cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2021): APRIL" : 12 Documents clear
PENGEMBANGAN BUKU AJAR DAN KURIKULUM MUATAN LOKAL BAHASA KUTAI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI KEC. TENGGARONG Muhammad Zainuddin; Silvana Kardinar Wijayanti
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.1013

Abstract

ABSTRAKBanyak bahasa di Dunia sudah mengalami kepunahan, kepunahan dalam bahasa khususnya bahasa ibu menjadi aspek fokus dalam pengajaran bahasa sebagai muatan lokal di sekolah. Upaya pemertahanan ini diwujudkan dalam pengembangan kurikulum dan buku ajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum dan buku ajar muatan lokal Bahasa Kutai di Sekolah dasar di Kec. Tenggarong Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian, penelitian dan pengembangan (research and development). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket, observasi, interview.adapun langkah penelitian sebagai berikut penelitian dan pengumpulan data kuisioner pada sekolah dasar di Kecamatan Tenggarong, perencanaan pembuatan buku, pengembangan draf produk buku ajar, uji coba lapangan awal pada sekolah dasar, revisi hasil, uji coba lapangan, penyempurnaan produk hasil, uji pelaksanaan lapangan, penyempurnaan produk akhir, diseminasi dan impelementasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa Buku ajar sudah layak digunakan dengan prosentasi validasi 80%  dan 79%, tampilan fisik buku  78%( baik), Materi 79% (baik) dan Penggunaan Bahasa 79% (baik), secara keseluruhan rata-rata keterbacaan peserta didik adalah 78.67% (baik).Kata Kunci: Pengembangan kurikulum, buku ajar, Bahasa Kutai ABSTRACTThere are many languages in the world have experienced extinction, extinction in languages, especially mother tongue, has become a focus aspect in language teaching as a local content in schools. This defense effort is manifested in the development of curricula and textbooks. Therefore, this study aims to develop curricula and textbooks for local content in the Kutai language in elementary schools in the district. Tenggarong This research is included in the type of research, research and development (research and development). Data collection was carried out using the questionnaire method, observation, interview. The research steps were as follows: research and data collection of questionnaires in elementary schools in Tenggarong District, planning for making books, developing draft textbook products, initial field trials in elementary schools, revising results, field trials, product improvement results, field implementation tests, final product improvement, dissemination and implementation, research results show that textbooks are suitable for use with validation percentages of 80% and 79%, physical appearance of books is 78% (good), material 79% (good) and Language Usage 79% (good), the overall average readability of students was 78.67% (good).Keywords : Curriculum development, teaching textbook, Kutai language
STRATEGI PEMBELAJARAN AKSARA HAN PADA PEMBELAJARAN MANDARIN TINGKAT DASAR Ina Ina
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.920

Abstract

ABSTRAKAksara Han merupakan aksara yang dibentuk dari goresan atau komponen yang ditulis dengan urutan tertentu dan disusun secara simetris pada satu bidang persegi. Hal ini menyebabkan mahasiswa Indonesia yang telah terbiasa dengan huruf latin mengalami kesulitan dalam mempelajari aksara Han. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ketepatan strategi belajar aksara Han yang digunakan oleh mahasiswa, agar dosen dapat memberikan arahan dan bimbingan dalam pemilihan strategi belajar yang tepat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan kuesioner untuk mendata strategi belajar, sikap belajar dan kendala yang dihadapi saat belajar aksara Han serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Data penelitian diukur menggunakan skala likert 1-5 dan dianalisis secara deskriptif persentanse dengan hasil menunjukkan bahwa responden memiliki sikap positif dalam belajar, namun sebagian responden masih bergantung pada pengunaan pinyin, intensitas latihan belum maksimal dan tidak semua responden memanfaatkan karakteristik aksara Han untuk meningkatkan efektivitas dalam mengingat dan mempelajari penulisan, pelafalan dan arti aksara Han.Kata Kunci: Aksara Han, Strategi belajar, Bahasa Mandarin ABSTRACTHan characters are characters formed from strokes or components that are written in a certain order and arranged symmetrically on one square. This causes Indonesian students who are accustomed to Latin letters to experience difficulty in learning Han characters. Therefore, it is important to know the accuracy of the Han characters learning strategies used by students, so that lecturers can provide direction and guidance in choosing the right learning strategy. This research is a descriptive qualitative study using a questionnaire to record learning strategies, learning attitudes, and obstacles faced when learning Han characters and the efforts made to overcome them. The research was measured using a Likert scale of 1-5 and analyzed by the percentage descriptive with the results showing that respondents have a positive attitude in learning, but some respondents still depend on the use of pinyin, the intensity of the exercise is not maximal and not all respondents take advantage of the characteristics of the Han characters to increase the effectiveness in remembering and learning the writing, pronunciation, and meaning of Han characters.Keywords: Han character, learning strategy, Chinese
HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KALOR MENGGUNAKAN BAHAN AJAR BERBASIS E-LEARNING EDMODO Rahayu Utami; Fadillah Fadillah; Eny Enawaty
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.1014

