cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2014)" : 28 Documents clear
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KESADARAN METAKOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Kadek Yurika Prastiwi .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.2834

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di kota Singaraja, 2) menganalisis pengaruh kesadaran metakognitif terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di kota Singaraja, dan 3) menganalisis pengaruh motivasi belajar dan kesadaran metakognitif secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di kota Singaraja. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian ini terdiri dari 1071 siswa kelas X SMA Negeri di kota Singaraja. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proporsional random sampling berjumlah 310 siswa. Data motivasi belajar dan kecerdasan metakognitif dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data prestasi belajar fisika materi alat optik menggunakan tes prestasi belajar. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif, regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika (F = 325,423, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 51,69%; 2) terdapat pengaruh yang signifikan kesadaran metakognitif terhadap prestasi belajar fisika (F = 618,166, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 22,01%; dan 3) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar dan kesadaran metakognitif secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika (F = 430,233, p < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 73,70%.Kata Kunci : Motivasi Belajar, Kesadaran Metakognitif, Prestasi Belajar This study aimed at: 1) analyzing the influence of learning motivation towards physics learning achievement of tenth grade student of State Senior High School in Singaraja city; 2) analyzing the influence of metacognitive awareness towards physics learning achievement of tenth grade student of State Senior High School in Singaraja city; and 3) analyzing the influence of learning motivation and metacognitive awareness towards physics learning achievement of tenth grade student of State Senior High School in Singaraja city. The design of the study is ex-post facto correlation. The population of this study are 1071 students and 310 samples which were chosen randomly by proportional random sampling technique. The data of learning motivation and metacognitive awareness were collected by using quistionnare, where us the data of physics learning achievement were collected by using learning achievement test. The data were analyzed by descriptive analysis technique, simple linear regression technique, and two predictors of multiple regression. The result of this study showed that: 1) there was a significant influence of learning motivation towards physics learning achievement (F = 325,423, p < 0,05) with 51,69% effective contribution; 2) there was a significant influence of metacognitive awareness towards physics learning achievement (F = 618,166, p < 0,05) with 22,01% effective contribution; and 3) there was a significant influence of learning motivation and metacognitive awareness towards physics learning achievement (F = 430,233, p < 0,05) with 73,70% effective contribution.keyword : Learning Motivation, Metacognitive Awareness, Learning Achievement
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED-LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2013/2014 I Nengah Aryasta .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .; Dra. Ni Made Pujani,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.2999

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Problem Based-Learning (MPBL) dan siswa yang belajar dengan menggunakan model Direct Instruction (MDI) dalam pembelajaran Fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Singaraja yang terdiri atas X IPA3, X IPA4, X IPA 5, X IPA 6, X IPA 7, dan X IPA8 pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 210 orang. Sampel kelas diambil dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu X IPA7 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 34 orang dan X IPA4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 38 orang. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis siswa yang dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis. Bentuk tes yang digunakan adalah essay yang berjumlah 10 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANAKOVA. Uji lanjut ANAKOVA menggunakan Least Signifikan Difference (LSD) untuk menguji komparasi skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan menggunakan model PBL dan model DI (F =4,707 p < 0,05). Hasil uji lanjut LSD menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL lebih tinggi dibandingkan model DI (LSD = 0,754; Δμ =0,878). Dengan demikian, keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL (M = 73,02) lebih baik dibandingkan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model DI (M = 70,80 ). Kata Kunci : Model Problem Based-Learning, model Direct Instruction, keterampilan berpikir kritis. The aim of this research was to analyze the difference of critical thinking skill between group of students who facilitated by problem based-learning model and group of students were facilitated by direct instruction model in physics learning. This research was quasi exsperiment with non-equivalent pretest-posttest control group design. The population of this research was 210 students of grade X IPA of SMA N 1 Singaraja which consisted X IPA3, X IPA4, X IPA 5, X IPA 6, X IPA 7, and X IPA8 at even semester of academic year 2013/2014. Class sample was taken by simple random sampling technique. Sample of this research consisted of two class, where X IPA7 as experiment class with the number of students 34 and X IPA4 as control class with the number of students 38. Date which taken in this research was critical thinking skill of students which obtained through critical thinking skill test. Kind of the test which used was essay which the number of the test were 10. Date was analyzed by using descriptive statistic and ANACOVA. Continue test used Least Signifikan Difference (LSD) in order to exam the comparation of average score of each treatment group. All of the hipotesis examination was done at 0,05 significant level. The result of this research gives an implication that had the difference of critical thinking skill between group of students who learned by using PBL model and group of students who learned by using DI model. (F =4,707 p
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERUBAHAN KONSEPTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2013/2014 Komang Hendra Eka Pranata .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .; Drs. Slamet Haryadi Suryo Wijoyo .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3112

