cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
TEKNIK GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SAWAN ., Luh Juni Susanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5286

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan, (2) mendeskripsikan alasan guru menggunakan teknik pembelajaran tersebut dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan,(3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif.Subjek penelitian ini adalah guru bahasa dan sastra Indonesia yang mengajar di kelas VII SMP Negeri 2 Sawan.Objek penelitian ini adalah teknik guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan.Metode penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara.Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi, yaitu teknik demonstrasi, ceramah, penemuan (Discovery),latihan/drill, diskusi, dan pendekatan individual,(2) Alasan guru menggunakan teknik demonstrasi, ceramah, penemuan (Discovery), latihan/drill, diskusi, dan pendekatan individual dalam pembelajaran menulis puisi, yaitu memberikan informasi kepada siswa, melatih siswa berpikir kritis dan kreatif, bertukar pikiran serta dapat menciptakan situasi belajar yang baik, (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis puisi yaitu membangkitkan imajinasi siswa, tidak memiliki keterampilan khusus dan menjauhkan sifat kekuasaan guru. Kata Kunci : Teknik guru, menulis puisi This research was objected to describe (1) learning technique which was used by the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan, (2) the teachers’ reasons using the learning technique in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan, (3) the problems faced by the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan. To achieve the purpose, the research used qualitative descriptive research design. The subject of the research was the teachers of Indonesian language and literature who taught in the grade VII students SMPN 2 Sawan. The object of the research was the technique of the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan. The method of the research was observation and interview methods. The achieved data were analised by qualitative descriptive analisis technique. The result of the research was (1) learning technique which used by the teachers in learning of writing poetry of writing poetry, us well as demonstration, lecturing, discovery, exercise/drill, discussion and individual, (2) approach in learning of poetry writing, which gave information to the students, traired the student to think critically, (3) the problems faced by the teachers in learning of poetry writing was improving the students’ imagination, did not own specific skills and teachers’ controlling characteristics.keyword : Teachers’ technique, poetry writing.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Karakter di SMP Negeri 2 Singaraja ., I Gusti Ayu Hari Widayani; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2460

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui (1) perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter di SMP Negeri Singaraja sesuai dengan kurikulum 2013, (2) pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter di SMP Negeri Singaraja sesuai dengan kurikulum 2013, dan (3) evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter di SMP Negeri 2 Singaraja sesuai dengan kurikulum 2013. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VII-11 SMP Negeri 2 Singaraja. Objek penelitian ini adalah pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah, lembar observasi, dan wawancara tidak terstruktur. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter terlihat dari adanya eberapa komponen dalam RPP yang telah mengandung nilai karakter seperti: KI, KD, tujuan pembelajaran, media pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Nilai karakter itu sendiri langsung diintegrasikan ke dalam setiap kalimat yang guru tulis. (2) Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia belumsepenuhnya dilaksanakanoleh guru. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru agak kurang sesuai dengan yang tertera dalam RPP. Umumnya nilai karakter tidak dipaparkan oleh guru kepada siswa. Nilai karakter muncul dalam kegiatan awal, inti, dan penutup dengan porsi yang berbeda. (3) evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter yang guru laksanakan terlihat dari adanya penilaian sikap yang menilai sikap jujur, disiplin, tanggung jawab dan santun siswa. Dalam pelaksanaannya sediri di dalam kelas evaluasi sikap ini tidak guru laksanakan.Kata Kunci : pembelajaran bahasa Indonesia, karakter This study used descriptive qualitative research approach that aimed at find out ( 1 ) the planning of learning Indonesian in character -based SMP Singaraja in accordance with the curriculum of 2013, ( 2 ) the implementation of learning Indonesian in character -based SMP