cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2014): June" : 57 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MICROSOFT OFFICE POWERPOINT PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP N 4 TABANAN KABUPATEN TABANAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., I Gede Putu Adhiyasa Surya Pratama; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2109

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui prosedur pengembangan media pembelajaran dengan software Powerpoint pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk kelas VII; (2) menghasilkan suatu produk media pembelajaran Powerpoint untuk mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk kelas VII di SMP N 4 Tabanan dalam bentuk CD yang layak untuk diterapkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) yang dilakukan di SMP Negeri 4 Tabanan, Kabupaten Tabanan dalam waktu tujuh bulan, mulai dari bulan April 2013 sampai dengan bulan Oktober 2013. Objek penelitian ini berupa pengembangan media pembelajaran dengan Powerpoint pada mata pelajaran Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan materi perangkat keras komputer. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode prosedural yang diadaptasi dari model pengembangan desain instruksional menurut Dick & Carey dan model penelitian pengembangan menurut Borg & Gall. Instrumen pengumpulan data berupa lembar angket untuk ahli materi, ahli desain, dan ahli media, uji coba perorangan, kelompok kecil dan lapangan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu digunakan untuk mengolah data hasil review yang berupa masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan yang terdapat pada kuesioner, dan analisis data deskriptif kuantitatif yaitu digunakan untuk mengolah data berupa angka-angka atau persentasi yang diperoleh melalui kuesioner dalam penilaian media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran dengan Powerpoint yang dikemas dalam sebuah CD (compact disc), sedangkan prosedur pengembangan media pembelajaran yang dilakukan yaitu: (1) analisis yang meliputi analisis spesifikasi teknis dan tahap analisis kerja program; (2) membuat storyboard; (3) desain program yang meliputi desain diagram alir, dan desain interface; (4) implementasi program; dan (5) pengujian. Media pembelajaran dinyatakan layak berdasarkan uji kelayakan menurut: (1) uji ahli isi mata pelajaran TIK berada pada kualifikasi sangat baik (93,33%), (2) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik (84%), (3) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik (86,67%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi baik (82.96%), uji kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (92,51%), uji coba lapangan berada pada kualifikasi baik (89%). Dari hasil uji di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dengan Powerpoint yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pembelajaran untuk mata pelajaran TIK pada kelas VII.Kata Kunci : pengembangan, powerpoint, mata pelajaran TIK This study aims to : ( 1 ) designing and creating instructional media with Powerpoint software on the subjects of Information and Communication Technology ( ICT ) for class VII , (2 ) produce a software product for subjects learning Powerpoint Information and Communication Technology ( ICT ) for the class VII in SMP N 4 Tabanan in CD eligible to apply as a medium of learning. This study aims to: (1) Determine the instructional media development procedures with Powerpoint software on the subjects of Information and Communication Technology (ICT) for class VII, (2) produce a media product for subjects learning Powerpoint Information and Communication Technology (ICT) for class VII in SMP N 4 Tabanan in CD which worth to apply as a learning media. This research approach development research ( Research and Development ) conducted in SMP Negeri 4 Tabanan Tabanan within seven months , starting from April 2013 to October 2013 . Object of this research is the development of instructional media on subjects with Powerpoint Engineering Information and Communication ( ICT ) with the material of computer hardware . The method used is the development of procedural methods adapted from the model of the development of instructional design by Dick & Carey model of research and development by Borg & Gall . Data collection instruments in the form of a questionnaire sheet to matter experts , design experts , and media experts , individual testing , small groups and field . Analysis of data using qualitative descriptive analysis that is used to process the results of a review of data in the form of input , feedback , critiques and suggestions for improvements contained in the questionnaires , and analysis of quantitative descriptive data that is used to process the data in the form of numbers or percentages obtained through questionnaires in the assessment instructional media developed . The results of this research is to study media Powerpoint packaged in a CD ( compact disc ) , while the instructional media development procedures performed are: ( 1 ) analysis includes analysis of technical specification and analysis phase work program , (2 ) create a storyboard ; ( 3 ) design programs that include design flow charts , and interface design , (4 ) implementation , and ( 5 ) testing . Learning media declared eligible by the feasibility test by: ( 1 ) test expert ICT course content was very good in qualifying ( 93.33 % ) , ( 2 ) test instructional design experts are in good qualifications ( 84 % ) , ( 3 ) test instructional media specialists are in good qualifying ( 86.67 % ) , ( 4 ) the trial was well-qualified individuals ( 82.96 % ) , a small group of test are in excellent qualifications ( 92.51 % ) , field trials are in qualifying good ( 89 % ) . From the test results it can be concluded that the instructional media developed with Powerpoint decent used as learning support for ICT subjects in class VII. Results of this study was to Powerpoint learning media is packaged in a CD ( compact disc ) , while the procedure is performed to produce instructional media , namely : ( 1 ) the analysis includes the analysis of the technical specification and analysis phase of the work program , (2 ) create a storyboard ; ( 3 ) program which includes the design flow chart design , and interface design , (4 ) implementation , and ( 5 ) testing . Instructional media declared eligible by the feasibility test by: ( 1 ) test expert ICT course content is in a very good qualifying ( 93.33 % ) , ( 2 ) test instructional design experts are on good qualifications ( 84 % ) , ( 3 ) test learning media is expert in both qualifying ( 86.67 % ) , ( 4 ) individual testing on both qualifying ( 82.96 % ) , small group test is in excellent qualifications ( 92.51 % ) , field trials are on qualifications good ( 89 % ) . From the test results it can be concluded that the instructional media developed with Powerpoint decent used as learning support for ICT subjects in class VII . keyword : development, powerpoint, ICT
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Putu Yogi Santosa; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2268

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya pada pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, dan minimnya penggunaan media pada setiap proses pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu 1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials collecting, assembly, testing, dan distribution serta untuk mengetahui kelayakan produk multimedia pembelajaran ini dilakukan dengan uji coba pada para ahli dan siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja. Metode untuk menganalisis kebutuhan berupa wawancara dan instumen pengumpulan data berupa kuesioner. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 6 siswa untuk uji coba perorangan, dan 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Data dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan produk pengembangan berupa CD multimedia pembelajaran yang layak pakai pada Mata Pelajaran IPA kelas VII semester ganjil di SMP Negeri 4 Singaraja. Hasil uji ahli isi menunjukkan nilai 80% dan berada pada kualifikasi baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 90% berada pada kualifikasi sangat baik, dan penilaian dari ahli desain menunjukkan nilai 85% berada pada kulaifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan nilai 88,21% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukkan nilai 85,9% berada pada kualifikasi baik.Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran Problems perceived by the students of class VII in SMP Negeri 4 Singaraja in following the process of learning, especially in science lessons is the monotonous implementation of the learning process, and the lack of media used on any learning process. The purposes of this research are 1) to determine the design of multimedia instructional developed, and 2) to determine the quality of learning outcomes in developing multimedia development. This research methods of development use Luther’s model thatconcerned in the development of a model of the stages of concept, design, collecting materials, assembly, testing, and distribution as well as to determine the feasibility of multimedia learning products is done by testing experts and students in class VII in SMP Negeri 4 Singaraja. Methods for analyzing are interviews and data collection instrument in the form of a questionnaire. Test subjects of this study consisted of one expert subject matter content, an instructional design expert, an expert instructional media, 6 students for individual trials, and 12 students for small group trials. Data were analyzed using two techniques, they are qualitative and quantitative descriptive analysis. This research resulted in the development of products such as multimedia CD worthy life lessons on science Subject class VII semester in SMP Negeri 4 Singaraja. The test results demonstrate the value of expert content and 80% are in good qualifications, test media experts assess the learning outcomes of media with 90% at the excellent qualifications, and assessment of design experts demonstrates the value of 85% in wellqualification. Individual trial results demonstrate the value of 88.21% at good qualifications, and a small group trial demonstrates the value of 85.9% was well qualified.keyword : development, luther models, multimedia learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KUBUTAMBAHAN ., I Made Budihariawan; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2269

