cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 443 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS STEM GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MIPA 4 SMAN TAHUN AJARAN 2018/2019 Dessy Gita Islamyah; Putu Yasa; Dewi Oktofa Rachmawati
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20643

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa.Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritissiswa, (2) mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa, (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis STEM. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2siklus, dimana setiap siklusnya terdiri dari: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan(4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X MIPA SMA Negeri 2 Singarajayang berjumlah 33 siswa. Objek penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri terbimbingberbasis STEM, kemampuan berpikir kritis siswa, aktivitas belajar siswa. Data kemampuanberpikir kritis diperoleh dengan memberikan tes kemampuan berpikir kritis siswa, aktivitasbelajar siswa diperoleh dengan lembar observasi, dan tanggapan siswa diperoleh denganangkte tanggapan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian̅ini menunjukkan: (1) nilai kemampuan berpikir kritis siswa siklus I sebesar = 76,4 (SD=9,7)̅dengan ketuntasan klasikal 78,8% dan siklus II sebesar =81,8 (SD=4,9) dengan̅ketuntasan klasikal 90,9%, (2) skor rata-rata aktivitas belajar siswa siklus I sebesar = 22,1̅(SD=1,25) dengan kategori sangat tinggi dan siklus II sebesar = 22,6 (SD=1,08) dengankategori sangat tinggi, (3) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis STEM dalam pembelajaran fisika positif. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis STEM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIPA 4 SMAN 2 Singaraja Tahun Ajaran 2018/2019.Kata-kata kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis STEM, kemampuanberpikir kritis, aktivitas belajar
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA SMAN Putu Erika Saraswati Dewi; Ni Ketut Rapi; Dewi Oktofa Rachmawati
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20644

Abstract

Masalah utama yang dikaji pada penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar fisika siswa SMA Negeri di Kecamatan Kuta. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan hubungan motivasi berprestasi dan prestasi belajar fisika, 2) mendeskripsikan hubungan kemampuan metakognitif dan prestasi belajar fisika, dan 3) mendeskripsikan hubungan motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan metode kuantitatif korelasional. Jumlah populasi sebanyak 478 siswa. Sampel penelitian berjumlah 214 yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Data motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data prestasi belajar dikumpulkan menggunakan tes esai. Nilai koefisien reliabilitas kuesioner motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif masing-masing sebesar 0,869 dan 0,842, sedangkan tes prestasi sebesar 0,711. Uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, linieritas dan keberartian arah regresi, multikolinieritas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif siswa masing-masing berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 104,08 dengan standar deviasi 13,87 dan 13,50 dengan standar deviasi 4,16. Selanjutnya, prestasi belajar fisika siswa berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 53,63 dan standar deviasi sebesar 12,68. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 1) hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar fisika dengan R = 0,15 dan sumbangan efektif sebesar 0,50%, 2) hubungan positif dan signifikan antara kemampuan metakognitif dan prestasi belajar fisika dengan R = 0,24 dan sumbangan efektif sebesar 6,50%, 3) hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar fisika dengan R = 0,26 dan sumbangan efektif sebesar 7,00%. Kata-kata Kunci: motivasi berprestasi, kemampuan metakognitif, dan prestasi belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X MIPA 2 SMAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 N. Rinesti; Putu Yasa; R. Sujanem
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20645

Abstract

ujuan penelitian adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan aktivitas belajar fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 2 SMAN 4 Singaraja. Jumlah siswa sebagai partisipan adalah 36 orang. Objek penelitian adalah model Problem Based Learning (PBL), kemampuan berpikir kritis, aktivitas belajar, dan tanggapan siswa. Instrumen penelitian adalah tes esai kemampuan berpikir kritis, lembar observasi aktivitas belajar, dan angket tanggapan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kemampuan berpikir kritis siswa siklus I berada pada kategori baik (76,27) dengan ketuntasan 77,78% dan siklus II juga berada pada kategori baik (81,37) dengan ketuntasan 91,67%, (2) aktivitas belajar siswa siklus I berada pada kategori tinggi (19,9) dan siklus II berada pada kategori sangat tinggi (22,5), (3) tanggapan siswa berada pada kategori sangat positif (81,50). Simpulan penerapan ini adalah model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Singaraja. Kata Kunci: Aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, problem based learning.
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS XI MIA DI SMA NEGERI 1 TEMBUKU Luh Putu Winiari; I W Santyasa; I Suswandi
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran self regulated learning dan model pembelajaran konvensional siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Tembuku. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasiexperiment) dengan desain penelitian one way pretest-posttest non-equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik random assignment. Sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI MIA 1 dengan anggota 24 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 2 dengan anggota 25 orang sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis siswa yang diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis. Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran self regulated learning dan model pembelajaran konvensional sebesar 7,845. Hasil uji LSD menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran self regulated learning lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Kata kunci: Self Regulated Learning, Kemampuan Berpikir Kriti
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA KELAS XI MIPA 4 SMAN TAHUN AJARAN 2018/2019 Ayuningtias NKA; Putu Yasa; R. Sujanem
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20647

