cover
Contact Name
Irfan Noor
Contact Email
albanjari@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irfannoor@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14129507     EISSN : 25276778     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
AL-BANJARI merupakan Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin sebagai media penuangan dan pengkajian karya ilmiah dalam bidang studi Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Juli)
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI UPAYA (NON LIGITASI) MENURUT PERATURAN PERUNDANG.UNDANGAN Hasan, Ahmadi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3897.094 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v6i1.964

Abstract

Solviig rhe dispule through nonlegitimate way is ooly allowed in private Ir,$, while in public law it ;s stjll a problen. This is because The Criminal Code does not provide the chance to solve the dispute outside rhe coun. In facq the sourcc of nalional law is westem law, Islarnic law, and faditional law. Sociologically some ethnic goups such as Banjarese still hold traditionat law likc peace tradition in solving the dispute. lt is therefore interesting to observe hor!juridical views this problem.
LEMBAGA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DI KALIMANTAN SELATAN Barni, Mahyuddin
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.489 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i2.803

Abstract

Organisasi Muhammadiyah merupakan wadah sosial Islam tertua dan terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarkatan yang bercirikan Islam. Organisasi ini mencurahkan kegiatan pada usaha-usaha pendidikan dan kesejahteraan dan dalam program dakwah guna melawan agama Kristen dan ketakhayulan-ketakhayulan lokal. Dalam usahanya memurnikan pengamalan ajaran Islam (purifikasi) sekaligus mengangkat kehidupan umat, Muhammadiyah lebih berani menerapkan sistem modern.Di Kalimantan Selatan, Muhammadiyah berdiri secara resmi pada tahun 1925 di Alabio. Kehadiran Muhammadiyah di Alabio diikuti dengan pendirian Sekolah Muhammadiyah pada tahun 1926. Sejak itu, Sekolah Muhammadiyah bermunculan bersamaan dengan lahirnya Cabang Muhammadiyah di seluruh Kalimantan Selatan. Sampai saat ini, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah telah berdiri di semua kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Organisasi ini di Kalimantan telah memiliki sejumlah sekolah, madrasah dan pendidikan tinggi.
TELAAH KRITIS TERHADAP KITAB AL-DURR AL-NAFIS KARYA SYEKH ULAMA MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI ., Mubin
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.516 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i1.915

Abstract

Kitab al-Durr al-Nafis karya Muhammad Nafis al-Banjari merupakan salah satu kitab tasawuf yang menjadi polemik di kalangan ulama Banjar untuk boleh atau tidaknya diajarkan kepada masyarakat.Dilihat dari sisi ajaran tasawuf, kitab ini membahas ajaran tentang kemutlakan Zat Tuhan, masalah penciptaan makhluk (alam), konsep manusia, maqam-maqam pendekatan diri kepada Tuhan, dan maqam fana-baqa.Kitab ini ditulis secara objektif ilmiah karena mencantumkan sumber-sumber pendapat dari para sufi terkenal dan memisahkannya dari pendapat pribadi, sehingga dapat dikatakan kitab ini sebagai Buku Daras bagi murid-muridnya. Selain itu, terungkap pula kuat keinginan penulis untuk mengkombinasikan secara harmonis antara tasawuf sunni dan tasawuf falsafi, tanpa menggugurkan taklif syari kepada hamba.Satu kelemahan terjadi pada bagian penutup, yaitu tidak terdapatnya rangkuman atau simpulan dari penulis. Uraian yang terdapat dalam bagian penutup ternyata diisi dengan persoalan baru yang lebih pelik, yaitu mengenai martabat tujuh dan pernyataan-pernyataan tokoh sufi falsafi (Ibn Arabi dll.), sehingga mengesankan bahwa itulah simpulan bahasan kitab atau pendapat Muhammad Nafis. Itulah sebabnya sebagian ulama menolak ajaran kitab ini karena dinilai menganut paham wahdat al-wujud.
ISLAM DAN REPRESENTASI IDENTITAS BANJAR PASCA ORDE BARU DI KALIMANTAN SELATAN Noor, Irfan
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.345 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i2.423

