cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 78 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR ., Ni Wayan Ernayanti; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar mengajar masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengimplementasikan model pembelajaran partisipatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain pretest postest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data pretest dan postest hasil belajar meliputi pemahaman dan sikap siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANCOVA. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran konvensional, (2) ada perbedaan pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran konvensional, (3) ada perbedaan sikap dengan menggunakan model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hal tersebut, guru biologi dianjurkan menggunakan model pembelajaran partisipatif.Kata Kunci : hasil belajar model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran partisipatif In the learning process there is still using conventional learning models. That is suspected to be one cause of low learning outcomes. One of the efforts is to implement participatory learning model. The research objective is to identify and describe the difference model of participatory learning and conventional learning model on learning outcomes. This research is a quasi-experimental research designed with non-equivalent pretest posttest control group design. The population was all students of class X. Samples were taken by simple random sampling technique. The data collected is pretest and posttest data from learning outcomes include students’ understanding and attitudes. Data were analyzed using descriptive statistics and MANCOVA. Based on data analysis found that (1) there are differences in learning outcomes by using participatory learning model and conventional learning model, (2) there is a difference of understanding by using participatory learning model and conventional learning model, (3) there are differences in attitudes by using participatory learning model and conventional learning model. Based on those above, the biology teachers are encouraged to use participatory learning model.keyword : learning outcomes conventional learning models and models of participatory learning
HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DENGAN KONDISI LINGKUNGAN DI HUTAN WISATA DASONG, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., Komang Desmi Indraswari; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) indeks keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) di Hutan Wisata Dasong dan (2) hubungan keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) dengan kondisi lingkungan (faktor edafik dan klimatik) di Hutan Wisata Dasong. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan paku yang hidup di Hutan Wisata Dasong. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan paku yang tumbuh di bawah naungan tumbuhan inang yang tersentuh line transect dan tercakup ke dalam 30 titik sampel yang terbagi dalam tiga zona (Zona I, Zona II dan Zona III). Sampel faktor lingkungan yang diteliti adalah faktor edafik dan klimatik di sekitar titik sampel tumbuhan paku. Metode sampling yang digunakan adalah metode line transect. Keanekaragaman tumbuhan paku dianalisis berdasarkan indeks keanekaragaman Simpson. Analisis regresi ganda dilakukan untuk mengetahui korelasi antara keanekaragaman tumbuhan paku dengan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) di Hutan Wisata Dasong pada masing-masing titik sampel bervariasi dari kategori sedang hingga tinggi. Indeks keanekaragaman tumbuhan paku pada Zona I, II, dan III berturut-turut adalah 0,8578, 0,8793, dan 0,8222. Secara keseluruhan, indeks keanekaragaman tumbuhan paku di Hutan Wisata Dasong adalah sebesar 0,8658 dengan kategori tinggi. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) dengan kondisi lingkungan (faktor edafik dan klimatik) di Hutan Wisata Dasong. Walau secara statistik tidak ada korelasi, namun secara ekologi ada hubungan antara keanekaragaman tumbuhan paku dengan faktor edafik dan klimatik.Kata Kunci : Keanekaragaman Paku (Pteridophyta), Faktor Edafik, Faktor Klimatik, Hutan Wisata Dasong. The aims of this research: (1) The diversity index of ferns (Pteridophyta) in Dasong Tourism Forest, and (2) the relationship of the diversity of ferns (Pteridophyta) with environmental conditions (factor edafic and climatic) in Dasong Tourism Forest. This research is an exploratory and correlational research. The population in this study are all species of ferns that live in Dasong Tourism Forest. The sample in this study are all species of ferns that grow in the shade of host plants that touched the line transect and included into the 30 sample points were divided into three zones (Zone I, Zone II and Zone III). To sample the environmental factors were edafic and climatic factors around the sample point of ferns. The sampling method used is the line transect method. Diversity of ferns analyzed by Simpson diversity index. Multiple regression analysis was conducted to determine the correlation between the diversity of ferns with environmental conditions. The results showed the average index of the diversity of ferns (Pteridophyta) in Dasong Tourism Forest at each sample point varies from medium to high category. Diversity index of ferns in Zone I, II, and III respectively are 0.8578, 0.8793, and 0.8222. Overall, the diversity index of ferns in Dasong Tourism Forest is at 0.8658 with high category. The results of multiple regression analysis showed that there was no relationship between the diversity of ferns (Pteridophyta) with environmental conditions (edafic and climatic factors) in Dasong Tourism Forest. Although statistically there is no correlation, but ecologically there is correlation between the diversity of ferns with edafic and climatic factors.keyword : Fern (Pteridophyta) Diversity, Edafic Factors, Climatic Factors, Dasong Tourism Forest.
