cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015):" : 45 Documents clear
PENERAPAN PKP BERBANTUAN SIMULASI KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN SISWA SMUN I SINGARAJA TERHADAP KONSEP FISIKA Suswandi, Iwan
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.236

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar fisika, penguasaan konsep, keterampilan proses, dan hasil belajar siswa dengan menerapkan PKP berbantuan simulasi komputer dalam pembelajaran fisika. Penelitian tindakan ini dilakukan pada tahun ajaran 2003/2004 di SMUN I Singaraja dengan melibatkan 41 orang siswa di kelas I-5, dan 40 orang di kelas II-4. Data penelitian dikumpulkan dengan tes penguasaan konsep, tes hasil belajar, angket minat belajar fisika, pedoman observasi, dan angket respons siswa. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, rerata penurunan proporsi jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi di kelas I-5 mencapai 48,5%; rerata minat belajar siswa mencapai 78,1; rerata hasil belajar 6,48; tingkat keterampilan proses siswa 6,7. Sementara itu, penurunan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi di kelas II-4 sebesar 46,0%; rerata minat belajar siswa mencapai 80,3; rerata hasil belajar 66,9; tingkat keterampilan proses 7,2. Pada siklus II, diperoleh penurunan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi di kelas I-5 sebesar 64,1%; rerata minat belajar siswa mencapai 79,8; rerata hasil belajar 7,28; tingkat keterampilan proses siswa 7,1. Di lain pihak, penurunan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi di kelas II-4 sebesar 66,8%; rerata minat belajar siswa mencapai 82,1; rerata hasil belajar 78,4; tingkat keterampilan proses 7,9. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa memiliki respons positif terhadap pembelajaran.   Kata-kata kunci: PKP berbantuan simulasi komputer, miskonsepsi, minat, hasil belajar, keterampilan proses, respons.  
ANALISIS KUALITATIF KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMAN 1 SINGARAJA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA ., Ni Kadek Fitria; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis siswa yang ditinjau dari indikator mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan melakukan evaluasi, dan 2) mendeskripsikan upaya dan hambatan guru dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa responden dari kelas X MIPA 3 SMAN 1 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 dan guru fisika. Data pada penelitian ini berupa hasil tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, observasi, dan dokumen terkait kemampuan berpikir kritis. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti dan dibantu dengan instrumen tes untuk mengkategorikan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian sebagai berikut. 1) Profil kemampuan berpikir kritis siswa tidak merata, dimana kemampuan mengidentifikasi masalah berkategori rendah, kemampuan merumuskan hipotesis, menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan melakukan evaluasi berkategori sedang. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa adalah diri siswa itu sendiri, pengetahuan dan pengalaman awal siswa, minat siswa terhadap pelajaran, sumber belajar, dan guru fisika. 3) Guru melakukan berbagai upaya dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswanya, baik dengan menggunakan model pembelajaran inovatif, media, assessment/evaluasi, dan perhatian terhadap siswa. 4) Guru mengalami hambatan berupa kurang responsifnya siswa saat pembelajaran, minat siswa terhadap materi pelajaran yang berbeda-beda, dan jam pelajaran yang terbatas.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, pembelajaran fisika This study aimed at 1) describing the profile of critical thinking skills of students in indicators to identify problems, formulate hypotheses, analyze problems, drawing conclusions, evaluation, and 2) describing the efforts and obtacles of teachers in optimizing students' critical thinking skills in learning physics. The design of this study is a qualitative research. The subjects were students of class X MIPA 3 SMAN 1 Singaraja school year 2014/2015 and physics teacher. The data in this study were obtained by tes results, interviews, observations, and documents related to critical thinking skills. Instruments in this study are researchers and test to categorize the students' critical thinking skills. The results of the study as follow 1) Profile of students' critical thinking skills is uneven, where the ability to identify problems has low category, the ability to formulate hypotheses, analyze problems, drawing conclusions, evaluation has medium category. 2) Factors that influence students' critical thinking skills is the student’s own self, prior knowledge and experience of the students, students' interest towards learning, learning resources, and physics teacher. 3) Teachers make efforts to optimize students' critical thinking skills, either by using innovative learning model, media, assessment/evaluation, and attention to the students. 4) Teachers have obstacles such as lack of responsiveness of the students when learning, student interest in the subject matter is different, and limited time of lessons.keyword : critical thinkng ability, physics learning
Tindak Guru dalam Pembelajaran Fisika sebagai Upaya Pengembangan Efikasi Diri dan Regulasi Diri Siswa ., I Wayan Setiawan; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Dr. A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika,M.P
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5662

