cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
ANALISIS KALIMAT IMPERATIF DALAM VIDEO TUTORIAL SKINCARE CLARIN HAYES DI YOUTUBE DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR DI SMA Anak Agung Sri Darmawanti; Made Sri Indriani; Made Astika
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20488

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan kalimat imperatif dalam video tutorial skincare Clarin Hayes di Youtube, dan (2) untuk mendeskripsikan kesesuaian video tutorial skincare Clarin Hayes di Youtube sebagai bahan ajar teks prosedur di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik analisi deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) video tutorial skincare Clarin Hayes menggunakan lima macam kalimat imperatif; kalimat imperatif permintaan paling banyak digunakan dalam video tutorial skincare Clarin Hayes; yang terdiri atas 9 kalimat imperatif biasa, 23  kalimat imperatif permintaan, 5 kalimat imperatif pemberian izin, 9 kalimat imperatif ajakan, dan 15 kalimat imperatif suruhan; (2) video tutorial skincare Clarin Hayes memiliki relevansi dengan pembelajaran teks prosedur di SMA; video tutorial Skincare Clarin Hayes memiliki struktur dan syarat sesuai dengan pembelajaran teks prosedur, semua struktur dan kaidah kebahasan dalam teks prosedur; terdapat dalam video tutorial skincare Clarin Hayes hanya saja menggunakan gaya bahasa nonbaku
PEMBELAJARAN MEMPRODUKSI TEKS CERITA PENDEK BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI KELAS XI IPB SMA NEGERI 1 SEMARAPURA Lita Swandewi; Gede Gunatama; Made Astika
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20501

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI IPB dan siswa kelas  XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura. Objek penelitian ini adalah pembelajaran memproduksi teks cerita pendek. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan, pertama, perencanaan pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura sudah sesuai dengan komponen dan sistematika penyusunan RPP kurikulum 2013. Kedua, pelaksanaan pembelajaran memproduksi teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura sudah menggunakan pendekatan saintifik.  Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran sudah melibatkan lima keterampilan, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Ketiga, evaluasi pembelajaran memproduksi teks cerita pendek  berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IPB SMA Negeri 1 Semarapura sudah sesuai dengan penilaian autentik. Dalam penilaian autentik evaluasi, dilakukan melalui 3 jenis penilaian, yaitu penilaian sikap, keterampilan, dan  pengetahuan.
APRESIASI SASTRA SECARA RESEPTIF TERHADAP TEKS PUISI SISWA KELAS X MIPA 9 DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA Ni Luh Putu Yumi Kusuma; Gede Gunatama; I Made Sutama
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20508

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja, (2) mendeskripsikan apresiasi sastra reseptif terhadap teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja, sedangkan objeknya adalah apresiasi sastra reseptif terhadap teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi teks puisi siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kartu data. Metode analisis data yang dilakukan ada tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja sudah cukup baik dalam memenuhi struktur fisik dan struktur batin puisi. Teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja sudah menggunakan struktur fisik berupa diksi (makna kias, simbol, dan rima), pengimajian, dan kata konkret. Teks puisi siswa kelas X MIPA 9 di SMA Negeri 1 Singaraja juga sudah menggunakan struktur batin berupa tema, nada dan suasana, serta amanat. Hasil apresiasi sastra secara reseptif terhadap teks puisi siswa ini adalah secara keseluruhan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
ANALISIS NASKAH DRAMA KARYA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 7 SINGARAJA DIKAJI DARI SEGI STRUKTUR DRAMATIK DAN PANDANGAN PARA TOKOH Ni Kd. Trisna Widiastuti; Ida Bagus Sutresna; Ida Ayu Made Darmayanti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20513

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur dramatik dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja, dan (2) pandangan para tokoh dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah naskah drama karya siswa kelas VIIIA SMP Negeri 7 Singaraja. Data yang dikumpulkan berupa struktur dramatik dan pandangan para tokoh. Hasil penelitian ini adalah (1) sebagian besar siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja sudah mampu membuat naskah drama dengan struktur dramatik yang lengkap dimulai dari bagian awal (eksposisi), komplikasi (konflik), bagian tengah (klimaks/krisis), bagian akhir (resolusi), dan simpulan (konklusi). Selain itu, terdapat siswa yang membuat naskah drama hanya terdiri atas empat bagian, tiga bagian, dan dua bagian struktur dramatik. (2) Naskah drama yang ditulis oleh siswa sebagian besar sudah menunjukkan pandangan tokoh yang terdapat pada dialog para tokoh. Siswa sudah mampu membuat pandangan para tokoh dengan baik. Siswa mengemas pandangan tersebut sesuai dengan yang mereka alami, lihat, ataupun dengar. Pandangan-pandangan yang ada pada naskah drama siswa meliputi: pandangan mengenai arti persahabatan, anak yang durhaka, pertengkaran, tolong menolong (sosial), kesehatan, dan tidak menyakiti makhluk hidup lainnya.
PEMBINAAN DAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH PADA EKSTRAKURIKULER KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA Ni Nyoman Dewi Narayukti; I Wayan Artika; I Wayan Rasna
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20520

