cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 82 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2017)" : 82 Documents clear
ANALISIS NASKAH DRAMA KARYA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 7 SINGARAJA DIKAJI DARI SEGI STRUKTUR DRAMATIK DAN PANDANGAN PARA TOKOH NI KADEK TRISNA W .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14355

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur dramatik dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja, dan (2) pandangan para tokoh dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah naskah drama karya siswa kelas VIIIA SMP Negeri 7 Singaraja. Objek dalam penelitian ini adalah struktur dramatik dan pandangan para tokoh. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan berupa struktur dramatik dan pandangan para tokoh. Hasil penelitian ini adalah (1) sebagian besar siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja sudah mampu membuat naskah drama dengan struktur dramatik yang lengkap dimulai dari bagian awal (eksposisi), komplikasi (konflik), bagian tengah (klimaks/krisis), bagian akhir (resolusi), dan simpulan (konklusi). Selain itu, terdapat siswa yang membuat naskah drama hanya terdiri atas empat bagian, tiga bagian, dan dua bagian struktur dramatik. (2) Naskah drama yang ditulis oleh siswa sebagian besar sudah menunjukkan pandangan tokoh yang terdapat pada dialog para tokoh. Siswa sudah mampu membuat pandangan para tokoh dengan baik. Siswa mengemas pandangan tersebut sesuai dengan yang mereka alami, lihat, ataupun dengar. Pandangan-pandangan yang ada pada naskah drama siswa meliputi: pandangan mengenai arti persahabatan, anak yang durhaka, pertengkaran, tolong menolong (sosial), kesehatan, dan tidak menyakiti makhluk hidup lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan, dijadikan masukan mengenai pembelajaran menulis naskah drama di sekolah, dan memudahkan siswa dalam belajar menulis naskah drama yang memiliki struktur drama yang jelas dan pandangan pada tokoh.Kata Kunci : struktur dramatik, pandangan para tokoh, naskah drama This study was aimed at describing (1) dramatic structure of drama scenario of VIIIA class students in SMP Negeri 7 Singaraja and (2) views of characters in drama scenario which created by VIIIA class students in SMP Negeri 7 Singaraja. This study was descriptive qualitative research. The subject of this study was the drama scenario created by the students of class VIIIA SMP Negeri 7 Singaraja. The object of this study was dramatic structure and views of the characters. The method of data collection was conducted through documentation method. The data was collected in the form of dramatic structure and views of the characters. The results of this study are (1) most of the students of VIII A class in SMP Negeri 7 Singaraja have been able to make drama scenario with complete dramatic structure which is started from the beginning (exposition), the compilation (conflict), the middle (climatic/crisis), the end (resolution), and the conclusions (conclusions). In additional, there are students create drama scenario which only consist of four parts, three parts and two parts of dramatic structure. (2) Drama scenario that is created by the students mostly had showed characters' view on the characters' dialogue. Students are able to create characters' view well. Students wrap that characters' view based on what they have experienced, seen or listened. The views on the students' drama scenario cover: view about the meaning of friendship, the rebellious child, the quarrel, helping each other (social), health, and not to harm other creatures. This research findings are hoped could give knowledge contribution, could be a suggestion in learning about drama scenario writing at school and the students could be easy in learning about drama scenario writing with a clear structure and characters' views.keyword : dramatic structure, views of characters, drama scenario
PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN TELEVISI “PADA ZAMAN DAHULU” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA FABEL PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 MENGWI Ida Ayu Gede Pramiari .; Drs. I Wayan Wendra, M.Pd. .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14356