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak guru dalam pembelajaran fisika sebagai upaya pengembangan efikasi diri dan regulasi diri siswa. Tindak guru yang diamati meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang dilakukan oleh guru fisika di SMA Negeri 1 Kubu Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data yang dipaparkan berupa deskripsi nyata temuan peneliti terhadap tindak guru fisika dan siswa di SMA Negeri 1 Kubu. Jumlah guru fisika yang diteliti sebanyak 2 orang yang terdiri dari 1 orang guru yang mengajar di kelas X dan 1 orang guru yang mengajar di kelas XI. Jumlah siswa yang diteliti sebanyak 12 orang yang terdiri dari 6 orang siswa kelas X dan 6 orang siswa kelas XI. Data diambil melalui proses observasi, wawancara, serta kajian dokumen-dokumen yang terkait dengan permasalahan penelitian. Analisis dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan alur kerja reduksi, paparan, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah (1) tindak guru dalam pembelajaran fisika sudah menunjukkan adanya upaya untuk mengembangkan efikasi diri dan regulasi diri siswa, dan (2) keterampilan efikasi diri dan regulasi diri siswa dalam pembelajaran fisika sudah cukup baik.Kata Kunci : tindak guru dalam pembelajaran fisika, efikasi diri, regulasi diri This study aimed at describing the teacher action in physics learning development as efforts to develop self-efficacy and self-regulation of students. The observed teacher action included planning, implementation, and assessment conducted by the physics teacher at SMAN 1 Kubu Karangasem. The kind of this research was a qualitative research. The main instrument in this study was the researcher itself. The presented data was in form of a real description from the researcher’s findings towards the physics teacher’s action and the students in SMA Negeri 1 Kubu. The number of physics’ teacher observed were 2 people which consisted of one teacher who taught in class X and one teacher who taught in class XI. The number of student observed were 12 people which consisted of 6 students from class X and 6 students from class XI. Data were obtained through the process of observation, interview, and review of the documents which related to the research problems. Analysis was performed during and after the data collection with following the steps of reduction, exposure, and verification data. The results of this study are (1) the teacher actions in physics learning have shown their efforts to develop self-efficacy and self-regulation of the students, and (2) the skills of self-efficacy and self-regulation of students in physics is good enough.keyword : acts of teacher in physics learning, self-efficacy, self-regulation
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA SMP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Made Lioni Garbriana; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6364

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar, (2) menganalisis pengaruh kreativitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar, dan (3) menganalisis pengaruh motivasi belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian ini terdiri dari 1331 siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proporsional random sampling berjumlah 298 siswa. Data motivasi belajar dan data kreativitas belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan masing-masing koefisien reliabilitas 0,82 dan 0,78. Data hasil belajar IPA diperoleh dengan menggunakan hasil tes yang mencakup materi “Besaran dan Satuan, serta Suhu dan Pengukurannya” dengan koefisien reliabilitas 0,84. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik analisis regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 8,928; p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 1,43%; (2) terdapat pengaruh positif kreativitas belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 9,962, p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 2,07%, dan (3) terdapat pengaruh yang yang positif antara motivasi belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPA siswa di kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Banjar (F = 5,373, p < 0,05) dan sumbangan efektif sebesar 3,5%. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Kreativitas Belajar dan Hasil Belajar IPA. This study aimed at (1) analyzing the effect of learning motivation towards the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District, (2) analyzing the effect of learning creativity towards the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District, and (3) analyzing the effect of motivation and creativity in learning altogether toward the science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District. This study was designed as co-relational ex-post facto. 1331 students of seventh grade of all junior high schools in Banjar Sub-District were the population of this study, and the sample taken by using proportional random sampling were 298 students. Data of students’ motivation and creativity in learning were obtained by using questionnaires in which the coefficient reliability of each questionnaire were 0.82 and 0.78. Data of students’ science learning achievement were obtained through the test which covered the material of “Quantities & Units”, and also “Temperature and its measurement” as well with the coefficient of reliability 0.84. Techniques used to analyze data were descriptive technique, simple linear regression technique, and double regression with two predictor technique. The results of this study shows that (1) there is a positive effect of learning motivation towards science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 8.928; p < 0.05) and the effective contribution is 1.43%; (2) there is a positive effect of learning creativity in towards science learning achievement of seventh grade students of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 9.962, p < 0.05) and the effective contribution is 2.07%; (3) there is a positive effect between learning motivation and learning creativity altogether toward science learning achievement of seventh of all junior high schools in Banjar Sub-District (F = 5.373, p < 0.05) and the effective contribution was 3.5%. keyword : learning motivation, learning creativity, science learning achievement.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK, KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR IPA DI SMP NEGERI 4 TEJAKULA ., Ngurah Sadhu Gunawan; ., Dr. A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika,M.P; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5269

