cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017):" : 20 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS X MIA 2 SMA NEGERI 3 DENPASAR ., Made Meita Puspadewi; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Drs. Putu Yasa,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah, (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 3 Denpasar tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 38 orang siswa dengan jumlah laki-laki sebanyak 21 orang siswa dan perempuan sebanyak 17 orang siswa. Teknik pengumpulan data keterampilan berpikir kritis siswa dengan menggunakan lembar observasi pada setiap pertemuan dan tes pada setiap akhir siklus. Data tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket tanggapan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Siswa mengalami peningkatan pada hasil belajar dengan nilai rata-rata pada siklus I adalah 67,93 dengan kategori cukup meningkat menjadi 82,00 dengan kategori baik. (2) Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat pada siklus I nilai rata-rata yang di peroleh 71,12 dengan kategori baik meningkat menjadi 82,63 dengan kategori baik. (3) Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori positif dengan nilai rata-rata 77,95.Kata Kunci : Hasil Belajar, dan Keterampilan Berpikir Kritis This research aimed at (1) describing the student learning results in the implementation of problems based learning model, (2) improving the critical thinking skills, and (3) describing the responses of students towards the application of problems based learning model in learning physics. The type of this research was classroom action research. The research was done through two cycles of learning. Each cycle consisted of four stages, the action planning, the implementation of the action, observation/evaluation, and reflection. The subject of this research was 38 grade X MIA 2 students at SMA Negeri 3 Denpasar in academic year 2016/2017 which consisted of 21 boys and 17 girls. The technique of data collection of critical thinking skills students used observation sheets at each meeting and tests at the end of the cycle. The students’ response data were collected by using questionnaires. The data was analyzed descriptively. The results of this research are (1) the learning results af the student who use problem based learning model increase from 67,93 (fair) in cycle I to 82,00 in cycle II. (2) the critical thinking skills of the students who use problem based learning model increase from 71,12(good) in cycle I to 82,63(good) in cycle II. (3) the students’ responses towardst the application of the problem based learning model is positive category with an average rating of 77.95.keyword : The results of the study, and critical thinking skills
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN KUIS INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X BKP 1 SMK NEGERI ., AMANDA NURUL FAUDILA; ., Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd.; ., Drs. Rai Sujanem, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.19818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar fisika siswa kelas X jurusan Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP) 1. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X BKP 1 sebanyak 33 siswa yang terdiri dari 28 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Data prestasi dikumpulkan dengan tes dan tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif dapat meningkatkan prestasi belajar fisika kelas X BKP 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata tes adalah 60,15 dengan ketuntasan klasikal 59% dan meningkat pada siklus II dengan skor rata-rata tes adalah 70.11 dengan ketuntasan klasikal 88%. Hasil penerapan pada siklus kedua sangat baik dan siswa memberi tanggapan positif terhadap model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif.Kata Kunci : Discovery Learning, kuis interaktif, prestasi This research is motivated by the low physics learning achievement of class X Construction and Property Business Department (BKP) 1 students. This study aimed at improving the student’s physics learning achievement and describing the students' responses to the Interactive Quizzes Assisted Discovery Learning model in physics learning. This type of this research was classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consisted of 4 stages, namely planning, action, observation/evaluation, and reflection. The subjects of this study were 33 students of class X BKP 1 consisting of 28 males and 5 females. Performance data were collected by tests, and students’ responses were collected by using a questionnaire. Data were analyzed descriptively. The results show that the application of Interactive Quizzes Assisted Discovery Learning model can improve student’s physics learning achievement in class X BKP 1 of SMKN 3 Singaraja. In the first cycle, the average score of the test is 60.15 with 59% its classical completeness is 59%, and increase in the second cycle with its average test score is 70.11 with classical completeness is 88%. The results of the implementation in the second cycle are very good and the students give positive responses to the Interactive Quiz assisted Discovery Learning model.keyword : Discovery Learning, Interactive Quiz, Achievement
