cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2014)" : 49 Documents clear
THE EFFECT OF MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) LEARNING MODEL TOWARD STUDENT'S MATHEMATICAL CONNECTION ABILITY Ni Wayan Sanjiwani Utami .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran MMP dibandingkan dengan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan Post-Test Only Control Group Design, dimana jenis penelitian ini adalah penelitian semu (quasi experiment) dengan variabel-variabel lain dianggap memiliki pengaruh yang sama pada penelitian ini. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X MS SMAN 1 Ubud Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 214 orang siswa yang tersebar ke dalam lima kelas yang setara secara akademik. Dari lima kelas yang ada diambil dua kelas yang akan digunakan sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik random sampling, dimana salah satu kelas tersebut akan menjadi kelompok eksperimen dan satu kelas menjadi kelompok kontrol. Setelah diberikan post-test, data hasil kemampuan koneksi matematis siswa di uji menggunakan t-test. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 4,131 dan nilai ttabel = 1,984. Apabila dibandingkan, nilai thitung lebih dari nilai ttabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran MMP lebih baik daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran MMP, Model Konvensional, Kemampuan Koneksi Matematis. This study aimed to find out the effect of Missouri Mathematics Project (MMP) learning model toward Mathematical connection ability of students. The students’ Mathematical connection ability who were taught by using MMP learning model was compared with the students’ Mathematical connection ability who were taught by using conventional learning model. In order to reach the purpose of study, the Posttest-Only Control Group Design was implemented. The design of this study was quasi experiment where others variables were assumed have the same effect in this study. The population was the tenth grade mathematics and science students of SMAN 1 Ubud in the academic year 2013/2014, which entirely consist of 214 students and distributed into five equivalent classes. From these five classes only two classes would be selected to be samples of this study by using random sampling technique, in which one class became an experimental group and the other class became a control group. The instruments used in collecting the data of mathematical connection ability were post-test and these were analysed by using one tail t-test. According to the result of data analysed show that tobserved = 4,131 and ttable = 1,984. It concluded that, tobserved is greater than ttable. It means that the mathematical connection ability of students who were taught by using MMP learning model is better than those who were taught by using conventional model.keyword : Missouri Mathematics Project (MMP) Learning Model, Conventional Model, Mathematical Connection Ability.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUASAI TERHADAP PENGHARGAAN DIRI DAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP Putu Intan Rossitha .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4028

Abstract

Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dan (2) apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang merupakan kelas non-unggulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengujian kedua hipotesis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (dengan t_hitung= 2,144 >t_tabel=1,672) dan (2) kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (dengan t_hitung= 3,760>t_tabel=1,672). Dengan demikian, model pembelajaran KUASAI berpengaruh positif terhadap penghargaan diri dan kemampuan koneksi matematis siswa.Kata Kunci : model pembelajaran KUASAI, penghargaan diri siswa, kemampuan koneksi matematis This research was a quasi-experimental research and the design research was Post-test Only Control Group Design. This research aimed at determining (1) whether the students’ self-esteem who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ self-esteem who learned with conventional learning and (2) whether the students’ mathematical connection ability who learned with KUASAI learning model was higher than students’ mathematical connection ability who learned with conventional learning. The population was all regular 7th grade students of SMP Negeri Singaraja 5 in the academic year 2013/2014. Sampling was taken by simple random sampling technique. Hypotheses were tested with one tailed t-test with a significance level of 5%. The results of hypotheses testing showed that (1) the students’ self-esteem who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ self-esteem who learned with conventional learning (with t_count= 2,144>t_table=1,672) and (2) the students’ mathematical connection ability who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ mathematical connection ability who learned with conventional learning (with t_count=3,760>t_table=1,672). Thus, KUASAI learning model had a positive effect on students’ self-esteem and mathematical connection ability.keyword : KUASAI learning model, students' self-esteem, mathematical connection ability
IMPLEMENTASI STRATEGI RTE BERBANTUAN KARTU KERJA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Agus Ari Gunawan .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4029