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan menggunakan bahan ajar berbasis e-learning Edmodo pada materi kalor serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar berbasis e-learning Edmodo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan bentuk penelitian Pre-Experimental Design dan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest berbentuk pilihan ganda terhadap 30 siswa kelas VIII yang dipilih secara intact group. Hasil analisis data menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 47.34 dan terdapat perbedaan pada hasil belajar siswa pada materi sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar berbasis e-learning Edmodo. Hasil belajar aspek sikap dan keterampilan siswa setelah menggunakan bahan ajar berbasis e-learning Edmodo termasuk kategori sangat baik dengan rata-rata nilai masing-masing sebesar 3.66 pada aspek sikap dan 3.8 pada aspek keterampilan.Kata Kunci : E-learning; Edmodo; bahan ajar; kalorABSTRACTThe aims of this research is to determine increment of learning outcomes through usage of learning E-learning Edmodo-based teaching materials at Heat materials and to determine the significance difference of the learning outcomes before and after using the e-learning Edmodo-based teaching materials. Method used by this research is Pre-Experimental design with One Group Pretest-Posttest Design. Data collection held by giving pretest and posttest in the form of multiple choice questions to 30 student in grade VII which are chosen by intact group. Result of data analysis shows that there is increment of learning outcomes which is 47.34 and there is significance difference of learning outcomes before and after e-learning Edmodo is used by students. Affective and Skill Learning outcomes is categorized very good after the e-learning Edmodo-based teaching materials is used with average score of 3.66 on affective learning outcomes and 3.8 on skill learning outcomes.Keywords : E-learning; Edmodo; teaching materials; heat
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Pembelajaran Siswa Tingkat Sekolah Dasar Miptah Parid; Julrissani Julrissani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.835

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa hal serta mengkaji kembali dampak dari pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran, dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berupa penggambaran dari suatu keadaan tertentu dengan menggunakan metode interaktif. Metode interaktif digunakan untuk menelaah isi dari suatu dokumen, tulisan-tulisan dan hasil penelitian yang relevan dengan judul serta objek dalam kajian ini yaitu guru dan siswa. Temuan dalam pembahasan ini menunjukkan bahwa guru dan siswa sangat terdampak dalam proses pembelajaran secara daring. Diharapkan kepada pemerintah untuk mengkaji serta membuat evaluasi proses pembelajaran secara daring karena memiliki beberapa peran yang hilang dalam proses pembelajaran agar generasi sekolah dasar dapat menjadi generasi bermutu walaupun di tengah pandemi Covid-19.Kata Kunci: Proses Pembelajaran, Pandemi Covid-19, Sekolah Dasar ABSTRACTThis study aims to answer a number of things to review the impact of the Covid-19 pandemic on the learning process, in this study using a qualitative descriptive approach in the form of a description of a particular situation using interactive methods. The interactive method is used to examine the contents of a document, writings, and research results that are relevant to the titles and objects in this study, namely students and teachers. The findings in this discussion indicate that teachers are highly affected in the online learning process and also students take part in getting the effects of these impacts. It is expected that the government review and make an evaluation of the learning process online because it has several roles missing in the learning process so that the elementary school generation can be a quality generation even in the midst of a COVID-19 pandemic.Keywords: Learning Process, Covid-19 Pandemic, Elementary School
Optimalisasi Guru Dalam Menumbuhkan Minat Membaca Huruf Braille Pada Siswa Tunanetra Muhamad Arif; Mei Kalimatusyaroh; Nur Rahayu Setyawati
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.1019