Abstract

Tinjauan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa. Untuk memecahkan masalah tersebut dilakukan intervensi tindakan berupa penerapan model CTL. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil prestasi belajar fisika siswa, dan aktivitas belajar siswa serta mendeskripsikan respon tanggapan siswa terhadap penerapan model CTL. Penelitian ini penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan pada siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Singaraja. Jumlah siswa sebagai objek adalah 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Data hasil belajar fisika siswa dikumpulkan dengan tes objektif. Aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Data respon tanggapan siswa terhadap penerapan model CTL dikumpulkan dengan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsitif. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 73,5 dan KK di siklus I sebesar 75%, dan ratarata aktivitas belajar siswa sebesar 21,5 dengan kategori sangat positif (2) skor rata-rata hasil belajar pada siklus II sebesar 88,3 dan KK di siklus II sebesar 91,6%, dan rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 21,8 dengan kategori sangat positif. Respon tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran fisika memiliki rata-rata skor 83,805 dengan kategori sangat positif. hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model CTL dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa, dan (2) model CTL dapat meningkatkan aktivitas belajar fisika siswa, dan (3) siswa menunjukkan rsepon sangat positif terhadap penerapan model CTL. Kata Kunci: Model pembelajaran CTL, hasil belajar fisika siswa, respon tanggapan siswa
HUBUNGAN KETERLIBATAN ORANG TUA DAN SIKAP SOSIAL SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SMA NEGERI Saraswati N. N. T; I Nyoman Putu Suwindra; I. B. P. Mardana
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20648

Abstract

Rendahnya prestasi belajar fisika siswa SMA Negeri menjadi masalah utama yang dikaji pada penelitian ini. Tujuan penelitian untuk menganalisis (1) hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar fisika, (2) hubungan antara sikap sosial siswa dengan prestasi belajar fisika, dan (3) hubungan antara keterlibatan orang tua dan sikap sosial siswa dengan prestasi belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan metode kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPA di SMA Negeri di yang berjumlah 902 siswa. Sampel diambil dengan teknik proportional random sampling yang berjumlah 317 siswa. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan tes pilihan ganda. Nilai koefisien reliabilitas kuesioner keterlibatan orang tua dan sikap sosial siswa masing-masing sebesar 0,895 dan 0,894, sedangkan tes prestasi belajar sebesar 0,914. Uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, linieritas dan keberartian arah regresi, multikolinieritas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Hasil penelitian menemukan bahwa prestasi belajar fisika siswa berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 53,059. Kesimpulan menunjukkan terdapat (1) hubungan positif antara keterlibatan orang tua dan prestasi belajar fisika dengan Fhitung=15,525, R = 0 sumbangan efektif sebesar 7,29%, dan (3) hubungan positif antara keterlibatan orang tua dan sikap efektif sebesar 11,90%. Kata kunci: sikap sosial siswa, prestasi belajar fisika, keterlibatan orang tua
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA KELAS XI SMA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Asiana Muliani; I Wayan Suastra; I Suswandi
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20649

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Tujuan penelitian ini adalah (1) meningkatkan kemampuan sikap ilmiah siswa,(2) meningkatkan prestasi belajar siswa fisika, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing. Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini 33 orang siswa kelas XI MIPA 2 yang terdiri dari 14 orang laki-laki dan 19 orang perempuan. Data prestasi belajar siswa, data sikap ilmiah, dan tanggapan siswa dikumpulkan masing2 menggunakkan tes, lembar observasi, dan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing meningkatkan sikap ilmiah siswa dilihat dari skor rata-rata siswa 2,47, SD 0,48 berada dalam kategori tinggi, sedangkan pada siklus II skor rata-rata siswa 2,52, SD 0,50 berada dalam kategori tinggi, (2) prestasi belajar siswa, dilihat dari nilai rata-rata siswa 71,03, SD 9,59 dan KK 51,51 %, berada dalam kategori baik, sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata siswa 76,36 dengan SD 7,64 dan KK 72,72 %, berada dalam kategori baik. (3) tanggapan siswa dilihat dari skor rata-rata 81,28 berada dalam kategori positif dan SD 6,91. Disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan sikap ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa. Kata kunci: model inkuiri terbimbing, prestasi belajar, sikap ilmiah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X IPA SMA NEGERI M. Hajrin; I Wayan Sadia; I Gede Aris Gunadi
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung, (2) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung setelah dilakukan pengendalian terhadap skor pretest, (3) kontribusi yang signifikan skor pretest terhadap keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperiment menggunakan desain one way non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 4 kelas, sejumlah 117 siswa dengan sampel sebanyak 59 siswa yang meliputi 30 siswa di kelas eksperimen dan 29 siswa di kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis kovarian (ANAKOVA) satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan, yaitu: (1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis fisika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F=20,173; p<0,05). 2) setelah dilakukan pengendalian terhadap skor pretest, terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis fisika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F*=44,215; p<0,05). Uji lanjut menunjukkan nilai rata-rata (LSD=2,362; Δμ =8,089) kelompok MPIT signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok MPL. 3) terdapat kontribusi yang signifikan skor pretest terhadap keterampilan berpikir kritis fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Freg = 13,941; p<0,05). Variabel kovariat (pretest) memberikan kontribusi terhadap posttest sebesar 33% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis.
PENERAPAN BAHAN AJAR SAINS BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA 7 DI SMA NEGERI P. Rima Elda Rosadi; N. K. Rapi; P. Yasa
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i2.22100