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan (1) meningkatkan pemahaman konsep siswa, (2) meningkatkan motivasi belajar siswa, (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Singaraja pada semester 2 tahun ajaran 2013/2014 dengan melibatkan 24 orang siswa. Penelitian tindakan ini terdiri dari 2 siklus tindakan dengan materi fluida. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Objek penelitian ini adalah pemahaman konsep fisika, motivasi belajar, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual, dan model pembelajaran perubahan konseptual. Data penelitian terdiri dari data pemahaman konsep, motivasi belajar dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual. Data pemahaman konsep fisika siswa dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep, motivasi belajar dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual dikumpulkan dengan angket. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah nilai pemahaman konsep siswa 77 dan ketuntasan klasikal (KK) 85%, skor rata-rata motivasi belajar siswa minimal berada pada kategori tinggi, dan skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran perubahan konseptual minimal berada pada kategori positif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) terjadi peningkatan pemahaman konsep fisika siswa (siklus I: = 83,07, KK = 87,50% dan siklus II: = 86,46, KK=100%), (2) motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah diimplementasikan pembelajaran dengan model pembelajaran perubahan konseptual (siklus I: =79,83 dengan kategori tinggi, siklus II: =80,08 dengan kategori tinggi), dan (3) tanggapan siswa terhadap implementasi pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran perubahan konseptual adalah positif. Kata Kunci : model pembelajaran perubahan konseptual, pemahaman konsep, dan motivasi belajar The aim of this classroom action research were (1) to improve the students’ physics concept understanding, (2) to improve their learning motivation, and (3) to describe their responses towards conceptual change learning model in physics. This study was conducted at class XI IPA 1 SMA Negeri 3 Singaraja in 2nd semester of the academic year 2013/2014 by involving 24 students. This classroom action research consisted of two cycles with fluida material. Every cycle consists of four stages were planning, acting, observation, and reflection. The Objects of this study were the students’ physics concept understanding, learning motivation, student responses, and conceptual change learning model. The data from this study were physics concepts, students’ learning motivation and the students’ responses toward conceptual change learning model. The data of physics concepts were collected by a test, while the students’ learning motivation and the students’ responses toward conceptual change learning model were obtained by using questionnaire. The successful criteria of this study were ≥ 77 for value of students’ physics concept understanding and ≥ 85% for classical completeness, while the average value of student learning motivation was at least at the high category, and the average value of student responses toward the application conceptual change model was at least on positive category. The result showed that (1) there was an improvement on the students’ physics concepts understanding (Cycle I: = 83,07, KK=87,50% and Cycle II: =86,46, KK=100%), (2) there was improvement in the students’ learning motivation after the implementation of the conceptual change learning model (Cycle I: = 79,83 with high category and Cycle II: =80,08 with high category), and (3) the students’ responses were positive toward implementation of conceptual change learning model in physics teaching. keyword : conceptual change learning model, physics concepts, and learning motivation
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF. Putu Ririn Hitayani .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3213

