cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
putuayub.simpson@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat
ISSN : 25487868     EISSN : 25487558     DOI : https://doi.org/10.46445/ejti
Core Subject : Religion,
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat menitikberatkan pada penyampaian informasi hasil penelitian, analisa konseptual dan kajian dalam bidang Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat oleh para sivitas akademika internal dan eksternal STT Simpson Ungaran dengan rasio 30:70. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari (Batas penerimaan naskah pada bulan Oktober) dan Juli (Batas penerimaan naskah pada bulan Mei). Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat telah terdaftar pada Google Schoolar, BASE (Bielefeld Academic Search Engine), One Search. ISSN 2548-7868 (cetak), 2548-7558 (online)
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
Perdebatan Peranan Wanita Dalam Organisasi Kristen: Tinjauan Terhadap Isu Kepemimpinan Kontemporer Elkana Chrisna Wijaya
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 2 (2017): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.281 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i2.70

Abstract

Elkana Chrisna Wijaya, Debate the Role of Women in Christian Organizations: An Overview Of Leadership Contemporary Issues.The debate about the role of women, continues to be the spotlight of various parties,both from the pro to the freedom of women to play a role in world leadership, as well as the counter parties to the problem. Just like the tangled threads that do not biodegrade, without realizing this debate has lasted for more than two decades.A review of the contemporary leadership issues, besides make a point or to understand the pros and cons of the issue, also said the existence and development of the role of women in Christian organizations, particularly in the realm of leadership.The results of such reviews provide an understanding that the effectiveness of a leader is not based on a person's gender.Although it can not provide a solution to the ongoing debate, but hopefully this writing can provide a meaningful contribution to each of the parties.And also can contribute to the Christian organizations in which women play a role widely. Elkana Chrisna Wijaya, Perdebatan Peranan Wanita Dalam Organisasi Kristen:Tinjauan Terhadap Isu Kepemimpinan Kontemporer. Perdebatan mengenai peranan wanita, terus menjadi sorotan dari berbagai pihak, baik dari pihak yang pro terhadap kebebasan wanita untuk berperan dalam dunia kepemimpinan, maupun dengan pihak yang kontra terhadap persoalan tersebut. Bagaikan benang kusut yang tidak kunjung terurai, tanpa disadari perdebatan tersebut telah berlangsung lebih dari dua dekade. Tinjauan terhadap isu kepemimpinan kontemporer ini, di samping mengemukakan pandangan atau paham yang pro dan kontra terhadap isu tersebut, juga menyatakan keberadaan dan perkembangan peranan wanita dalam organisasi Kristen, khususnya dalam ranah kepemimpinan. Hasil daripada tinjauan tersebut memberikan pemahaman bahwa efektif atau tidaknya seorang pemimpin, bukan didasarkan pada gender seseorang. Meskipun tidak dapat memberikan solusi bagi perdebatan yang berlangsung, namun diharapkan penulisan ini dapat memberikan kontribusi yang berartibagi masing-masing pihak. Selain itu, juga dapat memberikan kontribusi bagi organisasi-organisasi Kristen yang di dalamnya para wanita berperan secara luas.
Perjumpaan Injil Dan Tradisi Jawa Timuran Dalam Pelayanan Misi Kontekstual Krido Siswanto
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 1 (2017): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.195 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i1.57

