cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 78 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran, berbagai masalah yang sering dijumpai diantaranya siswa kurang mampu memahami materi pelajaran yang disampaikan guru sehingga hasil belajar siswa kurang sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 357 orang dan terbagi menjadi 12 rombongan belajar. Pemilihan sampel yang digunakan dilakukan dengan menggunakan undian. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII B5 sebagai kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan kelas VII B7 sebagai kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar IPA. Selanjutnya hasil tes dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel pada taraf signifikansi yang diperoleh 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division yaitu 85,84>72,16. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Kata Kunci : model pembelajaran GI, model pembelajaran STAD, dan hasil belajar There was various problems that are found during the lesson, for examples students were less able to understand the subject matter that taugh by teachers, so the learning outcomes lower than expected. This study aims to know significant differences of learning outcomes in Science subjects between students who learned using cooperative learning model type Group Investigation (GI) and students who learned using the cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD). This study was a quasi-experimental research (quasi experiment), that used a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population in this study were all students of class VII SMPN 6 Singaraja in academic year 2015/2016, amounting to 357 people and divided into 12 classes. The technique that used to select the samples is done by simple random sampling technique using a lottery. The samples in this research is class VII B5 as classroom that learning use cooperative learning model type Group Investigation (GI) and class VII B7 as classroom that learning use cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD). The data in this research collect used the test results of science subjects. Furthermore, the test results were analyzed using descriptive analysis and t-test. From the results of the hypothesis test obtained thitung> ttable with value of the significance level 0.000 72.16). This means that the implementation of cooperative learning model type Group Investigation (GI) has an effect on learning outcomes in Science subjects at the seventh grade students of SMP Negeri 6 Singaraja.keyword : learning model GI, learning model STAD, and learning outcome
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN UNDUR-UNDUR LAUT (Hippa spp.) DI PANTAI BATU TAMPIH KABUPATEN TABANAN ., Ni Putu Sintya Dhamayanti; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui komposisi spesies Undur-undur laut (Hippa spp.) yang hidup di Pantai Batu Tampih Kabupaten Tabanan; (2) mengetahui besar indeks keanekaragaman Undur-undur laut (Hippa spp.) yang hidup di Pantai Batu Tampih Kabupaten Tabanan; (3) mengetahui kemelimpahan spesies Undur-undur laut (Hippa spp.) yang hidup di Pantai Batu Tampih Kabupaten Tabanan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian laboratorium. Titik pengambilan sampel ditentukan secara sistematis di Pantai Batu Tampih pada pantai seluas 20 m2. Pengambilan data Undur-undur laut (Hippa spp.) menggunakan alat khusus yaitu sorok. Terdapat 42 individu Undur-undur laut (Hippa spp.) yang dapat dikelompokkan ke dalam 2 famili yang ditemukan di Pantai Batu Tampih Kabupaten Tabanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Komposisi jenis Undur-undur laut (Hippa spp.) terdapat satu spesies yang menonjol yaitu Hippa adactyla, (2) Indeks diversita (H’) Undur-undur laut (Hippa spp.) di Pantai Batu Tampih Kabupaten Tabanan mencapai angka 0,4744. Angka tersebut menunjukkan bahwa indeks diversitas Undur-undur laut (Hippa spp.) di Pantai Batu Tampih Kabupaten Tabanan termasuk ke dalam kategori rendah, (3) Kemelimpahan relatif (KR) tertinggi Undur-undur laut (Hippa spp.) di Pantai Batu Tampih Kabupaten Tabanan adalah dari spesies Hippa adactyla sebesar 85,7143%.Kata Kunci : Hippa spp., Keanekaragaman, Kemelimpahan, Pantai Batu Tampih This research is aim to (1) know the composition of mole crab (Hippa spp.) species that live at Batu Tampih Beach in Tabanan Regency; (2) to know the index considerable of the variety of mole crab( Hippa spp.) that live at Batu Tampih Beach in Tabanan Regency; (3) to know the abudance of mole crab (Hippa spp.) that live at Batu Tampih Beach in Tabanan Regency. This reseach is a descriptive reseach that use field study design then continue with loratorium study. The sample of the study is determine throught the systematic way at Batu Tampih Beach, which has extensive around 20 m2. The data collection of mole crab (Hippa spp.) used a special tool called “sorok”. From that there are 42 individu of mole crab (Hippa spp.) that can be catagories into 2 family that the researcher found at Batu Tampih Beach in Tabanan Regency. The result of the research show: (1) based on the composition of mole crab (Hippa spp.) type there is a species that uppermost than other, Hippa adactyla. (2) indeks diversitas (H’) mole crab (Hippa spp.) at Batu Tampih Beach in Tabanan Regency reached 0,4744. That number shows, the indeks diversitas of mole crab (Hippa spp.) at Batu Tampih Beach in Tabanan belongs to low categories. (3) the higher relative abudance of mole crab (Hippa spp.) at Batu Tampih Beach in Tabanan Regency is Hippa adactyla 85,7143%.keyword : Hippa spp., Variety, Abudance, Batu Tampih Beach
