cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015): June" : 58 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL DAN MENGADAKAN VARIASI ., Kadek Deni Kurniawiguna; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5905

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan rancang bangun media video pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil video pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas media video pembelajaran keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil dan mengadakan variasi pada pembelajaran micro teaching. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Validasi video pembelajaran dilakukan oleh satu ahli isi mata kuliah, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 mahasiswa uji coba perorangan, 12 mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 mahasiswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test serta lembar observasi. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi desain pengembangan media video pembelajaran 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli bidang studi 88,9% berada pada kategori baik; b) ahli desain pembelajaran 88% berada pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 85,4% berada pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,5% berada pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 76,9% yang berada pada kategori baik; 3) efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 8,27 > ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran. Penelitian ini juga menggunakan tes psikomotor, nilai rata-rata dari tes psikomotor terhadap keterampilan dasar mengajar yaitu 85,1 dan 89,5 sehingga berada pada katagori sangat baik, berarti pengunaan video pembelajaran efektif dalam membantu mahasiswa menguasai keterampilan mengajar.Kata Kunci : pengembangan, media video pembelajaran, micro teaching The purposes of this study were (1) to describe instructional video media design, (2) to determine the quality of the instructional video, (3) determine the effectiveness of the instructional video media at skill in guiding small group discussions and holding a variation on micro teaching learning. Development models which was used in this study was ADDIE model. Validation of instructional videos was done by a content expert of subject, an instructional design experts, an instructional media expert, 3 students for individual trials, 12 students for small group trials, and 29 students for field trials. The effectiveness of the instructional video was done by 29 students by using pre-test and post-test research designs and observation sheet. Results of this study are 1) a description of the development of instructional video media design 2) the quality of the development of media according to the expert reviews and student, namely: a) the subject expert is 88.9% in the good category; b) 88% of instructional design expert is in the very good category; c) 88% of instructional media expert is in the good category; d) individual testing is 85.4% in the good category; (e) a small group testing 90.5% is in the very good category; (f) and field trials is 76.9% in to the good category; 3) the effectiveness of the development of instructional video media show the significance is t = 8.27> t table = 2.000. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using instructional video media. Means instructional video effective in improving learning outcomes. This study also uses psychomotor tests, the average value of psychomotor tests against the teaching of basic skills is 84.51 and 80.77 so it is in very good category, meaning the use of instructional video is effective in helping students master the skills taught.keyword : development, instructional video media, micro teaching.
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN MODEL WATERFALL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., Putu Widiadnyana; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5916

Abstract

Pengembangan e-learning ini dikarenakan kurangnya pemanfaatan fasilitas yang ada di sekolah guna menunjang kegiatan pembelajaran dan hasil belajar siswa yang kurang maksimal pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun dan mendeskripsikan hasil validasi e-learning yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk. Di samping itu penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas e-learning yang dikembangkan terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas VII semester genap di SMP Laboratorium Undiksha tahun pelajaran 2014/2015. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model waterfall. Tahapan model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi dan memvalidasi media e-learning yang dikembangkan. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes tertulis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan uji-t independent. Hasil penelitian ini adalah e-learning yang dikembangkan dengan prosedur pengembangan model waterfall, validitas hasil pengembangan e-learning menurut review ahli dan siswa yaitu: ahli bidang studi menunjukkan kategori baik (82,7%), ahli desain pembelajaran menunjukkan kategori baik (88%), ahli e-learning menunjukkan kategori baik (89,3%), uji coba perorangan menunjukkan kategori sangat baik (90,2%), uji coba kelompok kecil menunjukkan kategori sangat baik (90%), dan uji coba lapangan menunjukkan kategori sangat baik (91%), dan efektivitas e-learning menunjukkan hasil yaitu terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang menggunakan e-learning dengan siswa yang tidak menggunakan e-learning pada mata pelajaran IPA kelas VII semester genap di SMP Laboratorium Undiksha tahun pelajaran 2014/2015. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa e-learning efektif terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci : Pengembangan, E-learning, Model Waterfall, IPA The development of e-learning is caused by the lack of utilization of existing facilities in schools to support learning activities and the minimum students’ achievement in science subjects. This study aimed to describe the design and describe the results of a developed e-learning validation according to the experts review and product trials. In addition, this study aims to test the effectiveness of a developed e-learning on learning achievement in science subjects at the second semester of seventh grade Undiksha Laboratory junior high school academic year 2014/ 2015. Development models used in this study is the waterfall model. Stages of this development model used as a reference in producing and validating the media of developed e-learning. Data collection method by recording documents, questionnaires and written test. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive and independent t-test. Results of this research is an developed e-learning with the waterfall model of development procedures, the validity of the developed e-learning results according to experts and students review, namely: expert studies showed good category (82,7%), instructional design experts showed good category (88% ), an e-learning shows good category (89,3%), individual testing showed very good category (90,2%), small group trial showed very good category (90%), and field trials showed very good category ( 91%), and the effectiveness of e-learning results showed that there were significant differences between the learning outcomes of students who use e-learning with the students who did not use e-learning in science subjects at the second semester of seventh grade Undiksha Laboratory junior high school academic year 2014/ 2015. It can be concluded that an effective e-learning on learning outcomes of students.keyword : Development, E-learning, Waterfall Model, Science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Suci Tuti Utami; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian Posttest-Only Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 397 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel adalah 67 orang yang terdiri dari kelas VIII-G dan VIII-D. Data hasil belajar TIK dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif dan data dianalisis menggunakan uji-t dengan teknik polled varians. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung adalah 14,136, sedangkan nilai t-tabel dengan df = 65 pada taraf signifikansi 5% yaitu 1,997 (thitung > ttabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan siswa yang menerpkan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : hasil belajar, model pembelajaran kooperatif, Team Assisted Individualization, TIK This research was to know the differences of learning outcomes of information and communication technology upon the eight grade student of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/2015 between students who were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models and those who were taught by using conventional learning models. This is a quasi experimental research by using the Posttest Only Control Group Design. Population in this reasearch was the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja amounting to 397 students. The samples in this reasearch was using random sampling techniques. 67 students of eigth graders were selected as sample consisting of classes VIII-G and VIII-D. ICT learning outcomes data were collected by using objective tests and the data were analyzed by using t-test with polled variance techniques. The analysis showed that the value of t-test was 14.136, while the value of the t-table with df = 65 at significance level of 5% that is 1.997 (t count> ttable). It can be concluded that there are differences of learning outcomes of information and communication technology upon the eight grade student of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/2015 between students were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models and students were taught by using conventional learning models. The average value of ICT learning outcomes in the group of students students were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models was better than those who were treated by using conventional learning models.keyword : learning outcomes, cooperative learning model, Team Assisted Individualization, ICT
