cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 99 Documents clear
Analisis Kesalahan Tuturan Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada: Kajian Struktur Morfologis Ni Wayan Rinawati .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5297

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk kesalahan tuturan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis, (2) penyebab kesalahan tuturan siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukasada. Objek dalam penelitian ini kesalahan tuturan siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Sukasada dilihat dari struktur morfologis dan bentuk-bentuk kesalahan serta penyebab kesalahan pada tuturan siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode perekaman, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk Kesalahan yang dilakukan oleh siswa meliputi penghilangan afiks, penyingkatan morf, penggunaan afiks yang tidak tepat, dan peluluhan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, sedangkan penggantian morf, pengulangan, peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh, penentuan bentuk dasar yang tidak tepat, penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata, dan pemajemukan tidak ditemukan dalam tuturan siswa. (2) penyebab kesalahan tuturan siswa dikarenakan pengaruh bahasa daerah, mengurangi keakraban, tidak memahami pembentukan kata, dan perhatian guru masih rendah terhadap cara berbahasa siswa. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru untuk dijadikan alat evaluasi dalam memperbaiki penggunaan bahasa lisan siswa, terutama kesalahan struktur morfologis pada saat proses belajar mengajar. Kata Kunci : analisis kesalahan, tuturan siswa, kajian struktur morfologi This study aimed to describe (1) types of students’ speaking error in morphology structure of eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada, (2) the cause of error in students’ speaking in morphology structure of eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. This was a descriptive qualitative research. The subject was eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. The object of this research was the error of students’ speaking in the morphology structure, the types of error, and the cause of error on eleventh grade students in SMK Negeri 1 Sukasada. The method of data collection in this study used recording, observing, and interviewing. The data gotten was analyzed with the analysis of descriptive qualitative technique. The result of this study showed that (1) the types of error produced by students included the omission of affix, syncope morf? incorrectness use of affix, and inappropriate ommision sound, meanwhile morf replacement, repetition, incorrectness omission of sounds, incorrectness the basic form, the wrong place of affix on phrase, and compounds were not found in students’ utterance. (2) the cause of students’ error in speaking were the influence of their native language, decrease of solidarity, not understanding the word form, and the teacher’s attention was low on students’ speaking. The result of the present study was beneficial for teacher as used as evaluation tool in correcting students’ speaking, particularly the errors in morphology structure while learning process. keyword : error analysis, students’ speaking, morphology structure
ANALISIS DEIKSIS CERPEN SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Dewa Ayu Sri Puspayanti .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5298

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang ada pada cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja, (2) mendeskripsikan penggunaan deiksis yang ada pada cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja yang berjumlah sebanyak 35 cerpen. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) dalam cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja terdapat penggunaan deiksis berupa deiksis persona, deiksis tempat dan ruang, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Deiksis yang paling banyak ditemukan adalah deiksis persona, yaitu sebanyak 151 deiksis. Deiksis persona yang paling banyak digunakan berupa penggunaan kata aku dan kamu. Dalam penelitian ini juga ditemukan penggunaan deiksis yang bukan berasal dari bahasa Indonesia seperti penggunaan kata gue dan loe yang merupakan kata yang berasal dari bahasa daerah (Betawi). (2) dalam hal penggunaannya, terdapat penggunaan deiksis morfem, deiksis kata, dan deiksis frasa. Kesalahan terjadi pada kesalahan penggunaan deiksis persona pertama jamak yaitu, penggunaan kata kita yang disejajarkan dengan penggunaan kata kami. Padahal kedua kata ini memiliki makna dan penggunaan yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi umpan balik bagi guru bahasa Indonesia dalam memperhatikan penggunaan deiksis siswa. Kata Kunci : Analisis