Articles
323 Documents
Pengaruh Pelatihan Plyometric Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai dan Hasil Jarak Lompatan Start Renang
Suratno, Suratno;
Artanayasa, I Wayan;
Suratmin, Suratmin
JURNAL PENJAKORA Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i2.32019
Pembinaan ekstrakurikuler cabang olahraga renang di SMA Negeri 2 Kuta belum menunjukkan prestasi yang memuaskan, sehingga pelatih menerapkan dua metode pelatihan untuk meningkatkan kemampuan start atletnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membuktikan apakah terdapat perbedaan daya ledak otot tungkai dan hasil jarak lompatan start renang antara kelompok peserta didik yang mengikuti pelatihan plyometric reaction box jump dan plyometric stair jump. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan melibatkan 42 peserta ekstrakurikuler renang yang diambil dengan teknik ordinal pairing. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tes dan pengukuran yang dilaksanakan selama 8 minggu serta terbagi dalam tiga kegiatan diantaranya tes awal, perlakuan, dan tes akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan (1) daya ledak otot tungkai dan hasil jarak lompatan start renang, (2) daya ledak otot tungkai, (3) hasil jarak lompatan start renang antara kelompok yang mengikuti pelatihan plyometric reaction box jump dan kelompok yang mengikuti pelatihan plyometric stair jump.
Analisis Tingkat Percaya Diri Siswa SMKN 1 Karawang Barat yang Mengikuti Pertandingan Futsal
Albiro, Mochammad Chafid;
Kurniawan, Febi;
Rahman, Irfan
JURNAL PENJAKORA Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i2.34709
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil analisis percaya diri siswa yang mengikuti pertandingan Futsal. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anggota ekstrakurikuler futsal putra di SMKN 1 di Kabupaten Karawang dengan jumlah responden 19 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode discovery. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket, angket dalam penelitian ini berbentuk skala likert. Hasil penelitian tersebut diketahui Tingkat Percaya Diri Siswa SMKN 1 Karawang Yang Mengikuti Pertandingan Futsal menyatakan pada kategori sangat baik dengan persentase 11%, pada kategori baik dengan persentase 47%, pada kategori cukup baik dengan persentase 11%, pada kategori kurang baik dengan persentase 32 %, dan pada kategori sangat kurang baik dengan persentase 0%. Bedasarkan dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Tingkat Percaya Diri Siswa SMKN 1 Karawang terdapat hasil dalam kategori cukup baik dengan persentase 47%. Dalam kesimpulan tersebut terdapat saran yaitu pelatih terus meningkatkan dalam latihan dan memotivasi siswa agar dapat selalu bersemangat dalam latihan serta meningkatkan mental siswa yang meningikuti pertandingan futsal.
Memahami Karakter Atlet Pelajar Melalui Olahraga Panahan
Billy Yachsie, betrix teofa perkasa wibafiet;
Suhasto, Siis
JURNAL PENJAKORA Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i2.37443
Olahraga panahan mempunyai peran stategis untuk membentuk karakter atlet pelajar di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto untuk menemukan penyebab perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh peristiwa pribadi, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Populasi dalam peneltian ini ada 88 atlet pelajar yang di ambil dengan purpose sampling didapat sempel 30 atlet. Instrumen yang digunakan adalah angket yang telah diujicobakan dengan taraf signifikansi 5% diketahui validitas 0,312 dan reabilitas 0,911. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil penelitian karakter atlet pelajar panahan di Kabupaten Banyumas sebagian besar pada kategori baik dengan persentase sebesar 37,5 %, pada ketegori cukup sebesar 25 %, pada kategori kurang sebesar 17,5 % dan pada kategori sangat kurang sebesar 10 %, dan kategori sangat Baik 10 %. Hasil penelitian tersebut disimpulkan diketahui karakter atlet pelajar panahan di Kabupaten Banyumas adalah baik
Aksiologi Penggunaan VAR Dalam Industri Olahraga
Salam, Faiz Abdu;
Hita, I Putu Agus Dharma;
Juliansyah, Muhammad Akbar
JURNAL PENJAKORA Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i2.32171
Penggunaan VAR dalam dunia olahraga sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aksiologi penggunaan VAR dalam industri olahraga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. VAR di gunakan sebagai pembantu dari kerja seoang wasit dalam memimpin pertandingan. Ketika terjadi sebuah keputusan wasit yang di anggap kontroversial para pengawas VAR akan memberitahukan informasi langsung kepada wasit melalui radio speaker dan jika wasit belum mendapatkan informasi yang jelas, wasit pun akan memeriksa melalui monitor pengawas yang ada di sisi lapangan. Dengan hadirnya VAR jelas akan mengurangi angka keputusan kontroversial dari seorang wasit.