PENGEMBANGAN PROGRAM SIARAN RADIO MELALUI ACARA KREATIVITAS SASTRA PROGRAMA 2 RRI SINGARAJA PADA SISWA PENGAMBIL EKSTRAKULIKULER JURNALISTIK DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ida Bagus Widiana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan program siaran radio melalui acara kreativitas sastra Programa 2 RRI Singaraja, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan program siaran radio menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas program siaran radio untuk ektrakulikuler jurnalistik. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model RAD (Rapid Application Development), dengan menggunakan 6 tahap, yaitu (1) tahap analisis kebutuhan, (2) tahap mendesain produk , (3) tahap pengumpulan materi, (4) tahap perakitan, (5) tahap uji coba dan (6) tahap distribusi. Keenam tahap model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi program siaran radio yang dikembangkan. Validasi program siaran radio dilakukan oleh satu ahli isi sastra dan jurnaistik, satu ahli desain program siaran radio, satu ahli program siaran radio, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas program siaran radio pada oleh 30 orang siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data penelitian dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskritif kuantitatif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) deskripsi rancang bangun pengembangan program siaran radio memuat langkah analisis peserta didik, tujuan, pemilihan bahan materi, penggunaan media, partisipasi peserta didik di kelas, penilaian serta revisi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut: (a) ahli isi program siaran radio 96,66%; (b) ahli desain program siaran radio 93,33%; (c) ahli program siaran radio 96,66% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 93,33% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 87,30%, dengan katagori baik dan uji coba lapangan 93,27% dengan kategori sangat baik; (3) uji efektivitas hasil pengembangan program siaran radio menunjukkan bahwa thitung = 13,113 > ttabel =2,000. Jadi dapat disimpulkan bahwa pogram siaran radio adalah efektif untuk meningkatkan kemampuan ekstrakulikuler sastra dan jurnalistik pada siswa pengambil ekstrakulikuler sastra dan jurnalistik di SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : pengembangan, program siaran radio, Jurnalistik dan sastra This study aims at: (1) describing the plan of broadcast program development through Kreativitas Sastra Programa 2 program of RRI Singaraja, (2) finding out the result quality of the broadcast program development regarding to expert’s review, and (3) finding out the effectiveness of the broadcast program for journalistic extracurricular. This study belonged to research and development method which used RAD (Rapid Application Development) model, by applying 6 stages, namely (1) need analysis stage, (2) product designing stage, (3) material gathering stage, (4) assembling stage, (5) executing stage, and (6) distributing stage. The six stages became the “acuan” in producing and validating the broadcast program being developed. The validity process on the broadcast program was done by a professional of linguist and journalist, a professional broadcast program designer, a professional programmer, three individual testability students, twelve testability small-group students, and thirty testability field students. The effectiveness test on broadcast program on thirty students applied pre-test and post-test research design. The research data were gathered through test and questionnaire. The data analysis used qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive and t-test inferential statistics. The research results show (1) the description of the broadcast-program development plan which consists of the analysis step on student, goal, material selection, media usage, students’ participation in class, evaluation, and revision; (2) the quality of the development result of the media regarding to: (a) the professional of broadcast program content 96.66%; (b) the professional broadcast program designer 93.33%; the professional programmer 96.66% which the three were in excellent category; and (d) individual test 93.33% in excellent category, small group test 87.30% in good category, and field test 93.27% in excellent category; (3) the effectiveness test on broadcast program development which shows that t observed = 13.113 > t table = 2.000. Therefore, it could be concluded that broadcast program is effective for improving the abilities of students of SMP Negeri 2 Singaraja in terms of linguistics and journalistic extracurricular.keyword : development, broadcast program, journalistic and linguistics
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP N 7 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Resiani; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5929

