cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha
ISSN : 26141086     EISSN : 25993380     DOI : -
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of chemistry education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Chemistry Education.
Articles 133 Documents
THE IDENTIFICATION OF LEARNING INTEREST IN CHEMISTRY OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENT AT SMA N 2 SINGARAJA ., Irene Jarut; ., Drs. I Nyoman Suardana,M.Si; ., Dr. Ida Bagus Nyoman Sudria,M.Sc
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3970

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi minat belajar siswa kelas X and XI SMA Negeri 2 Singaraja terhadap pelajaran kimia dan 2) mendeskripsikani faktor-faktor dominan yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas X dan XI terhadap pelajaran kimia. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 50 siswa kelas X dan 50 siswa kelas XI yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan inventori dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum minat belajar siswa kelas X and XI SMA N 2 Singaraja secara berurutan tergolong tinggi and cukup. Pada aspek maintain-value ketertarikan siswa kelas X dan XI terhadap pelajaran kimia tergolong sangat tinggi yang dominan dipengaruhi oleh faktor internal yakni tingginya kesadaran siswa akan pentingnya peranan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari. Pada aspek maintain-feeling ketertarikan siswa kelas X dan XI terhadap pelajaran kimia secara berurutan tergolong tinggi dan cukup. Hal ini dominan dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni bahan pelajaran dan faktor internal yakni motivasi dan kemampuan matematis siswa. Pada aspek triggered-SI ketertarikan siswa terhadap pelajaran kimia tergolong rendah. Hal ini dominan dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni guru dan bahan pelajaran yang meliputi aspek mikroskopis dan simbolik. Kata Kunci : minat, faktor eksternal, faktor internal The aims of this research were 1) to identify the learning interest in chemistry of student for grade X and XI and 2) to describe the dominant factors which influence the learning interest in chemistry of students at grade X and XI. This research was descriptive research. The sample was consisting of 50 students at grade X and 50 students at grade XI who were chosen by using random sampling method. The data of this research was collected by using inventory and interview with the data analysis used descriptive analysis. The result of this research showed that generally the learning interest in chemistry of students at grade X and XI respectively were high and enough. On maintain-value aspect, the learning interest in chemistry of students at grade X and XI were very high because was dominant caused by internal factor namely the awareness of the important of chemistry in daily life. In maintain-feeling, the learning interest in chemistry of students at grade X and XI respectively were high and enough because in dominant caused of both external dan internal factors. The external factor namely the content of subject while internal factor namely motivation and mathematical abilty. On triggered-SI aspect, the learning interest in chemistry of student at grade X and XI were low because in dominant came from external factor namely teacher and the content of subject. keyword : Interest, internal factor, and external factor.
MODEL MENTAL SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA TENTANG IKATAN ION DAN IKATAN KOVALEN Pratiwi, Ni Luh Yuni Ari; Suja, I Wayan; Selamat, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i2.21166

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan profil model mental siswa, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya model mental alternatif siswa kelas X MIA di SMA Laboratorium Undiksha Singaraja pada materi ikatan ion dan ikatan kovalen. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods, jenis sekuensial. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes model mental, dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat dan wawancara dengan pertanyaan menyelidik. Hasil penelitian menunjukkan persentase siswa yang memiliki model mental ilmiah tentang ikatan ion dan kovalen sebanyak 53,33% model mental alternatif sebanyak 38,89%, dan 7,78% tidak memberikan tanggapan. Faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya model mental alternatif meliputi kekurangan informasi, kekeliruan penalaran, dan buku teks kimia yang digunakan siswa sebagai sarana belajar. Sehubungan dengan temuan tersebut, guru kimia di SMA perlu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan ketiga level kimia secara utuh.Kata Kunci: ikatan ion, ikatan kovalen, model mental, model mental alternatifABSTRACTThis research was aimed