cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 78 Documents clear
PEMANFAATAN DAUN MINDI (Melia azedarach L.) PADA BERAT DAN LAMA WAKTU DEKOMPOSISI BERBEDA SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GUMITIR (Tagetes erecta L.) ., I Gede Ria Mahendra; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pemberian daun mindi dengan berat yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). (2) Pemberian daun mindi dengan lama waktu dekomposisi yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). (3) Kombinasi antara pemberian berat daun mindi dengan lama waktu dekomposisi yang berbeda sebagai media tanam meningkatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Sampel yang digunakan adalah tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan tinggi 5 cm. Penelitian ini menggunakan 3 pengulangan dengan 20 perlakuan. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Anava dua arah (Anava Two Way) dengan rancangan desain faktorial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian berat daun mindi. Perlakuan pada berat 75 gr menghasilkan berat rata-rata tertinggi. (2) Tidak ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian lama waktu dekomposisi daun mindi. (3) Tidak ada perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) akibat pemberian kombinasi lama waktu dekomposisi dan berat daun mindi. Kata Kunci : Pertumbuhan optimal, Limbah daun mindi, Konsentrasi, Masa dekomposisi This research aimed to find out: (1) The provision of mindi leaves with different weights as planting media increases the difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.). (2) The provision of mindi leaves with a long time different decomposition as a medium of planting increases the difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.). (3) The combination of heavy delivery of mindi leaves with a long time different decomposition as a medium of planting increases the difference in the growth of Gumitir plant (Tagetes erecta L.). This research is a real experimental research. The sample is the Gumitir (Tagetes erecta L.) plant with the same morphological characteristic of 5 cm. This study used 3 repetitions with 20 treatments. The Data was analyzed using a two-way Anava two Way statistical test with factorial design. The results of this study show that: (1) There were differences in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the heavy administration of mindi leaves. The treatment at weight 75 gr produces the highest average weight. (2) There was difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the prolonged administration of mindi leaf decomposition. (3) There was difference in the growth of Gumitir plants (Tagetes erecta L.) due to the combination of long-time decomposition and heavy leaf mindi.keyword : optimal growth, waste of mindi leaves, concentration, period of decomposition
STUDI TENTANG PEMANFAATAN TUMBUHAN BERGUNA BAGI MASYARAKAT DESA ADAT TENGANAN PEGERINGSINGAN BERORIENTASI SOSIO BUDAYA BALI AGA ., Ni Made Ayu Pratiwi; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, manfaat, bagian/organ yang digunakan serta cara pemanfaatan tumbuhan berguna bagi masyarakat setempat yang berorientasi sosio budaya Bali Aga Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi penelitian eksplorasi (vegetasi) dan sosiosistem (kemasyarakat). Lokasi penelitian bertempat di Desa Adar Tenganan Pegringsingan. Pada aspek ekosistem populasinya berupa seluruh tumbuhan yang terdapat di Bukit Kangin Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Sosiosistem meliputi seluruh aparat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Pegeringsingan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang terkover dalam kuadrat 20x20m2 sebanyak 65 kuadrat. Sampel dari aspek sosiosiste (kemasyarak) dalam penelitian ini adalah aparat desa, tokoh masyarakat, balian, tukang banten, pengerajin dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Adat Pegeringsingan. Hasil penelitian ini adalah 1) Terdapat 46 spesies tumbuhan berguna dari 26 familia tumbuhan berguna di Bukit Kangin yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Adat Tenganan Pegeringsingan bersosio budaya Bali Aga; 2) Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam memanfaatkan tumbuhan berguna digunakan sebagai upacara (35,5%), obat (21,6%), pagan (19,2%), papan (18,9%), sandang (2,4%) dan industri (2,4%); dan 3) Dalam pemanfaatan tumbuhan berguna, masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan mempunyai beberapa metode/cara pemanfaatan yang khusus.Kata Kunci : pemanfaatan, tumbuhan berguna, bali aga This study aimed to find out the types, benefits, parts / organs used and how to use the beneficial plants for the local people who are oriented towards the Bali Agasocio-cultural in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. The research types that conducted in this study include exploration research (vegetation) and sociosystems (community).The research location is located at the Tenganan Pegringsingan Traditional Village. The ecosystem aspect is in the form of all the beneficial plants that