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) proses pembinaan menulis karya ilmiah dalam ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, (2) penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, dan (3) keterkaitan pembinaan menulis karya ilmiah dengan penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) proses pembinaan menulis karya ilmiah pada ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) di SMA Laboratorium Undiksha, yang meliputi (a) pemberian materi dasar karya ilmiah, (b) berlatih menulis karya ilmah, dan (c) berlatih presentasi. (2) Ditemukan kesalahan penggunaan bahasa dalam karya ilmiah siswa, yakni kesalahan (a) ejaan dan (b) tata kalimat. (3) Penggunaan bahasa karya ilmiah siswa berkaitan dengan pembinaan yang diberikan oleh pembina.
PENGGUNAAN VIDEO ANAK “PERTUALANGAN ALICE DI NEGERI AJAIB” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS CERITA FANTASI DI KELAS VII H SMP NEGERI 2 SAWAN Kadek Rudy Saputra; I Made Sutama; Gede Gunatama
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20527

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 2 Sawan ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi dengan penggunaan video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” pada siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa menulis cerita fantasi melalui video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” pada siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan video anak “pertualangan Alice di negeri ajaib” dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi di kelas VII H SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas, yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan, (4) observasi dan evaluasi, dan (5) refleksi. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes, angket/ kuisioner, serta wawancara dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 77,58 atau mengalami peningkatan 8,75 dari nilai sebelumnya (prasiklus) 68,83. Nilai ratarata siklus II adalah 81,58 atau meningkat 4 poin dari siklus I dan meningkat 12,75 dari nilai rata-rata prasiklus. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 41,51 dalam kategori setuju dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 46,77 dalam kategori sangat setuju.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BAGI PEBELAJAR BIPA PEMULA DI UNDIKSHA Ni Made Candra Puspita Lestari; I Made Sutama; I Dewa Gede Budi Utama
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjabarkan desain pengembangan media pembelajaran visual bagi pebelajar BIPA pemula, (2) menguji validitas hasil pengembangan media pembelajaran visual, dan (3) mengetahui respon pebelajar BIPA terhadap media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan  (Research and Development), dan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa BIPA tingkat pemula di Undiksha. Objek penelitian adalah media pembelajaran flashcard. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode pencatatan dokumen, wawancara, dan angket. Untuk menganalisis data hasil penelitian, dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu, analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) desain pengembangan media pembelajaran flashcard sesuai dengan prosedur dan prinsip-prinsip media pembelajaran dan telah dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. (2) Hasil uji validitas ahli media pembelajaran menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard layak untuk dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran BIPA. (3) Respon peserta didik BIPA di Undiksha terhadap media pembelajaran flashcard mendapat kategori respon positif dengan rata-rata persentase 85,65%.
PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN TELEVISI “PADA ZAMAN DAHULU” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA FABEL PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 MENGWI Ida Ayu Gede Pramiari; I Wayan Wendra; Ni Made Rai Wisudariani
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20541

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (2) hasil penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (3) respons siswa terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi. Pengumpulan data penelitian ini menggunanakan metode (1) observasi, (2) tes, (3) angket, dan (4) wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat tiga langkah dalam pembelajaran menceritakan kembali isi cerita fabel yaitu pendahuluan, inti, dan penutup, (2) kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 59,35 (kurang), menjadi 70,11 (cukup) pada siklus I dan menjadi 81,41 (baik) pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dengan skor rata-rata respons siswa 30,88 (positif) pada siklus I menjadi 32,41 (sangat positif) pada siklus II.
PENGGUNAAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN DEBAT DI KELAS X SMA NEGERI 1 SAWAN Ni Luh Eka Sumiarti; Ida Bagus Putrayasa; I Wayan Wendra
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (2) respons siswa terhadap penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (3) kendala guru yang datang dari siswa dalam penggunaan metode problem solving pada pembelajaran debat di kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan metode problem solving dalam pembelajaran debat telah memenuhi prosedur, yaitu pada awal pembelajaran guru mampu mengarahkan siswa, pada inti pembelajaran siswa mampu mengikuti debat dengan maksimal, dan pada akhir pembelajaran siswa memperoleh gambaran mengenai metode problem solving dalam debat. (2) respons siswa sebagian besar positif, yakni menyenangi penuh metode problem solving, namun sebagian kecil kurang menyenangi metode problem solving. (3) kendala guru adalah dari segi siswa dan fasilitas. Simpulan penelitian ini adalah (1) penggunaan metode problem solving telah efektif dan sesuai prosedur. (2) respons siswa sebagian besar positif. (3) kendala yang ditemukan oleh guru adalah dari segi siswa dan fasilitas sekolah yang sangat terbatas.
PENGGUNAAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BIOGRAFI DI KELAS X SMAN 1 SUKASADA Ni Pt. Ayu Ratih; I Gede Nurjaya; Sang Ayu Putu Sriasih
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) prestasi siswa pada penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi di kelas X SMAN 1 Sukasada, (2) langkah-langkah penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi di kelas X SMAN 1 Sukasada, (3) respons siswa terhadap pelaksanaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi di kelas X SMAN 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek penelitian guru bahasa Indonesia dan siswa. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) prestasi siswa dengan menggunakan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi tergolong baik dengan rata-rata nilai 84,4, (2) penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks biografi telah memenuhi prosedur yang dipersyaratkan, yaitu (a) kegiatan pendahuluan guru mampu merangsang semangat siswa, (b) kegiatan inti siswa mampu menulis teks biografi sesuai struktur, dan (c) kegiatan penutup siswa mampu menyimpulkan materi yang diajarkan, (3) respons siswa terhadap penggunaan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks tergolong sangat positif.

Page 94 of 122 | Total Record : 1214