deiksis, cerpen, siswa SMK This descriptive research aimed to (1) describe kinds of deixis in short story for eleventh grade students in SMK Negeri 2 Singaraja, (2) describe the use of deixis in short story for eleventh grade students in SMK Negeri 2 Singaraja. The subject of this study was short story of eleventh grade students in SMK Negeri 2 singaraja which included 35short stories. The method of data collection used was documenting technique. The data was analyzed with descriptive qualitative technique. The present study resulted (1) short stories of eleventh grade students in smkn 2 singaraja found persona deixis, place and setting deixis, time deixis, dicourse deixis, and social deixis. The most found deixis was persona deixis which were 151 deixis. The most used persona deixis were words aku dan kamu. In this study, it was also found deixis which was not from Bahasa Indonesia such as words gue dan loe , both were came from Betawi language. (2) in the matter of use, there were found the use of morpheme deixis, word deixis, and phrase deixis. The error happened in the use of plural persona deixis which was the word kita which was in libe with word kami. Even though, both words had different meaning and usage. The result of this study was expected become feedback for Bahasa Indonesia teacher in monitoring the deixis use by students. keyword : Analysis deixis, short story, student of SMK
Bentuk dan Kesantunan Tindak Tutur Guru dan Siswa pada Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas X AK A dan AK B SMK Negeri 1 Singaraja Dewa Gede Acharya G.P. .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5299

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) bentuk tindak tutur guru pada kegiatan tanya jawab di kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja, 2) bentuk tindak tutur siswa, 3) kesantunan tindak tutur guru, dan 4) kesantunan tindak tutur siswa. Peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek guru dan siswa kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja. Pengumpulan data dengan metode observasi dan perekaman. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian: 1) bentuk penggunaan tindak tutur guru terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 17 (56,67%) tuturan, bermodus interogatif 5 (16,67%) tuturan, bermodus imperatif 8 (26,66%) tuturan. 2) bentuk penggunaan tindak tutur siswa terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 25 (83,33%) tuturan, bermodus interogatif 3 (10%) tuturan, dan bermodus imperatif 2 (6,67%) tuturan. 3) kesantunan tindak tutur guru ditemukan 5 prinsip kesantunan dari 6 prinsip yang ada, yaitu maksim kedermawanan 1 (3.33%) tuturan, maksim penghargaan 12 (40%) tuturan, maksim kesederhanaan 1 (3.33%) tuturan, maksim kemufakatan berjumlah 14 (46,67%) tuturan, dan maksim kesimpatisan 2 (6.67%) tuturan. 4) kesantunan tindak tutur siswa ditemukan 6 prinsip kesantunan dan 4 tuturan yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan 1 (3,33%) tuturan, maksim kedermawanan 1 (3,33%) tuturan, maksim penghargaan 8 (26,68%) tuturan, maksim kesederhanaan 4 (13,33%) tuturan, maksim kemufakatan 11 (36,67) tuturan, dan maksim kesimpatisan 1 (3,33%) tuturan. Tuturan siswa yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan yaitu 4 (13,33%) tuturan. Kata Kunci : bentuk tindak tutur, kesantunan, tanya jawab This research aims to describe 1) The form of a speech act of teachers activities in question and answer session in class X AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja, 2) The form of a speech act of students, 3)The Modesty of a speech act of teachers, and 3) The Modesty of a speech act of students. The Researcher used qualitative descriptive design and quantitative with the teachers and students classX AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja as the subjects. Data collection by the method of observation and recording. Data were analyzed by descriptive technique. The result of the research: 1) the form of the use of a speech act teachers consists of declarative -modus utterance 17 (56,67%) utterances, interrogative-modus 5 (16,67%) utterances, imperative-modus 8 (26,66%) utterances. 2) The form of the use of a speech act of students consists of declarative -modus 25 (83,33%) utterances, interrogative-modus 3 (10%) utterances, and , imperative-modus 2 (6,67%) utterances. 3) The Modesty of a speech act of teachers was found that 5 principles of modesty of 6 available principles, namely maxim of generosity 1 (3.33%) utterances, maxim of appreciation 12 (40%) utterances, maxim of simplicity 1 (3.33%) utterances, maxim of consensus 14 (46,67%) utterances, maxim of sympathy 2 (6.67%) utterances. 4) The Modesty of a speech act of students was found that 6 principles of modesty and 4 utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty, namely maxim of wisdom 1 (3,33%) utterances, maxim of generosity 1 (3,33%) utterances, maxim of appreciation 8 (26,68%) utterances, maxim of simplicity 4 (13,33%) utterances, maxim of consensus 11 (36,67) utterances, maxim of sympathy 1(3,33%) utterances. Utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty namely 4(13,33%) utterances.keyword : form of a speech act, modesty , question and answer