Abstract

Gerakan formalisasi syari’at Islam yang marak di Indonesia pasca Orde Baru telah berhasil mengambil manfaat dari berkembangnya wacana peneguhan identiti lokal di era Otonomi Daerah. Salah satu dari keberhasilan gerakan ini adalah terbitnya berbagai Perda bernuansa syariat Islam di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang menunjukan kecenderungan seperti itu adalah Kalimantan Selatan. Di daerah ini, titik tolak berkembangnya wacana peneguhan identitas lokal adalah dampak negatif budaya global yang bersinergi dengan totalitarianisme konstruk negara bangsa. Oleh karena itu, ketika karakter khas yang dikembangkan oleh gerakan Islamisme adalah suatu ideologi perlawanan (counter-ideology) terhadap berbagai faham modenisme dan sekularisme, maka gerakan ini mampu berkelindan dengan wacana peneguhan identitas lokal yang juga mengembangkan suatu upaya perlawanan terhadap konstruk negara-bangsa yang cenderung bersifat totalitarianisme ala Orde Baru. Kajian ini memberikan kerangka kerja alternatif dalam memahami identitas etnik Banjar dan politik identitasnya dari beberapa kajian sebelumnya yang cenderung menekankan unsur-unsur primordialisme. Kajian ini diharapkan dapat memberikan suatu pemahaman tambahan tentang politik identitas Islam di Indonesia pasca Orde Baru.
ILMU KOLONIAL DI MALAYSIA: PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH Abdul Jalal, Ahmad Farid; Abd. Rahim, Rahimin Affandi; Ismail, Ab. Halim; Ismail, Huzaimah; Rosele, Muhammad Ikhlas
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.688 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v16i1.975

Abstract

As a country that once colonized by the British, Malaya indeed vulnerable to the influence of British ideology. This occurs through a mechanism of colonial knowledge developed by British to learn and dominate the Malay community. As a result of colonial influence can be traced in all aspects of Malay community life. The findings of this research show that the colonial has their own policies and approach  when it comes to the issue of Islam in the Malay community. They try to kill the potential of Islam and replace it with the world-view and British paradigm then embed it into the community. The results of the Maqasid analysis on the legacy of colonial knowledge still prove too much effort to consolidate Islam should be done by Islamic scholars. Islamic scholars have to reject and correct negative outlook placed on Islam.
INTERVENSI ANAK DALAM PERCERAIAN Wahyudi, Firman
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.9 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v15i2.839

Abstract

The high divorce rate in Indonesia sometimes result with positive and negative trends. Positive trend meant the rise of women to defend their rights as a wife that is often abused by her husband so divorce is the best solutions and alternatives. Trend downside besides destroying a family structure also carries a psychological impact, especially children in addition to great effect in socio-civic life. Legal divorce just look at issues from both parties (husband and wife) only, while the other family members in this case the child is not involved. Though the realm of the family consisting of a husband and wife and children. Child has a fundamental right within the family and also have the right to intervene to prevent his parents divorce because he was the main victim of the divorce itself. Required a special advocate to defend the interests and rights of the child in his parents divorce given the level of skill in the legal act has not been adequate. In this case the role and functions of the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) is necessary in order to fulfill these rights.
PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENIDDIKAN (KTSP) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH ALIYAH Mubarak, Ahmad Zaki
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7793.499 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v7i1.944

Abstract

Teachcrs are the key people for the success of KTSP curriculum implementation. This isbeiause teachers are the implanters of the curriculum" Even the best curriculum and the best educational system vzill not work unless withthesupportofgoodqualiryteaclrers.lnshort,increasingthequalityof e<lucation in Indonesia strouto ue uottr involving curriculum improvement arrd teachers, quality improvement. so, professional teachers is a must. According to the Act no. 14 year 2005 about teachers and lecturers chapter ll0;.2, a professional teacher should have four competencies; pedagogic, personality, social, and professional. A professional teacher reflects a figure ofteacher who has a broadiorizon about education both macro and micro
SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI BANJARMASIN DAN PERAN KESULTANAN BANJAR (ABAD XV-XIX) Noor, Yusliani
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.221 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i2.458

Abstract

Islamisasi Banjarmasin menghasilkan identitas baru pada etnis Dayak Islam sebagai Melayu sekaligus menjadi Banjar,[1] dan demikian pula etnis lainnya seperti; Jawa, Melayu, Bugis-Makassar serta Wajo, khususnya mereka yang berafiliasi, bercampur dan berada dalam suzerinitas Kesultanan Banjar. Suku-suku bangsa ini menghasilkan generasi campuran (mixing generation) karena perkawinan, yang juga menjadi Banjar. Berbagai etnis ini disatukan oleh transformasi dan transkulturasi religiusitas secara genius dari kepercayaan dan budaya Kaharingan-Balian, Hindu-Budha kepada agama Islam dan menjadi berbudaya Islam. Mereka memiliki bahasa Melayu Banjar sebagai Lingua-Franca, sekaligus sebagai bahasa pemersatu.[1]Kenyataan ini ditandai dengan alur cerita dan kemiripan Naskah-Naskah Hikayat yang dianggap bercorak Melayu, sehingga Hikayat Banjar dan Tutur Candi, memiliki genre yang senada dengan Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja Pasai, Sulalat al-Salatin (Sejarah Melayu), Hikayat Aceh, Cerita Asal Bangsa Jin dan Segala Dewa-Dewa, Salasilah Kutai, yang semuanya menampilkan aspek bahasa Melayu; bahasa sastra, politik dan hukum serta bahasa komunikasi. Lihat Henri Chambert-Loir, 2011, Sultan, Pahlawan dan Hakim, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerjasama dengan Ecole francaise dExtreme-Orient Masyarakat Pernaskahan Nusantara Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat-UIN Jakarta: Jakarta, hlm. 7. Hasil Penelitian antropologis Y. C. Thambun Anyang, menunjukkan bahwa komunitas Dayak Taman di Kalimantan Barat ketika telah Islam menyebut dirinya turun Melayu atau menjadi Melayu. Lihat Y. C. Thambun Anyang, 1998, Kebudayaan dan Perubahan Daya Taman Kalimantan Dalam Arus Modernisasi, Studi Etnografis Organisasi sosial dan Kekerabatan dengan Pendekatan Antropologi Hukum, Jakarta: Grasendo, hlm. 103. Bandingkan dengan proses diakronis sejak abad ke-15 dalam perspektif Dayak Islam di Banjarmasin yang menjadi Melayu dan juga menyebut dirinya Banjar, sering disebut pula Melayu Banjar.
PARALLEL FRAMEWORK OF MUḤAMMAD AND MOSESS STORY: AN ANALYSIS OF THE NARRATIVES OF ḤALĪMAH AL-SAʿDIYYAH Azmi, Ahmad Sanusi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.372 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v17i1.1922

