cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha
ISSN : 26141086     EISSN : 25993380     DOI : -
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of chemistry education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Chemistry Education.
Articles 133 Documents
ANALISIS KUALITAS MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN PEDAGANG AYAM GORENG KAKI LIMA DI SINGARAJA ., Lilik Nur Indah Sari; ., Dra. Frieda Nurlita, M.Pd.; ., Dra. Siti Maryam, M.Kes
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4013

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kualitas minyak yang digunakan pedagang ayam goreng kaki lima di Singaraja dilihat dari warna, berat jenis, indeks bias (nD), bilangan peroksida, dan kadar asam lemak bebas (%FFA). Subjek penelitian ini adalah minyak goreng yang digunakan pedagang ayam goreng kaki lima. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 pedagang dan dilakukan 3 kali pengambilan. Objek penelitian adalah kualitas minyak goreng yang digunakan pedagang ayam goreng kaki lima di Singaraja yang dikaji dari aspek warna, berat jenis, indeks bias (nD), bilangan peroksida, dan kadar asam lemak bebas (%FFA). Penentuan indeks bias (nD) dengan menggunakan refraktometer Abbe, berat jenis dengan menggunakan Piknometer, dan sifat kimia yang terdiri dari penentuan bilangan peroksida, dan kadar asam lemak bebas (%FFA) melalui titrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak goreng yang digunakan pedagang ayam goreng kaki lima di Singaraja memiliki kualitas yang rendah dilihat dari warna, berat jenis, indeks bias (nD), bilangan peroksida, dan kadar asam lemak bebas (%FFA). Hal ini disebabkan karena minyak telah mengalami hidrolisis, oksidasi, penguraian akibat dari pemanasan dan penggorengan yang berulang kali, serta penambahan minyak baru tanpa membuang minyak yang sebelumnya. Kata Kunci : minyak goreng, pemanasan, kualitas minyak goreng This research is an exploratory research, which is aimed to describe about the quality of frying oil that has been used by fried chicken sellers in Singaraja focused on the color, density value, refractive index (nD), peroxide numbers, and Free Fatty Acid content (% FFA). The subjects used is frying oil fried chicken seller. Subjects in this research amounted 5 sellers and conducted 3 times retrieval The research object in this study is the quality of the frying oil fried chicken seller from the aspect of color, density value, refractive index (nD), peroxide numbers, and Free Fatty Acids content (% FFA). To determine of refractive index (nD) using Abbe refractometer and the determination of density value by using a pycnometer, while to determine the chemical properties, such as the determination of peroxide numbers, and Free Fatty Acid (%FFA) by titration. The results of the study shows that there is used frying oil that has been used by fried chicken sellers in Singaraja have seen the low quality of the color, density value, refractive index (nD), peroxide numbers, and free fatty acid content (% FFA) due to hydrolysis, oxidation, decomposition due to heating and repeated frying, as well as the addition of new oil without removing the previous oil.keyword : frying oil, heating, quality of frying oil.
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KIMIA DALAM PROGRAM FULL DAY SCHOOL Elyadi, I Ketut Bandem; Subagia, I Wayan; Maryam, Siti
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i1.21181

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pendekatan, metode, model pembelajaran, sumber belajar yang digunakan, dan distribusi waktu belajar siswa dalam program full day school di SMA Negeri Bali Mandara. Subjek dalam penelitian ini adalah RPP, penjadwalan pembelajaran kimia, guru, dan siswa. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, studi dokumen, dan wawancara. Data disajikan dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam program full day school di SMA Negeri Bali Mandara, yaitu pendekatan saintifik. (2)  Metode pembelajaran yang digunakan, yaitu tanya jawab, diskusi, presentasi, penugasan, dan praktikum. (3) Model pembelajaran yang digunakan, yaitu inkuiri terbimbing, discovery learning, dan problem based learning. (4) Sumber belajar yang digunakan, yaitu buku paket kimia, internet, video dan e-learning. (5) Waktu pembelajaran kimia dominan dialokasikan pada pagi hari. Implementasi pembelajaran kimia dalam program full day school belum berjalan sesuai dengan kurikulum 2013. Kata kunci: pembelajaran kimia, program full day school, SMA Negeri Bali Mandara.  ABSTRACT This research aimed to describe and explain the the approaches, methods, learning models, learning resources used, and the distribution of student learning time in the full day school program at Bali Mandara High School. The subjects in this study were lesson plans, scheduling of learning chemistry, teachers, and students. The methods used in data collection are observation, document study, and interview. Data presented with descriptive qualitative. The results of this study are as follows. (1) The learning approach used in the full day school program at Bali Mandara State High School is a scientific approach. (2) Learning methods used, namely question and answer, discussion, presentation, assignment, and practicum. (3) The learning model used, namely guided inquiry, discovery learning, and problem based learning. (4) Learning resources used, namely chemistry textbooks, the internet, video and e-learning. (5) The dominant chemical learning time is allocated in the morning. The implementation of chemistry learning in the full day school program has not run according to the 2013 curriculum. Keywords: chemistry learning, full day school program, Bali Mandara High School.