STRATEGI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DENGAN HUMOR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X SMA NEGERI 2 MENDOYO Dewa Putu Astawan Ariputra .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5300

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) perencanaan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor di kelas X SMA Negeri 2 Mendoyo, (2) pelaksanaan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor di kelas X SMA Negeri 2 Mendoyo, dan (3) kendala-kendala guru dalam menggunakan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor di kelas X SMA Negeri 2 Mendoyo. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 2 Mendoyo dengan objek penelitian yakni strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor. Ada tiga metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni, metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) guru telah merencanakan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor secara eksplisit di dalam RPP, (2) pelaksanaan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor telah berjalan dengan baik, dan (3) terdapat beberapa kendala yang dialami oleh guru dalam menggunakan strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor, yaitu sulitnya mendapatkan sumber teori yang relevan, sulitnya menyesuaikan humor dengan kebutuhan siswa, dan sulitnya mendapatkan media humor sebagai bahan ajar. Penelitian ini hanya terbatas pada kajian perencanaan, pelaksanaan, dan kendala-kendala, disarankan bagi peneliti lain untuk melakukan pengujian lebih mendalam mengenai pengaruh humor terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci : strategi pembelajaran, humor This descriptive qualitative study was aimed at describing (1) the planning of fun instructional strategy combined with humor in Class X of SMAN 2 Mendoyo, (2) the implementation of fun instructional strategy combined with humor in Class X of SMAN 2 Mendoyo and (3) the obstacles faced by the teacher in implementing fun instructional strategy combined with humor in Class X of SMAN 2 Mendoyo. The subject of the study was a teacher teaching Indonesian in Class X of SMAN 2 Mendoyo and the object of the study was fun instructional strategy combined with humor. There were three methods of data collection applied in the study, such as interview, observation and documentation. The result of the study revealed that (1) the teacher had put fun instructional strategy combined with humor in her instructional plan explicitly, (2) fun instructional strategy combined with humor could implemented perfectly, and (3) there were some obstacles faced by the teacher in implementing fun instructional strategy combined with humor, those, are the difficulty of finding relevant references, the difficulty of matching the humor with the students’ need and the difficulty of creating a humorous media as teaching material. This present study was limited at describing the planning of fun instructional strategy combined with humor, the implementation of fun instructional strategy combined with humor and the obstacles faced by the teacher in implementing fun instructional strategy combined with humor. Thus, it is suggested to other researchers to study the effects of humor toward students’ learning result.keyword : fun instructional strategy, humor
Implementasi Keterampilan Menjelaskan oleh Guru Bahasa Indonesia Kelas XI di SMA Negeri se-Kota Singaraja dalam Pembelajaran Menulis Naskah Drama berdasarkan Pengalaman Pribadi Ketut Desnaria .; I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5301

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perencanaan guru bahasa Indonesia kelas XI SMA di Negeri se-Kota Singaraja dalam pembelajaran menulis naskah drama berdasarkan pengalaman pribadi, (2) mendeskripsikan implementasi keterampilan menjelaskan guru bahasa Indonesia, dan (3) mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah perencanaan, implementasi, dan kendala guru dalam keterampilan menjelaskan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) hal-hal yang dipersiapkan guru dalam merencanakan keterampilan menjelaskan adalah silabus dan RPP, (2) implementasi keterampilan menjelaskan guru bahasa sudah tergolong baik, dan (3) kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan keterampilan menjelaskan adalah kurangnya minat dan perhatian siswa, kondisi fisik guru, dan sumber belajar yang