cover
Contact Name
Irfan Noor
Contact Email
albanjari@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irfannoor@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14129507     EISSN : 25276778     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
AL-BANJARI merupakan Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin sebagai media penuangan dan pengkajian karya ilmiah dalam bidang studi Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Juli)
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
TRADISI BAHILAH PADA MASYARAKAT BANJAR PAHULUAN Abidin, Muhammad Zainal
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.645 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i1.415

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengekplorasi suatu tradisi yang biasa dilakukan dalam masyarakat Banjar Pahuluan dalam upacara kematian, yakni bahilah. Tradisi ini tetap lestari sebagai bagian ritual yang dilakukan pada masyarakat di sana. Fenomena ini unik mengingat bahilah dari sudut pandang mazhab syafiie yang notabene mazhab utama yang diikuti oleh masyarakat di sana adalah sesuatu yang diharamkan. Namun, dengan alasan mazhab Hanafi membolehkan, maka praktek ini kemudian dilestarikan. Fenomena perpindahan mazhab inilah yang kemudian menjadi isu menarik untuk dikupas. Karena ternyata dalam keberagamaan masyarakat Banjar, khususnya di pahuluan relatif ada fleksibilitas ketika berhdapan dengan sesuatu yang mendasar dalam kebudayaan Banjar, yakni penghormatan dan kebaktian terhadap leluhur. Inilah sejatinya ajaran dasar keyakinan lokal yang tetap ada, meski kemudian datang agama-agama luar seperti Hindu, Budha, Kristen, dan Islam.
UNDANG-UNDANG SULTAN ADAM 1835 DALAM PERSPEKTIF SEJARAH HUKUM Abdurrahman, Abdurrahman
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.614 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v10i2.1042

Abstract

Undang-undang Sultan Adam sebagai perangkat hukum peninggalan masa lalu kurang mendapatkan perhatian baik dari kalangan para ahli hukum maupun dari sejarawan, bahkan sampai sekarang ini teks peraturan itu belum pernah ditulis dalam bahasa Indonesia karena sampai saat ini dokumen itu masih tertulis dalam bahasa Melayu/Banjar disertai terjemahannya dalam bahasa Belanda. Karena itu wajar apabila dokumen hukum itu tidak tersebar secara meluas dikalangan para ilmuan. Di sampimg itu dokumen hukum itu juga penting sebagai informasi bagi generasi mendatang tentang keberhasilan yang pernah dicapai oleh nenek moyang mereka dimasa lampau dalam menetapkan hukum di dalam masyarakatnya.
EKSISTENSI KHIYAR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DI TOKO MODERN (Analisis Hukum Ekonomi Syariah) Huda, Rahmatul
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v15i1.818

Abstract

Indonesia is a country that is predominantly Muslim, so that Muslim consumers certainly get the protection of the goods and/or services in accordance with Islamic law. Because the protection of the rights of every citizen of Indonesia. Khiyar is one form of consumer protection in Islam. Surely, khiyar as one of the forms to protect the rights of Muslim consumers are contained in the Consumer Protection Law. This thesis aims to determine: (1) Existence khiyar in Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, and (2) Analysis of the existence of khiyar in Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. This research is a normative law (normative legal research), namely legal research conducted by examining the legal material. The approach taken in this study is the statute approach and the conceptual approach. Based on the method used produced the conclusion that the existence khiyar in Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection, contained in article 4, which khiyar ‘aib and khiyar syarath with the right to safety (article 4 letter a), khiyar majlis and khiyar tayin with the right to choose (article 4 letter b), khiyar tadlis and khiyar ‘aib with the right to be informed (article 4 letter c and h), and khiyar ruyah with the right to be heard (article 4 letter d ). Existence khiyar in article 4 of the Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection in terms of the Islamic economic law in accordance with the rules of fiqh, maqasid shariah, and fiqh.
PENYEBARAN TAREKAT SAMMANIYAH DI KALIMANTAN SELATAN OLEH K.H.MUHAMMAD ZAINI GHANI Mubarak, Ahmad Zakki
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.768 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v10i1.933

