cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI PATOGEN DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF EKSTRAK KULIT KAYU RARU (Vatica leucocapra) Verawati, Nenengsih; Aida, Nur
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.805 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1059

Abstract

Tanaman raru adalah jenis tanaman hutan yang memiliki tinggi 70-85 cm, memiliki kulit yang tebal kemudian diolah menjadi serbuk oleh masyarakat wilayah Kalimantan biasa dinamakan kulit kayu resak yang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pengawet nira nipah . berdasarkan dari penelitian, kayu raru memiliki kandungan senyawa terpenoid, arilpropanoid, benzofuran, flavonoid, hidrokuinon dan oligostilbenoid (Fuad, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona hambat dari beberapa konsentrasi ekstrak kulit kayu raru dan mengetahui senyawa apa saja yang terkandung pada ekstrak kulit kayu raru. Metode penelitian yang digunakan adalah eksoperimental deskriptif yaitu menggunakan ekstraksi soxhlet yaitu pelarut etanol dan methanol (p.a). Masing-masing ekstraksi tersebut dilakukan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data hasil pengamatan dianalisa dengan dua macam analisa yaitu analisa deskriptif menggunakan mikrosoft Excel. Data hasil pengamatan ditampilkan dalam bentuk tabel, dan untuk mudah interpretasi data maka dibuat grafik atau histogram. Analisa ini digunakan analisa rendemen, untuk uji aktivitas antibakteri, dan  identifikasi senyawa aktif kulit kayu raru metode GC-MS. Data hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi pada ekstrak kulit kayu raru yang menggunakan pelarut etanol dan hasil uji zona hambat diperoleh pada ekstrak kulit raru yang menggunakan pelarut etanol dengan bakteri uji S.aureus. Hasil penelitian diperoleh rendemen paling tinggi diperoleh pada penggunan pelarut metanol yaitu 35,65%. Perlakuan terbaik diperoleh pada aktivitas antibakteri dengan pelarut metanol 99%. Bakteri gram positif yaitu S.aureus lebih sensitif terhadap aktivitas antibakteri.KATA KUNCI: aktivitas antibakteri, GC-MS, kulit kayu raru.  ANTIBACTERIA ACTIVITY EXPERIMENT ON PATHOGEN BACTERIA AND ACTIVE COMPOUND IDENTIFICATION ON RARU WOOD BARK (Vatica leucocapra) ABSTRACTRaru is a forest tree which has height about 70-85 cm, has thick bark, which is usually processed to become powder in Kalimantan, called resak wood bark. It’s usually used as a preservative on nira nipah. Based on Fuad (2010), raru wood bark has compound such as terpenoid, arilpropanoide, benzofurane, flovonoide, hidroquinon and oligostilbenoide. The aims of this experiment are to identified clear zone from several consentration (90%, 95% and 99%) and active compound on raru wood bark extract. The treatments are soxhlet extraction with ethanol and methanol solvent (p.a.). Each extraction is done three times so there will be 18 experimental units. Rendement was analyzed by the antibacteria activity and the active compound identification with GC-MS. Result of this experiment is analyzed descriptively with microsoft excel programe and the data is showed in tabels and graphs or histograms. The result of the experiment are the highest rendement taken from methanol extraction treatment, is 35,65%. The best treatment is taken from antibacterial activity examination of methanol solvent treatment (99% consentration). Raru wood bark extract more effectively to inhibit gram positive bacteria (S. Aureus) than gram negative bacteria (E. Coli). Chromatogram GC-MS identified hexadecanoic acid as an active compound in raru wood bark, which belongs to carboxylic acid group.
STUDI RESPON PERTUMBUHAN STEK NILAM (Pogostemon cablin Benth) TERHADAP NOMOR RUAS BAHAN STEK DAN KONSENTRASI RHIZZATUN F ER, Setyawati
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.547 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.573