ANALISIS KLUSTER DAN PERUBAHAN FLORISTIK PADA VEGETASI ZONASI NYEGARA GUNUNG DI KECAMATAN BANJAR ., Kadek Dedi Santa Putra; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) pola kluster yang terbentuk pada vegetasi zonasi nyegara gunung di Kecamatan Banjar, dan (2) pola perubahan floristik pada vegetasi zonasi nyegara gunung di Kecamatan Banjar. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang hidup pada vegetasi zonasi nyegara gunung di Kecamatan Banjar. Sampel dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang tercakup oleh kuadrat dengan ukuran 10 x 10 meter sebanyak 20 kuadrat yang diambil pada Zona I (0 mdpl), Zona II (310 mdpl), dan Zona III (620 mdpl). Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Data dianalisis secara statistik ekologi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) dendrogram pada Zona I membagi unit-unit sampling menjadi dua sub kluster yaitu sub kluster I dan sub kluster II. Sedangkan pada Zona II (310 mdpl) dan Zona III (620 mdpl) bentuk dendrogram yang dihasilkan hanya satu sub kluster yaitu sub kluster I. Pada dendrogram analisis kluster vegetasi memiliki nilai ambang batas dengan threshold I 0,00-10,00%; threshold II 10,00-50,00% dan threshold III di atas 50,00%. (2) Perubahan floristik yang terjadi diketahui bahwa 18 spesies termasuk kesebaran sempit. Dari 18 spesies, 11 spesies terdapat pada Zona I, 2 spesies pada Zona II, dan 5 spesies pada Zona III. 11 spesies termasuk kesebaran spektrum sedang. Dari 11 spesies, 1 spesies melingkupi Zona I dan II, 8 spesies melingkupi Zona II dan Zona III, dan 2 spesies melingkupi Zona I Dan Zona III.Kata Kunci : kluster, dendrogram, floristik, vegetasi The objectives of this study were to know about; (1) clusters pattern that were formed in nyegara gunung zoning of Kecamatan Banjar, and (2) the floristic change pattern of the nyegara gunung zoning of Kecamatan Banjar. The type of this study were explorative study. The population of this study were all of the plant-specieses that lived in vegetation zoning in Kecamatan Banjar. The samples of this study were all of the plant specieses that covered by square area by 10x10 metres as much as 20 squares that taken in Zone I (0 metre above the sea level), Zone II (310 metres above the sea level), dan Zone III (620 metres above the sea level). The sampling method that has been used was square method by the systematic sampling technique. The datas have been analyzed by the ecological statistic. The result of the study has shown that (1) the dendrogram in Zone I has devided the sampling units inti two sub-clusters that were sub-cluster I and sub-cluster II whilst in the Zone II (310 metres above the sea level) and Zone III (620 metres above the sea level), the dendrograms form were one sub-cluser that was sub-cluster I. in the dendrogram of the vegetation cluster analysis has the threshold values of; threshold I0,00-10,00%; threshold II 10,00-50,00% and threshold III over the 50,00%. (2) the floristic change that was occurred has known that 18 specieses included the narrow distribution. By the 18 specieses, 11 specieses were in the Zone I, 2 specieses were in the Zone II, and 5 specieses were in the Zone III. The 11 specieses included the medium spectrum. By the 11 specieses, 1 species has covered the Zone I and the Zone II, 8 specieses were covered the Zone II and the Zone III, and 2 specieses were covered the Zone I and the zone III.keyword : cluster, dendrogram, floristic, vegetation
EKSPLORASI SPESIES TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DALAM GEGALIHAN USADA TARU PRAMANA SEBAGAI KAJIAN ETNOBOTANI DAN EKOLOGI DI HUTAN WISATA MONKEY FOREST UBUD, KABUPATEN GIANYAR ., Komang Adi Purnama Putra; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Jumlah spesies tumbuhan berkhasiat obat yang terdapat di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud, Kabupaten Gianyar sesuai dengan Usada Taru Pramana; (2) Organ tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan; (3) Cara pengolahan tumbuhan obat; (4) Kegunaan setiap spesies tumbuhan berkhasiat obat; (5) Faktor edafik dan klimatik di Hutan Wisata Monkey Forest. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Hutan Wisata Monkey Forest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang hidup di seluruh area hutan wisata Monkey Forest. Populasi juga menyangkut sosial masyarakat setempat yang nantinya berhubungan dengan pengumpulan data local genius. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di hutan wisata Monkey Forest dengan kuadrat ukuran 10x10 m2 sebanyak 36 kuadrat. Sampel untuk sosial masyarakat ini adalah tokoh masyarakat, pemangku/penglingsir, balian, dan masyarakat umum. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan sistematik sampling dan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Dari 3.600 m2 luas Hutan Wisata Monkey Forest, komposisi spesies tumbuhan tersusun oleh 63 spesies dengan jumlah total spesies tumbuhan obat sebanyak 28 spesies. Berdasarkan Usada Taru Pramana sebanyak 12 spesies tumbuhan obat, sedangkan hasil wawancara dari masyarakat sebanyak 26 spesies (diantara keduanya terdapat beberapa kesamaan dan perbedaan sehingga menjadi 28 spesies); (2) Pada spesies tumbuhan obat yang terdata, jika organ yang bisa digunakan sejumlah 1 organ, maka yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah daun dengan jumlah 8 spesies dan persentase sebesar 28,6%. Sedangkan jika organ yang digunakan sejumlah 2 organ, maka yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah daun dan buah dengan jumlah spesies 4 spesies dan presentase sebesar 14,3%. Dan jika organ yang bisa digunakan sejumlah 3 organ, maka yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah akar, batang dan daun dengan presentase 7,1 %. (3) Cara pengolahan tumbuhan obat dapat diolah dengan beberapa cara yaitu dibuat jamu, lulur atau boreh, dikunyah kemudian disembur, diusap atau dioleskan dan dibakar kemudian dihirup asapnya; (4) Kegunaan spesies tumbuhan yang terdata dapat dipakai sebagai obat luar misalnya yaitu obat luka bakar, luka memar atau lebam, lumpuh, bengkak atau tuju brahma, dan lainnya. Sedangkan sebagai obat dalam yaitu obat pusing, diare, disentri, liver, darah tinggi dan lainnya; (5) Faktor klimatik diantaranya suhu udara 31,60C, intensitas cahaya 368,1 dan lainnya, sedangkan faktor edafik diantaranya pH tanah 7,1, BOT 28% dan lainnya.Kata Kunci : Monkey Forest, Tumbuhan berkhasiat obat, Usada Taru Pramana The purpose of this research was to know (1) The species of herbs which is located in Tourism Forest that is Monkey Forest Ubud, Gianyar in accordance with Usada Taru Pramana; (2) The organ of herbs that is used; (3) How the processing of herbs; (4) The use of each species of herbs; (5) The edafik and climatic factors in Tourism Forest that is Monkey Forest. The type of this research was explorative and descriptive research. The research location is at Monkey Forest-Tour Forest. The population of this research are all the species of plants that live in the entire forest area travel Monkey Forest. The population is also about social community that will be associated with the data collection of local genius. The sample used of this research are all plant species in the forest Monkey Forest travel with the square size of 10x10 m2 as 36 squares. The sample for this community is a social community leaders, pemangku/ penglingsir, balian, and the general public. The technique of sample collection used a systematic sampling and purposive sampling. The results of this research shows (1) from 3.600 m2 area of Monkey Forest, species composition composed by 63 species with total of 28 species of herbs. Based on Usada Taru Pramana as many as 12 species of herbs, while the results of the public interview as many as 26 species (between both of them ,there are some similarities and differences until become 28 species); (2) In data herbs species, if there is one part that can be used, so, which has the most numbers is leaves with 8 species has 28,8% of percentage. Whereas, if there are two parts that can used, so, which has the most numbers are leaves and fruit with total 4 species and has 14,3% percentage. And if there are 3 part that can be used, so, which has the most numbers of species are root, stick, and leaves with 7,1% percentage; (3) How the processing of herbs can be processed in some way that is made of herbs, herbal or boreh, chewed and then sprayed, rubbed or smeared and burned then inhaled the smoke; (4) The use of recorded plant species can be used for topically for example a drug burns, contusions or bruises, paralysis, swelling or tuju brahma, and many more. Whereas, as a inner medicine that is a drug dizziness, diarrhea, dysentery, liver, high blood pressure and others; (5) climatic factors including air temperature that is 31.6 0 C, light intensity and other 368.1, while edafik factors including soil pH of 7.1, Soil Organic Matter 28% and more.keyword : Monkey Forest, Herbs, Usada Taru Pramana