EQUIPMENTS AND MATERIALS MANAGEMENT OF CHEMISTRY LABORATORY AT SMAN 1 SERIRIT ., I Gusti Ayu Ari Laksmi; ., Drs. I Gusti Lanang Wiratma,M.Si; ., Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan pengelolaan alat dan bahan praktikum dilihat dari aspek perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pemusnahan barang aus atau habis pakai, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh sekolah, serta (3) mendeskripsikan dan menjelaskan solusi yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif tipe studi kasus. Subjek yang terlibat dalam penelitan ini adalah guru kimia, laboran, ketua laboratorium, kepala sekolah, serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan sarana-prasarana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, observasi, kuisioner, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengelolaan alat dan bahan praktikum belum dilakukan dengan baik, khususnya pada proses pemanfaatan, pemeliharaan, dan pemusnahan, (2) masalah yang dihadapi oleh sekolah dalam pengelolaan adalah dana terbatas, kondisi lab yang digunakan sebagai ruang kelas dan kurang mendukung kegiatan pemeliharaan alat dan bahan praktikum, serta ketiadaan tempat pemusnahan, (3) solusi yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi masalah yang dihadapi adalah mengalokasikan dana BOS (Biaya Operational Sekolah), merencanakan perbaikan lab, dan menunda proses pemusnahan dengan menyimpan barang yang rusak. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat dan bahan praktikum belum terkelola secara optimal.Kata Kunci : pengelolaan, laboratorium, alat dan bahan praktikum This research aimed to (1) describe and explain the management of lab equipments and materials including planning, procuring, utilizing, maintaining as well as disposing of lab waste, (2) describe and explain the problems faced by school, and (3) describe and explain the solutions taken by school to overcome the problems. This research was a qualitative research in form of case study. Subjects involved in this research were chemistry teachers, laboratory assistant, head of the laboratory, school principal, vice school principal of curriculum, and infrastructure. Data collection techniques used were study of document, observation, questionnaire, and interview. Data were analyzed as descriptive interpretive by using triangulation of methods and sources. The results of this research revealed that (1) the management of lab equipments and materials was not well conducted, especially the utilization, maintenance, and disposal processes, (2) the problems faced by school were limited of funding, lab conditions which used as classroom and which not support the maintenance of equipments and materials, as well as the absence of place for disposal, (3) the solutions taken by school to overcome the problems were allocating the BOS (Biaya Operasional Sekolah) funding, planning in repairing the lab, and delaying the process of disposal. Based on these findings, it can be concluded that chemistry lab equipments and materials were not managed optimally.keyword : management, laboratory, lab equipment and material
MODEL MENTAL SISWA PADA SUBPOKOK BAHASAN PERUBAHAN MATERI Diantari, Putu Eka Sukma; Suja, I Wayan; Sastrawidana, I Dewa Ketut
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i2.21168

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan profil model mental siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terbentuknya model mental alternatif siswa pada subpokok bahasan perubahan materi di SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods jenis sekuensial. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pemberian tes diagnostik dua tingkat (two-tier), dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan profil model mental siswa kelas VII pada subpokok bahasan perubahan materi 5,30% tergolong model mental ilmiah, serta 92,38% mengalami model mental alternatif, yang meliputi 69,81% memiliki model mental benar sebagian dan 22,57% memiliki model mental miskonsepsi khusus. Sedangkan sisanya, sebanyak 2,32% tidak memberikan tanggapan. Faktor penyebab terbentuknya model mental alternatif pada pikiran siswa, meliputi minat dan motivasi belajar siswa rendah, pemaknaan konsep-konsep perubahan materi rendah, pemahaman konsep pendukung terkait perubahan materi rendah, pemahaman terhadap ketiga level kimia (level makroskopis, level submikroskopis, dan level simbolik) beserta interkoneksinya rendah, buku teks (paket) yang