Survey Keterlaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Berbasis Daring Tingkat SMP
Jaya, I Ketut Okta Pradipta;
Yoda, I Ketut;
Iwan Swadesi, I Ketut
JURNAL PENJAKORA Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v8i2.32462
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga Kesehatan berbasis daring tingkat SMP di kabupaten Bangli pada masa pandemi Covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah guru PJOK SMP di kabupaten Bangli berjumlah 57 orang dan siswa berjumlah 228 orang, sehingga populasi sebanyak 285 orang. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik Quota Sampling, dengan sampel sebanyak 95 orang terdiri dari 19 guru PJOK dan 76 siswa. Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kuantitatif dengan pendekatan one shot case study. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebar melalui link google form. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan data persentase. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran PJOK berbasis daring tingkat SMP di Kabupaten Bangli diperoleh rata-rata sebesar 75,9%. Bila dikonversikan ke dalam tabel skala penilaian berada pada kategori “Sedangâ€. Berdasarkan hasil tersebut, pembelajaran PJOK berbasis daring tingkat SMP di Kabupaten Bangli pada masa pandemi Covid-19 terlaksana.
PANORAMA DANAU BUYAN BERPOTENSI SEBAGAI IKON OLAHRAGA WISATA NASIONAL
I Ketut Sudiana
JURNAL PENJAKORA Vol. 3 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v3i2.10604
Tujuan penulisan artikel ini adalah dalam rangka mempromosikan potensi panorama Danau Buyan kepada wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara bahwa Danau Buyan layak dijadikan obyek wisata nasional. Kawasan wisata Danau Buyan terletak di objek dan daya tarik wisata khusus Bedugul yaitu di Desa Pancasari. Desa Pancasari sesungguhnya banyak memiliki daya tarik wisata alam dan budaya lokal yang dapat dikemas ke dalam berbagai jenis olahraga wisata. Upaya pengembangan kawasan Danau Buyan diharapkan dapat menunjang program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pengusahaan pariwisata alam disamping meningkatkan identitas pengelolaan, pengamanan dan pelestarian Taman Wisata Alam Danau Buyan. Kawasan Danau Buyan merupakan kawasan yang memiliki keunggulan komparatif yang besar karena memiliki perpaduan antara keindahan danau, hutan dan cuaca yang sejuk serta dikelilingi oleh tempat suci dengan gelombang spiritual yang tinggi sebagai modal pembangunan disektor pariwisata alam terutama ekowisata serta dapat juga dimanfaatkan sebagai pusat penelitian dan pengembangan bidang flora dan fauna serta ekosistem danau selain bagian dari kegiatan pendidikan, ekonomi dan rekreasi.
PENGARUH PELATIHAN OLAHRAGA SENAM SEKS TERHADAP WANITA BERUMAHTANGGA
I Nyoman Kanca
JURNAL PENJAKORA Vol. 1 No. 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v1i1.11201
Pelatihan olahraga penting untuk meningkatkan kualitas seksual seseorang. Pasangan suami-istri yang memiliki kebugaran seksual yang baik akan memiliki kualitas seksual yang lebih baik bila dibandingkan dengan pasangan suami istri yang memiliki kebugaran seksual yang lebih jelek pada kondisi yang sama.Agar lebih berhasil dalam melakukan hubungan seks suami-istri berbagai bentuk olahraga yang dapat dilakukan adalah latihan olahraga kebugaran seks dan atau latihan olaharaga senam seks. Latihan kebugaran seks dan senam seks bermanfaat untuk: (1) meningkatkan perasaan dan respons seksual pada otot panggul (pelvis), (2) meningkatkan kuantitas dan kualitas seks, (3) meningkatkan kuantitas orgasme secara teratur, (4) meningkatkan tonus otot vagina, (5) meningkatkan vaskularisasi sehingga meningkatkan potensi orgasme, (6) terjadi proses pembentukan dan perbaikan jaringan otot vagina, (7) menolong wanita agar lebih siap dalam melahirkan, (8) mengurangi sakit belakang dan menambah kenikmatan bagi pasangan suami-istri.Pelatihan olahraga senam seks yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan berpengaruh positif terhadap peningkatan kondisi fisik, psikis dan sosial, sebab dengan melakukan senam seks kebugaran tetap terjaga dan bahkan kebugaran lebih meningkat serta terhindar dari berbagai penyakit dan stres yang dapat mengganggu dalam melakukan aktivitas seksual.
