cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015): June" : 58 Documents clear
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL ADDIE UNTUK SISWA KELAS IX SEMESTER GANJIL DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., Kadek Libra Adi Jaya; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.4833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran IPA, (2) menguji kualitas multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas IX SMP, (3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IX semester ganjil di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas IX 1 dan IX 5 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja masing-masing sebanyak 28 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut. (1) Rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran ini terdiri dari lima tahap yaitu: a) analisis, b) perancangan, c) pengembangan, d) implementasi, e) evaluasi. (2) Kualitas multimedia pembelajaran IPA berdasarkan hasil evaluasi ahli isi 85,4% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 94,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 92,4% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 91,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 88,5% berada pada kualifikasi baik. (3) Uji efektifitas menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran pada siswa kelas IX 5 semester ganjil di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja.Kata Kunci : Pengembangan, multimedia pembelajaran, model ADDIE This study aims to (1) describe the design development process of multimedia learning science, (2) testing the quality of multimedia learning in science subjects ninth grade junior high school, (3) knowing the effective use of multimedia learning on learning outcomes of science in ninth grade junior high school students. This type of research is the development of research with reference to the ADDIE model. This research involved twenty eight students of class IX 1 and IX 5 of Junior Laboratory UNDIKSHA Singaraja. All the datas are colected by recording document, questionaire and testing methods. The datas that have been found by recording document method were analysed by using qualitative descriptive techniques. The datas that have been found by questionaire method were analysed by using qualitative and quantitative descriptive techniques. While, the other datas that have been found by testing method was analysed by using inferential statistic techniques. the results of this study showed the following results. (1) The development of multimedia instructional design consists of five phases: a) analysis, b) design, c) development, d) implementation, e) evaluation. (2) The quality of multimedia learning science based on the results of expert evaluation of the content of 85.4% was in good qualification. The results of expert evaluation of design 94.6% were in excellent qualifications. The results of the evaluation of media experts 92.4% were in excellent qualifications. Individual test results 92% were in excellent qualifications. Small group of test results was 91.7% in the excellent qualifications. The results of the field test were 88.5% in good qualification. (3) Test the effectiveness showed a significant difference to the results of science learning between before and after the use of multimedia teaching in class IX 5 odd semester in junior Laboratory UNDIKSHA Singaraja.keyword : Development, multimedia learning, ADDIE model
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ADDIE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP NEGERI 2 SERIRIT ., Parta Sanjaya; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.4834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran Multimedia Interaktif pada mata pelajaran IPS. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia interaktif, (2) mengetahui hasil pengembangan multimedia interaktif dengan menggunakan model ADDIE pada mata pelajaran IPS kelas VIII semester ganjil, (3) mengetahui efektifitas pengembangan multimedia interaktif dengan menggunakan model ADDIE pada mata pelajaran IPS kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII E di SMP Negeri 2 Seririt. Data validitas uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan metode angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistic inferensial. Hasil uji ahli isi yaitu 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli desain sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli media sebesar 85,45% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 94,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 93,4% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 15,50. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolakdan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (82,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (62,50).Kata Kunci : Multimedia Interaktif, IPS dan hasil belajar. The purpose of this research is to produce Interactive Multimedia learning in IPS studies. Operationally the objective is elaborated into three phases of work-related, which are (1) describe the design of interactive multimedia, (2) determine the results of interactive multimedia development by using ADDIE model on IPS class VIII, odd semester, (3) determine the effectiveness of interactive multimedia development by using ADDIE model on IPS class VIII. The type which is used on this research is research development. The development model which used is ADDIE model. This research involves class VIII E in SMP Negeri 2 Seririt. The data of validity media expert test, content expert, design expert , individual test, small group test and field tests are obtained by using questionnaires. The data which were obtained is analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of content expert test is 92% which is in the very good qualification. The results of design expert test is 90% which is in a very good qualification. The media expert test result is 85.45% which is in good qualification. The result of individual test is 95.33% which is in the very good qualification. The result of small group test is 94.33% which is in the very good qualification. The results of the field test is 93.4% which is in the very good qualification. The manual calculation of learning result obtained t score equal to 15.50. The price of t table on 5% significance level is 2.000. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is refused whereas H1 is accepted. Therefore there is a significant difference between the results of IPS students before and after using instructional media. The average score after using the media (82.50) is higher than before using the media (62,50).keyword : Interactive Multimedia, IPS and learning outcomes.
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN SCHOOLOGY PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA KELAS X SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMA N 4 SINGARAJA ., Kadek Bayu Indrayasa; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.4835

