cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
PEMBELAJARAN MEMPRODUKSI TEKS CERITA PENDEK BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI KELAS XI IPB SMA NEGERI 1 SEMARAPURA Pande Kadek Lita s .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; I Made Astika, S.Pd., M.A. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15098

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI IPB dan siswa kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura. Objek penelitian ini adalah pembelajaran memproduksi teks cerita pendek. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan, pertama, perencanaan pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPBSMA Negeri 1 Semarapura sudah sesuai dengan komponen dan sistematika penyusunan RPP kurikulum 2013. Kedua, pelaksanaan pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura sudah menggunakan pendekatan saintifik. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran sudah melibatkan lima keterampilan, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Ketiga, evaluasi pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura sudah sesuai dengan penilaian autentik. Dalam penilaian autentik evaluasi dilakukan melalui 3 jenis penilaian, yaitu penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan.Kata Kunci : pembelajaran, memproduksi, teks cerita pendek, kurikulum 2013 This study aimed to describe the planning, implementasion and evalution of learning to produce story text based on the curriculum of 2013 in class XII IPB SMA Negeri 1 Semarapura. this research used descritive qualitative design. the subject of study were indonesia teacher who teach in class XII IPB and students of class XI IPB SMA N 1 Semarapura . the object of study is learning to produce short story. The data collection method used documentasion , observation and interview. The result of study show that . first the lesson plan to produce short story text based of curriculum of 2013 in the class XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura. In accordance with the component and sytem of the component and sytem of the preparation of RPP Curriculum 2013 second the implementasion of learning to produce short story text based on the 2013 curriculum 2013 curriculum in the class XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura has used a scientific approach. the application of the scientific approach to learning involve five skill : observation, asking, traying reasoning and communicating .third the evalution od learning to produce short story text based of curriculum 2013 in class XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura. In accordance with the authentic assesment . in the assesment evalution is done throught 3 types of assesment namely assessment of attitude, skill, dan knowledge.keyword : producing, short story text and curriculum 2013
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja terhadap Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sawan Putu Herlyn Novita Dewi .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh kegiatan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja terhadap keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sawan (2) kualitas karya ilmiah yang dihasilkan oleh siswa kelas XI anggota Kelomok Ilmiah Remaja dengan yang bukan anggota Kelomok Ilmiah Remaja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Ex Post Facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sawan tahun ajaran 2017/2018. Sampel pada penelitian ini adalah 30 siswa yang menjadi anggota KIR, dan 30 siswa yang bukan anggota KIR. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Data dikumpulkan telah dianalisis menggunakan metode analisis data statistik dengan menggunakan teknik uji T dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh kegiatan ekstrakurikuler KIR terhadap keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sawan. Hal ini ditunjukkan pada nilai thitung > ttabel (6,907 > 2,001) dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak. (2) Terdapat perbedaan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan oleh siswa anggota KIR dengan siswa yang bukan anggota KIR. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata nilai siswa anggota KIR 79,27 sedangkan rata-rata nilai siswa bukan anggota KIR 70,30. Saran dalam penelitian ini (1) siswa diharapkan lebih mudah termotivasi untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler KIR, (2) guru diharapkan mampu mendorong motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler KIR, (3) bagi sekolah hasi penelitian ini diharapkan kepada kepala sekolah mampu menggunakan ini sebagai dasar untuk meningkatkan penulisan karya ilmiah melalui kegiatan ekstrakurikuler KIR.Kata Kunci : ekstrakurikuler KIR, keterampilan menulis, karya ilmiah This study aims to determine (1) the influence of extracurricular activities of Youth Scientific Club on the scientific writing skills of grade XI students of SMA Negeri 1 Sawan (2) the quality of scientific work produced by the XI class students of the Youth Scientific Club with non-members of the Youth Scientific Club. This study used Ex Post Facto research design. The population of this study is all students of class XI SMA Negeri 1 Sawan academic year 2017/2018. The sample of this study is 30 students who are the members of YSC, and 30 students who are not the members of YSC. The method of data collection uses documentation method. The data collected is analyzed using T-test technique and analyzed descriptively quantitatively. The results of this research are (1) there is influence of KIR extracurricular activity to the writing skill of the students of grade XI of SMA Negeri 1 Sawan. This is shown by the value of tcount> ttable (6,907> 2,001) and significant value 0,000