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatan pemahaman konsep matematika, serta mendeskripsikan tanggapan siswa Kelas VIII SMP Mutiara Singaraja yang dicapai melalui implementasi strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange berbantuan kartu kerja. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VIII SMP Mutiara Singaraja pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014, sebanyak 41 orang. Dalam penelitian ini data pemahaman konsep diukur menggunakan tes uraian, serta tanggapan siswa dengan angket. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep mengalami peningkatan dari 56,33 pada tes awal dengan kategori cukup menjadi 59,60 pada siklus I dengan kategori cukup. Pada siklus II mengalami peningkatan dari 59,60 pada siklus I menjadi 65,02 dengan kategori tinggi. Tanggapan siswa terhadap implementasi strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange berbantuan kartu kerja adalah 46,83 dalam kategori positif.Kata Kunci : kartu kerja, strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange, pemahaman konsep matematika This classroom action research was aimed at finding out the improvement of student’sunderstanding of mathematical concept, and the student’s responses toward the implementation of cooperative instructional srategyRotating Trio Exchange. The subjects of this research were 41 student’s of class VIII in SMP Mutiara Singaraja on the 1st semester in academic year 2013/2014. In this research, the test was applied to collect the data of understanding of mathematical concepts. The student’s response was obtained by using quisioner. The data were analyzed descriptively. The understanding of mathematical concepts in the first cycle increased from 56,33 (medium) in first test to 59,60 ( medium). There was improvement again in second cycle from 59,60 to 65,02 (high). Based on student’s research which was 46,83, the student’s responses were positive.keyword : work sheet, Rotating Trio Exchange learning strategies, understanding of mathematical concept.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SSCS BERBANTUAN LKS TIDAK TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Luh Irmayanti .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa melalui penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) berbantuan LKS tidak terstruktur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 42 orang siswa kelas VIII - 11 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Data kemampuan pemecahan masalah siswa dikumpulkan menggunakan tes uraian dan data tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah siswa dari refleksi awal ke siklus II yaitu terjadi peningkatan rata-rata kemampuan pemecahan masalah dari refleksi awal 37,09 dengan kategori kurang menjadi 68,19 pada siklus II dengan kategori tinggi. Peningkatan sudah optimal dan memenuhi indikator keberhasilan. Hal ini disebabkan oleh: model SSCS merupakan model yang didesain untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah matematika serta didukung oleh LKS tidak terstruktur yang mampu menarik minat siswa dalam menkonstruksi pengetahuan untuk memacu kegiatan berfikir, model pembelajaran SSCS mampu melibatkan siswa secara aktif dalam memecahkan permasalahan yang mereka hadapi dan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok mampu melatih kerja sama siswa dan  menghargai pendapat temannya. Rata-rata skor tanggapan siswa yang dilaksanakan setelah siklus II adalah 57,78 (kategori positif).Kata Kunci : Model Pembelajaran SSCS, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Tanggapan Siswa This study was aimed at describing the enhancement of students’ problem solving abilities and students’ responses related to the implementation of Search, Solve, Create, and Share (SSCS) instructional model with unstructured worksheet. This study was a classroom action research involving subjects as many 42 grade eight-11 students of SMP Negeri 2 Singaraja in the first semester of the academic year 2013/2014. This research was done in two cycles. The data of students’ problem solving abilities were collected by using essay and the data of students’ responses were collected by using quetionnaire. The collected data were analized descriptively. The result of this research showed that there was an enhancement on the average score of students’ problem solving abilities from the early reflection 37.09 (less category) to the second cycle 68,19 (high category). This was caused by SSCS is a designed model to assist students in solving mathematical problems, especially it is supported by the unstructured worksheet which can attract students’ interests in constructing the knowledge to spur thinking activities on, SSCS is able to engage students in a problem and make them active in solving the problem they face and students learn in groups therefore it can train the capalilities of students in working together. By doing presentation, students were trained to respect their friends’ opinions. The average of students’ responses scores which were collected after the second cycle was 57,78 which belonged to ”positive” category.keyword : SSCS instructional model, mathematical problems solving abilities, student’s responses
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMP SINGARAJA Kadek Enny Wicahyani .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model cooperative script terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 387 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pemilihan sampel dilakukan secara acak dari 10 kelas yang memilikii kemampuan setara melalui proses pengundian. Setelah dilakukan proses pengundian diperoleh dua kelas yang menjadi sampel. Dua kelas sampel ini disetarakan melalui proses matching, kemudian diperoleh 31 pasang sampel. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan) yang sebelumnya dilakukan uji chi kuadrat dan uji F untuk mengetahui normalitas dan homogenitas varians. Untuk uji-t satu ekor (ekor kanan) diperoleh besarnya thitung = 3,200925 sedangkan t(0.05)(62)= 2.000298. Ternyata t_hitung > t(0.05)(62) ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative script adalah 77,48, sementara rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional adalah 69,77. Dengan kata lain kemampuan komunikasi matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang mengikuti model pembelajaran cooperative script lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : cooperative script, pembelajaran kooperatif, kemampuan komunikasi matematika This experimental research was aimed at knowing the effect of cooperative script learning model on mathematical communication ability. The population of this research were all seventh grade students at SMP Negeri 6 Singaraja school year 2013/2014 that consisted of 387 students. The