digunakan kurang lengkap, dan strategi mengajar yang diterapkan oleh guru tidak tepat.Kata-kata kunci: perubahan materi, model mental, model mental alternatif.AbstractThis research was aimed to describe and explain the profile of mental model students and identify the factors that cause the formation of an alternative mental model students on the subject of material changes at SMP Negeri 2 Singaraja. This research is a mix methods approach, type sequential. Data collection was carried out by observation, giving two-tier diagnostic tests, and interviews. The results showed the profile of mental class VII grade students on the  subject of  material change 5.30% classified as a scientific mental model, and 92.38% experienced an alternative mental model, which included 69.81% having a partially correct mental model and 22.57% having special mental misconception models. While the rest, as much as 2.32% did not give a response. Factors that cause the formation of alternative mental models on students minds, including low interest and student learning motivation, meaning concepts of low material change, understanding of supporting concepts related to low material changes, understanding of all three chemical levels (macroscopic level, submicroscopic level, and symbolic level) along with the low interconnection, the textbook (package) used is incomplete, and the teaching strategy applied by the teacher is not appropriate.Keywords: change materials, mental model, alternative mental model
ISOTERM ADSORPSI Cu2+ OLEH BIOMASSA RUMPUT LAUT Eucheuma Spinosum ., I Dewa Gede Dwi Prabhasastra Kusuma; ., Ni Made Wiratini, S.Pd.; ., Drs. I Gusti Lanang Wiratma,M.Si
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola isoterm adsorpsi Cu2+ oleh biomassa rumput laut Eucheuma spinosum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan variabel konsentrasi. Dalam penelitian ini digunakan 50 mL larutan Cu2+ yang divariasikan konsentrasinya yaitu 1, 10, 50, 100, dan 200 ppm. Pada saat dikontakkan dengan biomassa rumput laut Eucheuma spinosum, kondisi adsorpsi dikondisikan pada kondisi pH dan waktu kontak optimum yaitu pada pH 2,13 dan waktu kontak selama 60 menit. Pengujian konsentrasi Cu2+ setelah adsorpsi atau filtrat dilakukan dengan menggunakan AAS Varian SpectrAA-30. Data konsentrasi filtrat digunakan untuk memperoleh data massa Cu2+ yang teradsorpsi per gram adsorben, sehingga dengan diperolehnya data massa Cu2+ yang teradsorpsi per gram adsorben dan data konsentrasi pada saat setimbang maka dapat diperoleh isoterm adsorpsi ion Cu2+ oleh biomassa Eucheuma spinosum. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini, adsorpsi ion Cu2+ oleh biomassa rumput laut Eucheuma spinosum sesuai dengan isoterm adsorpsi Freundlich dengan nilai Kf sebesar 6,949 dan nilai 1/n sebesar 0,7956.Kata Kunci : isoterm adsorpsi Freundlich, biomassa Eucheuma spinosum, ion Cu2+ This research aims to determine the isothermal adsorption of Cu2+ ion by seaweeds Eucheuma spinosum. It was conducted by using an independent variable namely concentration. This research used 50 mL of Cu2+ solution which had variance concentrations such as, 1, 10, 50, 100, and 200 ppm, then contacted with Eucheuma spinosium in optimum pH about 2 and optimum time about 60. Examining of filtrate concentration was conducted by using Varian AAS SpectrAA-30, and then the data of concentration of Cu2+ which were not adsorbed could be obtained. This data was used for obtaining the mass of Cu2+ ion which was absorbed for each gram of sample, and then the isothermal adsorption of Cu2+ ion by Eucheuma spinosium. This research proved that isothermal adsorption of Cu2+ ion by Eucheuma spinosium was suitable with Freundlich isothermal adsorption, and the Kf value was 6,949 and the 1/n value was 0,7956.keyword : Freundlich isotherm adsorption, Eucheuma spinosum biomass, Cu2+ ions
ANALISIS KESAPAN BELAJAR SISWA KELAS X MIPA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA Ferdian, Ahmad; Maryam, Siti; Selamat, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i1.21177

