cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
PERANAN DESA PAKRAMAN DALAM MENERTIBKAN KRAMA TAMIU DI LINGKUNGAN BANYUASRI KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG Ni Nengah Septiari
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i2.22046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) Keberterimaan Desa Banyuasri terhadap krama tamiu di lingkungan desanya (2) Ketaatan krama tamiu yang berdomisili di desa pakraman Banyuasri terhadap peraturan kependudukan yang berlaku (3) Dampak penduduk pendatang terhadap kehidupan masyarakat Banyuasri baik dari segi sosial budaya, ekonomi, religius dan keamanan (4) Langkah-langkah strategi penertiban krama tamiu di desa pakraman Banyuasri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Kepala Desa Pakraman; Penyarikan Desa Pakraman; Lurah Banyuasri; Masyarakat Asli Banyuasri; Krama Tamiu Banyuasri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Keberterimaan Desa Banyuasri terhadap krama tamiu di lingkungan desanya sudah cukup baik mengikuti peraturan yang berlaku. (2) Ketaatan krama tamiu terhadap peraturan kependudukan yang berlaku sudah terbilang taat karena krama tamiu sudah mengikuti aturan baik itu peraturan kependudukan maupun awig-awig di desa pakraman Banyuasri. (3) Kedatangan krama tamiu berdampak terhadap kehidupan masyarakat Banyuasri yaitu dampak sosial budaya, ekonomi, religius dan keamanan. (4) Langkah-langkah strategi penertiban krama tamiu di desa pakraman Banyuasri yaitu menerapkan awig-awig, melakukan pengawasan secara komprehensif bagi krama tamiu, menerapkan sanksi yang tegas serta melaporkan kepada Kepala Desa Pakraman mengenai identitas krama tamiu yang menyewa rumah masyarakat Banyuasri.
TRADISI MAKEPUNG DALAM PEMERTAHANAN BUDAYA LOKAL DI KABUPATEN JEMBRANA (STUDI KASUS DI DESA KALIAKAH, KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA) I Kade Anggariyana
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i2.22047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) asal mula munculnya tradisi makepung di Desa Kaliakah; (2) pelaksanaan tradisi makepung di Desa Kaliakah; (3) strategi pemertahanan tradisi makepung di Desa Kaliakah; (4) kendala-kendala yang dihadapi dalam pemertahanan tradisi makepung di Desa Kaliakah dan Bagaimana alternatif pemecahannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yang terdiri dari; (1) Pemilik Kerbau pepadu di Desa Kaliakah; (2) Prebekel Desa Kaliakah; (3) Pengurus makepung di Desa Kaliakah. Data dikumpulkan dengan menggunakan; (1) metode observasi; (2) metode wawancara; (3) metode dokumentas; (4) metode kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) tradisi makepung di Desa Kaliakah berawal dari tahapan proses pengolahan tanah sawah menjadi lumpur. Kegiatan makepung di tanah sawah di Desa Kaliakah pertama kali dilakukan sekitar tahun 1930. Tradisi makepung di jalan sawah di Desa Kaliakah berkembang sekitaran tahun 1960 hingga sekarang. (2) tradisi makepung di Desa Kaliakah dilakukan dengan cara meletakan satu pasang kerbau di depan dan satu pasang di belakang dengan jarak 10 m. Jika pasangan kerbau yang berada di depan berjarak lebih dari 10 m dari pasangan kerbau yang berada di belakang maka pasangan kerbau yang di depan yang menjadi pemenangnya dan jika berjarak kurang dari 10 m, maka pasangan kerbau yang di belakang yang menjadi pemenangnya; (3) strategi pemertahanan tradisi makepung di Desa Kaliakah yaitu; a) menyediakan sarana berupa lintasan makepung, b) setiap tahunnya menyelenggarakan tradisi makepung, c) menggratiskan seluruh biaya dalam tradisi makepung; (4) kendala- kendala yang dihadapi dalam pemertahanan tradisi makepung di Desa Kaliakah yaitu; a) masalah modal, b) susahnya mencari bibit-bibit kerbau pepadu, c) sulitnya mencari rumput segar pada musim kemarau. Alternatif pemecahannya yaitu; a) adanya bantuan dana dari Pemerintah kepada para pemilik kerbau pepadu, b) bantuan penyediaan bibit-bibit kerbau pepadu dari pihak Pemerintah, c) mencari dan membeli pakan rumput segar dan pakan alternatif keluar Desa Kaliakah.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM POLITIK PASCA UU NO. 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DI KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG KOMANG FERRY LESMANA UDAYANA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i2.22048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui partisispasi perempuan pasca UU No 2 Tahun 2008 di kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng, (2) mengetahui alasan dan motivasi perempuan untuk ikut berpartisipasi di dunia perpolitikan, (3) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi perempuan untuk berpartisipasi dalam partai politik. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, lokasi penelitian di kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Subjek penelitian ini adalah kaum perempuan yang terlibat dalam kepengurusan politik di kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, kuesioner, observasi, kepustakaan, dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengelompokan data. Hasil penelitian menunjukan: (1) keterlibatan perempuan dalam perpolitikan sudah tinggi, ini terlihat dari hasil bahwa yang perempuan yang terlibat mencapai 32, 62% melebihi kuota 30 % yang telah ditentukan, (2) alasan dan motivasi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik yaitu hati nurani untuk memeperbaiki masalah bangsa, ingin memiliki kekuatan yang sama dengan laki-laki, (3) kendala yang dihadapi perempuan dalam perpolitikan yaitu: kesadaran berorganisasi yang kurang, adanya anggapan dunia politik penuh dengan kekerasan, tidak punya kepercayaan diri, dan perempuan kurang memanfaatkan potensinya.