samples was taken by using random sampling technique. Samples were chosen randomy of 10 classes which have equal abilities trough the drawing process. After the drawing process, 2 classes were chosen as samples. The 2 classes were equaled by matching process, there were 31 pairs samples obtained. Data of students’ matemathical communication ability were collected by using essay test. The collected data was analyzed by using one-tailed-t test (right tail) after doing chi square-test and F-test to know normality and variance homogenity. The outcome of research by using one-tailed-t test (right tail) shows that value of thitung = 3,200925 and t(0.05)(62) = 2.000298. According to the results, it turn out t_hit > t(0.05)(62) it means that H0 was rejected and Ha was accepted. The result of this research showed the average of students’ mathematical communication abilities who were taught by cooperative script learning model was 77,48, while the average of students’ mathematical communication abilities who were taught by conventional learning model was 69,77. In other words students’ mathematical communication abilities who were taught by cooperative script learning model was higher than students’ mathematical communication abilities who were taught by conventional learning model. So the conclusion is cooperative script learning model makes an influence towards mathematical communication ability.keyword : cooperative script, cooperative learning, mathematical communication ability
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA I Dewa Gede Wahyu Gitariana .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan komunikasi matematika dan (2) mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media online. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 40 orang siswa kelas VIII 9 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data kemampuan komunikasi siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media online mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. Pada siklus I diperoleh presentase kemampuan komunikasi matematika siswa, yaitu 54,65% (dalam kategori kurang). Pada siklus II nilai presentase kemampuan komunikasi matematika siswa meningkat menjadi 60,22% (dalam kategori cukup). Pada siklus III presentase kemampuan komunikasi matematika siswa meningkat menjadi 76,59% dalam kategori baik (sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan). Tanggapan siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan media online tergolong positif.Kata Kunci : model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media online, kemampuan komunikasi matematika, tanggapan siswa This research was aimed to (1) improve the students' mathematical communication ability and (2) determine the students' response toward the implementation of Problem Based learning assisted online media. This research was an action research which was conducted in three cycles and involved 40 students of VIII 9 class of SMPN 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. The data was collected through questionnaires. The data found was analyzed descriptively. The result showed that the implementation of problem based learning assisted online media could improve the students' mathematical communication ability. In cycle 1, the percentage of the students' mathematical communication ability was 54.65%. In cycle 2, the percentage was improved into 60.22%. Meanwhile in cycle 3, the percentage was improved into 76.59%. The students' responses after the approach was implemented were positive.keyword : learning model of Problem Based Learning assisted online media, mathematics communication ability
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR BIDANG GEOMETRI KELAS VII A1 SMP NEGERI 6 SINGARAJA MELALUI PENDEKATAN INVESTIGASI I Putu Cahaya Adhi Putra .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa, 2) meningkatkan prestasi belajar matematika siswa, dan 3) mengetahui tanggapan siswa melalui penerapan pendekatan investigasi dalam pembelajaran matematika.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A1 SMP Negeri 6 Singaraja Tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 orang. Prestasi belajar matematika siswa diukur dengan tes uraian, aktivitas belajar matematika siswa diamati dengan lembar observasi aktivitas belajar dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan pada akhir penelitian, 1) rata-rata skor aktivitas belajar matematika siswa meningkat dari 41,04 pada siklus I dengan kategori kurang aktif menjadi 52,94 pada siklus II dengan kategori cukup aktif dan meningkat kembali pada siklus III sebesar 63,52 dengan kategori aktif. 2) rata-rata skor prestasi belajar siswa meningkat dari 65 pada siklus I dengan kategori tidak tuntas menjadi 73,17 pada siklus II dengan kategori tuntas dan meningkat kembali menjadi 82,33 pada siklus III dengan kategori tuntas. 3) rata-rata skor tanggapan siswa terhadap penerapan pendekatan investigasi yaitu pada kategori positif dengan rata-rata 56,63 Kata Kunci : Kata-kata kunci: pendekatan investigasi, aktivitas belajar matematika siswa, prestasi belajar bidang geometri siswa This study was aimed at: 1) increasing mathematics learning activities of students, 2) increasing geometry field achievements of students, and 3) finding out students’ responses by applying investigation approach in mathematics learning. This study was a classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were the seventh grade A1 students of SMP Negeri 6 Singaraja in academic year 2013/2014 which altogether consisted of 30 students. Data of students’ mathematics learning achievements were collected by essay, students’ mathematics learning activities were observed by using observation sheets, while data of students’ responses were collected by using questionnaire. The results of this research showed that 1) the average of students’ mathematics learning activities scores increased from 41.04 on the first cycle with ‘less active’ category to 52.94 on the second cycle with ‘fairly active’ category and increased again on the third cycle to 63.52 with ‘active’ category, 2) the average of students’ learning achievement scores increased from 65 on the first cycle with ‘not complete’ category to 73.17 on the second cycle with ‘complete’ category and increased again to 82.33 on the third cycle with ‘complete’ category, and 3) the average score of students’ responses toward the implementation of investigation approach was 56.63 which was in positive category. keyword : investigation approachment, students mathematical study activity, students’ geometry field achievement
