cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
MODIFIKASI KENDALA PADA REGRESI YANG MEMINIMUMKAN MAKSIMUM SISAAN MUTLAK UNTUK PEMODELAN MAKSIMUM DAN MINIMUM RESPONS Setyono, Setyono
Jurnal Pertanian Vol. 4 No. 1 (2013): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.97 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i1.547

Abstract

Regresi merupakan analisis yang banyak digunakan baik pada penelitian percobaan maupun survei. Metode kuadrat terkecil mampu memodelkan rataan dengan baik, tetapi mungkin saja menghasilkan  sisaan yang besar. Dalam model populasi yang menghendaki tidak pernah ada sisaan yang besar dibutuhkan metode yang meminimumkan maksimum sisaan mutlak (minimum largest absolute deviation disingkat MLAD). Kebutuhan di lapangan tidak hanya berupa regresi model rataan, melainkan juga regresi yang memodelkan maksimum respons atau minimum respons, misalnya memodelkan luasan minimum yang masih mampu menjemur hasil panen atau memodelkan volume maksimum hasil panen yang masih tertampung di gudang. Modifikasi kendala pada regresi MLAD mampu mengubah model rataan menjadi model maksimum atau model minimum. Hasil ini bermanfaat sebagai alternatif bagi analisis regresi kuantil dan analisis pengamplopan data (envelopment data analysis disingkat EDA).
KONVERSI LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI BIOFUEL SECARA SIMULTAN MELALUI REKAYASA REDUKSI UKURAN BAHAN DAN KOMBINASI ENZIM Zain, Endrianur Rahman
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 2 (2011): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.731 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.574

Abstract

Permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah krisis energi dan sampah. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan memanfaatkan sampah rumah tangga untuk menghasilkan biofuel (bioetanol dan biogas) yang dapat digunakan sebagai energi terbarukan secara simultan melalui rekayasa reduksi ukuran bahan dan kombinasi enzim. Prosesnya terdiri dari mengawetkan kesegaran sampah, mereduksi ukuran sampah organik, sakarifikasi dengan menggunakan enzim glukoamilase dan crude enzim yang didapat dari Aspergilus niger. Setelah itu dilanjutkan dengan perlakuan anaerobik pada residu sakarifikasi dan endapan yang tidak mengandung alkohol. Penyebaran bakteri asam laktat pada sampah organik dilakukan untuk menjaga kesegaran sampah selama kurun waktu yang bervariasi sehingga terlihat pengaruh waktu penyimpanan dengan biofuel yang dihasilkan. Diharapkan dengan menjaga kesegaran sampah organik ini, kadar gula yang ada pada sampah organik tidak terlalu berkurang. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses reduksi ukuran untuk mengetahui pengaruh reduksi ukuran terhadap biofuel yang dihasilkan. Kemudian dilanjutkan dengan fermentasi etanol menggunakan enzim glukoamilase dan crude enzim dari Aspergilus niger yang kemudian didistilasi untuk mendapatkan etanol. Limbah air dari proses distilasi ini kemudian digunakan untuk proses fermentasi biogas dengan menggunakan bakteri anaerobik sehingga menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Sedangkan limbahnya dapat digunakan sebagai kompos.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AKAR TUBA (Derris elliptica) TERHADAP LAMA WAKTU KEMATIAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Lukman, FiaSriMumpuni,
Jurnal Pertanian Vol. 5 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.579 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i1.52

Abstract

Percobaan ini dilaksanakan mulai tanggal 25 Mei sampai 09 Juli 2011 di Laboratorium PerikananBudidaya Perikanan, Universitas Djuanda, Bogor, dengan menggunakan akar tuba (Derris elliptica)untuk mengetahui pengaruh penggunaannya terhadap lama waktu kematian ikan nila padakonsentrasi 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm dan masing-masing perlakuan 3 kali ulangan. Ikan uji yangdigunakan adalah benih ikan nila ukuran 3-5 cm sebanyak 28 ekor dan volume air 72 liter per unitperlakuan. Sebelum ikan digunakan terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi selama 24 jam. Begitujuga pada akar tuba, setelah dihitung kebutuhannya pada masing-masing perlakuan, maka terlebihdahulu direndam selama 24 jam. Parameter yang diamati yaitu waktu kematian ikan nila mencapaitingkat mortalitas 50% dan 100%, serta kualitas air pada masing-masing unit perlakuan. Selanjutnya,data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan antar perlakuan, makadilanjutkan dengan uji Duncan. Dari percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa perlakuanA dengan konsentrasi akar tuba segar 1 ppm merupakan waktu rata-rata kematian ikan nila terlamadan perlakuan D dengan konsentrasi akar tuba segar 4 ppm merupakan waktu rata-rata kematianikan nila tercepat pada Lethal Concentration 50 (LC50) dan Lethal Concentration 100 (LC100),sedangkan perlakuan akar tuba segar pada konsentrasi 2 ppm merupakan konsentrasi yang telahcukup efektif untuk membunuh ikan nila pada saat percobaan
RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG MANAJEMEN KETAHANAN PANGAN BERAS TINGKAT KABUPATEN (Design of the rice food security management support system in regency level) Adiyatna, Hendra
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 1 (2011): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.466 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i1.555

Abstract

Food security is one of the most important factors for the nation building because it has a direct impact to the quality of human resource empowerment. Rice has been the staple food for the majority of Indonesian people. Therefore rice procurement and availability is a strategic issue for the government of Indonesia. The aim of this research is to design the rice food security management support system (SPM-beras). The support system major function is to monitor and control the rice food security in availability and accessibility aspects in the regency level. Based on the user requirements analysis and system identification, the SPM-beras was designed to fulfill the needs of the executives, the heads of department in the regency government and the NGO’s Food Security Watcher. The structure of SPM-beras comprises the Decision Support System (DSS), the Expert System (ES) and the Executives Information System (EIS). The Decision Support System comprises the following models: (1) the rice sufficiency, (2) the rice price, (3) the rice inventory, (4) food security performance, and (5) the rice food security simulation facility. Based on the data obtained in Mei 2010 from 23 districts in the Bekasi Regency, we found that 3 districts had critical rice insufficiency, or in the critical deficit position. 2 other districts had food security performance level below acceptable standard. The rice price was still in the limited control status but it was trend to achieve high level limit, and had to take price stabilitation action by market operation.RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG MANAJEMENKETAHANAN PANGAN BERAS TINGKAT KABUPATEN(Design of the rice food security management support system in regency level)
SIMULASI PENGARUH SERANGAN HAMA PADA DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VincenKarowa, SetyonoSetyono
Jurnal Pertanian Vol. 6 No. 1 (2015): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.69 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serangan ulat pemakan daun terhadappertumbuhan dan produksi tanaman kedelai melalui modifikasi serangan dengan pemotongan daun.Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Maret 2015 di Kebun PercobaanAgroteknologi Universitas Djuanda Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RancanganAcak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah persentase serangan hama dengan taraf S0 (tanpapemotongan daun), S1 (dipotong 25%), S2 (dipotong 50%), dan S3 (dipotong 75%). Faktor keduaadalah periode serangan dengan taraf P2 (pemangkasan pada 2 MST), P4 (pemangkasan pada 4 MST),P6 (pemangkasan pada 6 MST), dan P8 (pemangkasan pada 8 MST). Hasil penelitian menunjukkanbahwa persentase serangan berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada umur 2 MST, diameter batangpada 4 MST dan 6 MST, jumlah bunga 6 MST, bobot polong berbiji 2, jumlah bintil akar, dan bobot tajuk.Periode serangan berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 4 MST, jumlah cabang 4 MST, diameterbatang 2 MST, jumlah bunga 4 MST, jumlah polong berbiji 3, bobot polong berbiji 3, bobot brangkasan,dan bobot tajuk. Interaksi antara persentase serangan dengan periode serangan berpengaruh terhadaptinggi tanaman pada 8 MST, diameter batang 8 MST, dan jumlah polong berbiji 2
EFFICACY TEST OF TWO HERBICIDES IN CONTROL WEEDS IN SIMPLE LAND PROCESSING Sari Sembiring, Desi Sri Pasca; Sebayang, Nico Syahputra
Jurnal Pertanian Vol. 10 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.655 KB) | DOI: 10.30997/jp.v10i2.1891