Penerapan Metode Bermain Peran pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Fabel di Kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja LUH PANDE AYU S .; Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran teks fabel siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja dengan penerapan metode bermain peran yang meliputi aspek penerapan, respons, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Singaraja. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja. Objek penelitian ini adalah penerapan , respons, dan kendala-kendala penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran teks fabel. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan beberapa metode yakni: (1) metode observasi untuk mengamati proses pembelajaran berdasarkan aktivitas guru dan siswa selama belajar dengan metode bermain peran, (2) metode dokumentasi untuk mengumpulkan data berkaitan dengan keterampilan siswa memerankan teks fabel berdasarkan metode bermain peran, (3) metode wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru saat pembelajaran teks fabel siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja dengan penerapan metode bermain peran,dan (4) metode kuisioner untuk mengetahui respons siswa dalam menggunakan metode bermain peran. Data observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif,sedangkan data hasil angket kuisioner dengan teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa (1) penerapan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia materi fabel kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja berlangsung dengan baik, (2) respons siswa terhadap penerapan metode bermain peran di kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja sangat positif (27,73) dan, (3) kendala-kendala guru dalam penerapan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja ialah yang pertama kurangnya kesiapan siswa kurang, pembelajaran yang membosankan, kurangnya motivasi guru terhadap siswa.Kata Kunci : bermain peran, pembelajaran, teks fabel This research has purpose to investigate the fable text of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja in applying the role play method which consists of some aspects such as the application, responses, and some problems which are faced by the Indonesian teacher at SMP Negeri 2 Singaraja. The research designs are descriptive-qualitative and quantitative. The subjects of the study are the Indonesian teacher and the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja. The objects of the study are the application, responses, and some problems in applying the role play in the fable text material. The data which are got were collected in some methods, such as: (1) observation method to observe the learning process based on the teacher activity and the students during the learning in the role play, (2) the documentation method to collect the data which are related to the students’ skill in playing the fable text based on the role play method, (3) the interview method to know some problems which are faced by the teacher in teaching the fable text of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja in applying the role play method, and (4) the questionnaire method to know the responses of the students in using the role play method. The observation data and interview are analyzed in the descriptive-qualitative technique, while the result of the quetionnaire is analyzed in the descriptive-quantitative technique. Based on the data analysis, it was found that (1) in applying the role play method of the fable text in the Indonesian subject, it can be done well, (2) the responses of the students in applying the role play method of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja is very positive (27,73), and (3) the problems of the teacher in applying the role play method in Indonesian subject at the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja are, the first is the low of readiness of the students, the second is the learning which is boring, and the last is the low motivation of the teacher to the students.keyword : role play, learning, the fable text
PEMBELAJARAN TEKS FABEL BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA SISWA KELAS VII.A1 SMP NEGERI 4 SINGARAJA Putu Dianty Dewi .; Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) kendala-kendala yang dialami guru dalam pembelajaran teks fabel berdasarkan Kurikulum 2013 di SMP Negeri 4 Singaraja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa bahasa Indonesia kelas VII.A1. Objek penelitian yaitu (1) rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3) kendala-kendala yang dialami guru. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan motode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) alokasi waktu pada rencana pembelajaran 2 x 40 menit tidak sesuai dengan silabus, (2) guru menerapkan langkah-langkah yang tidak sesuai dengan pendekatan berbasis teks, (3) pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai dengan rencana pembelajaran, guru meminta siswa berdiskusi di luar kelas, (4) kendala yang dialami, guru belum memahami pendekatan pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini meliputi, (1) rencana pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan silabus, (2) pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan pendekatan yang diterapkan, meskipun pada perencanaan tidak sesuai, (3) kendala yang dialami guru adalah keterbatasan pengetahuan mengenai pendekatan pembelajaran. Peneliti penyarankan (1) guru perlu menyusun RPP sesuai dengan pedoman penulisan, langkah-langkah pembelajaran harus sesuai dengan pendekatan pembelajaran, dan pelaksanaan sesuai dengan RPP, (2) kepala sekolah perlu memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan, (3) peneliti lain hendaknya melakukan penelitian dengan kajian yang lebih luas.Kata Kunci : pembelajaran, teks, fabel, kurikulum 2013 This research has purposes to describe (1) the lesson plan, (2) learning activity, (3) the obstacles which happen to the teacher in learning fable text based on the Curriculum 2013 at SMP Negeri 4 Singaraja. The research design which is used is descriptive qualitative design. The subjects of the research are the teacher and the Indonesian students of VII A1. The objects of the research are (1) the lesson plan, (2) learning activity, (3) the obstacles which happen to the teacher. The research data are collected through documentation method, observation, and interview. The technique of data analysis in this research are data reduction, data display, and conclusion. The results of the research show that (1) the time allotment on the lesson plan (2 x 40) is not appropriate to the syllabus, (2) the steps which are applied by the teacher are not appropriate to the text-based approach, (3) the learning activity is not appropriate to the lesson plan, the teacher asks the students to discuss outside the classroom, (4) the obstables which happen to the teacher, the teacher cannot understand the learning approach. The results of this research are, (1) the lesson plan is not appropriate to the syllabus yet, (2) the learning activity which is done has been appropriate to the approach which is already applied, although on the planning is not appropriate, (3) the obstacles which happen to the teacher is the knowledge limitation of the learning approach. The researcher suggests (1) the teacher needs to arrange the lesson plan based on the writing guideline, the learning steps should appropriate to the learning approach, and the implementation should appropriate to the lesson plan, (2) the headmaster should give a chance to the teacher to join the training, (3) the other researchers should do a research with a broaden study.keyword : learning, text, fable, Curriculum 2013
PENERAPAN PROGRAM GURU PEMBELAJAR MODA DARING KOMBINASI TERHADAP GURU BAHASA INDONESIA TINGKAT SMA DI KABUPATEN GIANYAR NI PUTU YUNA MARTIKA .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15108

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) penerapan program guru pembelajar moda daring kombinasi dan (2) kendala-kendala penerapan program guru pembelajar moda daring kombinasi. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan program guru pembelajar dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menerapkan moda daring kombinasi. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi berupa modul dan metode wawancara berupa pedoman wawancara. Instrumen menggunakan alat perekam dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini ialah (1) penerapan program guru pembelajar moda daring kombinasi memenuhi tahapan, yaitu kegiatan awal, guru mampu mengenal konsep dan sistem guru pembelajar moda daring kombinasi; pada inti pembelajaran, guru mampu menjawab modul; dan pada kegiatan akhir, guru mampu melaporkan hasil pembelajaran. (2) kendala-kendala guru adalah guru belum terbiasa menggunakan laptop karena faktor usia, server sulit tersambung ke aplikasi LMS, dan konten lembar kerja sering tumpang tindih. Simpulan penelitian ini adalah (1) penerapan program guru pembelajar moda daring kombinasi telah efektif dan sesuai dengan tahapan-tahapan, serta (2) kendala-kendala yang ditemui oleh mentor adalah dari guru pembelajar.Kata Kunci : program guru pembelajar moda daring kombinasi This study aims to examine (1) implementation of a combined mode learner online teacher program and (2) the obstacle implementation of combined mode learner online teacher program. This study uses descriptive qualitative approach. The subject of this study I the teacher. The objects this study are the implementation of a learner teacher program and the abstacles that the teacher faced in applying a combination mode online. Data was collected using dokmentation method and interview method in form of interview guide. The instruments used are recording device and interview guide.the result ofthis study are (1) the implementation of a combined online mode learner teacher program meets expectations, that is at initial activities teachers are able to recognize the concept and system of teacher learner in online combination mode, at the core learning, teacher are able to answer the module, and at the end of learning, teachers are able to report on learning outcomes. (2) the obstacles are teacher are not able to use laptop, server is difficult to connect to LMS apps, and work sheet content after overlaps. Conclusions of this study (1) the implementation of a combined online mode learner teacher program (2) the obstacles ebcountered by thr mentor are from the learner teacher.keyword : combined online mode learner teacher program
TINJAUAN TERHADAP PENULISAN BERITA PADA MAJALAH SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 SINGARAJA TAHUN 2016 I Wayan Agus Wiratama .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .; Dr. Gde Artawan,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15119

