cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ORDO ANURA DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMENGARUHINYA DI PERSAWAHAN BANJAR SARI DESA PENGASTULAN KABUPATEN BULELENG BALI Devita Kurnia Sari .; Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Anura serta untuk mengetahui faktor lingkungan terhadap keberadaan populasi Anura di Persawahan Banjar Sari Desa Pengastulan. Populasi penelitian ini seluruh anggota Ordo Anura yang hidup di Persawahan. Sampel dalam penelitian ini sejumlah anggota Ordo Anura yang terdapat di sepanjang jalur line transek yang dipasang saat pengambilan data. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) komposisi jenis Anura yang hidup di sawah yaitu sebanyak 7 spesies dengan jumlah total sebanyak 340 individu. (2) indeks keanekaragaman spesies Anura yang hidup di Persawahan sebesar 1,806 dengan kategori sedang; indeks kekayaan spesies sebesar 1,029 dengan kategori rendah; indeks kemerataan spesies sebesar 0,928 dengan kategori tinggi dan indeks dominansi spesies sebesar 0,178 dengan kategori tinggi. (3) kemelimpahan relatif spesies ordo anura tertinggi diperoleh sebesar 23,23% dari spesies Fajervarya limnocharis, sedangkan kemelimpahan relatif spesies ordo anura terendah diperoleh 5,29 % dari spesies Bufo biporcatus. (4) faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaan ordo anura di Persawahan Banjar Sari Desa Pengastulan faktor abiotik yaitu, suhu air, suhu udara, kelembaban, pH air, faktor biotik predator, prey dan kompetisi.Kata Kunci : Kata Kunci: Keanekaragaman, Kemelimpahan, Ordo Anura This study aims to determine the diversity and abundance of Anura and to determine the environmental factors to the existence of the Anura population in the rice fields of Banjar Sari Pengastulan village. The study population is all members of the Anura Order who live in paddy fields. The sample in this study is a number of members of the Anura Order located along the transect line tracks installed during the data retrieval. The results of this study indicate (1) the composition of Anura species that live in rice fields are as many as 7 species with a total of 340 individuals. (2) Animal diversity index of Anuras living in paddy fields of 1.806 with medium category; index of species richness of 1.029 with low category; the species fairness index of 0.928 with the high category and the species dominance index of 0.178 with the high category. (3) the relative abundance of the species of the highest anura order was obtained by 23.23% of the Fajervarya limnocharis species, while the relative abundance of the lowest anura order species was 5.29% of the Bufo biporcatus species. (4) environmental factors that influence the existence of an anura order in Rice Field Banjar Sari Village Pengastulan abiotic factors ie, water temperature, air temperature, humidity, water pH, predatory biotic factors, prey and competition.keyword : Keywords: Diversity, Abundance, Order of Anura
PEMBERIAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK REBUNG BAMBU TALI (Gigantochloa apus) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) IB PUTU EKA WEDANTA .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14940

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) akibat pemberian perlakuan dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak rebung bambu tali (Gigantochloa apus) dan (2) mengetahui konsentrasi ekstrak rebung bambu tali yang efektif untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut. Jenis penelitian ini termasuk penelitian sungguhan (true experimental). Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah The Randomized Post Text Only Control Group Design. Perlakuan yang diberikan terdiri dari satu variabel bebas yaitu, pemberian variasi konsentrasi ekstrak rebung bambu tali yaitu: 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Anlisis data pada penelitian ini menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan tanaman pada konsentasi ekstrak rebung bambu tali 25% memiliki biomassa tertinggi dengan berat kering 7,93gr, tinggi 49cm, jumlah daun 25,75 helai dari semua perlakuan, dan hasil Uji BNT menyatakan bahwa konsentrasi 5% merupakan konsentrasi yang paling efektif dengan beda rerata 0,80gr antara 0% dan 5%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nyata pada pemberian ekstrak rebung bambu tali dengan konsentrasi yang berbeda.Kata Kunci : Konsentrasi, Amaranthus tricolor L., Gigantochloa apus, pertumbuhan. The purpose of this research were (1) perceive the difference of growth of edible amaranth plant (Amaranthus tricolor L.) due to treatment by given various concentration of string bamboo shoot (Gigantochloa apus) and (2) find out the effective concentration of string bamboo shoot extract to the growth of edible amaranth plant. This was a (true experimental) research with Randomized Post-Text-Only Control Group Design as the research method. The given treatment consisted of one independent variable that was, giving various concentration of string bamboo shoot extract, such as 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. Data analysis in this research used one way ANOVA with significance level of 5% and was continued with the test of Least Significance Different (LSD). The results showed that the edible amaranth plant at the concentration of 25% string bamboo shoot, had the highest biomass with dry weight of 7.93 gr, height 49 cm, leaves number in amount of 25.75 strands, from all the treatments, and BNT testing showed that most effective amount of concentration used was at 5% with average different of 0.80gr in ratio 0% and 5%. It can be concluded that there was significant difference in giving string bamboo shoot extract with different concentration on the growth of edible amaranth plant.keyword : Amaranthus tricolor L., concentration, growth, Gigantochloa apus.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR MIKROSKOPIS DARI RHIZOSPHERE TANAMAN ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle) DI DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, BULELENG-BALI Ni Putu Hendrayani .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik genus jamur mikroskopis yang diisolasi dari rhizosphere tanaman anggur Bali (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle). Jenis penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap pengenceran sampel tanah, tahap purifikasi, tahap identifikasi dan analisis data. Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh jamur mikroskopis pada tanah rhizosphere tanaman anggur Bali (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle) di desa Banjar, Kabupaten Buleleng. Obyek dari penelitian ini yaitu isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari tanah rhizosphere tanaman anggur Bali desa Banjar, Kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan isolat jamur yang diisolasi dari rhizosphere tanaman anggur Bali memiliki karakteristik yang berbeda baik dari morfologi makroskopis maupun mikroskopis dan ditemukan 5 genus jamur yaitu genus jamur Trichoderma, Aspergillus, Fusarium, Penicillium dan Scytalidium.Kata Kunci : Desa Banjar, jamur, rhizosphere, anggur Bali (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle) This study aim to know the characteristics genera of fungi microscopic isolated from the rhizosphere of Bali grapevine (Vitis vinifera L. var Alphonso Lavalle). The type of this study is descriptive explorative. Stages of this study consisted of preparation, implementation, dilution of soil sample, identification and analysis of the data. The subjects in this study were all microscopic fungi isolated from rhizosphere of Bali grapevine (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle) in Banjar village, Buleleng regency. Meanwhile, the object of this study is isolates of microscopic fungi from Bali grapevine in Banjar village, Buleleng regency. The results of this study is isolates of the genera fungi isolated from the rhizosphere Bali grapevine have different characteristics from macroscopic and microscopic morphology, base on identification found five genera of fungus that is genera of Trichoderma, Aspergillus, Fusarium, Penicillium and Scytalidium. keyword : Banjar village, fungi, rhizosphere, Bali grapevine (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle).