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam nomor ruas stek dan konsentrasi Rhizzatun F terhadap pertumbuhan bibit stek nilam, telah dilaksanakan bulan Maret hingga Juli 2011 di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian “Stiper” Yogyakarta yang terletak di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) dengan 2 faktor yaitu nomor ruas stek terdiri dari 3 macam (stek nomor 1 ; nomor 4 dan nomor 7) dan macam konsentrasi Rhizzatun F menunjukkan interaksi nyata pada jumlah daun. Pada stek no 7 dengan konsentrasi 6% menunjukkan hasil paling baik. Penggunaan macam nomor ruas stek memberikan efek nyata pada pertumbuhan tanaman. Penggunaan tingkat konsentrasi Rhizzatun F tidak menunjukkan pengaruh nyata pada pertumbuhan nilam
Pengaruh Pemberian Berbagai Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Tustiyani, Isna
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.519 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.565

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan nasional. Pembibitan kopi umumnya melalui biji, padahal kopi dapat dibudidayakan melalui cara vegetative yaitu stek asal diberi perlakuan at pengatur tumbuh. Tujuan penelitian  ini adalah untuk  mempelajari pengaruh pemberian berbagai zat pengatur tumbuh alami pada stek kopi. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan  Fakultas Pertanian, Universitas Garut pada Oktober – November 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan tanpa pemberian ZPT, growtone, ekstrak bawang merah, dan air kelapa. Hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah dapat menumbuhkan sebesar 50% dan penggunaan growtone sebesar 55% stek kopi hidup.KATA KUNCI: auksin, air kelapa, ekstrak bawang merah,  stek kopi  THE EFFECT OF VARIOUS NATURAL PLANT GROWTH REGULATOR ON GROWTH CUTTINGS OF COFFEEABSTRACTThe Coffee is one of national excellent commodities. The Nurseries of coffee generally through the beans, but it can be grown through vegetative through by cuttings treated with growth regulators. The purpose of this research was to study the effect of various naturally plant growth regulators in coffee cuttings. The experiment was conducted at the Experimental Farm, Faculty of Agriculture, University of Garut in October-November, 2016 using Randomized Complete Block Design with treatment  without giving plant growth regulator, growtone, onion extract, and coconut water. The result showed  that the extract of onion can grow at 50% and the growtone treatments  can grow 55% of the coffee cuttings. 
FORAGES AMMONIATING TECHNOLOGY TO INCREASE SHEEP PERFORMANCES Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.738 KB) | DOI: 10.30997/jp.v1i1.553

Abstract

Research action of society service project in implementing forages ammoniating technology in increasing sheep performances had been conducted in eight months at Desa Gede Pangrango Kecamatan Kadu Dampit Kabupaten Sukabumi. The project was aim to increase practical ability of sheep farmers in forages ammoniating technology, forages quality, and to anticipate forages supply problems in draft season. Methods to attain the project goal included: education, training, demonstrating, practicing, and feeding ammoniated forages. Afterward, the sheep fed ammoniated forages had been weight monthly for three months. Methods to measure attainment of this goal project included questionnaire based interviewing and field monitoring to sheep farmers, parameters to measure ammoniated forages quality based on physical characteristics of ammoniated forages, whereas sheep responses to ammoniated forages measured by palatability and a three-month live weight gain. Results of the research action concluded that sheep farmers accepted well to introduction of forages ammoniating technology and able to ammoniating forages by themselves. Ammoniated forages-molasses mixes with ratio of 1% urea and 1% molasses of dry basis forages increased live weight gain of sheep 0.87 – 1.44 kg/3 months and higher than the weight gain of sheep fed non-ammoniated forages. Feeding ammoniated forages-molasses mixes increased profitability of sheep farmers as high as 18% (Rp78,354.00) whereas feeding ammoniated cassava peel-molasses mixes generated profit up to 51.44% (Rp222,966.00) higher than feeding non-ammoniated forages. Supporting sheep supply and market assurances will maintain the continuity of feeding of ammoniated forages.
KELAYAKAN POTENSI PENGEMBANGAN USAHA ES SUSU JAGUNG MANIS (Zea mays sacc.) Syarbaini, Ahmad
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.063 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.41