Abstract

Krido Siswanto, Encounter Evangelist and Easterlies Tradition in Contextual Mission Service. A contextual service is one Method of mission that is being developed by many churches in this time. In many areas these services are developed, including congregation of GKII Pulerejo Madiun. Certainly in the service of mission need a principles the firm of Christian faith. This contextual services which will proclaim the evangelist whose existence is in the midst of society with a tradition of Java easterlies. The writer will describe about method of this service contextual where is an encounter between evangelist with traditions of easterlies which was embraced by the peoples in Pulerejo Madiun East Java.Krido Siswanto, Perjumpaan Injil dan Tradisi Jawa Timuran Dalam Pelayanan Misi Kon-tekstual. Pelayanan Kontekstual merupakan salah satu model pelayanan misi yang sedang dikembangkan oleh banyak gereja masa kini. Di berbagai daerah pelayanan ini dikembangkan, diantaranya adalah di GKII jemaat Pulerejo Madiun. Tentunya dalam pelayanan misi tersebut membutuhkan suatu prinsip-prinsip iman Kristen yang teguh. Yang mana pelayanan kontekstual ini akan memberitakan Injil yang keberadaannya ada di tengah-tengah masyarakat yang memiliki tradisi Jawa Timuran. Penulis akan menguraikan model pelayanan kontekstual ini dimana ada perjumpaan antara Injil dengan tradisi-tradisi Jawa Timuran yang masih dianut oleh masyarakat Desa Pulerejo kabupaten Madiun Jawa Timur. 
Mendisiplin Anak Menurut Prinsip Kristen Ayang Emiyati
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 2 (2018): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.385 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i2.109

Abstract

Ayang Emiyati, Disciplining Children According to Christian Principles. This article describes the treatment of disciplining children in Christian principles. To explain about disciplining children in the Christian principle, the author do literature review which then arranged systematically according to the construction of the concept of the author builds. Discipline is essentially necessary in the education of the child, only disciplinary action requires a wisdom and a love. Violent treatments are not the only way of discipline and discipline is not violence. Some things to consider in implementing discipline are to give priority to love in discipline, to use advises as a way of educating children, praying to surrender children to God, and make a beating as the last way in disciplining children.  Ayang Emiyati, Mendisiplin Anak Menurut Prinsip Kristen. Artikel ini memaparkan tentang tindakan mendisiplin anak dalam prinsip Kristen. Untuk memaparkan tentang mendisiplin anak dalam prinsip Kristen, penulis melakukan kajian literatur yang kemudian disusun secara sistematis sesuai konstruksi konsep yang penulis bangun. Disiplin pada intinya diperlukan dalam pendidikan anak, hanya tindakan mendisiplin memerlukan suatu hikmat dan adanya kasih.  Tindakan kekerasan bukanlah jalan satu-satunya dalam mendisiplin dan disiplin bukanlah suatu kekerasan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan disiplin adalah mengutamakan kasih dalam mendisiplin, memakai nasihat sebagai jalan yang dalam mendisiplin anak, doakan dan serahkan anak tersebut pada Tuhan, dan jadikan pukulan sebagai jalan terakhir dalam mendisiplin.
Sikap Perempuan Dalam Ibadah Berdasarkan I Timotius Julen Makanata
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.997 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.87

Abstract

Julens Makanta, The Attitudes of Women in Worship Based on 1 Timothy. The attitude of women in worship becomes the main focus of various parties who are pro and contra. The study of women's attitudes in worship in 1 Timothy 2: 8-15 is expected to be a contribution to the churches that continue to interpret the Bible lanklek and discriminate against women to take an active role in worship, even in Christian organizations in which women play a broad role. In addition to contributing to other churches and Christian organizations, this study is also expected to provide an understanding that should not women's attitudes in worship be restrained. Both women and men are equally the equal of God's creations, complementary and have their own craftsmanship and creativity. Julens Makanata, Sikap Perempuan Dalam Ibadah Berdasarkan 1 Timotius. Sikap perem-puan dalam ibadah menjadi sorotan utama dari berbagai pihak yang pro dan kontra. Studi tentang sikap perempuan dalam ibadahdalam surat 1 Timotius 2:8-15 ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi gereja-gereja yang masih terus menafsirkan Alkitab secara leterlek dan mendiskriminasi kaum perempuan untuk berperan aktif dalam ibadah, bahkan dalam organisasi-organisasi Kristen yang di dalamnya para wanita berperan secara luas. Selain dapat memberikan kontribusi bagi gereja-gereja dan organisasi Kristen lainnya, studi ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa tidak seharusnya sikap perempuan dalam ibadah dikekang. Baik perempuan maupun laki-laki adalah sama-sama ciptaan Allah yang sepadan, saling melengkapi dan memiliki keahlian dan kreativitasnya masing-masing.
Metode Penginjilan Yesus Dalam Injil Yohanes 4:1-42 Harming Harming
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 2 (2017): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.649 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i2.73