terbatas.Kata Kunci : keterampilan menjelaskan, guru bahasa Indonesia, menulis naskah drama, dan pengalaman pribadi The purposed of this research are (1) to describe bahasa Indonesia teachers plan at the grade of the 11th senior high school student in Singaraja in the study of writing drama script based on their own experience, (2) to describe the implementation of their explaining skill, and (3) to describe difficulty which is faced by bahasa Indonesia teachers. This research use descriptive qualitative observation method. Subject in this research is bahasa Indonesia teachers. Object in this research are plan, implementation, and difficulty teachers in explaining skill. The methods of collecting data which are used are observation, interview, and documentation. Data is analyzed by using descriptive qualitative analysis. The results of this research are to show (1) things which are prepared in planning about explaining skill is syllabus and lesson plan, (2) the implementation of bahasa Indonesia teachers skill which is categorized good, (3) the difficulty which is faced is the lack of students desire and attention, condition of teachers physically, and the lack of facilities.keyword : explaining skill, bahasa Indonesia teachers, drama script, self-experience
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS BERITA PADA EKSTRAKURIKULER JURNALISTIK DI SMA NEGERI 1 KINTAMANI I Wayan Endriana .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5302

Abstract

Penelitian deskriptif-kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) strategi guru dalam pembelajaran menulis berita pada ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Kintamani, (2) respons siswa terhadap strategi guru dalam pembelajaran menulis berita pada ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Kintamani, dan (3) kendala-kendala guru dalam menerapkan strategi pembelajaran menulis berita pada ekstrakurikuler jurnlistik di SMA Negeri 1 Kintamani. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa pada ekstrakurikuler jurnalistik dan objek dalam penelitian ini adalah strategi guru dalam pembelajaran menulis berita. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini, yaitu (1) guru menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru dengan strategi ekspositorik dan pendekatan yang berpusat pada siswa dengan strategi heuristik. Kedua strategi tersebut ditempuh dengan tiga tahapan kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup; (2) respons siswa terhadap strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis berita berkategori positif (87.22%) ;dan (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru bersumber dari alokasi waktu. siswa, sarana prasarana, media pembelajaran dan lingkungan, khususnya dalam pengorganisasian dalam kelas Kata Kunci : strategi pembelajaran, menulis berita, ekstrakurikuler jurnalistik This qualitative descriptive study was aimed to describe (1) the learning strategy of teachers to write news in extracurricular journalism in SMA Negeri 1 KIntamani(2) the response of students to teachers in teaching writing news strategies in extracurricular journalism in SMA Negeri 1 Kintamani, and (3) the obstacles faced by the teacher in implementing the learning strategy to writing news in extracurricular journalism in SMA Negeri 1 Kintamani. The subjects of this study were teachers and students in extracurricular journalism and the object of this study is the learing strategy of teachers to writing news. The data were collected through observation, interview and questionnaire. The results of this study, are (1) the teachers used teacher-centered approach expository strategy and student centered approach with heuristic strategy. Both of the strategy pursued by the three stages of the learning activitiy that areinitial activity, core activity and closing; (2) the response of the students to the strategies that used by teachers in teaching writing news categorized as positive (87.22%); and (3) the obstacles faced by teachers came from the time alocationr. students, facilities, instructional media and the environment, particularly in organizing in the class. keyword : learning strategy, writing news, extracurricular of journalism
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN TEKS HASIL OBSERVASI MELALUI OBSERVASI LINGKUNGAN SEKOLAH KELAS X SMA NEGERI 1 SINGARAJA I Made Suartana .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5321