Singaraja in accordance with the curriculum of 2013, and ( 3 ) evaluation of learning Indonesian in character -based SMP Singaraja in accordance with the curriculum of 2013. he subjects were Indonesian teachers who teach in class VII - 11 SMP Negeri 2 Singaraja.The research object is a character -based learning Indonesian. Data collection method that used were, i.e. the method of observation, documentation, and interviews. The instrument used in this study were observation sheet, and unstructured interviews. Data was analyzed by using descriptive qualitative analysis model through three steps, i.e. data reduction, data display, and conclusion. The results of this study were ( 1 ) Planning -based learning Indonesian character seen from the ome components in RPP that already contains values such characters : KI , KD , learning objectives , instructional media , learning steps and learning evaluation . Value of the character itself is directly integrated into every sentence that the teacher wrote . ( 2 ) Implementation of Indonesian language learning belumsepenuhnya dilaksanakanoleh teacher . Implementation of learning undertaken by teachers rather kuran ssuai as those listed in the RPP . generally the value of the character is not didiparkan by the teacher to the student . Value of the character emerged early dala activity , core and cover different portions . ( 3 ) evaluation of learning Indonesian character -based teacher assessment carried evident from the attitude of the judge being honest , discipline , responsibility and polite student . In sediri implementation in the classroom is not the attitude of the teacher evaluation carried out .keyword : learning Indonesian, character education
JENIS, BENTUK, DAN FUNGSI TINDAK TUTUR MEME COMIC PADA FACEBOOK ., I Gusti Ayu Ratih Sintya Dewi; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8777

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis tindak tutur bahasa meme comic pada facebook. (2) bentuk tindak tutur bahasa meme comic pada facebook, dan (3) fungsi tindak tutur bahasa meme comic pada facebook. Subjek penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam meme comic pada facebook. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalaui metode dokumentasi dengan instrumen tabel data. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan, (1) bahasa meme comic pada facebook mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi, (2) bentuk yang paling dominan digunakan dalam meme comic adalah bentuk deklaratif sebanyak 28 bentuk, 1 merupakan bentuk interogatif dan 1 lagi adalah bentuk imperatif, (3) meme comic mengandung fungsi tindak tutur, fungsi asertif sebanyak 16, fungsi ekspresif sebanyak 9, fungsi direktif sebanyak 4, fungsi deklaratif sebanyak 1 dan fungsi komisif tidak ada. Di antara fungsi tersebut terdapat fungsi yang lebih dominan digunakan pada meme yaitu fungsi asertif. Fungsi asertif dapat dibagi menjadi tiga, yaitu asertif menegaskan, asertif mengumumkan, dan asertif menduga. Fungsi asertif lebih dominan digunakan karena fungsi tersebut berguna sebagai ungkapan untuk tuturan menegaskan, menduga, dan mengumumkan sesuatu kepada mitra tutur. Kata Kunci : jenis tindak tutur, bentuk tindak tutur, fungsi tindak tutur, meme comic This descriptive study aimed to determine (1) the type of speech act comic meme language on facebook. (2) forms of speech act comic meme language on facebook, and (3) the function of speech act comic meme language on facebook. This research subject is contained in the speech comic meme on facebook. Data was collected via tail documentation method with instrument data table. Based on the analysis performed, the results of this study show that (1) the language meme comic on facebook containing speech acts locutions, illocutionary, and perlokusi, (2) form the most dominant use in meme comic is a form of declarative as many as 28 forms, one is a form of interrogative and one more is the imperative form, (3) contains functions meme comic speech acts, as many as 16 functions assertive, expressive function as much as 9 function as much as 4 directive, declarative function 1 and function as commissive no. Among these functions are functions which are predominant use memes are assertive function. Assertive function can be divided into three, namely assertive assert, assertive announced, and assertive suspect. Assertive more dominant function used for the function is useful as an expression of speech asserts, suspect, and announced something to the hearerkeyword : of speech acts, the form of speech act, speech act function, meme comic
Bentuk dan Kesantunan Tindak Tutur Guru dan Siswa pada Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas X AK A dan AK B SMK Negeri 1 Singaraja ., Dewa Gede Acharya G.P.; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5299