Abstract

This paper describes about the al-Sammaniyah tarekat which was popularized by K.H. Muhammad Zaini. He is known as a scholar who became a role model of Banjar society. K.H. Muhammad Zaini is a charismatic cleric (ulama). His popularity is not only in the Kalimantan region, but to foreign countries. Pilgrims who follow the teachings amount to dozens, even thousands of people. He is known for its breadth of his knowledge, moral virtue, and generosity. In delivering his message, he has a quiet way of speaking, so that the people who listens him feel cool, calm and solemn.
TUAN GURU AS CAMPAIGNERS: POLITICAL PLAYERS AND SELF INTERESTED LEADERS? Muhajir, Ahmad
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v12i1.450

Abstract

Tulisan ini mengkaji para tuan guru Banjar yang terlibat dalam kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kalimantan Selatan. Dengan pilkada gubernur 2005 sebagai studi kasus, penulis ingin menguji apakah para tuan guru tersebut merupakan pemimpin masyarakat dengan kepentingan pribadi semata. Studi ini juga meneliti sejauhmana para ulama Banjar ini mau terlibat dalam kampanye dan apa yang menjadi pertimbangan-pertimbangan mereka. Para ulama yang menjadi narasumber adalah mereka yang dilibatkan, baik secara langsung ataupun tidak, dalam usaha menarik suara pemilih oleh empat dari lima pasangan calon yang bersaing saat itu. Penelitian ini menunjukkan bahwa tuan guru yang diteliti memilih cara yang berbeda dalam membantu calon mereka. Ada yang berkampanye begitu rajin di berbagai ajang dan forum baik yang resmi untuk kampanye atau tidak, namun ada pula membatasi diri hanya pada acara-acara tertentu. Mereka mempunyai motif dan pertimbangan masing-masing baik politik maupun ideologis yang membuat mereka melangkah hingga titik tertentu: mereka berhitung secara rasional. Sebagai imbalan atas kesediaan mereka, para calon memberikan sejumlah ganjaran baik untuk pribadi maupun pesantren, pengajian ataupun organisasi yang dipimpin oleh para ulama ini. Penulis menyimpulkan bahwa tuan guru Banjar yang turut serta berkampanye tidak hanya mengusung kepentingan pribadi.
PENGARUH ISLAM DAN KEBUDAYAAN MELAYU TERHADAP KESENIAN MADIHIN MASYARAKAT BANJAR Akmal, Atqo
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.758 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v17i1.2044

Abstract

Banjaresse Culture is a transformation and transculturation of the pre-Islamic religious beliefs with post-Islamization. The contact between the two cultures resulted in a new Banjar entity that strongly influenced by the values of Islam and Malay culture. In art, madihin emerges as the result of assimilation between Malay-Muslim and Banjar art cultures. Madihin has similarities to the oral literature of Malay, pantun and verse, but it is delivered in Banjaresse language, with rhymes that are not necessarily follow certain pattern (eg: must be a-a-a-a or a-b-a-b), no limitation for number of stanza, and not play a particular drama. The emergence of madihin is a transformation of qasida form which present to mark the presence of Islam in the archiplego. The use of tarbang as a musical instrument in madihin, similar to qasida with its rebana-drums. However, madihin is different from the qasida arts whose lyrics are the verses of the song. Madihin is likely an oral literature that has no pattern of regular rhyme and lyric, and not too concerned with the suitability of the lyrics, verse with the rhythm, as an important conformity in the music of qasida.Budaya masyarakat Banjar merupakan transformasi dan transkulturasi religiusitas kepercayaan pra-Islam dengan paska islamisasi. Pertemuan keduanya menghasilkan suatu entitas Banjar baru yang dipengaruhi kuat oleh nilai dan ajaran Islam serta kebudayaan melayu. Dalam bidang kesenian, sastra lisan madihin muncul sebagai hasil dari asimilasi antara kebudayaan Melayu-Islam dan Banjar. Madihin memiliki kesamaan dengan sastra lisan melayu sejenis pantun dan syair, namun disampaikan dalam bahasa Banjar, dengan rima yang tidak mesti teratur (misalnya harus: a-a-a-a atau a-b-a-b), jumlah bait yang tidak baku, dan tidak melakonkan suatu drama tertentu. Kemunculan madihin merupakan transformasi bentuk qasida yang hadir ke nusantara saat berkembangnya Islam. Penggunaan tarbang sebagai instrumen musik pengiring dalam pertunjukkan madihin, mirip dengan kesenian qasida dengan gendang rebana-nya. Namun madihin berbeda dengan kesenian qasida yang liriknya merupakan bait-bait lagu, madihin merupakan penyampaian sastra lisan sejenis pantun dan syair yang dilagukan, serta tidak terlalu mementingkan kesesuaian bait lirik dengan irama, satu kesesuaian yang penting dalam musik qasida.
TUAN GURU HAJI KASYFUL ANWAR DAN KIPRAHNYA DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM MARTAPURA Mubarak, Ahmad Taufik
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3362.543 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v8i2.906