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kesiapan belajar siswa kelas X MIPA ditinjau dari aspek kesiapan fisik, materiil, psikis, dan kognitif dalam pembelajaran kimia di SMA Negeri 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri 4 Singaraja yang berjumlah 188 orang. Objek dalam penelitian ini adalah kesiapan belajar siswa yang ditinjau dari aspek kesiapan fisik, materiil, psikis, dan kognitif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini di antaranya observasi, pemberian angket, pemberian pretest, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan belajar siswa kelas X MIPA SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 secara umum dalam kategori cukup, yang mana untuk kesiapan belajar siswa dari aspek kesiapan fisik dan materiil termasuk dalam kategori baik, kesiapan belajar siswa dari aspek kesiapan psikis termasuk dalam kategori cukup, dan kesiapan belajar dari aspek kognitif termasuk dalam kategori cukup. Kata kunci: kesiapan belajar, pembelajaran kimia, SMA Negeri 4 Singaraja ABSTRACT This research aims to describe and explain students’ learning readiness of 10th grade mathematic and science in term of aspects physical, material, psychological, and cognitive readiness in learning chemistry at SMA Negeri 4 Singaraja. The type of research was phenomenology using a qualitative approach. The subjects in this reseach were all students’ of 10th grade matematic and science SMA Negeri 4 Singaraja which amounted to 188 people. The object in this reseach was student learning readiness in term of aspects physical, material, psychological, and cognitive readiness. Data collection methods used were observation, questionnaire, giving pretest, and interviews. Data obtained were analyzed using interpretative descriptive technique. The results of this reseach show that the students’ learning readiness of 10th grade mathematic and science SMA Negeri 4 Singaraja for academic year 2018/2019 in general is sufficient category, which for students’ learning readiness from aspects of physical and material readiness was included in the good category, student readiness from aspects of psychological readiness included in sufficient categories, and readiness to learn from cognitive aspects is included in the sufficient category. Keywords: chemistry learning, learning readiness, SMA Negeri 4 Singaraja
PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL DARI LIMBAH PLASTIK POLYPROPHYLENE (PP) DAN TANGKAI BAMBU ., Ida Ayu Putu Wida Septiari; ., Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc; ., Drs.Ngadiran Kartowasono, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.4027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi dan tekanan papan partikel terbaik dilihat dari daya serap air minimum dan kuat tekan maksimumnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 2 variabel bebas yaitu komposisi dan tekanan. Eksperimen pertama, papan partikel dibuat dengan cara plastik polyprophylene dilarutkan dalam xylene dan dipanaskan pada suhu 170°C. Kemudian matrik plastik dicampurkan dengan serbuk tangkai bambu tali sebagai filler hingga homogen dengan komposisi filler berbanding matrik yang digunakan adalah 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, dan 50%:50%. Selanjutnya campuran yang homogen dicetak pada tekanan 25 kgf/cm2 selama 1 jam. Papan partikel yang dihasilkan dikeringkan kemudian diuji kuat tekan dan daya serap air. Komposisi cetakan papan partikel yang daya serap airnya minimum dan kuat tekannya maksimum digunakan untuk eksperimen kedua. Eksperimen kedua, papan partikel dibuat menggunakan  perbandingan komposisi filler dan matrik yang terbaik dengan variasi tekanan pada saat pencetakan yaitu berturut-turut 15 kgf/cm2, 20 kgf/cm2, 25 kgf/cm2, 30 kgf/cm2, dan 35 kgf/cm2 masing-masing selama 1 jam. Hasil penelitian eksperimen pertama yaitu daya serap air 14,34% dan kuat tekan 671 kgf/cm2 dan pada eksperimen kedua yaitu tekanan terbaik saat proses pencetakan papan partikel yaitu 35 kgf/cm2 dengan nilai daya serap air 6,93% dan nilai kuat tekan 878 kgf/cm2. Hasil penelitian dari papan partikel yang terbuat dari plastik PP dan serbuk tangkai bambu tali mempunyai nilai daya serap air dan nilai kuat tekan yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2105-2006.Kata Kunci : papan partikel, polyprophylene, tangkai bambu, daya serap air, kuat tekan The aim of the study was to determine the best composition and pressure conditions in making particle board for having minimum water absorption and maximum compressive strength properties. The study used two independent variables, there were composition and pressure. Firstly experiment, polyprophylene plastic were dissolved in a xylene and heated at the temperature of 170°C. Then, the plastic matrix was mixed with bamboo stalks rope as filler until homogeneous in certain compositions 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, and 