PEMANFAATAN TUMBUHAN PSIKOAKTIF DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, MANGGIS, KARANGASEM, BALI I Putu Eka Suakarya Utama .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.15075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, cara pemanfaatan dan efek psikoaktif yang ditimbulkan dalam pengobatan tradisional di desa Tenganan Pegringsingan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, memaparkan, mengklasifikasi, disajikan secara deskriptif. Jenis tumbuhan psikoaktif yang dimanfaatkan mencakup 23 spesies yang berasal dari 16 familia. Familia yang banyak anggota spesiesnya dimanfaatkan adalah Piperaceae, Arecaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Solanaceae, dan Zingiberaceae. Spesies yang banyak dimanfaatkan adalah Cocos nucifera L.f., Foeniculum vulgare Mill., Acorus calamus L., Piper betle L., dan Erythrina variegata L. Organ yang banyak dimanfaatkan adalah daun, akar, dan buah. Cara pemanfaatan tumbuhan terutama pada pengaplikasian obat yang banyak adalah diparemkan (boreh), disembur (simbuh), diminum (loloh), diusapkan (uap) dan diteteskan pada mata. Khasiat obat yang banyak adalah sebagai anti bengkak, obat pemali, lumpuh, kencing nanah dan mata merah. Potensi efek psikoaktif yang ditimbulkan berupa stimulan, depresan dan hallusinogen.Kata Kunci : Desa Tenganan Pegringsingan, Pemanfaatan tumbuhan psikoaktif, Pengobatan tradisional. This study aims to determine the types of plants, ways of utilization and psychoactive effects caused in traditional medicine in the village of Tenganan Pegringsingan. The approach used is a qualitative approach. Data collection using observation, interviews, and documentation techniques. Data analysis is done by reducing, exposing, classifying, display in descriptive. The types of psychoactive plants utilized include 23 species from 16 families. Familia that many members of their species used are Piperaceae, Arecaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Solanaceae, and Zingiberaceae. The most widely used species are Cocos nucifera L.f., Foeniculum vulgare Mill., Acorus calamus L., Piper betle L., and Erythrina variegata L. Organ that is widely used are leaves, roots, and fruit. The most method of utilization of plants, especially in the application of drugs is rubbed (boreh), sprayed (simbuh), drunk (loloh), diusapkan (uap) and dripped on the eyes. The most efficacy of drugs are as anti-swelling, cure for pemali, paralysis, gonorrhea and red eyes. Potential psychoactive effects caused is stimulants, depressants and hallucinogens.keyword : Psychoactive plants usage, Tenganan Pegringsingan village, Traditional medicine.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENGHASIL ANTIBIOTIKA DARI TANAH TAMAN NASIONAL BALI BARAT IRQAMI RACHMA DWI D .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.15077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah koloni bakteri penghasil antibiotika dan (2) genus bakteri penghasil antibiotika dari tanah di zona rimba dan zona budaya religi sejarah Taman Nasional Bali Barat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif dengan menjelaskan hasil jumlah koloni dan genus penghasil antibiotika dengan perbedaan kedalaman 5cm, 10cm, dan 15cm. Uji yang dilakukan dengan uji makroskopik, uji mikroskopik, uji biokimia, dan uji aktivitas dengan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian (1) jumlah koloni bakteri penghasil antibiotika di zona rimba sebesar 4,2 x 109/ ml serta zona budaya religi sejarah sebesar 3,5 x 109/ ml, dan (2) genus bakteri penghasil antibiotika adalah Bacillus dan Streptomyces dari zona rimba dan zona budaya religi sejarah Taman Nasional Bali Barat. Kata Kunci : Antibiotika, Bacillus, Ekosistem, Streptomyces This study to determine (1) the number of colonies of antibiotic-producing bacteria and (2) the genera of antibiotic-producing bacteria from the soil in the jungle zone and the cultural history zone of West Bali National Park. The type of research used is descriptive research by describing the results of the number of colonies and genera producing antibiotics with different depths of 5cm, 10cm, and 15cm. Test performed by macroscopic test, microscopic test, biochemical test, and activity test with Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Research result (1) the number of colonies of antibiotic-producing bacteria in the jungle zone of 4,2 x 109/ ml and the cultural history zone of 3,5 x 109/ ml, and (2) the genera of antibiotic-producing bacteria is Bacillus and Streptomyces from the jungle zone and cultural history zone of West Bali National Park.keyword : Antibiotic, Bacillus, Ecosystem, Streptomyces
