cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
ANALISIS ELEMEN GERAKAN PADA PROSES PENGUPASAN KULIT UBI DENGAN MENGGUNAKAN STUDI GERAK DAN WAKTU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA AditiaGinantaka, DeuisNurhasanah
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.327 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i1.28

Abstract

Pabrik SUKABI adalah pabrik yang proses produksinya masih terbilang manual. Permasalahanyang ada ialah pabrik target produksi yang ada hanya dapat memenuhi 75%. Perbaikanmetode kerja di bagian pengupasan ubi dapat dilakukan untuk mengatasi permasalah tersebut.Perbaikan cara kerja yang dibuat ini dapat dilakukan melalui studi gerak dan waktu. Tujuanpada penelitian yang dilakukan adalah merancang dan mengaplikasikan metode kerja baruyang lebih ergonomis, mendapatkan metode kerja dan watu yang lebih singkat, memperbaikimetode kerja dengan gerakan-gerakan yang lebih efektif, dan meningkatkan efisien padaoperator pengupasan kulit ubi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perbaikan metodekerja di bagian proses pengupasan ubi di pabrik SUKABI yang dilakukan denganmenggabungkan gerakan tangan kiri dan tangan kanan, tata letak fasilitas produksi, danmengeliminasi gerakan menunggu. Perbaikan yang dilakukan dapat mempercepat waktu siklusdan waktu standar juga dapat meningkatkan output aktual, output standar, dan efisiensi kerja.Kata kunci: ergonomis, pengupasan ubi, sukabi
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP BAURAN PEMASARAN BEL MART BOGOR Novita, Ita; Megasari, Tri; Yoesdiarti, Arti
JURNAL PERTANIAN Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.632 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i1.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik umum konsumen Bel Mart Bogor, tingkat kepentingan dan kinerja bauran pemasaran Bel Mart Bogor menggunakan Importance Performance Analysis (IPA), serta tingkat kepuasan konsumen Bel Mart Bogor menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Berdasarkan hasil penelitian, konsumen yang berbelanja di Bel Mart Bogor didominasi oleh perempuan yang telah menikah dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Berdasarkan sebaran usia, konsumen Bel Mart Bogor berada pada kisaran usia 26-35 tahun. Tingkat pendidikan konsumen sebagian besar adalah Sarjana. Jumlah pengeluaran konsumsi bahan pangan per bulan berkisar ≥ Rp. 4.000.000,00 - Rp. 5.000.000,00. Jumlah kunjungan berbelanja di Bel Mart Bogor sebanyak 3-4 kali dalam sebulan. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran yang harus dijadikan prioritas dalam peningkatan kinerja pelaksanaannya adalah lokasi gerai, sarana parkir, desain, dan layout gerai, serta kenyamanan gerai. Nilai CSI terhadap bauran pemasaran Bel Mart Bogor adalah sebesar 76,83 persen. Nilai tersebut berada pada selang 66,7–83,3 persen, artinya konsumen telah merasa puas terhadap kinerja bauran pemasaran Bel Mart Bogor.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN HIAS PLATYDORAS (Platydoras costatus) DALAM TEKNOLOGI BIOFLOK Teduh, Ahmad; Muarif, Muarif; Rosmawati, Rosmawati
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.417 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1111