CAMPURAN MEDIA TANAM AMPAS KELAPA DAN PUPUK KANDANG MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L.) ., Kadek Sudarsini; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui peningkatan pertumbuhan tanaman cabai rawit menggunakan media tanam ampas kelapa (2) mengetahui peningkatan pertumbuhan tanaman cabai rawit menggunakan media tanam pupuk kandang (3) mengetahui peningkatan pertumbuhan tanaman cabai rawit menggunakan campuran media tanam ampas kelapa dan pupuk kandang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian fatorial 4 x 4 dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian ampas kelapa dengan takaran 0 gram, 75 gram, 112 gram, 150 gram dan pemberian pupuk kandang dengan takaran 0 gram,75 gram,112 gram dan 150 gram.Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya perbedaan pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescent L) setelah diberikan media tanam ampas kelapa dengan takaran yang berbeda. Pemberian ampas kelapa meningkatkan pertumbuhan cabai rawit sebesar 44,4% dengan takaran 112 gram, (2) adanya perbedaan pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescent L) setelah diberikan media tanam pupuk kandang berupa kotoran sapi dengan takaran yang berbeda. Pemberian pupuk kandang meningkatkan pertumbuhan cabai rawit sebesar 44,4% dengan takaran 150 gram dan (3) adanya interaksi antara penggunaan media tanam ampas kelapa dan pupuk kandang berupa kotoran sapi dengan takaran yang berbeda dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescent L). Pertumbuhan yang paling baik terjadi pada interaksi antara ampas kelapa dan pupuk kandang dengan takaran 112 gram berbanding 150 gram, karena terjadi peningkatan sebesar 88.8%.Kata Kunci : ampas kelapa, cabai rawit, pupuk kandang The purpose of this research are (1) to know an increase in the growth of the cayenne pepper using the media of coconut waste, (2) to know an increase in the growth of the cayenne pepper using the media of fertilizer,(3) to know an increase in the growth of the cayenne pepper using the mixture of coconut waste and fertilizer. This research used 4 x 4 factorial research design with 3 times repetition of treatment that given was the given of the coconut waste with dosage 0 gram,75 gram,112 gram and 150 gram and giving the fertilizer with dosage 0 gram,75 gram,112 gram and 150 gram. The result of this study shows (1) differences in cayenne pepper after being given the growing media coconut waste with a different yardstick. Award coconut waste and cayenne papper boost growth by 44,4% with dose 112 gram (2) differences in cayenne pepper after being given the growing media fertilizer with a different yardstick. Award fertilizer and cayenne papper boost growth by 44,4% with dose 150 gram,(3) there is an increasing between the growing media use coconut waste and fertilizer with different degrees in enhancing the growth of plants cayenne pepper. The best growth occurs in the interactions between coconut waste and fertilizer with dosage 112 gram and 150 gram for an increase of 88,8% keyword : cayenne pepper, coconut waste, fertilizer
PENGARUH PEMBERIAN AIR RENDAMAN SABUT KELAPA ( Cocos nucifera L.)TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI) (Apium graveolens L.) ., Putu Rahma Dewi; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan tanaman yang lebih optimal pertumbuhannya dapat dilakukan dengan cara pemberian nutrisi tambahan air rendaman sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh pemberian air rendaman sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman seledri, (2) menganalisis konsentrasi optimal air rendaman sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman seledri. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman Seledri. Tanaman seledri yang memiliki panjang 5 cm digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara acak random sederhana. Variabel bebas penelitian ini adalah konsentrasi Air rendaman sabut kelapa, variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman seledri yag diukur dari berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova one way. Hasil penelitian menunjukan (1) ada pengaruh pertumbuhan tanaman seledri akibat pemberian air rendaman sabut kelapa, berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,003, variasi konsentrasi air rendaman sabut kelapa masing-masing memperoleh nilai signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Perlakuan berupa pemberian air rendaman sabut kelapa konsentrasi 20% adalah perlakuan yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman seledri dengan berat kering yaitu 1, 29 gr.Kata Kunci : Air rendaman sabut kelapa, Konsentrasi, Pertumbuhan. In