cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 58 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KO0PERATIF DENGAN METODE TEAM QUIZ UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 12 SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ni Nyoman Tri Purnami .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja melalui model pembelajaran kooperatif dengan metode team quiz. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 38 orang siswa kelas VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data keaktifan belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan data kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk soal uraian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keaktifan belajar dan peningkatan rata-rata kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika serta ketuntasan belajar dari refleksi awal sampai siklus III. Peningkatan keaktifan belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 13,37 dan siklus II ke siklus III sebesar 11,63 dengan katagori baik (skor aktivitas: 70,14). Peningkatan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan ketuntasan belajar siswa dari tes awal ke siklus I sebesar 13,62 dan 26,32, siklus I ke siklus II sebesar 6,25 dan 23,68, dan siklus II ke siklus III sebesar 15,79 dan 3,36 dengan terpenuhi KKM dan ketentusan belajar yang diharapkan.Kata Kunci : model kooperatif, metode team quiz, keaktifan belajar, kemampuan pemecahan masalah matematika This research aimed at improving the active learning and problem solving skills of students of grade VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja trough cooperative learning model with team quiz method. The subjects of this study were 38 students at class VIII 12 of SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2014/2015. This research was conducted in three cycle in which each of the cycle contain of preparation stage, implementation, observation, evaluation, and reflection. The data of students active learning was collected by using observation sheet and the data of students problem solving in mathematic lesson was collected by using subjective questions about problem solving in mathematic lesson. The data which already collected were analyzed descriptively. The result of this study showed that there are some improvement in students active learning and their ability in problem solving in mathematic lesson, as well as the completeness of the study from the reflection until third cycle. The improvement of students active learning from cycle I to cycle II was 13.37 and from cycle II to cycle III was 11.63 with good category (active score : 70.14). The improvement of problem solving in mathematic lesson and the completeness of the study from the beginning test to cycle I was 13.62 and 26.32, from cycle I to cycle II was 6.25 and 23.68, from cycle II to cycle III was 15.79 and 3.36 which passed the minimum criteria of completeness of the study.keyword : cooperative learning, team quiz method, students’ active learning, the ability of problem solving in mathematic lesson
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PoWs TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SINGARAJA Ni Nengah Ari Partini .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah ekperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII non unggulan SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor(ekor kanan) dengan taraf signfikansi 5% dan dk 77. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs adalah 93,42 sedangkan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 87,92. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 4,0691 dan ttabel = 1,9912. Jika dibandingkan thitung > ttabel sehingga H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Problem Based Learning, PoWs, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. This research aims to determine whether students abilities in mathematical problem solving that learned with Problem Based Learning model aided by PoWs is higher than the problem solving ability of students that learned with conventional learning. The research is a quasi-experimental, with the design of the research is the post-test only control group design. The research population was all regular students of Class VII in SMP Negeri 4 Singaraja in the academic year 2014/2015. Sampling was determined by random sampling technique. Data of students ability in mathematical problem solving is obtained through the test of problem-solving that given at the end of the study. Data were analyzed using one-tailed t-test (right tail) with level of signficance 5% and df 77. Post-test results indicate that the average score of students ability in mathematical problem solving that learned with Problem Based Learning aided by PoWs is 93.42 while the average score of students ability in mathematical problem solving that learned with conventional learning is 87.92. From the data analysis, obtained tobservation = 4,0691 and ttable = 1,9912. It turns out tobservation > ttable so that H0 was rejected. Therefore, it can be concluded that the students ability in mathematical problem solving that learned using Problem Based Learning aided by PoWs higher than the students ability in problem solving that learned with conventional learning.keyword : Problem Based Learning, PoWs, Problem Solving Ability
CONTRIBUTION OF TEACHERS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS TO STUDENTS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS IN GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL IN BULELENG SUBDISTRICT Ni Made Aristya Dewi .