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Singaraja. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan (1) kualitas berita yang dimuat pada Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja ditinjau dari segi konten dan (2) kualitas berita yang dimuat pada Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja ditinjau dari segi kebahasaan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif-kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Majalah Kharisma yang diproduksi oleh SMA Negeri 4 Singaraja, sedangkan objek pada penelitian ini adalah berita yang dimuat dalam Majalah Kharisma. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan instrumen penelitian berupa pedoman rubrik penilaian, pedoman kategori penilaian, pedoman teknik penilaian, dan kartu data. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kualitas berita yang dimuat dalam Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja yang ditinjau dari segi konten berkualitas “cukup” dengan skor 62,25. Secara keseluruhan kualitas berita yang dimuat dalam Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja ditinjau dari segi kebahasaan berkualitas “cukup” dengan skor 62. Ada beberapa hal menarik yang telah ditemukan yakni keseluruhan berita telah mengandung nilai berita. Namun, tidak adanya berita yang memuat nilai dampak berita dan penulisan lead yang belum fasih namun telah memenuhi syarat sebagai lead. Hal ini dapat dilihat dari setiap berita yang dimuat.Kata Kunci : Jurnalistik, majalah sekolah, dan kualitas berita This study was conducted in SMA Negeri 4 Singaraja. The goals of this study were to (1) describe the quality of the news which were published in Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja reviewed in terms of content and (2) the quality of the news which were published in Majalah Kharisma SMA Negeri 4 SIngaraja in terms of language. The research design used in this was descriptive-quantitative. The subject in this study was Majalah Kharisma which was produced by SMA Negeri 4 Singaraja, while the object of this study was the news which were published in Majalah Kharisma. This study used data collection method in terms of documentation and the research instruments were assessment guidance rubric, assessment category, assessment category guidelines, assessment technique guidelines, and data cards. Method of data analysis used was descriptive quantitative. The results showed that generally the quality of news which was published in Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja reviewed in terms of content was in “Adequate” quality with a score of 62,25. Generally, the quality of news which was published in Majalah Kharisma SMA Negeri 4 Singaraja reviewed in terms of language was in “Adequate” quality with a score of 62. There were several interesting things found that the whole news has contained news value. However, the absence of news that contained the value of news impacts and the writing of leads that have not eloquent but have qualified as leads. This can be seen from any news published.keyword : journalism, school magazine, news quality.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BUZZ GROUP DALAM PEMBELAJARAN MENULIS RESENSI CERITA PENDEK DI KELAS XI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Desak Nyoman Sri Yogini .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan prestasi siswa dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek dengan menggunakan metode buzz group, (2) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek, dan (3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskiptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI SMK Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini yaitu penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, angket/kuesioner, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa memperoleh prestasi yang baik dengan digunakannya metode buzz group. Dari 121 orang siswa, sebanyak 91 orang siswa (75.22%) mendapatkan nilai dengan kategori baik, (2) hasil kuesioner menunjukkan, dari 121 orang siswa, sebanyak 80 orang siswa (66.13%) memberikan respons positif terhadap penggunaan metode buzz group dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan metode buzz group yaitu dari segi waktu dan lingkungan belajar siswa. Penggunaan metode buzz group ini efektif digunakan dalam pembelajaran menulis resensi cerita pendek.Kata Kunci : pembelajaran, cerita pendek, metode buzz group, menulis, resensi This study aimed to (1) describe the students' achievement in short story review writing by using the buzz group method, (2) to describe the student's response to the use of buzz group method in short story review writing, and (3) to describe the struggles faced by teachers when using the buzz group method in short story review writing lessons. This research uses descriptive qualitative and descriptive quantitative research design. The subjects of this study were teachers and students of grade XI SMK Negeri 3 Singaraja. The object of this research was the use of buzz group method in learning writing short story reviews. Methods of data collection used were the method of observation, test, questionnaire, and interview. The data obtained was analyzed by qualitative descriptive and descriptive quantitative analysis. The results of this study indicated that (1) students got good achievement with the use of buzz group method. From 121 students, 91 students (75.22%) got good grades, (2) result of questionnaire showed that from 121 students, 80 students (66.13%) responded positively to the use of buzz group method in learning writing short story reviews, and (3) struggles faced by teachers when using the buzz group method were in terms of time and student learning environment. The use of the buzz group method was effectively used in short story review writing lessons.keyword : learning, short stories, buzz group methods, writing, reviews