Abstract

ABSTRAKPendidikan menjadi hak dari setiap warga negara sebagaimana amanat Undang-undang Dasar 1945, Pasal 31 Ayat 1, sejalan dengan amanat di atas pendidikan  untuk anak kebutuhan khusus juga di berlakukan di negara Indonesia[G1] [a2] , maka diperlukan sebuah proses pembelajaran yang maksimal mulai dari sumberdaya manusianya yaitu guru. tujuan penelitian [G3] [a4] ini adalah tentang bagaimana optimalisasi guru dalam menumbuhkan minat membaca huruf braille pada siswa tunanetra. Apa saja media yang di gunakan guru dalam  menumbuhkan minat membaca huruf braille pada siswa tunanetra, serta apa saja kendala guru dalam  menumbuhkan minat membaca huruf braille pada siswa tunanetra. Penelitian dilakukan pada Sekolah Luar Biasa Cerme Gresik, melalui riset kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru pengajar siswa tunanetra, analisis data yang di pakai adalah analisis data Miles dan Huberman dengan perpaduan Triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan optimalisasi penumbuhan minat membaca huruf braille yang di lakukan guru, dengan memperkuat proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi belajar membaca, selain itu beberapa media pembelajaran yang digunakan seperti, braille kasar, halus, peta braille dan beberapa media lainnya. Terlepas dari beberapa media di atas masih ditemukannya kendala dalam penumbuhan minat membaca huruf braille, seperti naik turunya motivasi pada diri siswa, IQ siswa tunanetra yang cenderung rendah dari pada siswa normal, perlunya peningkatan kompetensi pada guru tunanetra, serta perlu adanya media pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa, seperti buku pelajaran braille.Kata Kunci : Guru, Tunanetra, Media BelajarABSTRACTEducation is the right of every citizen as mandated by the 1945 Constitution, Article 31 Paragraph 1, in line with the above mandate that education for children with special needs is also implemented in the state of Indonesia, so a maximum learning process is needed starting from human resources, namely teachers. . so in this study discusses how to optimize the teacher in fostering interest in reading Braille in blind students. What media are used by the teacher in fostering interest in reading braille in blind students, as well as what are the obstacles for teachers in growing interest in reading braille in blind students. The research was conducted at the Cerme Gresik Special School, through qualitative research with a case study approach, the primary data source in this study was teachers of blind students, the data analysis used was data analysis by Miles and Huberman with a combination of data triangulation. The results showed the optimization of the growth of interest in reading braille by the teacher, by strengthening the learning process starting from planning, implementing and evaluating learning to read, besides that some learning media were used, such as coarse, fine braille, braille maps and several other media. Apart from some of the media above, there are still obstacles in growing interest in reading braille, such as the ups and downs of motivation in students, the IQ of blind students who tend to be lower than normal students, the need to increase competence in blind teachers, and the need for learning media that suits their needs. students, such as braille textbooks.Keywords: Teacher, Blind, Learning Media
MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA BUNDA HATI KUDUS JAKARTA Yoseph Silvanus Daempal
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.796

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan fungsi-fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dalam layanan bimbingan dan konseling di SMA Bunda Hati Kudus Jakarta. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari para informan maupun dari hal-hal yang ditemukan di lapangan. Data sekunder yang merupakan data pendukung atau pelengkap didapatkan dari buku-buku sumber yang mendukung kajian teori dalam penelitian, jurnal-jurnal dan melalui link internet, yang mendukung kajian dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara dengan kepala sekolah, para guru bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran, dan para tenaga pendidik. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program bimbingan siswa; mengidentifikasi keadaan masalah siswa; pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling; evaluasi; analisis hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling; serta tindak lanjut (follow up). Pengorganisasian dilakukan dengan menghimpun sumber daya untuk menentukan bidang-bidang layanan dan pembagian kerja. Penggerakan manajemen bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan membangun komunikasi secara intensif. Pengawasan dilakukan secara langsung dan tidak langsung baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dari hasil wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi, pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling berjalan efektif dan mampu meningkatkan mutu pribadi, sosial, akademik dan karir peserta didik.Kata Kunci: manajemen layanan bimbingan dan konseling, mutu belajar ABSTRACTThe purpose of this study was to determine how the implementation of management functions, namely planning, organizing, mobilizing and monitoring in guidance and counseling services at SMA Bunda Hati Kudus Jakarta. This research method is descriptive qualitative. The data used in this study are primary data that comes from informants as well as things found in the field. Secondary data, which is supporting or complementary data, is obtained from source books that support theoretical studies in research, journals and via internet links, which support studies in research. Data collection techniques were carried out through observation, documentation and interviews with school principals, guidance and counseling teachers, subject teachers, and educators. Data analysis techniques were data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results showed that planning student guidance programs; identify student problem states; implementation of guidance and counseling services; evaluation; analysis of the results of the evaluation of the implementation of guidance and counseling; and follow up (follow up). Organizing is done by pooling resources to determine areas of service and division of labor. The guidance and counseling management movement is carried out by building intensive communication. Supervision is carried out directly and indirectly, both in oral and written form. From the results of interviews, observations and documentation studies, the implementation of guidance and counseling service programs runs effectively and is able to improve the personal, social, academic and career qualities of students.Keywords: management of the service of guidance and counseling, quality of learning
ANALISIS PROFIL PERSEPSI DAN MOTIVASI BELAJAR DARING SISWA SMK DI KOTA SINGARAJA Ida Fitria; I Made Candiasa; I Made Sugiarta
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.843