Model Pembelajaran Kooperatif-Jigsaw dalam Meningkatkan Pembelajaran Fisika terhadap Sikap Sosial, Sikap Spiritual, dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X5 di SMA Negeri 2 Singaraja. ., Putu Dian Pratiwi; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil sikap sosial, sikap spiritual, dan prestasi belajar siswa terhadap pembelajaran fisika dan (2) menganalisis perubahan sikap sosial, sikap spiritual, dan prestasi belajar siswa terhadap pembelajaran fisika setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif-jigsaw. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan tipe one group pre-post test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap sosial dan sikap spiritual serta tes prestasi belajar siswa. Data dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif. Pengujian hipotesis dengan signifikansi (α) 5% menggunakan Uji t (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profil sikap sosial siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja adalah berada pada kualifikasi sedang (aspek jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan percaya diri) dan kualifikasi rendah (aspek santun dan sopan), sedangkan profil sikap spiritual siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja adalah berada pada kualifikasi sedang (aspek menghargai ajaran agama yang dianut dan menghayati ajaran agama yang dianut), dan profil prestasi belajar siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja adalah adalah berada pada kualifikasi rendah (dimensi C3 dan C4) dan kualifikasi sedang (dimensi C2) dan (2) penerapan model kooperatif-jigsaw dalam proses belajar mengajar dapat secara efektif meningkatkan sikap sosial (thitung = 23,61; p < 0,05), sikap spiritual (thitung = 18,82; p < 0,05), dan prestasi belajar siswa (thitung = 28,21; p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif-jigsaw berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap sosial, sikap spiritual, dan prestasi belajar siswa kelas X5 SMA Negeri 2 Singaraja dalam pembelajaran fisika.Kata Kunci : sikap sosial, sikap spiritual, prestasi belajar, model pembelajaran kooperatif-jigsaw This study aimed at (1) describing the profile of social attitudes, spiritual attitudes, and students’ learning achievement toward physics learning and (2) analyzing the changes of social attitudes, spiritual attitudes, and students' learning achievement on physics learning after applying jigsaw cooperative learning model. Design of this study was pre-experimental with one group pre-post test. Subject in this research were the class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja in Academic Year 2016/2017. Instrument used in this research were questionnaire of social attitudes and spiritual attitudes as well as student achievement test. Data were analyzed by using quantitative descriptive analysis. Hypothesis testing with significance value (α) 5% used t-test (paired t-test). The result of the research shows that (1) the social attitude profile at class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja is medium qualification (in the aspects of honest, discipline, responsibility, tolerance, mutual cooperation, and confidence) and low qualification (in the aspects of polite and courteous), while the spiritual attitude profile at class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja is medium qualification (in the aspects of appreciate the religion believe and inspire the religion believe), and the student' learning achievement profile at class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja is low qualification (in the dimensions of C3 and C4) and medium qualification (in the dimension of C2). (2) the application of jigsaw cooperative model in the teaching and learning process can effectively improve the social attitudes (tvalue = 23,61; p < 0,05), spiritual attitudes (tvalue = 18,82; p < 0,05), and students' learning achievement (tvalue = 28,21; p < 0,05). This shows that the cooperative-jigsaw learning model has a significant effect on the improvement of social attitude, spiritual attitude, and student' learning achievement at class X5 students of SMA Negeri 2 Singaraja toward physics learning.keyword : social attitudes, spiritual attitudes, learning achievements, cooperative-jigsaw learning model
STRATEGI PEMBELAJARAN PERUBAHAN KONSEPTUAL: UPAYA PENGEMBANGAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA (STUDI PRA EKSPERIMEN DI KELAS X-4 SMAN 1 SUKASADA) ., Ni Ketut Mudiantari; ., Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd.; ., Drs. Putu Yasa, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil pre-test dan post-test pemahaman konsep fisika siswa setelah penerapan Strategi Pembelajaran Perubahan Konseptual (SPPK); (2) mendeskripsikan retensi pemahaman konsep fisika siswa; (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan SPPK. Peneltian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sukasada yang melibatkan 23 siswa kelas X-4 tahun ajaran 2016/2017 ditentukan dengan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi, tes pemahaman konsep, serta kuisioner tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) nilai rata-rata pre-test pemahaman konsep siswa adalah 33,57 pada pembelajaran I dan 41,45 pada pembelajaran II dengan kategori sangat kurang. Setelah penerapan