cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 78 Documents clear
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) DI DESA KINTAMANI BANGLI BALI ., Monika Megawati Ferdiana Dara; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.; ., Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah koloni jamur endofit yang terdapat pada satu gram sampel akar, batang dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis) yang terindikasi sehat dan sakit, (2) mengetahui genus jamur endofit yang terdapat pada sampel akar, batang, dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah jamur endofit dan obyek dalam penelitian ini adalah isolat jamur endofit yang diisolasi dari bagian akar, batang dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis) dari perkebunan di Desa Kintamani, Bangli, Bali. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah koloni jamur endofit pada tanaman jeruk siam diperoleh dengan menggunakan teknik pengenceran Standart Plate Count dan identifikasi genus jamur endofit dengan melakukan pengamatan makroskopis dan mikroskopis pada isolat jamur endofit. Hasil penelitian menunjukkan (1) jumlah koloni jamur endofit pada bagian akar sebesar 4,8 x 105 CFU/gram, pada batang 2,9 x 105 CFU/gram dan pada daun sebesar 1,4 x 105 CFU/gram, (2) genus jamur endofit ditemukan sebanyak 11 isolat yang meliputi genus Aspergillus, Penicillium, Mucor dan Fusarium. Kata Kunci : Isolat jamur, Jamur endofit, Jeruk siam (Citrus nobilis). This study aims to (1) determine the number of endophytic fungal colonies needed in one gram sample of roots, stems and leaves of Siam Orange plants (Citrus nobilis) which are indicated to be healthy and infected, (2) find genus of endophytic fungi found in samples of roots, stems , and leaves of Siam Orange plant (Citrus nobilis). This study uses qualitative descriptive research. The subjects in this study were endophytic fungi and the object of this study was fungi isolates of endophytic that was isolated from the roots, stems and leaves of Siam Orange plant (Citrus nobilis) from plantations in the village of Kintamani, Bangli, Bali. Samples were obtained by using purposive sampling technique. The number of endophytic fungal colonies in Siam Orange plants was obtained by using the Standard Plate Count dilution technique and collecting endophytic fungi genus by making macroscopic and microscopic observations on endophytic fungal isolates. The results showed (1) the number of endophytic fungal colonies in the root section was 4.8 x 105 CFU / gram, on the stem 2.9 x 105 CFU / gram and on the leaves was 1.4 x 105 CFU / gram, (2) the genus Endophytic fungi were found as many as 11 isolates containing the genera Aspergillus, Penicillium, Mucor and Fusarium.keyword : Fungi isolates, Endophytic Fungi, Siam Orange (Citrus nobilis).
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BIJI SRIKAYA (Annona Squamosa) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex vishnui ., Putu Paramesti Nopitayani; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak biji srikaya dengan konsentrasi berbeda dan (2) konsentrasi ekstrak biji srikaya yang paling efektif dari ketiga variasi konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm terhadap mortalitas larva nyamuk. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah larva nyamuk Culex vishnui instar III. Larva dikembangbiakan di laboratorium zoologi. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak biji srikaya dengan konsentrasi berbeda. Hal ini berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah menunjukkan nilai signifikansi 0,000 dan memiliki nilai F 16,91. Angka signifikansi tersebut < 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 (5%) dan nilai F hitung 16,91 > F tabel 3,47 maka H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak biji srikaya yang paling efektif dari ketiga variasi konsentrasi penyebab mortalitas larva nyamuk Culex vishnui adalah konsentrasi 150 ppm dengan nilai rerata mortalitas larva paling besar yaitu 8,25.Kata Kunci : Mortalitas, Ekstrak biji srikaya, Culex vishnui The purpose of this study was to determine (1) the difference in mortality of Culex vishnui mosquito larvae due to the extract of srikaya seed extract with different concentration and (2) the most effective concentration of srikaya seed extract from the three variations of concentration 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm on mosquito larva mortality. The type of research conducted is a real experimental study with Completely Randomized Design (RAL) posttest-only control group design. The study population was Culex vishnui instar III mosquito larvae. Larvae are breeding in zoological laboratories. Data were analyzed using one way ANOVA statistic test. The results showed (1) There was a difference in mortality of Culex vishnui mosquito larvae due to the extract of srikaya seed extract with different concentration. This is based on statistical test results of one-way ANOVA indicates a significance value of 0,000 and has a value of F 16.91. The significance number is F table 3.47 then H0 is rejected and H1 is accepted. (2) the most effective concentration of srikaya seeds extract from the three variations of concentration causing mortality of Culex vishnui mosquito larvae was the concentration of 150 ppm with the highest larval mortality rate of 8.25.keyword : Mortality, Srikaya Seed Extract, Culex vishnui