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMA Negeri 4 Singaraja yaitu kurangnya pemanfaatan fasillitas hotspot di sekolah dan rendahnya kualitas belajar Bahasa Indonesia pada siswa dari kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain media e-learning Schoology pada pembelajaran Bahasa Indonesia, (2) mengetahui kualitas hasil media e-learning Schoology, (3) mengetahui efektivitas media e-learning Schoology pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X IB 1 dan X IB 2 SMA Negeri 4 Singaraja. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 96% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 80% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 91,2% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 91,5% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan efektivitas pengembangan e-learning berbasis Schoology menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berbasis Schoology. Hasil skor pretest 19.97 dan hasil skor posttest 25.87. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia sebelum dan setelah menggunakan media e-learning berbasis Schoology.Kata Kunci : Pengembangan, e-learning, Schoology, Bahasa Indonesia. The problems found in SMA Negeri 4 Singaraja is based on lack of utilization of hotspot in school and student learning quality is below minimum achievement criteria. These research objectives are:. (1) design of e-learning media Schoology Indonesian learning, (2) determine the quality of e-learning media Schoology, (3) determine the effectiveness of e-learning media Schoology on learning Indonesian. This research type is Research and Development, with ADDIE development model. This research involved graders X IB 1 and X IB 2 SMA Negeri 4 Singaraja. Data validity test media experts, content experts,expert design, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert evaluation of the content was 96% at the excellent qualifications. The result of the expert evaluation of media was 80% at good qualifications. The result of the expert evaluation of design was 90% at the excellent qualifications. Individual test results of 90% at the excellent qualifications. The test result of small group was 91.2% at good qualification. The result of field tests was 91.5% at the excellent qualification. The results development of e-learning media Schoology effectivity shows there are differences in the results of learning Indonesian before and after using the multimedia learning. The results of the pretest scores 19.97 and 25.87 posttest score results. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after the use of e-learning media Schoology.keyword : Development, e-learning, Schoology, Learning Indonesian.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 SERIRIT ., I Kadek Oka Wira Satria; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.4937

Abstract

Permasalahan yang melandasi penelitian ini adalah keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar untuk meningkatkan minat belajar siswa dan rendahnya kualitas belajar IPA pada siswa dari kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 2 Seririt 2) mengetahui kualitas multimedia pembelajaran interaktif 3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIID dan VIIIE SMP Negeri 2 Seririt. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 87,27% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 85% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 92,83% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 91,4% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 19,048. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,0017. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,07) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (60,27).Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia interaktif, IPA The problem underlying this research is interesting learning media limitations and in accordance with the teaching materials to increase student interest and poor quality science learning in students from a minimum completeness criteria These research objectives are: 1) to produce multimedia interactive learning of science in second semester of class VIII academic year 2013/2014 in SMP Negeri 2 Seririt, 2) to know the quality of multimedia interactive learning ,3) to know the effectiveness of multimedia interactive learning. This research type is Research and Development, with ADDIE development model. This research involved graders VIIID and VIIIE SMP Negeri 2 Seririt. Data validity test media experts, content experts, expert design, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert evaluation of the content was 94% at the excellent qualifications. The result of the expert evaluation of media was 87,27% at the good qualifications. The result of the expert evaluation of design was 85% at the good qualifications. Individual test results of 94% at the excellent qualifications. The test result of small group was 92,83% at excellent qualification. The result of field tests was 91,4% at excellent qualification. Manual counting of learning outcomes obtained t count value 19,048. Value of t table with 5% significance was 2,0017. So the value of t count is greater than the value of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences of science student learning outcomes between before and after the use of multimedia interactive learning. The mean value after using the multimedia interactive learning (89,07) was higher than before using the media (60,27).keyword : development, multimedia interactive learning, science
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL LUTHER DALAM MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SMP NEGERI 5 NEGARA ., Ni Kadek Tina Pirgayanti; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.4955