to describe and explain the profile of mental model student’s, and analyze the factors that influence the formation of alternative mental models of class X MIA students at SMA Laboratorium Undiksha Singaraja about ionic bonding and covalent bonds material. This research is a mix method approaches in research, a sequential type. Data collection is done by observation, mental model tests, and interviews. The instrument used in this study was a diagnostic test two tier and interview with probing questions. The results showed the percentage of students who experienced a scientific mental model of ion bonds and covalent bonds of 53.33% of students, had an alternative mental model of 38.89%, and as many as 7.78% did not have a mental model. Factors that influence the formation of alternative mental models include lack of information, errors of reasoning, and chemical textbooks that students used. Related with that research, chemistry teachers in high schools need to apply appropriate learning strategies in the process of learning chemistry.Keywords: ionic bonding, covalent bonding, mental model, mental model alternative
THE EFFECTIVENESS OF BAMBOO BIO-CHARCOAL AS ADSORBENT IN HANDLING CHROMIUM ION OF ELECTROPLATING WASTE ., Putu Pratiwi Surya Rahayu; ., Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc; ., Dr. I Wayan Redhana,M.Si
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.4449

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang makin pesat di negara kita, jumlah industri yang ada di Indonesia semakin banyak. Salah satunya adalah industri electroplating. Industri ini berkembang di bidang pelapisan. Selain menghasilkan produk yang berguna, industri ini juga menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan banyak mengadung logam berat. Salah satunya adalah logam krom. Jika logam krom dalam limbah sedikit mendapatkan perlakuan, hal ini dapat menyebabkan polusi di lingkungan. Meskipun limbah ini ada dalam jumlah kecil, tetapi dengan kondisi krom yang stabil dan jika terakumulasi dalam tubuh pada akhirnya dapat memicu sel-sel kanker (karsinogenik) yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi ion Cr3+ pada limbah electroplating dengan menggunakan bio-charcoal bamboo. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas bio-charcoal bambu untuk menyerap logam berat (Cr) yang terkandung di limbah electroplating dan karakteristik serapan ion Cr3+ pada limbah electroplating dengan menggunakan bio-charcoal bambu. Pengukuran konsentrasi ion Cr3+ sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan dilakukan dengan alat instrument yaitu AAS pada panjang gelombang 357,74 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas bio-charcoal bamboo untuk menyerap ion Cr3+ yang ada di limbah electroplating adalah dengan massa optimum 2 gram, sedangkan waktu kontaknya adalah 8 jam dan adsorpsi bio-charcoal mengikuti pola isotherm adsorpsi Langmuir dengan daya adsorpsi maksimum sebesar 0.190 g/g.Kata Kunci : Adsorpsi, bio-charcoal bamboo, electroplating Along with the fast development of technology in our country, the number of industries in Indonesia is growing. One of them is electroplating industry. The industry is growing in the field of coating. Besides producing useful products, this industry also produces waste. The waste produced that contain many heavy metals. One of them is chrom. If chrom metal wastes less to get the treatment, it can influence pollution in environment. Although this waste present in small amount, but the condition of chrom is stable and if it accumulates in the body can eventually lead to cancer cells (carcinogenic) that can be harmful to health. In this research, the adsorption of Cr3+ ions in electroplating waste was done by using bio-charcoal bamboo. This research aims to know the effectiveness of bio-charcoal from bamboo to reduce/adsorb the heavy metal (Cr) that content in the electroplating waste and the characteristic of adsorption Cr in electroplating waste by bio-charcoal bamboo. The measurement of Cr3+ ion concentration before and after getting treatment was done by AAS at a wavelength of 357.74 nm. The results showed that the effectiveness of bio-charcoal bamboo to absorb the of Cr ions in electroplating waste is to optimum mass of 2 grams, while the contact time is 8 hours and bio-charcoal adsorption followed Langmuir adsorption isotherm pattern with maximum of adsorption capacity was 0.190 g/g.keyword : Adsorption, bio-charcoal bamboo, electroplating
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA SMA BERBASIS PERCOBAAN AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOLOID Widayanti, Ni Putu Radi; Subagia, I Wayan; Suardana, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i1.21161

