cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
Pengaruh Tipe Penggunaan Lahan dan Cacing Tanah terhadap Kesuburan Tanah: Implikasi untuk Optimasi Pemupukan Padi dan Kelapa Sawit: Kesuburan tanah, tipe penggunaan lahan, unsur hara makro. Flavianus; Sulakhudin; Sutarman Gafur
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i2.18802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketersediaan unsur hara makro di Desa Gernis Jaya, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, berdasarkan tipe penggunaan lahan, yaitu hutan alami, kebun kelapa sawit, dan ladang. Metode yang digunakan adalah survei lapang dengan analisis sampel tanah untuk menentukan kandungan unsur hara. Hasil menunjukkan bahwa tanah di semua tipe lahan memiliki pH masam (rata-rata 4,38–4,86), dengan kandungan C-organik dan N-total tertinggi di hutan sekunder. Ketersediaan P-total sangat tinggi di semua lahan, sedangkan K-dd, Ca-dd, Mg-dd, dan Na-dd umumnya rendah. Kapasitas Tukar Kation (KTK) tertinggi terdapat pada hutan sekunder. Populasi cacing tanah tertinggi ditemukan di hutan sekunder, berkontribusi pada peningkatan kandungan C-organik dan N-total. Rekomendasi pemupukan untuk padi tadah hujan adalah 235,82 kg/ha Urea dan 6,82 kg/ha SP36, sedangkan untuk kelapa sawit, dosis yang disarankan adalah 3,15 kg/pohon/tahun Urea dan 0,85 kg/pohon/tahun SP36.
Spinach Growth under Various Combinations of Sugarcane Biochar and Water Hyacinth Liquid Organic Fertilizer Nani; Agusta, Herdhata; Melik Thiara Dikari; M Juhri Al Karomah
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i2.20395

Abstract

Biochar and liquid organic fertilizer (POC) can be combined to enhance plant growth. This study aimed to evaluate the effects of applying sugarcane bagasse biochar and water hyacinth liquid organic fertilizer (POC) on soil properties and the growth of vegetable crops, particularly pakcoy (Brassica rapa L.) and spinach (Amaranthus sp.). Initial soil analysis showed a pH of 6.97 with high levels of potassium (K) and nitrate (NO₃⁻). The biochar used had an alkaline pH of 8.83, a fixed carbon content of 63.2%, and was classified as grade A according to the Indonesian Ministry of Agriculture standards. Meanwhile, the water hyacinth POC had an acidic pH of 4.02 with a high nitrate content (6,700 ppm). Observations indicated that biochar application up to 20 tons/ha increased the number of leaves, leaf area, and dry weight of pakcoy, while higher doses tended to reduce growth. Application of water hyacinth POC significantly increased the fresh weight of spinach compared to the control. The combination of biochar and POC demonstrated great potential in improving soil fertility and enhancing vegetable crop yields. This study recommends the use of biochar and POC at appropriate dosages to support sustainable agriculture on Andosol soils. Keywords: Biochar, Liquid Organic Fertilizer, Soil Fertility, Plant Growth, Sustainable Agriculture
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahtani Wortel Pada Pola Tanam Monokultur dan Tumpangsari di Desa Sumber Kecamatan Bumiaji Rafli, Muhammad rafli; Anas Tain; Fithri Mufriantie
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i2.20754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani wortel pada pola tanam monokultur dan tumpangsari di Desa Sumber, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel secara stratified sampling. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 60 petani wortel yang terdiri dari 41 petani monokultur dan 19 petani tumpangsari. Analisis data menggunakan analisis pendapatan, uji Independent Sample T-Test dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani dengan pola tanam tumpangsari sebesar Rp 39.452.361/ha, lebih tinggi dibandingkan pola tanam monokultur sebesar Rp 18.167.467/ha per musim tanam. Hasil uji T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua sistem tanam. Analisis jalur menunjukkan bahwa pada sistem monokultur, variabel produksi luas lahan, biya benih wortel, biya herbisida produksi wortel memiliki koefisien jalur positif terhadap pendapatan. Sebaliknya, biaya tenaga kerja, biaya pupuk dan harga wortel memberikan koefisien jalur negatif. Sementara itu, pada sistem tumpangsari, luas lahan, biaya benih wortel, biaya insektisida, produksi wortel, produksi daun bawang prei koefisien positif terhadap pendapatan sebaliknya biaya benih daun bawang prei, tenaga kerja, biaya pupuk, biaya herbisida, harga wortel dan harga daun bawang prei koefisien jalur negative terhadap pendapatan.
Efektivitas Berbagai Perangkap Metil Eugenol untuk Mengendalikan Lalat Buah pada Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) Siregar, Masno; Fanani, Muhammad Zainal; Samudra, I Made; Pasaribu, Askif
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.22352