Abstract

Harming, Methods of Evangelism Jesus In John 4:1-42. This type of research in this study is a qualitative research. The object of this study is the Gospel of John 4: 1-42. In writing this paper, the author will explain Evangelism approach used by Jesus Christ in the midst of people who have complex problems in the areas of social or cultural as faced by the Samaritan woman in the text of the Gospel of John 4: 1-42. Jesus broke through that gap by providing a new understanding to them that the most important thing is to hear the gospel of salvation. This approach is still relevant for believers who have the burden of evangelism. Harming, Metode Penginjilan Yesus Dalam Injil Yohanes 4:1-42. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah Injil Yohanes 4:1-42. Dalam penulisan makalah ini, penulis akan memaparkan pendekatan Penginjilan yang dipakai oleh Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat yang memiliki permasalahan yang kompleks di bidang sosial, maupun budaya seperti yang dihadapi oleh perempuan Samaria dalam teks Injil Yohanes 4:1-42. Yesus menerobos kesenjangan itu dengan memberikan pemahaman baru bagi mereka bahwa hal yang terpenting ialah mendengar tentang Injil keselamatan.Pendekatan ini juga masih relevan bagi orang-orang percaya yang memiliki beban terhadap penginjilan.
Berteologi Dalam Konteks Indonesia Modern Desti Samarenna
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 1 (2017): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.342 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i1.53

Abstract

Desti Samarenna, Having  theology in Modern Indonesia Context. This paper wants to show how to do theology in the context of modern Indonesia where the true understanding of Christ and his work as true God and true man bring proper hermeneutics of the theological positions of religion, culture, modernization, philosophy, and ethics so this criticism is a preparatory step towards reflection theological. Then, it provides responses from the standpoint of the Bible how the position as believers that is in a plural nation. Desti Samarenna, Berteologi Dalam Konteks Indonesia Modern. Tulisan ini ingin menun-jukkan bagaimana berteologi dalam konteks Indonesia modern dimana dengan pemahaman yang benar tentang Kristus dan karya-Nya sebagai Allah sejati dan manusia sejati memunculkan hermeneutika yang benar tentang posisi teologi agama, budaya, modernisasi, filsafat, dan etika sehingga kritik ini adalah langkah persiapan kearah refleksi teologis. Kemudian, tulisan ini memberikan tanggapan dari sudut pandang Alkitab bagaimana posisi sebagai orang percaya yang ada ditengah bangsa yang majemuk. 
Perwujudan Kasih Setia Allah Terhadap Kesetiaan Rut Shintia Maria Kapojos; Hengki Wijaya
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 2 (2018): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.056 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i2.107

Abstract

Shintia Maria Kapojos, Hengki Wijaya, This paper aims to explain the manifestation of God's loyal love for Ruth who is faithful to her father-in-law, Naomi. The method used is the interpretation of the Old Testament narrative. Through this paper, the author will focus on Ruth's loyalty to Naomi as a manifestation of God's allegiance to man. This Old Testament narrative addresses explicitly the theme of Ruth's loyal love for Naomi and its theological and practical implications for believers to manifest God's loving kindness to others. Shintia Maria Kapojos, Hengki Wijaya, Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perwujudan kasih setia Allah kepada Rut yang setia kepada mertuanya, Naomi. Metode yang digunakan adalah penafsiran narasi Perjanjian Lama. Melalui tulisan ini, penulis akan fokus kepada kesetiaan Ruth kepada Naomi sebagai manifestasi kesetiaan Allah kepada manusia. Narasi Perjanjian Lama ini secara khusus membahas tema kasih setia Ruth kepada Naomi dan implikasi teologis dan praktisnya bagi orang percaya untuk memanifestasikan kasih setia Tuhan kepada orang lain.
Peran Gembala Sidang Dalam Mengajar Dan Memotivasi Untuk Melayani Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda Talizaro Tafonao
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.617 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.85