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kimia SMA berbasis percobaan awal dan strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada materi koloid di SMA Negeri 1 Baturiti. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan nonrandomized control group pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Baturiti tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3. Data yang dikumpulkan berupa data hasil belajar pada aspek kognitif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji Anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kimia koloid yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan antara strategi pembelajaran kimia SMA berbasis percobaan awal dan strategi pembelajaran ekspositori. Adanya perbedaan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan antara strategi pembelajaran kimia SMA berbasis percobaan awal pada materi koloid berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Baturiti. Kata Kunci: strategi pembelajaran, percobaan awal, hasil belajar, koloid AbstractThis study aimed to describe and explain the difference effect of starter experiment based learning strategy and expository learning strategy on colloidal topik toward students learning achievement in SMA Negeri 1 Baturiti. This study was quasi experiment, using nonrandomized kontrol group pretest-postest design. The population of this study was XI IPA students of SMA Negeri 1 Baturiti in academic year 2017/2018. The sample of this study was XI IPA 2 and XI IPA 3 class students. The data collected was in form of cognitive learning achievement. The method of collecting data was test method. The data obtained were analyzed by using descriptive and inferential statistics. The inferential statistics used was Anacova. The result of this study showed that there was a significant difference of learning achievement possessed by students who were taught by starter experiment based learning strategy compared to the students who were taught by expository learning strategy. The different learning achievement shows that starter experiment based learning strategy has a positve effect on the chemistry learning achievement in SMA Negeri 1 Baturiti. Keyword: starter experiment, learning strategy, chemistry learning achievement, colloid
ANALYSIS OF LEARNING DIFFICULTIES OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN LEARNING ATOMIC STRUCTURE ., Bernabas Bio; ., Drs. I Nyoman Suardana,M.Si; ., Dr. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4012

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa Kelas X di SMA Katolik Santo Paulus Singaraja pada topik struktur atom dan faktor-faktor penyebabanya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dengan memberi skor pada setiap jawaban angket kemudian menghitung persentase terhadap jawaban sangat setuju dan setuju. Hasil penelitian menunjukkan: (1) beberapa kesulitan belajar siswa dalam mempelajari materi struktur atom, yaitu menentukan kelemahan dan kelebihan masing-masing model atom (88,7%), menganalisis percobaan Rutherford (86,7%), menuliskan lambang nuklida sebuah unsur (83,3%), percobaan sinar katoda (80%), membedakan antara model atom yang satu dengan yang lainnya (70%), menjelaskan masing-masing model atom (63,3%), mengelompokkan unsur-unsur ke dalam kelompok isotop, isobar, dan isoton (63,3%), menuliskan konfigurasi elektron dari ion (60%), menuliskan konfigurasi elektron unsur netral (56,7%) dan menjelaskan isotop, isobar, dan isoton (53,3%); (2) beberapa faktor penyebab kesulitan belajar siswa, yaitu karakteristik konsep yang bersifat abstrak (77,8%), kebiasaan siswa mengabaikan gambar (76,7%), kebiasaan belajar siswa untuk menghafal (73,3%), kurangnya media pembelajaran (66,7%), dan sumber belajar (53,3%)Kata Kunci : Kesulitan Belajar, Kesulitan Belajar Kimia, Struktur Atom This research was a descriptive research that aimed to analyze learning difficulties of students at grade X at SMA Katolik Santo Paulus Singaraja and its factors in learning atomic structure. The data were collected by using questionnaire and interview guide. The data were analyzed descriptively by giving scoring to each respond of students and calculating the percentage of students’ answers which were consisted of strongly agree and agree. The results of research showed: (1) several students’ difficulties, namely in explaining the weakness and strangeness of each atomic model (88.7%), analyzing Rutherford’s experiment (86.7%), writing nuclide symbols (83.3%), analyzing cathode ray tube experiment (80%), distinguishing among atomic models (70%), classifying elements into group of isotopes, isobars, and isotones (63.3%), explaining atomic models (63.3%), writing electron configuration of ionic (60%), writing electron configuration of neutral element (56.7%) and explaining isotopes, isobars, and isotones (53.3%); (2) several factors affecting learning difficulties of students, namely abstract concept (77.8%), learning habits for ignoring the picture (76.7%), learning habits for memorizing (73.3%), lack of learning media (66.7), and lack of learning resources (53.3%)keyword : Learning Difficulties, Chemistry Learning Difficulties, Atomic Structure