Abstract

Sampai saat ini hasil belajar IPS pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Negara belum memuaskan. Salah satu indikasinya adalah capaian rerata hasil belajar IPS sebesar 67 yang masih di bawah angka nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) nasional yang ditetapkan sebesar 75%. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab belum memuaskan hasil belajar tersebut adalah masih relative minimnya sumber belajar multimedia yang tersedia di sekolah tersebut. Atas dasar kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dengan harapan agar hasil belajar mata pelajaran IPS lebih meningkat. Bertitik tolak dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) mengetahui kualitas produk multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran IPS, (3) mengetahui efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif dalam mata pelajaran IPS pada siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Luther. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah metode pencatatan dokumen,kuesioner, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen, angket, dan perangkat tes/ soal.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menemukan bahwa (1) desain pengembangan multimedia interaktif yang menghasilkan flowchart dan storyboard; (2) kualitas validitas multimedia pemebalajaran interaktif menurut review ahli isi mata pelajaran adalah 98%,review ahli desain pembelajaranadalah 88%, review ahli media pembelajaran adalah 81,25%, uji coba perorangan adalah 82%, uji coba kelompok kecil adalah 88,5%, dan uji coba lapangan adalah 99%, sehingga secara umum multimedia pembelajaran interaktif yang dihasilkan dalam penelitian ini dikategorikan baik atau valid; (3) hipotesis penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, multimedia interaktif yang dihasilkan dalam penelitian dinyatakan efektif meningkatkan hasil belajar IPS di SMP Negeri 5 Negara dengan perolehan thitung=16,05>ttabel = 1,993. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif dalam pembelajaran mata pelajaran IPS untuk siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 5 Negara, Jembrana Bali.Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia, Model Luther, IPS The learning outcomes of the VIII grade students at SMP Negeri 5 Negara especially in social science subject were not yet satisfactory. One of the indications that show this phenomenon was avarege of the students social science learning outcomes wich was 67 that still under the National Minimum Completeness Standard (KKM) which was 75%. One factor that suspected as the cause of this problem was the availability of multimedia learning sources which were still minimal at SMP Negeri 5 Negara. On the basis of that problem, the researcher conducted a research in developing an interactive learning multimedia in order to be able to increased students social science learning outcomes. furthemore, this research was inteded to (1) describe the design of the interactive learning multimedia development, (2) find out the quality of the social science interactive learning multimedia product, (3) recognize the efectivity of the use of the social science interactive learning multimedia for the VIII grade even semester students in the academic year 2013/2014. This research was using Luther model. Methods of data collection used in this study were document study, questionnaire, and test. The intruments of the data collection were document study, questionnaire, and test. Technigues of data analysis were descriptive qualitative analysis, descrivtive quantitative and statistic inferential analysis (t-test). The result of the study showed that (1) the disgn of the interactive multimedia develovnment which resulted in flowchart and storyboard, (2) the quality on the validity of the interactive learning multimedia accordiing to the review of the subject content expert was 98%, the review of the learning design expert was 88%, the review of the learning media expert was 81,25%, individual tryout was 82%, the small groups tryout was 88,5%, and the field tryout was 99%. Based on these result, the interactive learning multimedia was chategorized as good or valid in general, (3) Research shows that the hypothesis Ho denied and H1 received. Therefore, the interactive learning multimedia which develoved was effectively increasad the students social science learning outcomes in SMP Negeri 5 Negara with tcount = 16,05 >ttable = 1,993. According to the result of the study, it can be concluded that the interactive learning multimedia developed on this study was valid and effective to be taught to the students especially to teach social science subject for the VIII grade even semester students in SMP Negeri 5 Negara, Jembrana Bali. keyword : Development, multimedia, Luther model, social science
PENGARUH MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Luh Putu Kamela Tristiana Dewi; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5596