found in Bukit Kangin, Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. Meanwhile, the sociosistem includes all the village officials, community leaders and the general public in Tenganan Pegeringsingan Village.The sample used in this study was all plants covered in a square of 20x20m2 of 65 squared.Samples from the sociosist aspect (community) in this study were village officials, community leaders, priest, carpenters, craftsmen and the local villager in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village.The results of this study are 1) There are 46 species of useful or beneficial plants from 26 useful plant families in Bukit Kangin that are used by the villager in Tenganan Pegeringsingan with a social culture of Bali Aga; 2) The amount of the villager at Tenganan Pegringsingan in utilizing the useful plants are calculated such as used as a ceremony (35.5%), medicine (21.6%), food (19.2%), board (18.9%), clothing (2.4 %) and industry (2.4%);3) In utilizing the useful or the beneficial plants, the villager community of Tenganan Pegringsingan has several specific special utilization methods or technique.keyword : utilization, useful plants, Bali Aga
KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN SECARA UMUM DAN TUMBUHAN LANGKA DI KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG ., Ni Made Diah Intan Purwanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) komposisi floristik spesies tumbuhan yang ada di Kecamatan Sawan; (2) keanekargaman spesies tumbuhan yang ada di Kecamatan Sawan; (3) keanekargaman spesies tumbuhan langka yang ada di Kecamatan Sawan; dan (4) persebaran spesies tumbuhan langka yang ada di Kecamatan Sawan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah spesies tumbuhan dan sosial masyarakat. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan dan masyarakat pemilik lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat, wawancara, dan studi literatur. Dalam penelitian ini indeks keanekaragaman ditentukan dengan indeks keanekaragaman menurut Shannon-Wiener (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) komposisi spesies tumbuhan di kawasan Kecamatan Sawan terdiri atas 152 spesies yang tersebar pada 6 zona, yaitu: 39 spesies pada Zona 1, 72 spseies pada Zona II, 84 spesies pada Zona III, 92 spesies pada Zona IV, 57 spesies pada Zona V, dan 84 spesies pada Zona VI; (2) dari 152 spesies tumbuhan yang ditemukan di kawasan Kecamatan Sawan, terdapat 34 spesies tumbuhan langka yang terdiri dari 21 famili yang ditemukan di Kecamatan Sawan. Spesies yang menjadi dominan pada keseluruhan zona adalah spesies Anacardium occidentale, dimana spseies ini memiliki jumlah terbanyak yaitu 45 individu spesies; (3) nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies tumbuhan secara umum pada penelitian yang dilakukan di kawasan Kecamatan Sawan secara keseluruhan sebesar 2,34 yang tergolong dalam kategori sedang dan Zona 4 memiliki indeks kenekaragaman tertinggi yaitu 2,70; (4) nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies tumbuhan langka pada penelitian yang dilakukan di kawasan Kecamatan Sawan secara keseluruhan sebesar 1,67 yang tergolong dalam kategori rendah dan Zona II memiliki indeks keanekaragaman tertinggi yaitu 3,01; dan (5) tumbuhan langka yang tersebar dalam spektrum sempit sebesar 26 spesies, 6 spesies dalam spektrum sedang, dan 2 spesies dalam spektrum luas.Kata Kunci : keanekaragam spesies, keanekargaman tumbuhan langka, tumbuhan langka, Kecamatan Sawan This research purposes were to know: (1) composition of plant species in Sawan sub-district; (2) diversity index of plant species in Sawan sub-district; (3) diversity index of rare plant species in Sawan sub-district; and (4) distribution of rare plant species in Sawan sub-district. This type of research is explorative. The population in this research were plant species and social societies. The samples research in this were all plant and the owners of research location. The methods were used in data collection is quadratic method, interviews, and literature study. The diversity index of this research is determined by the diversity index according to Shannon-Wiener (1987). The results of the research showed that: (1) composition of tree species in Sawan sub-district consisted of 152 trees species from six zones, that is: 39 species of tree in Zone 1, 72 spseies of tree in Zone II, 84 species of tree in Zone III, 92 species of tree in Zone IV, 57 spesies of tree in Zone V, and 84 species of tree in Zone VI; (2) from 152 plants species found in Sawan sub-district, there are 34 species of rare plants consisting of 21 families found in all zones in the Sawan sub-district. The dominant species throughout the zone is a species of Anacardium occidentale, this species has the highest number of individuals, which is 45 individuals species; (3) The average value of index diversity of species generally in Sawan sub-district is 2.34 that is categorized as medium and Zone IV has the highest diversity index which is 2.70 ; (4) The average value of index diversity of rare plant species in Sawan sub-district is 1.67 that is categorized as low category and Zone IV has the highest diversity index which is 3.01; and (5) Rare plants spread which is 26 species in narrow spectrum, 6 species in medium spectrum, and 2 species in large spectrum.keyword : diversity of spesies, diversity of rare plant species, rare plants, Sawan sub-district
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS PADA ZONA INTERTIDAL DI PANTAI DESA BUKTI, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG. ., Gede Sedana Putra; ., Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobenthos di pantai desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Rancngan penelitian menggunakan peneletian survei lapangan yakni dengan pencatatan hasil temuan di lokasi penelitian dan dilanjutkan dengan pengamatan di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis makrozoobenthos yang terdapat di pantai desa Bukti, kecamatan Kubutambahan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah semua makrozoobenthos yang berada di 15 kuadrat pada bentangan 3 line transek. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Komposisi jenis yang ditemukan pada lokasi penelitian berjumlah 15 spesies dengan total individu 447. (2) Indeks keanekaragaman spesies sebesar 2,17 (kategori tingkat sedang), indeks kemerataan spesies sebesar 0,80 dengan kemerataan tinggi, indeks kekayaan spesies 2,29 dengan kategori rendah, dan ditemukan nilai indeks dominansi sebesar 0,15 yang mengartikan bahwa ada spesies yang mendominansi pada lokasi tersebut. Dan (3) Kemelimpahan relatif makrozoobenthos tertingggi dimiliki oleh spesies Littorina littorea dengan nilai 24,61%, kemelimpahan relatif terendah dimiliki oleh spesies Dardanus calidus dengan besar nilai 0,22%, nilai kepadatan spesies tertinggi dimiliki oleh spesies Littorina littorea yakni sebesar 7,33 ind/m2, dan nilai kepadatan spesies terendah dimiliki oleh spesies Dardanus calidus dengan besar nilai 0,07 ind/m2. Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Makrozoobenthos. This research aimed to know the types of compositions, variety and abundance of macrozoobenthos in the beach of Bukti village, Kubutambahan district, Buleleng regency. The types of this research is descriptive explorative. This research used field survey in which the data were collected at the research location and continued by observation in the laboratory. The population in this research using all the types of macrozoobenthos at 15 squares on a stretch of 3 transect lines. The result of this research shows that (1) Types of compositions that found in the research location amount 15 species with 447 individual total, (2) The species diversity index around 2,17 (with a medium level category), species evenness index around 0,80 with the high evenness, species wealth index around 2,29 with a low category, and were founded dominance index value around 0,15 which means there a species as a dominant in the location, (3) The higher relative abundance of macrozoobenthos is from littorina littorea species around 24,61%, the lower relative abundance is from dardanus calidus species around 0,22%, the highest species density value is from littorina littorea around 7,33 ind/m2 and the lowest species density value is from dardanus calidus with the value 0,07 ind/m2.keyword : Diversity, Abudance, Macrozoobenthos
POSISI DAN SIKAP KERJA YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI PUTU SRI ARNITA; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan muskuloskeletal pematung. Penelitian ini berupa eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design, dilakukan penilaian berupa: (a) peningkatan kelelahan pematung akibat posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis yang didata dengan 30 items of rating scale of general fatigue dan (b) peningkatan keluhan muskuloskeletal pematung akibat posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis yang didata dengan kuesioner Nordic Body Map. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel selama 3 (tiga) hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 43,62% dan keluhan muskuloskeletal sebesar 31,58% (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa posisi dan sikap kerja yang tidak fisiologis meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung. Kata Kunci : Posisi, sikap kerja, kelelahan, keluhan muskuloskeletal The aim of research is to determine unphysiological position and posture of work to increase fatigue and musculoskeletal disorders of sculptors. Through a field experiment with randomized pre and post test group design assessed: (a) increased fatigue due to unphysiological position and posture were recorded by 30 items of rating scale of general fatigue; (b) increased muculoskeletal disorders due to unphysiological position and posture were recorded by Nordic Body Map. Data collection was done at 3 (three) days before and after working on 22 samples. The data obtained were analyzed by paired t test. The result showed: the fatigue an increase to 43,62% and musculoskeletal disorders increase to 31,58% (p < 0,05). Thus it can be concluded that unphysiological position and posture of work increase fatigue and musculoskeletal disorders of sculptors.keyword : Position, posture of work, fatigue, musculoskeletal disorders