KISAH-KISAH TANTRI: NILAI, PERANAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS FABEL KELAS VII KURIKULUM 2013 KOMANG SUMANTINI .; I Made Astika, S.Pd., M.A. .; Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15150

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri, (2) peranan Kisah-Kisah Tantri dalam pendidikan karakter, dan (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri terhadap pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik membaca, mungutip, dan mencatat. Instrumen menggunakan kartu data dan catatan-catatan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri meliputi: nilai peduli lingkungan, religius, mandiri, demokratis, jujur, disiplin, cinta damai, bersahabat/komunikatif, kerja keras, tanggung jawab, kreatif, rasa ingin tahu, dan peduli sosial. (2) Peranan Kisah-Kisah Tantri tampak dari segi Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama dan dari segi muatan nilai. Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama yaitu memiliki peran sebagai berikut: untuk mengembangkan aspek kepribadian dan mengembangkan karakter anak didik, sebagai sumber bacaan yang memperkaya khasanah bangsa, berperan untuk menyampaikan pesan tentang baik dan buruk dalam perilaku, berperan dalam pembelajaran sastra untuk menerapkan pendidikan karakter, dan berperan untuk mengenali berbagai karakter atau sifat manusia, sedangkan dari segi muatan nilainya berperan sebagai patokan atau kontrol perilaku sosial, berperan sebagai panutan atau contoh, dan dapat dijadikan sebagai bahan renungan tentang kehidupan. (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri dalam pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013 tampak pada ciri Kisah-Kisah Tantri sebagai teks fabel, kandungan nilai dalam Kisah-Kisah Tantri, dan struktur cerita (orientasi, koplikasi, resolusi, dan koda).Kata Kunci : Kisah-Kisah Tantri, pendidikan karakter, kurikulum 2013 This study aimed to review (1) the values of characters in Kisah-Kisah Tantri (2) the role of the Kisah-Kisah Tantri in character education, and (3) the relevance of Kisah-Kisah Tantri to the learning of fable text in class VII curriculum 2013. This research used descriptive qualitative approach. Data were collected by using documentation method with reading, quoting, and taking notes. The instruments used in data collection were data cards and field notes. The results of this study showed that (1) the character value in the Kisah-Kisah Tantri included: environmental awareness, religious, independent, democratic, honesty, discipline, tranquility, friendly/communicative, hard working, responsibility, creative, curiosity and social awareness. (2) The role of Kisah-Kisah Tantri appeared from the Kisah-Kisah Tantri can be seen as old literary works and from the value aspect. Kisah-Kisah Tantri as an old literary works had the following role such as: to develop personality aspect and develop the character of the students, as a source of reading that enriches the valuable object of the nation, as a role to convey the message of good and bad in terms of behavior, played a role in the study of literature to apply character education, and played as a role in recognizing various characters or human nature, while in terms of content value acted as a benchmark or control of social behavior, acted as role model or example, and can be used as a reflection into real life. (3) The relevance of the Kisah-Kisah Tantri in the fable text learning in class VII in curriculum 2013 appeared on the features of the Kisah-Kisah Tantri as fable texts, the content value in the Kisah-Kisah Tantri, and the generic structure of the story (orientation, complication, resolution, and the ending of the story)keyword : Kisah-Kisah Tantri, character education, curriculum 2013
KISAH-KISAH TANTRI: NILAI, PERANAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS FABEL KELAS VII KURIKULUM 2013 KOMANG SUMANTINI .; I Made Astika, S.Pd., M.A. .; Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15156

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri, (2) peranan Kisah-Kisah Tantri dalam pendidikan karakter, dan (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri terhadap pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik membaca, mungutip, dan mencatat. Instrumen menggunakan kartu data dan catatan-catatan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri meliputi: nilai peduli lingkungan, religius, mandiri, demokratis, jujur, disiplin, cinta damai, bersahabat/komunikatif, kerja keras, tanggung jawab, kreatif, rasa ingin tahu, dan peduli sosial. (2) Peranan Kisah-Kisah Tantri tampak dari segi Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama dan dari segi muatan nilai. Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama yaitu memiliki peran sebagai berikut: untuk mengembangkan aspek kepribadian dan mengembangkan karakter anak didik, sebagai sumber bacaan yang memperkaya khasanah bangsa, berperan untuk menyampaikan pesan tentang baik dan buruk dalam perilaku, berperan dalam pembelajaran sastra untuk menerapkan pendidikan karakter, dan berperan untuk mengenali berbagai karakter atau sifat manusia, sedangkan dari segi muatan nilainya berperan sebagai patokan atau kontrol perilaku sosial, berperan sebagai panutan atau contoh, dan dapat dijadikan sebagai bahan renungan tentang kehidupan. (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri dalam pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013 tampak pada ciri Kisah-Kisah Tantri sebagai teks fabel, kandungan nilai dalam Kisah-Kisah Tantri, dan struktur cerita (orientasi, koplikasi, resolusi, dan koda).Kata Kunci : Kisah-Kisah Tantri, pendidikan karakter, kurikulum 2013 This study aimed to review (1) the values of characters in Kisah-Kisah Tantri (2) the role of the Kisah-Kisah Tantri in character education, and (3) the relevance of Kisah-Kisah Tantri to the learning of fable text in class VII curriculum 2013. This research used descriptive qualitative approach. Data were collected by using documentation method with reading, quoting, and taking notes. The instruments used in data collection were data cards and field notes. The results of this study showed that (1) the character value in the Kisah-Kisah Tantri included: environmental awareness, religious, independent, democratic, honesty, discipline, tranquility, friendly/communicative, hard working, responsibility, creative, curiosity and social awareness. (2) The role of Kisah-Kisah Tantri appeared from the Kisah-Kisah Tantri can be seen as old literary works and from the value aspect. Kisah-Kisah Tantri as an old literary works had the following role such as: to develop personality aspect and develop the character of the students, as a source of reading that enriches the valuable object of the nation, as a role to convey the message of good and bad in terms of behavior, played a role in the study of literature to apply character education, and played as a role in recognizing various characters or human nature, while in terms of content value acted as a benchmark or control of social behavior, acted as role model or example, and can be used as a reflection into real life. (3) The relevance of the Kisah-Kisah Tantri in the fable text learning in class VII in curriculum 2013 appeared on the features of the Kisah-Kisah Tantri as fable texts, the content value in the Kisah-Kisah Tantri, and the generic structure of the story (orientation, complication, resolution, and the ending of the story)keyword : Kisah-Kisah Tantri, character education, curriculum 2013
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI SISWA KELAS VIII SMP MUTIARA SINGARAJA I Gusti Ayu Artha Prihaniwati .; Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15157

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penerapan model pembelajaran koopertif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf eksposisi siswa kelas VIII SMP Mutiara Singaraja, (2) hasil belajar menulis paragraf eksposisi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada kelas VIII SMP Mutiara Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Mutiara Singaraja dan objek yang dikaji adalah penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis paragraf eksposisi, dan kemampuan siswa dalam menulis paragraf eksposisi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan dua hal berikut, (1) Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam menulis paragraf eksposisi adalah siswa dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen, setiap kelompok menentukan satu tema bebas untuk dikembangkan, perwakilan kelompok mempresentasikan pekerjaannya, siswa kembali ke bangku masing-masinguntukmenerima tes. (2) Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti dapat meningkat. Skor rata-rata siswa pratindakan adalah 69,77. Pada siklus I, skor meningkat menjadi 77,41, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 83,90. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar model pembelajaran ini dapat diterapkan oleh guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf eksposisi siswa.Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, STAD, meningkatkan, eksposisi The aim of research action class is (1) to know about the steps of cooperative learning type STAD to improve the student skill in writing exposition paragraph at VIII grades of SMP Mutiara Singaraja. (2) the learning outcomes of this writing skill in exposition paragraph use learning cooperative type STAD at VIII grades of SMP Mutiara Singaraja. This research is research action class. The subject of this research is students at VIII grade of SMP Mutiara Singaraja and the object implemented strategy type STAD to improve student skill in writing exposition paragraph. The method 1of collecting data which which is used are observation and test methods. The data analysis technique of quantitatif and qualiaif. Based on e learnin oucomes f e daa analsis wic is done (1) the steps of the implementation learning cooperative type STAD in writing exposition paragraph is the students dividied info severval heterogen groups, later on each groups determine the theme, after presented, the students back to their own sit,.at least determine gives the test to know about the students outcomes.The students outcommes in stad. (2) the result of the students learning type STAD is improve the students writing exposition paragraph. The average score of the students in preaction is 66,77. On the 1st siklus increase to 77,41 and 83,90 on the 2nd siklus. This research may implemented in the classroom by the teacher the improve students writing exposition.keyword : learningcooperative, STAD, improving, exposition

Page 90 of 122 | Total Record : 1214