cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 58 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 1 SINGARAJA Ni Putu Ika Astri Utami .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII A.6 dan VIII A.4 yang diambil menggunakan teknik pemilihan sampel rumpun secara random. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t_hitung=4,669 > ttabel = 2,0048. Akibatnya H_0 harus ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Lebih lanjut didapatkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih dari rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena dukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, dan lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Pemecahan Masalah Mate This study aimed at finding out whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade 8 of SMP N 1 in Singaraja. The selected sample was the class VIII A.6 and VIII A.4, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was gathered by essay test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The result indicated that the tscore = 4,669 is greater than ttable = 2,0048. It can be concluded that the null hypothesis must be rejected. It consequently means that the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. Furthermore, it is shown that the average score of the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the blended learning based on whiteboard animation video were more active, more curious, and more enthusiastic in solving mathematical problems than those who took the conventional learning.keyword : Blended Learning, WhiteboardAnimation Video, Mathematical Problem Solving
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV PADA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Kadek Dwipayani Pratiwi .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh media pembelajaran berbasis GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa Sekolah Dasar kelas IV. Pengembangan media pembelajaran berbasis GeoGebra ini menggunakan model pengembangan four-D yang terdiri dari empat tahap yaitu: (1) tahap define, (2) tahap design, (3) tahap develope, dan (4) tahap disseminate. Namun, karena keterbatasan waktu dan biaya yang dimiliki peneliti, maka penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga yaitu tahap develop. Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh rata-rata skor validator adalah 3,73. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis GeoGebra memenuhi kriteria valid. Kepraktisan media pembelajaran berbasis GeoGebra ini diukur melalui angket respon siswa dan angket respon guru. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh persentase respon siswa adalah 88,41% dan persentase respon guru adalah 96%, sehingga media pembelajaran berbasis GeoGebra yang dikembangkan dalam penelitian ini telah tergolong dalam kategori sangat praktis. Efektivitas media pembelajaran berbasis GeoGebra diukur melalui tes prestasi belajar. Sesuai hasil tes yang diperoleh, pada siklus I persentase siswa yang dinyatakan tuntas adalah 82,76% dan pada siklus II persentase siswa yang dinyatakan tuntas adalah 86,21%. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran berbasis GeoGebra ini sudah dikatakan efektif karena lebih dari 80% siswa di kelas uji coba telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Berdasarkan hasil uji tersebut, telah diperoleh media pembelajaran berbasis GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif, dengan karakteristik eksploratif, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, menarik dan mudah digunakan dalam pembelajaran operasi hitung bilangan bulat.Kata Kunci : Media Pembelajaran GeoGebra, Valid, Praktis, Efektif, Prestasi Belajar This research aimed at creating GeoGebra based learning media that was valid, practical and effective for Primary Students of Grade IV. The development of GeoGebra based learning media used four-D model consisting of four phases, i.e. (1) define, (2) design, (3) develope, and (4) disseminate. However, due to time and financial restriction, this research was conducted until the third phase, that was developing phase. Based on the result of validity test, the average score of validator was 3,73. This result showed that GeoGebra based learning media had been valid. Practicality of GeoGebra based learning media was measured through student questionnaire responses and the questionnaire responses of teachers. The result showed that the student-response percentage was 88,41% and the percentage of teachers’ responses was 96%, thus GeoGebra based learning media was highly practical. The effectiveness of GeoGebra based learning media was measured through achievement test. Based on the result of achievement test, the percentage of students who were passed in the first cycle was 82.76% and in the second cycle was 86.21%. This result indicated that GeoGebra based learning media was effective since more than 80% students were passed the test. According to the result of this test, a GeoGebra based learning media is valid, practical and effective with the following characteristic: explorative, simple and easy to understand language, and easy to use in teaching aritmhatic of integer. keyword : learning media GeoGebra, valid, practical, effective, learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA Putu Wika Purwani .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5580