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan hias Platydoras (Platidoras costatus) yang dipelihara dengan menggunakan teknologi bioflok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan dan 5 ulangan.  Perlakuan dalam penelitian ini adalah: Perlakuan A (Tanpa Bioflok), B (Dengan Bioflok). Ikan uji yang digunakan adalah ikan hias Platydoras yang memiliki panjang 1,9–2,1 cm. Ikan dipelihara selama 40 hari dan diberi pakan 2 kali sehari. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, pengukuran kualitas air dan kepadatan bakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan bioflok memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Kepadatan bakteri di awal penelitian (9.6x104 CFU/ml), pada akhir penelitian memiliki nilai rata-rata pada perlakuan tanpa bioflok berkisar 7.84x105 CFU/ml sedangkan nilai rata-rata pada perlakuan bioflok berkisar 4,3 x106 CFU/ml, Hasil indentifikasi pada awal penelitian terdapat 4 jenis bakteri yaitu Streptobacillus sp, Enterobacter sp, Kurthia sp, Aeromonas sp. pada akhir penelitian terdapat 2 jenis bakteri pada perlakuan tanpa bioflok (Streptobacillus sp dan Aeromonas sp) dan 2 jenis bakteri pada perlakuan bioflok (Streptobacillus sp dan Kurthia sp.). Kata Kunci: bioflok, pertumbuhan, platydoras, jenis bakteri.GROWTH AND GOING FISH LIFE PLATYDORAS (Platydoras costatus) FISH IN BIOFLOK TECHNOLOGYABSTRACT The purpose of this research is to know the growth and survival of Platydoras ornamental fish (Platidoras costatus) which is maintained by using biofloc technology. This study used Completely Randomized Design with 2 treatments and 5 replications. The treatments in this study were: Treatment A (Without Biofluok), B (With Bioflok). The test fish used are Platydoras ornamental fish that has a length of 1.9-2.1 cm. Fish kept for 40 days and fed 2 times a day. The parameters observed included daily growth rate, survival, water quality measurement and bacterial density. The results showed that the addition of bioflock gave significant different effect (P <0,05) to daily growth rate, and survival rate (SR). The density of the bacteria at the start of the study (9.6x104 CFU / ml), at the end of the study had an average value of treatment without biofloc ranging from 7.84x105 CFU / ml while the mean value of biofloc treatment ranged from 4.3 x106 CFU / ml, at the beginning of the study there were 4 types of bacteria: Streptobacillus sp, Enterobacter sp, Kurthia sp, Aeromonas sp. at the end of the study there were 2 types of bacteria on treatment without biofloc (Streptobacillus sp and Aeromonas sp) and 2 types of bacteria on biofloc treatment (Streptobacillus sp and Kurthia sp.).
PEMBUATAN MI KERING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG CEKER AYAM Novidahlia, Noli
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.3 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.93

Abstract

Noodle is one food type with begins to be liked as food alternative for most people because it’s more practical, easy to process and it’s quicker to serve than rice. Noodle products especially dry noodle commonly doesn’t have a balanced nutritional composition, that the proportion of carbohydrate relatively higher than another nutritional content. One of alternative way to increase nutritional content in the dry noodle is adding chicken metatarsal meal on making dry noodle process. By increasing chicken metatarsal meal, it was expected solve nutrition problems on dry noodle product, especially protein and mineral content. This research consisted of four stages. First stage was performed the making of chicken metatarsal meal process and chemical analysis to chicken metatarsal meal result. Second stage was performed to the making of dry noodle with adding 5%, 10%, 15% and 20% chicken metatarsal meal. Third stage was performed to determine chicken metatarsal meal concentration degree which was liked by panelist on the color, texture, aroma and taste of noodle, also to determine the nutritional content from dry noodle formula which are liked by panelist. Fourth stage was performed to determine difference of panelist acceptance to the dry noodle without and with consists of chicken metatarsal meal. The test for third and fourth stage was using organoleptic hedonic method with 7 scales and which were comprise of 30 semi trained panelists. The result of research, showed that dry noodle formula which was liked by panelists are dry noodle with 5% chicken metatarsal meal formula with the average values from panelists to color parameter are 5.23 (fairly like), texture parameter were 4.88 (fairly like), aroma parameter were 4.07 (common) and taste parameter were 4.77 (fairly like). The result of t-test, showed that the adding chicken metatarsal meal on making dry noodle is difference of color, texture, aroma, and taste parameters. The panelists rated that dry noodle without chicken metatarsal meal was better like than dry noodle with chicken metatarsal meal. The chemical analysis was performed to selected formula from organoleptic test result. From the chemical analysis result has been known that nutritional composition of dry noodle with 5% chicken metatarsal meal consist of water 9.76%, ash 4.51%, fat 6.10%, protein 14.90%, carbohydrate 64.73% and calcium 2.23%.
KARAKTERISTIK NON KARKAS KELINCI YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN TEPUNG DAUN SIRSAK DAN ZEOLIT Abdullah, Made Dwi; Nur, Hanafi; Anggraeni, Anggraeni
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.472 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.637

