cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 652 Documents
IbM BIOGAS Mariawan, I Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.559 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9115

Abstract

Krisis energi yang membuat harga minyak dunia melonjak semakin menghimpit kehidupan masyarakat tani di pedesaan. Dalam situasi seperti ini, pencarian, pengembangan, dan penyebaran teknologi energi yang ramah lingkungan menjadi hal yang sangat penting, terutama keluarga miskin sebagai golongan yang banyak terkena dampak kenaikan BBM. Salah satu teknologi energi yang sesuai dengan persyaratan tersebut adalah teknologi biogas. Kegiatan ini, membangun satu unit teknologi biogas yang dilakukan bersama masyarakat desa melalui kegiatan IbM. Kegiatan ini dilakukan di Desa Wongaya Betan dengan melibatkan 4 kelompok tani ternak yang masing-masing anggotanya terdiri dari 4 orang. Hasil yang diperoleh adalah rancangan satu unit biogas sederhana dengan memanfaatkan limbah ternak. Kegiatan ini diperkirakan bisa berkembang selanjutnya mengingat potensi desa yang cukup potensial
IBM UNTUK GURU IPA SD DI KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG-BALI Agustiana, I G.A. Tri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.424 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9117

Abstract

Mata pelajaran IPA bertujuan membekali peserta didik memiliki kemampuan mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara  IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat, mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat putusan. Oleh karena itu guru diharapkan mampu menggunakan media atau sumber belajar yang sebaik mungkin untuk menanamkan konsep yang baik dan benar kepada siswa. Namun selama ini guru IPA SD di Kecamatan Banjar, Buleleng Bali belum banyak yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Proses pembelajaran menggunakan metode ceramah, sehingga prestasi belajar dan aktivitas siswa relatif rendah. Inspirasi kegiatan ini adalah, (1) peningkatan keterampilan guru-guru IPA SD di kecamatan Banjar untuk membuat dan menggunakan KIT IPA, (2) peningkatan keterampilan guru IPA SD dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan Permendiknas 41 Tahun 2007, (3) Peningkatan penggunaan assesmen dan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam mendiagnosa kesulitan belajar siswa.Metode yang digunakan adalah aplikasi ipteks khusus teknologi pendidikan dan pembelajaran, lewat workshop. Keberhasilan metode yang diterapkan diukur dengan menggunakan   pendekatan   proses   dan   produk   melalui   metode   observasi   dan wawancara setelah kegiatan berlangsung.Karya utama kegiatan ini adalah (1) KIT IPA berbahan baku lingkungan, (2) RPP pembelajaran inovatif, (3) assesment dan, (4) laporan penelitian tindakan kelas (PTK) dan artikel ilmiah bagi guru IPA SD. Ulasan karya utama adalah KIT IPA adalah media untuk belajar,yang dibuat untuk meningkatkan dan mempermudah pemahaman konsep IPA, KIT IPA yang dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar Sekolah Dasar. RPP yang dibuat oleh para guru IPA SD se kecamatan Banjar sesuai dengan Permendiknas No.41/2007. Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan menerapkan KIT IPA, yang didahului dengan penyusunan proposal PTK. Hasil penelitian tindakan kelas dari mitra, yang berperan sebagai guru model untuk kecamatan Banjar ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa SD.Dampak dari kegiatan ini adalah para guru IPA SD di Kecamatan Banjar mulai kreatif membuat KIT IPA yang bersumber dari bahan-bahan yang ada di lingkungannya dan antusias untuk melakukan penelitian tindakan kelas bagi guru- guru IPA. Hasil penelitiannya, kemudian digunakan sebagai materi ajar, kemudian untuk dijadikan buku ajar. Ada beberapa guru telah menerima pesanan KIT IPA agar bisa diterapkan di sekolah yang berbeda. Kondisi kondusif ini harus tetap dipelihara untuk meningkatkan nilai tambah keterampilan guru dan sisi ekonomi guru sebagai sumber penghasilan baru
PROFIL DESA PAKRAMAN BULIAN Rai, I Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.47 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9118