PERANAN DESA PAKRAMAN DALAM MENERTIBKAN KRAMA TAMIU DI LINGKUNGAN BANYUASRI KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG Ni Nengah Septiari
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) Keberterimaan Desa Banyuasri terhadap krama tamiu di lingkungan desanya (2) Ketaatan krama tamiu yang berdomisili di desa pakraman Banyuasri terhadap peraturan kependudukan yang berlaku (3) Dampak penduduk pendatang terhadap kehidupan masyarakat Banyuasri baik dari segi sosial budaya, ekonomi, religius dan keamanan (4) Langkah-langkah strategi penertiban krama tamiu di desa pakraman Banyuasri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Kepala Desa Pakraman; Penyarikan Desa Pakraman; Lurah Banyuasri; Masyarakat Asli Banyuasri; Krama Tamiu Banyuasri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Keberterimaan Desa Banyuasri terhadap krama tamiu di lingkungan desanya sudah cukup baik mengikuti peraturan yang berlaku. (2) Ketaatan krama tamiu terhadap peraturan kependudukan yang berlaku sudah terbilang taat karena krama tamiu sudah mengikuti aturan baik itu peraturan kependudukan maupun awig-awig di desa pakraman Banyuasri. (3) Kedatangan krama tamiu berdampak terhadap kehidupan masyarakat Banyuasri yaitu dampak sosial budaya, ekonomi, religius dan keamanan. (4) Langkah-langkah strategi penertiban krama tamiu di desa pakraman Banyuasri yaitu menerapkan awig-awig, melakukan pengawasan secara komprehensif bagi krama tamiu, menerapkan sanksi yang tegas serta melaporkan kepada Kepala Desa Pakraman mengenai identitas krama tamiu yang menyewa rumah masyarakat Banyuasri.
Peranan Desa Pakraman Pengeragoan Dangin Tukad Kec. Pekutatan Kab. Jembrana dalam Menormalisasi Hubungan Solidaritas Sekaa Teruna-Teruni “Satya Dharma”. I Wayan Sumerta Yadnya
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22051

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaimana Peranan Desa Pakraman Pengeragoan Dangin Tukad Kec. Pekutatan Kab. Jembrana dalam Menormalisir Hubungan Solidaritas Sekaa Teruna-Teruni “Satya Dharma” (2) Bagaimana kendala-kendala yang dihadapi Desa Pakraman Pengeragoan Dangin Tukad Kec. Pekutatan Kab. Jembrana dalam Menormalisir Hubungan Solidaritas Sekaa Teruna-Teruni “Satya Dharma” (3) Bagaimana Upaya untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi Desa Pakraman Pengeragoan Dangin Tukad Kec. Pekutatan Kab. Jembrana dalam Menormalisir Hubungan Solidaritas Sekaa Teruna- Teruni “Satya Dharma”. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah para penglingsir, bedesa adat, kelian banjar, tokoh tokoh adat,, jero mangku, Sekaa Teruna Teruni serta masyarakat umum Desa Pengeragoan Dangin Tukad, Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana. Pengumpulan data dalam metode ini adalah dengan metode pengamatan/observasi, metode wawancara, metode dokumentasi, dan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Peranan Desa Pakraman dalam menjaga hubungan solidaritas Sekaa Teruna-Teruni “ Satya Dharma “ itu sangat baik, itu dapat dilihat dimana adanya saling bantu menbantu pada saat upacara agama dan saling gotong royong. (2) Kendala yang dihadai Desa Pakraman pengeragoan dalam menormalisasikan hubungan antar pemuda adalah karena masih adanya Sekaa Teruna-Teruni yang terbentuk dalam kelompok kelompok tertentu atau komunitas, sehingga pemuda tersebut sulit untuk disatukan. (3) Salah satu cara yang dilakukan untuk menormalisasikan hubungan dengan pemuda adalah dengan cara melaksanakan pertemuan antar Prejuru Adat dengan Pemuda yang dilakukan setiap seminggu sekali dan melaksanakan kegiatan gotong royong agar pemuda dapat berkumpul dikegiatan tersebut. memberikan penyuluhan/ sosialisasi di banjar terkait kehidupan pemuda pemudi saat ini.