Abstract

Tanaman cabai merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Produksinya seringkali terhambat oleh serangan lalat buah dari genus Bactrocera, terutama Bactrocera dorsalis. Upaya pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan sangat diperlukan untuk menjaga hasil panen dan keberlanjutan usaha tani. Salah satu metode yang efisien adalah penggunaan perangkap serangga dengan metil eugenol, yang berfungsi menarik lalat buah jantan dan membantu menurunkan populasi hama di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas beberapa jenis perangkap lalat buah berbasis metil eugenol yang dikombinasikan dengan insektisida atau air sabun pada pertanaman cabai Capsicum annuum. Penelitian dilaksanakan pada November 2024 - Januari 2025 di lahan cabai seluas 800 m² di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan (32 unit percobaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan variasi perangkap lalat buah berpengaruh terhadap jumlah tangkapan lalat buah, insidensi serangan, dan intensitas serangan lalat buah. Perangkap tipe DM (perangkap putih transparan + metil eugenol + sabun cair) berhasil menangkap paling banyak lalat buah pada tanaman cabai, dengan rata-rata hasil tangkapan 83 ekor/perangkap, dengan tingkat serangan lalat buah 13% dan jumlah buah terserang sebesar 2,33 buah per tanaman. Penggunaan perangkap ME dengan air sabun direkomendasikan sebagai strategi pengendalian yang lebih ramah lingkungan dan efisien bagi petani cabai.
Identifikasi Nematoda Parasit pada Tanaman Padi (Oryza Sativa) di Kalimantan Timur Chasanah, Uswatun; Suyadi; Mujiono, Kadis
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.23315

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies nematoda parasit yang berasosiasi dengan tanaman padi (Oryza sativa) di Kalimantan Timur serta menentukan prevalensi dan karakter morfologinya. Survei dilakukan pada Agustus–Oktober 2025 di lahan padi Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Barat, Kutai Timur, Bontang, dan Berau melalui pengambilan sampel akar, benih, dan tanah rizosfer secara purposive sampling. Ekstraksi nematoda menggunakan metode Baermann termodifikasi, sedangkan identifikasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan morfometri menggunakan mikroskop dan kunci identifikasi standar. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan tiga spesies nematoda parasit utama padi, yaitu Hirschmanniella oryzae, Meloidogyne graminicola, dan Aphelenchoides besseyi, dengan karakter morfologis sesuai literatur. H. oryzae merupakan nematoda akar penting pada padi, M. graminicola adalah nematoda puru akar penyebab gall, sedangkan A. besseyi merupakan nematoda white-tip yang bersifat seed-borne. Temuan ini menegaskan bahwa padi di Kalimantan Timur telah terinfestasi nematoda parasit yang berpotensi menurunkan produktivitas, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengendalian hama dan pengembangan varietas padi toleran nematoda di wilayah tersebut.
Kajian Sebaran Spasial dan Identifikasi Karakter Morfometrik Molekuler Bactrocera occipitalis Hasil Rearing Lima Inang di Empat Wilayah Kalimantan Timur Nurjanah, Eny; Rosfiansyah; Mariyah
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.23327