Abstract

Program IPTEKSS bagi Masyrakat (IbM) di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng tahun 2011 yang mengambil lokasi pelaksanaan kegiatan di Desa Bulian bertujuan untuk membuat sebuah buku profil tentang Desa Pakraman Bulian. Desa Pakraman Bulian merupakan wadah sosio-religius umat Hindu yang terangkum dalam aktivitas tata palemahan, pawongan, dan parahyangan. Ketiga aktivitas ini telah berlangsung dengan baik sehingga perlu dilestarikan keberadaannya. Dalam tata palemahan misalnya, geliat pertumbuhan penduduk dapat memberikan ekses negatif bagi terjadinya alih fungsi lahan pertanian menyebabkan hilangnya sekaa subak akan berakibat  pada  hilangnya Dugul atau  Pura  Ulun  Carik.  Tata  Pawongan di  Desa Pakraman Bulian menunjukkan bahwa Desa Pakraman Bulian hanya didukung oleh lima banjar adat. Dengan jumlah krama  yang relatif banyak, hal ini  merupakan tantangan sekaligus peluang bagi eksistensi desa pakraman. Sementara itu, tata parahyangan di Desa Pakraman Bulian telah tertata dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pemetaan yang jelas mengenai kahyangan yang diempon serta tata cara upacara dan upakara yang mesti dilaksanakan.
IbM KELOMPOK USAHA TERNAK BABI DI DESA BANYUNING Zukri, Anjuman
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.85 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9119

Abstract

Permasalahan yang dihadapi kelompok ternak babi di desa Banyuning adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengolahan limbah babi menjadi produk yang bernilai ekonomis. Upaya pemecahan masalah yang diprogram dalam IbM (Ipteks bagi Masyarakat) adalah pemberdayaan kelompok ternak babi dalam penerapan teknologi tepat guna pengolahan sampah menjadi energi alternatif bio-gas, dan pupuk organik. Metode pelaksanaan IbM menggunakan metode PALS (participatory action learning system). Hasil yang diperoleh dari program IbM adalah (1) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan sampah menjadi bio-gas dan   pupuk kompos, (2) kualitas dan kuantitas pupuk kompos dan biogas kelompok ternak babi di desa Banyuning relatif cukup baik.
IBM KERAJINAN PENGERAJIN LOGAM DI DESA BERATAN BULELENG BALI Supir, I Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.628 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9120

Abstract

Desa Beratan salah satu desa di kabupaten Buleleng yang menjadi pusat kerajinan logam (emas, perak, dan kuningan). Kerajinan logam desa Beratan pernah mengalami masa keemasan dan sejak bom Bali I dan bom Bali II, meledak, kerajinan ini mengalami kemerosotan seiring dengan lesunya industri pariwisata di Bali. Sebagian besar pengerajin beralih ke  pekerjaan  lain, dan saat  ini ada  tiga  orang pengerajin yang masih setia menggeluti kerajinan. Ketiganya menghadapi masalah yang sama, yaitu bidang produksi, manajemen, dan pemasaran. Peralatan yang dimiliki pengerajin masih tradisional dan sudah tua. Pengerajin tidak memiliki pembukuan dan dokumentasi produk yang telah dibuat. Pemasaran produk sangat terbatas.Solusi yang dapat dilakukan dalam menjawab permasalahan tersebut, yaitu: (1) memodifikasi alat peleburan/pencairan emas dan perak yang digerakkan dengan tenaga listrik; (2) pengadaan alat-alat pendukung proses produksi, antara lain: bor listrik yang dapat membantu percepatan dalam proses produksi; (3) pelatihan penganekaragaman desain produk kerajinan sesuai perkembangan pasar; (4) pelatihan manajemen usaha berbasis komputer, dan perancangan dan pembuatan website atau ecommerce. Peralatan elektik sangat membantu pengerajin dalam menhemat tenaga, waktu, dan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Pelatihan desain menambah wawasan pengerajin dalam menghadapi tren pasar.
LAYANAN TERHADAP GURU: PEMBELAJARAN SAINS ASPEK KIMIA PADA GURU-GURU IPA SMP Sudria, Ida Bagus Nyoman
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.514 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9121