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil dari review para ahli, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis Multimedia Pembelajaran Interaktif dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS Kelas VII. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Data yang dikumpulkan dalam penilitian ini adalah data kevalidan uji ahli isi mta pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Setelah produk divalidasi produk pengembangan diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan diperoleh dengan menggunakan angket, dan data efektifitas produk diperoleh dari hasil belajar siswa yang dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) rancangan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dikembangkan melalui analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart, dan storyboard. (2) hasil uji ahli isi mata pelajaran yaitu 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji ahli desain yaitu 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji ahli media yaitu 83,3% berada pada kualifikasi baik, hasil uji coba perorangan yaitu 93,6% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil yaitu 94,41% berada pada kualifikasi sangat baik, dan hasil uji lapangan yaitu 93,72% berada pada kualifikasi sangat baik. (3) efektivitas pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran anatara menggunakan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar IPS (thitung = 9,08 > ttabel = 2,021, pada taraf signifikan 5%). Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Pembelajaran Interaktif, Mata Pelajaran IPS The background of this research was problem of the limitation of interesting and appropriate media with the teaching materials. The purposes of this research are to (1) describe the development of multimedia instructional design, (2) to determine the quality of the results of the review experts, and (3) determine the effectiveness of the use of media-based learning Multimedia Interactive Learning can improve learning outcomes IPS subjects Class VII. Research is research development. The model used is a model development ADDIE. The data collected in this research is test the validity of data contents mta expert lessons, expert instructional design, and instructional media experts. Once validated products tested product development to students through three stages, namely the testing of individual, small group trial, and the field trial is obtained by using a questionnaire, and the data obtained from the products effectiveness of student learning are collected with the test. Data were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis.The results was showed (1) the design of the development of multimedia interactive learning is developed through the analysis of needs, determine the software, develop flowchart, and storyboards. (2) The profesional results of the test content expert that 93.3% of subjects were on excellent qualifications, test results of design experts, namely 93.3% in the excellent qualifications, test results of media experts that 83.3% are in the good qualifying result individual testing which 93.6% were in excellent qualifications, small groups of test results which 94.41% are in the excellent qualifications, and the results of field tests which 93.72% are in the excellent qualifications. (3) The calculation result obtained results manually learn t 9.08. Price t table with a significant level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. Then there is a significant difference between the results of social studies students before and after the use of multimedia learning. The average value after using multimedia learning (80.65) higher than before the using of multimedia learning (56.30) keyword : Development, Interactive Learning Multimedia, Social Subject
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VII SMPN 3 SAWAN ., Muhammad Fredey Mercury; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5930

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional dalam pembelajaran IPS; (2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan multimedia interaktif; dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Sawan, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 206 siswa, dengan sampel kelas VII.A5 yang berjumlah 25 orang dan kelas VII.A6 yang berjumlah 27 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes objektif yang berjumlah 30 soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional dalam pembelajaran IPS menunjukkan skor rata-rata 22,22 (2) hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model PBL berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 25,00 (3) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model PBL berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional, penghitungan hasil belajar diperoleh hasil thitung sebesar 3,73 sedangkan harga ttabel pada taraf signifikasi 5% adalah 2,021. Jadi harga thitung=3,73>ttabel=2,021 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL berbantuan multimedia interaktif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas VII semester genap di SMP N 3 Sawan tahun pelajaran 2014/2015 . Dengan demikian, model pembelajaran PBL berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 3 Sawan. Kata Kunci : problem based learning, multimedia interaktif The problem in this research is the lack of teachers utilize existing learning media, as well as teachers are still using conventional teaching methods in the subjects of Social Sciences this research purpose to (1) describe the learning outcomes of students who are taught by using conventional models in IPS; (2) describe the results of IPS studies students that learned using problem based learning model-assisted interactive multimedia; and (3) determine differences in learning outcomes of students that learned by applying problem-based learning model (PBL) combined with interactive multimedia aided by students that learned to use the conventional model. Subjects in this study were students of SMP Negeri 3 Sawan, the study population was all students of class VII students numbered 206, with samples VII.A5 class numbering 25 people and VII.A6 class numbering 27 people. Data collection methods used in this study is an objective test method totaling 30 questions. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results showed (1) the results of student learning are taught using conventional models of learning social studies show an average score of 22.22 (2) the results of social studies students that learned to use interactive multimedia-assisted PBL models show an average score of 25.00 ( 3) there is a difference in student learning outcomes that learned by applying the model PBL interactive multimedia aided by students that learned to use the conventional model, the calculation of learning outcomes obtained results tcount of 3.73 while price ttable at 5% significance level was 2.021. So the price of t = 3.73> t table = 2.021 so that H0 is rejected and H1 accepted. Then there are differences in learning outcomes between groups of students IPS that learned with PBL learning model aided interactive multimedia and groups of students that learned with conventional models in class VII semester at SMP N 3 Sawan school year 2014/2015. Thus, PBL learning model aided interactive multimedia effect on student learning outcomes in social studies class VII semester of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 3 Sawan.keyword : problem-based learning, interactive multimedia
THE EFFECT OF LEARNING METHOD " SILENT WAY " aided MULTIMEDIA INTERACTIVE LEARNING LEARNING OUTCOMES OF JAPANESE LANGUAGE DEPARTMENT OF CLASS XI EVEN SEMESTER YEAR 2014/2015 STUDY IN SMA Negeri 1 BANGLI ., Bhujangga Ayu Putu Priyudahari; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5969

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran bahasa jepang, terutama dalam membaca dan menulis hiragana. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa menggunakan metode konvensional, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran silent way berbantuan multimedia interaktif, (3) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa menggunakan Pengaruh Metode Pembelajaran ”Silent Way” Berbantuan Multimedia Pembelajaran Interaktif Terhadap Hasil Belajar Bahasa Jepang Siswa Kelas XI Jurusan Bahasa Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Di SMA Negeri 1 Bangli penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian One Group Pre-test Post-test Design. Populasi penelitian ini adalah Siswa Kelas XI Semester Genap SMA Negeri 1 Bangli Tahun Pelajaran 2014/2015, yang terdiri dari 30 siswa.Data mengenai hasil belajar bahasa jepang dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif benar salah selanjutnya dianalisis dengan uji-t berkorelasi. Hasil belajar menggunakan metode konvensional tergolong rendah,hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata skor 60,27. Adapun hasil belajar siswa menggunakan Metode Pembelajaran Silent Way Berbantuan Multimedia Interaktif tergolong tinggi dengan hasil rata-rata skor 89,07. Hal ini membuktikan terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan metode Konvensional dan Metode Pembelajaran Silent Way Berbantuan Multimedia Interaktif, dengan adanya peningkatan perolehan skor hasil belajar sebanya 20%. Ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Silent Way berbantuan multimedia pembelajaan interaktif mampu meningkatkan hasil belajar bahasa jepang siswa kelas XI Ilmu Pengetahuan Bahasa (IPB)Kata Kunci : metode silent way, multimedia interaktif, bahasa jepang The background of this study is an effort to improve student learning outcomes in Japanese language lessons, especially in reading and writing hiragana. This study aims to (1) describe the results of student learning using the conventional method, (2) describe the results of student learning using learning methods silent way aided interactive multimedia, (3) describe the differences in student learning outcomes using the Effect of Learning Method "Silent Way" Multimedia Assisted Learning Against Interactive Learning Outcomes Student Class XI Japanese Language Department Semester Academic Year 2014/2015 In SMA Negeri 1 Bangli this study is quasi-experimental (quasi experimental) to design studies One Group Pre-test Post-test Design. This study population is a Class XI student of SMAN 1 Semester Academic Year 2014/2015 Bangli, which consists of 30 siswa.Data the Japanese language learning outcomes was collected using objective tests completely wrong then analyzed by t-test correlated. Learning outcomes using conventional methods is relatively low, this is evidenced by the average value of the score 60.27. The results of student learning using Silent Way Assisted Learning Method Interactive Multimedia is high with an average yield of 89.07 score. This proves there is a significant difference between the conventional method and the use of Silent Way Assisted Learning Methods Interactive Multimedia, with an increase in the acquisition of learning outcomes sebanya score of 20%. This means that H0 is rejected and Ha accepted. So it can be concluded that the use of learning methods Silent Way-assisted multimedia interactive learning able to improve learning outcomes Japanese language class XI Language Sciences (IPB)keyword : learning method silent way, interactive multimedia, japanese