Abstract

ABSTRAKSejak Maret 2020 diterapkan sistem belajar daring. Pengkajian persepsi siswa terhadap belajar daring diperlukan untuk mengetahui tanggapan siswa sehingga tercipta pembelajaran yang bermakna. Belajar daring dilakukan tanpa tatap muka juga perlu dikaji mengenai motivasi belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kedudukan persepsi dan motivasi siswa selama belajar daring sehingga hasilnya bisa dipergunakan untuk perencanaan pembelajaran kedepannya. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari peneliti utama berupa data pengukuran persepsi dan motivasi siswa belajar daring yang diperoleh dari hasil tiga kali pengukuran selama empat minggu dilakukan pembelajaran daring, yakni pengukuran awal setelah dua minggu, dan setelah empat minggu. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis profil dengan tiga pengujian hipotesis yaitu uji hipotesis keparalelan, uji hipotesis kesamaan level dan uji hipotesis untuk pengaruh pvariabel utama. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan, kedua pengukuran persepsi dan motivasi paralel, berbeda level, dan ada pengaruh terhadap 3 variabel.Kata Kunci : analisis profil, persepsi, motivasi ABSTRACTSince March 2020 an online learning system has been implemented. Students' perceptions of online learning need to be researched so that meaningful learning is created. Student learning motivation also needs to be studied because learning is not face to face. The research objective was to determine the position of students' perceptions and motivation during online learning so that the results could be used for planning future learning. The data collection used secondary data from the main researcher in the form of online learning students' perceptions and motivation measurement data obtained from the results of three measurements for four weeks. The data analysis in this study is a profile analysis. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the two measurements of perception and motivation are parallel, have different levels, and there is an influence on 3 variables.Keywords : profile analysis, perception, motivation
Penerapan Model STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Katolik Siswa SMK Negeri 5 Manado Fransiskus Sili
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.1058

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik siswa kelas X SMK Negeri 5 Manado melalui penerapan model Cooperative Learning tipe STAD. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan pelaksanaan pembelajaran sebanyak dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri 5 Manado yang berjumlah 17 siswa. Analisis data menggunakan analisis interaktif model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor tes siklus I adalah 74,89 dan rerata aktivitas adalah 74.95%. Pada siklus ke II mengalami peningkatan skor rerata nilai siswa yakni 85,22 dengan kategori sangat baik, dan rerata persentase aktivitas belajar siswa adalah 88.61% masuk kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Learning tipe STAD telah meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dengan rerata skor tingkat ketuntasan adalah 75. Untuk meningkatkan efisiensi penerapan model STAD dalam pelajaran pendidikan agama Katolik maka guru perlu memperkuat kemampuan manajerial kelompok sera meningkatkan dinamika diskusi kelompok untuk memobilisasi kekuatan individual  team yang heterogen di kelas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.Kata Kunci: hasil belajar, model STAD ABSTRACTThis classroom action research is designed to enhance the academic achievement in Catholic Religious Education class by applying cooperative learning type STAD (Students Teams Achievement Divisions). The research subjects were 17 students of grade X in SMK Negeri 5 Manado. Data analysis in two cycles of learning shows the following results. The first learning cycle average test score was 74.89 and the mean activity was 74.95%. The second learning cycle average test was 85.22 (very good category) and the average percentage of student learning activities was 88.61% (very good category). It can be concluded that the application of the STAD Cooperative Learning model has improved academic achievement with an average score of completeness level is 75. To increase the efficiency of the application of the STAD model, teachers need to strengthen group managerial abilities and increase the dynamics of group discussions to mobilize the strength of heterogeneous individual teams in the Catholic Religious Education class.Keywords: learning outcomes, STAD models
Strategi Mikro Kepala Sekolah Membudayakan Budaya Malu sebagai Nilai Karakter Unggul Sekolah Dasar Di Kabupaten Sintang Daniel Dike; Lusila Parida; Ivan Stevanus
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.916

