, and cun drill. (4) the manufacturing process includes: sorting materials, making sketches, paintingmaking frames, making basic shapes, making payasans, detailing, and finishing. Keywords: Kardboard sculpture
ANALISIS SEMIOTIKA VIDEO MUSIK BTS DALAM ALBUM MAP OF THE SOUL Agustin, Angelica
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.204 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40520

Abstract

Anak-anak muda saat ini mulai menggandrungi tren K-Pop. K-Pop adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Grup K-Pop yang saat ini banyak penggemarnya hingga hampir seluruh dunia menyukainya yakni BTS atau dalam Bahasa Korea Bangtan Sonyeondan. Artikel ini bagian dari skripsi yang berjudul “Analisis Semiotika Video Musik BTS dalam Album Map of the Soul” yang mana memaparkan tentang beberapa video musik BTS dalam album Map of the Soul yang berjudul Intro: Persona, Interlude: Shadow dan Outro: Ego dari kacamata semiotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui arti video musik/video klip dari sudut pandang yang berbeda, tidak semata-mata hanya menunjukkan visualisasi artis saja. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah observasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa fragmen dalam adegan video klip yang paling menekankan makna sesuai konsep dari masing-masing video klip dengan teori semiotika Roland Barthes yaitu dengan makna denotatif, makna konotatif dan mitos. Kata kunci : semiotika, teori Roland Barthes, video musik, BTS
prose sedotan bambu didesa sinabun buleng bali saputero, gede adi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.761 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.43263

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sedotan bambu di Desa Sinabun (2) Proses pembuatan sedotan bambu yang berisi gambaran wayang di Desa Sinabun.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Subjek penelitian ini adalah Gede Suarsa Ariawan dan objek penelitian ini adalah sedotan bambu karya Gede Suarsa Ariawan.  Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan.  Analisis data yang digunakan adalah analisis domain dan analisis taksonomi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa:   (1) Bahan dan alat untuk membuat: ranting bambu untuk bahan utama untuk dijadikan sedotan bambu dan alat digunakan pensil, penggaris, grinda, amplas, sikat sedotan, setavol, solder, kawat tembaga, senargitar, panci dan kompor.  (2) Proses pembuatan sedotan bambu yang berisi gambar wayang di Desa Sinabun  yang dibuat Gede Suarsa Ariawan dimulai dengan persiapan: membuat sedotan bambu yang berisi gambar wayang, persiapan bahan dan alat, bahan sedotan bambu, alat setavol, solder kawat tembaga, senar, proses pembuatan: membuat sedotan bambu terlebih dahulu terus membuat gambar dengan menggunakan solder yang sudah disiapkan;  proses finishing: proses perebusan menggunakan panci dan kompor stelah itu proses pengeringan.  Kata kunci: Ide kreatif, pembuatan sedotan bambu di Desa Sinabun Singaraja, bahan dan alat sedotan bambu, Gede Suarsa Ariawan ABSTRAKThis study aims to determine: (1) the materials and tools used for making bamboo straws in Sinabun Village (2) The process of making bamboo straws containing images of puppets in Sinabun Village. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The subject of this research is Gede Suarsa Ariawan and the object of this research is the bamboo straw by Gede Suarsa Ariawan. The method used for data collection in this research is the method of observation, documentation, interviews, and literature. The data analysis used is domain analysis and taxonomic analysis, The results showed that: (1) Materials and tools for making: bamboo twigs as the main ingredient to make bamboo straws and the tools used were pencils, rulers, grinders, sandpaper, straw brushes, setavol, solder, copper wire, stringers, pots and stoves. (2) The process of making bamboo straws containing wayang images in Sinabun Village made by Gede Suarsa Ariawan begins with preparations: making bamboo straws containing wayang images, preparation of materials and tools, bamboo straws, setavol tools, soldering copper wire, strings, process manufacture: make bamboo straws first continue to make drawings using the solder that has been prepared; finishing process: boiling process using a pan and stove after that the drying process. Keywords: Creative ideas, making bamboo straws in Sinabun Singaraja Village, materials and tools for bamboo straws, Gede Suarsa Ariawan
PEWARNAAN TEYENG PADA KAIN BATIK SURABAYA syafira, rizza fazriyatus
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.715 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40732