MODEL MENTAL SISWA TENTANG TERMOKIMIA Dewi, Komang Melina; Suja, I Wayan; Sastrawidana, I Dewa Ketut
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i2.21165

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan profil model mental dan faktor-faktor penyebab terbentuknya model mental alternatif siswa kelas XI tentang termokimia di SMA Negeri Bali Mandara. Penelitian ini menggunakan mixed methods jenis sekuensial. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pemberian tes hasil belajar dua tingkat, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan hubungan antara jawaban siswa dan argumentasinya dengan melibatkan tiga level kimia. Teknik analisis data hasil wawancara meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil model mental siswa kelas  XI tentang termokimia, meliputi 1,94 % model mental ilmiah dan 98,05% model mental alternatif, yang terdiri atas 28,19% miskonsepsi khusus dan 69,86% benar sebagian. Faktor-faktor penyebab terbentuknya model mental alternatif pada pikiran siswa, meliputi rendahnya minat belajar siswa, kurangnya pemahaman siswa tentang termokimia, kurangnya perhatian siswa ketika pembelajaran, metode mengajar yang diterapkan guru tidak mencankup tiga level kimia dan padatnya kegiatan sekolah.Kata-kata kunci : termokimia, model mental, model mental alternatif.AbstractThis research was aimed describe and explain the profile of the mental models and the factors that cause the formation of alternative mental models of class XI students about thermochemistry at Bali Mandara High School. This research uses a sequential type mixed methods. Data collection was carried out by observation, giving two-level learning outcomes tests, and interviews. Data analysis is carried out descriptively, based on the relationship between student answers and their arguments involving three chemical levels. The technique of analyzing data from interviews includes the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this research indicate that the profile of the mental model of class XI students about thermochemistry includes 1.94% of the scientific mental model and 98.05% of the alternative mental models, which consist of 28.19% special misconceptions and 69.86% are partly correct. Factors that cause the formation of alternative mental models on the minds of students, including the low interest in student learning, lack of student understanding of thermochemistry, lack of attention of students when learning, teaching methods applied by teachers do not cover three chemical levels and the density of school activities.Key words: thermochemistry, mental models, alternative mental models.
THE IDENTIFICATION OF LEARNING INTEREST IN CHEMISTRY OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENT AT SMA N 2 SINGARAJA ., Irene Jarut; ., Drs. I Nyoman Suardana,M.Si; ., Dr. Ida Bagus Nyoman Sudria,M.Sc
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3971

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi minat belajar siswa kelas X and XI SMA Negeri 2 Singaraja terhadap pelajaran kimia dan 2) mendeskripsikani faktor-faktor dominan yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas X dan XI terhadap pelajaran kimia. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 50 siswa kelas X dan 50 siswa kelas XI yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan inventori dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum minat belajar siswa kelas X and XI SMA N 2 Singaraja secara berurutan tergolong tinggi and cukup. Pada aspek maintain-value ketertarikan siswa kelas X dan XI terhadap pelajaran kimia tergolong sangat tinggi yang dominan dipengaruhi oleh faktor internal yakni tingginya kesadaran siswa akan pentingnya peranan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari. Pada aspek maintain-feeling ketertarikan siswa kelas X dan XI terhadap pelajaran kimia secara berurutan tergolong tinggi dan cukup. Hal ini dominan dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni bahan pelajaran dan faktor internal yakni motivasi dan kemampuan matematis siswa. Pada aspek triggered-SI ketertarikan siswa terhadap pelajaran kimia tergolong rendah. Hal ini dominan dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni guru dan bahan pelajaran yang meliputi aspek mikroskopis dan simbolik. Kata Kunci : minat, faktor eksternal, faktor internal The aims of this research were 1) to identify the learning interest in chemistry of student for grade X and XI and 