Aktivitas Fisik Berorientasi Komponen Biomotorik dapat Mengurangi Sindrom Premenstruasi pada Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Kintamani Ni Kadek Mahigawati .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.15078

Abstract

Sindrom premenstruasi merupakan keluhan menjelang menstruasi yang biasanya dimulai satu minggu sampai dengan beberapa hari sebelum menstruasi dan menghilang ketika menstruasi berlangsung. Salah satu faktor penyebab terjadinya sindrom premenstruasi adalah ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Ada keterkaitan antara aktivitas fisik dalam penanggulangan sindrom premenstruasi karena mampu memicu produksi hormon endorfin yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui perbedaan sindrom premenstruasi pada siswi kelas XII antara sebelum dan sesudah dilakukan aktivitas fisik berorientasi komponen biomotorik dan (2) Mengetahui aktivitas fisik berorientasi komponen biomotorik dapat mengurangi sindrom premenstruasi pada siswi kelas XII. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain pretest and posttest group design (treatment by subject design). Subjek dalam penelitian ini adalah siswi kelas XII yang berjumlah 68 orang yang mengalami sindrom premenstruasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner sindrom premenstruasi dengan skala Likert. Data dianalisis dengan uji t-paired pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata sindrom premenstruasi periode I sebesar 103,77 dan rerata sindrom premenstruasi periode II sebesar 40,46. Melalui uji t-paired diketahui terjadi penurunan sindrom premenstruasi antara periode I dan periode II sebesar 61%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dapat mengatasi sindrom premenstruasi secara bermakna (p < 0,05).Kata Kunci : sindrom premenstruasi, aktivitas fisik, biomotorik Premenstrual syndrome is premenstrual complaints that usually begins one week to a few days before menstruation and disappears when menstruation. It can be cause heppened because of the hormones estrogen and progesterone are not balance. There are relationship between of physical activity with prevention of premenstrual syndrome because it can appear the production of endorphins which can be make the balanced of the hormones estrogen and progesterone. This aims of this research were (1) determined the difference of premenstrual syndrome in female students of class XII between before and after doing physical activity oriented biomotoric component, and (2) determined the physical activity oriented biomotoric component can reduce premenstrual syndrome in female students of class XII. This research was quasi experimental design with pretest and posttest group design (treatment by subject design). The subjects of this research were female students of class XII which amounted to 68 people who experienced premenstrual syndrome. The instrument used in this research is the premenstrual syndrome questionnaire with Likert scale. The data was analyze with t-paired test at signigicance level of 5% (α = 0,05). The results showed that the mean premenstrual syndrome first period amounted to 103.77 and the mean premenstrual syndrome II period amounted to 40.46. Through t-paired known to decrease premenstrual syndrome between the first period and the second period was 61%. It can be concluded that physical activity can overcome premenstrual syndrome were significantly different (p
Pemberian Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Daun Tembakau Terhadap Mortalitas Larva Ulat Daun (Plutella xylostella) Tanaman Sawi (Brassica juncea) IKA DINI HARYANTI .; Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.15079

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas Plutella xylostella akibat pemberian dari ekstrak daun tembakau dengan variasi konsentrasi yang berbeda, (2) konsentrasi ekstrak daun tembakau yang paling efektif terhadap mortalitas Plutella xylostella dan (3) konsentrasi ekstrak daun tembakau yang dapat membunuh 50% (LC50) Plutella xylostella. Jenis penelitian ini adalah penelitian sungguhan (true experimental) dengan rancangan penelitian Randomized Post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 5 pengulangan dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20% dan kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan mortalitas Plutella xylostella akibat pemberian konsentrasi ekstrak tembakau dengan konsentrasi yang berbeda, berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan angka signifikansi 0,0001
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha SUSAN SIDABUTAR .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i1.15267

Abstract