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas III SD di Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat ex-post facto. Populasi dari penelitian ini adalah kelas III SD di Kecamatan Buleleng yang jumlahnya 87 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Hal ini dikarenakan kelas III SD yang diteliti terbagi ke dalam 15 gugus. Dalam penelitian ini, ukuran sampel yang digunakan adalah 21 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan tes pemahaman konsep matematika guru dan tes pemahaman konsep matematika siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi sederhana dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep matematika guru tergolong baik dengan rata-rata skor 66,67. Pemahaman konsep matematika siswa tergolong cukup baik dengan rata-rata skor 47,87. Selanjutnya, kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa adalah sebesar 25,3%. Artinya, sekitar 25,3% variasi dalam pemahaman konsep matematika siswa dijelaskan oleh pemahaman konsep matematika guru, sedangkan sisanya 74,7% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci : pemahaman konsep matematika guru, pemahaman konsep matematika siswa The main objective of this research was to determine the contribution of teachers’ understanding of mathematical concepts to students' understanding of mathematical concepts in grade 3 elementary school in Buleleng Subdistrict. This research is an ex-post facto research. Population of this research is all 3rd grade in Buleleng Subdistric consisting of 87 classes. Samples were determined by cluster random sampling technique. This is because the grade 3 which were observed divided into 15 clusters. In this research, the sample size used was 21 samples. Data was collected by using a test of conceptual understanding for teachers and for students. Then the data were analyzed using simple correlation analysis and simple linear regression analysis. The results showed that teachers' understanding of mathematical concepts is good with an average score of 66.67 and students' understanding of mathematical concepts is quite good with an average score of 47.87. Furthermore, the contribution of teachers' understanding of mathematical concepts to students' understanding of mathematical concepts is 25.3%. This means that about 25.3% of the variation in students' understanding of mathematical concepts can be explained by the teacher understanding of mathematical concepts, while the remaining 74.7% is determined by other variables that are not investigated.keyword : teachers’ understanding of mathematical concepts, students' understanding of mathematical concepts
PENGARUH PENILAIAN DIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ni Putu Nitha Santari .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIII 3 sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian sebanyak lima butir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil analisis data, diperoleh t-hitung = 2, 725 dan t-tabel= 1,993. Hal ini berarti t-hitung > t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, penilaian diri berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Penilaian diri, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know whether the students’ understanding of mathematical concepts who were taught by self-assessment was better than the students’ understanding of mathematical concepts with conventional learning. The design of the research was post-test only control group design. The population of this research consist of all regular eight grade studentsat SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2015/2016. Random sampling was used as technique to select the sample from that process, the students of VIII 4 class has been chosen as the experimental group and VIII 3 class as control group. The data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through mathematical concepts understanding test that consist of five items. Then, the data was analysed by using one-tailed t-test. The result of data analysis obtained t-observation = 2,725 and t-table = 1,993. It means t-observation > t-table so it can be concluded that the mathematical conceptual understanding of studentswho were taught by self-assessment is better mathematical conceptual understanding of students with conventional learning. In other words, self-assessment give positive effect to mathematical conceptual understanding of students of regular eight grade SMP Negeri 2 Singaraja. keyword : Self-assessment, conventional learning, mathematical concepts understanding
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KEKURANGTERTARIKAN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SINGARAJA TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA Ni Wayan Desi Maryawathi .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merumuskan indikator siswa yang kurang tertarik terhadap mata pelajaran matematika, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika, dan (3) merumuskan solusi untuk mengatasi kekurangtertarikan siswa kelas SMK terhadap mata pelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian adalah kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 268 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling dan terpilih 25 orang siswa sebagai sampel. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode angket, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator utama siswa kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang kurang tertarik terhadap mata pelajaran matematika adalah tidak mengetahui kegunaan dari mempelajari matematika dan siswa tidak memiliki minat maupun motivasi untuk belajar matematika. Faktor penyebab kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika adalah karena pandangan negatif siswa terhadap mata pelajaran matematika, tidak memahami penerapan materi matematika, tidak memahami materi yang dijelaskan oleh guru, kurangnya waktu belajar siswa, kurangnya antusias siswa belajar matematika, pembelajaran yang kurang menarik, motivasi siswa masih rendah dan lingkungan belajar yang kurang kondusif. Dengan demikian dirumuskan solusi untuk mengatasi kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika adalah penjelasan lebih mengenai penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran yang lebih bervariasi, siswa harus mampu membagi waktu belajar, pemberian dukungan dan motivasi dari orang tua, mengurangi kesan guru yang galak dan jarang tersenyum, dan menumbuhkan motivasi belajar matematika pada diri siswa sendiri.Kata Kunci : Kekurangtertarikan, mata pelajaran matematika, dan sekolah menengah kejuruan This research aimed to (1) formulate the student indicator who uninterested with mathematics, (2) identify the uninterested factors of SMK Negeri 1 Singaraja students to mathematics, and (3) formulate the solution to overcome student’s uninterested. This research was a qualitative research and the research subjects were class X of SMK Negeri 1 Singaraja consist of 268 students. From 268 students, 25 of them were chosen as sample of this research by using snowball sampling technique. The data was gathered by using questionnaire method, observation, and interview. The result showed the main indicators of mathematics uninterested were because the students did not know the purpose of studying mathematics and the students also did not have interest or motivation to study mathematics. The result also showed that the uninterested factors to mathematics were because the students had negative outlook to mathematics, students did not understand the application of mathematics, students did not understand the teacher explanation, students did not have enough time to study, students less enthusiastic to study mathematics, learning was not interesting, students’ motivation is low and learning environment was not conducive. Therefore, the solutions to overcome student uninterested to mathematics are by explaining deeper about the application of mathematics in daily life, using more variation in learning method, helping student to manage study time, support and motivation from parent, decreasing teacher impression which usually grumpy and rarely smiling, and growing motivation to study mathematics to student him/herself.keyword : Uninterested, mathematics, and vocational high school