order to get a more optimal growth of a plant, can be done by providing additional nutrients such coconut water immersion. This study aims to (1) determine the effect of the coconut water immersion on the growth of celery, (2) analyze the optimal concentration of coco water immersion on the growth of celery plant. The type of this research is a real experiment with completely randomized design. The population in this study is a celery plant. Celery plant which has a length of five centimeter was used as a sample which was obtained by a simple random. The independent variables are the concentration of coconut water immersion, the dependent variable is the growth of celery plants itself which is measured by dry weight of the plants. Data were analyzed using one-way ANOVA statistical test. The results showed that (1) there is an influence of the growth of the plant as the result of giving the coconut water immersion, based on the results of hypothesis testing, the result showed the significance of the number in 0,003, the variations of the concentration of coconut water immersion each of it gained significance value
ANALISIS ORDINASI DAN KLASIFIKASI TABULER PADA VEGETASI PANTAI SABA, KECAMATAN BLAHBATUH ., I Gusti Ayu Apti Purbayani; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pola ordinasi yang terbentuk pada vegetasi di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, (2) Bentuk klasifikasi tabuler vegetasi yang ada di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi yang ada disekitaran kawasan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh. Sedangkan sampel yang digunakan adalah vegetasi yang terkaver oleh kuadrat dengan ukuran 10x10 m sebanyak 30 kuadrat sepanjang garis pantai. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Data yang di peroleh dianalisis dengan menggunakan metode ordinasi dan klasifikasi tabuler. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pola geometrik ordinasi vegetasi Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh berpolakan geometrik diskontinu dimana unit-unit sampling terbagi menjadi dua kelompok. (2) klasifikasi tabular di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh membentuk dua group yaitu group A dan group B. Group A terdiri atas sub group Ia, Ib, Ic, Id, Ie dan group B tersusun atas sub group IIa dan IIb.Kata Kunci : Ordinasi, Klasifikasi Tabuler, Vegetasi Pantai Saba. The aims of this research is to know (1) the ordination pattern formed in Saba beach vegetation, Blahbatuh district, (2) the tabular classification form of the vegetation in Saba beach, Blahbatuh district. The population of this study was all vegetation around Saba beach, Blahbatuh district. The samples used in this study were the vegetations which were covered by 30 quedrates of 10x10m quadrates along the coast. The method used in collecting the sample was quadrate method using systematic sampling technique. The data obtained were analysed using ordinate and tabular classification method. The result of this research showed that (1) the ordinate geometric pattern of the vegetation in Saba beach, Blahbatuh district was discontinue geometric in which the sampling units were classified into two groups, (2) the tabular classification in Saba beach, Blahbatuh district formed two groups which were group A and group B. Based on the classification, each group furthermore formed some sub-groups. Group A consists of sub-group Ia, Ib, Ic, Id, and Ie, and group B is composed sub-group IIa and IIb. keyword : Ordination, Tabular Classification, Vegetation Saba Beach
PERPADUAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) DENGAN METODE BRAINSTORMING MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA SMPN 2 RENDANG KARANGASEM ., I Wayan Dena; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perpaduan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dengan brainstorming meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental dengan Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 2 Rendang tahun pelajaran 2016/2017 dengan sampel 69 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan angket motivasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik Manova. Uji Manova menggunakan program SPSS-PC 21 for Windows dengan hipotesis taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukan bahwadiperoleh nilai F = 15,306 dangan nilai p = 0,0001 untuk motivasi belajar. Pada hasil belajar kognitif diperoleh nilai F= 7,578 dengan nilai p = 0,008. Dapat ditarik simpulan sebagai berikut (1) terjadi peningkatan yang bermakna motivasi dan hasil belajar kognitif siswa (2) terjadi peningkatan yang bermakna motivasi belajar perpaduan pada model pembelajaran TGT dengan metode brainstorming sebesar 6,78% dengan nilai p = 0,0001 (p
