cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2023)" : 7 Documents clear
Tokoh Syarif Abdullah Al-Qodry Dan Peranannya Dalam Syiar Islam Di Desa Loloan, Jembrana, Bali Latar Belakang, Peranan Dalam Syiar Islam, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA/MA M Fathurrahim Alviansyah; I Made Pageh; Tuty Maryati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.50254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang Syarif Abdullah Al-Qodry datang ke Desa Loloan, Jembrana, Bali (2) peranan Syarif Abdullah Al-Qodry dalam syiar Islam di Desa Loloan, Jembrana, Bali  (3) aspek-aspek yang terdapat dari peristiwa migrasinya Syarif Abdullah Al-Qodry dan peranannya dalam syiar Islam di Desa Loloan, Jembrana, Bali sebagai sumber belajar sejarah di SMA/MA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah, Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Syarif Abdullah Al-Qodry merupakan salah satu panglima dari Kesultanan Pontianak yang tidak menerima perjanjian antara Sultan Pontianak dan pihak Belanda pada tahun 1779 yang kemudian membuat beliau dan armadanya pergi keluar wilayah Kesultanan Pontianak dan dengan negosiasi dengan Kerajaan Jembrana, akhirnya berlabuh di wilayah Kerajaan Jembrana. Setelah Syarif Abdullah Al-Qodry diperkenankan menetap di Wilayah Kerajaan Jembrana, beliau membuat perkampungan Muslim yang bernama Loloan, selain itu Syarif Abdullah Al-Qodry juga melakukan Syiar Islam bersama Ulama dari Banyuwangi bernama Syekh Bauzir melalui perdagangan (ekonomi), pengobatan (tasawuf) dan juga pencak silat (pendidikan), serta kesenian. Adapun aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai Sumber Belajar Sejarah berdasarkan analisis kurikulum dan silabus ialah aspek kognitif, Afektif, dan Psikomotorik yang kemudian disusun dalam Rencana Program Pembelajaran untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA/MA.             Kata kunci: Latar Belakang, peranan, Sumber Belajar   This study aims to determine: (1) the background of Syarif Abdullah Al-Qodry coming to Loloan Village, Jembrana, Bali (2) the role of Syarif Abdullah Al-Qodry in Islamic preach in Loloan Village, Jembrana, Bali (3) aspects that there are events from the migration of Syarif Abdullah Al-Qodry and his role in Islamic preach in Loloan Village, Jembrana, Bali as a source of learning history in SMA/MA. The research method used is a historical research method consisting of, Heuristics, Verification, Interpretation, and Historiography. The research result showed that: Syarif Abdullah Al-Qodry was one of the commanders of the Pontianak Kingdom who was disappointed with the agreement between the King of Pontianak and the Nethreland in 1779 which then made him and his fleet leave the territory of the Kingdom of Pontianak and finally landed in the territory of the Kingdom of Jembrana. After Syarif Abdullah Al-Qodry was allowed to settle in the Kingdom of Jembrana, he created a Muslim village called Loloan, besides that, Syarif Abdullah Al-Qodry also carried out Islamic Preachings with an Ulama from Banyuwangi named Sheikh Bauzir through with trade (economics), medicine (sufism) and also pencak silat (education), and the arts. The aspects that can be used as History Learning Resources based on curriculum and syllabus analysis are cognitive, affective, and psychomotor aspects which are then compiled in the Learning Program Plan to be used as a history learning resource in High School/Islamic High School.           
Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Lokal Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Herdin Muhtarom
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.51860

Abstract

Abstrak Pembelajaran sejarah dalam paradigma peserta didik masih mengungkapkan bahwa pelajaran sejarah sangat membosankan dalam proses pembelajaran. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi urgensi untuk memberikan paradigma baru bahwa pelajaran sejarah sangat menarik untuk dipelajari dan tidak membosankan. Paradigma bahwa pelajaran sejarah membosankan dikarenakan tenaga pendidik yang masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang tradisional yang hanya berpusat terhadap guru dan hanya bersifat ceramah dan menghafal. Hal tersebut menjadi salah satu problematika dalam pembelajaran sejarah di Indonesia. Adapun dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literature. Dan tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning dalam pembelajaran sejarah lokal di Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam mengembangkan proses pembelajaran sejarah yang menarik, perlu pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dalam pembelajaran. Salah satu contoh dalam proses penerapan model Problem Based Learning yaitu dengan materi sejarah lokal. Dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning memberikan dampak terhadap peningkatakn kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar. Kata Kunci: Sejarah Lokal, Problem Based Learning, Pembelajaran Sejarah
Pengembangan Aplikasi Articulate Storyline Berbasis Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Indonesia Di SMA Negeri 1 Tegaldlimo Indah Ayu Novita Sari; Desak Made Oka Purnawati; I Wayan Pardi
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.51940