Abstract

Penelitian korelasi ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula; (2) mendeskripsikan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula; dan (3) mendeskripsikan hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Tejakula yang berjumlah 170 orang dari 285 orang dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis korelasi product moment dan analisis korelasi ganda. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula dengan koefisien korelasi sebesar 0,408 yang menunjukkan hubungan yang cukup kuat; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula dengan koefisien korelasi sebesar 0,404 yang menunjukkan hubungan yang cukup kuat; (3) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar IPA di SMP Negeri 4 Tejakula dengan koefisien korelasi sebesar 0,475 yang menunjukkan hubungan yang cukup kuat.Kata Kunci : persepsi siswa, kompetensi pedagogik guru, kompetensi profesional guru, prestasi belajar IPA This correlation study aimed at (1) describing the relation between the student’s perception about teacher’s pedagogic competency and the student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula; (2) describing the relation between student’s perception about teacher’s professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula; (2) describing the relation between student’s perception about teacher’s professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula; (3) describing the relation between student’s perception about teacher’s pedagogic and professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula. Sample at this study which was proportional random sampling technique was 170 at 285 student’s of grade VIII at SMP Negeri 4 Tejakula. Data were collection by using questionnaire and test methods. Data were analyzed by using descriptive analysis, correlation product moment analysis, and multiple correlation analysis. The result of this study shows that (1) there is a significant relation between student’s perception about teacher’s pedagogic competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula, with its correlation coefficient is 0,408; (2) there is a significant relation between student’s perception about teacher’s professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula, with its correlation coefficient is 0,404; (3) there is a significant relation between student’s perception about teacher’s pedagogic and professional competency and student’s Science achievement in SMP Negeri 4 Tejakula, with its correlation coefficient is 0,475. All of them indicated to be a fair in correlation.keyword : student’s perception, teacher’s pedagogic competence, teacher’s professional competency, Science learning achievement
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA TERHADAP MATERI KALOR DI KELAS X-3 SMAN 1 SAWAN SERTA CARA MENANGGULANGINYA ., Komang Ayu Cintya Dewi; ., Dr. A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika,M.P; ., Luh Putu Budi Yasmini, S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5601

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep dan terjadinya miskonsepsi pada siswa disebabkan karena kurangnya perlakuan atau tindak lanjut dalam proses pembelajaran dalam memperbaiki miskonsepsi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan miskonsepsi pada siswa, (2) mendiskripsikan penyebab miskonsepsi pada siswa, (3) mendiskripsikan upaya penanggulangan miskonsepsi pada siswa, dan (4) mendiskripsikan retensi miskonsepsi pada siswa kelas X-3 SMAN 1 Sawan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas X-3 SMAN 1 Sawan tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 21 orang. Data miskonsepsi dikumpulkan melalui tes diagnostik berbantuan CRI (Certainty of Response Index). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) ditemukan beberapa miskonsepsi siswa tentang kalor; (2) miskonsepsi siswa disebabkan oleh konsep awal siswa, intuisi siswa yang salah, pengalaman siswa yang keliru, rendahnya kemampuan dan minat belajar siswa, serta metode mengajar yang digunakan guru; (3) metode yang digunakan untuk menanggulangi miskonsepsi diantaranya metode percobaan/eksperimen, metode demonstrasi, metode simulasi komputer, metode diskusi kelompok, dan metode tanya jawab; (4) ditemukan beberapa miskonsepsi siswa yang bersifat resisten. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini terbukti mampu menurunkan miskonsepsi pada siswa.Kata Kunci : miskonsepsi, pemahaman konsep, dan retensi Poor concepts understanding and misconceptions in students were due to lack of treatment or follow-up in the learning process in improving student misconceptions. This study aimed at (1) describing the misconceptions in students, (2) describing the cause of misconceptions in students, (3) describing the response to misconceptions in students, and (4) describing the retention of misconceptions in class X-3 of SMAN 1 Sawan. This research used descriptive method with the research subjects were 21 class X-3 students of SMAN 1 Sawan in academic year 2014/2015. Data of misconceptions were collected by a CRI (Certainty of Response Index) assisted diagnostic test misconceptions. Data were analyzed descriptively. The results show that (1) found some misconceptions students about heat; (2) the student misconceptions are caused by the initial concept of the student, the students’ wrong intuition, the students’ wrong experience, poor the ability and interest learning of students, and the teaching methods used by teachers; (3) the methods used to eliminate misconceptions are experimental methods, demonstrations method, computer simulation, group discussions method, and question and answer method; (4) found some misconceptions students which are resistant. Learning methods used in this study are proved to reduce misconceptions in students.keyword : misconceptions, conceptual understanding, and retention
EVALUASI TINDAK GURU FISIKA DALAM PENGIMPLEMENTASIAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA KELAS XI PROGRAM MIPA DI SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Luh Yuliasri Sukareni; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5943