Abstract

Hampir  semua  guru  mengalami  kesulitan  dalam  pembelajaran  kimia  untuk siswa SMP yang mulai memberdayakan kajian mikroskopik untuk menjelaskan fenomena kimia konkrit dan representasi simbol kimia (rumus kimia). Kegiatan pelatihan pembelajaran sains aspek kimia SMP ini bertujuan 1) meningkatkan penguasaan konsep-konsep dasar kimia, (2) meningkatkan kemampuan merancang, mengimplementasikan, dan menyempurnakan sejumlah model-model pembelajaran yang saling menguatkan dalam pembelajaran sains kimia,   dan (3)   meningkatkan apresiasi guru-guru IPA SMP dalam pemeblajaran sains aspek kimia, serta mengidentifikasi kendala-kendala dalam pelaksanaan program pelatihan. Strategi pencapaian tujuan melibatkan sosialisasi dan pembuatan kesepakatan jadwal pelaksanaan  program,  pembekalan  materi  aspek  kimia  SMP,  pelatihan  analisis konsep, pelatihan/pendampingan pengembangan tiga jenis model pembelajaran (RPP dan kelengkapannya) melalui workshop, pendampingan implementasi model pembelajaran di kelas, dan melakukan refelksi dan penyempurnaan model pembelajaran yang dihasilan berdasarkan data implemnetasi di kelas. Metode pengumpulan data hasil kegiatan disesuaikan jenis data yang diperlukan pada setiap tahapan kegiatan. Karya utama dari kegiatan ini berupa (1) program pelatihan, (2) hasil identifikasin dan analisis konsep, dan (3) tiga jenis model pembelajaran sains aspek  kimia  yang  merepresentasikan  variasi  karakteristik  konsep  sains.  Analisis semua data dilakukan secara deskriptif. Kegiatan P2M ini secara keseluruhan cukup berhasil dilihat dari antusiasme, tingkat partisifasi, peningkatan pengetahuan yang secara tidak langsung dapat dilihat dari produk analisis konsep dan RPP dari hasil kegiatan pelatihan, dan tanggapan positif dari guru peserta pelatihan dan siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas  dengan model pembelajaran  yang dihasil dalam program pelatihan guru.
SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA DESA, KERAJINAN DAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG Swasta, Ida Bagus Jelantik
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.992 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v1i1.9122

Abstract

Program Ipteks bagi Wilayah di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali adalah program yang bertujuan untuk memberdayakan potensi masyarakat secara partisipatif melalui pemberian bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam  mengembangkan potensi-potensi unggul  yang ada  di  Kecamatan Kubutambahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Bidang-bidang yang menjadi fokus perhatian dalam program ini adalah bidang pertanian dan peternakan, kerajinan dan wirausaha, pariwisata, lingkungan hidup, dan kesehatan. Sementara itu, beberapa desa yang menjadi sasaran dalam program ini adalah Desa Bukti, Desa Bulian, Desa Depeha, dan Desa Tunjung. Program ini dilaksanakan melalui metode PALS (Participatory Action and Learning System) yang diterjemahkan menjadi berbagai bentuk kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan (diklat), penyuluhan, pembinaan dan pendampingan, pelayanan, pemberian bantuan modal, dan bakti sosial. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah; 1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani dalam budidaya tanaman kelapa unggul, tanaman obat, tanaman bumbu / rempah dapur; 2) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat peternak sapi dan babi dalam melakukan pemeliharaan dan membiakkan ternak mereka; 3) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan   masyarakat pesisir di Desa Bukti dalam bidang budidaya perikanan laut; 4)   meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para pengrajin anyaman bambu dan kerajinan kertas dalam membuat disain dari kerajinan mereka; 5) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat wirausaha desa dalam meningkatkan kualitas minyak VCO hasil produksi mereka; 6) meningkatnya status kesehatan masyarakat sebagai hasil kegiatan safari kesehatan dan penyuluhan di bidang kesehatan; 6)tertatanya dengan baik lingkungan dan hijaunya kembali sejumlah lahan kritis yang ada di empat desa sasaran; 7) tertatanya dengan baik taman-taman sekolah khususnya di sekolah-sekolah dasar yang ada di empat desa sasaran ; 8) terbentuknya kelompok pemandu wisata spiritual yang siap mendukung berkembangnya wisata spiritual di Kecamatan Kubutambahan; dan 9) adanya pengetahuan  dan  keterampilan  di bidang kepemanduan wisata spiritual pada sejumlah pemuda desa sebagai hasil diklat dibidang kepemanduan wisata spiritual
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PENELITIAN PENGEMBANGAN BAGI GURU SD GURU DI KOTA SINGARAJA Tegeh, I Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.341 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v2i1.9124

