cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015): June" : 58 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW (THINK, TALK, WRITE) BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA ., Gede Satya Narendra Arya; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Nyoman Wirya
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII di SMP N 3 Sawan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (Think,Talk,Write) dengan kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian yaitu seluruh kelas VIII di SMP Negeri 3 Sawan yaitu kelas VIII.A1 sampai dengan kelas VIII.A8 yang totalnya berjumlah 242 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan cara random sampling dengan teknik undian. Dari hasil pengundian tersebut didapat kelas VIII A.5 dengan 35 orang siswa untuk kelas eksperimen dan kelas VIII.A7 dengan 32 orang siswa sebagai kelas kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 173,25 Harga t tabel taraf signifikasi 5% adalah 1,980. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indoensia antara kelompok siswa belajar yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (Think,Talk,Write) berbantuan multimedia interaktif dan kelompok siswa yang belajar mengunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII semester genap di SMP N 3 Sawan tahun pelajaran 2014/2015 . Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (Think,Talk,Write) berbantuan multimedia interaktif (26,77) lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (19,84). Dapat disimpulkan model pembelajaran tipe TTW (Think, Talk, Write) berperngaruh terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci : TTW (Think,Talk,Write), Hasil Belajar, dan Multimedia This study aims at finding a significant difference on the results of eight grade students’ Bahasa Indonesia learning outcomes in SMP N 3 Sawan between a group of students treated cooperative learning model TTW (Think, Talk, Write) and another group of students dealing with conventional learning models. The population was the entire class VIII of SMP Negeri 3 Sawan, namely from Class VIII.A1 to Class VIII.A8 which amounted to 242 students. The sampling is done by lottery random sampling. From the results of the draw, it was obtained that A.5 Class VIII consisting of 35 students was the experimental class and Class VIII.A7 consisting of 32 students was the control class. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis. From the learning outcomes it was acquired that the result of t observed was 173.25. The value of t table in significance level 5% was 1.980. Therefore, the value of t observed was bigger in amount than the one in t table, so that H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, there was a significant diversity to the Bahasa Indonesia learning results between a group of students treated interactive multimedia-assisted cooperative learning model type TTW (think, talk, write) and another group given conventional learning model on students of eighth grade second semester in SMP N 3 Sawan academic year 2014/2015. The average score of the learning results of experimental students was higher in amount (26.77) than the control class (19.84). Therefore, it could be concluded that the learning the TTW (Think, Talk, Write) learning model affects students’ learning results.keyword : experimental, interactive multimedia, TTW method, Bahasa Indonesia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SINGARAJA ., Kadek Ayu Marhaendy T.KSP; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5707

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Singaraja yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah siswa 106 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 2 kelas yang terdiri dari 52 siswa. Data dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPS siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match berbantuan multimedia interaktif adalah mean=82,56; median=83,46; modus= 85,55 (2) hasil belajar IPS siswa yang belajar dengan menggunakan model konvensional adalah mean=67,17; median=72,44; modus=74,61 (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA=8,84>Ft=1,75). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 7 Singaraja. Kata Kunci : make a match, multimedia interaktif, hasil belajar IPS the present study aimed in 1) describe the results of IPS students who take the learning by cooperative learning using make a match model in 8th grade SMP Negeri 7 Singaraja, 2) describe the results of students who take the IPS studies learning with conventional learning model in 8th grade SMP Negeri 7 Singaraja, 3) find a significant difference of IPS students’s learning outcomes between using cooperative learning using make a match model with using conventional learning model in 8th grade SMP Negeri 7 Singaraja. This research is a quasi-experimental research design with post test only control group design. The research population was all students of 8th grade SMP Negeri 7 Singaraja which consists of 4 classes with the members of students 106 people. Samples were taken by random cluster sampling technique. The samples are two classes of 52 students. Data collected is student learning outcomes. The instrument used is an objective test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. (uji-t). The results showed that (1) the results of IPS students learn by using cooperative learning model Make a Match-assisted interactive multimedia is mean = 82.56; median = 83.46; mode = 85.55 (2) the results of IPS students learn by using the conventional model is mean = 67.17; median = 72.44; mode = 74.61 (3) there is a significant difference between the results of IPS students who take cooperative learning model Make a Match-assisted multimedia interactive learning with the students who take the conventional learning models (Fh = 8.84> Ft = 1.75). It can be concluded that Make A Match technique combined with interactive multimedia had significant effect on students’ learning outcomes on IPS of eleventh grade students in SMP Negeri 7 Singaraja in academic year 2014/2015. keyword : make a match, multimedia interactive, learning outcomes IPS