Abstract

Abstrak            Artikel ini memuat bagian dari skripsi “Batik Teyeng Surabaya”. artikel ini bertujuan untuk mengetahui  alat dan bahan yang digunakan dalam proses pewarnaan teyeng pada kain batik Surabaya, untuk mengetahui proses pewarnaan teyeng pada kain batik Surabaya dan hasil penerapan teyeng pada kain batik Surabaya. Dalam pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik obsevasi, teknik wawancara, teknik pendokumentasian, teknik kepustakaan dan analisis data menggunakan analissi domain dan analisis taksonomi. Diperoleh data hasil penelitian sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu ember plastik dan kotak triplek, sedangkan bahan yang digunakan yaitu garam kasar, kain mori, spon, dan kawat ram. Proses pewarnaan teyeng pada kain dimulai dari mempersiapkan kain mori dan larutan garam. Larutan garam digunakan untuk merendam kain, kain direndam kedalam larutan beberapa menit kemudian kain satu persatu dibentangkan dalam kotak triplek untuk proses peneyengan. Setelah itu kain ditaburi kawat ram yang sudah berkarat sampai rata, kemudian dilakukan pengulangan yang sama sampai 3-5 tumpukan kain. Tahap selanjutnya yaitu lapisan-lapisan itu disiram dengan larutan garam, kemudian ditutup dengan spon dan atasnya dikasih pemberat. Kain dibiarkan selama 2-3 hari. Sehari sekali lapisan kain diperiksa dan disiram dengan air garam. Setelah tahap terakhir proses pewarnaan teyeng selesai barulah kain diproses seperti batik pada umumnya dengan menggunakan teknik tulis maupun teknik cap. Kata kunci: batik teyeng, proses pewarnaan, noda teyeng AbstractThis article contains part of the thesis "Batik Teyeng Surabaya". This article aims to determine the tools and materials used in the process of dyeing teyeng on Surabaya batik cloth, to find out the process of coloring teyeng on Surabaya batik cloth and the application of teyeng on Surabaya batik cloth. In collecting the data used in this research are observation techniques, interview techniques, documentation techniques, library techniques, and data analysis using domain analysis and taxonomic analysis. The data obtained from the research are as follows: the tools used are plastic buckets and plywood boxes, while the materials used are coarse salt, Mori cloth, sponge, and ram wire. The process of dyeing teyeng on the fabric starts with preparing the Mori cloth and salt solution. The salt solution is used to soak the cloth, the cloth is soaked in the solution for a few minutes then the cloth is spread out one by one in a plywood box for the drying process. After that the cloth is sprinkled with rusted ram wire until it is flat, then the same is repeated until 3-5 piles of cloth. The next stage is that the layers are doused with a saline solution, then covered with a sponge and weighted on top. The fabric is left for 2-3 days. Once a day the lining of the cloth is checked and rinsed with saltwater. After the last stage of the dyeing teyeng, the process is complete, then the fabric is processed like batik in general by using writing techniques and stamping techniques.Keywords: batik teyeng, dyeing teyeng, teyeng stain
PENGGUNAAN MEDIA CETAK DAN MEDIA GAMBAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN SENI BUDAYA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Suanthara, I Nengah Dwi Endra; Diatmika, I Dewa Gede Ngurah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.694 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i3.41309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran pendidikan agama Hindu dan Seni Budaya sebelum digunakan media cetak dan media gambar siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Banjar pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021  (2) Hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran pendidikan agama Hindu dan Seni Budaya setelah digunakannya media cetak dan media gambar siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Banjar pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah: Teori Belajar Konstruktivisme dan Teori Belajar Discovery Learning, subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Banjar yang berjumlah 34 orang, metode pengumpulan data adalah Observasi, Tes dan Dokumentasi. Hasil belajar siswa pada siklus I dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa pada siklus I nilai aspek sikap spiritual dan sosial dengan nilai rata-rata 65,20 dengan ketuntasan kelas 13 siswa atau 44,82% kemudian pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi sebesar 79,82 dengan ketuntasan kelas 26 siswa atau 89,65%, pada siklus I nilai aspek pengetahuan dengan nilai rata-rata 72,06 dengan ketuntasan kelas 16 siswa atau 55,17% kemudian pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi sebesar 80,34 dengan ketuntasan kelas 24 siswa atau 82,75%, Pada siklus I nilai aspek keterampilan dengan nilai rata-rata 66,79 dengan ketuntasan kelas 14 siswa atau 48,27% kemudian pada siklus II rata-rata meningkat menjadi sebesar 79,27 dengan ketuntasan kelas 24 siswa atau 82,75%.
PENGGUNAAN MEDIA DARING DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Yasa, I Kadek Anggardana; Hardiman, Hardiman; Suartini, Luh
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.236 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.44155

Abstract

Penelitiaan ini merupakan penelitiaan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan Proses Pembelajaran mahasiswa program studi Pendidikan seni rupa Universitas Pendidikan Ganesha pada masa pandemic Covid-19. Pada tahun 2019 dunia digemparkan oleh wabah virus Covid-19. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan untuk melaksankan School from Home diupayakan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Program studi Pendidikan seni rupa di Universitas Pendidikan Ganesha merupakan salah satu yang mengikuti program SFH ini. Media daring digunakan sebagai sarana pendukung perkuliahan online di masa pandemic. Dosen dan mahasiswa menggunakan media daring untuk perkuliahan secara teori dan juga praktik selama SFH berlangsung. Pada penelitiaan ini peneliti menggunakan 10 responden, yaitu 6 responden dari dosen program studi pendidikan seni rupa dan 4 responden dari mahasiswa program studi Pendidikan seni rupa. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara secara tak terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitiaan ini mengungkap bahwa media daring berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa program studi Pendidikan seni rupa khususnya mata kuliah teori. Namun kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dan dosen lebih condong pada perkuliahan praktikum.
KERAJINAN BARONGAN DI DESA SINGOTRUNAN, KECAMATAN BANYUWANGI, KABUPATEN BANYUWANGI Fajriansyah, Alfaqih Dwi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.133 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40490

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bahan dan alat yang digunakan dalam Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi. (2) Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi. (3) jenis dan bentuk karya yang dihasilkan oleh perajin Barongan di Desa Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan.Dari pembahasan serta proses penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi dimulai dari tahap pembuatan kepala barong, pembuatan jamang, badan barong, mahkota barong, sayap barong dan proses perakitan. (2) jenis dan bentuk karya yang dihasilkan oleh perajin Barongan di Desa Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi antara lain kucing-kucingan dan ayam-ayaman.Kata kunci : kerajinan dan Barongan.