PENGANGKATAN ANAK DAN AKIBAT HUKUMNYA MENURUT HUKUM PERDATA DAN HUKUM ADAT BALI (STUDI KASUS DI BANJAR GEMPINIS DESA DALANG KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN I Ngurah Primayuda Bawananta
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimanakah tata cara pengangkatan anak menurut hukum perdata dan hukum adat Bali di Banjar Gempinis Desa Dalang Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan. dan (2) untuk mengetahui bagaimanakah hak waris anak angkat menurut hukum adat Bali di Banjar Gempinis, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode yaitu : (1) Obsrvasi, (2) wawancara, (3) pencatatan dokumen, (4) kepustakaan. penelitian ini dilakukan pada masyarakat Banjar Gempinis, Desa Dalang, Kecamatan, Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Subjek penelitian ini adalah (1) pengurus adat Banjar Gempinis, (2) tokoh masyarakat Banjar Gempinis, (3) tokoh agama Banjar Gempinis, (4) warga Banjar Gempinis yang melakukan pengangkatan anak, yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian mengenai tata cara pelaksanaan pengangkatan anak dan akibat hukumnya menurut hukum Perdata dan hukum adat Bali di Banjar Gempinis Desa Dalang Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan yaitu (1) dimulai dari kesepakatan dari keluarga yang akan melaksanakan pengangkatan anak, apabila telah sepakat dilakukan upacara pemerasan menurut hukum adat di Banjar Gempinis, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan maka pengangkatan anak bisa dilaksanakan, setelah upacara pemerasan selesai maka dilanjutkan dengan permohonan penetapan pengangkatan anak di Pengadilan Negeri. (2) hak waris anak angkat menurut hukum adat Bali di Banjar Gempinis, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan yaitu jika anak angkat diangkat secara sah menurut hukum Negara dan hukum adat Bali maka ia akan menjadi pewaris dari orang tua angkatnya.
TRADISI MEBOROS KIDANG TERKAIT PROSESI UPACARA KEAGAMAAN DI DESA BUSUNGBIU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO. 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA Komang Apriana Giri
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22053

Abstract

Pokok permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah, apakah dasar filosofis pelaksanaan tradisi meboros yang dilakukan masyarakat desa Busungbiu dalam upacara piodalan di Pura Desa, bagaimanakah pelaksanaan tradisi meboros yang dilakukan masyarakat desa Busungbiu ditinjau dari UU No. 5 Tahun 1990, bagaimanakah cara penyelesaian yang ditempuh Pemerintah Kabupaten dan Desa Adat untuk melestarikan tradisi meboros tanpa merusak kelestarian kijang. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pengkajian kebijakan ketentuan pemerintah yaitu Undang-undang Nomor 5 Tahun 1900 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Lokasi penelitian di Desa Busungbiu, kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Wawancara, observasi dan dokumentasi literatur hukum adalah teknik pengumpulan data dengan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai teknik pengolahan data. Hasil penelitian menunjukan; Dasar filosofis pelaksanaan tradisi meboros yang dilakukan masyarakat desa Busungbiu dalam upacara piodalan di Pura Desa dengan nilai religius yang terkandung dalam pelaksanaan ngajit dalam tradisi meboros, nilai luhur yang perlu dilestarikan serta nilai toleransi dalam keberagaman krama desa yang mana tidak memandang suatu perbedaan menjadi halangan dalam pelaksanaan tradisi meboros. pelaksanaan tradisi meboros yang dilakukan masyarakat desa busungbiu ditinjau dari Undang-undang Nomor 5 tahun 1990, merupakan salah satu kegiatan untuk menunjang upacara keagamaan di desa Busungbiu karena bukan kegiatan perburuan liar. Lebih dari itu, kegiatan ini didefisikan sebagai kegiatan desa adat istiadat dan pemanfaatan satwa. sekalipun dilarang maka desa adat juga akan bersikeras untuk melaksanakan kegiatan ini karena sudah diatur dalam awig-awig (aturan tertulis desa adat). Cara penyelesaian yang ditempuh pemerintah kabupaten dan desa adat untuk melestarikan tradisi meboros tanpa merusak kelestarian kijang, sejauh ini masih belum ada upaya lain yang ditempuh untuk dapat melaksanakan tradisi meboros dengan tanpa mengurangi ekosistem kijang. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah penangkaran kijang. Penangkaran kijang akan membantu masyarakat dalam mendapatkan kijang dan sekaligus dapat menjaga populasi kijang di kawasan Pangkungbiu, kecamatan busungbiu, kabupaten buleleng.