Abstract

Residents of agrarian areas are residents who depend their livelihood to agricultural products, but the production of community plantations is often not as desired. Our research aims to know  influence the physiological response of weeds to glyphosate herbicide and paraquat herbicide. This experiment was conducted at the UGL Kutacane Faculty of Agriculture experimental garden, Babussalam Subdistrict, Southeast Aceh Regency, which ran from January to February 2018. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 4 treatment levels: H1: Glyphosate Herbicide = 300 ml/4 L water; H2: Glyphosate herbicide = 1000 ml/13 L water; H3: Herbicide Paraquat = 300 ml/4 L water; H4: Herbicide Paraquat = 1000 ml/13 L of water. The results of Glyphosate Herbicide 1000 ml / 13 L of water effectively control total weeds up to 14 HSA. Glyphosate herbicide is able to inhibit the 5-enolpiruvil-shikimat-3-phosphate synthase (EPSPS) enzyme which plays a role in the formation of aromatic amino acids. The author concludes that the recommended dose of glyphosate based on the research is 1000 ml/13 L of water, because the dose is herbicide Glyphosate has been able to suppress total weed growth.
EFEKTIVITAS KOMPOSISI PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA KULTIVAR SELADA (Lactuca satica L.) DALAM SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG HanBastian, SjarifAvitijadiAdimihardja
Jurnal Pertanian Vol. 4 No. 2 (2013): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.89 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i2.60

Abstract

Percobaan efektivitas komposisi pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan serta produksidua kultivar tanaman selada (Lactuca sativa L.) dalam sistem hidroponik rakit apung dilakukan padabulan Agustus sampai September 2010 di rumah plastik (Green House) Jurusan Agronomi UniversitasDjuanda. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan perlakuan terdiri daridua faktor. Faktor pertama, kultivar selada yang terdiri dari dua taraf perlakuan, yaitu Panorama(K1) dan Fresh (K2). Faktor kedua, pengaruh komposisi pupuk yang terdiri dari lima taraf perlakuanpupuk, yaitu 100 % anorganik, 0% organik (P1), 75% anorganik, 25% organik (P2), 50% anorganik,50% organik (P3), 25% anorganik, 75% organik (P4) dan 0% anorganik, 100% organik (P5). Hasilpercobaan ini menunjukkan bahwa perbedaan kultivar selada berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman (5, 10, 15, 20, dan 30 HST) dan panjang akar (5 HST) dengan kultivar Fresh (K2)menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding kultivar Panorama (K1). Komposisi pupukmemberi pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman selada pada tinggi tanaman (10, 15, 20,25, dan 30 HST), jumlah daun (5, 15, dan 25 HST), panjang akar (10, 20, dan 30 HST), berat basahbrangkasan, berat basah pucuk, berat basah akar, berat kering brangkasan, berat kering pucuk,
PENGGUNAAN KADAR PROTEIN RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA AYAM JANTAN PETELUR ESetiyono, DedenSudrajat
Jurnal Pertanian Vol. 6 No. 2 (2015): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.47 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.35