Abstract

Evaluasi tindak guru dilakukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan pembelajaran dan kendala yang dihadapi guru dalam pengimplementasian pendekatan scientific. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan kegiatan pembelajaran oleh guru fisika dalam menerapkan pendekatan scientific pada Kelas XI Program MIPA di SMA Negeri 3 Singaraja. Penelitian evaluasi tindak guru adalah jenis penelitian evaluatif. Subjek penelitian adalah 2 orang guru fisika beserta seluruh siswanya pada Kelas XI Program MIPA di SMA Negeri 3 Singaraja. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian evaluasi tindak guru fisika dalam pengimplementasian pendekatan scientific berdasarkan atas 6 Standar Nasional Pendidikan. Jenis evaluasi yang dilakukan merupakan evaluasi formatif dan sumatif dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Evaluasi context mengacu pada standar isi dan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Evaluasi input mengacu pada standar proses ditinjau dari perencanaan pembelajaran dan standar sarana dan prasarana. Evaluasi process mengacu pada standar proses ditinjau dari pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Evaluasi product mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar penilaian pendidikan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi dengan instrumen APKG I, APKG II, IPKG, angket tanggapan guru dan siswa terhadap pembelajaran fisika, serta menggunakan metode wawancara dengan instrumen berupa pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan dengan penskoran dan pemaparan secara naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja guru fisika dalam pengimplementasian pendekatan scientific di SMA Negeri 3 Singaraja pada evaluasi context, input, process, dan product sudah sesuai dengan 6 Standar Nasional Pendidikan, namun masih perlu dimaksimalkan. Berdasarkan standar proses, kinerja guru cenderung (sangat baik) dalam perencanaan pembelajaran, dan cenderung (baik) dalam pelaksanaan maupun evaluasi pembelajaran. Kata Kunci : tindak guru fisika, pendekatan scientific, evaluasi model CIPP, Standar Nasional Pendidikan Teacher action evaluation was conducted to determine the effectiveness of the implementation of learning and constraints faced by teachers in implementing the scientific approach. This study aimed at measuring the success of learning activities by physics teachers in implementing the scientific approaches at Class XI Mathematics and Science Program of SMAN 3 Singaraja. The study of teacher action evaluation was a type of evaluative research. The subjects of the study were 2 physics teachers and all students in Class XI Mathematics and Science Program of SMAN 3 Singaraja. Purposive sampling technique was used to determine the research subject. Physics teacher evaluation research in implementing the scientific approach was based on six National Education Standards. Type of evaluation was a formative and summative evaluation using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model. Context evaluation referred to the content standard and standard of teachers and education personnel. Input evaluation referred to the standard of the planning process in terms of learning and standards of facilities and infrastructure. Evaluation process referred to the standard process in terms of implementation and evaluation of learning. Evaluation product referred to the competency standard and assessment standard of education. Data of this study were collected by using the method of observation and documentation of the instruments APKG I, APKG II, IPKG, and questionnaire responses of teachers and students towards physics learning, as well as using interviews with instruments in form of interview guides. Data were analysed by scoring and explaining narratively. The results shows that the physics teacher performance in implementing the scientific approach in SMAN 3 Singaraja on the evaluation context, input, process, and the product is in conformity with the National Education Standard 6, but still need to be maximized. Based on the standard process, the performance of teachers tend to be very good in learning plan, and tend to be good in the implementation and evaluation of learning. keyword : the action of physics teacher, scientific approach, CIPP model evaluation, the National Education Standards
Deskripsi Strategi Pembelajaran Peta Konsep (Concept Mapping): Upaya Pengembangan Pemahaman Konsep dalam Pembelajaran IPA Siswa Kelas VII SMP Mutiara Singaraja Tahun Pelajaran 2014/2015 ., Luh Novi Arisanti; ., Drs. I Made Wirta, M.Pd; ., Drs. Erwan Sutarno,M.Pd
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5550