PENGEMBANGAN COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) DALAM PROSES EVALUASI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA. ., Komang Damayasa; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.6213

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan, mendeskripsikan kualitas/validasi hasil pengembangan dan mengetahui efektivitas penggunaan Computer Assisted Test (CAT) dalam proses evaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian Pengembangan atau Research and Development yang menggunakan rancang bangun tipe ADDIE. Terdapat lima tahapan dalam rancang bangun tipe ADDIE yaitu meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa program yang dikembangkan telah melalui langkah-langkah validasi yang sesuai dengan rancang bangun ADDIE sehingga diperoleh program yang memiliki kualitas yang baik. Validasi dilakukan baik melalui uji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran soal serta dilakukan uji dan review dari para ahli (uji jugdes) baik ahli materi maupun ahli media. Disamping itu juga pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket/kuisioner tentang pendapat pengguna terhadap program CAT tersebut. Selanjutnya angket tersebut dikonversi dengan skala Linkert untuk selanjutnya dilakukan analisis inferensial. Dari hasil analisis terhadap uji ahli materi maupun uji media diketahui bahwa program layak digunakan dan berada pada kategori baik dimana dari ahli materi dicapai persentase sebesar 85 % dan dari uji ahli media mencapai 89 % pada kategori baik dan sangat layak. Hasil analisis terhadap instrumen penelitian juga menunjukkan bahwa program yang dikembangkan juga cukup efektif terutama dari segi penghematan waktu. Disamping itu hasil penyebaran angket kepada siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan setuju dengan penerapan model evaluasi pembelajaran berbantuan computer dan sebagian menyatakan sangat setuju dengan berbagai item penilaian positif terhadap program. Dilihat dari persentase yang mencapai 89.70 % yang artinya media sangat efektif. Terhadap tanggapan positif pada program. Pada kolom saran didapatkan beberapa alasan dan saran siswa antara lain: 1) siswa merasa bebas untuk mengerjakan tes, tanpa ada rasa khawatir terhadap pengawasan; 2) Siswa merasa tertantang untuk menelusuri lebih jauh jawaban yang diberikan, 3) siswa dapat mengakses kembali evaluasi yang pernah dikerjakan; 4) kegiatan siswa bersifat individu sehingga mengurangi kecemasan, 5) Siswa dengan cepat bisa mendapatkan umpan balik dan hasil; dan 6) siswa banyak ingin tahu karena menggunakan teknologi baru.Kata Kunci : pengembangan, computer assisted test, hasil belajar This research aims to describe the design of the development,quality / validation results of development and determine the effectiveness of the use of Computer Assisted Test (CAT) in evaluation process of students' learning outcomes in science subjects in the second semester of class VIII SMP Negeri 1 Singaraja. This research is a Research and Development research that use ADDIE design type. There are five stages in the design ADDIE types which include analysis, design, development, implementation and evaluation. This research shows that the program has been developed through the steps of validation in accordance with the design ADDIE order to obtain a program that has a good quality. Validation was done either through the validity, reliability, distinguishing features and level of difficulty of questions as well as test and review of the experts (test Judges) both matter experts and media experts. Besides, the data collection was done by distributing questionnaires / questionnaire on user opinion against the CAT program. The questionnaire subsequently converted by Linkert scale for further inferential analysis. From the analysis of the material test and experts' test noted that the program deserves as "well used" and either in the good category of expert material which was achieved by 85% and the percentage of test media experts reached 89% in both categories and very decent. Analysis of the research instruments also showed that the developed program was also quite effective, especially in terms of time savings. Besides, the results of questionnaire to the students showed that most of the students agreed with the application of computer assisted learning evaluation model and some states strongly disagree with various items of a positive assessment of the program. Judging from the percentage reached 89.70%, which means a very effective media. Against the positive response to the program. On the advice column obtained several reasons and suggestions of students, among others: 1) students felt free to take tests, without any anxiety to supervision; 2) Students were challenged to explore further the answers given, 3) students could access the back of evaluation ever undertaken; 4) The student activities were an individual, thereby reducing anxiety, 5) Students could quickly got feedback and results; and 6) students wanted to know because it uses many new technologies.keyword : development, computer assisted test, learning result