Implementasi Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Motivasi, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B8 SMP Negeri 6 Singaraja dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tahun Pelajaran 2016/2017 Ni Kadek Ita Damayanti
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi belajar PKn siswa, (2) meningkatkan aktivitas belajar PKn siswa dan (3) meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 6 Singaraja dalam implementasi model pembelajaran Talking Stick pada pembelajaran PKn. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran dengan tahapan-tahapan tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas VIII B8 SMP Negeri 6 Singaraja Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 27 orang siswa, dengan rincian 13 orang siswa perempuan dan 14 orang siswa laki-laki. Hasil penelitian pada siklus I, motivasi belajar siswa dengan skor rata-rata sebesar 77,67 yang berada pada kategori sedang dan pada siklus II dengan skor rata-rata sebesar 92,19 yang berada pada kategori tinggi. Hasil analisis data aktivitas belajar siswa pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 31,32 yang berada pada kategori sedang dan pada siklus II perolehan skor rata-rata 37,28 yang berada pada kategori aktif. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I dengan skor rata-rata sebesar 72,22 yang berada pada kategori cukup dan Daya Serap Siswa (DSS) 72,22 %. Ketuntasan belajar siswa secara individu sebanyak 13 orang siswa yaitu 48,15% . Pada siklus II diperoleh rata- rata sebesar 83,52 yang berada pada kategori baik dan Daya Serap Siswa (DSS) adalah 83,52%. Ketuntasan belajar siswa secara individu sebanyak 23 orang siswa yaitu 85,15%. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 14,52% untuk aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II juga telah mengalami peningkatan sebesar 5,96% dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 11,3%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILANSOSIAL SISWA KELAS X MIPA 6 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 I Made Wibi Fernanda
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT). Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 6 di SMA Negeri 1 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Objek dalam penelitian ini yaitu tentang keterampilan sosial siswa di kelas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua jenis metode yaitu metode observasi dan metode wawancara. Penilaian dengan menggunakan instrumen observasi dan kuisioner atau angket dilaksanakan pada setiap siklus tindakan, sedangkan untuk instrumen wawancara di laksanakan di akhir kegiatan siklus kedua. Data penelitian tentang keterampilan sosial siswa yang terkumpul selanjutnya akan di analisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT) dapat meningkatkan keterampilan sosial pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas X MIPA 6 di SMA Negeri 1 Singaraja. Persentase keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siklus I adalah 74% (observasi) dan 73,3% (kuisioner/angket) yang masih berada pada kategori cukup, sedangkan siklus II adalah 80% (observasi) dan 80,53% (kuisioner/angket) telah memenuhi kritera keberhasilan dengan berada pada kategori baik. Jadi berdasarkan data dari kedua siklus tersebut, menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan sosial siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT).
Penerapan Model Pembelajaran Debat Untuk Meningkatkan Keterampilan Berdemokrasi Pada Pelajaran PPKn Siswa Kelas XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja Tahun 2016/2017 Ni Nyoman Melani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v6i1.22056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran debat untuk meningkatkan keterampilan berdemokrasi pada pelajaran PPKn siswa kelas XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja tahun 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja pada semester II tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 32 orang siswa. Objek penelitian ini meliputi keterampilan berdemokrasi siswa dan prestasi belajar siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan metode wawancara Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata keterampilan berdemokrasi siswa pada siklus I yaitu dari 70,43 dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat menjadi 80,26 dengan kategori tinggi. Sedangkan nilai rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I yaitu dari 68,13 dengan kategori cukup, ketuntasan secara klasikal sebesar 40,62% menjadi 80,18 dengan kategori baik, ketuntasan secara klasikal mencapai 90,62% pada siklus II. Sehingga keterampilan berdemokrasi siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu sebesar 9,83. Sedangkan prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu mencapai 12,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran debat dapat meningkatkan keterampilan berdemokrasi siswa kelas XI IBB4 SMA Negeri 3 Singaraja.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 7, No 3 (2019): September Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol 6, No 3 (2018): September Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue