cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
putuayub.simpson@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat
ISSN : 25487868     EISSN : 25487558     DOI : https://doi.org/10.46445/ejti
Core Subject : Religion,
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat menitikberatkan pada penyampaian informasi hasil penelitian, analisa konseptual dan kajian dalam bidang Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat oleh para sivitas akademika internal dan eksternal STT Simpson Ungaran dengan rasio 30:70. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari (Batas penerimaan naskah pada bulan Oktober) dan Juli (Batas penerimaan naskah pada bulan Mei). Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat telah terdaftar pada Google Schoolar, BASE (Bielefeld Academic Search Engine), One Search. ISSN 2548-7868 (cetak), 2548-7558 (online)
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
Konseling Kristen Terhadap Wanita Yang Mengalami Kecanduan Kerja Lilis Ermindyawati
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 1 (2017): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.006 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i1.58

Abstract

Lilis Ermindyawati, Christian Counseling Against Women Experiencing Work Addiction. One phenomenon that occurs in the present are women addicted to work and this phenomenon is more of a negative impact than the benefits of women workers and those in the vicinity. Therefore, women need to be helped so addicted to work that they can get out of the problems they face. Christian Counseling is a solution to help women who are addicted to work. Every career woman is expected to have a balance between work, family and relationship with God. Women are not only successful in his work (his career), but also succeeded in fostering a harmonious household, educating children well, and has a close relationship with God. Lilis Ermindyawati, Konseling Kristen Terhadap Wanita Yang Mengalami Kecanduan Kerja. Salah satu fenomena yang terjadi pada masa kini adalah wanita kecanduan kerja dan fenomena ini lebih banyak memberikan dampak negatif dibandingkan keuntungan yang diperoleh wanita pekerja dan orang-orang di sekitarnya. Oleh sebab itu wanita kecanduan kerja perlu ditolong agar mereka dapat keluar dari permasalahan yang mereka hadapi. Konseling Kristen merupakan solusi untuk menolong wanita yang mengalami kecanduan kerja. Setiap wanita karir diharapkan memiliki keseimbangan antara pekerjaan, keluarga dan hubungannya dengan Tuhan. Wanita tersebut bukan hanya berhasil dalam pekerjaanya (karirnya), tetapi juga berhasil dalam membina rumah tangganya yang harmonis, mendidik anak-anak dengan baik, dan memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan.
Religious Pluralism And Christian Responses Enggar Objantoro
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.207 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.94

Abstract

Enggar Objantoro, Pluralisme Agama dan Tanggapan Kristen. Pluralisme agama merupakan paham yang mempercayai bahwa semua agama di dunia ini sama. Kaum pluralis percaya bahwa kebenaran-kebenaran yang ada dalam semua agama mempunyai nilai yang sama, tidak ada agama yang lebih tinggi dari agama yang lain. Pluralisme agama menjadi tantangan yang sangat serius bagi kekristenan, sebab paham itu menolak kebenaran Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juruselamat manusia. Kekristenan harus menjawab kritikan-kritikan kaum pluralis terhadap kebenaran-kebenaran Alkitab, dengan memberikan argumentasi yang jelas dan tegas. Teolog-teolog Injili percaya bahwa kebenaran-kebenaran Alkitab merupakan sesuatu yang khas/unik dalam kekristenan, yang tidak sama dengan kebenaran-kebenaran dalam agama-agama lain. Enggar Objantoro, Religious Pluralism and Christian Responses. Religious pluralism be-lieves that all religions are equal. Pluralists believe that the truths in religions have the same value, there is no religions higher than other. Religious pluralism is serious challenge for Christianity, because they reject the biblical truth that Jesus is only the savior for human being in the world. Christianity has to response to the pluralist critiques over the biblical truths, based on the Word of God. Evangelical theologians believe that the biblical truth is unique, and is just in Christianity. It is different with the truths of other religions.
Kajian Konseptual Tentang Pemilihan Allah Dalam Roma 9 Julian Frank Rouw
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 2 (2017): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.792 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i2.76

Abstract

Julian Frank Rouw, Conceptual Review of God's Elections in Rome 9. Rejection of Israel as God's chosen nation, and justification of the Gentiles by faith is in the sovereignty of God. Paul explains God's act toward His chosen people in the past, in which Israel is distancing itself from God's mercy and neglecting its opportunity. In the present, Israel as a nation rejects the Messiah. In the future, Israel as a nation, will receive the Messiah and enjoy the promised blessings with the oath promise in the Old Testament. The key pressure of this context is that God's sovereignty is expressed in a vacuum, not a mere power. The choice of God's sovereignty is not based on an early knowledge of the choices and actions that humans will take in the future. However, God chooses to bless the unworthy through his faith (not on the basis of his achievement). God knows everything but He chooses to limit His choice in mercy and in promise. The human response must exist, but it follows and ultimately affirms the life-changing choice of God. On the sovereignty of God who has chosen who is chosen it can force us to draw the conclusion that God is 'unfair'. Paul has said that God's election is not bound to a lineage, that God is free to choose some of Abraham's offspring and reject some of the others. Julian Frank Rouw, Kajian Konseptual Tentang Pemilihan Allah Dalam Roma 9. Penolakan Israel sebagai bangsa Pilihan Allah, dan pembenaran orang-orang bukan Yahudi karena iman ada dalam kedaulatan Allah. Paulus menjelaskan tindakan Allah terhadap umat pilihan-Nya di masa lalu, dimana Israel sebagai menjauhkan diri dari kemurahan Allah dan mengabaikan kesempatannya. Di masa sekarang, Israel sebagai suatu bangsa menolak Mesias. Pada masa yang akan datang, Israel sebagai suatu bangsa, akan menerima Mesias dan menikmati berkat-berkat yang telah dijanjikan dengan janji sumpah di Perjanjian Lama. Tekanan kunci dari konteks ini adalah bahwa kedaulatan Allah dinyatakan dalam kemurahan, bukan kekuasaan semata-mata. Pilihan kedaulatan Allah tidak didasarkan atas pengetahuan dini akan pilihan-pilihan dan tindakan yang akan diambil oleh manusia di masa yang akan datang. Namun, Allah memilih untuk memberkati orang yang tidak layak melalui imannya (bukan atas dasar prestasinya). Allah mengetahui segala perkara namun Ia memilih untuk membatasi pilihan-Nya dalam kemurahan dan dalam janji. Tanggapan manusia harus ada, namun ini mengikuti dan akhirnya meneguhkan pilihan Allah yang mengubahkan kehidupan. Atas kedaulatan Allah yang telah memilih siapa yang dipilih hal itu dapat memaksa kita menarik kesimpulan bahwa Allah 'tidak adil'. Paulus telah mengatakan bahwa pemilihan Allah tidak terikat pada suatu garis keturunan, bahwa Allah bebas memilih sebagian keturunan Abraham dan menolak sebagiannya yang lain
Respon Daud Dalam Menghadapi Pergumulan: Studi Terhadap Kitab Mazmur 3:1-9 Eko Mulya Tua
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 1 (2017): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.052 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i1.59

Abstract

Eko Mulya Tua, David responses in facing struggle: The study of Psalm 3:1-9. One of the problems that everyone often face is the difficult situation in their life. They are a problem of the future, job and also about marrige partner. The important point of the problem is not about how big the problem is, but its about the way of believers face that problems. King of Daud gives a real example to face that problem. Through his story of life to face the problem, there are some principles that can be applied for believers to face the problems. Eko Mulya Tua, Respon Daud Dalam Menghadapi Pergumulan: Studi Terhadap Kitab Mazmur 3:1-9. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh setiap orang percaya maupun yang tidak percaya yaitu situasi yang sulit dalam hidupnya, baik pergumulan tentang masa depan, pekerjaan, maupun jodoh (pasangan hidupnya). Aspek yang terpenting di dalam sebuah pergumulan, bukan seberapa besar pergumulan atau permasalahan yang dihadapi melainkan sikap hidup orang percaya dalam menghadapi pergumulan. Raja Daud memberikan sebuah contoh yang konkrit dalam menghadapi situasi yang sulit. Melalui kisah hidup yang dialami oleh Raja Daud dalam menghadapi pergumulan hidupnya, ada sebuah prinsip-prinsip yang dapat diterapkan bagi hidup orang percaya dalam menghadapi pergumulannya.
Kateketika Dalam Sejarah Pemikiran Pedagosis Kristen Jefrie Walean
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 2 (2018): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.573 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i2.108

Abstract

Jefrie Walean, Chateketic in history idea Christian Pedagogic. Christian history idea is effort place idea in large of time. Certain to get understanding holistict belived Christian from history idea in the end placed a number of idea which tell as reference doctrine from some church a period history. Christian idea not become property writer of the bible apostles also pater of church but Christian property. Christian idea which concutrently stay in work idea generate way of maner different approach one with otherno wonder that history idea christian write down so munch thinker christian as long as to detected. Clear that,core of Christian ides is human relation with God influence Jesus Christ. Telling about the Christian pedagogic, not realese upon Christian religion didactic. Jefrie Walean, Kateketika Dalam Sejarah Pemikiran Pedagogis Kristen. Sejarah pemikiran Kristen adalah usaha menempatkan peristiwa, ide dalam kurun waktu tertentu untuk mendapatkan pemahaman holistik terhadap apa yang diyakini orang Kristen dari masa kemasa. Sejarah pemikiran Kristen pada akhirnya menempatkan sejumlah ide yang dikemukakan sebagai acuan doktrin dari beberapa gereja masa kini.Sejarah pemikiran Kristen tidak menjadi milik para penulis Alkitab, para rasul serta bapa-bapa gereja, melainkan milik orang Kristen. Pemikiran yang secara bersamaan berada dalam pemikiran dunia menimbulkan cara pandang yang berbeda satu dengan yang lain. Tidak heran bahwa sejarah pemikiran Kristen menuliskan begitu banyak pemikir Kristen sepanjang masa, baik yang terdeteksi maupun yang tidak.Yang jelas bahwa inti pemikiran Kristen adalah hubungan manusia dengan Allah melalui Yesus Kristus. Berbicara tentang semua lingkup pengajaran Kristen, maka tidak lepas dari konsep pendidikan agama Kristen.
Tinjauan Terhadap Bilangan 666 Dalam Wahyu 13 Roby Setiawan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.997 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.89

Abstract

Roby Setiawan, Review of Numbers 666 In Revelation 13. The number 666 mentioned in Revelation 13 has been crowded into talks, but some interpretations of such numbers by some Christians are linked to certain trademark logos so that there is a tendency to impose the business of others by using these interpretations. The writer afraid that if the number 666 is interpreted literally, then Christianity would become superstitious religion, as some people are not happy with the number 4 or 13 because it is considered an unlucky number, in contrast they are very happy with the numbers 8 and 9, because it is considered to bring fortune which is durable. Therefore it is necessary to understand what is the number 666. To understand the meaning of the number 666, the writer makes a historical-theological review so as to obtain a background image related to the number 666 in Revelation 13. The results show that the number 666 is associated with gematria method, but for the writer, the interpretation of the number 666 using gematria method is not acceptable and still need to be tested more deeply so as not to lead to inaccurate allegations. While related to its context, the number 666 is closely related to the symbol as the Book of Revelation is full of symbols. The result of the contextual analysis of Revelation 13 then number 666 represents the human effort that seeks to equal God to achieve unlimited power, yet they fail. Roby Setiawan, Tinjauan Terhadap Bilangan 666 Dalam Wahyu 13. Bilangan 666 yang disebutkan dalam Wahyu 13 telah ramai menjadi pembicaraan, tetapi beberapa penafsiran terhadap bilangan tersebut oleh sebagain orang Kristen dikait-kaitkan dengan logo merek dagang tertentu sehingga ada kecenderungan menjatuhkan bisnis orang lain dengan menggunakan tafsiran tersebut. Penulis kuatir jika bilangan 666 ini ditafsirkan secara hurufiah, maka kekristenan akan menjadi agama tahyul, seperti yang dipercayai oleh sebagian orang yang tidak senang dengan angka 4 atau 13 karena dianggap angka sial, sebaliknya mereka sangat senang dengan angka 8 dan 9, karena dianggap membawa rejeki yang tahan lama. Oleh sebab itu perlu dipahami apa bilangan 666 tersebut. Untuk memahami makna bilangan 666, maka penulis melakukan tinjauan historis-teologis sehingga diperoleh gambaran latar belakang yang terkait dengan bilangan 666 dalam Wahyu 13. Hasil studi menunjukkan bahwa bilangan 666 dikaitkan dengan cara gematria, tetapi bagi penulis, penafsiran terhadap bilangan 666 dengan menggunakan gematria tidak dapat diterima dan masih perlu diuji dengan lebih dalam sehingga tidak menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak tepat.Sementara berkaitan dengan konteksnya, bilangan 666 sangat berkaitan dengan simbol sebagai Kitab Wahyu penuh dengan simbol. Hasil dari analisis konteks Wahyu 13 maka bilangan 666 melambangkan usaha manusia yang berusaha menyamai Allah untuk mencapai kuasa yang tidak terbatas, namun mereka gagal.
Sejarah Dan Pemikiran Kaum Injili Di Tengah-Tengah Perubahan Dan Tantangan Zaman Enggar Objantoro
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 2 (2017): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.635 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i2.77

Abstract

Enggar Objantoro, History and Thought of Evangelicals Amidst the Changes and Challenges of the Age. In this paper the author discusses the existence and challenges that are being and will be faced by evangelicals, especially in Indonesia. To be able to describe what the purpose of the study, the author uses  the descriptive research literature study. The analysis in this study focuses on the interpretation of written materials in accordance with the context. To maintain credibility, the authors use authentic and published literature material. The results of this study show that the presence of evangelicals in some places has interesting characteristics to investigate, as in America can not be released with Fundamentalism. Then evangelicals in Europe have existed since the time of reform, because evangelicals are understood as reformed churches. In 1842 the UK also established the European Evangelical Alliance, which has contributed to the formation of the evangelical movement in Europe. The rise of evangelicals in Indonesia is also inseparable from the evangelical movement in America. Several evangelical mission organizations are present in Indonesia. The evangelicals are in the midst of the changing times that are influenced by various understandings. Responding to the changing times there are several things that evangelicals need to do: hold fast to God's truth, open to other views without going with the flow, active in conveying ideas. Enggar Objantoro, Sejarah Dan Pemikiran Kaum Injili Di Tengah-Tengah Perubahan Dan Tantangan Zaman. Dalam paper ini penulis membahas tentang eksistensi dan tantangan-tantangan yang sedang dan akan dihadapi kaum Injili, khususnya di Indonesia. Untuk dapat menguraikan apa yang menjadi tujuan penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif studi pustaka. Analisis dalam penelitian ini menitikberatkan pada intepretasi pada bahan tertulis sesuai dengan konteksnya. Untuk menjaga kredibilitas, penulis menggunakan bahan literatur yang otentik dan terpublikasi. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa kehadiran kaum Injili di beberapa tempat mempunyai karakteristik yang menarik untuk diselidiki, seperti di Amerika tidak dapat dilepaskan dengan Fundamentalisme. Kemudian kaum Injili di Eropa sudah ada sejak zaman reformasi, sebab kaum Injili dimengerti sebagai gereja-gereja hasil reformasi. Pada tahun 1842 di Inggris juga telah dibentuk European Evangelical Alliance, yang telah memberi kontribusi terbentuknya gerakan Injili di Eropa. Munculnya kaum Injili di Indonesia juga tidak dapat dilepaskan dari gerakan Injili di Amerika. Beberapa organisasi misi Injili hadir di Indonesia. Kaum Injili ada di tengah-tengah perubahan zaman yang dipengaruhi oleh berbagai paham-paham. Menyikapi perubahan zaman ada beberapa hal yang perlu dilakukan kaum Injili: berpegang teguh kepada kebenaran Allah, terbuka kepada pandangan lain tanpa ikut arus, aktif dalam menyampaikan gagasan.
Indeks Subjek, Penulis, Mitra Bestari Volume 2 Tahun 2018 I Putu Ayub Darmawan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 2 (2018): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.495 KB)

Abstract

Praktik Metode Penginjilan Pada Mata Kuliah Metode Penginjilan STT Simpson Ungaran Jamin Tanhidy
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 1 (2017): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.36 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i1.55

Abstract

Jamin Tanhidy, A Practise of Evangelis Method in Evangelis Method lecture of STT Simpson Students. Evangelism is the Great Commission of our Lord Jesus Christ (Mat. 28:18-20), so that STT Simpson emphasize on the fulfillment of the Great Commission. This study describes the achieve-ments of the implementation of Evangelism practices and what are the factors inhibiting the adoption of Evangelis practices method on students participating in courses Evangelis method even academic year 2014-2015. This method of research used in this research is qualitative research. The data in this study were obtained through focus group discussions, interviews open, and report student practice. The results obtained is 1) The achievement of student practice only reached the stage of submission of the Gospel, 2) Factors difficulty implementing Evangelis practices are internal factors: 55.55%, and external factors: 44.44%. Jamin Tanhidy, Praktik Metode Penginjilan Pada Mata Kuliah Metode Penginjilan Maha-siswa STT Simpson Ungaran. Penginjilan merupakan Amanat Agung Tuhan Yesus  Kristus (Mat. 28:18-20), sehingga STT Simpson menekankan pada pemenuhan Amanat Agung tersebut. Penelitian ini mengu-raikan tentang capaian pelaksanaan praktik PI dan apa saja yang menjadi faktor penghambat pelaksanaan praktik Metode PI pada mahasiswa peserta mata kuliah Metode PI semester Genap tahun ajaran 2014-2015. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dalam pene-litian ini diperoleh melalui FGD, wawancara terbuka, dan laporan praktik mahasiswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) Capaian praktik mahasiswa hanya sampai pada tahap penyampaian Injil, 2) Fak-tor kesulitan melaksanakan praktik PI adalah faktor internal: 55,55%, dan faktor eksternal: 44,44%.  
Dewan Redaksi dan Daftar Isi Volume 2, Nomor 1, Januari 2018 I Putu Ayub Darmawan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.993 KB)

Abstract

Page 3 of 21 | Total Record : 205