VARIASI PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SERAI (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) TERHADAP MORTALITAS IMAGO KUMBANG TEPUNG (Tribolium castaneum Herbst.) ., NI KOMANG SURYANI; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.) akibat pemberian variasi berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), dan (2) berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) yang paling berpengaruh terhadap mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) dengan desain penelitian randomized posttest only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 240 imago kumbang tepung. Perbedaan berat tepung daun serai yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 gram, 6 gram, 9 gram, dan 0 gram (kontrol). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anova One Way pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) ada perbedaan mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.) akibat pemberian variasi berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan angka signifikansi 0,000
JUMLAH KOLONI BAKTERI PADA KOLAM PENANGKARAN TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI TEMPAT KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA BALI ., Ngakan Putu Ari Krisna Pratama; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri pada air kolam penangkaran tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) hari ke-1,ke-3,dan ke-5 di Tempat Konservasi Penyu Pantai Penimbangan, Singaraja, Bali. Sampel pada penelitian ini adalah air kolam penangkaran tukik penyu lekang yang dipilih berdasarkan kriteria yaang ditentukan yaitu pada hari ke-1, ke-3, dan ke-5. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei lapangan dengan teknik observasi ke lokasi penelitian. Data hasil penelitian diidentifikasi di laboratorium melalui pengamatan makroskopis pada koloni bakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah koloni dari sampel hari ke-1, ke-3, dan ke-5 bervariasi pada tiap tiap sampel. Rerata pada hari ke-1 di titik A yaitu 1,0 x 103, rerata di titik B yaitu 1,3 x 103, dan rerata di titik C yaitu 1,5 x 103. Rerata pada hari ke-3 di titik A yaitu 3,3 x 103, rerata di titik B yaitu 2,0 x 103, dan rerata di titik C yaitu 2,1 x 103. Sedangkan rerata pada hari ke-5 di titik A yaitu 2,5 x 103, rerata di titik B yaitu 1,6 x 103, dan rerata di titik C yaitu 2,6 x 103.Kata Kunci : bakteri, penyu lekang, Pantai Penimbangan. The purpose of this research was to know: (1) the number of bacterial colonies in the breeding pond water of ridly turtles (Lepidochelys olivacea) on 1st, 3rd, and 5th days at Sea Turtle Conservation Center at Penimbangan Beach, Singaraja, Bali. The sample in this research was the breeding pond water of ridly turtles that was selected based on the criteria that was determined on the day of the 1st, 3rd, and 5th. The method used in this research was the field survey method with the observation technique to the research location. Research data were identified in the laboratory through macroscopic observations of bacterial colonies. The results showed that the number of colonies from the samples of days 1st, 3rd, and 5th were various in each sample. The mean on the 1st day at point A is 1.0 x 103, the mean at point B is 1.3 x 103, and the mean at point C is 1.5 x 103. The mean on the 3rd day at point A is 3.3 x 103, the average at point B is 2.0 x 103, and the mean at point C is 2.1 x 103. While the mean on the 5th day at point A is 2.5 x 103, the average at point B is 1.6 x 103, and the mean at point C is 2.6 x 103.keyword : bacteria, turtles (Lepidochelys olivacea), Penimbangan Beach.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DENGAN VARIASI KOSENTRASI TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex quinquefasciatus ., IDA AYU KADE ERAWATI; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex quinquefasciatus yang diberikan ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada konsentrasi yang berbeda (2) kosentrasi ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) yang diperlukan untuk membunuh 50% (LC 50) larva nyamuk Culex quinquefasciatus. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini adalah larva nyamuk Culex quinquefasciatus instar III. Jumlah perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 5 (0%,15%, 30%, 45%, dan 60%). Data dianalisis menggunakan uji Anava One Way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan mortalitas karva nyamuk Culex quinquefasciatus yang diberikan ekstrak daun jarak pagar dengan konsentrasi berbeda (2) berdasarkan hasil analisis probit, ekstrak daun jarak pagar menunjukan bahwa LC50 berada pada konsentrasi 35,867%.Kata Kunci : Ekstrak daun jarak pagar, larva nyamuk Culex quinquefasciatus, mortalitas Abstract The aim of this research were to determine (1) the difference of the mortality of Culex quinquefasciatus mosquito larvae which was given various concentration of Jatropha curcas L. leaf extract (2) the conceration of Jatropha curcas L. extract required to kill 50% (LC50) Culex quinquefasciatus mosquito larvae. This research was a true experimental research with complete randomized design (CRD) as the research method. Culex quinquefasciatus instar III were used as the sample in this reasearch. There were five different given treatments of giving various concentration of Jatropha curcas L. leaf extract, such as 0%, 15%, 30%, 45%, and 60%. The data were analyzed using One Anava test. The result showed that (1) there was a difference of mortality of Culex quinquefasciatus mosquito larvae was given Jatropha curcas L. extract with various concentration (2) based on the probit analysis Jatropha curcas L. leaf extract Jatropha curcas L showed that LC50 that in concentration 35.876%.keyword : Culex quinquefasciatus mosquito larvae, Jatropha curcas L. leaf extract, mortality
Pemanfaatan Daun Gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth.) Yang Ditambahkan Effective Microorganism 4 (EM4) Sebagai Pupuk Hijau Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Gumitir (Tagetes erecta L.) ., Ni Kadek Arini; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pemanfaatan daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) yang ditambahkan EM4 sebagai pupuk hijau dengan dosis berbeda mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.), (2) Dosis daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) sebagai pupuk hijau yang paling baik untuk menghasilkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). Penelitian ini adalah penelitian sungguhan (true experimental research) dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dosis daun gamal sebagai pupuk hijau yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0 gram, 100 gram, 200 gram, 300 gram, 400 gram dan 500 gram. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah tanaman gumitir dengan umur, tinggi tanaman, dan jumlah daun yang sama. Analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan uji statistik ANOVA one way. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Ada perbedaan berat kering tanaman gumitir yang diberikan daun gamal sebagai pupuk hijau dengan dosis berbeda berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,002. (2) Dosis daun gamal sebagai pupuk hijau yang optimal yaitu dosis 300 gram dengan rata-rata berat kering sebesar 3,20 gram. Kata Kunci : Tanaman Tagetes erecta L., Dosis Pupuk Hijau Daun Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth, Berat Kering Tanaman Tagetes erecta L. The purposes of this research were to know: (1) The utilization of gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth.) leaves added of EM4 as green fertilizer with different caused for growth of margold (Tegetes erecta L.) plants. (2) The best dosage of gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) leaves as green fertilizer caused different growth of margold (Tagetes erecta L.) plants. This research was true experimental research with RAL design of research design. The dose of gamal leaf fertilizer used in this research were 0 grams, 100 grams, 200 grams, 300 grams, 400 grams and 500 grams. The population in this research were all margold plants (Tagetes erecta L.), while the samples in this research were gumitir with the same age, plant height, and number of leaves. ANOVA one way was used analysis of data. The results of this research were: (1) There was a difference in the dry weight of margold plants given by gamal leaves as green fertilizer with different dosage based on the results of hypothesis testing that is the significance number 0.002. (2) the optimal dosage of gamal leaves as green fertilizer is 300 grams with an average dry weight of 3,20 grams. keyword : Tagetes erecta L. plants, Dosage of Green Fertilizer Leaves Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth., Dry Weight of Tagetes erecta L. Plants
STUDI TENTANG PEMANFAATAN TUMBUHAN BERGUNA BAGI MASYARAKAT DESA ADAT TENGANAN PEGERINGSINGAN BERORIENTASI SOSIO BUDAYA BALI AGA ., Ni Made Ayu Pratiwi; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, manfaat, bagian/organ yang digunakan serta cara pemanfaatan tumbuhan berguna bagi masyarakat setempat yang berorientasi sosio budaya Bali Aga Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi penelitian eksplorasi (vegetasi) dan sosiosistem (kemasyarakat). Lokasi penelitian bertempat di Desa Adar Tenganan Pegringsingan. Pada aspek ekosistem populasinya berupa seluruh tumbuhan yang terdapat di Bukit Kangin Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Sosiosistem meliputi seluruh aparat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Pegeringsingan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang terkover dalam kuadrat 20x20m2 sebanyak 65 kuadrat. Sampel dari aspek sosiosiste (kemasyarak) dalam penelitian ini adalah aparat desa, tokoh masyarakat, balian, tukang banten, pengerajin dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Adat Pegeringsingan. Hasil penelitian ini adalah 1) Terdapat 46 spesies tumbuhan berguna dari 26 familia tumbuhan berguna di Bukit Kangin yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Adat Tenganan Pegeringsingan bersosio budaya Bali Aga; 2) Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam memanfaatkan tumbuhan berguna digunakan sebagai upacara (35,5%), obat (21,6%), pagan (19,2%), papan (18,9%), sandang (2,4%) dan industri (2,4%); dan 3) Dalam pemanfaatan tumbuhan berguna, masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan mempunyai beberapa metode/cara pemanfaatan yang khusus.Kata Kunci : pemanfaatan, tumbuhan berguna, bali aga This study aimed to find out the types, benefits, parts / organs used and how to use the beneficial plants for the local people who are oriented towards the Bali Agasocio-cultural in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. The research types that conducted in this study include exploration research (vegetation) and sociosystems (community).The research location is located at the Tenganan Pegringsingan Traditional Village. The ecosystem aspect is in the form of all the beneficial plants that found in Bukit Kangin, Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. Meanwhile, the sociosistem includes all the village officials, community leaders and the general public in Tenganan Pegeringsingan Village.The sample used in this study was all plants covered in a square of 20x20m2 of 65 squared.Samples from the sociosist aspect (community) in this study were village officials, community leaders, priest, carpenters, craftsmen and the local villager in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village.The results of this study are 1) There are 46 species of useful or beneficial plants from 26 useful plant families in Bukit Kangin that are used by the villager in Tenganan Pegeringsingan with a social culture of Bali Aga; 2) The amount of the villager at Tenganan Pegringsingan in utilizing the useful plants are calculated such as used as a ceremony (35.5%), medicine (21.6%), food (19.2%), board (18.9%), clothing (2.4 %) and industry (2.4%);3) In utilizing the useful or the beneficial plants, the villager community of Tenganan Pegringsingan has several specific special utilization methods or technique.keyword : utilization, useful plants, Bali Aga
VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestika) DAN LENGKUAS (Alpinia galanga) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN ORGANOLEPTIK TAHU ., Ni Kadek Kandi Pina Sari; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui: (1) variasi konsentrasi ekstrak kunyit dan lengkuas mengakibatkan perbedaan kualitas makanan tahu secara organoleptik tahu dilihat dari kesukaan konsumen terhadap bau, rasa, warna dan teksturnya, dan (2) perubahan organoleptik makanan tahu dilihat dari kesukaan konsumen terhadap bau, rasa, warna, dan tekstur tahu setelah direndam dengan ekstrak kunyit dan tahu yang direndam dengan lengkuas pada konsentrasi yang berbeda. Jenis penelitian sesungguhan ini didesain dengan Randomized Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah tahu yang direndam dalam ekstrak kunyit dan lengkuas pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) variasi konsentrasi ekstrak kunyit dan lengkuas mengakibatkan perbedaan organoleptik makanan tahu dilihat dari kesukaan konsumen terhadap bau, rasa, dan warna tahu pada ekstrak kunyit (p < 0,05) serta bau dan rasa pada ekstrak lengkuas (p < 0,05), (2) organoleptic makanan tahu mengalami perubahan pada indikator bau, rasa, dan warna pada ekstrak kunyit dan pada ekstrak lengkuas hanya bau dan rasa yang berubah, dan (3) makanan tahu yang lebih disukai oleh konsumen adalah tahu yang direndam dengan ekstrak kunyit, karena dalam katagori bau nilai kesukaan konsumen lebih tinggi 26,13% pada ekstrak 40% dan 19,74% pada ekstrak 60% dibandingkan dengan ekstrak lengkuas pada konsentrasi yang sama.Kata Kunci : Uji Organoleptik, Ekstrak kunyit, Ekstrak lengkuas, Tahu The purpose of this research are: (1) know variation of concentration of turmeric extract and galangal result of organoleptic difference of know seen from consumer's preference to odor, taste, color and texture, and (2) know organoleptic change know seen from consumer's preference to odor, taste, color, and texture tofu after soaking with turmeric extract and galangal at different concentrations. The samples used were tofu soaked in turmeric extract and tofu soaked in galangal at concentrations of 20%, 40%, and 60% for 24 hours. The results of organoleptic test were analyzed by using Kruskal-Wallis statistic test and further test with Mann-Whitney at a significant level 5%. The results of this study showed that: (1) tofu soaked with turmeric extract and galangal was still favored, (2) there was a change of the tofu quality after soaking with turmeric extract and galangal in terms of smell, taste, color and texture, (3) tofu that is soaked with turmeric extract turned out to be more favored by consumers. The conclusions of this study were: (1) variation of concentration of turmeric extract and galangal resulted in organoleptic differences knowing from consumer preferences to tofu odor, taste, and color on turmeric extract (p