HUBUNGAN MASA PENANGKARAN DENGAN POWER STROKE TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) SAAT PELEPASAN DI SITUS KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA ., Ni Luh Gita Cahyani; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penangkaran di Situs Konservasi Penyu Pantai Penimbangan Singaraja dan untuk mengetahui hubungan masa penangkaran dengan power stroke tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 6 ekor tukik untuk setiap waktu pengamatan dari seluruh populasi tukik yang menetas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan yang dilakukan melalui pengamatan dan penghitungan secara langsung terhadap power stroke tukik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menghitung rata-rata power stroke per 30 detik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rerata power stroke tukik pada minggu I dan minggu II selama masa penangkaran. Beda frekuensi power stroke untuk sarang nomor 14 di minggu I dan minggu II mencapai 26,59%. Rerata power stroke menurun dari 178 kali di minggu pertama menjadi 131 kali di minggu kedua. Beda frekuensi power stroke untuk sarang nomor 15 di minggu pertama dan minggu kedua mencapai 26,31%. Rerata power stroke menurun dari 177 kali di minggu pertama menjadi 131 kali di minggu kedua. Penurunan power stroke selama masa penangkaran dikarenakan kandungan yolk pada tukik berkurang di setiap minggunya. Sementara pada pengamatan tingkah laku (pergerakan flipper depan), selama bergerak tukik cenderung menggunakan flipper depan karena flipper depan memang difungsikan untuk membantu pergerakan tukik. Sementara flipper belakang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan atau sebagai kendali.Kata Kunci : masa penangkaran, power stroke, penyu lekang, Pantai Penimbangan. The aims of this research are to determine the condition of turtle conservation site at Penimbangan beach Singaraja and to know the correlation of captive period with power stroke turtles (Lepidochelys olivacea). Sample in this research is taken as many as 6 turtles for every time observation from all population of hatchling turtle. The method used in this study is observation and direct counting of power stroke. Data collection techniques performed by calculating the average power stroke per 30 seconds. The data of the research were analyzed using descriptive analysis. The results showed that there was an average difference between power stroke in one week and two weeks during captive period. The power stroke frequency difference for nest number 14 in one week and two weeks reaches 26.59%. The average power stroke decreased from 178 times in the first week to 131 times in the second week. Different frequency of power stroke for nest number 15 in first week and second week reached 26.31%. The average power stroke decreased from 177 times in the first week to 131 times in the second week. Decreased power stroke during the captivity due to the yolk content in the hatchling is reduced in every week. While in the observation of behavior (movement of the front flipper), during the move the hatchling tend to use the front flipper because the front flipper is enabled to help the movement of hatchling. While the rear flipper serves as a balance regulator or as a control.keyword : captive period, power stroke, olive ridley turtle, Penimbangan beach.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEKATRIKAPA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., I MADE ADI SANTIKA; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Pekatrikapa (pendidikan karakter Tri Kaya Parisudha) terintegrasi pembelajaran IPA untuk penanaman karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 103 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII2 yang berjumlah berjumlah 25 orang sebagai kelompok ekperimen dan kelas VII4 yang berjumlah 26 siswa yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data profil nilai karakter Tri Kaya Parisudha dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data respon siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner. Profil nilai karakter Tri Kaya Parisdha dan respon siswa di analisis secara deskriptif. Efektivitas penerapan model Pekatrikapa di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan profil nilai rata-rata karakter Tri Kaya Parisudha yang berkatagori baik dan sangat baik adalah 88,89 % pada kelas yang dibelajarkan model Pekatrikapa, 44,43% pada kelas yang dibelajarkan model konvensional. Rata-rata persentase respon siswa yang dibelajarkan dengan model Pekatrikapa memiliki kategori sangat baik yaitu 91% siswa menyatakan pembelajaran menarik, menyenangkan, memdahkan belajar, dan mendorong belajar. Di samping itu rata-rata persentase hasil penilaian diri (self assessment) menunjukan 84% menyatakan setelah mengikuti pembelajaran dengan model Pekatrikapa terjadi perubahan karakter ke arah yang lebih baik. Hasil uji-t menunjukan bahwa penerapan model Pekatrikapa efektif