Abstract

Usaha peternakan ayam masih merupakan usaha yang efisien dalam menghasilkan protein. Proteindibutuhkan untuk pertumbuhan, pembentukan enzim, dan antibodi dalam tubuh. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian pakan dengan protein berbedaterhadap performa pertumbuhan ayam jantan petelur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05Maret 2015 sampai dengan 10 Mei 2015 di kandang yang berlokasi Kampung Palasari RT 01 RW 06Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Ayam yang digunakan untuk penelitian berjumlah90 ekor DOC jantan Layer strain Lohman Brown, dengan berat badan rata-rata 38 gram, pakan ayamdengan kandungan protein kasar 21%, 18%, dan 23%. Ransum yang digunakan produksi dari PT. JapfaComfeed Indonesia Tbk yaitu BR 1 dengan protein kasar 21%, Par S yang protein kasarnya 18%, danBBR dengan protein kasar 23%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yang akan dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum protein yang berbeda tidak berpengaruh terhadapkonsumsi pakan, FCR, mortalitas, dan indeks produksi. Ransum dengan protein kasar 18% bisamenggantikan protein kontrol (protein kasar 21%).
ANALISIS KORELASI DAN SIDIK LINTAS PEUBAH PERTUMBUHAN TERHADAP PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum Annuum L.) Adimihardja, Sjarif Avitijadi
Jurnal Pertanian Vol. 3 No. 2 (2012): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.498 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i2.602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari korelasi antara peubah pertumbuhan dengan hasilproduksi Cabai Merah (Capsicum annuum L), untuk mencari komponen penentu produksi cabaiberdasarkan nilai korelasi, pengaruh langsung, dan pengaruh tidak langsung. Penelitian dilaksanakanpada bulan April sampai dengan Agustus 2013 di Kebun Pusat Pelatihan Pertanian dan PedesaanSwadaya (P4S) Antanan di Kampung Tarikolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Bogor.Penelitian ini menggunakan rancangan survei. Populasi tanaman cabai dengan varietas TM-999diambil sampel secara acak sebanyak 30 tanaman sampel yang merupakan satuan amatan. Data hasilpengamatan dianalisis dengan menggunakan korelasi pearson dilanjutkan dengan analisis lintasanberdasarkan persamaan simultan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peubah yang memilikikoefisien korelasi dan pengaruh langsung yang positif terhadap jumlah produksi bunga cabai adalahjumlah daun, diameter batang, dan jumlah cabang. Peubah yang memliki koefisien korelasi positifterhadap terhadap produksi buah cabai adalah tinggi tanaman, diameter batang dan lebar tajuk.Komponen pertumbuhan yang memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap produksi cabaiadalah diameter batang, lebar tajuk, jumlah cabang, jumlah buah, panjang buah, dan bobot perbuah.Peubah diameter batang, lebar tajuk jumlah cabang dan jumlah buah dapat menjadi komponenpenentu dalam menduga hasil produksi cabai.
FORMULASI KERUPUK DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) FORMULATION CRACKERS WITH ADDITION OF MORINGA LEAVES (Moringa LiaAmalia, DaniRuchdiansyah
Jurnal Pertanian Vol. 7 No. 2 (2016): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.097 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.23

Abstract

Makanan ringan didefinisikan sebagai makanan yang dikonsumsi antara waktu makan regular.Kerupuk merupakan contoh makanan ringan yang tergolong dalam salted foods dengankarakter flavor dominan adalah asin dan gurih. Produk tersebut merupakan makanan ringanyang umumnya dikonsumsi di Indonesia, bahkan menjadi lauk-pauk. Tujuan dari penelitian iniyaitu memanfaatkan daun kelor sebagai sumber protein pada pembuatan kerupuk. Pembuatankerupuk terdiri dari tahap persiapan yaitu tahap pembuatan tepung daun kelor danpembuatan ekstrak daun kelor, setelah mendapatkan tepung dan ekstrak daun kelordilanjutkan ke penelitian utama. Penelitian pertama adalah dengan penambahan tepung padakerupuk dengan perlakuan A1(10%), A2(20%), dan A3(30%). Selanjutnya, dilakukan uji mutusensori dan uji hedonik. Pada penambahan ekstrak daun kelor, penambahan ekstrak daunkelor pada perlakuan B1(5%), B2(10%), B3(30%), selanjutnya dilakukan uji mutu sensori danuji hedonik dengan parameter aroma, rasa, tekstur, dan warna. Pada penambahan tepung daunkelor yang terpilih, pada perlakuan A1(tepung daun kelor 10%) kerupuk tersebut mengandungkadar air sebesar 2,56%, kadar protein 5,19%, kadar lemak sebesar 23,27, dan daya kembang174,92%. Pada penambahan ekstrak daun kelor perlakuan terpilih yaitu B2(ekstrak daun kelor5%) dan kerupuk tersebut mengandung kadar air sebesar 3,68%, kadar protein sebesar 6%,kadar lemak 19,67%, dan daya kembang 157,32%.Kata kunci: daun kelor, kerupuk, makanan ringan