Abstract

Berdasarkan identifikasi masalah, maka secara umum masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut. Bagaimanakah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksanakaan penelitian melalui Pendampingan Pelaksanaan Penelitian Pengembangan bagi Guru-guru SD di Kota Singaraja? Tujuan kegiatan P2M ini adalah untuk   meningkatkan   pengetahuan   dan   keterampilan   guru   dalam   melaksanakan penelitian  pengembangan  melalui   Pendampingan  Pelaksanaan  Penelitian Pengembangan bagi Guru-guru SD di Kota Singaraja. Khalayak sasaran yang akan dilibatkan dalam kegiatan P2M ini adalah para guru SD di Kota Singaraja sebanyak lima orang.. Kegiatan ini berupa pemdampingan pelaksaaan penelitian pengembangan dengan menekankan pada keterampilan melaksanakan penelitian pengembangan. Kegiatan P2M ini telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru untuk melaksanakan penelitian pengembangan. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian produk buku ajar yang dihasilkan oleh para guru. Nilai rerata buku ajar yang dihasilkan oleh para guru adalah 85,00 berada pada kategori sangat baik. Terdapat beberapa saran yang diajukan terkait dengan pelaksanaan P2M ini adalah sebagai berikut. (1) Para guru SD yang telah didampingi melaksanakan penelitian pengembangan hendaknya mencoba melaksanakan penelitian pengembangan untuk mata pelajaran lain dengan produk yang berbeda, seperti Lembar Kerja Siswa, mdul, media, dan lain-lain. (2) Hasil yang diperoleh oleh para guru perlu diimbaskan kepada para guru yang lainnya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya para guru yang berminat melakukan penelitian pengembangan.
PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA BALI BAGI GURU-GURU SAINS SMP DI KECAMATAN BULELENG Suardana, I Nyoman; Retug, Nyoman
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.146 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v2i1.9125

Abstract

Pembelajaran berbasis budaya Bali merupakan salah satu pembelajaran inovatif yang terbukti  efektif  meningkatkan hasil  belajar  siswa.  Budaya  Bali  banyak  yang  dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sains kimia SMP. Integrasi budaya Bali ke dalam pembelajaran menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Namun demikian, guru-guru sains  SMP  di  Kecamatan  Buleleng  belum  memiliki  pemahaman  tentang budaya Bali yang relevan dengan sains kimia SMP, pembelajaran berbasis budaya lokal, dan pembuatan perangkat pembelajarannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan seminar dan pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran sains kimia berbasis budaya Bali bagi guru-guru sains SMP di Kecamatan Buleleng. Seminar  dan pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Oktober 2012 di Ruang Lab Media Kimia FMIPA Undiksha. Guru-guru sains SMP yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak14 orang dari jumlah keseluruhan undangan 26 guru. Hasil dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut. 1) Guru-guru sangat tekun mengikuti seminar dan pelatihan, mereka aktif mengajukan pertanyaan, dan melakukan kerja sama yang baik dalam membuat perangkat pembelajaran. 2) Meningkatnya pemahaman guru-guru sains SMP tentang budaya Bali yang relevan dengan sains kimia SMP. 3) Meningkatnya pemahaman guru- guru sains SMP tentang pembelajaran berbasis budaya lokal. 4) Meningkatnya pemahaman dan keterampilan guru-guru sains SMP dalam penyusunan perangkat pembelajaran sains kimia berbasis budaya Bali.
PELATIHAN PRAKTIKUM IPBA BAGI GURU SMP/SMA DI KOTA SINGARAJA MENUJU OLIMPIADE ASTRONOMI Pujani, Ni Made; Rapi, Ni Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.898 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v2i1.9126

Abstract

Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktikum bidang IPBA (Astronomi) bagi guru-guru SMP/SMA di Kota Singaraja dalam rangka mengantisipasi rendahnya prestasi belajar IPBA siswa serta sebagai persiapan menuju olimpiade Astronomi. Sasaran kegiatan adalah guru-guru SMP/SMA   yang   ada   di   Kota   Singaraja.   Realisasi   kegiatan   dilakukan   dengan memberikan ceramah dan pelatihan bertempat di Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan pelatihan berjalan baik. Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan keterampilan guru dalam melaksanakan praktikum dan mengobservasi objek langit malam; dapat meningkatkan penguasaan materi IPBA dari kategori  kurang  (rata-rata  pre  test  47,5)  menjadi  baik  (rata-rata  post  test  70,5). Demikian pula, respon peserta adalah positif dan guru-guru sangat antusias mengikuti pelatihan. Namun, dalam pelaksanaan praktikum hand on dibutuhkan waktu lebih banyak, sehingga topik pelatihan praktikum perlu dibatasi. Kepada pihak terkait disarankan agar dibentuk suatu wadah dimana para guru dapat sharing pengetahuan tentang pengamatan langit malam dan pembahasan soal-soal terkait dengan olimpiade astronomi.