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah minimnya Sumber belajar yang diberikan guru kepada siswa yang hanya bersifat tekstual saja, kurang adanya kreasi seperti gambar, audio, ataupun video yang bisa menjelaskan isi materi secara rinci dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis Discovery Learning pada mata pelajaran Sejarah Indonesia di SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research & Development (R&D), dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation). Subjek dari penelitian ini adalah pada siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Tegaldlimo yang berjumlah 36 siswa. Dari penelitian ini, diperoleh sebuah produk media pembelajaran interaktif dengan menggunakan Articulate Storyline, hasil yang diperoleh dari validitas ahli isi dan ahli media mendapat rata-rata sebesar 1,00 “sangat tinggi”, dari uji coba perorangan, kelompok kecil dan kelompok besar masing-masing mendapat nilai rata-rata 83%, 85% dan 83% dengan kriteria “Baik”. Selain itu, hasil dari respon guru mendapatkan rata-rata sebesar 50 dengan kriteria “sangat praktis” dan peserta didik mendapatkan rata-rata sebesar 60,19 dengan kriteria “Sangat Praktis”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif ini sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Discovery learning, Pembelajaran Interaktif, ADDIE
Dinamika Kampung Bugis Di Kota Singaraja Buleleng Bali Pasca Kemerdekaan Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Riza Rizki Sukmarini; I Made Pageh; Tuty Maryati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.53037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejarah berdirinya Kampung Bugis Singaraja Buleleng Bali Pasca Kemerdekaan. (2) Dinamika yang terjadi di Kampung Bugis di Singaraja Buleleng Bali. (3) Aspek-aspek apa saja dari sejarah Kampung Bugis yang dapat digunakan sebagai sumber sejarah lokal di SMA. Penelitian menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif meliputi: (1) Heuristik: teknik observasi, wawancara, studi dokumen. (2) Kritik Sumber (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keberadaan Kampung Bugis di Singaraja Bali tidak dapat dipisahkan dari kekalahan kerajaan Makassar melawan VOC, tetapi kerajaan Makassar kalah melawan VOC hingga melahirkan perjanjian, dimana pemerintah dan rakyat Makassar tidak boleh berlayar kemana pun kecuali Bali, Banten, Jawa, dll. Banyak bangsawan dan rakyat Bugis meninggalkan daerahnya dan menetap di beberapa daerah nusantara termasuk Bali. Keberhasilan orang-orang Bugis membantu perkampungan di Buleleng disebabkan kemampuannya untuk mendapat restu dari penguasa dengan menjalin baik dengan penduduk pribumi tanpa menimbulkan kekerasan. Awal kedatangannnya, orang-orang Bugis pada abad ke-17 sudah mulai berperan membantu kerajaan Buleleng dibawah pemerintahan I Gusti Panji Sakti. (2) Setiap kelompok sosial pasti mengalami perubahan begitu pula di Kampung Bugis (1) Dinamika politik pemerintahan, (2) dinamika sosial ekonomi, (3) dinamika keberagama budaya, (4) dinamika kehidupan keagamaan, (5) dinamika hubungan antar etnis. (3) Aspek-aspek yang bias dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah dalam Sejarah dan dinamika Kampung Bugis di Kota Singaraja Buleleng Bali yaitu: (1) Aspek sejarah, (2) aspek toleransi, (3) aspek kerja sama, (4) aspek budaya.
Museum Adityawarman Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Indonesia Fauzan Dwi Putra; Wahidul Basri
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.59181

Abstract

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan terjadinya proses pembelajaran, dapat berupa benda, data, fakta, gagasan, orang, dan lain-lain. Museum Adityawarman merupakan museum yang menyimpan berbagai sumber belajar sejarah Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali sumber belajar sejarah Museum Adityawarman dan menganalisis penerapannya pada kompetensi dasar dalam pembelajaran sejarah SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang meliputi observasi, wawancara dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Adityawarman memiliki berbagai sumber belajar sejarah Indonesia yang dapat dijadikan sebagai buku pelajaran sejarah SMA, antara lain bahan pembelajaran sejarah Indonesia untuk kelas X, XI, dan XII. Kata Kunci : Sumber Belajar, Museum Adityawarman, Kompetensi Dasar, Pembelajaran Sejarah
Implementasi Pembelajaran Sejarah Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMAN 2 Padang: Kurikulum Merdeka Suci Azaniah Sofia; Wahidul Basri
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.59513

Abstract

Berbagai inovasi dan pengembangan dalam mendesain pembelajaran telah dilakukan oleh pemerintahan Indonesia, salah satunya perubahan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk membahas perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran sejarah berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMAN 2 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan dengan baik dalam pembelajaran sejarah di SMAN 2 Padang. Guru-guru sejarah di SMAN 2 Padang telah memanfaatkan Kurikulum Merdeka untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian perserta didik dalam meningkatkan minat dan bakat siswa. Namun demikian masih terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman beberapa guru mengenai Kurikulum Merdeka. Beberapa guru masih mengalami kesulitan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
DINAMIKA RELASI KEHIDUPAN UMAT KRISTEN DENGAN MASYARAKAT SIKINJANG, SANGIR, SOLOK SELATAN (2010-2018) Putri Aulia Rahmah; Abdul Salam
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i1.59872

Abstract

Sumatera Barat sebagai wilayah administratif memiliki Minangkabau dalam bentuk wilayah kultural, identitas Minangkabau terbentuk dari percampuran antara adat dan Islam. Secara komposisi penduduk 100% masyarakat asli Solok Selatan Minangkabau beragama Islam. Adanya kelompok minoritas dalam keagamaan membuat penulis tertarik untuk melihat bagaimana dinamika relasi yang terjadi antara dua agama ini dalam hidup berdampingan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian sejarah deskriptif analisis yaitu dengan menggambarkan dan menginterpretasikan suatu peristiwa yang terjadi pada suatu objek. Dalam penelitian ini digunakan metode sejarah yang terdiri dari tahap tahapan pokok yakni : Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi Data, dan Penulisan Sejarah (historiografi). Berdasarkan hasil penelitian ini masyarakat kristen yang berada di Sikinjang merupakan masyarakat pendatang atau trasnmigran yang sudah ada sejak tahun 1987 di dominasi dari etnis Batak yang menganut Kristen Prostestan, dan Katholik yang berasal dari Kayu Aro, Kerinci. Meskipun demikian mereka tetap menjalani hidup toleransi bersama masyrakat pribumi yang mayoritas Islam, begitupun sebaliknya.                                              Kata kunci: Agama, Dinamika relasi dan Sikinjang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7