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran peta konsep yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran yang diterapkan oleh guru IPA dalam upaya mengembangkan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPA di kelas VII SMP Mutiara Singaraja. Subjek penelitian ini adalah seorang guru IPA yang mengajar kelas VII dan 39 siswa kelas VII SMP Mutiara Singaraja tahun pelajaran 2014/2015, dan objek penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran peta konsep, faktor-faktor penghambat yang ditemui guru, upaya guru dalam mengatasi faktor penghambat, dan pemahaman konsep siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru IPA sesuai dengan standar Permendiknas, yaitu: menyiapkan silabus, RPP, materi ajar, LKS,dan peta konsep. (2) pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru IPA dengan strategi pembelajaran peta konsep sudah sepenuhnya menerapkan rancangan pembelajaran yang telah disusun meliputi pendahuluan, kegiatan inti; presentasi abstraksi dan proposisi aplikasi, dan penutup. (3) penilaian yang dilakukan oleh guru IPA merupakan penilaian komperhensif yang diperoleh dari nilai peta konsep siswa, tes, dan nilai sikap. (4) faktor penghambat yang ditemui guru bersumber dari internal diri siswa, seperti malasnya siswa untuk membaca, adanya perbedaan kemampuan siswa serta situasi kelas yang kurang kondusif. (5) upaya guru IPA dalam mengatasi faktor penghambat tersebut adalah memberikan tugas menulis tugas yang sama secara berulang-ulang dalam jumlah tertentu kepada siswa yang malas dan menuntun siswa untuk menemukan konsep kunci. (6) nilai pemahaman konsep siswa berdasarkan hasil tes essay, yaitu pada materi zat & wujudnya sebanyak 28 siswa tuntas mencapai nilai KKM dengan KK 71,79% dan 11 siswa belum tuntas dengan KK 28,21%. Sedangkan pada hasil tes essay Pemuaian sebanyak 25 siswa tuntas mencapai nilai KKM dengan KK 64,11% dan 14 siswa belum tuntas dengan ,KK 35.89%. Hasil-hasil tersebut mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran peta konsep yang diterapkan oleh guru IPA di kelas VII SMP Mutiara Singaraja dapat mengembangkan pemahaman konsep IPA siswa dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci : strategi pembelajaran peta konsep (concept mapping), pemahaman konsep IPA This descriptive study aimed at describing the concept map learning strategies which include planning, implementation, and assessment of learning implemented by the science teachers in effort to develop the student’s concept understanding in physics teaching learning at class VII of SMP Mutiara Singaraja. This subject of this research were a science teacher who teaches at seventh grade and 39 students of class VII of SMP Mutiara Singaraja in academic year 2014/2015, while the object of this research included planning, implementation, and assessment of learning using concept map learning strategy, inhibiting factors, the teachers’ efforts to overcome the inhibiting factors, and the student’s concept understanding. Data were collected through observation, interviews, documentation, and test. The results show that (1) The learning plan done by the science teacher has been in accordance with the Permendiknas standard, namely: preparing the syllabus, lesson plans, teaching materials, worksheets, and concept maps. (2) The implementation of the learning undertaken by science teacher with concept map learning strategy has already fully implemented the lesson plan arranged which includes the introduction, the core activities; presentation of abstract and application proposition, and closing. (3) Assessment carried out by the science teacher is a comprehensive assessment obtained from the student’s concept map score, tests, and attitude score. (4) Inhibiting factors encountered by the teacher come from the internal of student itself, such as the laziness of the students to read, the difference in the ability of students, and the not conducive classroom situations. (5) The attempt of science teacher to overcome the obstacle factors is by giving a repetitive writing task with the same task in a certain amount to the lazy students and guiding the students to find a key concept. (6) the value of understanding the concept of students based on the results of the test essay, namely the material substance and its form as many as 28 students completed reached a value of KKM with KK 71.79% and 11 students have not finished with KK 28.21%. While of the essay test material Expansion results of 25 students completed reach a value of KKM with KK 64.11% and 14 students not finished with KK 35.89%. These results indicate that the concept map learning strategy applied by a science teacher in class VII of SMP Mutiara Singaraja can develop an understanding of the student’s science concept in learning science.keyword : learning strategy map concept (concept mapping), understanding the concept science of student
KAJIAN KUALITATIF PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 KELAS X SMA NEGERI 1 UBUD ., I Nengah Karang Giarta; ., Drs. I Made Wirta, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5758