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (2) hasil penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (3) respons siswa terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel. Subjek dalam peneliitian ini yaitu guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi. Objek dalam penelitian ini yaitu langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”, kemampuan hasil belajar siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dan respons siswa terhadap pengunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunanakan metode (1) Observasi, (2) Tes, (3) Angket, dan (4) Wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tehnik diskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat tiga langkah dalam pembelajaran menceritakan kembali isi cerita fabel yaitu pendahuluan, inti, dan penutup, (2) kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 59,35 (kurang), menjadi 70,11 (cukup) pada siklus I dan menjadi 81,41 (baik) pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dengan skor rata-rata respons siswa 30,88 (positif) pada siklus I menjadi 32,41 (sangat positif) pada siklus II. Kata Kunci : Tayangan Televisi, Menceritakan Cerita Fabel This classroom action research (PTK) aimed for investigating 1) the steps to use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 2) result of using television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 3) student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. The subject of this study is the teacher of Bahasa Indonesia and students of class VII B in SMP N 3 Mengwi. The objects of this study are the steps of using television program “Once Upon a Time”, the ability of student learning outcomes in retelling the contents of fable stories, and student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time”. Data collection in this research (1) observation, (2) Test, (3) Questionnaire, and (4) Interview. The data were analyzed by using descriptive- qualitative and descriptive-quantitative techniques. The result showed that: 1) There are three steps of re-telling the content of the story such as opening, whilst-activity, and closing. 2) the student’s skill in re-writing the story increased from 59.35 (low) in pre-reflection into 70,11 (satisfactory) in 1st cycle and 81.41 (good) in 2nd cycle. 3) the student’s response towards the use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill was positive with the average score 30.08 in 1st cycle into 32.41 in 2nd cycle. keyword : Television Impressions, Telling Fable Stories
PENGGUNAAN VIDEO ANAK "PERTUALANGAN ALICE DI NEGERI AJAIB" UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS CERITA FANTASI DI KELAS VII H SMP NEGERI 2 SAWAN KADEK RUDY SAPUTRA .; Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14357

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 2 Sawan ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi dengan penggunaan video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” pada siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa menulis cerita fantasi melalui video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” pada siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi di kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas, yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan, (4) observasi dan evaluasi, dan (5) refleksi. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes, angket/ kuisioner, serta wawancara dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Langkah-langkah pembelajaran pada siklus I dari 14 aspek hanya 11 aspek yang dilaksanakan dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 14 aspek pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 77,58 atau mengalami peningkatan 8,75 dari nilai sebelumnya (prasiklus) 68,83. Nilai rata-rata siklus II adalah 81,58 atau meningkat 4 poin dari siklus I dan meningkat 12,75 dari nilai rata-rata prasiklus. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 41,51 dalam kategori setuju dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 46,77 dalam kategori sangat setuju. Kata Kunci : menulis, video anak, cerita fantasi This classroom action research was done in SMP N 2 Sawan and aimed for: 1) describing the steps to improve the skill to write a fantasy story by using movie for children entitled “Alice in Wonderland” to 7th grade students in SMP N 2 Sawan. 2) describing the rate of improvement of the skill to write a fantasy story by using movie for children entitled “Alice in Wonderland” to 7th grade students in SMP N 2 Sawan and 3) describing student’s response toward movie for children entitled “Alice in Wonderland” to improve writing skill for 7th grade students in SMP N 2 Sawan. This study was done by using 2 cycles and 5 steps of classroom action research such as 1) early reflection 2) planning 3) applying 4) observation an evaluation and 5) reflection. The data was collected by using observation method, test, questionnaire, and interview. The data was analyzed descriptively qualitative and quantitatively. The steps in 1st cycle from 14 aspects, 11 aspects were occurred and in 2nd cycle, 14 aspects were occurred during learning process. The result showed that the 1st cycle’s average was 77.58 or increase 8.75 from 68.83 in pre-cycle. The 2nd cycle’s average was 81.58 or increase 4 point from 1st cycle an increase 12.75 from pre-cycle’s average. The response data from the students in 1st cycle was 41.51 in affirmative position and 2nd cycle was 46.77 in very affirmative position.keyword : writing, movie for children, fantasy story