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., I Ketut Bayu Agus Chandra Kamajaya; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5708

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yakni keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun dari multimedia yang dikembangkan pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 6 Singaraja, (2) mengetahui kualitas media yang dihasilkan melalui beberapa tes untuk pengujian media yang dikembangkan, diantaranya terdapat uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, uji coba lapangan, review ahli, dan (3) mengetahui efektivitas produk yang dihasilkan pada multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek validasi terdiri dari review ahli isi, desain, dan media pembelajaran serta uji perorangan, kelompok kecil, dan lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pencatatan dokumen, angket, dan pretest serta posttest. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran; 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 90% b) ahli desain pembelajaran 96% c) ahli media pembelajaran 82,8% yang semuanya tiga ahli pada kategori baik dan sangat baik serta d) uji coba perorangan 88,6 %, uji coba kelompok kecil 92%, dan uji coba lapangan 91,7% yang semuanya pada kategori sangat baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan Multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 17,86 > ttabel =1,99. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia pembelajaran interaktif.Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA This research was motivated by the problems of the limitations of engaging learning media and appropriate teaching materials. The aims of this study are: (1) to describe the design of multimedia developed in Science subjects at SMP 6 Singaraja, (2)to know the quality of media produced through several tests for testing developed media, of which there are individual testing, small groups testing, field trials, experts’ reviews, and (3)to determine the effectiveness of the products produced in interactive learning multi media. This study was a research development which was using ADDIE model. Validation subject consists of experts content review, design, and media of learning and individual testing, small group testing, and the field trials. Data collection method used in this study was note taking, questionnaires, and pretest and posttest. Data analysis technique used was descriptive qualitative analysis, descriptive quantitative analysis and inferential statistical analysis. Results of this study are 1) a description of the development of instructional multimedia design; 2) the quality of the development of media according to the experts’ review and students’ review, namely: a) the expert of field study 90% b) 96% of instructional design experts c) 82.8% of instructional media experts who are all three experts on good and excellent categories and d) individuals testing 88.6%, small group testing 92%, and 91.7% field trials are all in very good category; 3) The effectiveness of the development of interactive learning multimedia indicates the significance which was obtained was t = 17.86> table = 1.99. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using interactive learning multimedia.keyword : development, multimedia interactive, natural science
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN MODEL WATERFALL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII ., I Wayan Aryadhi; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5710

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan kurang berimbangnya kepadatan materi dengan alokasi waktu pembelajaran. Maka dari itu, pada penelitian ini dikembangkan e-learning sebagai solusi untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning, 2) mendeskripsikan hasil validasi e-learning yang dikembangkan berdasarkan review para ahli dan uji coba produk, 3) menguji efektivitas e-learning yang dikembangkan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 6 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan waterfall. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes objektif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi rancang bangun pengembangan e-learning dengan prosedur pengembangan model waterfall; 2) validitas e-learning menurut review ahli isi mata pelajaran diperoleh 92% dengan kualifikasi sangat baik, review ahli e-learning diperoleh 89,33% dengan kualifikasi baik, review ahli desain pembelajaran diperoleh 89,33% dengan kualifikasi baik, uji coba perorangan diperoleh 92% dengan kualifikasi sangat baik, uji coba kelompok kecil diperoleh 92,11% dengan kualifikasi sangat baik, dan uji coba lapangan diperoleh 92,6% dengan kualifikasi sangat baik; 3) efektivitas e-learning menunjukan hasil thitung (2,52) > ttabel (2,021), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang menggunakan e-learning sebagai komplemen pembelajaran dengan siswa yang tidak menggunakan e-learning pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 6 Singaraja.Kata Kunci : pengembangan, e-learning, model waterfall This research was done because there was a problem in which there was imbalance between learning material and alocation of time. So that, this reseach was deal with the development of e-learning as a solution for the problem. The research aims to: 1) describe about the development of