50%:50%. Finally, the homogeneous mixtures were pressure of 25 kgf/cm2 for 1 hour. The results were dried particle board then tested compressive strength and water absorption. The composition of particle board that the minimum water absorption and maximum compressive strength was used for the second experiment. The second experiment, particle board were made by using the best comparison filler and matrix composition with the variation of pressure at the time of printing the consecutive 15kgf/cm2, 20kgf/cm2, 25kgf/cm2, 30kgf/cm2, and 35kgf/cm2 each for 1 hour. The results of the first experiment of water absorption 14,34% and compressive strength 671 kgf/cm2 and in the second experiment pressure data obtained during the process of mold that is particle board 35 kgf/cm2 with water absorption 6,93% and 878 kgf/cm2 compressive strength. Results show that the particle board made of plastic PP rope and bamboo stalk powder has a value of water absorption and compressive strength fulfilling the requirement of SNI 03-2105-2006.keyword : particle board, polyprophylene, stalk of bamboo, water absorption, compressive
THE MODEL OF CONCEPTUAL CHANGE IN LEARNING CHEMISTRY ., Ni Kadek Ningsih Handayani; ., Dr. I Wayan Redhana,M.Si; ., Drs.Ngadiran Kartowasono, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan model perubahan konseptual pada pembelajaran kimia di SMA Negeri 1 Singaraja ditinjau dari karakteristik suatu konsepsi baru, yaitu necessity, intelligibility, plausibility, dan fruitfulness. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif tipe studi kasus. Subjek penelitan ini adalah guru kimia, siswa kelas XI IA, dan pembelajaran di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, pembuatan transkripsi pembelajaran, dan pengelompokan masalah-masalah mengajar guru ke dalam komponen model perubahan konseptual. Data dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah mengajar guru yang berkaitan dengan necessity adalah guru menyajikan materi tidak lengkap. Masalah mengajar guru yang berkaitan dengan intelligibility adalah guru sering mengajukan pertanyaan beruntun, memberikan pertanyaan dijawab oleh guru sendiri, memberikan informasi tidak lengkap, memberikan informasi salah, memberikan informasi tidak jelas, menyajikan soal yang salah ketik, membuat analogi tidak jelas, dan tidak meminta alasan siswa. Masalah mengajar guru yang berkaitan dengan plausibility adalah guru kurang menekankan pentingnya konteks dan mengabaikan konsepsi alternatif siswa. Masalah mengajar guru yang berkaitan dengan fruitfulness adalah guru kurang memberikan masalah-masalah kompleks yang berkaitan dengan aplikasi konsep larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci : model perubahan konseptual, miskonsepsi, larutan penyangga This study is aimed to describe and explain the model of conceptual change in learning chemistry at SMAN 1 Singaraja in terms of the characteristics of a new concept, namely necessity, intelligibility, plausibility, and fruitfulness. This study was a qualitative research in form of case study. The subjects of the study were chemistry teachers, students, and learning process in the classroom. Data were collected by doing classroom observation. The transcription data was created and ploblems were grouped into the conceptual change model. Data were analyzed descriptively and they were triangulated. The result shows that the teachers’ teaching problem related to the necessity is the incomplete subject information. The teaching problems related to the intelligibility include asking streak questions frequently, giving the question answered by the teachers themselves, giving some incomplete and false information, providing ambiguous information, presenting misspelled items, making vague analogy, and asking for no reason of students’ answer. The teaching problems related to the plausibility are less emphasizing the importance of context and ignoring of students’ alternative conceptions. The teachers problem related to the fruitfulness is not providing complex issues associated to the application of buffer solution concept in daily life.keyword : conceptual change, misconceptions, buffer solution
UJI KEPRAKTISAN LEMBAR KERJA SISWA YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Megananda, Ayu Sayu Mas; Wiratma, I Gusti Lanang; Sastrawidana, I Dewa Ketut
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i1.21178

