Semiotika: Jurnal Komunikasi
Jurnal Ilmiah “SEMIOTIKA” diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi – Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH), Universitas Bunda Mulia secara rutin dan berkala sesuai dengan periode terbit per semester (6 bulan), yaitu bulan Juni dan Desember. Redaksi jurnal “SEMIOTIKA” membuka peluang seluas-luasnya kepada para dosen pengajar maupun peneliti pada 19 bidang yang dapat dikategorikan sebagai bahan kajian ilmiah SEMIOTIKA menurut Eco (1979:9-14), antara lain: Semiotika binatang (zoomsemiotic) Tanda – tanda bauan (olfactory signs) Komunikasi rabaan (tactile communication) Kode – kode cecapan (code of taste) Paralinguistik (paralinguistics) Semiotika medis (medical semiotics) Kinesik dan proksemik (kinesics and proxemics) Kode – kode musik (musical codes) Bahasa – bahasa yang diformalkan (formalized languages) Bahasa tertulis, alfabet tidak dikenal, kode rahasia (written languages, unknown alphabets, secret codes) Bahasa alam (natural languages) Komunikasi visual (visual communication) Sistem objek (system of objects) Struktur alur (plot structure) Teori teks (text theory)1 Kode – kode budaya (culture codes) Teks estetik (aesthetic texts) Komunikasi Massa (mass comunication) Retorika (rhetoric) Di luar bidang-bidang yang dijabarkan oleh Umberto Eco di atas, perkembangan kajian semiotika menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Berbagai kajian membuka kesempatan pada istilah lain yang mengacu pada diseminasi bidang dalam jurnal ini, antara lain: Semiotika Komunikasi, Semiotika Media, Semiotika Tanda, Semiotika Produk, Semiotika Desain Kemasan, Semiotika Desain Visual, Semiotika Arsitektur, Semiotika Pemasaran, Semiologi Linguistik, Hermeunetika, dan Biosemiotika.
Articles
204 Documents
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM STAND UP COMEDY (Analisis Semiotika Pierce dalam Tayangan Annie Yang)
Pranawukir, Iswahyu;
Misnan, Misnan;
Sukma, Agus Hitopa;
Desilawati, Nur;
Barizki, Rezzi Nanda;
Astanto, Agung Pramudi
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 18, No 1 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v18i1.5343
"Stand Up Comedy" in parts or parts on Annie Yang's show is a short film produced which is then uploaded to the Youtube channel. Annie Mariani, known as the comedian Annie Yang of Chinese descent, established her career in Taiwan and came from Bali Comedy Club. A graduate of Stand Up Comedy Indonesia held by Kompas.TV. Her jokes or anecdotes tend to use English and Annie is nicknamed naughty girl or naughty woman.The use of feminism studies combined by the author with the qualitative method of Charles Sanderpierce's semiotic analysis means that a sign is something that for one woman represents something else in some way or capacity. And one form of sign is the word, while the object is something that is referred to by the sign, while the interpretant is a sign that exists in a person's mind about the object that a sign refers to. By observing and analyzing in the initial observation that the jokes thrown by Annie Yanng are more pouting, double standard meaning depending on the audience as communicators interpret the core message in the context and content of the message. It can be positive and negative depending on which side of the audience understands it so that it provokes laughter.
REPRESENTASI BATIK MOTIF BUNGA DALAM DESAIN KEMASAN PRODUK “MATTE VELVET LIPSTICK”
chairini, aisyah
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 17, No 2 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v17i2.4619
“Batik” merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Batik atau yang berarti meneteskan tinta dengan canting sehingga membentuk coretan yang terdiri dari susunan titik-titik dan goresan ini sering dijumpai pada produk kain atau pakaian. Berbeda halnya dengan unsur “batik” dalam sebuah kemasan produk kecantikan saat ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui makna dan pesan dari penggunaan “batik” motif bunga dalam sebuah produk kecantintikan yang identik dengan pemakian para wanita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengaplikasikan pada teori semiotika Roland Barthes. Peneliti memilih desain kemasan lipstick matte velvet yang diluncurkan pada tahun pada sebuah produk kecantikan untuk dijadikan objek penelitian. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemaknaan bertingkat melalui teori semiotika Barthes, yaitu melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos. Teridentifikasi penanda dan petanda yang merepresentasikan “batik” dari warisan budaya Indonesia yang diimplementasikan dalam produk kecantikan. Motif bunga dipilih dalam motif desain kemasan dengan warna-warna cerah yang merepresentasikan tanda-tanda sebuah produk kecantikan. Kata Kunci: Representasi, Motif Bunga, Kemasan, Produk Kecantikan, Semiotika
Public Technological Acceptance Of The Use on Artificial Intelligence as News Anchor in TV One Indonesia
Dwihadiah, Desideria Lumongga
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 18, No 1 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v18i1.5477