Abstract

Kelinci berpotensi sebagai alternatif sumber protein hewani. Daging kelinci mengandung protein tinggi dan kandungan lemak yang rendah dibandingkan dengan daging ternak lain. Saat ini, informasi terkait performa karkas kelinci Rex dan lokal masih sangat kurang. Penelitian ini dilaksanakan di Cibanteng Gunung Letik, Kampung Pabuaran Sawah, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mangetahui performa non  karkas, pada kelinci lokal.Kelinci yang digunakan sejumlah 20 ekor kelinci lokal jantan dengan bobot rata-rata 1,655 kg.  Kandang yang digunakan adalah kandang individu dengan ukuran panjang 0.56 m, lebar 0.45 m dan tinggi 0.45 m. Pemberian pakan dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu (P0) 65% hijauan + 35% konsentrat, (P1) : 62% hijauan n+3% tepung daun sirsak + 35% konsentrat,  (P2): 65% hijauan + 32% konsentrat +3% zeolit, (P3) :62% hijauan +3% tepung daun sirsak + 32% konsentrat + 3% zeolit. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan  Acak Lengkap  dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Analisis data menggunakan program SPSS 20.0. Pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian daun sirsak dan zeolit pada ransum kelinci lokal tidak mempengaruhi bobot non karkas.KATA KUNCI: kelinci lokal, daun sirsak, zeolit , kualitas non karkas CHARACTERISTIC NON CARCASS OF RABBIT WHICH GIVEN SOURSOP LEAF MEAL AND ZEOLITABSTRACTThe aim of this research was to identify characteristic non carcass of rabbit which given soursop leaf meal and zeolit.  This Research was conducted on 15 May – 11 Juni 2014 at Gunung Leutik, Cibanteng Village Bogor.  This research used 20 male rabbit with avarage weight 1,655 Kg. The cage of this research used individual cage. This research used Randomize Complete Design (RCD) with 4 treatments and 5 ripitation.  Analyzed data used SPSS 20.0 programe.  The treatments of this research was (PO) 65% grass + 35% concentrate, (P1) (62% grass + 3% soursop leaf meal) +35% concentarte, (P2) 65% grass + (32% concertrate + 3% zeolit), (P3) (62% grass +3% soursop leaf meal) + (32% concentrate + 3% zeolit).  The result of this research showed field treatment for local rabbit made not influenced to weigth of non carcass. 
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI SISTEM PRODUKSI BERSIH PADA AGROINDUSTRI KARET REMAH Hasibuan, Sawarni
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.748 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i1.554

Abstract

Cleaner production is not only about changing raw materials, processes and products. It is also about changing attitudes and behaviour of all stakeholder. An understanding of the dynamics of change within and external organisations undertaking cleaner production can help to improve the success for implementation. The purpose of this study was to provide insight into the range of key factors that are potentially relevant to the success of cleaner production implementation on crumb rubber industry based on expert opinion and organizational perception. Factor analysis techniques with principal component and prospective analysis were aplied to extract that factors, while correlation analysis was used to inference the influence the organizational factors with cleaner producion performance. Principal component analysis resulted 13 factors, namely: internal communication, evaluation tools, environmental benefit, employee ability, profesional team, incentive system, cleaner prodution centre, community consultation, regulation, operational policy, environmental investment, green consumers, and environment requisite. The correlation of those factors with cleaner production performance at crumb rubber industry was not good (rs < 0,5). Based on prospective analysis, critical factors of cleaner production system implementation were culture, raw material, crumb rubber product, regulation, economic benefit, cleaner production information, environmental management system, and global market trend.KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIIMPLEMENTASI SISTEM PRODUKSI BERSIHPADA AGROINDUSTRI KARET REMAH
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PADA PROSES PENGERINGAN MANISAN CABAI MERAH MENGGUNAKAN TUNNEL DEHYDRATOR OPTIMIZATION OF TEMPERATURE AND TIME ON THE PROCESS OF DRYING TUNNEL USING RED CHILI CANDIED DEHYDRATOR BTamam, RekiWicaksonoAshadi
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.358 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.43