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kepraktisan LKS pada pembelajaran kimia pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit yang menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu: (1) pengumpulan data; (2) desain produk; (3) validasi desain; (4) revisi desain (5) uji coba produk; dan (6) revisi produk. Validitas LKS melibatkat dua ahli isi, satu ahli bahasa, dan dua praktisi. Uji coba produk dilakukan dengan uji coba lapangan terbatas yang melibatkan sembilan siswa kelas XI SMAN 1 Kuta Selatan. Hasil uji kepraktisan diperoleh bahwa siswa memberikan respon positif terhadap LKS menggunakan pendekatan saintifik Kata kunci: lembar kerja siswa, pendekatan saintifik, larutan elektrolit dan nonelektrolit. Abstract This study was conducted aimed at describing and explaining the practicality of LKS in learning the subject chemistry of electrolyte and non-electrolyte solutions that use a scientific approach. This research is a development research carried out in several stages, namely: (1) data collection; (2) product design; (3) design validation; (4) design revisions (5)  product trials; and (6) product revisions. The validity of the LKS involved two content experts, one linguist, and two practitioners. The product trial was conducted with a limited field trial involving nine students of class XI SMAN 1 Kuta Selatan. The practicality test results obtained that students gave a positive response to the LKS using a scientific approach Keywords:    student worksheets, scientific approach, electrolyte solutions and nonelectrolytes.
THE EFFECT OF DAILY JOURNAL TOWARDS STUDENTS' ACHIEVEMENT IN LEARNING CHEMISTRY AT SENIOR HIGH SCHOOL ., Gusti Ngurah Putu Eka Putra; ., Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph; ., Dra. Suheimi Sya`Ban, M.Pd
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh jurnal harian terhadap prestasi siswa dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain non-equivalent pretest-posttest control group. Dalam penelitian ini, siswa kelas sepuluh minat sains (X MS) SMA Negeri 1 Ubud tahun ajaran 2013/2014 dipilih sebagai populasi penelitian. Selanjutnya, dua kelas X MS3 dan X MS2 dipilih secara acak sebagai sampel penelitian yang terdiri dari 44 siswa dalam setiap kelas. Selain itu, dua kelas tersebut kembali dipilih secara acak menjadi kelompok eksperimen dan kelompok control secara berurutan. Siswa kelompok eksperimen diminta untuk menulis jurnal harian pada akhir pelajaran sedangkan siswa kelompok kontrol hanya diminta untuk membuat kesimpulan atau diskusi secara lisan tentang pelajaran. Nilai rata-rata prestasi siswa dianalisis dengan menggunakan analisis kovariat (ANCOVA) pada nilai signifikan 5%. Analisis dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang menulis jurnal harian dan siswa yang tidak menulis jurnal harian. Nilai rata-rata prestasi siswa adalah 84 dan 74, secara berurutan untuk kelompok eksperimen dan kontrol yang berarti prestasi siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dari prestasi siswa kelompok kontrol.Kata Kunci : jurnal harian, prestasi siswa, pembelajaran kimia This research aimed to investigate the effect of daily journal toward students’ achievement in learning chemistry. This research belonged to quasi experiment using non-equivalent pretest-posttest control group design. In this research, the tenth grades of science class students (X MS) of SMA Negeri 1 Ubud in academic year 2013/2014 were chosen as the research population. Moreover, two classes of X MS3 and X MS2 were selected randomly as the research sample consisted of 44 students in each class. Furthermore, these two classes were re-randomly selected became experimental and control group, respectively. The students in experimental group was asked to write daily journal at the end of the lesson meanwhile the students in control group was only asked to make conclusion or share their idea orally about the lesson. The mean scores of students’ achievement were analyzed by using analysis of covariance (ANCOVA) at significant value of 5%. The analysis was done by using SPSS 16.0 for windows. The result showed that there is significant different between students who wrote daily journal and students who did not write daily journal. The mean score of students’ achievement was 84 and 74, respectively for experimental and control group which means the students’ achievement in experimental group was higher than students’ achievement in control group.keyword : daily journal, students’achievement, chemistry learning

Page 3 of 14 | Total Record : 133