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kubutambahan dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, dan minimnya penggunaan media pada setiap proses pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu (1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pemelajaran yang dikembangkan, dan (2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials colleting, assembly, testing, dan distribution serta untuk mengetahui kelayakan produk multimedia pembelajaran ini dilakukan dengan uji coba pada para ahli dan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kubutambahan. Metode untuk menganalisis kebutuhan berupa wawancara dan instrument pengumpulan data berupa kuesiner. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 6 siswa untuk uji coba perorangan, dan 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Data dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini mengasilkan produk pengembangan berupa Compact Disc multimedia pembelajaran yang layak pakai pada mata pelajaran IPA kelas VII semester ganjil di SMP Negeri 2 Kubutambahan. Hasil uji ahli isi menunjukan nilai 96% dan berada pada kualifikasi sangat baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 81% dan berada pada kualifikasi baik, dan penilaian ahli desain menunjukan nilai 82% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukan 83% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukan nilai 91% berada pada kualifikasi sangat baik. Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran Problems perceived by the students of class VII in SMP Negeri 2 Kubutambahan in following the process of learning, especially in science subjects is too monotonous implementation of the learning process, and the lack of media use on any learning process. The purpose of this research is the development of ( 1 ) to determine the design of multimedia learning are developed, and ( 2 ) to determine the quality of learning outcomes developed multimedia development. The development of research methods that Luther started the development of a model of the stages of concept, design, materials colleting, assembly, testing, and distribution as well as to determine the feasibility of multimedia learning products is done by testing experts and students in class VII in SMP Negeri 2 Kubutambahan . Methods for analyzing the needs of interviews and data collection instruments such as kuesiner. Test subjects of this study consisted of one expert subject matter content, the instructional design expert, an expert instructional media, 6 students for individual trials, and 12 students for small group trials. Data were analyzed using two techniques namely qualitative and quantitative descriptive analysis . This research is the development of products such as generating multimedia Compact Disc unsuitable for use in learning science this semester in class VII SMP Negeri 2 Kubutambahan. The test results show the value of expert content was 96 % and the excellent qualifications, instructional media experts assess test media with 81 % and the results are in good qualifications, and assessment design experts showed the value of 82 % at a good qualification. The results of individual trials showed 83 % were in good qualifications , and a small group trials showed the value of 91 % at the excellent qualifications. keyword : development , luther models , multimedia learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATERI TRANSPORTASI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NEGERI 3 PEGADUNGAN ., Nyoman Agus Susanta; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2270

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah nilai siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Negeri 3 Pegadungan masih belum memuaskan, pembelajaran bersifat konfensional, dan media yang mendukung pada mata pelajaran Bahasa Indonesia belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui rancang bangun multimedia interaktif yang dikembangkan, 2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif yang dikembangkan. Model penelitian yang digunakkan dalam penelitian ini model pengembangan produk ADDIE yang dikembangkan oleh Tegeh dan Kirna. Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angket yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriftif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif. Subjek data terdiri dari satu ahli isi/materi bidang studi, satu ahli media pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, enam siswa untuk uji perorangan, duabelas siswa untuk kelompok kecil. Hasil penelitian ini adalah Multimedia Interaktif yang layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaian media ini (1) uji ahli isi mata pelajaran Bahasa Indinesia pada kualifiksi baik (persentase = 82%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik (persentase = 78%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik (presentase = 88%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi baik (persentase = 88,66%), uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 92,75%) . Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan kualitas Multimedia Interaktif baik dan dapat digunakan di kelas IV SD Negeri 3 Pegadungan.Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Interaktif, Bahasa Indonesia The problem of this study is scores for student of IV grade in SD Negeri 3 Pegadungan in for sciences is low, learning conventionally, and media to support the Indonesian yet available. This study aims to : 1) know the results of Learning Interactive Multimedia Interaktive desing, 2) know the development’s quality of the Learning Interactive Multimedia which develoved. The research model in this study Development model in this study product development model developed by ADDIE. Data about quality product development were collected by questionnaire are then analyzed by qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis techniques. Subject try consist of a subject content axpert, an instructional media expert, an anstructional design axpert, six students for individual trials, twelve students to small group test. Results of this study was Learning Interactive Multimedia which suitable to used according to the characteristics of students. are developed is good. The result showed (1) test content expert of sains subject on good qualification (percentage = 82%), (2) test instructional media expert on good qualification (percentage =78%), (3) test instructional design expert on good qualification (percentage =88%), (4) individual trial on good qualification (percentage 88,66%) and (5) small group test on very well qualification (percentage 92,75%). Based on these results can conclude a quality of Interactive Multimedia is good and can be used is class IV SD Negeri 3 Pegadungan on second semester.keyword : Development, Interactive Multimedia, Indonesian Languange