Abstract

This paper explores the role of Tuan Guru Haji Kasyful Anwar in making some changes in Pondok Pesantren Darussalam Martapura. The changing that he made in that Islamic boarding school can be seen in system of teaching, curriculum, and the facilities of study. Also in his period found the degree of education. He taught his students to have a humble life besides to apply the knowledge as maximal as possible. So that, from his boarding school and his public class that belong to him, came out many ulama.
DIALEKTIKA ANTARA FILSAFAT DAN AGAMA DALAM PEMIKIRAN FILSAFAT ISLAM: Kesinambungan dan Interaksi Wardani, Wardani
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.072 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v13i1.385

Abstract

This article is aimed to describe dialectical relation between Islamic philosophy (hikmah) and Islamic religious doctrin (syarî’ah). The tension between two has emerged since declination of rational theology (Mu’tazilite) and since the rise of ortodox theology (Asy’arite). Al-Ghazâlî, one of prominent scholars of the Asy’arite, has attacked Moslem philosophers, such as Ibn Sînâ. This article has came to the conclusion that in such tension, in which religion and rational thought met, the two neither reached utterly different results, nor yet were they identical, but seemed to run parallel to one another.
ETIKA MENURUT DAVID HUME Rusydi, Muhammad
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 2 (2008)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5511.005 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v7i2.959

Abstract

Tulisan ini mcnguraikan lilsafat moral atau etika menurut David Hume. Hume terkenal sebagai seorang empirisisme. Paham inilah yang membentuk epistemologinya, sehingga lahirlah anggapan bahwa ilmu tersebut hersilat relatif, subyektif bukan obyektif. Hume juga menolak ide kausalitas dan substansi, scbab keduanya tidak bisa dibuktikan secara cmpirik, scpcrti tidak terlihatnya daya kausal dan substansi itu sendiri. Iipisternologi ini rncndasari pemahaman etika Hume bahwa etika adatah masalah pcrasaan. Pcrasaart ini muncul dari kesan yang dihasilkan oleh fakta empirik, sehingga Humc beranggapan bahwa hukum moral adalah tidak ada. Dengan kata lain, etika adalah masalah pcrasaan setuju dan tidak setu.lu atau scnang dan tidak scnang. Jika setuju dan senang maka itu baik dan begitu juga scbaliknya. Nantun untuk meqiaga agar tidak ada kesewenang-wenangan etis maka Hume beranggapan bahwa manusia memiliki sikap saling simpati yang dibangun diatas empat keutamaan. Agar ini semua bisa berjalan dengan lancar lalu diciptakanlah norma-norma tertentu dan dalam penerapan norlna ini dilaksanakanlah pembiasan-pembiasaan. I,embiasaan yang mcniadi kebiasaal inilah yang menjadi seakan-akan tcrasa sepcrti hukum moral.
MEMBUMIKAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Al Amruzi, Muhammad Fahmi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.533 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v14i2.656

Abstract

The existence of Islamic law in Indonesia has long earned a place in public life. It is the law established in the midst of society and even became the offi cial legal state at the time of Islamic kingdoms until the beggining of VOC. When the Dutch managed to take over all the power of the Islamic kingdoms, the Islamic law began to be abolished gradually. After independence, Indonesian people began to dig his own laws independently and Islamic laws still exists and getting stronger. The Islamic law has its own power which can take the form in legisation, jurisprudence and public legal awareness. Islamic law has an important strategic position in the formation and preparation of Indonesias national law. One effort to incorporate Islamic law into the national legal order is through the transformation of the values of Islamic law into the Indonesian National Legal System.

Page 10 of 61 | Total Record : 604