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) dalam pembelajaran teks hasil observasi melalui observasi lingkungan sekolah kelas X SMA Negeri 1 Singaraja, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran teks hasil observasi melalui observasi lingkungan sekolah dengan penerapan model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) kelas X SMA Negeri 1 Singaraja, dan (3) mendeskripsikan respons siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) dalam pembelajaran teks hasil observasi melalui observasi lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan objek penelitian ini ialah pembelajaran teks hasil observasi dengan model discovery learning di kelas X yang meliputi: desain, pelaksanaan, dan respons dalam pembelajaran teks hasil observasi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian, yaitu deskriptif kualitatif untuk mengenalisis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) desain pembelajaran mencangkup beberapa komponen, yaitu komponen-kompnen RPP Kurikulum 2013 tersebut meliputi: standar inti, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, media alat dan sumber pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian proses dan hasil, dan rubrik instrumen. Namun, masih ada beberapa komponen yang perlu diperbaiki dan dikembangkan lebih jauh lagi, terutama yang menyangkut komponen materi pembelajaran. (2) Dalam pelaksanaan pembelajaran teks hasil observasi yang disusun oleh guru dalam RPP, guru melaksanakannya sudah sesuai dengan RPP dan menyesuaikannya dengan kondisi serta situasi yang dihadapi siswa dalam pembelajaran. (3) Model pembelajaran ini memberikan respons positif terhadap proses mental belajar siswa.Kata Kunci : discovery learning, teks hasil observasi. This research is aimed at (1) describing learning design by applying discovery learning in learning result observation text through school environment observation X grade SMA Negeri 1 Singaraja, (2) describing the process of learning result observation text through school environment observation by applying discovery learning X grade SMA Negeri 1 Singaraja, and (3) describing the students response of X grade SMA Negeri 1 Singaraja toward the application of discovery learning in learning observation result text through school environment observation. This research used descriptive qualitative design. The subject of the study is X grade students and object of the study is learning result observation result with discovery learning model in X grade which includes: design, implementation, and respond in learning result observation text. The data of this study was collected through observation method. The instruments of this study are observation sheet and documentation. Data analysis that was used in this research is descriptive qualitative to analysis data that was collected through observation result, interview, and documentation. The result of the study showed (1) learning design includes some components namely components of lesson plan curriculum 2013 such as core standart, basic competency and indicator, learning objective, learning material, learning method, learning tools and media, source of the study, learning activities, assessment process, and rubric instrument. But there were some components that needs to be developed and fixed further especially that relates to the learning material component. (2) In implementing learning observation result text which is arranged by the teacher in lesson plan, the teacher tought in the class already apply it well and the lesson plan that should be adjusted based on the situation in the class room. (3) This learning model gives the positive respond toward student phsycologi process.keyword : discovery learning, observation result text.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA ULAR-TANGGA EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII 15 SMPN 2 SINGARAJA Putu Indra Suardana .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5322

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengimplentasikan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media ular-tangga edukatif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VII 15 SMPN 2 Singaraja (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VII 15 SMPN 2 Singaraja dalam menulis teks eksposisi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media ular-tangga edukatif, (3) medeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran ini. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII 15 SMPN 2 Singaraja yang berjumlah 36 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat beberapa langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media ular-tangga edukatif untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VII 15 SMPN 2 Singaraja dalam menulis teks eksposisi. Langkah-langkah tersebut menekankan pada pembelajaran menulis teks eksposisi dengan siswa diajak untuk memahami kaidah-kaidah teks eksposisi melalui permainan ular-tangga edukatif. Pembelajaran ini disesuaikan dengan karakteristik Kurikulum 2013 yang menekankan pada aspek mengamati, menanyakan, mengasosiasikan, mencoba, dan mengomunikasikan. (2) Ada peningkatan skor siswa yang sebelumnya yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 67, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 77, sedangkan pada siklus II skor rata-rata secara klasikal menjadi 89. (3) Siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media ular-tangga edukatif dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Kata Kunci : teks eksposisi, kooperatif, TGT, ular-tangga edukatif. This classroom action research aimed at (1) describing the steps of implementing teams games tournament (TGT) as the type of cooperative learning model using educative snake-ladder media in improving students' achievement in writing exposition text for VII 15 students of SMPN 2 Singaraja, (2) describing the learning achievement of VII 15 students of SMPN 2 singaraja in writing exposition text through the implementation of Teams Games Tournament as cooperative learning model using educative snake-ladder media, (3) describing the students' response toward this type of learning. The subject of this study was the VII 15 students of SMPN 2 Singaraja, that was about 36 students. The methods of data collection of this study were observation, test, questioner and interview. The data was analyzed using quantitative and qualitative technique. The result of this study were (1) there were some steps of implementing teams games tournament (TGT) as the type of cooperative learning model using educative snake-ladder media in improving students' achievement in writing exposition text for VII 15 students of SMPN 2 Singaraja. The steps focused on the learning exposition text by inviting the students to understand the nature of exposition text through educative snake-ladder game. This learning was based on the characteristics of Curriculum 2013 which concerned on the aspect of observing, questioning, associating, trying, and communicating. (2) there was students' improving score in which the mean score of pre-treatment was 67, the mean score of first cycle was 77, and the mean score of second cycle was 89. (3) Students gave very positive response toward the implementation of Teams Games Tournament as cooperative learning model using educative snake-ladder media in writing exposition text. keyword : exposition text, cooperative, TGT, educative snake-ladder
ANALISIS TEKS PIDATO SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 1 SAWAN DITINJAU DARI PRINSIP ETIKA RETORIKA Komang Sumantara .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) teks pidato siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Sawan ditinjau dari prinsip etika retorika, (2) faktor pendukung penghambat yang dialami oleh siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Sawan, dan (3) faktor penghambat yang dialami oleh siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang menggambarkan adanya prinsip etika retorika dalam naskah pidato siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Sawan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.1 di SMA Negeri 1 Sawan yang berjumlah 25 orang siswa, sedangkan objek penelitiannya adalah (1) teks pidato siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Sawan ditinjau dari prinsip etika retorika, (2) faktor pendukung yang dialami oleh siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Sawan dan (3) faktor penghambat yang dialami oleh siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Sawan. Data dikumpulkan dengan metode penugasan dan wawancara. Data dianalisis dengan kualitatif yang mencakup tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pembelajaran menulis naskah pidato pada siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Sawan ditinjau dari prinsip etika retorika sudah menunjukkan hasil yang baik. Siswa sebagian besar sudah mampu menuangkan pesan, ide, atau gagasan dan menerapkan prinsip etika retorika dalam menulis teks pidato. Namun, untuk prinsip yang kelima, siswa belum mampu atau masih kurang penerapannya dalam menulis teks pidato. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan siswa, diketahui bahwa faktor pendukung siswa dalam menulis teks pidato, yaitu rajin membaca, mendengarkan informasi dari luar, serta senang dalam kegiatan pembelajaran, khususnya, menulis teks pidato. Di samping itu, ada faktor penghambat siswa, yaitu siswa kurang paham dengan konsep menulis pidato dan siswa juga mengalami kesulitan terkait dengan pemilihan kata, struktur kalimat, bahkan bentuk pola organisasi tuturannya agar menjadi sebuah tuturan yang efektif dan menarik. Peneliti menyarankan agar guru hendaknya mengintensifkan pembelajaran menulis naskah pidato dengan memperhatikan kendala yang ada untuk dicari pemecahannya. Kata kunci: prinsip etika retorika, teks pidato Kata Kunci : prinsip etika retorika, teks pidato This study aimed to describe (1) the text speech graders X.1 SMAN 1 Sawan rhetoric in terms of ethical principles, (2) inhibiting