PEMERAMAN PISANG (Musa Paradisiaca L.) KULTIVAR PISANG SUSU DENGAN VARIASI BERAT DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) DAN DURASI PEMERAMAN TERHADAP PERBEDAAN KADAR GULA REDUKSI ., Dewa Ayu Ketut Adi Risma Wardani; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium); (2) mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi durasi pemeraman; (3) mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat interaksi antara pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium) dan durasi pemeraman. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) berdasarkan pola penyusunan perlakuan faktorial 4x5. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi berat daun gamal dan durasi pemeraman sedangkan variabel terikatnya adalah kadar gula reduksi. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dengan total sampel yang digunakan adalah 70 sampel. Langkah-langkah pengumpulan data terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan program SPSS menggunakan Analisis Varians (ANAVA) dua arah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi dari ketiga uji hipotesis ≤ 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium); (2) ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi durasi pemeraman; (3) ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat interaksi antara pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium) dan durasi pemeraman.Kata Kunci : pemeraman, pisang, daun gamal, gula reduksi The experiments conducted to determine: (1) the difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation; (2) the difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with variations in the duration of ripening; (3) the difference of reducing sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars as a result of the interaction between Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation and variations in the duration of ripening. This study is an experimental research with a completely randomized design (CRD) based on the pattern drafting 4x5 faktorian treatment. The independent variables in this study is Gliricidia leaves weight variation and duration of ripening while the dependent variable is a reducing sugar. Repetition done 3 times with a total sample used was 60. The steps of data collection consists of the preparation, implementation, and observation. Data were analyzed with SPSS using Analysis of Variance (ANOVA) in both directions. The results of this study indicate that the significance of the third test of the hypothesis ≤ 0.05. This shows that (1) there are difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation; (2) there are difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with variations in the duration of ripening; (3) there are difference of reducing sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars as a result of the interaction between Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation and variations in the duration of ripening. keyword : ripening, bananas, Gliricidia leaves, reducing sugar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN KOOPERATIF STAD DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Made Karmini Sridewi; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dalam pembelajaran pendekatan saintifik antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Non-equivalen Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja yang terdiri dari 15 kelas dengan jumlah siswa 561 orang. Sampel diambil dengan teknik undian sebanyak dua kelompok dari lima belas kelas yang ada. Keterampilan proses sains siswa diukur dengan menggunakan tes essay. Data dianalisis dengan teknik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran kooperatif STAD (t = 3,830,p = 0,00). Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih efektif dalam meningkatan keterampilan proses sains siswa dibandingkan pendekatan saintifik dengan kooperatif STAD.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Kooperatif STAD, Pendekatan Saintifik. This research aimed to analyze the differences in learning science process skills in scientific approach between the groups of students that learned using guided inquiry learning model and student groups that learned using cooperative learning model STAD. This type of this research is a quasi-experimental. The research use a Non-equivalent pre-test post-test Control Group Design. The population was all of students in class VII SMP Negeri 2 Singaraja which consists of 15 classes with 561 students. Samples were taken using a lottery as many as two groups of fifteen classes there. Science process skills were measured using essay test. Data were analyzed by using descriptive and t-test. The results showed that there were differences between the science process skills of students that learned to use a scientific approach to guided inquiry learning model and student groups that learned with the scientific approach to cooperative learning model STAD (t = 3.830, p = 0.00). This shows that the scientific approach with guided inquiry learning model more effectively to improve students' science process skills compared with STAD cooperative scientific approach.keyword : Guided Inquiry, Science Process Skills, Scientific approach, STAD Cooperative.