Abstract

ABSTRAKKesadaran moral anak sangat penting dikembangkan dan dibudayakan sejak pendidikan sekolah dasar melalui strategi membudayakan budaya malu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik budaya malu di sekolah dasar SDN 23 Menyumbung kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (one case study research).Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Alat pengumpulan data adalah panduan wawancara, lembar observasi dan dukumen. Analisis data menggunakan pola induktif model Creswel. Subyek penelitian adalah guru dan siswa di SDN 23 Menyumbung sebanyak 25 orang. Teknik pengambilan responden secara purposive karena mempertimbangkan situasi pandemi covid 19. Hasil penelitian menunjukan bahwa pade level siswa dan guru dikembangkan 10 budaya malu yang ditanamkan dalam pembelajaran maupun melaui pembiasaan. Praktik budaya malu telah menumbuhkan dua aspek penting dalam diri siswa dan guru yakni karakter kinerja dan kinerja moral. Agar karakter kinerja dan karakter moral tumbuh dengan baik di sekolah maka diperlukan strategi micro kepala sekolah yang terarah pada penguatan identitas personal dan sosial siswa secara moral. Kata Kunci: budaya malu, kinerja moral, karakter moral ABSTRACTChildren's moral awareness is very important to be developed and cultivated since elementary school education through a strategy of cultivating a culture of shame. The purpose of this study is to describe the practice of shame culture in elementary schools of SDN 23 Menyumbung, Sintang district. This research uses a case study approach (one case study). Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation study. Data analysis used the Creswell model inductive pattern. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and document study. Data collection tools were interview guides, observation sheets and documents. The research subjects were 25 teachers and students at SDN 23 Menyumbung. The technique of taking respondents was purposive because it considered the covid pandemic situation 19. The results showed that at the level of students and teachers 10 shy cultures were instilled in learning and through habituation. The practice of shame culture has fostered two important aspects in students and teachers, namely the character of performance and moral performance. In order for the performance character and moral character to grow well in school, a micro principal strategy is needed that is aimed at strengthening the personal and social identity of students morally.Keywords: shame culture, moral performance, moral character
PENANAMAN KARAKTER KEBANGSAAN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SEKOLAH DASAR Imanuel Sairo Awang; Gabriel Serani; Zuhdan Kun Prasetyo; Muhammad Nur Wangid
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v12i1.1054

Abstract

ABSTRAKDewasa ini peserta didik tidak hanya dituntut menguasai ketiga ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor, tetapi juga meliputi pengembangan karakter yang dapat diintegrasikan melalui kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) model 4D yakni define, design, develop, dan disseminate.  Subjek ujicoba penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri 12 Ensaid Panjang. Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar validasi produk, lembar observasi, dan lembar tes hasil belajar. Teknik anaslis data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan lembar penilaian, valid berkategori “baik” dan dinyatakan layak untuk diterapkan. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan karakter kebangsaan kejujuran, persatuan, dan gotong-royong masing-masing sebesar 0,08, 0,16 dan 0,07. Hasil tes juga menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal suku Dayak Desa mampu mengembangkan hasil belajar peserta didik yakni sebesar 74,38. Dengan demikian, pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat menanamkan karakter kebangsaan peserta didik sekolah dasar.Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, kearifan lokal, karakter kebangsaan ABSTRACTNowadays students are not only required to master the three domains of learning outcomes, namely cognitive, affective, and psychomotor, but also include character development that can be integrated through local wisdom. This study aims to produce learning kits based on local wisdom in elementary schools. This research conducted with Research and Development (R&D) within 4D stages model i.e define, design, develop, and disseminate. The subjects of the research trial were grade III students of SD Negeri 12 Ensaid Panjang. Data collection instruments in this study were product validation sheets, observation sheets, and learning achievement test sheets. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The results showed that the learning kit consisting of syllabus, lesson plan, student worksheet, and assessment sheet, was valid in the category of "good" and declared feasible to be applied. The results show that the learning kits based on local wisdom can improve the national character of honesty, unity, and mutual assistance respectively by 0.08, 0.16, and 0.07. The test results also showed that the local wisdom-based learning tools of the Dayak Desa tribe were able to develop student learning outcomes, with score 74.38. Thus, learning kits based on local wisdom can instill the national character of elementary school students.Keywords: Learning kits, local wisdom, nationality character

Page 1 of 2 | Total Record : 12