Abstract

Kajian modern tentang asal-usul sīrah Nabawiyah telah menelusuri dan menemukan keberadaan pengaruh kitab suci sebelumnya dan unsur-unsurnya dalam narasi sīrah. Kisah tentang Halimah, sang ibu susuan, menurut Raven, menunjukkan kejadian paralel dengan kematangan Yesus ketika bayi, dalam Injil. Selain itu, para sarjana Muslim seperti Ibn Hisham ditemukan konsisten dalam membuat perbandingan paralel antara Muhammad dan Musa dalam karyanya. Tulisan ini memfokuskan pada kehidupan awal yang terfokus pada periode Ḥalīmah al-Sadiyyah dengan menganalisis penggunaan referensi Al-Quran dalam narasi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode pendekatan kritis dan analisis tekstual untuk membaca cerita. Kajian ini menemukan proposisi bahwa ada dua kemungkinan alasan yang mengarahkan Ibn Hisham menambahkan ayat 28:12 dari Al-Quran sebagai referensi atas catatan waktu Muhammad sebagai bayi yang menyusu. Isu pertama ketidakjelasan digital dalam narasi Ibn Isāq. Dan yang kedua adalah memberikan kepercayaan kepada kisah kedua nabi, Muhammad dan Musa.Modern studies of the origin of sīrah nabawiyyah have traced and suggested the existence of influence of previous scriptures and their elements within the sīrah narrative. The extraordinary speed and marks of physical maturity in Prophet Muḥammad’s wet-nurse period with Halimah, which, according to Raven, indicates a parallel occurrence with Jesus precocity in the Gospels of the Infancy. Besides, Muslim scholars such as Ibn Hishām was found to consistently make parallel comparison between Muḥammad and Moses in his work. This study aims to explore the narratives of Prophet Muḥammad’s early life, with special focus to his period with Ḥalīmah al-Sa’diyyah and analyse the use of Quranic reference in the narrative. The study is qualitative in nature in which the researcher employed critical and textual analysis to examine the story. The present study in its finding proposes that there are two possible reasons which lead Ibn Hishām to adduce verse 28:12 of the Quran as his reference to the account of Muḥammad’s time as a suckling infant. The first is to elucidate lexical obscurity in the narration of Ibn Isḥāq. And the second is to give credence to the similarity between the accounts of two prophets, Muḥammad and Moses.
DESKRIPSI KITAB SENJATA MUKMIN DAN RISALAH DOA Yulizar, Muhammad Adriani; Ilhami, Hamidi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.527 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v13i1.393

Abstract

This article describes the work of K.H. Husin Qadri and K.H. Jafar Sabran; twoproductive scholarswho wrote manyreligious literatures related to monotheism, sharia, morals, deedsand prayers.  K.H. Husin Kadri,a famous writer in his time, had  a brilliant idea to write  a book contained of  collection of prayers al-Masturat  from Al-Quran and Hadith.  Althoughhe did not include the references of  prayers and quotation used in his book,  the Book ofSenjata Mukmin was devotedto students community and Martapura residents  who have understood, and memorizedthe verses or hadith  in that book.  K.H. Husin Kadri  also included  a material of monotheism  which described the explanation of  twentycharacteristics.  The Book of Risalah Doawas composedwithmodel and format designed by the editors to make it different from other peoples work, accompanied by interesting information quoted from credible sources. This book was completed withnumber of verses and chapters, the source of hadith’squotations and sayings  of scholarsfrom other books.

Page 9 of 61 | Total Record : 604