KOMPARASI MAKE A MATCH DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP ., Ni Wayan Lina Astiani; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pebedaan antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa secara bersama-sama antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT), (2) mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT), dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research) dengan rancangan non equivalent pre test-post test control group design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes Teknik analisis data yang digunkan adalah Multivariate analysis of covariance (Mancova). Hasil penelitian ini menunjukan taraf signifikansi dari uji Mancova adalah P
EFEKTIVITAS EKSTRAK TIGA VARIETAS JAHE (Zingiber sp.) SEBAGAI PENGAWET ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PEMBUSUK HASIL ISOLASI DARI IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) ., Gusti Ayu Putri Ariyanti; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat tiga varietas jahe yaitu jahe merah, jahe emprit, dan jahe gajah. ketiga varietas jahe ini dapat digunakan sebagai pengawet karena adanya kandungan polifenol seperti Gingerol, Shogaol, dan Zingiberen sebagai zat antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan daya hambat, efektivitas germisida, interaksi masing-masing ekstrak ketiga varietas jahe dengan variasi konsentrasi 5%, 15%, dan 30%, dan mengidentifikasi karakteristik genus yang berhasil ditemukan pada isolasi bakteri dari ikan mujair. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental sungguhan dengan menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan penempatan sampel pola faktorial 3x3. Data yang diperoleh berupa rerata diameter zona hambatan pertumbuhan bakteri ikan mujair yang dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) two ways dengan taraf signifikansi p < 0,05. Hasil yang diperoleh adalah ekstrak jahe merah membentuk diameter zona hambat terbesar dibandingkan dengan jahe emprit dan jahe gajah. Jahe merah dan jahe emprit lebih efektif sebagai germisida dibandingkan jahe gajah. Adanya perbedaan diameter zona hambat pertumbuhan isolat bakteri dari ikan mujair akibat dari interaksi ketiga varietas jahe dengan konsentrasi ketiga varietas jahe. Genus bakteri yang ditemukan adalah bakteri Citrobacter, Escherichia, dan Pseudomonas. Hal ini disebabkan karena jahe merah memiliki kandungan senyawa polifenol lebih banyak dibandingkan dua varietas lainnya.Kata Kunci : Jahe, Pengawet Alami, Bakteri Pembusuk, dan Ikan Mujair. There are three variants of ginger, they are Zingiber officinale var. rubrum, Zingiber officinale var. amarum, zingiber officinale var. officinale. These variants of ginger can be used as preservative because there is polyphenol as antibacterial substance. The purpose of research are to knowing the difference of inhibition ability, germicidal effectiveness, interactions each three varieties of ginger extracts with varying concentrations of 5%, 15% and 30%, and identify the characteristics of the genus have been found on the bacteria isolation of tilapia fish. The kind of this research is experiment research that use Complete Random Design (CRD) with a 3x3 factorial design sample placement. The data obtained in diameter mean inhibition zone of bacteria growth of tilapia fish were analyzed using ANOVA two ways with a significance level of p < 0,05. The results are Zingiber officinale var. rubrum formed the largest diameter of inhibition zone compared the other two varieties, Zingiber officinale var. rubrum and Zingiber officinale var. amarum more effective as germicide than Zingiber officinale var. officinale, the difference of the growth diameter of inhibition zone of bacterial isolates from tilapia fish as a result of the interaction between the three varieties of ginger with a concentration of the three ginger varieties, the bacteria genus that found are Citrobacter, Escherichia, and Pseudomonas. This is caused by the polyphenol compound which is more substantial in Zingiber officinale var. rubrum.keyword : Ginger, Natural preservative, Bacteria decay, and Tilapia fish.