Abstract

Abstrak Rendahnya aktivitas dan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya strategi pembelajaran atau metode pembelajaran yang diterapkan guru di kelas. Melalui penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas belajar, (2) meningkatkan prestasi belajar, dan (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 7 SMAN 2 Singaraja yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah aktivitas belajar, prestasi belajar, bahan ajar sains berbasis kearifan lokal, dan respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal. Data aktivitas belajar siswa diperoleh melalui observasi pada setiap pertemuan, dengan menggunakan pedoman observasi. Data prestasi belajar fisika diperoleh melalui tes prestasi tiap akhir siklus, data respon siswa diperoleh melalui angket respon siswa pada akhir siklus kedua. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika aktivitas belajar siswa minimal berkategori aktif, prestasi belajar siswa minimal berkategori tinggi, respon siswa minimal berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar, hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata aktivitas belajar pada siklus I = 14,55; Standar Deviasi = 2,25; dengan kategori cukup aktif, dan rata-rata aktivitas belajar pada siklus II = 15,99; Standar Deviasi = 1,98 dengan kategori aktif. Hasil prestasi belajar pada kedua siklus berkategori baik. Pencapaian prestasi belajar siswa pada siklus I, nilai rata-rata  = 73,6; Standar Deviasi = 11,9 dengan KK = 75%. Siklus II, nilai rata-rata  = 83,9; Standar Deviasi = 5,8 dengan KK = 90,6%. Respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika berkategori sangat positif dengan skor rata-rata   = 83,75.  Kata kunci: aktivitas belajar, prestasi belajar, bahan ajar sains berbasis kearifan lokal
PENERAPAN BAHAN AJAR SAINS BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA 7 DI SMA NEGERI P. Rima Elda Rosadi; N. K. Rapi; P. Yasa
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i2.22101

Abstract

Abstrak Rendahnya aktivitas dan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya strategi pembelajaran atau metode pembelajaran yang diterapkan guru di kelas. Melalui penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas belajar, (2) meningkatkan prestasi belajar, dan (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 7 SMAN 2 Singaraja yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah aktivitas belajar, prestasi belajar, bahan ajar sains berbasis kearifan lokal, dan respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal. Data aktivitas belajar siswa diperoleh melalui observasi pada setiap pertemuan, dengan menggunakan pedoman observasi. Data prestasi belajar fisika diperoleh melalui tes prestasi tiap akhir siklus, data respon siswa diperoleh melalui angket respon siswa pada akhir siklus kedua. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika aktivitas belajar siswa minimal berkategori aktif, prestasi belajar siswa minimal berkategori tinggi, respon siswa minimal berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar, hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata aktivitas belajar pada siklus I = 14,55; Standar Deviasi = 2,25; dengan kategori cukup aktif, dan rata-rata aktivitas belajar pada siklus II = 15,99; Standar Deviasi = 1,98 dengan kategori aktif. Hasil prestasi belajar pada kedua siklus berkategori baik. Pencapaian prestasi belajar siswa pada siklus I, nilai rata-rata  = 73,6; Standar Deviasi = 11,9 dengan KK = 75%. Siklus II, nilai rata-rata  = 83,9; Standar Deviasi = 5,8 dengan KK = 90,6%. Respon siswa terhadap penerapan bahan ajar sains berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran fisika berkategori sangat positif dengan skor rata-rata   = 83,75.  Kata kunci: aktivitas belajar, prestasi belajar, bahan ajar sains berbasis kearifan lokal