Tujuan penelitian (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ditinjau dari dimensi konteks, input, proses dan produk dan (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ditinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model evaluasi CIPP (contex, input, process, product). Data variabel konteks, input, proses dan produk dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi, studi dokumentasi dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian secara umum pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha termasuk kedalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menunjukkan bahwa variabel konteks termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel proses termasuk kategori sangat efektif dan variabel produk termasuk kategori efektif dengan nilai berturut-turut (98,93%, 88,73%, 83,53% dan 93,33%), sehingga efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha di tinjau dari model evaluasi CIPP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil (++++) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Kata Kunci: Evaluasi, Program Trias UKS, Model Evaluasi CIPP. The purpose of this research were to know (1) the effectiveness of Trias UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School in terms of context, input, process and product and (2) to know the effectiveness of the implementation of Trias UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School reviewed from CIPP evaluation model. This research is an evaluational research using CIPP evaluation model (contex, input, process, product). Data on context variables, inputs, processes and products were conducted by using instruments in the form of observation sheets, documentation studies and interview guide. Data were analyzed using quantitative descriptive. The result of the research shows that implementation of TRIAS UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School is very effective. Of the four variables studied, it shows that context variables are very effective, input variables are very effective, process variables are very effective and product variables are effective with successive values (98.93%, 88.73%, 83 , 53% and 93.33%), so the effectiveness of the UKS Triass program implementation at SMP Undiksha Laboratory is reviewed from the CIPP evaluation model and refers to the quadrant of Glickman included in quadrant I obtained result (++++) which means very effective.keyword : Keywords: Evaluation , Trias UKS Program, CIPP Evaluation Model.
ANALISIS DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA DI DESA TRUNYAN, BANGLI I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i1.15502

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Komposisi floristik secara umum serta komposisi spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Trunyan, Bangli, 2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh dan 3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi pada penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di seluruh area desa Trunyan, Bangli, sedangkan sampel pada penelitian ini yaitu tumbuhan yang digunakan sebagai simbol tubuh yang terdapat di Tri Mandala desa Trunyan, Bangli. Pada penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan teknik systematic sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan menggunakan statistik ekologi yang selanjutnya dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) terdata 51 spesies tumbuhan dan34 famili dengan 5.386 individu spesies, serta terdapat 5 spesies tumbuhan simbol tubuh dengan 15 individu spesies, 3) Indeks keanekaragaman tumbuhan simbol tubuh berada pada kategori keanekaragaman tinggi dengan nilai rata-rata yaitu 0,9475 dan 4) Pola sebaran spesies tumbuhan simbol tubuh tergolong pada 2 kategori pola sebaran yaitu pola sebaran mengelompok dan pola sebaran teratur. Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Tri Mandala, Indeks Keanekaragaman, Pola Sebaran The aim of this research are to know 1) general floristic composition and composition of plant species of body symbol (Tri Angga) in Tri Mandala area on Bali Aga community in Trunyan village, Bangli, 2) index of plant species diversity of body symbol and 3) distribution pattern of the body symbol plant. This research is a kind of explorative research. The population in this research is all species of body symbols plant that exist throughout the village of Trunyan, Bangli, while the sample in this research is the plant used as a symbol of the body contained in Tri Mandala Trunyan village, Bangli. In this research using quadratic method with systematic sampling technique. The data that have been collected is analyzed descriptively and using ecological statistics which then presented descriptively. The results of this research indicate that 1) recorded 51 plant species and 34 families with 5,386 individual species, and there are 5 species of body symbol plant with 15 species of individuals, 3) Plant diversity index of body symbol is in high diversity category with average value that is 0,9475 and 4) Distribution pattern of plant species body symbols are classified into 2 categories of distribution patterns that are the pattern of group distribution and pattern of regular distribution. keyword : Body Symbol Plant, Tri Mandala, Diversity Index, Spreading Pattern