Abstract

Permasalahan pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Singaraja adalah rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII. Penelitan ini bertujuan 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan rancangan Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMPN 2 Singaraja yang berjumlah 588 orang dengan sampel kelas VIII.12 dan VIII.14. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 24,96 berada pada kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional menunjukkan skor rata-rata 16,39 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 10,645 > ttabel = 1,665). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 2 Singraja. Kata Kunci : snowball throwing, multimedia interaktif, hasil belajar The problem faced in learning IPA in SMP Negeri 2 Singaraja was the lowliness of eigthth grade students’ learning outcomes. This study was aimed 1) to describe the learning outcomes on IPA of students who given cooperative learning model especially Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia, 2) to describe the students’ learning outcomes on IPA of students who given conventional technique, 3) to investigate the significant difference of the learning outcomes of IPA between students who are taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia and conventional technique on eighth grade students in SMPN 2 Singaraja academic year 2014/2015. This study was quasy experiment with Posttest-Only Control Design. The samples were VIII.12 and VIII.14. The population was eighth grade students which included 588 students. The data gathered was students learning outcomes. The instrument used was objective test. The data was analyzed with descriptive statistic and inferential statistic using t-test. The result of the study showed 1) the students learning outcomes on IPA who were taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia had the mean score 24.96 which was on highest category, 2) the students’ learning outcomes on IPA who are taught by conventional technique had the mean score 16.39 which was on average category, 3) there was a significant difference on students’ learning outcomes on IPA between students who are taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia and conventional technique where the tobserved (10.645) was higher than tcritical value (1.665). It concluded that Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia had significant effect on eighth students’ learning outcomes on IPA in SMPN 2 Singaraja in academic year 2014/2015.keyword : snowball throwing, interactive multimedia, learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL ADDIE PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS IV SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SD NEGERI 1 GOBLEG SINGARAJA ., Gede Agus Febrianto; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5597

Abstract

Dalam penelitian pengembangan ini menghasilkan produk media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam berupa multimedia pembelajaran interaktif dikemas dalam bentuk cd (compact disk). Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu (1) mendeskripsikan desain multimedia pembelajaran interaktif, (2) menguji validitas hasil multimedia pembelajaran interaktif Ilmu Pengetahuan Alam untuk siswa kelas IV SD, (3) mengetahui efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini, menggunakan model ADDIE. Penelitian melibatkan siswa kelas V dan IV SD Negeri 1 Gobleg sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan metode (a) pencatatan dokumen (b) kuesioner dan (c) tes. Data dari metode pencatatan dokumen, menghasilkan laporan pengembangan produk. Data kuesioner, dibuat dalam bentuk angket instrument. Sedangkan data yang didapat dari metode tes diperoleh dari pretest dan posttest siswa. Hasil penelitian menunjukan (1) desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif ini meliputi: (a) pencatatan dokumen, (b) mengembangkan Flowchart, (c) mengembangkan Storyboard. (2) tahap validitas dilakukan uji ahli isi mata pelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 94%), uji ahli media berada pada kualifikasi baik (persentase= 84%), uji ahli desain berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 90%), uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 91,3%), uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (persentase= 89,3%), dan uji lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 90,7%) serta (3) uji efektifitas t hitung (6, 85) lebih besar dari t tabel (2,000) menunjukan perbedaan yang signifikan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif pada siswa di SD Negeri 1 Gobleg.Kata Kunci : multimedia, model ADDIE, Ilmu Pengetahuan Alam By using ADDIE Model, this present educational research and development produce a Natural Science subject learning media in the form of interactive multimedia learning packaged on CD (compact disk) format. The purposes of this study are (1) to describe the design of interactive multimedia learning; (2) to test the validity of result of Natural Science interactive multimedia learning designed for 4th grade of elementary school students; and (3) to investigate the effectiveness of using interactive multimedia learning toward 4th grade elementary school students’ result study in Natural Science subject. This study involved 5th and 4th of grade elementary school students (30 students for each grade) of SD Negeri I Gobleg. The data were collected by means of (a) documentation which results in product development report; (b) survey questionnaire; and (c) doing pretest and posttest. The results show that (1) the design of interactive multimedia learning consist of (a) document recording, (b) development of flowchart, and (c) development of Storyboard; (2) the validity test stage conducted by the subject-content expert test categorized the interactive multimedia learning as “high qualified”, given the score rate of 94%; categorized as “qualified” by the learning-media expert test (score rate of 84%), categorized as “high qualified” by the design expert test (score rate of 90%), categorized as “high qualified” by individual test (score rate of 91,3%), categorized as “qualified” by small-group test (score rate of 89,3%) and categorized as “high qualified” by environment test (score rate of 90,7%); and (3) since test statistic (6,85) exceeds the critical value (2,00), the effectiveness test indicated the significance difference between the elementary school students’ study result of Natural Science subject for two experimental group (before and after treatment). keyword : multimedia, Natural Science, ADDIE model
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING GOESMART BERBASIS COLABORATIVE LEARNING DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Gede Dedy Dharmayasa; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5598