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) bentuk tindak tutur guru pada kegiatan tanya jawab di kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja, 2) bentuk tindak tutur siswa, 3) kesantunan tindak tutur guru, dan 4) kesantunan tindak tutur siswa. Peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek guru dan siswa kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja. Pengumpulan data dengan metode observasi dan perekaman. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian: 1) bentuk penggunaan tindak tutur guru terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 17 (56,67%) tuturan, bermodus interogatif 5 (16,67%) tuturan, bermodus imperatif 8 (26,66%) tuturan. 2) bentuk penggunaan tindak tutur siswa terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 25 (83,33%) tuturan, bermodus interogatif 3 (10%) tuturan, dan bermodus imperatif 2 (6,67%) tuturan. 3) kesantunan tindak tutur guru ditemukan 5 prinsip kesantunan dari 6 prinsip yang ada, yaitu maksim kedermawanan 1 (3.33%) tuturan, maksim penghargaan 12 (40%) tuturan, maksim kesederhanaan 1 (3.33%) tuturan, maksim kemufakatan berjumlah 14 (46,67%) tuturan, dan maksim kesimpatisan 2 (6.67%) tuturan. 4) kesantunan tindak tutur siswa ditemukan 6 prinsip kesantunan dan 4 tuturan yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan 1 (3,33%) tuturan, maksim kedermawanan 1 (3,33%) tuturan, maksim penghargaan 8 (26,68%) tuturan, maksim kesederhanaan 4 (13,33%) tuturan, maksim kemufakatan 11 (36,67) tuturan, dan maksim kesimpatisan 1 (3,33%) tuturan. Tuturan siswa yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan yaitu 4 (13,33%) tuturan. Kata Kunci : bentuk tindak tutur, kesantunan, tanya jawab This research aims to describe 1) The form of a speech act of teachers activities in question and answer session in class X AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja, 2) The form of a speech act of students, 3)The Modesty of a speech act of teachers, and 3) The Modesty of a speech act of students. The Researcher used qualitative descriptive design and quantitative with the teachers and students classX AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja as the subjects. Data collection by the method of observation and recording. Data were analyzed by descriptive technique. The result of the research: 1) the form of the use of a speech act teachers consists of declarative -modus utterance 17 (56,67%) utterances, interrogative-modus 5 (16,67%) utterances, imperative-modus 8 (26,66%) utterances. 2) The form of the use of a speech act of students consists of declarative -modus 25 (83,33%) utterances, interrogative-modus 3 (10%) utterances, and , imperative-modus 2 (6,67%) utterances. 3) The Modesty of a speech act of teachers was found that 5 principles of modesty of 6 available principles, namely maxim of generosity 1 (3.33%) utterances, maxim of appreciation 12 (40%) utterances, maxim of simplicity 1 (3.33%) utterances, maxim of consensus 14 (46,67%) utterances, maxim of sympathy 2 (6.67%) utterances. 4) The Modesty of a speech act of students was found that 6 principles of modesty and 4 utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty, namely maxim of wisdom 1 (3,33%) utterances, maxim of generosity 1 (3,33%) utterances, maxim of appreciation 8 (26,68%) utterances, maxim of simplicity 4 (13,33%) utterances, maxim of consensus 11 (36,67) utterances, maxim of sympathy 1(3,33%) utterances. Utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty namely 4(13,33%) utterances.keyword : form of a speech act, modesty , question and answer
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI BERDASARKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN MEDIA VIDEO DEBAT BERNUANSA KONTROVERSIAL DI KELAS X.7 SMA LAB UNDIKSHA SINGARAJA ., Made Hendra Astika; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2590

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui langkah-langkah pembelajaran kontekstual dengan penggunaan media video debat bernuansa kontroversial untuk meningkatkan kemampuan menulis argumentasi, (2) mengetahui penggunaan pembelajaran kontekstual dengan media video debat bernuansa kontroversial dapat meningkatkan kemampuan menulis argumentasi, (3) dan mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran kjontekstual dengan menggnakan media video debat bernuansa kontroversial yang diterapkan guru untuk meningkatkan kemampuan menulis argumentasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.7 SMA Lab Undiksha Singaraja, sedangkan objeknya adalah keterampilan menulis argumentasi dengan media video debat bernuansa kontroversial. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode tes, dan metode angket. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data menulis argumentasi siswa dan langkah-langkah pembelajaran. Data tersebut dianalisis secara kualitatif. Sedangkan, data menulis yang dikumpulkan dengan metode tes dianalisis secara kuantitatif. Data respons siswa yang dikumpulkan dengan metode angket dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pembelajaran menulis dengan penerapan media video debat bernuansa kontroversial dapat diterapkan dalam beberapa langkah pembelajaran, (2) pembelajaran kontekstual dengan menggunakan media video debat bernuansa kontroversial dapat meningkatkan kemampuan menulis argumentasi. Ini terlihat pada nilai rata-rata awal siswa 65,30, setelah dilakukan penelitian pada siklus I menjadi 73,80 dan meningkat sebesar 79,04 pada siklus II, (3) siswa memberikan respon positif sehingga hasil belajar mereka meningkat.Kata Kunci : menulis, argumentasi,kontekstual, video debat bernuansa kontroversial Abstract The aims of this research are (1) to know the steps of learning process by using video debate which have controversial nuance to increase argumentation writing ability, (2) to figure out the usage of controversial video can increase argumentation writing ability, (3) and to figure out sudent’s response regarding the usage of video debate which have controversial nuance which is applied by the teacher to increase writing ability in making argumentation. This research used Classroom Action Research (CAR) concept which is carried out in two cycles. The subject of this research are the students of SMA Lab Undiksha Singaraja class X.7, and the object of this research is the ability of writing argument by using video debate which have controversial nuance. The method that used to collect the data in this research are test observation method and questioning method. Observation method was used to collect the data from how the student write an argumentation and the steps of learning process. The data was analyzed qualitatively. Whereas, data of writing which was collected by using test method was analyzed quantitatively and qualitatively. The result of this research showed that (1) the usage of video debate which have controversial nuance can increase students’s ability in writing argumentation. It can be shown from the first students’s average mark was 65,30, after the research done in cycle I became 73,80, and increased 79,04 in cycle II, (2) writing learning process which is applied with video debate media which have controversial nuance can be applied in some steps of learning process, (3) the students gave positive response, so that the result of their learning process increased.keyword : writing, argumentation, contextual, video debate which have controversial nuance
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROYEK DI KELAS VIII SMP TUNAS DAUD DENPASAR Suplig, Ni Made Silvia Aryanthi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i1.24536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan penjelasan mengenai pembelajaran bahasa Indonesia berbasis proyek pada siswa kelas VIII SMP Tunas Daud Denpasar yang meliputi : perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis proyek. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII yang berjumlah satu orang, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran bahasa Indonesia berbasis proyek pada siswa kelas VIII SMP Tunas Daud Denpasar. Data-data dikumpulkan dengan metode dokumentasi untuk menjawab permasalahan terkait perencanaan, metode observasi dan wawancara untuk menjawab permasalahan terkait pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Data-data yang telah terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis didapatkan hasil, yaitu (1) Pada perencanaan pembelajaran berbasis proyek ada beberapa sintak yang luput dari pandangan guru. (2) pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis proyek telah sesuai dengan kurikulum 2013 yang terdiri atas tiga kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup dan sesuai dengan prosedur pelaksanaan berbasis proyek, namun  hal-hal yang masih luput dari perhatian guru adalah penyampaian apersepsi, mengaitkan materi yang relevan, dan pemanfaatan alokasi waktu. (3) pelaksanaan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis proyek pada siswa kelas VIII SMP Tunas Daud Denpasar guru mengevaluasi pemahaman siswa terhadap teks yang dibahas melalui evaluasi proses
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS DISKUSI PADA SISWA KELAS VIII. 4 SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Luh Cintia Rosa Dewi; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 6, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9686