e-learning, 2) to describe about the validity of e-learning which have been developed based on review of experts and product trials, 3) to exemine the effectivity of e-learning which has been developed toward students’ learning result in science at grade VIII in second semester of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 6 Singaraja. This research was research and development by using waterfall model. Procedure development refers to the model chosen. Data collected by using the method of recording documents, questionnaires, and written test. Data collection instruments used were documents recording sheet, questionnaire, and objective tests. Data anlysis which was used was descriptive qualitative, descriptive quantitative and inferential ststistics. The result of the research were: 1) description about the development of e-learning with waterfall model, 2) validity of e-learning based on the experts of course content review was very good qualification was 92%, based on the e-learning expert’s review was good qualification was 89,33%, based to instructional design expert’s review was good qualification was 89,33%, individual trials was very good was 92%, small group trials was very good was 92,11%, and field trials was very good was 92,6%, 3) effectivity of e-learning show thitung (2,52) > ttabel (2,021), so H0 rejected and H1 accepted. It means, there was significant difference between the learning result of students who use e-learning as leraning complement with students who did not use e-learning in science subject grade VIII on second semester of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 6 Singaraja. keyword : development, e-learning, waterfall model
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PENDIDIKAN UNTUK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI MIN AIR KUNING KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA ., Khutum Bafaqih; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5711

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan komik pendidikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan komik pendidikan yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (3) untuk mengetahui efektivitas komik pendidikan yang dikembangkan terhadap hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Dengan menggunakan model pengembangan Dick and Carey. yang terdiri dari sembilan tahapan, yaitu, (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi perilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) menulis tujuan pembelajaran khusus, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, (8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, dan (9) merevisi pembelajaran. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes tertulis. Mengacu pada metode, maka instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) rancang bangun komik pendidikan yang terdiri dari sembilan tahapan model Dick and Carey. (2) kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan komik pendidikan terdiri dari: sangat baik (98,6%), ahli desain pembelajaran berpredikat baik (86,7%), ahli media berpredikat baik (89,3%), uji coba perorangan, kelompok kecil dan uji coba lapangan berpredikat baik (83,3%), (86,4%) dan (79,9%), (3) efektivitas pengembangan komik pendidikan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan komik pendidikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Perhitungan hasil belajar diperoleh t hitung sebesar 3.62 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2.04. Hal ini berarti nilai rerata atau mean kelompok eksperimen lebih besar dari nilai rerata kelompok kontrol, dapat dikatakan bahwa komik pendidikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : Kata-kata kunci: pengembangan, komik pendidikan, model Dick and Carey This research is a developmental research that will produce an educational comic media for IV grade of MIN Air Kuning on the subject of Bahasa Indonesia in the second semester. After undergoing the phases of media production, it generates an early product that will be validated by an expert of subject matter, media expert learning, and design expert of learning. After validating the product, it is trialed to the students through three phases, there are personal trials, small group trial, and field trial after undergoing all of the trials. Educational comic is also trialed its effectiveness through pretest and posttest. The data is collected using documents quotation method, questioners, and writing tests. After that, using qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis to analyze the data which has been collected beforehand. The results of the research are (1) a media design of educational comic by using Dick and Carrey Development model which consists of nine main phases which are concluded become five phases (2) properness quality of validation results of educational comic development are; very good predicate which are given by expert of subject matter (98,6%), good predicate which is given by design expert of learning (86,7%), good predicate which is given by media expert of learning (89,3%). And good predicates for personal trials (83,3%), small group trial (86,4%), and field trial (79,3%). (3) effectiveness of educational comic development shows that there are significant differences in applying the learning by using educational comic torward learning outcomes of Bahasa Indonesia, calculation of learning outcomes obtains tcount in the amount of 3.62 and the price of ttable is 2,04 of 5% significant degree. It means that the average or mean of the experiment group is bigger than control group and it can be concluded that educational comic can increase the learning outcomes in Bahasa Indonesia subject. keyword : Development, Educational Comic, Dick and Carey model.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Made Yudi; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5712