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan kegiatan usaha es susu jagungsebagai produk deversifikasi makanan olahan berbahan baku jagung. Bagi konsumen yang mengalamiintoleransi laktosa, susu jagung dapat dijadikan pilihan sehingga ada peluang usaha untuk penyediaansusu jagung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan Purposive Sampling yaitu di KecamatanBogor Barat karena kepadatan penduduk yang memungkinkan dan dekat dengan lokasi bahan baku.Analisis kelayakan dan sensitivitas usaha pembuatan es susu jagung meliputi aspek finansial dan nonfinansial, yaitu aspek pasar, teknis, manajemen, sosial dan lingkungan, serta hukum. Analisis finansialmemberikan hasil nilai Net Present Value (NPV) kurun waktu 10 tahun Rp 350.532.453, IRR 29,40%,Net B/C ratio 1,84, Payback Periode (PBP) 3,58 tahun (3 tahun 7 bulan 2 hari). Analisis sensitivitasmemberikan hasil variabel kenaikan harga bahan baku dan bahan pembantu sebesar 15%, variabelpenurunan jumlah pendapatan sebesar 10% yang berarti sangat berpengaruh terhadap kelayakanusaha es susu jagung, sedangkan kenaikan suku bunga sebesar 5% tidak berpengaruh terhadapkelayakan usaha.
PENGGUNAAN AIR PADA PEMELIHARAAN BENIH PATIN (Pangasius hypophthalmus) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Rosmawati, Rosmawati
JURNAL PERTANIAN Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.235 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i2.600

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan air, kelangsungan hidup danpertumbuhan benih ikan patin yang dipelihara pada wadah resirkulasi dan tidak menggunakanresirkulasi. Perlakuan yang diberikan adalah wadah pemeliharaan yang berbeda, yaitu yangmenggunakan resirkulasi dan tanpa resirkulasi. Ikan patin berumur 2-3 hari dengan panjang ratarata0,4 cm dipelihara dalam wadah sesuai perlakuan selama 30 hari. Dievaluasi jumlahpenggunaan air, produksi, kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang, dan kualitas air. Hasilpercobaan memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan antar perlakuan dalam pegunaan air dankelangsungan hidup, tetapi tidak berbeda dalam pertumbuhan panjang benih ikan patin.Penggunaan air (pergantian air) pada wadah resirkulasi lebih sedikit dibandingkan dengan yangtidak menggunakan resirkulasi, yaitu sebanyak 1.440 liter, sedangkan untuk perlakuan tanparesirkulasi membutuhkan air sebanyak 14.120 liter. Produksi benih ikan patin pada systemresirkulasi lebih tinggi dibandingkan dengan yang tanpa menggunakan resirkulasi.Kelangsunganhidup ikan pada wadah resirkulasi lebih tinggi, yaitu sebesar 90,5%. Penggunaan resirkulasi dapatmenghemat penggunaan air dan menghasilkan kelangsungan hidup yang tinggi.
PERFORMA AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG NERACA KATION ANION RANSUM YANG BERBEDA AhmadTriawan, DedenSudrajat
JURNAL PERTANIAN Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.497 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari neraca kation-anion yang berbeda (DCAB) terhadapkinerja ayam broiler yang terkena stres panas dan menentukan optimal DCAB untuk kinerja broileryang optimal. Penelitian dilakukan di peternakan pengabdian Dinas Peternakan Fakultas Sains danPertanian Bisnis Universitas Djuanda, Bogor, dari 18 Desember 2012-14 januari 2013. Seratus CP707ayam broiler berumur satu hari PT Charoen pokphand dengan rata-rata awal berat badan 37 g. Ayamdialokasikan ke kandang brooder 1 sampai 14 hari sebelum mereka dipindahkan ke pen percobaanberukuran 1 x 0,5 m2 dari 15 sampai 28. Ransum Komersial 511 Bravo tang diproduksi oleh PT.Charoen Pokphand dengan nilai DCAB dari 10 mEq (R1), 15 mEq (R2), 21 mEq (R3), 25 mEq (R4),dan 30 mEq (R5). Sebuah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan digunakan.Data dianalisis varian dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum dengan DCABberbeda tidak memberikan pengaruh yang significantly terhadap konsumsi pakan, konversi pakan(FCR), pertambahan bobot badan, dan kematian. Pengaruh yang signifikan hanya ditemukandiasupan air minum.
PENGATURAN KERAGAAN TANAMAN PAMELO (Citrus maxima (Burm.) Merr.) DENGAN PEMANGKASAN DAN KOMBINASI PUPUK N, P, DAN K PLANT PERFORMANCE SETTING OF PUMMELO (Citrus maxima (Burm.) Merr.) THROUGH PRUNING AND COMBINING OF N, P, AND K FERTILIZER SlametSusanto, ArifahRahayu
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.277 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i1.31