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya nilai mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja, selain itu juga pembelajaran yang masih konvensional, maka dari itu untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran bahasa inggris kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja perlu dikembangkan e-learning goesmart, dengan tujuan adalah 1) Mendeksripsikan rancang bangun media pembelajaran e-learning goesmart yang membantu memudahkan siswa dalam belajar di kelas 2) Mendekskripsikan kualitas pembelajaran e-learning goesmart yang membantu memudahkan siswa dalam belajar di kelas. 3) Mendekskripsikan efektifitas pembelajaran e-learning goesmart yang membantu memudahkan siswa dalam belajar di kelas VII SMP Negeri 4 Singaraja. Model pengembangan menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, wawancara, kuisioner dan tes. Data dianalisis secara deskriptif dengan paired sampel t-test. Validasi produk mencakup (a) uji ahli, (b) uji coba responden siswa, dan (c) uji coba guru mata pelajaran. Hasil review media sebesar 78% (baik). Hasil review ahli desain pembelajaran sebesar 78% (baik). Hasil coba perorangan sebesar 94% (sangat baik). Hasil uji coba kelompok sebesar 82,2% (baik). Hasil uji coba user/guru mata pelajaran sebesar 78% (baik). Hasil tanggapan siswa untuk uji lapangan sebesar 77% (baik). Perhitungan hasil dengan menggunakan uji-t, setelah dibandingkan hasil belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran e-learning mendapatkan hasil t-hitung = 10,985 . Pengaruh penggunaan media pembelajaran e-learning sangat signifikan. Hasil belajar berdasarkan rata-rata posttest sebesar 89,47 yang berkualifikasi baik, nilai posttest lebih tinggi dari KKM sebesar 67, menunjukkan bahwa penggunaan media e-learning baik dan efisien dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kata Kunci : pengembangan, media e-learning, bahasa inggris, model ADDIE The problem in this research is the low value of teaching English class VII in SMP Negeri 4 Singaraja, while also learning still conventional, therefore to improve learning outcomes in the subjects of English class VII in SMP Negeri 4 Singaraja need to develop e-learning goesmart, with the aim is 1) Describe the design of e-learning instructional media goesmart which help facilitate students 'learning in the classroom 2) Mendekskripsikan quality e-learning goesmart which help facilitate students' learning in the classroom. 3) Mendekskripsikan effectiveness of e-learning goesmart which help facilitate students' learning in class VII SMP Negeri 4 Singaraja. ADDIE development model using the model. Data collected by the method of recording documents, interviews, questionnaires and tests. Data were analyzed descriptively by paired sample t-test. Validation of products includes (a) test experts, (b) testing the student respondents, and (c) testing the subject teachers. Results of the review of media is 78% (good). Results instructional design expert review is 78% (good). Results of individual testing is 94% (very good). Results of the small group testing is 82.2% (good). The results of the user / subject teachers testing is 78% (good). Results of student responses in the real testing is 77% (good). Calculation results using t-test, after learning result compared between before and after the use of e-learning media instructional to get the t-test = 10.985 . The effect of using e-learning media is very significant. Learning result based on the average posttest at 89.47 which qualified good, value higher than the posttest KKM is 67, indicates that the use of e-learning media is good and efficient in learning English. keyword : development, e-learning media, english subject, ADDIE model.
PENGARUH MODEL TAKE AND GIVE BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Ni Luh Gede Sri Yuliastini; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5599