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis pengaruh kemampuan berpikir formal terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja, 2) menganalisis pengaruh pemahaman konsep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja, dan 3) menganalisis kemampuan berpikir formal dan pemahaman konsep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian ini terdiri 2252 siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja dengan sampel berjumlah 301 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian diperoleh: : 1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan berpikir formal terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 39,635 + 0,238X1 dengan sumbangan efektif sebesar 7,90%; 2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pemahaman kosep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 30,743 + 0,392X2 dengan sumbangan efektif sebesar 12,70%; dan 3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan berpikir formal dan pemahaman konsep IPA secara bersama-sama terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 23,775 + 0,132X1 + 0,366X2 dengan sumbangan efektif sebesar 20,60%.Kata Kunci : berpikir formal, pemahaman konsep, kreativitas The purpose of this research were: 1) to analyze the influence of formal thinking intelligence towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City, 2) to analyze the influence of IPA’s conceptual understanding towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City, and 3) to analyze the influence of formal thinking intelligence and conceptual IPA understanding towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City. This study were ex-post facto research. Population of the study were 2252 of VIII grade Junior High School students in Singaraja City with the sample at student were 301. That data mere analyzed by using descriptive statistics, simple linear regression techniques, and two predictor of multiple regression. The result of this study indicated that: 1) there was a positive and significant influence of formal thinking towards creative thinking with regression equation of Ŷ = 39,635 + 0,238X1 with 7,90% an effective contribution, 2) there was a positive and significant influence of IPA’s conceptual understanding towards creative thinking with regression equation Ŷ = 30,743 + 0,392X2 with 12,70 % an effective contribution, and 3) there was a positive and significant influence of formal thinking and IPA’s conceptual understanding towards creative thinking with regression equation Ŷ = 23,775 + 0,132X1 + 0,366X2 with 20,60% an effective contribution.keyword : Conceptual Understanding, Creative, Formal Thingking
PENGARUH MODEL BLENDED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Pande Ketut Dea Cristina .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3277

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar dengan menggunakan model blended learning (MBL) dan model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Sukasada Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 6 kelas dengan anggota 122 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Sampel terdiri dari 4 kelas yaitu kelas X1 dan X4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X2 dan X3 sebagai kelas kontrol dengan jumah 82 orang siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep fisika, yang diperoleh dengan tes pemahaman konsep fisika. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan ANAKOVA. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar dengan MBL dan MPK (F = 146,155; p
PENGARUH METODE LEARN TO THINK (LTT) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ni Kadek Suratini .; Drs. I Made Wirta, M.Pd .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3279