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar IPA siswa, rendahnya hasil belajar ditunjukkan oleh rerata hasil belajar IPA sebesar 65,34 yang masih berada dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 75. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar tersebut adalah keterbatasan media pembelajaran yang menarik. Berdasarkankan hal tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan multimedia interaktif dengan harapan hasil belajar IPA dapat lebih meningkat. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia interaktif; (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif; dan (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif dalam pembelajaran IPA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pencatatan dokumen,kuisioner dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial/uji t. Hasil penelitian (1) rancang bangun multimedia interaktif dimulai pada fase investigasi awal dengan melakukan analisis permasalahan dan fasilitas penunjang yang ada, selanjutnya pada fase desain dibuat rancangan berupa flowchart dan storyboard produk yang digunakan sebagai pedoman dalam mengembangkan multimedia interaktif. (2) kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut evaluasi ahli isi mata pelajaran sebesar 96% dengan kualifikasi sangat baik, evaluasi ahli media pembelajaran sebesar 93,3% dengan kualifikasi sangat baik, evaluasi ahli desain pembelajaran sebesar 88% dengan kualifikasi baik, hasil uji perorangan sebesar 93,3 % dengan kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil sebesar 94,45% dengan kualifikasi sangat baik dan hasil uji lapangan sebesar 91,61% dengan kualifikasi sangat baik. (3) Efektivitas multimedia interaktif diperoleh hasil t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPA siswa setelah menggunakan multimedia interaktif (82,86) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan multimedia interaktif (69,99). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA kelas VII di SMP Negeri 2 SingarajaKata Kunci : Pengembangan, Multimedia, IPA, Model Plomp This study was conducted based on the low science student learning outcomes, poor learning outcomes is shown by the average of the results of studying science at 65.34 which still under value of minimum completeness criteria (KKM) was set at 75. One of the factors that is believed to be the cause of low learning outcomes is an interesting limitation learning media. Based on this, the research development interactive multimedia in the hope of IPA learning outcomes can be further increased. this study aimed at (1) describe the design of interactive multimedia, (2) knowing the quality of interactive multimedia development,and (3) knowing the effectivity of the development of interactive multimedia as a science learning. This study used Plomp model as the development stages. Collecting data in this study using a questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis / test t. Results of the study (1) interactive multimedia design starts at phase prelimenary investigation by analyzing the problems and the existing supporting facilities, next to the phase design is made of the design in the form of a flowchart and storyboards products used as guidance in developing an interactive multimedia. (2) the quality of the development of interactive multimedia based on the result of expert evaluation of the content showed that 96% with excellent qualifications, expert evaluation of instructional media showed that 93.3% with excellent qualifications, expert evaluation of instructional design showed that 88% with good qualifications, the result individual test showed that 93.3% with excellent qualifications, a small group of test results showed that 94.45% with excellent qualifications, and the results of field tests showed that 91.61% with excellent qualifications. (3) The effectiveness of interactive multimedia result t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 accepted.Science learning outcomes after using interactive multimedia (82.86) higher than before the use of interactive multimedia (69.99). Thus, it can be concluded that the use of interactive multimedia positive and significant impact on science learning outcomes in class VII in SMP Negeri 2 Singarajakeyword : Development, Multimedia, Science, Plomp models
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KELOMPOK KECIL, PERORANGAN DAN MENGELOLA KELAS PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING ., I Kadek Saputra; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5713

Abstract

Media video pembelajaran tentang keterampilan dasar mengajar sudah ada di Jurusan Teknologi Pendidikan, namun perlu untuk diperbarui dan dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan rancang bangun, mengetahui kualitas hasil video, mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi). Validasi video pembelajaran dilakukan oleh satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 mahasiswa uji coba perorangan, 12 mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 mahasiswa menggunakan penelitian pre-test dan post-test dan 4 orang mahasiswa sebagai sampel tes unjuk kerja. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, metode tes dan metode observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah deskripsi rancang bangun pengembangan, kualitas hasil pengembangan media dan efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu ahli isi pembelajaran 91% berada pada kategori sangat baik; ahli desain pembelajaran 91,1% berada pada kategori sangat baik; ahli media pembelajaran 84% berada pada kategori baik; uji coba perorangan 87,6% berada pada kategori baik; uji coba kelompok kecil 90% berada pada kategori sangat baik; uji coba lapangan 76,6% berada pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 5,32 > ttabel =2,000. Persentase tingkat pencapaian tes unjuk kerja dari 4 mahasiswa sebagai sampel adalah di atas 85%. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, micro teaching The media of video learning about the teaching basi skills already exist in The department of Educational technology, but it needs to be updated and developed. The purpose of this study is to describe the design, knowing the quality of the video and find out the effectiveness of instructional video media. This research is development research by using ADDIE models (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). The validation of instructional videos made by an professional in learning content, an professional in instructional design, an professional in instructional media, 3 students in individual trials, 12 students in small group trials, and 29 students in field trials. The effectiveness of the instructional videos performed by 29 students that used pre-test and post-test research design and 4 students as a sampel Test performance. The datas were collected by questionnaire, Test methods and methods of observation. The data analysis using descriptive qualitative analysis, quantitative, and inferential statistics method. The results of this research is the description of the development design, the quality of media development and the effectiveness of the development of instructional video media. The quality of the development of media according to the professional review and student, the results are: the professional in learning content 91% are in very good category; the professional in instructional design 91,1% are in very good category; the professional in instructional media 84% are in good category; the individual trial 87.6% are in good category; the small group trial 90% are in very good category; the field trial 76.6% are in enough category. The effectiveness of the development of instructional video media gained the significance t-test= 5.32> t-table= 2.000. The percentage level of achievement test performance of the for students in The sampel si above 85%. This means instructional video media is effective in improving student learning outcomes.keyword : development, instructional video, micro teaching
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA DENGAN MODEL LUTHER PADA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN 2014/2015 DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., I Made Anindya Mardawa; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun produk multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas produk multimedia pembelajaran interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Luther. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, wawancara, kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran; 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 83,3% berada pada kualifikasi baik b) ahli desain pembelajaran 94% berada pada kualifikasi sangat baik c) ahli media pembelajaran 83% berada pada kualifikasi baik serta d) uji coba perorangan 90 %, uji coba kelompok kecil 91,2%, dan uji coba lapangan 90,1% yang semuanya pada kategori sangat baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan Multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan signifikansi. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 19,97. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 1,99. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia pembelajaran interaktif. Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA The research was motivated by the problems of the limitations of media learning interesting and according teaching materials. This study aimed to: (1) describe the design of multimedia interactive learning in science subjects, (2) know the quality of multimedia interactive learning products according to the review expert, and tests conducted on the students, and (3) know the effectiveness of multimedia interactive learning science subjects. This research was research development. This research used model of Luther. Data collected by the method of recording documents, questionnaires and tests. The data analysis using descriptive analysis qualitative, quantitative and statistical inferential / inductive t-test. Results of this research are 1) a description of the development of multimedia instructional design; 2) the quality of the development of media according to the review expert and students. Results of the review done by: a) Instructional content expert is 83.3% indicate good qualification b) instructional design experts is 94% indicate very good qualification c) expert instructional media is 83% in good qualification d) One-to-one testing is 90%, Small group testing is 91.2%, and Field testing is 90.1% which all in very good category; 3) The effectiveness of the development of multimedia interactive learning indicate significance. Learning outcome that was calculate manually obtains number of t count 19.97 Value of t 5% significance is 1.99. Therefore t count is higher than t table It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using multimedia interactive learning.keyword : development, multimedia interactive, natural science
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERTANYA DAN MEMBERI PENGUATAN PADA MATA KULIAH PENGAJARAN MIKRO ., Ni Wayan Wiyanthini Dewi; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5718

Abstract