PENGARUH PELATIHAN JUGGLING TERHADAP KELINCAHAN DRIBBLING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA MAHASISWA JURUSAN PENJASKESREK FOK UNDIKSHA
I Wayan Artanayasa
JURNAL PENJAKORA Vol. 1 No. 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v1i1.11203
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan Juggling terhadap kelincahan dribbling bola dalam permainan sepakbola. Penelitian ini adalah penelitian menggunkan rancangan kuasi eksperimen lapangan dengan rancangan randomed pretest-postest control group design, dengan Populasi penelitian sebanyak 260 dan sampel penelitian sebanyak 80 orang mahasiswa.Adapun metode pengumpulan data menggunakan tes standar kelincahan dribbling bola dalam permainan sepakbola. Teknik analisa data yang digunakan adalah statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kelincahan dribbing bola mahasiswa yang mengikuti pelatihan juggling antara kelincahan dribbling bola mahasiswa yang mengikuti pelatihan berpasangan dalam permainan sepakbola dengan thitung sebesar 2,47 dan ttabel =1,67 untuk db 78 dan taraf signifikan pada α = 0,05. Ini berarti kelincahan dribbing bola mahasiswa yang mengikuti pelatihan juggling lebih baik daripada kelincahan dribbling bola mahasiswa yang mengikuti pelatihan berpasangan dalam permainan sepakbola
CEDERA OLAHRAGA PADA PESENAM AEROBIK
I Ketut Sudiana
JURNAL PENJAKORA Vol. 1 No. 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v1i1.11204
Olahraga senam aerobik dapat dilakukan dengan berbagaai macam gerakan yaitu: high impact (benturan keras), low impact (benturan ringan), dan multi impact (gabungan dari kedua gerakan di atas). Ketidakseimbangan antara kekuatan dan kelentukan (fleksibilitas) dan perubahan dalam sifat biomekanik tulang dapat dijadikan sebagai penyebab terjadinya cedera, karena tulang tidak kuat terhadap pembebanan secara tiba-tiba dan belum tahan terhadap benturanBila cedera olahraga diangap sebagai keadaan patologis, maka secara epidemiologis keadaan ini disebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor host (manusianya atau atlet), faktor agent (kegiatan yang berhubungan dengan olahraga), dan faktor environment (lingkungan). Ketidak seimbangan ketiga faktor inilah yang akan menimbulkan cedera.Ada beberapa cara pencegahan cedera yang dilakukan antara lain adalah pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tertier. Dan dilanjutkan dengan pencegahan/ pemberian pertolongan berupa rest, ice, compression dan elevation (RICE). Untuk cedera yang dikatakan sebagai cedera berat, maka si korban harus ditangani oleh tenaga medis/ dokter ahli
PENGARUH PELATIHAN MENARIK KATROL BEBAN 5 KG DUABELAS REPETISI TIGA SET DAN SEMBILN REPETISI EMPAT SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN SISWA SMK-1 DENPASAR
Luh Putu Tuti Ariani
JURNAL PENJAKORA Vol. 1 No. 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/penjakora.v1i1.11205
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan menarik katrol beban 5 dengan dua belas repetisi tiga set dan Sembilan repetisi 4 set terhadap daya ledak otot lengan siswa SMK 1 Denpasar. Pelatihan dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Jumlah sampel 28 orang diambil secara purposive random. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 diberikan pelatihan menarik katrol 5 kg dua belas repetisi 3 set sedangkan kelompok 2 diberikan pelatihan menarik katrol 5 kg dengan 9 repetisi 4 set selama 6 minggu.Data daya ledak otot lengan diambil pada saat sebelum dan sesudah pelatihan dengan menggunakan alat ukur bola softball. Data hasil pengukuran power otot lengan dianalisis dengan bantuan program SPSS 16.0. Beda rerata daya ledak otot lengan antara sebelum dan sesudah pelatihan dianalisis dengan paired t-test, sedangkan untuk mengetahui perbedaan peningkatan rerata daya ledak otot lengan antara masing-masing kelompok dianalisis dengan independent t-test dengan taraf signifikansi 0.05.Rerata daya ledak otot lengan sebelum pelatihan pada kelompok -1 adalah 29,56 meter dan setelah pelatihan 35,79 meter dengan selisih 6,23 meter yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Sedangkan rerata daya ledak otot lengan kelompok-2 sebelum pelatihan 29,52 meter dan setelah pelatihan 31,80 meter dengan selisih 1,24 meter yang menunjukkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pelatihan menarik katrol beban 5 kg dua belas repetisi dan tiga set dan pelatihan menarik katrol beban 5 kg sembilan repetisi dan empat set dapat meningkatkan daya ledak otot lengan. Pelatihan menarik katrol beban 5 kg dua belas repetisi dan tiga set lebih baik dibandingkan dengan pelatihan menarik katrol beban 5 kg sembilan repetisi dan empat set pada siswa SMK-1 Denpasar.