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS VII SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SMP NEGERI 1 TEJAKULA ., Gede Tamba Arya Wargaya; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2271

Abstract

Kurangnya daya serap siswa terhadap materi yang disampaikan, sehingga nilai rata-rata pada mata pelajaran IPA masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya penggunaan, media dalam proses pembelajaran. Maka penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas hasil produk pengembang multimedia pembelajaran berdasarkan review ahli isi, ahli desain, ahli media, uji perorangan, kelompok kecil dan uji lapangan yang telah dilakukan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) yang dikembangkan oleh Luther dengan enam tahap (1) konsep, (2) desain, (3) pengumpulan bahan, (4) pembuatan, (5) pengujian, dan (6) pendistribusian. Validator melibatkan review dari ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran selanjutnya dilakukan uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan pada siswa kelas VII Semester 1 di SMP Negeri 1 Tejakula. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah menghasilkan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran seperti flowchart, storyboard, penentuan kebutuhan material, dan produk akhir multimedia pembelajaran. Kualitas multimedia pembelajaran yang telah dikembangkan adalah: (1) review ahli isi mata pelajaran menunjukkan persentase 98,50% katagori sangat baik, (2) review ahli desain pembelajaran menunjukkan persentase 83,64% katagori baik, (3) review ahli media pembelajaran menunjukkan persentase 80,00% katagori baik, (4) uji coba perorangan menunjukkan persentase 93,34% katagori sangat baik, (5) uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase 90,59% katagori sangat baik, dan (6) uji coba lapangan menunjukkan persentase 93,23% katagori sangat baik.Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA The lack of absorbance students to material presented, so the average value of the IPA subjects still relatively low. It is caused due to lack of use, the media in the learning process. There fore this study aimed to ( 1 ) describe the development of multimedia learning plan up on the subjects of IPA, ( 2 ) know the quality of the produce learning multimedia developer based review of the content, the design, media, test the individual, small group and test field was performed. These research is expansion. Research model used is the model development of computer aided learning ( CAL ) developed by Luther with six stages: (1 ) concept, ( 2 ) design, ( 3 ) the collection of materials, ( 4 ) manufacturing, ( 5 ) testing, and ( 6 ) distributions. Validator involves reviews of the content of the subjects, the learning design, learning media members more committed individual trials, testing small batches and field trial in VII Semester 1 grade students at SMP Negeri 1 TEJAKULA. Methods for collecting data is the recording of documents and questionnaires. Data analysis using descriptive analysis techniques of quantitative and qualitative. Results of this study was to produce up expansion plans multimedia learning such as flowchart, storyboard, determining material requirements, and end-products of multimedia learning. Quality of multimedia learning have been developed are : ( 1 ) review the substance of the subject indicates the percentage of 98.50% very good category , ( 2 ) review the learning design represents the percentage of 83.64% good categories, ( 3 ) review the learning media show good percentage of 80,00% category, ( 4 ) individual trial showed a percentage 93.34% categories very well, ( 5 ) a small test group represents the percentage of 90.59% very good categories, and ( 6 ) shows the percentage of field trial 93.23% very good category.keyword : development, multimedia learning, teaching science
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER 1 DI SMP NEGERI 1 BANJAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., Sang Putu Supradnyana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2397

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu 1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) yang dilakukan di SMP Negeri 1 Banjar. Objek penelitian ini berupa pengembangan multimedia pembelajaran model kontekstual untuk pembelajaran mandiri pada mata pelajaran IPA dengan materi kalor. metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials collecting, assembly, testing, dan distribution. Instrumen pengumpulan data berupa lembar angket untuk ahli materi, ahli desain, ahli media, uji coba perorangan, dan kelompok kecil. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu digunakan untuk mengolah data hasil review yang berupa masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan yang terdapat pada kuesioner, dan analisis data deskriptif kuantitatif yaitu digunakan untuk mengolah data berupa angka-angka atau persentasi yang diperoleh melalui kuesioner dalam penilaian media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah multimedia pembelajaran model kontekstual untuk pembelajaran mandiri pada mata pelajaran IPA yang dikemas dalam sebuah CD (compact disc), sedangkan prosedur pengembangan media pembelajaran yang dilakukan yaitu: (1) Konsep; (2) Design; (3) Materials collecting; (4) Assembly; (5) Testing; dan (6) Distribution. Multimedia dinyatakan layak dilihat dari hasil uji ahli isi menunjukkan nilai 92,5% dan berada pada kualifikasi sangat baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 90,47% berada pada kualifikasi sangat baik, dan penilaian dari ahli desain menunjukkan nilai 84,44% berada pada kulaifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan nilai 86% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukkan nilai 84% berada pada kualifikasi baik. Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran The purpose of this development study are 1) to know the draft of building of the developed multimedia learning, and 2) to know the quality of the result of developed multimedia learning development.This evaluation uses research and depelopment study approach wich was done at SMP N 1 Banjar. The object of this study is the contextual model of development of learning multimedia for individual learning in Natural Science with warmth material. Luther model method which is started by concept, design, materials collecting, assembly, testing, and distribution. The data collection instrument in form of worksheet for the material expert, designer, media expert, individual tryout and small group. The data analysis uses descriptive qualitative analysis which is used for data procession as the result in the review in form of suggestions, responds, critics, and correction advice which was stated in questioner. And the data analysis of descriptive quantitative was used the process the data in form of numbers ar presentation which was collected from questioner in the assessment of learning media which is developed. The result of this study is the contextual model of learning multimedia for individual learning in Natural Sciences which is covered in form of CD, mean while the procedure of learning media development is done by: concept, materials collection, assembly, testing, and distribution. Multimedia may be appropriate, it is seen from the results of the try out of the material expert which is shown a value 92,5%, and the qualification is very good, the tryout of the learning media expert evaluate the media with the result is 90,47% with very good qualification, and the evaluation from the designer show 84,44% as the value with good qualification. The result of personal try out shows 86% as the value with good qualification, and small group try out show the value is 84% reaches good qualification. keyword : development, luther model, multimedia learning
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING DAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD GUGUS IX KECAMATAN BULELENG ., Made Widiari; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3548

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional sehingga untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam penelitian ini menerapkan metode pembelajaran mind mapping. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran mind mapping, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran ekspositori, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antar kelompok siswa menggunkan metode pembelajaran mind mapping dengan metode ekspositori pada siswa kelas III semester genap tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus IX kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian terdiri dari empat sekolah yaitu SDN 1 Banjar Jawa 25 siswa, SDN 3 Banjar Jawa 24 siswa, SDN 5 Banjar Jawa 29 siswa dan SDN 1 Astina 29 siswa, sehingga jumlah populasi adalah 107 siswa. Sedangkan sampel penelitian yang digunakan adalah SDN 1 Banjar Jawa dan SDN 3 Banjar Jawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) deskripsi hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan metode pembelajaran mind mapping menunjukkan skor rata-rata 42,10 berada pada kategori sangat tinggi (2) deskripsi hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol dengan menggunakan metode pembelajaran ekspositori rata-rata skor siswa adalah 32,64 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antar kelompok siswa yang menggunakan metode pembelajaran mind mapping dan yang menggunakan metode pembelajaran ekspositori. Perbedaan tersebut dilihat dari thitung > ttabel (3,89 > 1,68). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran mind mapping berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dibandingkan dengan metode pembelajaran ekspositori.Kata Kunci : mind mapping, ekspositori, hasil belajar. The problem underlying this study is the low learning outcomes of students who are taught using conventional teaching methods so as to improve student learning outcomes in this study apply mind mapping (map think learning methods. The purpose of this study was (1) to describe the mathematics learning outcomes of students who learned with the learning method of mind mapping (map think), (2) describe the mathematics learning outcomes of students who learned with expository teaching methods, (3) determine differences in mathematics learning outcomes significantly between group of students who learned with the learning method with learning methods mind mapping (map think) with expository method in class III semester of academic year 2013/2014 in the SD cluster IX Buleleng districts. This study was a quasi-experimental