SPPK, pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan pada seluruh dimensi pemahaman konsep yang disertai penurunan miskonsepsi siswa sebesar 47,73% pada pembelajaran I dan 6,28% pada pembelajaran II; (2) retensi pemahaman konsep fisika siswa tergolong tinggi yaitu sebesar 95,73% pada pembelajaran I dan 88,27% pada pembelajaran II; (3) skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan SPPK sebesar 131,29 yang berada pada kategori positif.Kata Kunci : pemahaman konsep, SPPK, retensi This study aimed at: (1) describing the student’s physics conceptual understanding pre-test and post-test result; (2) defining the student’s retention of physics conceptual understanding; (3) reporting student’s perceptions on the application of CCLS.The research was carried out in SMAN 1 Sukasada involving 23 students of class X-4 in academic year 2016/2017. This subject was chosen by using purposive sampling technique. This research used a pre-experimental investigation with one group pretest-posttest design. Data were collected by means of observation manual, conceptual comprehension sheet and questionnaire. This study result shows that: (1) the average score of student’s physics conceptual understanding at very low category (33.57 at the first instructional phase and 41.45 at the second instructional phase). After applying CCLS, all of dimention student’s conceptual understanding increase significantly, and at the same time the student’s misconceptions reduce drastically (47.73% at the first instructional phase and 6.28% at the second instructional phase); (2) there is profound score in student’s retention, 95.73% at the first instructional phase and 88.27% at the second instructional phase; (3) the average score of student’s perception toward the CCLS is in a positif category (131.29).keyword : conceptual understanding, CCLS, student’s retention
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2018/2019 ., Ni Kadek Rahayu; ., Dr. Ida Bagus Putu Mardana, M.Si.; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.19819

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus penelitian terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) evaluasi, dan (4) refleksi. Tujuan Penelitian ini adalah : (1) meningkatkan motivasi belajar, (2) meningkatkan hasil belajar, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dalam pembelajaran fisika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 2 Singaraja. Subjek penelitian berjumlah 34 orang siswa yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Instrumen penelitian ini adalah: (1) angket motivasi belajar, (2) tes hasil belajar, dan (3) angket tanggapan siswa. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) skor rata-rata motivasi belajar sebesar X Ì… = 3,76 (SD=7,30) dengan kategori tinggi pada siklus I meningkat menjadi X Ì… =3,87 (SD=6,71) dengan kategori tinggi pada siklus II, (2) skor rata-rata nilai hasil belajar sebesar X Ì… = 71 (SD=7,57) dengan ketuntasan klasikal 82,35% pada siklus I meningkat menjadi X Ì… = 76 (SD=6,34) dengan ketuntasan klasikal 94,11% pada siklus II, (3) skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dalam pembelajaran fisika sebesar X Ì… = 3,89 (SD=4,76) dengan kategori positif. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar fisika siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 2 Sigaraja semester genap tahun pelajaran 2018/2019.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe GI, motivasi belajar, hasil belajar This research is classroom action research carried out in two cycles. Each research cycle consists of four stages, namely: (1) planning, (2) action, (3) evaluation, and (4) reflection. The objectives of this study were: (1) to increase learning motivation, (2) to improve learning outcomes, and (3) to describe student responses to the application of the Group Investigation type cooperative learning model in physics learning. The subjects of this study were students of class XI MIPA 2 in SMA Negeri 2 Singaraja. The research subjects were 34 students consisting of 13 men and 21 women. The instruments of this study were: (1) learning motivation questionnaire, (2) learning outcome test, and (3) student response questionnaire. The research data were analyzed descriptively and quantitatively. The results show that: (1) the average score of learning motivation is X Ì… = 3,76 (SD = 7.30) with a high category in cycle I to become X Ì… = 3,87 (SD = 6.71) with high category in the second cycle, (2) the average score of learning outcomes is X Ì… = 71 (SD = 7.57) with classical completeness 82.35% in cycle I to become X Ì… = 76 (SD = 6.34 ) with classical completeness of 94.11% in the second cycle, (3) the average score of student responses to the application of the GI type of cooperative learning model in physics learning is X Ì… = 3,89 (SD = 4.76) with a positive category. The conclusion of this study is the application of the GI type cooperative learning model can increase learning motivation and physics learning outcomes of students of class XI MIPA 2 in SMA Negeri 2 Singaraja in even semester academic year 2018/2019keyword : cooperative learning model type GI, learning motivation, learning outcomes
PENGELOLAAN KELAS BAGI GURU FISIKA DI SMA NEGERI 2 SEMARAPURA: DAMPAK KUALITATIFNYA DALAM PERBAIKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA ., Pande Nyoman Raka Utama; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11530