PENGARUH PEMBERIAN BIOURINE SAPI DAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) ., Ni Nyoman Januantari; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pertumbuhan tanaman tomat akibat pemberian Biourine sapi dengan konsentrasi yang berbeda, (2) perbedaan pertumbuhan tanaman tomat akibat pemberian ekstrak bawang merah dengan konsentrasi yang berbeda, (3) perbedaan pertumbuhan tanaman tomat akibat kombinasi pemberian Biourine sapi dan ekstrak bawang merah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 5x5. Populasi penelitian ini adalah semai tanaman tomat. Sampel penelitian adalah 50 semai tanaman tomat dengan tinggi dan jumlah daun yang sama ditentukan dengan random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova Two Way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal dengan Biourine sapi konsentrasi 45% paling baik menghasilkan pertumbuhan tanaman tomat rata-rata 0,67 g. Perlakuan tunggal dengan esktrak bawang merah konsentrasi 20% paling baik menghasilkan pertumbuhan tanaman tomat dengan rata-rata 0,68 g, dan kombinasi terbaik antara dua variabel bebas adalah Biourine sapi 45% dan ekstrak bawang merah 15% dengan rata-rata 0,79 g.Kata Kunci : Biourine sapi, ekstrak bawang merah, konsentrasi, pertumbuhan The purposes of this research was to know (1) the difference of tomato plants growth treated with different concentrations of cows Biourine, (2) the difference of tomato plants growth treated with different concentrations of shallots extract, (3) the difference of tomato plants growth as the result of combination between cows Biourine and shallots extract. This research was an experimental research with Completely Randomized Design (CRD) with 5x5 factorial design. Population of this research was tomato seedling. The sample was 50 tomato seedlings with relatively the same height and number of leaves, determined by simple random sampling method. The data then analyzed statistically using Two Way Anova test. The results of this research shows that a single treatment with cows Biourine at 45% is the best treatment leads to the growth of tomato plants resulted in an average of 0.67 g. Single treatment with shallots extract at 20% is the best treatment that leads to the growth of tomato plants resulted in an average of 0.68 g, and the best combination between the two dependent variables is 45% of cows Biourine and 15% of shallots extract resulted in an average 0.79 g.keyword : concentration, cows Biourine, growth, shallots extract
Identifikasi dan Analisis Jumlah Total Bakteri Coliform pada Air Danau Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ., Made Dwi Oktaviani; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah koloni bakteri yang terdapat dalam air Danau Buyan berdasarkan metode Standard Plate Count, (2) mengetahui jumlah total bakteri coliform yang terdapat dalam air Danau Buyan berdasarkan metode Most Probable Number, (3) mengetahui kualitas air Danau Buyan ditinjau dari jumlah total bakteri coliform, dan (4) mengetahui berbagai genus bakteri coliform yang terdapat pada air Danau Buyan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif eksploratif. Identifikasi bakteri coliform ditentukan berdasarkan hasil uji biokimia antara lain uji indol, uji methyl red, uji voges-proskueur, uji sitrat, uji katalase, uji motilitas, dan uji H2S. Diperoleh hasil (1) jumlah koloni bakteri pada air Danau Buyan berdasarkan metode Standar Plate Count berkisar antara 6,4 x 105 – TBUD (Rata-rata dari pengenceran 10-4), (2) jumlah total bakteri coliform pada air Danau Buyan berdasarkan metode Most Probable Number berkisar antara 20 – >1100, (3) ditinjau dari jumlah total coliform, air Danau Buyan dinyatakan tercemar untuk kualitas air kelas I yaitu air yang dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut, hal ini berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2007, dan (4) pada air Danau Buyan ditemukan 8 genus bakteri coliform antara lain Erwinia, Cedecea, Citrobacter, Escherichia, Proteus, Hafnia, Enterobacter, dan Klebsiella.Kata Kunci : Air, coliform, danau buyan, MPN The purpose of this research were (1) determining the number of colonies of bacteria contained in the water of Buyan Lake based on Standard Plate Count methods, (2) identifying the total number of coliform bacteria that found in the water of Buyan Lake based on Most Probable Number method, (3) determining the water quality of Buyan Lake in terms of the number of total coliform bacteria, and (4) knowing the different genus coliform bacteria found in the water of Buyan Lake. This research use descriptive exploratory study. Identification of coliform bacteria is determined based on the results of biochemical tests include a indole test, methyl red test, Voges-proskueur test, citric test, catalase test, motility test, and H2S test. The results are indicated that (1) the number of bacterial colonies on the water of Buyan Lake based on Standard Plate Count method were ranges from 6.4x105 - TBUD (average of 10-4 dilution), (2) the number of total coliform bacteria in the water of Buyan Lake based on Most Probable Number method were ranges from 20 - >1100, (3) in terms of the number of total coliform, the water of Buyan Lake is polluted for water quality class I of water that can be used for raw water of drinking water, or other uses that require the same water quality with usability, it is based on the Bali Governor Regulation No. 8 of 2007, and (4) there were eight genus of coliform bacteria that found in Buyan Lake Water include Erwinia, Cedecea, Citrobacter, Escherichia, Proteus, Hafnia, Enterobacter, and Klebsiella.keyword : water, coliforms, Buyan Lake, MPN