Video pembelajaran tentang keterampilan bertanya dan memberi penguatan perlu untuk diperbarui di Jurusan Teknologi Pendidikan. Tujuan penelitian mendeskripsikan rancangan pengembangan, mendeskripsikan kualitas video, dan mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). Validasi video dilakukan oleh satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 orang mahasiswa uji coba perorangan, 12 orang mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 orang mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 orang mahasiswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test dan 4 orang mahasiswa sebagai sampel tes unjuk kerja. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, tes dan observasi dengan instrumen lembar kuesioner, tes objektif dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah deskripsi rancangan pengembangan, kualitas hasil pengembangan video dan efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 93,3% pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 92% pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 86% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 85,3% pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,5% pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 82,55% pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 3,21 > ttabel =2,000. Persentase tingkat pencapaian tes unjuk kerja 4 orang mahasiswa sebagai sampel di atas 85%. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, pengajaran mikro Video learning about teaching skills to ask and provide reinforcement need to be updated in the Department Educational of Technology. The purpose of this study is to describe the design of the development, describing the video quality, and determine the effectiveness of the instructional video media. This research is the development by using models ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation). Validation videos made by an expert learning content, the instructional design experts, one expert instructional media, 3 students individual trials, 12 trials small group of students, and 29 students from field trials. The effectiveness of the instructional video performed by 29 students research design pre-test and post-test and 4 students as samples of working test. Data were collected by questionnaire, tests and observation with instruments questionnaire, objective tests and form of observation. The data analysis using descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. Results of this research is the description of the design of the development, the quality of video development and effectiveness of the development of instructional video media. The quality of the development of media according to the review expert and student namely: a) expert learning content 93.3% are in the very good category; b) 92% of instructional design experts are in the very good category; c) 86% of instructional media experts are in the good category; d) individual testing was 85.3% in both categories; (E) testing a small group 90.5% are in the very good category; (F) and field trials which 82.55% are in the good category. The effectiveness of the development of instructional video media show gained significance is t = 3.21> t table = 2.000. The percentage of the achievement stage in working test form 4 students as samples is above 85%.This means instructional video media effective in improving student learning outcomes.keyword : development, instructional video, micro teaching
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA ., I Gusti Agung Ayu Wahyudiantari; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5831

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Singaraja yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah siswa 106 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 2 kelas yang terdiri dari 53 siswa. Data dikumpulkan dengan metode tes dengan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (tA = 27,6 > tt = 2,000). Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan model Talking Stick berbantuan multimedia pembelajaran interaktif (27,47) lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan model konvensional (23,70). Dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VIII mata pelajaran IPA di SMP N 7 SingarajaKata Kunci : Talking Stick, multimedia, hasil belajar This research aimed to find the significant differences upon learning science results between students who taught by using cooperative learning method with talking stick based on interactive learning multimedia with the students who taught by using conventional teaching method in eighth grade students at SMP N 7 Singaraja. This research was an experimental research and post-test only control group design as the design of this research. The population was all of the students in eighth grade students at SMP N 7 Singaraja that consist of 4 classes and there were 106 numbers of students. To choose the sample, the cluster random sampling was chosen as a technique. There were 2 classes as the samples that consist of 53 students. The data collection was collected by using post test. The data was analyzed by descriptive quantitative. The results of this research showed that there was significant science result between students who taught by using cooperative learning method with talking stick based on interactive learning multimedia with the students who taught by using conventional teaching method (tA = 27,6 > tt = 2,000). The mean of experimental group that taught by using talking stick based on interactive learning multimedia (27,47) was higher than control group who taught by using cooperative learning method (23,70). It can be concluded that cooperative learning method with talking stick based on interactive learning multimedia influenced students’ achievement of eighth grade students in science subject at SMP N 7 Singarajakeyword : Talking Stick, multimedia, learning outcomes