cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
EVALUASI KUALITAS SILASE LIMBAH SAYURAN PASAR YANG DIPERKAYA DENGAN BERBAGAI ADITIF DAN BAKTERI ASAM LAKTAT Felly, Septian; Kardaya, Dede
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 2 (2011): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.128 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.576

Abstract

Penelitian tentang silase yang terbuat dari limbah sayuran pasar tradisional yang diperkaya dengan berbagai aditif dan bakteri asam laktat telah dilakukan dalam tiga bulan untuk mengungkap kualitasnya. Penelitian dirancang dalam rancangan acak kelompok enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya terdiri atas: kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + dedak 33,33% (P1), kulit jagung 23,58% + sawi putih 16,98% + kol 16,98% + jerami 8,49% + dedak 33,96% (P2), kulit jagung 28,57% + sawi putih 28,57% + kol 14,29% + onggok 28,57% (P3), kulit jagung 25,00% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + jerami 8,33% + onggok 33,33% (P4), kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + pollard 33,33% (P5), dan kulit jagung 30,77% + sawi putih 15,38% + kol 15,38% + jerami 7,69% + pollard 33,33% (P6). Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik silase yang diperkaya dengan dedak, onggok dan pollard memperlihatkan tekstur yang padat, beraroma khas, tidak berjamur dan berwarna hijau kekuningan hingga kecoklatan. Semua perlakuan menghasilkan kisaran pH silase yang berkualitas baik (3,2-4,2). Kandungan asam laktat yang dihasilkan silase yang mengandung dedak padi nilainya lebih tinggi bila dibandingkan silase beraditif onggok dan pollard. Populasi BAL pada silase yang mengandung onggok memiliki jumlah bakteri asam laktat yang relatif lebih banyak dibandingkan silase yang mengandung dedak padi dan pollard.
ANALISIS KINERJA KOPERASI PRODUSEN TEMPE TAHU INDONESIA (KOPTI) DI KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT, DENGAN METODE BALANCED SCORECARD BALANCE SCORECARD PERFORMANCE ANALYSIS STUDY OF INDONESIAN FERMENTED SOYBEAN COOPERATIVE UNIT PRODUCER IN BOGOR, WEST JAVA PROVINCE ErwinAnton, ApendiArsyad
Jurnal Pertanian Vol. 5 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.139 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i1.53

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, persaingan lingkungan bisnis pertanian khususnya koperasi semakinketat. Perencanaan strategis yang tepat merupakan suatu faktor yang harus diperhatikan untukmencapai target yang diinginkan. Pengukuran kinerja perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerjamanajemen koperasi secara menyeluruh dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard.Balanced Scorecard merupakan alat ukur kinerja yang menyeimbangkan empat perspektif, yaituperspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses bisnis intenal, serta perspektifpembelajaran dan pertumbuhan. Studi analisis kinerja KOPTI Kabupaten Bogor ini menggunakanmetode balanced scorecard yang dinilai secara keseluruhan mencapai hasil yang cukup baik dengantotal capaian keseluruhan dari keempat perspektif balanced scorecard tersebut adalah sebesar72,9%. Hal ini berarti bahwa kinerja KOPTI Kabupaten Bogor pada tahun 2012 tergolong dalamkategori sangat sehat (A) karena total skor berada pada selang 65<total skor<80. Total skor padaperspektif pelanggan sebesar 8,58%, total perspektif keuangan sebesar 17,88%, total perspektifproses bisnis internal sebesar 17,60%, dan total perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar28,84%.
APLIKASI BIJI KEFIR AIR SEBAGAI BAHAN PENGEMBANG ROTI KUKUS Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Novidahlia, Noli; Amanah, Amanah
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 2 (2017): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.068 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1053