the supporting factors experienced by students in grade X.1 SMAN 1 Sawan, and (3) inhibiting factors experienced by students in grade X.1 SMAN 1 Sawan. This study used a qualitative descriptive design that describes the ethical principles of rhetoric in speeches graders X.1 SMAN 1 Sawan. Subjects in this study were all students in the class X.1 SMAN 1 Sawan totaling 25 students, while the object of the study was (1) The text of the speech graders X.1 SMAN 1 Sawan rhetoric in terms of ethical principles, (2) factors support experienced by students in grade X.1 SMAN 1 Sawan and (3) inhibiting factors experienced by students in grade X.1 SMAN 1 Sawan. Data collected by the method of assignment and interview. Data were analyzed with qualitative includes three stages: (1) data reduction, (2) presentation of data, and (3) drawing conclusions. These results indicate that the results of learning to write speeches in class X.1 SMAN 1 Sawan in terms of ethical principles rhetoric has shown good results. Students largely been able to pour a message, an idea, or an idea and apply ethical principles of rhetoric in writing the text to speech. However, for the fifth principle, students have not been able or still less application in writing text to speech. Based on the results of interviews that researchers do with the students, it is known that factors supporting students in writing a text, namely diligently read, listen to information from the outside, and happy in the learning activities, in particular, write text to speech. In addition, there are inhibiting factors of students, ie students are less familiar with the concept of writing a speech and students also have difficulty relating to the choice of words, sentence structure, even the shape of the pattern tuturannya organization to become an effective and interesting speech. Researchers suggest that teachers should intensify the teaching of writing speeches with attention to existing constraints to be solved. Keywords: ethical principles of rhetoric, text to speech keyword : ethical principles of rhetoric, text to speech
KESESUAIAN ANTARA RPP DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA DI KOTA SINGARAJA I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5324

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengkaji RPP guru bahasa Indonesia SMA di Kota Singaraja dalam pembelajaran bahasa Indonesia, (2) mengkaji implementasi RPP yang dilaksanakan oleh guru bahasa Indonesia SMA di Kota Singaraja dalam pembelajaran bahasa Indonesia, (3) mengkaji hubungan RPP dan pandangan guru bahasa Indonesia SMA di Kota Singaraja terhadap RPP serta implementasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di SMA Negeri 1 Singaraja yaitu Agus Sujianto, S.Pd., guru di SMA Negeri 3 Singaraja yaitu Ni Komang Rika Damayanti, S.Pd., guru di SMA Negeri 4 Singaraja yaitu Ni Komang Arniati, S.Pd., dan guru di SMA LAB Undiksha Singaraja, yaitu I Gusti Ayu Komang Wiliani, S.Pd. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) implementasi RPP tidak sepenuhnya sejalan dengan RPP yang telah dipersiapkan, (2) pandangan guru terhadap RPP memengaruhi pelaksanaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sehingga, guru mengimplementasikan RPP sesuai dengan kondisi dan situasi di kelas. Hal itu menunjukkan bahwa antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia tida sesuai. Kata Kunci : RPP, Implementasi RPP, Pembelajaran Bahasa Indonesia This research aims to (1) assess RPP Indonesian high school teacher in the city of Singaraja in learning Indonesian, (2) assess the implementation of the RPP is implemented by Indonesian high school teacher in the city of Singaraja in learning Indonesian, (3) examine the relationship RPP and the views of teachers Indonesian School in Singaraja on lesson plans and implementation in learning Indonesian. Subjects in this study were Indonesian teachers who teach in SMAN 1 Singaraja, namely Agus Sujianto, S.Pd., teacher at SMAN 3 Singaraja, namely Ni Komang Rika Damayanti, S.Pd., teacher at SMAN 4 Singaraja, namely Ni Komang Arniati, S.Pd., and teachers in high school LAB Undiksha Singaraja, that I Gusti Ayu Komang Wiliani, S.Pd. Data collection methods used in this study were interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive technique. Results of this study were (1) the implementation of the RPP is not entirely in line with the CSP that has been prepared, (2) the views of teachers to influence the implementation of the RPP in learning Indonesian so, teachers implement lesson plans to adjust to the conditions and situations in the classroom. It shows that between planning and execution of Indonesian language learning is not appropriate. keyword : Lesson Plan, The implementation of Lesson Plan, Learning Indonesian Language

Page 4 of 10 | Total Record : 99