Abstract

Masalah yang diungkap dalam penelitian ini adalah keterampilan pengelolaan kelas guru fisika yang memiliki pengaruh terhadap perbaikan proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru fisika di SMA Negeri 2 Semarapura, 2) mendeskripsikan kualitas proses pembelajaran fisika siswa di SMA Negeri 2 Semarapura, 3) mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika di SMA Negeri 2 Semarapura, dan 4) mendeskripsikan dampak kualitatif pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru fisika dalam perbaikan proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Semarapura. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi guru. Penelitian bertempat di SMA Negeri 2 Semarapura. Jumlah guru fisika yang menjadi informan sebanyak 1 orang dan jumlah siswa yang menjadi informan sebanyak 9 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan cara reduksi, paparan, dan verifikasi data. Penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut: 1) keterampilan pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru fisika menekankan pada menciptakan suasana dan lingkungan belajar yang kondusif, dan mengembalikan lingkungan dan suasana belajar yang kondusif, 2) kualitas proses pembelajaran siswa ditunjukkan dengan aktivitas pembelajaran yang mengembangkan kreativitas, sementara peserta didik yang didisiplinkan dengan kasih sayang, membangkitkan motivasi belajar, dan mendayagunakan sumber belajar, 3) prestasi belajar fisika siswa pada ranah kognitif dicapai melalui mengembangkan dimensi pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan evaluasi, 4) keterampilan pengelolaan kelas yang diterapkan guru fisika mampu memperbaiki kualitas proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : Pengelolaan kelas guru, proses pembelajaran, prestasi. Problems revealed in this study was the physics teacher classroom management skills which was influence on improving the learning process and student achievement. This research aimed at 1) describing the classroom management conducted by physics teacher in SMA Negeri 2 Semarapura, 2) describing the quality of student physics learning process in SMA Negeri 2 Semarapura, 3) describing the students' learning achievement in physics lesson in SMA Negeri 2 Semarapura, and 4) describing the impact of qualitative classroom management conducted by physics teacher in improving learning process and student achievement in SMA Negeri 2 Semarapura. The research method used was qualitative method. The main instrument in this study was the researcher itself assisted by observation guides, interview guides, and teacher documentation. The research took place at SMA Negeri 2 Semarapura. The number of physics teacher who become informant were 1 person and the number of students who become informants were 9 people. Data were collected through the observation techniques, interviews, and documentation. Data analysis is performed during and after data collection by means of data reduction, exposure and verification. Research shows the following results: 1) classroom management skills undertaken by physics teachers emphasize on creating a conducive atmosphere and learning environment, and restore a conducive learning environment and atmosphere; 2) the quality of student learning process is demonstrated by learning activities that develop creativity, while students' learning achievement in the cognitive domain is achieved through developing the dimensions of knowledge, understanding, application, and evaluation, 4) the classroom management skills applied by physics teacher are able to improve the quality learning and learning achievement.keyword : classroom management, learning process, achievement
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA DAN RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN EFIKASI DIRI DAN PRESTASI SISWA SMA ., Ni Komang Lilik Handayani; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Drs. Rai Sujanem,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11277

Abstract

Penelitian ini bertujuan, (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika, (2) mendeskripsikan efikasi diri siswa, (3) mendeskripsikan prestasi siswa, dan (4) Keterkaitan strategi pembelajaran guru fisika sebagai upaya pengembangan efikasi diri dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Singaraja dengan melibatkan seorang guru fisika dan siswa kelas X MIPA 7 tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 39 orang. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan atau verification data. Keabsahan data dilakukan melalui uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian ini menunjukkan, yaitu: (1) Guru menerapkan tujuh aspek strategi pembelajaran dari sepuluh aspek strategi pembelajaran, yaitu: membuka pembelajaran, menyampaikan materi pelajaran, menggunakan sumber dan media pembelajaran, dan meningkatkan partisipasi siswa, (2) siswa mampu menampilkan sikap efikasi diri pada pembelajaran yang meliputi memiliki semangat tinggi, dapat belajar dari pengalaman, dan yakin terhadap kemampuan yang dimiliki, (3) prestasi belajar siswa masih perlu ditingkatkan karena 60,26 % siswa memeroleh nilai di bawah KKM dan ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa sebesar 39, 74% dari standar ketuntasan klasikal yang ditentukan sebesar 85%, dan (4) strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dapat mengembangkan efikasi diri siswa, namun belum dapat mengembakan prestasi belajar fisika secara maksimal. Kata Kunci : strategi pembelajaran, efikasi diri, dan prestasi belajar. This study aimed at (1) describing the learning strategy of the physics teacher , (2) describing the students' self efficacy, (3) describing the student’s learning achievement, and (4) describing the linkage of learning strategy of the physics teacher as an effort to develop self efficacy and student's learning achievement. This research was conducted in SMA Negeri 4 Singaraja involving a physics teacher and 39 students of class X MIPA 7 in academic year. The design of this research was a qualitative research. Data collection of this research were collected by using observation, interview, and document review. Data were analysed through three stages, namely data reduction, data display, and conclusion drawing or data verification. The validity of data was determained through a credibility, transferbility, dependability, and confirmability. The results of this research indicates that (1) the teacher applied seven aspects of learning strategy from ten aspects of learning strategy, such as opening lesson, giving lesson materials, using learning resources and media, and increasing student participation, (2) the students are able to show self efficacy attitude in learning which includes to have high morale, to be able to learn from experience, and to be confident of the ability, (3) Student learning achievement still needs to be improved because 60. 26% of student get the value below KKM and classical completeness obtained by student which is equal to 39. 74% from classical completion standard determined which is equal to 85%, (4) the learning strategy used by teacher has been able to develop Self efficacy of students, but not able to explain physics learning achievement maximally.keyword : learning strategies, self-efficacy, and learning achievement.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI ., Putu Sonia Virgawati Pratiwi; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., I Gede Aris Gunadi, S.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.10850

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika, (2) mendeskripsikan keterampilan metakognitif siswa dalam pembelajaran fisika, (3) mendeskripsikan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika, serta (4) mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru fisika dalam pengembangan keterampilaaan metakognitif dan motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari dua orang guru fisika, sembilan orang siswa kelas X MIPA 2 dan XI MIPA 5 di SMA Negeri 2 Singaraja, serta wakasek kurikulum. Data strategi pembelajaran diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sedangkan data keterampilan metakognitif dan motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan metode wawancara, dokumentasi, dan ditriangulasi dengan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2016/2017. Analisis data penelitian meliputi beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi pembelajaran guru fisika adalah strategi pembelajaran ekspositori, (2) siswa memiliki kualitas keterampilan metakognitif yang bervariasi pada setiap aspek, (3) siswa memiliki kualitas motivasi belajar yang bervariasi dalam setiap aspek, dan (4) relevansi strategi pembelajaran guru fisika dalam pengembangan keterampilan metakognitif dan motivasi belajar pada siswa terlihat pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, penilaian pembelajaran.Kata Kunci : keterampilan metakognitif, motivasi belajar, strategi pembelajaran This research aimed at (1) describing the learning strategy of physics teacher, (2) describing the students’ metacognitive skills on physics learning, (3) describing students’ motivation physics learning, and (4) describing the relevancy of a physics teacher’s learning strategy in fostering the metacognitive skills and motivation of the students. This research was a qualitative research. The sources of data were two physics teacher and eighteen students at grade X IPA 2 and XI MIPA 5 in SMA Negeri 2 Singaraja who were respectively selected by purposive sampling technique. The learning strategy was compiled by using observations and interviews, while the data of students’ metacognitive skills and motivation of the students were compiled by using interviews, and questionnaires as triangulation methods. This study was held in the second semester of Academic Year 2016/2017. The data analysis was done through data reduction, data display, and data verification. The result of the study shows that (1) the teacher tends to implement the expository learning, (2) the students tend to have medium category of metacognitive skills which vary at every aspect, (3) the students tend to have medium category of motivation which vary at every aspect, and (4) the relevancy of physics teacher’s learning strategy in fostering the metacognitive skills and motivation of the students are seen on lesson plan, learning process and evaluation.keyword : learning strategy, metacognitive skills, leaning motivation