Abstract

Penurunan produksi dan kualitas buah lokal di Kalimantan Timur masih dipengaruhi oleh serangan lalat buah (Tephritidae) khususnya Bactrocera occipitalis yang memiliki kisaran inang luas. Penelitian ini bertujuan mengonfirmasi keberadaan serta spesifisitas inang B. occipitalis melalui pendekatan survei dan rearing. Sampel buah bergejala dikoleksi dari empat wilayah, yaitu Kutai Timur, Bontang, Kutai Barat, dan Samarinda, kemudian dipelihara hingga menghasilkan imago untuk identifikasi morfologi dan konfirmasi molekuler menggunakan PCR sequencing. Hasil menunjukkan bahwa dari lima jenis inang, empat di antaranya terinfestasi B. occipitalis. Belimbing dan jambu biji merupakan inang utama yang ditemukan di tiga lokasi (75%), sedangkan sawo dan jeruk terbatas pada satu lokasi (25%) dan mangga tidak menunjukkan infestasi. Secara spasial, Kutai Timur memiliki jumlah inang positif tertinggi (80%) dan nilai kekayaan jenis tertinggi (S=4), sehingga dikategorikan sebagai hotspot interaksi inang-hama. Temuan ini menunjukkan bahwa distribusi dan preferensi inang B. occipitalis bersifat spesifik dan terlokalisasi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi pengelolaan hama terpadu berbasis lokasi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian.
Distribusi Rantai Pasok Kopi Arabika di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Irna; Tahir, Ratnawati; Jumiati; Natsir, Mohammad; Amruddin; Mardiyati, Sri
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.23543

Abstract

Kopi Arabika merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani. Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa merupakan salah satu sentra produksi kopi Arabika di Sulawesi Selatan. Namun, distribusi rantai pasok kopi Arabika di wilayah ini masih menghadapi berbagai permasalahan seperti panjangnya saluran pemasaran, lemahnya posisi tawar petani, serta ketidakefisienan distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur rantai pasok serta aliran produk, informasi, dan keuangan antar pelaku. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap petani dan lembaga pemasaran, serta didukung data sekunder dari dokumen dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok kopi Arabika di Tompobulu tergolong rantai pasok pendek hingga menengah, di mana petani menjual kopi kepada pedagang pengumpul sebelum didistribusikan ke pasar lanjutan. Aliran produk didominasi oleh kopi tanpa pengolahan pascapanen yang memadai, sementara aliran informasi masih terbatas dan didominasi oleh pedagang pengumpul, khususnya terkait informasi harga. Aliran keuangan berlangsung secara tunai dan langsung setelah penyerahan produk, namun belum didukung oleh skema pembiayaan yang inklusif. Kondisi tersebut menyebabkan asimetri informasi, lemahnya posisi tawar petani, serta rendahnya nilai tambah di tingkat hulu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan petani, peningkatan kapasitas pascapanen, serta perluasan akses informasi pasar dan pembiayaan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok kopi Arabika.
Peran Nitrogen dari Telur Ayam dan Kipahit (Tithonia diversifolia L.) dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.) Sari, Lili Agustina; Tobing, Oktavianus L
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.23590

Abstract

Nitrogen berperan penting dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, terutama pembentukan daun. Penggunaan sumber nitrogen alami dapat diperoleh dari ekstrak telur ayam dan  ekstrak kipahit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Nitrogen dari telur ayam dan kipahit (Tithonia diversifolia L.) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan nitrogen bersumber dari telur ayam dan Kipahit secara bersamaan yang memiliki efek sinergis, yang telah terbukti meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen pakcoy, dan belum ada penelitian sebelumnya. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor, yaitu Nitrogen dari  ekstrak kipahit dan ekstrak telur ayam, yang terdiri dari 7 taraf perlakuan yaitu P0= tanpa perlakuan (0 ml kipahit + 0 ml telur ayam) , P1 =100 ml kipahit + 0 ml telur ayam, P2 = 100% telur ayam + 0 ml kipahit, P3 = 80 ml kipahit  + 20 ml telur ayam, P4 = 60 ml kipahit + 40 ml telur ayam), P5 = 40 ml kipahit + 60 ml telur ayam, dan P6 = 20 ml kipahit + 80 ml telur ayam. Percobaan terdiri atas 3 ulangan sehingga terdapat 21 satuan percobaan, setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga diperoleh 63 satuan amatan Data dianalisis menggunakan Uji F (sidik ragam) jika perlakuan berpengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Kesimpulan yang diperoleh perlakuan kombinasi 40 ml ekstrak kipahit + 60 ml telur ayam dapat memberikan pertumbuhan dan hasil pakcoy terbaik dibanding perlakuan lainnya.
Insidensi Helminthosporium solani dan Asosiasi Kompleks Cendawan pada Lalu Lintas Umbi Kentang Melalui Pelabuhan Semayang: Implikasi bagi Biosekuriti Pascapanen Purnomo, Luky Chandra
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.24049