Prinsip Kerja Sama dalam Interaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Banyuasri dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Teks Negosiasi Ni Made Sauca Yukti .; Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dalam interaksi jual beli di Pasar Tradisional Banyuasri serta implikasinya terhadap pembelajaran teks negosiasi di kelas X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi nonpartisipatif dan metode dokumentasi dengan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) bentuk pematuhan prinsip kerja sama pada tuturan penjual berjumlah 482 tuturan meliputi, maksim kuantitas 126 (26,14%) tuturan, maksim kualitas 61 (12,65%) tuturan, maksim relevansi 293 (60,79%) tuturan, dan maksim pelaksanaan 2 (0,41%) tuturan. Sementara pematuhan prinsip kerja sama pada tuturan pembeli berjumlah 464 tuturan meliputi, maksim kuantitas 9 (1,94%) tuturan, maksim kualitas 319 (68,75%) tuturan, maksim relevansi 51 (10,99%) tuturan, dan maksim pelaksanaan 85 (18,32%) tuturan; (2) bentuk pelanggaran prinsip kerja sama pada tuturan penjual berjumlah 32 tuturan meliputi, maksim kuantitas 5 (15,62%) tuturan, maksim kualitas 16 (50%) tuturan, maksim relevansi 6 (18,75%) tuturan, dan maksim pelaksanaan 5 (15,62%) tuturan. Sementara pelanggaran pada tuturan pembeli berjumlah 108 tuturan meliputi, maksim kualitas 86 (79,63%), maksim relevansi 2 (1,85%), dan maksim pelaksanaan 20 (18,52%) tuturan; serta (3) penelitian ini berimplikasi terhadap pembelajaran teks negosiasi kelas X karena dapat mendukung materi pada kompetensi dasar. Dapat disimpulkan bahwa penjual dan pembeli sudah mematuhi prinsip kerja sama dan mengurangi pelanggaran prinsip kerja sama saat berinteraksi, serta ada implikasi terhadap pembelajaran teks negosiasi sebagai pendukung materi pembelajaran. Adapun saran dalam penelitian ini, (1) guru diharapkan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dan (2) penelitian selanjutnya bisa diarahkan pada pola komunikasi interaksi jual beli.Kata Kunci : negosiasi, kerja sama, prinsip kerja sama, teks This research aimed to describe the obedience and violation of cooperative principle form at Banyuasri Traditional Market and its implication to the negotiation text learning in ninth grade. This research uses descriptive qualitative approach. Data are collected uses non participated observation method and documentation methodby using written technique. The result of this research shows that (1) The form of the obedience of cooperative principle at traders discourse are 462 discourse comprise of maxim of quantity 126 (26,14%) discourse, maxim of quality 61 (12,65%) discourse, maxim of relevance 293 (60,79%) discourse, and maxim of manner 2 (0,41%) discourse. Whereas the form of the obedience of cooperative principle at buyer discourse are 464 discourse comprise of maxim of quantity 9 (1,94%) discourse, maxim of quality 319 (68,75%) discourse, maxim of relevance 51 (10,99%) discourse, and maxim of manner 85 (18,32%) discourse; (2) The form of the violation ofcooperative principle in trader discourse are 32 discourses comprise of maxim of quantity 5 (15,62%) discourse, maxim of quality 16 (50%) discourse, maxim of relevance 6 (18,75%) discourse, and maxim of manner 5 (15,62%) discourse. Whereas the form of the violation of cooperative principle in buyer discourse are 108 discourses comprise of maxim of quality 86 (79,63%) discourse, maxim of relevance 2 (1,85%) discourse, and maxim of manner 20 (18,52% ) discourse; (3) This research has implication to the negotiation text learning of ninth grade since it can support the learning material on basic competency. It can be concluded that the traders and the buyers have obeyed the cooperative principle and have diminished the violation of cooperative principle when the interactions occur and this research has implication to negotiation learning text as supporting learning material. There are some suggestions in this research, (1) the teachers are hoped to utilize the nearest environment as learning source and (2) the research can be directed to the trading interaction communication.keyword : negotiation, cooperative, cooperative principle, text
PEMBINAAN DAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH PADA EKSTRAKURIKULER KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA Ni Nyoman Dewi Narayukti .; Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14452