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks diskusi siswa di kelas VIII.4 SMP Negeri 2 Singaraja; (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca pemahaman teks diskusi siswa melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada siswa kelas VIII.4 SMP Negeri 2 Singaraja; dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks diskusi siswa di kelas VIII.4 SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah salah satu guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII.4 SMP Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada peningkatan aktivitas guru dan siswa dalam membaca pemahaman teks diskusi dalam menerapkan model pembelajaran CIRC. Hasil yang diperoleh juga meningkat; (2) skor rata-rata siswa pratindakan adalah 68. Pada siklus I, skor meningkat menjadi 78,95, dan meningkat pada siklus II menjadi 82,5; dan (3) respons siswa yang berkaitan dengan minat, bakat, sikap, motivasi, dan tujuan juga meningkat dari siklus I ke siklus II, yakni dari 44,07 menjadi 47,11. Peneliti menyarankan agar hasil penelitian ini dapat diterapkan oleh guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks diskusi siswa.Kata Kunci : membaca pemahaman, teks diskusi, model CIRC The objective of this research are (1) to describe the activity of the teachers and the students in the implementation of learning model of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) to increase reading comprehension text discussion ability of the eighth 4 grade students of SMP Negeri 2 Singaraj;, (2) to describe the students enhancement of reading comprehension text discussion ability through Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model of the eighth 4 grade students of SMP Negeri 2 Singaraja; in addition; and (3) to describe students’ respond of the implementation of CIRC learning model for increase the ability of reading comprehension text discussion of the Eighth 4 grade students of SMP Negeri 2 Singaraja. This research was classroom action research. The subject of this research is one of Indonesia language teacher and the eighth 4 grade students of SMP Negeri 2 Singaraja. The method that were used to collect the data were observation, questionnaire test, and interview. The data were analyzed by using quantitative and qualitative analysis technique. The result of research showed that was (1) enhancement of teachers and students activity in learning reading comprehension text discussion process of the implementation of CIRC learning model. The findings clearly increased too; (2) the mean score of the students was 68. In the first cycle the score increased to 78.95 and more increased in cycle II to 82.5; dan (3) the student’s respond which related to their interests, talents, attitudes, motivations, and intensions also increased in cycle I to cycle II from 44.07 to 47.11. The researcher suggest the finding of this research could applied by Indonesia language teachers to increase the students’ reading comprehension text discussion ability. keyword : comprehension text ability, text discussion, and CIRC model
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA DALAM IKLAN ROKOK SAMPOERNA A-MILD ., Luh Krisya Bawanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur frasa iklan rokok Sampoerna A-Mild, (2) mendeskripsikan struktur klausa iklan rokok Sampoerna A-Mild, (3) mendeskripsikan struktur kalimat iklan rokok Sampoerna A-Mild, (4) mendeskripsikan struktur morfologis iklan rokok Sampoerna A-Mild, dan (5) mendeskripsikan daya persuasif iklan rokok Sampoerna A-Mild. Subjek penelitian ini adalah wacana Iklan rokok Sampoerna A-Mild. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak ditemukan adanya struktur frasa dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild, (2) struktur klausa dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild yang ditemukan sebanyak satu buah, yaitu struktur subjek-predikat (S-P), (3) struktur kalimat dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild ditemukan sebanyak 15 buah, meliputi struktur (S-P) sebanyak sembilan buah iklan, struktur (P-S) sebanyak satu buah iklan, struktur (S-P-O) sebanyak tiga buah iklan, struktur (S-P-O-K) sebanyak satu buah iklan, dan struktur (K-P) sebanyak satu buah iklan, (4) struktur morfologis dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild meliputi afiksasi (prefiks meN-,ber-, di-, ter-; sufiks -nya, -in; konfiks per-an; imbuhan gabung meN-kan) dan reduplikasi, (5) daya persuasif dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild meliputi daya rasional dan daya emosional yang terdiri atas dua iklan yang memiliki aspek seks, tiga iklan yang memiliki aspek rasa takut, dan sepuluh iklan yang memiliki aspek animasi. Kata Kunci : penggunaan bahasa, iklan rokok Sampoerna A-Mild This study aims to (1) describe the structure of the phrase ad-Sampoerna A Mild cigarettes, (2) describe the structure of the clause ad-Sampoerna A Mild cigarettes, (3) describe the structure of sentences ad-Sampoerna A Mild cigarettes, (4) describe the morphological structure of advertising Sampoerna A Mild cigarette-and (5) describe the power of persuasive advertising-Sampoerna A Mild cigarette. The subjects were discourse Ad-Sampoerna