Efektivitas Collaborative Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA ., I Putu Widiarta; ., Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd.; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11834

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan colaborative learning dalam pengembangannya. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 3 Singaraja dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 26 orang. Subjek penelitian ditentukan dengan cara porposive sampling. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan tipe one group pretest-posttest. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes berpikir kreatif (tes torrance), pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) profil kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum diterapkan model pembelajaran kolaboratif masih rendah; (2) pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa; (3) retensi siswa pada konsep usaha dan energi tergolong tinggi karena diperoleh persentase retensi sebesar 85,24%; (4) kendala yang dialami dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif yaitu waktu belajar yang singkat di sekolah, keterbatasan alat praktikum, dan minimnya referensi belajar siswaKata Kunci : berpikir kreatif, pembelajaran kolaboratif, retensi This research aimed at describing the changes of students' creative thinking abilities after colaborative learning applied in its development.. The experiment was conducted in SMA Negeri 3 Singaraja with the research subjects were 26 students of class X MIPA3 in academic year 2016/2017. The research subject was determined by purposive sampling. The design of this study was a pre-experiment with the type of one group pretest-posttest. The research instruments used were in form of creative thinking tests (tests torrance), observation, and interview guides. The results show that (1) the profile of student’s creative thinking abilities before the implementation of collaborative learning model is still low. (2) Collaborative learning can to enhance the student’s ability to think creatively. (3) Retention of the students on the concept of operations and the energy is high with the retention percentage 85.24%. (4) The obstacles faced in developing the creative thinking ability are the short learning time in school, the limitations of practical tools, and the lack of students’ learning references.keyword : creative thinking, collaborative learning, retention
Strategi Pembelajaran Guru Fisika Berbantuan ICT: Relevansinya Terhadap Prestasi Belajar dan ICT Literacy Siswa SMA ., Ni Luh Heny Agustyari; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika berbantuan ICT, 2) mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika, 3) mendeskripsikan ICT literacy siswa dalam pembelajaran fisika, dan 4) mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru fisika berbantuan ICT terhadap prestasi belajar dan ICT literacy siswa. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Instumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data yang dipaparkan berupa deskripsi faktual temuan penelitian terhadap strategi pembelajaran guru berbantuan ICT, prestasi belajar, dan ICT literacy siswa. Subjek dari penelitian adalah satu orang guru fisika kelas X dan 9 orang siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri Bali Mandara. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, kajian dokumen, dan kuesioner.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) guru menerapkan strategi pembelajaran inkuiri berbantuan ICT dalam pembelajaran fisika, 2) siswa memiliki prestasi belajar yang berkategori tinggi, 3) ICT literacy siswa berada pada kategori tinggi yang bervariasi pada setiap aspek, dan 4) adanya relevansi strategi pembelajaran guru berbantuan ICT ini dengan prestasi belajar siswa dan mampu memunculkan aspek-aspek ICT literacy pada siswa.Kata Kunci : Strategi pembelajaran, ICT, prestasi belajar, ICT literacy. This study aimed at 1) describing the use of ICT in teacher’s learning strategy, 2) describing the students’ achievement on physics learning, 3) describing the students’ ICT literacy on physics learning, and 4) describing the relevance of the use of ICT in teacher’s learning strategy towards the students’ achievement and the students’ ICT literacy. Qualitative descriptive study method was used. The main instrument of this study was the researcher itself. Data were presented in the form of a factual description of the research findings on the use of ICT in teacher’s learning strategy, the students’ achievement, and the students’ ICT literacy. The subject of this study were the physics teacher and 9 students of X MIA 1 SMA Negeri Bali Mandara. Data were collected by observation, interview, document studies and questionnaires. The results show that: 1) the teacher uses inquiry learning strategy assisted with ICT in physics learning, 2) the students tend to have high category of achievement, 3) The students’ tend to have high category of ICT literacy which vary at every aspect, and 4) there is a relevancy of the use of ICT in teacher’s learning strategy towards the students’ achievement and the students’ and has been able to bring out the aspects of the students’ ICT literacy.keyword : Learning strategies, ICT, students’ achievement, ICT literacy.

Page 1 of 2 | Total Record : 20