Abstract

Biji kefir air berupa matrik gel polisakarida, bening seperti kristal, didalamnya terdapat simbiosis kompleks antara bakteri asam laktat dan khamir.  Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi optimal biji kefir air sebagai pengembang roti kukus.   Roti kukus dibuat dengan tiga konsentrasi biji kefir air: 75, 100, dan 125% berdasarkan 100% tepung, kemudian dianalisis sifat mutu fisik dan sensorinya.  Roti kukus dengan pengembang biji kefir air terbaik dibandingkan sifat fisik dan kadar seratnya dengan yang diolah menggunakan khamir (standar).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa roti kukus yang dibuat dengan biji kefir air 100% memiliki mutu fisik (volume spesifik, struktur remah) lebih baik daripada yang diproses dengan biji kefir air 75% dan 125%.  Mutu sensori roti kukus yang dibuat dengan 100% dan 125% biji kefir air (kenampakan, kehalusan permukaan, pori, tekstur, kelengketan, aroma) lebih tinggi dibandingkan yang diolah dengan biji kefir air 75%.  Penggunaan biji kefir air 100% ditentukan sebagai konsentrasi bahan pengembang optimal pada pembuatan roti kukus.  Roti kukus yang dibuat dengan biji kefir air 100% memiliki volume spesifik dan struktur remah tidak beda nyata dengan roti kukus standar, sedangkan kandungan serat pangannya lebih tinggi.  Kandungan serat pangan berturut-turut roti kukus dengan biji kefir 100% adalah  18.5% (bk) dan roti kukus standar 12.5% (bk).  Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi biji kefir air optimal sebagai bahan pengembang roti kukus adalah 100% berdasarkan 100% tepung.Kata kunci: bakteri asam laktat (BAL), biji kefir air, khamir, roti kukus. APLICATION OF WATER KEFIR GRAINS AS LEAVENING AGENT OF STEAMED BREAD ABSTRACTWater kefir grain is a complex symbiosis between lactic acid bacteria and yeast in transparent gel matrix crystal-like.  The objective of this study was to get optimum concentration of water kefir grains as leavening agent of steamed bread.  Steamed bread was prepared with three concentrations of water kefir grains: 75, 100, and 125% based on 100% flour, then their physical and sensory properties were analyzed.  The chosen steamed bread using water kefir grains was then compared its physical properties and fiber content to the standard steamed bread using yeast.  Results showed that steamed bread made with 100% of water kefir grains had better physical properties (specific volume, crumb structure) than that of 75% and 125%.  The sensory properties (appearance, surface smoothness, crumb structure, tenderness, adhesiveness, aroma) of steamed bread made with 100% and 125% of water kefir grains were superior than that of 75%. The use of 100% water kefir was chosen as the optimum concentration for leavening agent of steamed bread.  Steamed bread using 100% water kefir had no differences on specific volume and crumb structure compared to those of standard steamed bread, whereas its fiber content was significantly higher.  Fiber content of steamed bread using 100% water kefir grains and steamed bread using yeast was 18.51% (db) and 12.51% (db), respectively.  It can be concluded that optimum concentration of water kefir grains used as leavening agent for steamed bread making was 100% based on 100% of flour.
PENGARUH VITAMIN B2 (Riboflavin) TERHADAP DAYA TAHAN SPERMATOZOA DOMBA PADA SUHU KAMAR Widjaja, Nilawati
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 1 (2011): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.216 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i1.556

Abstract

This study aims to understand the effect of vitamin B2 (Riboflavin) toward mortality and goat spermatozoa percentage of life in room temperature. The study method using experiment method with Rancangan Acak Kelompok (Group Random Program) in time series with 5 Riboflavin additional treatments and 6 ejaculates as a group. The treatment is concentration of vitamin B2 (PO = control) PO = 0 μg/ml, P1 = 1 μg/ml, P2 = 4 μg/ml, P3 = 7 μg/ml, and P4 = 10 μg/ml. The variable that observed is motility and viability. The observation is conducted after dilution WO = 0 hour, W1 = 2 hours, W2 = 4 hours, W3 = 6 hours, and W4 = 8 hours. The study result shows that treatment adding vitamin B2 (Riboflavin) in Tris dilution under room temperature has no significant differences (P>0,05) toward motility and life percentage. Time period of treatment has significant impact (P<0,01) toward motility and viability. There is no interaction between treatment and observation time period (P>0,05).
HUBUNGAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN PENDEKATAN PTT PADI SAWAH DI KECAMATAN WOLOWARU, KABUPATEN ENDE, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR wibowo, AchmadMusyadar
Jurnal Pertanian Vol. 5 No. 2 (2014): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.22 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i2.45