STUDI TENTANG KOMPOSISI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN SPESIES CRUSTACEA BENTIK SERTA FAKTOR-FAKTOR EKOLOGIS YANG MEMPENGARUHINYA DI PANTAI CANDIDASA KARANGASEM BALI I Gusti Lanang Agus Awitama .; Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i1.15503

Abstract

Penelitian tentang crustacea dilakukan di bagian pesisir laut terutama pantai. Pantai sebagai sebuah ekosistem perairan menjadi habitat bagi kehidupan spesies crustacea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, keanekaragaman, kemelimpahan dan faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi crustacea bentik yang hidup di pantai Candidasa, Karangasem, Bali. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif, dengan menggunakan rancangan survei lapangan yaitu dengan pengamatan, pencatatan hasil temuan di lapangan serta dilanjutkan dengan pengamatan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh crustacea bentik yang hidup di Pantai Candidasa, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah jumlah crustacea bentik yang terdapat di dalam 15 kuadrat. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) komposisi spesies crustacea bentik yang ditemukan sebanyak 27 spesies. (2) indeks keanekaragaman sebesar 2,66 yang dinyatakan dalam kategori sedang, nilai kekayaan spesies sebesar 4,77 yang tergelong sedang, nilai kemerataan spesies sebesar 0,81 masuk tingkat kemerataan spesies tinggi dan komunitas stabil dan nilai dominansi sebesar 0,10 menandakan tidak ada jenis yang mendominansi. (3) kemelimpahan relative spesies crustacea bentik tertinggi dengan nilai sebesar 19,2% dimiliki oleh spesies Alpheus heterochaelis dan terendah yaitu spesies Cardisoma carnifex, Emerita talpoida, Manaethiops nodulosus, Ozius rugolosus, Dardanus magistos, Eriphia ferox, Pilumnus clasipodus dan Pilumnus vespertilio, sedangkan kepadatan mencapai 15,6 ind/m2. (4) Faktor-faktor ekologis fisika-kimia di pantai Candidasa diantaranya suhu berkisar 26oC-29 oC, pH 7-8 yang berada pada netral dan basa lemah, salinitas stabil berkisar 27,720/00, DO berada di kisaran 4,7-9,0 mg/l dan konduktivitas sebesar 38-50 Ms/cm. Pantai Candidasa sebagai objek wisata di Bali masih tergolong perairan yang baik kondisinya bagi kehidupan crustacea.Kata Kunci : Komposisi, Keanekaragaman, Krustasea Bentik, Faktor-Faktor Ekologis, Pantai Candidasa Study about crustaceans in the coastal areas, especially the coast. The coast as a waters ecosystem is habitat for the life species of crustaceans. This study aims to determine the composition, diversity, abundance and environment factors that affect benthic crustaceans that live on the beach Candidasa, Karangasem, Bali. This research is descriptive and exploratory, using field survey design is by observation and recording of findings in the field and continued with the observation in the laboratory. The population in this study is the entire benthic crustaceans that live in Candidasa Beach, while the sample in this study is the number of benthic crustaceans present in 15 squares. The method used is the method of least squares. The results showed (1) the composition of benthic crustacean species are found as many as 27 species of 234 individuals. (2) The diversity index of 2,66 which is expressed in the medium category, the value of species richness by 4,77 which is moderate, species evenness value of 0,81 entry level high species evenness and stable communities and dominance value of 0,10 indicating no dominant species. (3) the relative abundance of species of benthic crustaceans highest with a value of 19,2% is owned by the species Alpheus heterochaelis and low of species Cardisoma Carnifex, Emerita talpoida, Manaethiops nodulosus, Ozius rugolosus, Dardanus magistos, Eriphia ferox, Pilumnus clasipodus and Pilumnus vespertilio, while density is 15,6 ind/m2. (4) Environment factors on the beach physicochemical Candidasa including temperatures ranging from 26oC-29oC, Ph 7-8 which are in neutral and weakly basic, stable salinity ranges from 27,72 0/00 ppm, the DO is in the range of 4,7 to 9,0 mg/l and a conductivity of 38-50 MS/cm. Candidasa beach in Bali as a tourist attraction is still relatively waters in good condition for the life of crustaceans.keyword : Composition, Diversity, Benthic Crustaceans, Environment Factors, Candidasa Beach