PENGARUH PEMBERIAN UMPAN BALIK DARI TEMAN SEJAWAT TERHADAP AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 KERAMBITAN Ni Komang Wira Andriati .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan umpan balik dari teman sejawat dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan umpan balik dari guru. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kerambitan tahun ajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling yang berjumlah 40 siswa. Data aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa diperoleh dari pengamatan setiap pertemuan dengan lembar observasi dan tes uraian yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan aktivitas dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran pemberian umpan balik dari teman sejawat dan siswa yang mengikuti pembelajaran pemberian umpan balik dari guru(F=71,384 dan Sig.=0,000
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PRACTICE-REHEARSAL PAIRS TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA I Komang Sesara Ariyana .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja yang dibelajarkan dengan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Practice-Rehearsal Pairs lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 588 siswa yang tersebar dalam 15 kelas. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik random sampling dimana yang terpilih adalah kelas VIII.6 dan VIII.8. Selanjutnya dengan pengundian terpilih kelas VIII.8 sebagai kelompok eksperimen sebanyak 39 siswa, sedangkan kelas VIII.6 sebagai kelompok kontrol sebanyak 39 siswa. Data kemampuan komunikasi matematis dikumpulkan menggunakan tes esai dan kemudian dianalisis menggunakan uji-Z satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Practice-Rehearsal Pairs lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematis, Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Practice-Rehearsal Pairs This study aimed at finding out whether the mathematics communication ability of eighth-grade students of SMP Negeri 2 Singaraja which was treated with Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs was higher than the students following conventional learning. The study used a Post Test Only Control Group Design. The population was all of the eight graders of SMP Negeri 2 Singaraja semester 2 in academic year 2014/2015 which amounted to 588 students distributed in 15 classes. The samples of this study which were determined by using random sampling technique were Class VIII.6 and Class VIII.8. Then, by using lottery, Class VIII.8 were selected as the experimental group which amounted to 39 students, while Class VIII.6 were as the control group with the same amount. The data of mathematics communication ability was collected through essay test and then was analyzed by using One-Way Z-Test with level of significance 5%. The result showed that the students’ mathematics communication ability which was treated with Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs was higher than the students following conventional learning.keyword : mathematics communication ability, Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs
PENGARUH MODEL KONTRUKSI KONSEP BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI GEOMETRI I Ketut Agus Buda Sumiranata .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep berbantuan GeoGebra lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Lab Undiksha Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pada pengundian, diperoleh kelas IX-4 sebagai kelas eksperimen dan IX-3 sebagai kelas control. Data skor prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis mengunakan Uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep berbantuan GeoGebra adalah 76,74, sedangkan rata-rata skor prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 60,84. Hasil analisis data, diperoleh t_hitung=2,3751 dan t_((0,95)(61) )=1,67. Jika dibandingkan nilai t_hitung>t_((1-α)(dk)) sehingga H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep lebih baik dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.Kata Kunci : model Konstruksi Konsep, GeoGebra, prestasi belajar matematika. This research was aimed to investigate whether learning achievement mathematics of the students who learned with concept construction learning model with GeoGebra’s better than the students who learned with conventional learning model. This research was a quasi-experiment with Post-test Only Control Group Design. The population of this research was all of nine SMP Lab Undiksha Singaraja in the academic year 2015/2016. The selecting sample process was done by the cluster random sampling technique. Data of mathematics learning achievement mathematics were obtained from essay test that given to students at the end of the study. Data obtained were then analyzed by using t test. The result of post-test showed that the mean scores of students learned with concept construction learning model with GeoGebra’s is 76,74, while the mean scores of students learned with conventional learning model is 60,84. From the data analyzed, it was obtained that t(observed) = 2,3751 and t(critical value) = 1,67. Since, tobserved > t(critical value), H0 was rejected. Therefore, it concluded that learning achievement mathematics of the students who learned with concept construction learning model with GeoGebra better than the students who learned with conventional learning model.keyword : concept construction model, GeoGebra, learning achievement mathematics.

Filter by Year

2015 2015