Abstract

Abstrak Pengelolaan pembelajaran berbasis kurikulum 2013 dilaksanakan untuk mengetahui gambaran pengelolaan pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengelolaan pembelajaran guru berbasisi kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Ubud. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian kualitatif. Tahapan yang ditempuh adalah pralapangan, lapangan, dan pascalapangan. Sampel sumber data penelitian diperoleh secara purposive. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, penelaahan dokumen tertulis, dan triangulasi/gabungan. Sumber data primer didapat dari satu orang guru dari kelas X SMA Negeri 1 ubud. Sumber data sekunder diperoleh melalui kepala sekolah dan siswa. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, catatan lapangan, dan penelaahan dokumen tertulis. Aktivitas analisis data di lapangan terdiri atas data reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan, danverifikasi. Pengujian keabsahan data dilaksanakan melalui validitas internal, validitas eksternal, uji depenability, dan uji confirmability. Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan didapatkan hasil berikut.1) Guru memahami pendekatan saintifik sebagai poros penting dalam dunia pendidikan. 2) Perencanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru sudah memadai dan memuat fase mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. 3) Pengembangan dilaksanakan pada RPP, pelaksanaan pembelajaran, dan penggunaan media pembelajaran. 4) Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan meliputi pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. 5) Penilaian yang dilaksanakan oleh guru meliputi penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Pengelolaan pembelajaran guru berbasis kurikulum 2013 sudah nampak pada semua aspek, tetapi masih perlu penyempurnaan terutama dalam pelaksanaan,dan penilaian.Kata Kunci : Kata kunci: pengelolaan pembelajaran, kurikulum 2013 Abstract Curriculum 2013 based learning management was implemented to know the description of Curriculum 2013 based learning management. This study aimed at revealing the Curriculum 2013 based teacher learning management in SMA Negeri 1 Ubud. The study was a qualitative study. The steps of the study were pre-field, field, and post field. Samples were obtained purposively. Data acquisition techniques were implemented through a passive participation observation, deep interviews, review of written documents, and triangulation / combination. The source of primary data was obtained from a teacher who taught at class X of SMA Negeri 1 ubud, while the secondary data was obtained from the principals and students. Data were obtained through interviews, observation, field notes, and review of written documents. The activity of data analysis in the field consisted of data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The validity test of the data was carried out through internal validity, external validity, depenability test, and confirmability test. Based on the analysis, it is obtained that. 1) Teachers understand the scientific approach as an important pivot in education. 2) Planning study conducted by teachers has already been sufficient and has loaded the phases to observe, ask, argue, try, and communicate. 3) Developments are held on RPP, at the implementation of learning, and at the use of instructional media. 4) The implementation of learning includes the introduction, core activities, and closing, 5) assessment conducted by teachers includes assessing the attitudes, skills, and knowledge. Curriculum 2013 based teacher learning management are apparent in all aspects, but still need improvement, especially in the implementation and assessment.keyword : Keywords: Learning management, curriculum, 2013.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA ., Zeny Khoirur r; ., Drs. I Made Wirta, M.Pd; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5486

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Solving (PS) dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction (DI). Masalah pada penelitian ini adalah pemahaman konsep siswa rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MAN Patas Tahun Pelajaran 2015/2016. Populasi sampel penelitian terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 64 yang ditentukan secara simple random sampling. Data pemahaman konsep fisika dikumpulkan menggunakan 26 butir tes pemahaman konsep. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik ANAVA satu jalur. Analisis dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk menguji pasangan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Semua analisis dilakukan dengan memanfaatkan software SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan yaitu. (1) Secara deskriptif kelompok PS lebih unggul dibandingkan dengan kelompok DI. (2) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran DI (F = 79,008; p