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri atas 283 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan Anava satu jalur. Sebagai tindak lanjut dari Anava, digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji signifikansi perbedaan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction (F = 59,098; p
THE EFFECT OF SELF REGULATED LEARNING MODEL TOWARDS THE PHYSICS CONCEPT UNDERSTANDING OF THE 8TH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 UBUD IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 I Made Adi Wiadnyana .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Putu Artawan, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan model self regulated learning (MSRL) dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran direct instruction (MPDI). Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain penelitian nonequivalent pretest-posttest control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model self regulated learning dan model direct instruction sedangkan variabel terikatnya adalah pemahaman konsep fisika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ubud tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 9 kelas dengan jumlah populasi 248 siswa. Sampel kelompok diambil dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 108 siswa, di mana 55 siswa pada kelompok MSRL (VIIID dan VIIIE) dan 53 siswa pada kelompok MPDI (VIIIF dan VIIIG). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Data pemahaman konsep fisika siswa dianalisis secara deskriptif dan analisis varians satu jalur, dengan pengujian taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar menggunakan MSRL dan MPDI (F = 23,196 dan α = 0,001). Pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan menggunakan MSRL berada pada kualifikasi baik (M = 75,21 dan SD = 8,50) sedangkan pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan menggunakan MPDI berada pada kualifikasi cukup (M = 59,43 dan SD = 12,00). Hasil ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep fisika kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MSRL relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan MPDI. Kata Kunci : model self regulated learning, model pembelajaran direct instruction, pemahaman konsep fisika. This study aimed at analyzing the difference of physics concept understanding between the groups of students who studied with self regulated learning model (SRLM) and the student who studied with direct instruction learning model (DILM). This study was quasy experiment with using non equivalent pretest-posttest control group design. The independent variables on this research were self regulated learning model and direct instruction model, meanwhile the dependent variable was physics concept understanding. The population of this research was the whole students of grade VIII of SMP Negeri 1 Ubud in the academic year 2013/2014 which consisted of 248 students from 9 classes. Group of samples were taken by using simple random sampling technique. The amount of samples in this research were 108 students in which 55 students were from the SRLM group (class VIIID and VIIIE) and 53 students were from DILM group (class VIIIF and VIIIG). The techniques used for collecting data were pretest and posttest. The data of students’ physics concept understanding were analyzed descriptively and using one way variance analysis, with the significant evaluation level was 0.05. The result shows that there is a difference of physics concept understanding between group of SRLM students and group of DILM students (F= 23.196 and α= 0.001). The physics concept understanding on the SRLM students was categorized "good"(M=75.21 and SD=8.50), meanwhile the physics concept understanding on the DILM students was categorized "fair" (M=59.43 and SD=12.00). This result shows that the physics concept understanding of the group of SRLM students is higher than of the group of DILM students. keyword : Self regulated learning model, Direct instruction learning model, Physics concept understanding
TINDAK GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Ayu Tika Dhyana Ningsih .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak guru dalam pembelajaran fisika yang berkaitan dengan perencanaan pembelajaran, pengembangan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Metode penelitian yang di pergunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu metode dokumentasi, wawancara dan observasi. Penelitian ini melibatkan dua orang guru yang menjadi fokus pengamatan dan sumber informasi. Hasil penelitian menghasilkan lima kesimpulan sebagai berikut. Pertama perencanaan yang dilaksanakan oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan strandar yang ditetapkan oleh pemerintah melalui standar isi pada Permendiknas No. 41 tahun 2007. Kedua pengembangan yang dilakukan oleh sebagian guru dalam perencanaannya meliputi metode belajar yang inovatif dengan siklus 5e. Ketiga pelaksanaan pembelajaran tidak sepenuhnya menerapkan rancangan perencanaan pembelajaran yang telah disusun . Keempat pengelolaan pembelajaran kurang maksimal terutama pada metode pembelajaran yang diterapkan, sehingga tujuan pembelajaran belum sepenuhnya tercapai. Kelima penilaian dilakukan oleh guru dengan menerapkan penilaian yang komperhensif meliputi penilaian afektif, kognitif dan psikomotorKata Kunci : tindak guru, perangkat pembelajaran fisika This study aimed at describing the teacher action in physics learning that dealt with the learning plan, learning device development, implementation of learning, and learning management & assessment. The research was qualitative research methods. The data was collected by using three methods: a method of documentation, interview, and observation. This study involved two teachers as the focus of research and the resources of information. The results of the study produce five conclusions: First, planning is carried out by the teachers before carrying out learning activities according tothe standards set by the government through the content standards at Permendiknas No. 41 of 2007. Second, the development which is conducted by some teachers in the lesson plan involved the innovative learning method by using 5E cycle. Third, the implementation of learning doesn’t fully implement the lesson plan which has been prepared. Fourth, the management of the learning is less maximum mainly for the learning method which is applied. Fifth, the assesment which is done by the teacher with implementing of comprehensive assesment includes affective, cognitive, and psychomotor evaluation.keyword : teacher act, learning device of physics
PENGARUH MODEL BERBASIS MASALAH (PROBLEM-BASED LEARNING) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SAWAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ni Kadek Pujiastuti .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Luh Putu Budi Yasmini, S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3465

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) terhadap pemahaman konsep fisika siswa mengenai materi Listrik Dinamis. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Sawan tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah populasi 183 orang. Sampel diambil dengan cara simple random sampling berjumlah 105 orang siswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep fisika siswa. Variabel bebas adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan model pembelajaran langsung. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data pemahaman konsep fisika siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep berbentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistic deskriptif, ANAVA, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara siswa yang belajar menggunakan model problem based learning dan model pembelajaran langsung (F = 20,012; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 I A Diah Prastika Dewi .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Luh Putu Budi Yasmini, S.Pd., M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3466

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap pemahaman konsep IPA siswa mengenai materi Cahaya dan Alat-alat optik. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester II SMP Negeri 6 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah dua belas kelas (393 siswa). Sampel diambil melalui teknik simple random sampling dan berjumlah empat kelas (138 siswa). Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman konsep yang memiliki reliabilitas (r= 0,86). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, ANAKOVA, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung (F= 3573,148; p

Page 1 of 3 | Total Record : 28