Abstract

Tujuan penelitian ialah mengetahui pengaruh pemangkasan dan pemupukan padapertumbuhan tanaman pamelo. Pelaksanaan dilakukan di bulan April hingga November 2014di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Djuanda Bogor. Rancangan Acak Lengkapdigunakan sebagai rancangan percobaan. Faktor pertama adalah pemangkasan (dipangkas dantidak dipangkas) dan faktor kedua adalah komposisi pupuk yaitu K1 (6,25 g Urea, 3,75g SP-36,2,5g KCl), K2 (6,25g Urea, 5,62 g SP-36, 3,7 g KCl), K3 (6,25 g Urea, 7,5 g SP-36, 5,00 g KCl), K4(6,25 g Urea, 7,5 g SP-36, 6,25g KCl) per aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan penambahandosis terhadap pupuk SP-36 dan KCl pada tanaman yang tidak dipangkas meningkatkan tinggitanaman dan kandungan nitrogen daun. Sementara itu, kandungan fosfor daun pada tanamanyang tidak dipupuk cenderung lebih tinggi. Tanaman pamelo yang dipupuk menghasilkan luasdan jumlah daun, serta volume tajuk lebih besar dibanding dengan yang diberi pupuk.Tanaman yang dipangkas daunnya lebih sedikit, tetapi kandungan kalium daun lebih besardaripada yang tidak dipangkas.Kata kunci: luas daun, pamelo, pemangkasan, pupuk.
PRODUKSI DAN KUALITAS BUAH MELON (Cucumis melo L.) PADA JUMLAH BUAH PER TANAMAN YANG BERBEDA Rahayu, Arifah
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.529 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah buah per tanaman dan kultivar terhadap produksi dan kualitas buah melon yang ditanam secara hidroponik. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Sebagai petak utama adalah kultivar (Riscal dan DRT.6440), sedangkan anak petaknya adalah jumlah buah yang dipelihara (satu, dua dan tiga buah per tanaman). Hasil percobaan menunjukkan saat muncul bunga dan umur panen ‘Riscal’ lebih cepat dibandingkan ‘DRT 6440’, sedangkan bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, volume buah per buah, volume buah per tanaman, bobot basah dan kering brangkasan ‘DRT 6440’ lebih besar dibandingkan ‘Riscal’. Tanaman dengan satu buah per tanaman memiliki bobot buah per buah, lingkar buah, volume buah per buah, bobot basah dan kering brangkasan per tanaman lebih besar dibandingkan dengan tanaman yang memelihara dua dan tiga buah per tanaman. Pada jumlah buah per tanaman yang sama, bobot buah per tanaman, volume buah per tanaman dan bobot brangkasan basah per tanaman ‘DRT.6440’ lebih besar dibandingkan ‘Riscal’.
PENGARUH NAUNGAN DAN BERBAGAI DOSIS PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI VEGETATIF ALFALFA (Medicago sativa L.) Yuliawati, Yuliawati; Rahayu, Arifah; Rochman, Nur
JURNAL PERTANIAN Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.509 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan dan berbagai dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi vegetatif alfalfa (Medicago sativa L.). Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Petak Terbagi. Petak utama adalah tingkat naungan (0%/tanpa naungan, 25%, 50%, dan 75%), sementara subplot/anak petak adalah dosis pupuk urea (0%/tanpa urea, 25%, 50%, 75%, 100%, dan 125% rekomendasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat naungan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lingkar batang, jumlah cabang, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot basah total, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering total, tapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, dan panjang akar. Pupuk urea sampai 100% rekomendasi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lingkar batang, jumlah cabang, panjang akar, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot basah total, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering total, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Jumlah cabang terbanyak dihasilkan oleh tanaman dengan kombinasi tingkat naungan 0%/tanpa naungan dan pupuk urea rekomendasi.

Page 4 of 32 | Total Record : 313