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIA2 sebanyak 33 siswa, siswa kelas VIIA3 sebanyak 35 siswa, siswa kelas VIIB4 sebanyak 36 siswa, dan siswa kelas VIIB5 sebanyak 37 siswa. Kelas VIIA2 dan VIIB4 merupakan kelompok eksperimen dan kelas VIIA3 dan VIIB5 merupakan kelompok kontrol. Kelas-kelas ini ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan penalaran matematika yang diukur menggunakan instrumen berupa tes penalaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas unggulan yaitu kelas VIIA2 dan VIIA3 berturut-turut adalah 22,88 dan 19,74, sedangkan rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas non unggulan yaitu kelas VIIB4 dan VIIB5 berturut-turut adalah 20,50 dan 16,86. Dari hasil analisis data, pada kelas unggulan diperoleh t_hitung=5,6154 dan t_tabel=1,6683, sedangkan pada kelas non unggulan diperoleh t_hitung=4,7172 dan t_tabel=1,6666. Karena t_hitung>t_tabel, H_0 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Model CLIS, penalaran matematika This study aimed at investigating whether the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja who were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method. The population of this study were all of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja. The sample of this study were students grade VIIA2 which consists of 33 students, grade VIIA3 which consists of 35 students, grade VIIB4 which consists of 36 students, and grade VIIB5 which consists of 37 students. Students of grade VIIA2 and grade VIIB4 were groups of experiment and students of grade VIIA3 and grade VIIB5 were groups of sample. These grade were determined by cluster sampling teknique. Mathematical reasoning skills was dependent variable of this study that was measured by mathematical reasoning skills test. Data that were obtained then analyzed using t-test. The result of post-test showed that the mean scores of students’ mathematical reasoning skills of special grade VIIA2 and grade VIIA3 were 22,88 and 19,74. The mean scores of students’ mathematical reasoning skills of non special grade VIIB4 and grade VIIB5 were 20,50 and 16,86. From the data analyzed of special grade, obtained t_observed=5,6154 and t_(critical value)=1,6683. The data analyzed of non special grade, obtained t_observed=4,7172 and t_(critical value)=1,6666. Then t_observed>t_(critical value) so that was rejected. Therefore, we can conclude that the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method.keyword : CLIS Model, mathematical reasoning
PENGARUH STRATEGI NHT DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII Kadek Dwi Septia Angga Suari .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .; I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Matematika (strategi NHT dan konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestatsi belajar matematika siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah 12 kelas, 4 kelas dijadikan sebagai sampel penelitian. Jumlah total sampel adalah 92 siswa. Kelas VIIA dan VIID sebagai kelompok eksperimen dan VIIE dan VIIF sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dibelajarkan dengan strategi NHT dan kelompok kontrol dibelajarkan dengan strategi konvensional. Desain penelitian ini adalah Posttest only control group design dengan treatment by level. Instrumen yang digunakan mengukur motivasi berprestasi adalah kuesioner motivasi berprestasi, sedangkan instrumen mengukur prestasi belajar matematika siswa adalah tes prestasi belajar matematika. Penganalisisan data menggunakan Anova dua jalur dan pengujian tindak lanjut (post hoc testing). Hasil dari penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: a) ada pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar matematika siswa antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi NHT dan konvensional dimana skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan strategi NHT lebih tinggi daripada skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional, b) terdapat interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran (strategi NHT dan konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika siswa, c) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibelajarkan dengan strategi NHT dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibelajarkan dengan strategi konvensional, d) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dibelajarkan dengan strategi NHT dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dibelajarkan dengan strategi konvensional.Kata Kunci : strategi NHT, motivasi berprestasi, prestasi belajar matematika siswa This study was aimed at investigating the effect of teaching strategy (NHT and conventional) and achievement motivation on students’ math achievement. The subjects were seventh year student of SMPN 3 Singaraja in academic year 2014/2015. The population was 12 classes which 4 classes were taken as the sample of the study. The total number of sample was 92 students. The VIIA and VIID class were assigned as the experimental group and VIIE and VIIF class as the control group. The experimental group was taught by using NHT strategy and the control group by using conventional strategy. The research design was post test only control group design. Analysis data used two way Anova and then continued by post hoc testing using Tukey test. The findings of the study were: a) there was significant difference in math achievement between the students who were taught by using NHT strategy and conventional strategy, where the mean