Abstract

Talizaro Tafonao, The Role of Pastors In Teaching And Motivating To Serve Against Youth Spiritual Growth. One important indicator that must be known by young people is to understand the duty of the pastor as a teacher and a motivator. Through this paper, researchers describe the duties of a pastor in teaching and motivating young people to engage in ministry. In finding the answers of this study, researchers used quantitative research methods with descriptive research type. After conducted field research and data processing using SPSS 19 program with the result are: First, Based on correlation analysis (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis results that there is correlation between the influence of the role of pastor in teaching with spiritual growth of youth GKII Shalom Kalasan of 0.461. Second, Based on correlation analysis results (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis results that there is a correlation between the influence of the role of pastor in teaching with spiritual growth of GKII Shalom Kalasan youth by 0.619. Third, Based on correlation analysis result (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis result that there is correlation between influence of role of pastor in teaching and motivating youth to serve with spiritual growth of GKII Shalom Kalasan youth equal to 0,526. The hypothesis in this research is that there is influence of the role of pastor in teaching and motivating young people to serve the spiritual growth of GKII youth Shalom Kalasan. Based on the above analysis, the hypothesis is accepted.Talizaro Tafonao. Peran Gembala Sidang Dalam Mengajar Dan Memotivasi Untuk Melayani Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda. Salah satu indikator penting yang harus diketahui oleh kaum muda adalah memahami tugas gembala sidang sebagai pengajar dan motivator. Melalui tulisan ini peneliti mendreskripsi tugas seorang gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan. Dalam menemukan jawaban penelitian ini maka peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Setelah dilakukan penelitian lapangan serta pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 19 dengan hasil adalah: Pertama, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,461. Kedua, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,619. Ketiga, Ketiga, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk melayani dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,526. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk melayani terhadap pertumbuhan rohani kaum muda GKII Shalom Kalasan. Berdasarkan analisis di atas, hipotesis tersebut diterima.
Signifikansi Pendidikan Anak Dalam Perspektif Alkitab Maria Lidya Wenas; I Putu Ayub Darmawan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 2 (2017): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.913 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i2.69

Abstract

Maria Lidya Wenas & I Putu Ayub Darmawan, Significance Children Education in Biblical Perspective. Education of children is important in human life. Formulation of the problem in this research is how the Bible perpsektif about children's education? The purpose of this study is to outline perpsektif Bible about children's education. Types of research in this paper is the qualitative research literature. The object of this study is a biblical perspective on the education of children. In this study, researchers conducted a literature study to be able to explore and understand the biblical view of children's education. In this study, the authors sought feedback from a grasp of Hebrew and Greek. This is to avoid the use of verses in Hebrew and Greek avoid deviations. From this study showed that (1) Education of children as the planting of faith; (2) Education of children as a process of knowledge transfer; (3) the child's education as a process of value investment. Maria Lidya Wenas &I Putu Ayub Darmawan, Signifikansi Pendidikan Anak Dalam Perspektif Alkitab. Pendidikan anak merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perpsektif Alkitab tentang pendidikan anak? Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan perpsektif Alkitab tentang pendidikan anak. Jenis penelitan dalam karya tulis ini adalah penelitian kualitatif studi pustaka. Objek penelitian ini adalah perspektif Alkitab tentang pendidikan anak. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan studi literatur untuk dapat menggali dan memahami pandangan Alkitab tentang pendidikan anak. Dalam penelitian ini penulis meminta masukan dari seorang yang memahami tentang Bahasa Ibrani dan Bahasa Yunani. Hal tersebut dilakukan agar penggunaan ayat-ayat dalam Bahasa Ibrani dan Bahasa Yunani tidak terjadi penyimpangan. Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu (1) Pendidikan anak sebagai proses penanaman iman; (2) Pendidikan anak sebagai proses transfer pengetahuan; (3) pendidikan anak sebagai proses penanaman nilai.
Dewan Redaksi dan Daftar Isi Volume 2, Nomor 2, Juli 2018 I Putu Ayub Darmawan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 2 (2018): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.968 KB)

Abstract

Page 2 of 21 | Total Record : 205