2) to describe the dominant factors which influence the learning interest in chemistry of students at grade X and XI. This research was descriptive research. The sample was consisting of 50 students at grade X and 50 students at grade XI who were chosen by using random sampling method. The data of this research was collected by using inventory and interview with the data analysis used descriptive analysis. The result of this research showed that generally the learning interest in chemistry of students at grade X and XI respectively were high and enough. On maintain-value aspect, the learning interest in chemistry of students at grade X and XI were very high because was dominant caused by internal factor namely the awareness of the important of chemistry in daily life. In maintain-feeling, the learning interest in chemistry of students at grade X and XI respectively were high and enough because in dominant caused of both external dan internal factors. The external factor namely the content of subject while internal factor namely motivation and mathematical abilty. On triggered-SI aspect, the learning interest in chemistry of student at grade X and XI were low because in dominant came from external factor namely teacher and the content of subject. keyword : Interest, internal factor, and external factor.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING MELALUI PENALARAN DEDUKTIF PADA TOPIK LAJU REAKSI Ntelok, I. F.; Sudria, I. B. N.; Suja, I. W.
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i1.21182

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian dan pengembangan pendidikan (R&D) ini adalah untuk (1) mendeskripsikan spesifikasi perangkat pembelajaran dengan model problem solving dan penalaran deduktif pada topik laju reaksi, (2) mendeskripsikan validitas dan tingkat keterbacaan, dan (3) mengetahui keefektifan dari perangkat pembelajaran melalui uji coba pendahuluan. Penelitian dan pengembangan ini konsisten mengikuti prosedur Borg dan Gall (1989) yang terbatas pada tahap uji coba pendahuluan mampu mewujudkan perangkat pembelajaran saintifik dengan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi RPP, LKS, teks materi pelajaran, dan instrumen penilaian. Keseluruhan perangkat pembelajaran menyajikan materi dengan urutan pembelajaran yang sama, yakni sesuai dengan pendekatan saintifik yang diamanatkan oleh kurikulum 2013 dengan model pembelajaran problem solving melalui penalaran deduktif. Hasil validitas dan uji keterbacaan perangkat pembelajaran menunjukkan tingkat validitas yang memadai dan tingkat keterbacaan yang baik. Hasil uji coba pendahuluan di kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja menunjukkan perolehan belajar siswa yang signfikan yakni skor postest lebih tinggi dari skor pretest dan kualitas NGS yang tergolong sedang baik per indikator maupun keseluruhan, perkembangan skor kinerja proses 5 M siswa cenderung mengalami peningkatan serta adanya apresiasi/ respon yang baik dari siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran saintifik yang dikembangkan. Kata kunci: laju reaksi, model pembelajaran problem solving, penalaran deduktif, pendekatan saintifik, dan perangkat pembelajaran. ABSTRACT The aims of this educational research and development (R & D) were to (1) describe the specification scientific learning tools with problem solving learning model through deductive reasoning on topic reaction rate, (2) describe the validity and readability, and (3) determine the effectiveness of learning tools through preliminary field testing. This research and development consistent followed Borg and Gall (1989) model limited until preliminary field testing produce scientific learning tools effectively. Learning tools that were developed including lesson plan, student worksheet, learning material text, and assessment instruments. The whole of learning tools presented content with similar learning squncing, which is in appropriate with scientific approach instructed by 2013 curriculum with problem solving learning model through deductive reasoning. Validation result showed that learning tools had satisfy validity level. Learning tools also had satisfy readability level and can be comprehended by students. Preliminary field testing in class XI SMA Negeri 4 Singaraja showed a student learning outcomes that were significant namely the postest score higher than pretest score and NGS quality medium categorized on each indicator or overall, the score development of students’ performance processes 5M tended to increase and there was good appreciation / response from students in learning using the scientific learning tools which is developed.  Keywords: deductive reasoning, learning model, learning tool, problem solving model of teaching, reaction rate, and saintific approach.