Abstract

Silver scurf merupakan penyakit tular-benih pada tanaman kentang yang disebabkan oleh Helminthosporium solani dan diketahui dapat menyebar melalui pergerakan umbi yang terinfeksi antarwilayah. Di Indonesia, distribusi kentang antarpulau berpotensi berkontribusi terhadap penyebaran patogen ini, namun data pengawasan berbasis pelabuhan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi insidensi H. solani pada umbi kentang yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Sebanyak 32 lot kentang diperiksa menggunakan metode blotter test yang dilanjutkan dengan identifikasi koloni cendawan secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H. solani terdeteksi pada 4 lot (12,5%), dengan proporsi tertinggi ditemukan pada sampel yang berasal dari Pare-Pare. Selain H. solani, beberapa cendawan lain yang umum berasosiasi dengan kerusakan pascapanen, seperti Fusarium spp., Aspergillus niger, dan Penicillium sp., juga ditemukan. Keberadaan cendawan-cendawan tersebut mengindikasikan bahwa penanganan dan penyimpanan umbi pascapanen belum sepenuhnya optimal. Analisis statistik menggunakan Uji Fisher Exact menunjukkan bahwa insidensi H. solani tidak berasosiasi secara signifikan dengan asal geografis lot kentang. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengawasan fitosanitari di titik pemasukan serta perlunya pelengkapan metode deteksi konvensional dengan pendekatan molekuler untuk meningkatkan keandalan identifikasi patogen tular-benih.
Optimasi dan Efisiensi Aplikasi Pupuk Organik Cair pada Tanaman Bayam Merah Wijaya; Fauzi, Nurul Arifah; Faizien, Hilmy Awalu
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.24070

Abstract

Pupuk kandang kambing selain dapat digunakan secara langsung sebagai pupuk organik setelah melalui proses pengomposan, juga dapat difermentasi untuk menjadikannya sebagai POC. POC memiliki manfaat praktis dalam aplikasinya karena lebih mudah diserap oleh tanaman melalui daun maupun akar. Dengan memanfaatkan bahan-bahan organik lokal, diharapkan produktivitas tanaman bayam merah dapat ditingkatkan tanpa merusak lingkungan serta dapat membantu mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Kajian optimasi maupun efisiensi penggunaan pupuk organik telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, tetapi kajian tersebut dilakukan secara terpisah. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk menentukan nilai optimum sekaligus menentukan tingkat efisiensi penggunaan POC pada tanaman bayam merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui optimasi dan efisiensi dosis POC pada tanaman bayam merah. Percobaan di daerah Banjaran, Sumberjaya, Majalengka, Jawa Barat dari bulan April sampai Juni 2025. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari enam dosis POC yang diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis POC menghasilkan perbedaan tinggi tanaman, jumlah daun, laju tumbuh relatif, bobot kering tanaman, bobot segar per tanaman dan per petak, serta serapan kalium pada tanaman bayam merah. Dosis POC yang optimum yaitu 153 ml.tan ̶1 menghasilkan bobot segar tanaman 558,29 g. Pada Dosis POC 150 ml.tan ̶1 dicapai nilai efisiensi agronomis tertinggi yaitu 170,94, efisiensi fisiologis 121,9 dan efisiensi pemulihan hara yaitu 140,27%.