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Singaraja adalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh cara mengajar guru yang masih konvensional, oleh karena itu penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsi hasil belajar IPS siswa kelompok eksperimen yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelompok kontrol yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Randomize Subjects Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 555 orang dengan sampel kelas VII.13 dan VII.14.Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 24,61 berada pada kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional menunjukkan skor rata-rata 16,28 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung=11,27>ttabel1,667). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Take and Give, multimedia interaktif The problem faced in learning IPS in SMP Negeri 2 Singaraja was lowliness of the learning outcomes which was caused by the conventional teaching technique implemented, so the present study aimed in 1) to describe the learning outcomes on IPS of students in experimental group who given cooperative learning model especially Take and Give technique combined with interactive multimedia, 2) to describe the learning outcome on IPS of control group students who given conventional technique, 3) to investigate the significant difference of the learning outcomes of IPS between students who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia and Conventional technique. The study was quasy experiment with Randomize Subjects Posttest Only Control Group Design. The population was seventh grade students which included 555 students. The samples were VII.13 and VII.14 classes. The data was the learning outcomes on IPS. The instrument used was objective test. The data was analyzed with descriptive statistic and inferential statistic using t-test. The result of the study showed 1) the students’ learning outcomes on IPS who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia had the mean score 24.61 which is on highest category, 2) the students’ learning outcomes on IPS who are taught by conventional technique had the mean score 16.28 which was on average category, 3) there was a significant difference on students’ learning outcomes on IPS between students who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia and Conventional technique where the tobserved (11.27) was higher than tcritical value (1.667). It can be concluded that Take and Give technique combined with interactive multimedia had significant effect on students’ learning outcomes on IPS of seventh grade students in SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2014/2015. keyword : Take and Give, interactive multimedia.
Pengembangan E-Learning dengan Model Waterfall Pada Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Singaraja ., Isyarotullatifah; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5600

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning pada mata pelajaran IPA, (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan e-learning yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata pelajaran IPA, (3) untuk menguji efektivitas e-learning yang dikembangkan terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan yang digunakan adalah model waterfall yang terdiri dari enam tahap: (1) analisis prasyarat, (2) desain sistem, (3) implementasi/pelaksanaan, (4) pengujian, (5) penyebaran dan (6) pemeliharaan/perawatan. Proses pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Subjek validasi dan uji efektivitas terdiri dari seorang ahli isi, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli e-learning, tiga orang siswa untuk uji perorangan, 12 orang untuk siswa uji kelompok kecil, serta 28 orang untuk siswa uji lapangan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes tertulis. Mengacu pada metode, maka instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan efektivitas pengembangan e-learning menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan e-learning sebagai komplemen terhadap hasil belajar IPA. Perhitungan hasil belajar diperoleh t hitung sebesar 2,992 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,005. Dapat dikatakan bahwa e-learning pada mata pelajaran IPA secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : pengembangan, e-learning IPA, model waterfall This research aims (1) to describe the architecture development of e-learning in science subjects, (2) describe the quality of the results of the validation of the development of e-learning are developed according to the review experts and product trials in science subjects, (3) to test the effectiveness of e-learning developed against the results of the study science subjects. This research is the development and the development model used is the waterfall model which consists of six stages: (1) requirements analysis, (2) system design, (3) implementation, (4) testing, (5) deployment and (6) maintenance. Development process refers to the selected model. The subject of validation and testing of the effectiveness consists of a content expert, an expert in instructional design, an expert in e-learning, three students for individual test, 12 students to test in small groups, as well as 28 people for field test. Data was collected using the method of recording documents, questionnaires and tests. Referring to the method, the instrument used was a record of documents, questionnaires and tests. The collected data were analyzed by using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis techniques and techniques of inferential statistical analysis (t-test). The results showed the effectiveness of e-learning development shows that there are significant differences in the application of learning using e-learning as a complement to the results of learning in science subjects. Calculation of learning outcomes obtained t count equal to 2.992 and the price t table with a significance of 5% level is 2.005. It can be said that e-learning in science subjects can effectively improve learning result of science subjects.keyword : development, e-learning science, waterfall model