untuk menanamkan karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Kata Kunci : Kata kunci: model Pekatrikapa, model konvensional, pendidikan karakter, nilai karakter Tri Kaya Parisudha Abstract This study aimed to determine the effectiveness of the application of integrated Pekatrikapa (education character Tri Kaya Parisudha) model of science learning for the planting of student characters in Undiksha Laboratory Junior High School. This type of research is experiment research with research design that used is post-test only control group design. The population of this research is all students of class VII Junior Undiksha Laboratory in the even semester of academic year 2017/2018 which amounted to 103 people. The samples were taken using random sampling technique. The sample selected in this research is the students of class VII2 which amounted to 25 people as experimental group and class VII4 which amounted to 26 students selected as control group. Tri Kaya Parisudha character value data profile was collected using observation, interview, and questionnaire methods. Student response data was collected by questionnaire method. The character profile of Tri Kaya Parisdha's character and student's responses are analyzed descriptively. The effectiveness of the application of the Pekatrikapa model was analyzed statistically with the t-test. The results show that the average value of the character of Tri Kaya Parisudha with good and excellent category was 88.89% in the class which was modeled Pekatrikapa, 44.43% in the class that conventional model. The average percentage of students' responses to the lessons learned with the Pekatrikapa model has a very good category of 91% of students declaring interesting lesson, fun, facilitating, and encouraging them in learning. In addition, the average percentage of self assessment results (self assessment) showed 84% stated after following the learning with the model Pekatrikapa there is a change of character to a better state. The results of t-test show that the application of Pekatrikapa model is effective to instill the character of students in Undiksha Laboratory Junior High School. keyword : Keywords: Pekatrikapa model, conventional model, character edcation, Tri Kaya Parisudha character value
PEMBERIAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK REBUNG BAMBU TALI (Gigantochloa apus) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) ., IB PUTU EKA WEDANTA; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) akibat pemberian perlakuan dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak rebung bambu tali (Gigantochloa apus) dan (2) mengetahui konsentrasi ekstrak rebung bambu tali yang efektif untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut. Jenis penelitian ini termasuk penelitian sungguhan (true experimental). Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah The Randomized Post Text Only Control Group Design. Perlakuan yang diberikan terdiri dari satu variabel bebas yaitu, pemberian variasi konsentrasi ekstrak rebung bambu tali yaitu: 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Anlisis data pada penelitian ini menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan tanaman pada konsentasi ekstrak rebung bambu tali 25% memiliki biomassa tertinggi dengan berat kering 7,93gr, tinggi 49cm, jumlah daun 25,75 helai dari semua perlakuan, dan hasil Uji BNT menyatakan bahwa konsentrasi 5% merupakan konsentrasi yang paling efektif dengan beda rerata 0,80gr antara 0% dan 5%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nyata pada pemberian ekstrak rebung bambu tali dengan konsentrasi yang berbeda.Kata Kunci : Konsentrasi, Amaranthus tricolor L., Gigantochloa apus, pertumbuhan. The purpose of this research were (1) perceive the difference of growth of edible amaranth plant (Amaranthus tricolor L.) due to treatment by given various concentration of string bamboo shoot (Gigantochloa apus) and (2) find out the effective concentration of string bamboo shoot extract to the growth of edible amaranth plant. This was a (true experimental) research with Randomized Post-Text-Only Control Group Design as the research method. The given treatment consisted of one independent variable that was, giving various concentration of string bamboo shoot extract, such as 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. Data analysis in this research used one way ANOVA with significance level of 5% and was continued with the test of Least Significance Different (LSD). The results showed that the edible amaranth plant at the concentration of 25% string bamboo shoot, had the highest biomass with dry weight of 7.93 gr, height 49 cm, leaves number in amount of 25.75 strands, from all the treatments, and BNT testing showed that most effective amount of concentration used was at 5% with average different of 0.80gr in ratio 0% and 5%. It can be concluded that there was significant difference in giving string bamboo shoot extract with different concentration on the growth of edible amaranth plant.keyword : Amaranthus tricolor L., concentration, growth, Gigantochloa apus.