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur,mulai 14 April 2014 sampai dengan 08 Juni 2014. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keberhasilanpendekatan PTT padi sawah di tingkat petani. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari metodepenyuluhan (variabel X) dan tingkat keberhasilan pendekatan PTT padi sawah (varibel Y). Instrumenyang digunakan adalah kuesioner untuk 45 responden. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara menggunakan instrumen, observasi langsung, dan program penyuluhan pertanian sertalaporan terkait lainnnya. Analisis data terdiri dari analisis deskriptif untuk variabel X dan variabel Y,serta analisis statistik non parametrik korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antaravariabel X dan variabel Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PTT padi sawah cukupberhasil karena metode penyuluhan pertanian yang diterapkan sudah tepat dan terdapat hubunganantara metode penyuluhan pertanian dengan tingkat keberhasilan pendekatan PTT padi sawah sangatsignifikan dengan tingkat hubungan sedang dan positif.
ROLE OF LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS IN FERMENTED FEED TO FEED TO IMPROVE THE QUALITY OF BROILER CHICKEN MEAT (PROTEIN, CHOLESTEROL) Ningrumsari, Ida
Jurnal Pertanian Vol. 10 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.985 KB) | DOI: 10.30997/jp.v10i2.1954

Abstract

The study aimed to evaluate the administration of L acidophilus in fermented feed to improve the quality of broiler chicken meat (Protein, Cholesterol) which was maintained for 35 days. The material used is 100 chickens that are 1 day old (DOC). The experiment used a laboratory experimental method with a non-factorial Completely Randomized Design with a treatment level consisting of feed type Ro = standard feed, R1 = R0 + Fermented corn husk 10%, R2 = R0 + Fermentation of 20% corn husk, R3 = R1 + L acidophilus 2% and R4 = R2 + L acidophilus 2%. Each treatment was repeated 4 times and each replication contained 5 chickens. The results of analysis of variance showed that administration of    L acidophilus in fermented feed significantly affected the increase in protein (R1) and decreased cholesterol (R3) with an alpha level of 5%. The average protein content R1 = 21.8000 was not significantly different from R4 = 21.5500, while R2 = 21.0500 was significantly different from R3 = 20.6500 and R0 = 20.2000. The lowest average cholesterol level is found in R3 = 64,000 and the highest at R0 = 96,500. While the cholesterol levels R1, R2, R3 and R4 were not significantly different, but were significantly different from R0.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI KUBIS (Brassica oleracea) DI KERTASARI, BANDUNG, JAWA BARAT BungaPrahar, SitiMasithoh
Jurnal Pertanian Vol. 4 No. 2 (2013): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.416 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i2.61

Abstract

Permasalahan pokok yang dihadapi dalam pengembangan komoditas kubis secara umum adalahbelum terwujudkannya ragam, kualitas, kontinuitas pasokan, dan kuantitas yang sesuai denganpermintaan pasar. Hasil analisis usaha tani kubis di Kecamatan Kertasari menunjukkan bahwapenerimaan rata-rata yang diperoleh petani sampel sebesar Rp 13.783.136,-/Ha/musim denganpendapatan atas biaya tunai sebesar Rp 6.135.297,72,-/Ha/musim. Nilai R/C atas biaya tunai dalamusaha tani kubis selama satu musim sebesar 1,80 dan R/C atas biaya total sebesar 1,03 sehinggausaha tani kubis menguntungkan dan efisien untuk diusahakan karena nilai R/C lebih dari satu.Faktor produksi pupuk kandang, pupuk kimia, dan pestisida mempunyai nilai NPM dan BKM lebihkecil dari satu. Hal ini berarti faktor-faktor tersebut sudah berlebih sehingga dalam penggunaannyaharus dikurangi. Faktor input pupuk kimia mempunyai rasio NPM dan BKM yang negatif, berartisecara ekonomi penggunaan input tersebut sudah tidak efisien. Dari segi teknis penggunaan faktorproduksi pupuk kimia sudah berada di daerah irrasional yaitu di daerah dengan penambahan yangnegatif artinya penambahan pupuk kimia justru akan menurunkan produksi
JARINGAN KOMUNIKASI PEMASARAN JAGUNG DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Kusumadinata, Alialamsyah
Jurnal Pertanian Vol. 6 No. 2 (2015): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.344 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.34