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LKS INKUIRI BERBASIS PERTANYAAN (LKS INSITA) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., NILUH PUTU PUTRI P D; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan proses sains sangat penting di kelas IPA. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui penggunaan LKS INSITA terhadap pemahamn konsep dan (2) mengetahui penggunaan LKS Insita terhadap keterampilan proses sains. Jenis peneilitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimental dengan rancangan penelitian yaitu One Shot Case Study. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha. Sampel diambil dengan teknik sampling sederhana. Data pemahaman konsep dengan bentuk tes objektif dan keterampilan proses sains dengan bentuk tes kinerja. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik (One sampel t-test). Hasil penelitian menyebutkan bahwa (1) penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap pemahaman konsep diperoleh nilai p=0,001 berarti penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap pemahaman konsep efektif, dan (2) penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap keterampilan proses sains diperoleh nilai p=0,001 berarti penggunaan LKS inkuiri berbasis pertanyaan terhadap keterampilan proses sains efektifKata Kunci : keterampilan proses sains, pemahaman konsep. Knowledge and science process skills are important in the science classroom. The purpose of this research were (1) to know the effectiveness of using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension and (2) to know the effectiveness of using question-based inquiry worksheet to science process skill, The type of this research was Pre-Experimental with One Shot Case Study research design. The population that used was all of VII class students Junior High School Undiksha Laboratory. Samples were taken with a simple sampling technique. Data of the conceptual comprehension with an objective test form and science process skills with a performance test form. Data were analyzed by using descriptive analysis and statistical test (One sample t-test). The results of this research showed that (1) using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension obtained value p = 0.001 that means using using question-based inquiry worksheet to the conceptual comprehension was effective, and (2) using question-based inquiry worksheet to the science-process skills obtained value p = 0.001 using question-based inquiry worksheet to the science-process skills was effective.keyword : conceptual, science process skills, student worksheet.
PERBEDAAN KETEBALAN MULSA JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) ., Ni Made Widnyani; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) ketebalan mulsa jerami berpengaruh terhadap tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) serta untuk mengetahui (2) ketebalan mulsa jerami yang optimal untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen sungguhan (true experiment) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sampel dalam penelitian ini adalah bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dengan jumlah total sampel sebanyak 24. Jumlah kelompok dalam penelitian terdiri dari 4 kelompok (0 cm, 1 cm, 2 cm, dan 3 cm). Data dianalisis menggunakan uji Anova One Away. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) seiring dengan semakin tebalnya mulsa jerami yang digunakan serta (2) ketebalan mulsa jerami yang paling optimal dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) yakni mulsa jerami dengan ketebalan 3 cm.Kata Kunci : bayam cabut (Amaranthus tricolor L.), ketebalan mulsa, pertumbuhan This study aimed to know (1) the thickness of straw mulch can affected the spinach plant (Amaranthus tricolor L.) and to find out (2) the optimal straw mulch thickness for growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.). This study is a real experiment research with Randomized Block Design (RAK). The sample in this study was spinach plant (Amaranthus tricolor L.) with total of 24 samples. Number of groups in this study consisted of 4 groups (0 cm, 1 cm, 2 cm, and 3 cm). Data were analyzed using Anova One Away test. The results showed that (1) there was an increase of spinach plant growth (Amaranthus tricolor L.) as the thickness of the straw mulch was used and 2) the most optimal straw mulch thickness in increasing the growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.) is straw mulch with a thickness of 3 cm.keyword : spinach plant (Amaranthus tricolor L.), thickness of mulch, growt