score of students taught by using NHT strategy was higher than the mean score of students’ math achievement for students taught by using conventional strategy, b) there was interaction between of teaching strategy (NHT and conventional) and the achievement motivation on students’ math achievement, c) there was a significant difference in math achievement between the students with high achievement motivation taught by using NHT and conventional strategy, d) there was a significant difference in math achievement between the students with low achievement motivation taught by using NHT and conventional strategy. keyword : NHT strategy, achievement motivation, students’ math achievement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI GAYA KOGNITIF DAN BUDAYA (PMGB) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS VIIA SMP NEGERI 4 SUKASADA Ni Putu Anik Ayu Dhana .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Sukasada, serta mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan model PMGB. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 21 orang siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Sukasada pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika berbentuk soal uraian, data motivasi belajar dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa mengalami peningkatan dari sebelum tindakan yaitu 51,67(kategori rendah) menjadi 76,81 (kategori tinggi) sesudah tindakan pada akhir siklus III. Rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa dari 36,24 pada refleksi awal mengalami peningkatan dari siklus ke siklus menjadi 62,38 pada siklus I, 70,36 pada siklus II dan 76,81 pada siklus III. Tanggapan siswa terhadap penerapan model PMGB dalam pembelajaran matematika tergolong positif yaitu sebesar 40,81. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model PMGB dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Sukasada.Kata Kunci : Model PMGB, prestasi belajar, motivasi. This research aims to improve motivation and learning achievement of students at VIIA class SMP Negeri 4 Sukasada, as well as to know the response of students to the application of the model PMGB. Kind of research is classroom action research involving subjects were 21 students at VIIA class of SMP Negeri 4 Sukasada in the second semester of the academic year 2014/2015. This research was conducted in three cycles, each cycle consisting of planning, action, observation and evaluation, as well as reflections. Data mathematics learning achievement collected using mathematics achievement test form of description, data of learning motivation and student responses were collected using a questionnaire. The collected data was then analyzed descriptively. Research results show that the average score of students motivation on mathematics learning has increased from before the action that is 51.67 (low category) to 76.81 (high category) after the action at the end of the third cycle. The average score of the mathematics learning achievement in early reflection that is 36.24 has increased at every cycle into 62.38 in the first cycle, the second cycle 70.36 and 76.81 in the third cycle.The response of students to the application of the model PMGB in mathematics learning relatively positive in the amount of 40.81. Based on these results it can be concluded that the application of the model PMGB can improve motivation and mathematics learning achievement of students at VIIA class SMP Negeri 4 Sukasada.keyword : Model PMGB, Learning Achievement, Motivation
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRANSFORMASI BERBASIS GEOGEBRA Ni Wayan Karmila Putri .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5583

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) membuat rancang bangun media pembelajaran transformasi; (2) mendeskripsikan hasil implementasi media pembelajaran transformasi menggunakan GeoGebra sebagai aplikasi basis, Visual Basic sebagai layout, Quiz Maker sebagai aplikasi pembuat kuis, dan Windows Movie Maker sebagai aplikasi pembuat video tampilan awal media; dan (3) mendeskripsikan efektivitas media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate, tetapi penelitian ini terbatas sampai tahap develop. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat diterima sebagai media pembelajaran dengan persentase skor dari ahli isi sebesar 98,46%, dari ahli desain pembelajaran sebesar 80%, dari ahli media sebesar 84,62%, dan dari kelompok siswa yang dipilih secara random sebesar 90,77%. Berdasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh, diharapkan media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat digunakan sebagai media dalam mempelajari materi transformasi baik oleh siswa maupun guru.Kata Kunci : media, transformasi, GeoGebra, efektivitas This developmental research was aimed to: (1) construct the prototype of transformation learning media; (2) describe the results of the implementation of transformation learning media based on GeoGebra, Visual Basic as layout, Quiz Maker as application quiz maker, and Windows Movie Maker as application for making an opening video of the media; (3) describe the effectiveness of transformation learning media based on GeoGebra. The developmental model used in this developmental research was the 4-D model comprising define, design, develop, and disseminate, but this research was limited only to development stage. The method of data analysis used in this research were qualitative and quantitative. Research results show that transformation learning media based on GeoGebra can be accepted as a learning media with score percentage from content expert is 98,46%, from learning design expert is 80%, from media expert is 84.62%, and from randomly student group is 90.77%. Based on the results, hoped that transformation learning media based on GeoGebra can be used as a media in learning transformation by students or teachers.keyword : media, transformation, GeoGebra, effectiveness