ANALISIS KETERAMPILAN BERTANYA GURU DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA DI KOTA SINGARAJA ., Kadek Krisna Dwi Mahartini; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kemampuan bertanya guru Biologi dalam pembelajaran berbasis Keterampilan Proses Sains. Penelitian ini dilakukan di SMA Kota Singaraja dengan melibatkan tujuh orang guru sebagai informan. Data dikumpulkan dengan empat teknik, yaitu angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau simpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bertanya guru belum optimal. Jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru Biologi SMA di Singaraja dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu pertanyaan diklasifikasikan (1) menurut maksudnya yang didominansi dengan 37,20% pertanyaan retoris, (2) berdasarkan taksonomi Bloom yang didominasi pertanyaan kognitif tingkat rendah yakni 40% merupakan pertanyaan pengetahuan, sebanyak 32% merupakan pertanyaan pemahaman, sebanyak 16% merupakan pertanyaan penerapan dan (3) berdasarkan luas sempitnya jawaban didominansi dengan 61,06% pertanyaan Konvergen. Teknik bertanya guru dalam observasi ada yang diterapkan secara maksimal dan ada juga yang belum maksimal diterapkan dalam proses belajar mengajar. Hambatan yang dialami guru dalam mengajukan pertanyaan, yaitu pemahaman tentang jenis-jenis pertanyaan yang masih kurang, kurangnya perencanaan pertanyaan yang akan diajukan, kurangnya pelatihan tentang keterampilan bertanya, keadaan siswa yang berbeda disetiap kelasnya dan kurangnya kesadaran guru akan hambatan yang dialaminya. Aktivitas belajar siswa dengan keterampilan bertanya pada pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses Sains sudah dikatakan baik, siswa sudah dapat memahami konsep-konsep yang diajarkan oleh guru, dengan aktif menjawab, kegiatan visual, lisan, mendengarkan, menulis dan kegiatan motorik. Namun ada juga siswa yang cenderung diam tidak mengikuti dan tidak mau berusaha untuk menjawab semua pertanyaan dari guru.Kata Kunci : Jenis Pertanyaan , Kemampuan Bertanya, Keterampilan Proses Sains, dan Tehnik Bertanya The purpose of this reasearch was to analyze deeply the ability questioning the teacher of Biology in Science Process Skills-based learning. This research was conducted at SMA Singaraja involving seven teachers as informants. In collecting the data, the researcher applied four techniques, such as questionnaires, observations, interviews, and documentation with analyzed include data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that ability to asked the teachers did not optimal. Types of questions asked by high school biology teachers in Singaraja grouped into three types of questions classified (1) according to the intentions dominated with 37.20% rhetorical question, (2) based on Bloom's Taxonomy dominated by low-level cognitive questions which 40% is a question of knowledge , 32% is the question as the understanding that 16% is a question penerapandan (3) based on the area of narrowness answer dominated with 61.06% convergent questions. Technique ask the teacher in the last observation applied to the maximum, and some are not maximized applied to the learning process. Barriers experienced teachers to ask questions, which is an understanding of the kinds of questions that are still lacking, a lack of planning questions to be asked, the lack of training on questioning skills, circumstances of different students in each class and the lack of awareness of teachers will be barriers they experienced. learning activities of students with the skills to ask biology of skill-based learning process has been said to be good science, the students understand with concepts being teach by a teacher with an active answer, activities visual, verbal, listening, writing and motor activities. But there are also students who tend to be quiet doesn’t participant and doesn’t answer all questions from the teacher.keyword : Type of Question , Questioning Skill, Questioning Technique And Science Process Skills
PENGARUH PEMBERIAN AIR RENDAMAN KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) ., Ni Putu Indah Kumala Sari; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan Tanaman Selada (Lactusa sativa L.) dan mengetahui kosentrasii penyiraman menggunakan air rendaman kulit bawang merah yang paling optimum terhadap pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.). Penelitian ini menggunakan kulit bawang merah (Allium cepa L.) sebagai pupuk untuk pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.) dengan variasi berat 0 gram, 30 gram, 40 gram dan 50 gram dalam setiap 100 ml air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan setiap perlakuan sebanyak 6 kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat basah, berat kering dan jumlah helai daun. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan, diambil rerata dan dibuat grafik serta dianalisis dengan Analisis Varian (ANAVA) satu arah dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.) akibat pemberian air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.). Air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.) 30 gram dapat menghasilkan berat kering tanaman selada yang paling tinggi (Lactuca sativa L.) yaitu 0,0361gram. Kata Kunci : Kata Kunci : Air Rendaman, Kulit Bawang Merah, Peningkatan, Pertumbuhan, Selada. The study used Allium cepa L. skin as the fertilizer of Lactuca sativa L. There were various water concentration such as 0 gram, 30 gram, 40 gram, and 50 gram in every 100 ml water. The design of the study was completely randomized design (RAL) with 6 times treatment. The parameter of the study focused on the height, the wet weight, the light weight, and the quantity of the Lactuca sativa L. leaves. The collected data were calculized and presented in form of graph through one way ANAVA analysis. The analysis were continued with BNT test. The result showed that there were different growth of Lactuca sativa L. as the effect of Allium Cepa L. water immersion treatment. The optimum concentration of Allium cepa L. water immersion was 30 gram with the highest Lactuca sativa L. light weight that was 0.0361 gram. keyword : Key words: Allium cepa L., Lactuca sativa L., the enhancement, the growth, water immersion.