A Mild cigarettes. The object of this research is the use of language in the ad-Sampoerna A Mild cigarettes were assessed from descriptive and persuasive language. Collecting data in this study using documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that (1) did not reveal any structural phrases in ad-Sampoerna A Mild cigarettes, (2) the structure of the clause in the ad-Sampoerna A Mild cigarettes are found as many as one piece, which is the subject-predicate structure (S-P), (3) the structure of the sentence in the ad-Sampoerna A Mild cigarettes found as many as 15 pieces, including structure (S-P) as many as nine ads, structure (P-S) as a single ad, structures (S-P-O) as many as three pieces of advertising, structure (S-P-O-K) as an advertising piece, and structures (K-P) as one piece, (4) morphological structure in cigarette advertising Sampoerna A Mild-covering affixation (prefix meN-, ber-, di-, ter-; suffix -nya, -in; konfiks per-an; affixes joined meN-kan) and reduplication. (5) persuasive power in cigarette advertising Sampoerna A Mild include power-rational and emotional power that consists of two ads that have a sexual aspect, three ads that have aspects of fear, and ten ads that have animation aspects.keyword : the use language, ad-Sampoerna A Mild cigarettes
ANALISIS STRUKTUR DAN KEBAHASAAN BUKU MOHAMMAD HATTADAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BIOGRAFI DI KELAS X KURIKULUM 2013 Wibawa, Ida Bagus Mas Permana; Sutama, I Made; Yasa, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan kebahasaan buku yang berjudul Mohammad Hatta serta relevansinya terhadap pembelajaran menulis teks biografi di kelas X kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah buku Mohammad Hatta terbitan C-Klik Media sedangkan objek penelitian ini adalah struktur dan kebahasaan buku Mohammad Hatta serta relevansinya terhadap pembelajaran menulis teks biografi kelas X Kurikulum 2013. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menginterpretasikan data dengan kata-kata dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian, yaitu (1) Dari segi struktur, buku Mohammad Hatta mengandung keseluruhan stuktur teks biografi meliputi, orientasi, peristiwa dan masalah, serta reorientasi, (2) Buku Mohammad Hatta juga mengandung kebahasaan teks biografi meliputi, kata kerja, rujukan kata, kata hubung serta kata yang menunjukkan peristiwa, waktu, dan tempat, (3) Buku Mohammad Hatta memiliki relevansi dalam pembelajaran menulis teks biografi.
KETERAMPILAN BERARGUMENTASI LISAN purwakanthi, raka lucy
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v1i1.281

Abstract

KETERAMPILAN BERARGUMENTASI LISAN DALAM PRESENTASI TUGAS KELOMPOK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIIIF SMP NEGERI 3 MENGWI oleh A.A. Raka Lucy Purwakanthi, NIM 0812011089 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterampilan berargumentasi lisan siswa dalam presentasi tugas kelompok pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIIIF SMP Negeri 3 Mengwi, (2) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi siswa dan guru saat berargumentasi lisan dalam presentasi tugas kelompok pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIIIF SMP Negeri 3 Mengwi, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penugasan berargumentasi lisan dalam tugas presentasi melalui tugas kelompok pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIIIF SMP Negeri 3 Mengwi. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VIIIF SMP Negeri 3 Mengwi yang berjumlah 40 orang siswa, dan seorang guru bidang bahasa dan sastra Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripitif kualitatif-kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode tes, metode wawancara, dan metode angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterampilan berargumentasi lisan siswa dalam presentasi tugas kelompok pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIIIF SMP Negeri 3 Mengwi, tergolong baik, (2) dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan model presentasi tugas kelompok, guru dan siswa mengalami berbagai kendala, antara lain , guru merasa sulit mencari media yang mendukung pembelajaran, sarana yang dimiliki SMP Negeri 3 Mengwi masih terbatas, waktu yang tersedia dalam pembelajaran bahasa Indonesia relatif singkat, dan guru merasa sulit dalam menggunakan fasilitas sekolah, karena penggunaan fasilitas tersebut harus minta izin terlebih dahulu, kendala yang dialami siswa, yakni materi yang dipelajari saat presentasi tugas kelompok dirasa sulit, siswa mengalami kesulitan dalam bekerja secara berkelompok, dan siswa merasa malu saat menyampaikan argumentasi, dan (3) pembelajaran bahasa Indonesia dengan model presentasi tugas kelompok direspons positif oleh siswa. Kata kunci: berargumentasi lisan, presentasi tugas kelompok

Page 18 of 122 | Total Record : 1214