design with a post-test only control group design. The study population consisted of four schools namely SDN 1 Banjar Jawa 25 students, 3 Banjar Jawa SDN 24 students, 5 Banjar Jawa SDN 29 and SDN 1 Astina students 29 students, so the total population is 107 students. While the sample study is a SDN 1 Banjar Java and SDN 3 Banjar Java. The results of this study indicate that: (1) a description of the results of the experimental group students mathematics learning using learning methods mind mapping showed an average score of 42.10 was the very high category (2) a description of the results of the control group students learn mathematics with expository teaching methods the average score was 32.64 students in middle category, (3) there are differences in mathematics learning outcomes significantly between groups of students who use the learning method that uses mind mapping and expository teaching methods. The differences are seen from tcount> ttable (3.89> 1.68). Based on the research results, it can be concluded that the methods of learning mind mapping positive effect on mathematics learning outcomes compared with expository teaching methods.keyword : Key words: mind mapping, expository, learning outcomes.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SAWAN ., I Made Agus Putra Wijaya; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3555

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hasil belajar IPA pada siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional, (2) hasil belajar IPA pada siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R), (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dengan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sawan dengan menggunakan Control Group Pretest Posttes Desain dalam penelitian dan sampel sebanyak 70 orang yang diambil secara random. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda diperluas dengan jumlah soal 20 butir soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase rata-rata nilai kelas dikelompok eksperimen dalam tes hasil belajar sebesar 41% dari 28,82 pada tes awal menjadi 53,42 pada tes akhir. (2) terjadi peningkatan persentase rata-rata nilai kelas dikelompok kontrol dalam tes hasil belajar sebesar 30,52% dari 25,92 pada tes awal menjadi 44,25 pada tes akhir. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang cukup tinggi dibandingkan menggunakan metoda pembelajaran konvensional. Hal ini dapat diliat dari hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan uji-t ternyata H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Sawan tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Metode Pembelajaran PQ4R, Pembelajaran Konvensional, dan Hasil Belajar IPA This study aimed at knowing (1) science learning result of students who were taught by using conventional learning, (2) science learning result of students who were taught by implementing preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method, (3) difference in science learning result between students who were taught by using preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method and conventional learning method. This research was conducted in SMP Negeri 1 Sawan by using Control Group Pretest-Posttest Design and 70 random samples. The data analyzed in this study was learning result which was collected by using test method. The test used was multiple-choice objective test containing of 20 questions. The data was analyzed by using t-test. The results of this study show that (1) the average percentage score of experimental group class in achievement test increased 41 % from 28.82 on pretest to 53.42 on post-test. (2) the average percentage score of control group class in achievement test increased 30.52 % from 25.92 on pretest to 44.25 on post-test. Based on the results, it can be concluded that the implementation of preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method improves students learning results higher than conventional learning method. It can be seen from the result of hypothesis testing conducted by using t-test in which H0 was rejected while H1 was accepted. Thus the preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method influenced science learning result of the second semester eighth graders at SMP Negeri 1 Sawan in the academic year 2013/2014. keyword : PQ4R Learning Method, Conventional Learning, and Science Learning Result
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS WEBSITE PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS VIII B SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 NEGARA ., I Putu Budi Yoga Pratama; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3581

Abstract

Permasalahan yang dialami oleh siswa kelas VIII B di SMP Negeri 1 Negara dalam mengikuti proses pembelajaran ilmu pengetahuan alam adalah belum tersedianya sumber bacaan yang relevan dengan materi pelajaran, jam pelajaran yang kurang berimbang terhadap padatnya materi pelajaran, dan keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan relevan khususnya materi alat optik. Oleh Karena itu penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) khususnya pada materi alat optik yang layak pakai, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta mampu memberikan daya tarik sekaligus dapat memudahkan siswa belajar individual (mandiri). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, Desseminate). Data kualitas produk dikumpulkan dengan pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes tertulis yang dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan (1) uji ahli isi mata pelajaran IPA berada pada kualifikasi sangat baik (96,6%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik (84%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik (86,6%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (92%), uji kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (93,83%), uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (93,6%), (5) uji efektivitas menunjukan peningkatan hasil belajar sebesar (17,16%). Disimpulkan bahwa dalam penelitian ini telah menghasilkan media pembelajaran pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) yang layak pakai, sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa.Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran, e-learning, website. Problems faced by the students of class VIII B in SMP Negeri 1 State in following the process of learning science is the unavailability of source readings relevant to the subject matter, hours of lessons less balanced against the dense subject matter, and the limitations of learning media especially interesting and relevant material optical instrument. By Therefore, this research aims to generate medium of learning science subjects (IPA), particularly on the material optical instruments suitable to be used, in accordance with the needs and characteristics of students, and be able to provide traction as well as to facilitate students learning of individual (independent). The method used in this research is the development of research methods 4D models (Define, Design, Develop, Desseminate). Data were collected by recording product quality documents, questionnaires, and written tests were analyzed with descriptive analysis of qualitative, quantitative, and inferential statistics. The results showed (1) test the contents of teaching science experts are in excellent qualifications (96.6%), (2) test instructional media specialists are in good qualifications (84%), (3) test instructional design experts are on qualifications good (86.6%), (4) individual trials are in excellent qualifications (92%), a small group of test are in excellent qualifications (93.83%), field trials are in excellent qualifications (93, 6%), (5) the effectiveness of the test showed improvement of learning outcomes (17.16%). Concluded that in this study has produced instructional media on the subjects of natural science (IPA) which is suitable to be used, as needed, and characteristics of students.keyword : development, instructional media, e-learning, website.
PENGARUH STRATEGI KONTEKSTUAL REACT TERHADAP KINERJA PEMECAHAN MASALAH IPA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Irwan Kurniawan; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3582

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kinerja pemecahan masalah IPA siswa khususnya kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perbedaan kinerja pemecahan masalah siswa antara kelompok belajar yang menggunakan strategi kontekstual REACT dan kelompok belajar yang menggunakan strategi konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian Control Group Pre-test Post-test Design. Populasi penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 6 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah populasi 345 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling yang disertai dengan proses matching (dipasangkan) dan diperoleh 25 siswa anggota kelompok eksperimen dan 25 siswa anggota kelompok kontrol. Data mengenai kinerja pemecahan masalah IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes kinerja pemecahan masalah dan selanjutnya dianalisis dengan uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Terdapat perbedaan kinerja pemecahan masalah siswa yang belajar menggunakan strategi kontekstual REACT dengan kinerja pemecahan masalah siswa yang belajar menggunakan strategi Konvensional (thitung =1.67 > ttabel=1.52 / Ha diterima dan H0 ditolak) pada taraf signifikansi 5%. Dengan kata lain, penerapan strategi kontekstual REACT berpengaruh positif terhadap kinerja pemecahan masalah IPA siswa.Kata Kunci : kinerja pemecahan masalah, strategi kontekstual REACT, pembelajaran IPA The problem in this study is the low performance of students in particular science problem solving SMP Negeri 6 Singaraja. This study aims to describe students' performance problem-solving differences between the study groups that use contextual strategies and the REACT study group using conventional strategies. This research is a quasi experimental (quasi-experiment) with a research design Control Group Pre-test post-test design. The population was Class VIII Second Semester Students of SMP Negeri 6 Singaraja Academic Year 2013/2014, which consists of 10 classes with a total population of 345 people. The research sample was determined by random sampling technique coupled with the matching process (paired) and obtained 25 student members of the experimental group and a control group of 25 student members. Data on science performance problem-solving was collected using a performance test problem solving and then analyzed with a tail t-test at significance level of 5%. Based on the analysis of the results obtained the following results. There are differences in performance problem-solving of students who learn to use contextual strategies REACT with problem-solving performance of students who learn using conventional strategies (tcount=1.67> ttable=1.52 / Ha is accepted and H0 is rejected). In other words, the application of contextual REACT strategy has a positive effect on the performance of science students' problem solving.keyword : performance problem solving, contextual REACT strategy, learning science