The development in communication technology, marked by innovation in artificial intelligence (AI), is entering a new phase in its application in mass media. One can be seen in using this technology as a news anchor on TV One AI. Because this is something new in Indonesia, public acceptance of this innovation needs to be studied further. This research uses a qualitative approach with a constructivist paradigm and descriptive methods. Technique. This research took a purposive sample by conducting semi-structured interviews with TV One AI news program viewers.The research findings show that when viewed from the audience reception model proposed by Hall, the audience is in a position of dominant hegemony and negotiation. These two positions show that the AI TV One news presenter can be accepted by the Indonesian people while considering the opposing sides that may become threats in the future. It is hoped that the audience will be inquisitive about news programs using artificial intelligence in Indonesia, which will only partially eliminate the role of news anchors as journalists. Innovation is expected to be carried out gradually from one field to another as a form of introduction and use of artificial intelligence in the media realm in Indonesia.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM SATRIA DEWA GATOTKACA (SEMIOTIC ANALYSIS OF THE FILM SATRIA DEWA GATOTKACA)
Lay, Marcelino Deltinho
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 17, No 2 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v17i2.4398
Penelitian ini berjudul “Analisis Semiotika Pada Film Satria Dewa Gatotkaca”. Film Aksi Satria Dewa Gatotkaca karya yang di sutradarai oleh Hanung Bramantyo pada tahun 2022 ini menceritakan tentang titisan dari Gatotkaca yang bernama Yuda, ia berusaha melawan Korawa untuk melindungi orang yang ia sayangi menggunakan barang pusaka Brajamusti dan Brajadenta. Media massa adalah alat komunikasi yang di gunakan oleh masyarakat, media massa mencakup radio, surat kabar, majalah, televisi, dan film. Mitos atau mitos adalah sepenggal cerita rakyat berupa cerita berlatar masa lampau yang mengandung tafsir tentang alam semesta dan diyakini benar-benar terjadi oleh pencipta cerita dan para pengikutnya. Film mempunyai kelebihan untuk mengatur ruang dan waktu dan dapat mempersingkat dengan leluasa dalam batasan wilayah yang cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses penandaan pada film Satria Dewa Gatotkaca. Salah satu film yang memberikan pengetahuan pada generasi muda modern tentang cerita yang dianggap kuno. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes melalui 3 pendeketan yaitu konotasi, denotasi, dan mitos. Hasilnya berasal dari potongan adegan seperti medali dan senjata yang ada di film Satria Dewa Gatotkaca.
MEMBEDAH WUJUD TOXIC MASCULINITY DALAM SERIAL TELEVISI ‘EUPHORIA’ (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE)
Toni, Thirza Nathania;
Alvin, Silvanus
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 18, No 1 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v18i1.5369
Gender (feminitas dan maskulinitas) merupakan salah satu konstruk sosial yang representasinya sering kali muncul pada media massa. Maskulinitas sering direpresentasikan melalui perilaku yang dominan, tangguh dan tidak jarang dikaitkan pada berbagai aksi kekerasan dan atau pelecehan. Ide maskulinitas yang kaku dan berlebihan dapat disebut sebagai toxic masculinity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa representasi toxic masculinity dalam musim pertama serial televisi Euphoria yang direpresentasikan oleh karakter Nate Jacobs. Peneliti mengupas representasi melalui semiotika yang dikembangkan oleh John Fiske, yang dibagi menjadi level realitas, level representasi dan level idelogi. Ditemukan bahwa karakteristik toxic masculinity yang paling sering muncul adalah misogini, agresi dan kontrol, kejauhan emosional, hingga kekerasan fisik sebagai bentuk dominasi dan penyelesaian masalah.
MENELISIK SISTEM KODE DALAM CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI
Sekarsari, Linda Rizkika;
MS, Maman Suryaman
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 17, No 2 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v17i2.3977
ABSTRAKCerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari memiliki sistem makna yang menarik untuk dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem kode yang terkandung dalam cerpen Senyum Karyamin. Kajian semiotika dalam cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Kajian sistem makna yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan membagi teks cerpen dalam leksia. Hasil kajian disajikan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari yang data-datanya berupa leksia atau satuan-satuan pembacaan yang mengandung sistem kode teka-teki, kode aksi, kode simbolik, kode semik, dan kode kultural. Satuan-satuan pembacaan atau leksia yang menjadi data penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil kajian, dalam cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari mengandung sistem lima kode Roland Barthes, yaitu 1) kode teka-teki (the hermeneutic code); 2) kode aksian (the proairetic code); 3) kode simbolik (the symbolic code); 4) kode konotatif (the semes code); dan 5) kode kultural (the cultural code).Kata kunci: semiotika, Roland Barthes, sistem kode, cerpen Senyum Karyamin.