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUNDTABLE TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 SINGARAJA Gusti Ayu Ari Primandani .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe roundtable lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe roundtable adalah 45,16, sedangkan rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 34,97. Dari hasil analisis data, diperoleh t_hitung=3,589 dan t_tabel=2,000. Jika dibandingkan nilai t_hitung>t_tabel sehingga H_0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe roundtable lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe roundtable, pembelajaran konvensional, prestasi belajar matematika. This research was aimed to investigate whether learning achievement mathematics of the students who learned with roundtable cooperative learning model better than the students who learned with conventional learning. The research design used in this research was the post-test only control group design. The population in this study were all students of Class VIII SMP Negeri 5 Singaraja in academic year 2014/2015. Sample was choosen by using random sampling technique. Data of learning achievement mathematics were obtained from essay test that given to students at the end of the study. Data were obtained then analyzed by using t test. The result of post-test showed that the mean scores of students’ learning achievement that learned with roundtable cooperative learning model is 45,16, while the mean scores of students’ learning achievement that learned with conventional learning model is 34,97. From the data analyzed, obtained t_observed=3,589 dan t_(critical value)=2,000. Then, t_observed>t_(critical value) so that H_0 was rejected. Therefore, it concluded that the learning achievement of students who learned with roundtable cooperative learning model better than students who learned with the conventional learning.keyword : roundtable cooperative learning model, conventional learning model, learning achievement mathematics.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP BERBANTUAN MASALAH KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 DENPASAR I Gede Ariestanta Frandika Yoga .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5709

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan masalah kontekstual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Denpasar sebanyak 624 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik stratisfied cluster sampling. Hasil pengundikan pada kelas unggulan diperoleh VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan VIII.3 sebagai kelas kontrol, sedangkan pada kelas non unggulan kelas VIII.9 sebagai kelas eksperimen dan VIII.10 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diterapkan pembelajaran dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan masalah kontekstual, sedangkan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen = 42,925 dan kelas kontrol = 27,309 pada kelas unggulan, sedangkan pada kelas non unggulan kelas eksperimen = 35,524 dan kelas kontrol = 26,378 dan untuk uji hipotesis pada kelas unggulan thit = 2,533 dan ttabel = 1,990, sedangkan pada kelas non unggulan thit = 2,153 dan ttabel = 1,991. Karena thit > ttabel, jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan kontekstual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran pencapaian konsep, masalah kontekstual, pemecahan masalah matematika This research was a quasi-experimental research design with post test only control group. The aim of this study was to determine whether the mathematical problem solving abilities of students that learned with concept attainment learning model assisted contextual problems better than the mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning models. The population was all students of class VIII SMP Negeri 6 Denpasar as many as 624 students. Samples were obtained by using stratisfied cluster sampling technique. Result of the sampling on the high achievement class obtained VIII.1 as experimental class and VIII.3 as control class, meanwhile on low achievement class VIII.9 as experimental class and VIII.10 as control class. Experimental class learning with concept attainment learning model assisted contextual problems, while the control class learning with conventional learning models. Data of mathematical problem solving ability of students is obtained from valid and reliable essay test. Furthermore, the data obtained were analyzed using t-test. Based on the analysis of data obtained an average score of mathematical problem solving abilities on experiments class = 42,925 and control class = 27,309 on the high achievement class, meanwhile for low achievement class on experiment class = 35,524 and control class = 26,378 and for hipotesis test on high achievement class thit = 2,533 and ttabel = 1,990, meanwhile on low achievement class thit = 2,153 dan ttabel = 1,991. Because of thit > ttabel, so it can be concluded that the mathematical problem solving abilities of students that learned with concept attainment learning model assisted contextual problems better than the mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning models.keyword : concept attainment learning model, contextual problems, solving mathematical problems