Abstract

Hasil jagung petani bila dilihat dari distribusinya, sudah mengarah kepada pasar. Pemasarannya cukupbervariasi, ada langsung ke konsumen akhir dan ada yang melalui pedagang perantara untuk sampai kekonsumen. Pemasaran jagung secara berkelompok hanya dapat dilakukan oleh kelompok tani yangsudah maju. Kinerja pemasaran jagung kedua gapoktan ini antara volume pembelian dan penjualanjagung telah terjadi keseimbangan, tidak ada persediaan jagung tersimpan di gapoktan. Hal inidilakukan agar tidak mengalami kerugian, karena penyaluran ke pedagang besar terjadi banyak risiko,di antaranya jika stok gudang sudah penuh maka tidak ada pembelian, kualitas jagung terutama kadarair harus memenuhi standar, dan harga jagung berfluktuasi perubahannya dalam tempo yang relatifsingkat. Jaringan komunikasi yang dibangun sangat dinamis dan terbuka untuk meminimalisasikerugian.
PENENTUAN METODE PENGERINGAN (CABINET DRYER DAN FLUIDIZED BED DRYER) TERHADAP KOMPONEN DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN PADA ROSELA KERING (Hibiscus sabdariffa L) Mardiah, Mardiah; Novidahlia, Noli; Mashudi, Mashudi
Jurnal Pertanian Vol. 3 No. 2 (2012): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.291 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i2.603

Abstract

Rosela (Hibiscus sabdariffa L) memiliki antosianin dan vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi.  Kandungan antosianin dan vitamin C ini mempunyai peran yang penting untuk menangkap radikal bebas yang mampu menyebabkan penyakit degenerative. Pengolahan rosela banyak dilakukan dalam bentuk kering untuk mempermudah penanganan rosella dan meningkatkan daya awet rosella namun perlu diteliti metode pengeringan yang bagaimana yang mampu mempertahankan komponen bioaktif yang terkandung di dalamnya.  Dalam penelitian ini dilakukan dua metode pengeringan yaitu dengan cabinet dryer (60oC, 6 jam) dan dengan fluidized bed dryer (70oC, 1.5 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan antosianin, vitamin C dan kapasitas antioksidan rosella kering dengan menggunakan pengeringan cabinet dryer lebih tinggi disbanding menggunakan fluidized bed dryer 
PENGARUH PEMBERIAN DAUN KETAPANG (Terminalia catappa ) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA Mumpuni, Yoyok
Jurnal Pertanian Vol. 7 No. 2 (2016): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.583 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian daun ketapang (Terminaliacatappa) terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila. Penelitian inimenggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, yaitu A (tanpapemberian daun ketapang), B (dengan pemberian daun ketapang dosis 3 gram), C (denganpemberian daun ketapang dosis 6 gram), dan D (dengan pemberian daun ketapang dosis 9gram). Hasil uji analisis menunjukkan bahwa perlakuan pemberian daun ketapangberpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak (p<0,05). Ujilanjut BNT menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan B yaitusebesar 3,04% berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Hasil analisis ragam menunjukkanbahwa penggunaan perlakuan dengan pemberian daun ketapang dan tanpa pemberian daunketapang tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup.Kata kunci: ikan nila, kelangsungan hidup, ketapang, pertumbuhan