PENGEMBANGAN COURSEWARE DIGITAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA TOPIK HIDROKARBON inayah, ita
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i1.9967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan courseware digital learning yang dapat meningkatkan kemampuan generik sains dan penguasaan konsep siswa pada topik hidrokarbon. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) ) yang terbatas hingga tahap studi pendahuluan. Studi pendahuluan tersebut meliputi studi literatur dan pengembangan produk awal. Pada tahap studi literatur dilakukan kajian terhadap berbagai courseware digital learning pada topik hidrokarbon yang telah tersedia. Sementara itu, berdasarkan hasil studi literatur, pada tahap pengembangan produk awal, dilakukan analisis, desain, produksi, validasi dan revisi produk. Penelitian ini menghasilkan suatu courseware materi hidrokarbon yang didesain untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dari courseware yang sudah ada sebelumnya khususnya pada topik hidrokarbon dalam sisi keinteraktifan. Sejumlah bentuk interaksi dapat dimunculkan melalui courseware seperti tutorial dan drill&practise. Siswa dimungkinkan untuk memberikan respon, menerima umpan balik, menerima koreksi, mempunyai kesempatan untuk perbaikan dan memperoleh penguatan yang memadai
ANALISIS PENGELOLAAN ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM PADA LABORATORIUM KIMIA DI SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING Shintya Dewi, Dewa Ayu Kadek Dian; Sastrawidana, Dewa Ketut; Wiratini, Ni Made
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v3i1.21162

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) pengelolaan alat dan bahan praktikum di SMA Negeri 1 Tampaksiring dilihat dari aspek perencaaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, inventarisasi, serta pemusnahan alat dan bahan yang rusak, dan (2) hambatan-hambatan yang dialami dalam mengelola alat dan bahan praktikum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengelolaan alat dan bahan praktikum pada laboratorium kimia belum dilaksanakan dengan optimal, khususnya pada aspek pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, inventarisasi, dan pemusnahan, (2) terdapat beberapa hambatan dalam mengelola alat dan bahan praktikum, yaitu a) pada proses pengadaan yaitu keterbatasan dana, b) pada penggunaan yaitu kondisi laboratorium yang digunakan sebagai ruangan kelas, kurangnya waktu, dan keterbatasan alat dan bahan praktikum, c) pada proses pemeliharaan dan inventarisasi yaitu waktu dan tenaga ahli, serta d) pada proses pemusnahan yaitu sulitnya mencari tempat untuk lubang pembuangan dan pemahaman guru yang kurang. Kata kunci: alat dan bahan praktikum, laboratorium kimia, pengelolaan. Abstract This research aimed to describe and explain (1) the management of practicum equipment and materials at SMA Negeri 1 Tampaksiring viewed from the aspects of planning, procuring, utilizing, maintaining, inventoring, and disposing of the broken practicum equipment and materials, and (2) the obstacles in managing practicum equipment and materials. This research was a qualitative research with a phenomenologyy approach. The research data was collected through observation, interviews, and documentation. The results of this research show that (1) the management of practicum equipment and materials has not been implemented optimally, especially in the aspects of procuring, utilizing, maintaining, inventoring, and disposing, (2) there are several obstacles in managing practicum equipment and materials, were a) in procuring prosses is funding, b) in utilizing prosses are laboratory conditions which is used as classroom, lack of time, and the limited practicum equipment and materials, c) in maintaining and inventoring prosses are lack of time and expertise, and d) in disposing prosses are the difficulty of finding a place for drainage holes and lack of understanding of teacher. Keywords: practicum equipment and materials, chemistry laboratory, management

Page 2 of 14 | Total Record : 133