PENGEMBANGAN LKS INTERAKTIF BERBASIS SOFTWARE GEOGEBRA PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI Ni Wayan Eka Sentana Wati .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) interaktif berbasis software GeoGebra pada pokok bahasan lingkaran yang valid, praktis, dan efektif serta mendeskripsikan karakteristiknya. Uji coba produk dalam penelitian ini melibatkan empat orang dosen ahli, dua orang guru matematika, dan 36 siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan 4-D, yang dilaksanakan sampai 3 tahapan saja yaitu define, design, dan develop. Pada tahap define dilaksanakan analisis awal dan analisis kurikulum. Analisis awal bertujuan untuk mengetahui masalah yang terjadi dalam pembelajaran matematika di kelas XI SMA, dan analisi kurikulum bertujuan untuk mengetahui kurikulum yang diterapkan di sekolah. Pada tahap design dihasilkan draf awal LKS dan alat evaluasi. Tahap develop bertujuan untuk mengembangkan LKS yang valid, efektif, dan praktis. Data validitas LKS dikumpulkan melalui lembar validasi. Hasil ini menunjukkan bahwa LKS memenuhi kriteria valid, dimana skor validasi LKS adalah 92,54. Melalui uji coba terbatas diketahui bahwa respon siswa dan guru terhadap LKS berada pada katagori sangat positif, dan lebih dari 85% siswa tuntas dalam pembelajaran lingkaran. Sehingga LKS yang dikembangkan dapat dikatakan praktis dan efektif.Kata Kunci : pengembangan, lembar kerja siswa, lingkaran, GeoGebra This research aimed to develop interactive student worksheet based on software GeoGebra on subject circle that valid, practical and effective, and to describe its characteristics. Product trials in this research involved four expert lecturers, two math teachers, and 36 students of class XI MIA 3 SMA Negeri 1 Bangli. This reseacrh used 4-D development procedure that implemented through 3 stages only such as define, design and develop. In the define stage, conducted a preliminary analysis aimed for identifying the mathematics problems that occurred in class XI, and analysis of curriculum aimed for determining the curriculum that applied in school. In the design stage produced an early draft of worksheet and evaluation tools. The develop stage aimed for developing worksheet that valid, effective, and practical. The data of worksheet validity was collected by validation sheet. This data showed that worksheet is valid, and the validation score is 92.54. Through the limited trial was known that the response of the students and teacher about the worksheet were in the category very positive, and more than 85% of students passed the circle learning. So the worksheet can be said practical and effective.keyword : development, student worksheets, circle, GeoGebra
PENGARUH PELAKSANAAN STRATEGI PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWAN I Dewa Gede Purwa Diastra .; Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Experiential lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 13 kelas yaitu kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-D, VIII-E, VIII-F, VIII-G, VIII-H, VIII-I, VIII-J, VIII-K, VIII-L, VIII-M. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan tidak mengikutsertakan kelas unggulan yaitu VIII-A dari populasi sebagai sampel sehingga didapatkan kelas VIII-G dan VIII-H sebagai sampel. Sampel yang telah didapat kemudian dipilih secara acak dan kelas VIII-G menjadi kelas eksperimen dan kelas VIII-H menjadi kelas control. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil analisis diperoleh nilai rata-rata post test kelas eksperimen adalah 46,95 dan kelas control adalah 35,58. Uji-t kedua kelas sampel untuk post test dengan α = 0,05 diperoleh thitung = 1,78 sedangkan nilai ttabel adalah 1,68. Karena thitung> ttabel maka dapat dikatakan bahwa Strategi Pembelajaran Experiential memliki pengaruh positive terhadap pemahaman konsep siswa SMP Negeri 2 Sawan.Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Experiential, pemahaman konsep This research aim was investigating whether the mathematical reasoning skills of students who attend Experiential Learning Strategy were higher than students who attend conventional learning. Population of this study were all of stundents of grade VIII in SMP Negeri 2 Sawan at 2014/2015 that consist of 13 class, those were VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-D, VIII-E, VIII-F, VIII-G, VIII-H, VIII-I, VIII-J, VIII-K, VIII-L, VIII-M. Sampling was taken by random sampling technique. This sample then were chosen randomly and VIII-G class as an experiment class and VIII-H as a control class. The design of this research is Post-test Only Control Group Design. The data were analyzed by using t-test. The analysis result showed that the post test mean value of the experiment class was 46,95 and the control class was 35,58. T-test of both sample classes with α = 0,05 showed that t_score was 1,78 and t_table was 1,68. This implies tscore> ttable and can be concluded that Experiential Learning Strategy has a positive effect on students' understanding of the concept of SMP Negeri 2 Sawan.keyword : Experiential Learning Strategy, understanding concepts

Filter by Year

2015 2015