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal dari faktor suhu dan waktu pada prosespengeringan manisan cabai merah berdasarkan nilai dari parameter yang dianalisis yaitu nilai warna(nilai chroma), kadar vitamin C, kadar air, dan kadar gula total. Penelitian dilakukan denganmenggunakan Metode Permukaan Respons/Response Surface Methodology (RSM). Faktor pertama yaitusuhu pengeringan dengan batas minimal 500C dan batas maksimal 800C. Faktor kedua yaitu waktupengeringan dengan batas minimal 2 jam dan batas maksimal 5 jam. Kombinasi dari kedua faktortersebut menghasilkan 13 unit percobaan dengan 2 ulangan. Kondisi optimal manisan kering cabaimerah yang dihasilkan dicapai pada kombinasi suhu pengeringan 73,360C dan waktu pengeringan 2,54jam dengan nilai chroma 21,22, kadar vitamin C 5,8 mg/100 g, kadar air 10,56%, dan kadar gula total49,82 oBrix.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI EDAMAME (Glycine max (L.) Merr.) PADA BERBAGAI DOSIS ZEOLIT DAN JENIS PUPUK NITROGEN Rahayu, Arifah; Setyono, Setyono; Yulianti, Nani
JURNAL PERTANIAN Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.394 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk nitrogen dan dosis zeolit yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan  dan produksi kedelai edamame. Penelitian dilaksanakan mulai bulan  Februari 2013 sampai dengan  April 2013, di Kebun Percobaan Jurusan Agroteknologi Universitas Djuanda, Ciawi-Bogor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial  dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk nitrogen yang terdiri  atas empat taraf yaitu A0 = Urea (45%N) sebanyak 0,8 gram/tanaman, A1 = Amonium Sulfat (21%N) sebanyak 1,8 g/tan, A2 = NPK (15%N) sebanyak 2,5 g/tan dan A3=kompos (2,25 % N) sebanyak 16,7 g/tan, dosis N pada tiap jenis pupuk adalah 0,375 g/tan. Faktor kedua adalah dosis zeolit yang terdiri atas empat taraf yaitu Z0 (tanpa zeolit),Z1 (4 g/ tan),Z2 (7 g/ tan) dan Z3 (10 g/tan). Hasil penelitian menunjukkan tanaman edamame yang diberi zeolit dengan dosis 10 g/tan, memiliki pertumbuhan tinggi tanaman paling rendah (3-5 MST), jumlah daun paling sedikit (3-5 MST), bobot akar paling rendah (3 dan 6 MST), bobot tajuk paling rendah (6 MST), bobot total tanaman (basah) paling rendah dan jumlah bunga paling rendah (42 HST), tetapi jumlah dan bobot bintil paling tinggi (3 MST) dibanding tanaman yang diberi zeolit dengan dosis lebih rendah. Luas daun dan jumlah polong berbiji tiga pada tanaman kedelai yang dipupuk ZA dengan zeolit 10 g/tan (A1Z3) nyata lebih tinggi dibanding dengan perlakuan lain.
PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS MEDIUM KULTUR TERHADAP PERTUMBUHAN BIOMASS Nostoc sp. THE EFFECT OF DIFFERENT SALINITY CULTURE MEDIUM ON THE GROWTH OF BIOMASS EdwinAldrianto, DiniSurilayani
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.625 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i2.33

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari serangkaian penelitian yang akan mengeksplorasi pengaruhpenambahan berbagai komponen kimia organik esensial dengan konsentrasi berbeda dalam upayauntuk mendapatkan formulasi komposisi kimia organik bagi pertumbuhan biomass Nostoc yangoptimal dan memiliki kandungan klorofil α yang tertinggi. Penelitian terdahulu mengenai pengaruhkonsentrasi magnesium terhadap pertumbuhan Nostoc menunjukkan bahwa penambahan konsentrasimagnesium 0,075 gram/liter merupakan formulasi optimum bagi pertumbuhan Nostoc dalam mediumkultur. Magnesium yang digunakan dalam penelitian melibatkan bahan-bahan kimia laboratorium yangkomplek sehingga kurang ekonomis dan kurang aplikatif diterapkan di lapangan. Oleh karena itu, perlusuatu metode praktis dan aplikatif dengan lebih sedikit penggunaan bahan kimia dan bahan baku yangmudah didapatkan agar budi daya Nostoc mudah dilakukan oleh masyarakat.
PENGARUH KEMIRINGAN LAHAN DAN SISTEM KONSERVASI TERHADAP EFISIENSI USAHATANI KENTANG DATARAN TINGGI Nahraenni, Wini
JURNAL PERTANIAN Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.604 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i1.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan faktor-faktor yang mempengaruhiefisiensi teknik, alokatif, dan ekonomi usahatani kentang dataran tinggi di Jawa Barat sertamenganalisis pengaruh kemiringan lahan dan sistem konservasi terhadap efisiensi teknik, alokatifdan ekonomi dari 203 petani sampel di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan model stochasticfrontier dengan model fungsi produksi frontier Cobb Douglas dengan teknik Maximum LikelihoodEstimation (MLE) yang kemudian digunakan untuk menurunkan fungsi biaya dual frontier. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa produksi kentang sangat responsif terhadap luas lahan, diikuti olehbenih dan pupuk kandang. Kemiringan lahan signifikan memengaruhi produksi, semakin tinggikemiringan lahan maka efisiensi semakin kecil. Sistem konservasi signifikan mempengaruhiefisiensi. Sistem konservasi searah kontur dan teras bangku dapat meningkatkan efisiensi teknik.Sebaran efisiensi teknik, alokatif dan ekonomi berkisar antara 21–94%, 19-99% dan 15-85% denganrata-rata 84%, 47% dan 38%. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi,pemerintah harus tegas membuat aturan kemiringan atau ketinggian lahan yang diperbolehkan untukditanami kentang dengan sistem konservasi yang dapat mengurangi erosi seperti penanaman searahkontur.

Page 6 of 32 | Total Record : 313