A Portrait of the Woman in Mass Media in the Case of Femicide of a Student in Pandeglang Regency
Rohmawati, Sinta;
Malik, Abdul;
Putri, Liza Diniarizky
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 18, No 1 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v18i1.5467
This research aims to criticize and justify the subject position, object position, and reader position placed in the news text of the female student femicide case in Pandeglang Regency in the Radar Banten report. This research uses the Sara Mills model of discourse analysis using a critical paradigm, through a qualitative approach. This research was conducted using purposive sampling. The results of this research are that female victims of femicide are positioned as objects of discrimination and the subject is the storyteller, namely Radar Banten. The subject position has the freedom to tell the event but also interpret the various actions that build up the event. The position of the reader in the news text is more directed towards male readers. There are two ways to position the reader, with the mediation aspect and the cultural code aspect. The representation of female victims of femicide in Pandeglang Regency in Radar Banten's reporting is influenced by patriarchal ideology. Women are considered a marginal group that experiences injustice because it weakens women's position. Women in this news are stereotyped and labeled as being weak, helpless, and wrong.
TUBUH WANITA IDEAL DAN BODY SHAMING DALAM FILM IMPERFECT: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Qorib, Fathul;
Hasis, Mustaji
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 17, No 2 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v17i2.4508
Film Imperfect menceritakan masalah yang dihadapi kebanyakan wanita saat ini, mengukur kecantikan dari fisik tubuh. Kecantikan dari tubuh inilah yang akan menimbulkan body shaming, yaitu komentar negatif terhadap tubuh seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui body shaming dalam film Imperfect dan untuk mengetahui kecantikan ideal menurut film tersebut. Metode penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan pisau analisis dari Teori Semiotika Roland Barthes. Semiotika ini terbagi ke dalam dua tingkatan, yaitu denotasi dan konotasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Imperfect banyak menayangkan adegan body shaming verbal dan body shaming non verbal. Body shaming verbal di dalam film ini direpresentasikan dengan ukuran tubuh shaming, rambut tubuh/tubuh berbulu shaming, style berpakaian, dan warna kulit. Sedangkan body shaming non verbal di dalam film ini direpresentasikan dengan tindakan. Perempuan yang mendapatkan shaming digambarkan tidak memiliki kepercayaan diri, cemas, serta menarik diri dari kehidupan social.
Analisis Framing Berita Pelecehan Seksual di Komisi Penyiaran Indonesia Melalui Media Online
Abadi, Totok Wahyu
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 18, No 2 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v18i2.4436
Tujuan utama dari penelitian ini untuk menungkap pembingkaian berita antara dua media berita online terpercaya atas kasus pelecehan seksual di KPI, jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan model analisis framing Robert N.Entman. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa dalam mengonstruksi beritanya, cnnindonesia berfokus dalam menjelasakan kronologi yang dialami oleh korban pelecehan seksual, sedangkan dalam mengonstruksi beritanya, kompas.com lebih cenderung memuat berita terkait kepolisian dalam menangani kasus pelecehan seksual. Dapat disimpulkan bahwa dari penelitian dapat membuktikan bahwa setiap media memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat sebuah peristiwa, hal itu ditunjukkan pada berita yang dipublikasikan dari kedua media kepada public terkait suatu kasus.
Analisis Framing Berita Krjogja.Com Tentang Isu Penanganan Covid-19
Kamila, Naila Muna
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 18, No 2 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/s:jk.v18i2.5620
Kemunculan dan penularan COVID-19 membuat heboh Indonesia, media menyorotinya. Era digital memudahkan penyebaran informasi secara cepat dan tanpa batasan jarak melalui media online dan sosial. Ketertarikan masyarakat terhadap COVID-19 memicu media memberitakan hal-hal terkait yang kurang signifikan. Framing media merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan kebijakan, larangan, dan imbauan negara. Framing adalah membingkai suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda. Internet berperan penting dalam mengubah distribusi konten dengan cepat dan efisien serta mengalihkan perhatian masyarakat dari media massa tradisional. Pemberitaan pandemi COVID-19 di krjogja.com dianalisis menggunakan pendekatan framing dengan menggunakan konsep dan model Robert Entman. Paket berita krjogja.com memiliki judul yang menarik dan cenderung lebih fokus pada berita-berita positif mengenai pemerintah. Namun media mempunyai pandangan tersendiri mengenai penilaian terhadap informasi yang ada, dimana realitas suatu media mungkin berbeda dengan realitas media lainnya.