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) proses pembinaan menulis karya ilmiah dalam ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, (2) penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, dan (3) keterkaitan pembinaan menulis karya ilmiah dengan penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, kartu data, serta alat perekam suara, dan kamera. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) proses pembinaan menulis karya ilmiah pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, yang meliputi (a) pemberian materi dasar karya ilmiah, (b) berlatih menulis karya ilmah, dan (c) berlatih presentasi. (2) Ditemukan kesalahan penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa, yakni kesalahan (a) ejaan dan (b) tata kalimat. (3) Penggunaan bahasa karya ilmiah siswa berkaitan dengan pembinaan yang diberikan oleh pembina. Hal tersebut dikarenakan oleh pengetahuan siswa terhadap penggunaan bahasa yang telah diberikan dalam pembinaan diterapkan ketika menulis karya ilmiah. Simpulan penelitian ini (1) dalam proses pembinaan ekstrakurikuler KIR pembina juga memberikan pembinaan penggunaan bahasa, (2) masih ditemukannya kesalahan penggunaan bahasa walaupun telah diberikan pembinaan, (3) keterkaitan pembinaan dan penggunaan bahasa dapat dilihat dari lebih sedikitnya ditemukan kesalahan penggunaan bahasa. Adapun saran dalam penelitian ini, yaitu kegiatan pembinaan harus dilakukan lebih intensif dengan mengikuti forum-forum ilmiah.Kata Kunci : pembinaan, penggunaan bahasa, ekstrakulikuler, karya ilmiah remaja (KIR) This study aims to review (1) the process of writing scientific in extracurricular KIR at Undiksha Laboratory High School, (2) the use of language in students scientific work on extracurricular KIR at Undiksha Laboratory High School, and (3) the correlation of scientific writing with the use of language in students scientific work on extracurricular KIR at Undiksha Laboratory High School. This research was descriptive qualitative approach. The data were collected by observation, interview, and documentation.The instruments were used, namely interview guides, observation guides, data cards, as well as voice recorders, and cameras. The results of this study show (1) the process of writing scientific papers on extracurricular KIR at Undiksha High School Laboratory, which includes (a) giving KIR basic material, (b) practicing writing scientific papers, and (c) presentation exercise. (2) The use of language in students scientific works were found language errors include (a) spelling and (b) sentences. 3) The correlation of coaching relationship with the use of language in writing scientific papers. It because students knowledge of the use of language that has been given in coaching is applied when writing scientific papers. It can be concluded that (1) in the process of coaching extracurricular KIR the coach also provide guidance of the use of language, (2) it still found discovery errors in the use of language even though it has been given coaching, (3) the linkage of coaching and language usage can be seen from the fewer errors of language use. As for suggestion in this research, that the coaching should be done more intensively by following scientific forums.keyword : coaching, language use, extracurriculars, KIR
PENERAPAN PENDEKATAN READER RESPONS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NOVEL SISWA SMP MUTIARA SINGARAJA Ngurah Harsana .; I Made Astika, S.Pd., M.A. .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14454

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Mutiara Singaraja ini bertujuan (1) mengidentifikasi langkah-langkah penerapan pendekatan reader respons dalam meningkatkan kemampuan membaca novel siswa SMP Mutiara Singaraja, (2) mengetahui peningkatan kemampuan membaca novel siswa dengan menggunakan pendekatan reader respons di SMP Mutiara Singaraja, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap penerapan pendekatan reader respons dalam pembelajaran memahami buku novel. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas, yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan, (4) observasi dan evaluasi, dan (5) refleksi. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes, angket/kuisioner, serta wawancara dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Dalam menerapkan pendekatan reader respons untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dalam memahami novel remaja, terdapat beberapa langkah pembelajaran efektif yang digunakan. Langkah tersebut dimulai dari memberi umpan balik, menyampaikan materi dengan jelas, hingga memberikan pembelajaran kepada siswa dengan menerapakan pendekatan reader respons. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 69,05 atau mengalami peningkatan 8,35% dari nilai sebelumnya 60,70. Nilai rata-rata siklus II adalah 79,85 atau meningkat sebesar 10,8% dari siklus I dan meningkat 19,15% dari nilai rata-rata prasiklus. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 43,05 dalam kategori positif dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 1,6%, sehingga menjadi 44,65 dalam kategori positif.Kata Kunci : reader respons, membaca, novel. The classroom action research conducted at SMP Mutiara Singaraja aimed to (1) identify the steps of applying reader response approach in improving students 'novel reading ability at SMP Mutiara Singaraja, (2) know the improvement of students' novel reading skill by using response reader approach at SMP Mutiara Singaraja , and (3) know the students’ response toward the applied reader response approach in learning to understand novel. The study was conducted in two cycles and used five stages of classroom action research, namely (1) first reflection, (2) action planning, (3) implementation, (4) observation and evaluation, and (5) reflection. Data was collected by using observation method, test, questionnaire / questionnaire, and interview then analyzed descriptive quantitatively and qualitatively. In applying a response reader approach to improving students' reading comprehension in adolescent novels, there are several effective learning steps to be used. The steps start from giving feedback, delivering the material clearly, to provide learning to students by applying the to reader response approach. The results showed the average value of cycle I was 69.05 or increased by 8.35% from the previous value 60.70. The average value of cycle II was 79.85 or increased by 10.8% from cycle I and increased 19.15% from the average value of pre-cycle. The average of the achievement of student response in the first cycle is 43.05 in positive category and in cycle II had increased by 1.6%, thus increased by 44.65 in the positive category.keyword : reader response, reading, novel.
PENGGUNAAN METODE PROBLEM SOLVING OLEH GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN DEBAT DI KELAS X SMA NEGERI 1 SAWAN Ni Luh Eka Sumiarti .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Drs. I Wayan Wendra, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (2) respons siswa terhadap penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (3) kendala guru yang datang dari siswa dalam penggunaan metode problem solving pada pembelajaran debat di kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan metode problem solving, respons siswa, dan kendala guru. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan metode problem solving dalam pembelajaran debat telah memenuhi prosedur, yaitu pada awal pembelajaran guru mampu mengarahkan siswa, pada inti pembelajaran siswa mampu mengikuti debat dengan maksimal, dan pada akhir pembelajaran siswa memperoleh gambaran mengenai metode problem solving dalam debat. (2) respons siswa sebagian besar positif, yakni menyenangi penuh metode problem solving, namun sebagian kecil kurang menyenangi metode problem solving. (3) kendala guru adalah dari segi siswa dan fasilitas. Simpulan penelitian ini adalah (1) penggunaan metode problem solving telah efektif dan sesuai prosedur. (2) respons siswa sebagian besar positif. (3) kendala yang ditemukan oleh guru adalah dari segi siswa dan fasilitas sekolah yang sangat terbatas. Saran penelitian ini ialah, guru Bahasa Indonesia agar mempertahankan keefektifan pembelajaran dan lebih memotivasi siswa, serta untuk pihak sekolah lebih meningkatkan fasilitas pembelajaran.Kata Kunci : debat, pembelajaran, problem solving. This study aimed for describing:1) the use of problem solving method by Indonesian teacher in debate in 10th grade students 2) students response towards the use of problem solving method by Indonesian teacher in debate in 10th grade students, 3) the teachers obstacle about the use of problem solving method by Indonesian teacher in debate in 10th grade students of SMA Negeri 1 Sawan. This study used descriptive qualitative design. The subjects of this study are the teacher and the students. The objects of this study are the use of the method, students response and the teacher’s obstacle. This study used several methods such as observation and interview. The data was analyzed by using descriptive qualitative. The result showed that: 1) the use of problem solving method has fulfilled the procedure, in the beginning the teacher can guide the students, in the middle of the learning process the students can follow the debating activity maximally, in the end the students knew about the problem solving method in debate, 2) the students response are dominantly positive towards problem solving method, 3) the teacher’s obstacle are students and facilities. The conclusions of this study are: 1) the use of problem solving method was effective and fulfilled the procedure, 2) 2) the students response are dominantly positive, 3) the teacher’s obstacle are the students and the facilities in the school. This study suggested that Indonesian teacher to keep the effectiveness of the learning and motivate the students then for the school staff to improve the facility.keyword : debate, lesson, problem solving
PENGGUNAAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BIOGRAFI DI KELAS X SMAN 1 SUKASADA Ni Putu Ayu Ratih .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) prestasi siswa pada penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi di kelas X SMAN 1 Sukasada, (2) langkah-langkah penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi di kelas X SMAN 1 Sukasada, (3) respons siswa terhadap pelaksanaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi di kelas X SMAN 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek penelitian guru bahasa Indonesia dan siswa. Objek penelitian ini adalah model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) prestasi siswa dengan menggunakan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi tergolong baik dengan rata-rata nilai 84,4, (2) penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi telah memenuhi prosedur yang dipersyaratkan, yaitu (a) kegiatan pendahuluan guru mampu merangsang semangat siswa, (b) kegiatan inti siswa mampu menulis teks biografi sesuai struktur, dan (c) kegiatan penutup siswa mampu menyimpulkan materi yang diajarkan, (3) respons siswa terhadap penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks tergolong sangat positif. Simpulan dari penelitian ini (1) prestasi siswa dengan menggunakan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi tergolong baik, (2) penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yaitu mewawancarai guru dan membuat teks biografi, dan kegiatan penutup, (3) respons siswa terhadap penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi tergolong sangat positif.Kata Kunci : experiential learning, menulis, teks biografi The main objective of this research is to describe about; 1) the students’ achievement by using experiential learning model in writing biography text for 10th grade in SMA N 1 Sukasada, 2) the steps of using experiential learning model in writing biography text for 10th grade in SMA N 1 Sukasada, 3) the students’ response toward the implementation of experiential learning model in writing biography text for 10th grade in SMA N 1 Sukasada. This study used descriptive quantitative and qualitative design with the subjects from Bahasa Indonesia teacher and the students. The object of this study was experiential learning model in writing biography text. The data were collected by using several methods namely observation, documentation and questionnaire. Next, the data were analyzed qualitatively and quantitatively. The result showed that 1) the students’ achievement by using experiential learning model in writing biography text were categorized as good with average score 84.4, 2) the steps of using experiential learning model in writing biography text were already fulfilled such as (a) pre-activity for student’s brainstorming, b) whilst-activity, that the students were able to create structured biography text, c) post-activity in which the students were able to make conclusion of the learned material, 3) the students’ response toward the implementation of experiential learning model in writing biography text categorized as positive which meant the students were comfortable to learn by using experiential learning model. It could be concluded that 1) the students’ achievement by using experiential learning model in writing biography text were categorized as good, 2) the implementation of experiential learning model in writing biography text were done in three steps, they were pre-activity, whilst-activity in which the students were interviewing the teacher and writing biography text, and post-activity, 3) the students’ response toward the implementation of experiential learning model in writing biography text categorized as positive.keyword : experiential learning, writing, biography text