PERUBAHAN STRUKTUR VEGETASI PADA EKOSISTEM TEREUTROFIKASI DI DANAU BUYAN, DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Struktur vegetasi pada ekosistem tereutrofikasi di kawasan Danau Buyan, dan (2) Kualitas air Danau Buyan dilihat dari kandungan Nitrat dan Phospat yang terkandung di dalamnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi tumbuhan air di perairan yang mengalami eutrofikasi. Metode yang digunakan dalam pengambilan data di lapangan adalah dengan menggunakan metode kuadrat. Teknik pengambilan sampel adalah dengan sistematik sampling. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan (1) Struktur vegetasi pada ekosistem tereutrofikasi berdasarkan tiga parameter yaitu indeks keanekaragaman; indeks similaritas dan indeks dissimilaritas nilai penting spesies; serta persentase kehadiran spesies menunjukan adanya perubahan struktur vegetasi. (2) Kadar Nitrat dalam air Danau Buyan rata-rata menunjukan kadar yang rendah, sedangkan kadar phospat dalam air Danau Buyan rata-rata menunjukan kadar yang tinggi.Kata Kunci : Perubahan, Struktur Vegetasi, Ekosistem Tereutrofikasi, Danau Buyan The research objectives are (1) Vegetation structure of eutrophic ecosystem on Lake Buyan. (2) Water quality from Nitrate and Phosphate concentration on Lake Buyan. This research is a kind of exploratory research. The population in the study are all of the aquatic weeds vegetation in the eutrophic area. The methode used in collecting data in the field is quadrate methode.Technical sampling used systematic sampling. The data was analyzed by ecology statistic and descriptive. The result of this research are (1) The structure of vegetation on the eutrophic ecosystems based on three parameters, namely diversity index; similarity and dissimilarity index of species important value; and the percentage of species shows the changes in vegetation structure. (2) The concentration of Nitrate in the water of Lake Buyan on average indicates low levels, while the concentration of phosphate in the water of Lake Buyan on average showed higher levels.keyword : The Change, Vegetation Structure, Eutrophic Ecosystem, Lake Buyan
PEMBERIAN BIOURINE DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) ., Ni Luh Putu Puspitasari; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian Biourine terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, (2) mengetahui pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, (3) mengetahui interaksi pemberian Biourine dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan desain penelitian faktorial 4 x 4. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman sawi hijau dari benih sawi hijau dalam kemasan bermerk Cap Panah Merah. tanaman sawi hijau yang memiliki rata-rata 3-4 lembar daun dengan tinggi yang sama digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara acak random sederhana. Variabel bebas penelitian ini adalah konsentrasi Biourie dan kosentrasi air kelapa, variabel terikatya adalah pertumbuhan tanaman sawi hijau yag diukur dari berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova two way. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada pengaruh pemberian Biourine terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,000, (2) Ada pengaruh pemberian Air Kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,000, (3) Ada interaksi pemberian Biourine dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarka hasil uji signifikansi 0,041.Kata Kunci : pertumbuhan, biourine, air kelapa The purposes of this research were (1) ) to know the effects of the application of Bio-urine to the growth of green mustard, (2) to know the effects of the application of coconut water to the growth of green mustard, (3) to know the interaction of Bio-urine and coconut water’ application to the growth of green mustard. This research was an experimental research with Completely Randomized Design (CDR) and 4x4 factorial design. The population of this research was mustard greens from mustard greens seeds branded Cap Panah Merah, the green mustard which have 3-4 leaves in average with same height were used as the samples which were determined by simple random sampling. Independent variables in this research were the concentration of Bio-urine and coconut water, while the dependent variable is the growth of the green mustard crops measured by the dry weight of the crops. Data then analyzed statistically using two way Anova test. The result of this reaserch showes that (1) There is an effects of the application of Bio-urine to the growth of green mustard based on the result of hypothesis testing in which the significance value was 0,000, (2) There is an effects of the application of coconut water to the growth of green mustard based on the result of hypothesis testing in which the significance value was 0,000, (3) there is an interaction of the application of bio-urine and coconut water to the growth of green mustard based on the result of significance testing value of 0,041.keyword : Growth, Bio-urine, Coconut water