KONSTRUKSI BARISAN HITUNG SERAGAM SEIMBANG BERBASIS BARISAN TRANSISI KODE GRAY Ni Luh Dewi Sintiari .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konstruksi barisan hitung seragam seimbang φ(n,t) untuk beberapa pasangan terurut (n,t) dimana n > t, t ganjil, dan faktor persekutuan terbesar dari n dan t, yang dilambangkan dengan FPB(n,t) lebih dari 1. Barisan hitung seragam φ(n,t) adalah barisan hitung n-bit dimana banyaknya perubahan bit diantara setiap dua katakode berurutan adalah t. Barisan hitung seragam dibutuhkan dalam menguji sirkuit-sirkuit listrik dan sistem informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan, dengan mencermati dan menelaah pengetahuan dalam berbagai sumber pustaka yang menunjang penelitian ini. Selain itu juga digunakan kerja laboratorium dengan menggunakan perangkat lunak Excel. Untuk mencari konstruksi barisan hitung seragam, langkah pertama adalah menentukan matriks sirkulan biner nonsingular. Langkah kedua adalah mentransformasi barisan transisi kode Gray n-bit menjadi barisan transisi dari barisan hitung seragam φ(n,t) dengan menggunakan matriks sirkulan biner nonsingular. Langkah ketiga adalah menganalisis distribusi barisan transisi dari φ(n,t) apakah dapat menghasilkan barisan hitung seragam seimbang. Hasil penelitian ini adalah beberapa konstruksi barisan hitung seragam dengan karakteristik yang tertentu yang unik. Barisan yang ditemukan antara lain barisan hitung φ(n,t) dengan FPB(y,t)=1, dan y=n/FPB(n,t) , barisan hitung φ(2^m t,t), dengan m∈N, dan barisan hitung φ(2t,t), yang dikonstruksi berdasarkan matriks sirkulan biner nonsingular yang berbeda. Beberapa konstruksi tersebut merupakan barisan hitung seragam seimbang. Kata Kunci : kode Gray, matriks sirkulan biner, barisan hitung seragam, barisan hitung seragam seimbang This research aimed to find some constructions of balanced uniform counting sequence φ(n,t) for some ordered pairs (n,t) where n > t, for odd number t, and the greatest common divisor of n and t, which is denoted by gcd(n,t) is greater than 1. A uniform counting sequence φ(n,t) is an n-bit counting sequence where the number of bit changes between any two successive codewords in the sequence is equal to t. Uniform counting sequence is used in testing the electricity circuits and the information system. The method used in this research was literature review by observing and analyzing the content of various literatures which support the current research. It also used laboratory work by using software Excel. In order to construct a uniform counting sequence, the first step is determining the binary nonsingular circulant matrices. The second step is transforming the transition sequence of n-bit Gray code into transition sequence of uniform counting sequence φ(n,t) by using the binary nonsingular circulant matrix. The third step is analyzing the transition count distribution of φ(n,t) whether it possible to build balanced uniform counting sequence. The results of the research were constructions of uniform counting sequences that have certain properties. The uniform counting sequence founded were uniform counting sequence φ(n,t) where gcd(y,t)=1, and y=n/FPB(n,t) , uniform ccounting sequence φ(2^m t,t), where m∈N, and uniform counting sequence φ(2t,t), which were constructed based on different nonsingular binary circulant matrices. Some of these constructions are balanced uniform counting sequences.keyword : Gray code, binary circulant matrices, uniform counting sequence, balanced uniform counting sequence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY TERHADAP KONSEP DIRI MATEMATIKA SISWA SMP Ni Luh Lita Frisdiana .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4035

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah konsep diri matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay lebih tinggi daripada konsep diri matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Postest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 yaitu sebanyak 412 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data konsep diri matematika siswa dikumpulkan melalui angket konsep diri matematika. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak, yaitu pihak kanan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa konsep diri matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay lebih tinggi daripada konsep diri matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Kata Kunci : konsep diri matematika, model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, pembelajaran konvensional This research was aimed to know whether the student’s mathematics self concept who learned with Course Review Horay cooperative learning model was higher than the student’s mathematics self concept who learned with conventional learning model. The research design was Post-test Only Control Group Design. The population was all seventh grade students of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 412 students. The process of selecting the sample was done by a random sampling technique. The data of mathematics self concept was collected by mathematics self concept questionnaire. The data of mathematics self concept were analyzed by using right tailed t-test with significance level is 5%. The result showed that the student who learned with Course Review Horay cooperative learning model had mathematics self concept higher than students who learned with conventional learning model. keyword : mathematics self concept, Course Review Horay cooperative learning model, conventional learning model

Filter by Year

2014 2014