Strategi dan Proses Kreatif Produksi Pementasan Drama dalam Pembelajaran Drama Kelas XI SMA Negeri Bali Mandara Putu Arya Mahendra .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Strategi pengajaran drama kelas XI SMA Negeri Bali Mandara, (2) Proses kreatif produksi pementasan drama dalam pembelajaran drama kelas XI SMA Negeri Bali Mandara, dan (3) Kendala yang dihadapi saat pelaksanaan proses kreatif produksi pementasan drama dalam pembelajaran drama kelas XI SMA Bali Mandara. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri Bali Mandara. Objek penelitian ini adalah strategi dan proses kreatif produksi pementasan drama. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) strategi pengajaran drama kelas XI IPS 2 SMA Negeri Bali Mandara dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap penjelajahan, tahap intepretasi dan tahap rekreasi.(2) Proses kreatif produksi pementasan drama dalam pembelajaran drama kelas XI IPS 2 dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap latihan dan tahap pementasan.(3) Kendala yang dihadapi saat proses kreatif pementasan drama dalam pembelajaran drama kelas XI IPS 2 SMA Negeri Bali Mandara, yaitu terjadi pada kendala nonteknis berupa keterbatasan waktu latihan dan padatnya kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah. Kata Kunci : strategi, proses kreatif,drama,pementasan drama This research is aimed to describe (1) drama’s teaching strategy of class XI in SMA Negeri Bali Mandara, (2) creative process of drama’s performance production in learning drama of class XI in SMA Negeri Bali Mandara, and (3) obstacles encountered during the execution of creative process of drama’s performance production in the learning of class XI in SMA Negeri Bali Mandara. This research uses qualitative descriptive design. The subjects of this study are teachers and students of class XI IPS 2 SMA Negeri Bali Mandara. The objects of this research are the strategy and creative process of drama’s performance production. The methods used to collect data are observation, interview and documentation. The results of this research are (1) teaching strategy of class XI IPS 2 SMA Negeri Bali Mandara is divided into three stages, namely exploration stage, interpretation stage and recreation stage (2) The creative process of drama production in learning of class XI IPS 2 is divided into (3) obstacles faced during the creative process of performing drama in learning drama class XI IPS 2 SMA Negeri Bali Mandara, which occurs in non-technical constraints in the form of limited training time and density of activities in schools as well as out of school. keyword : strategy, creative process, drama, staging drama
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BAGI PEBELAJAR BIPA PEMULA DI UNDIKSHA Ni Made Candra Puspita Lestari .; Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjabarkan desain pengembangan media pembelajaran visual bagi pebelajar BIPA pemula, (2) menguji validitas hasil pengembangan media pembelajaran visual, dan (3) mengetahui respon pebelajar BIPA terhadap media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan (Research and Development), dan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa BIPA tingkat pemula di Undiksha. Objek penelitian adalah media pembelajaran flashcard. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode pencatatan dokumen, wawancara, dan angket. Untuk menganalisis data hasil penelitian, dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu, analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) desain pengembangan media pembelajaran flashcard sesuai dengan prosedur dan prinsip-prinsip media pembelajaran dan telah dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. (2) Hasil uji validitas ahli media pembelajaran menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard layak untuk dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran BIPA. (3) Respon peserta didik BIPA di Undiksha terhadap media pembelajaran flashcard mendapat kategori respon positif dengan rata-rata persentase 85,65%.Kata Kunci : BIPA, Media Pembelajaran Visual, Flashcard This research aims to (1) explain the design of visual learning media development for BIPA learners, (2) examine the validity of visual learning media development result, and (3) investigate the BIPA learners’ reponses toward the learning media. This research used Research and Development design, and ADDIE model. The subject of this research was BIPA learners in the beginner level of UNDIKSHA. The object was learning media in form of flashcard. The method used to collect data was documentation, interview, and questionnaire. In analyzing the data, the researcher used descriptive quantitative and descriptive qualitative method. The result of this research shows that (1) the design of flashcard learning media development is in line with the procedures and basic of learning media, and developed by following ADDIE model. (2) The result of expert judgments shows that the flashcard learning media is proper to be developed and used in BIPA learning. (3) The UNDIKSHA BIPA learners’ responses toward the learning media shows positive responses with average percentage 85.65%.keyword : BIPA, Visual Learning Media, Flashcard