cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal IKA
ISSN : 18295282     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ikatan Keluarga Alumni is an international journal which provides a forum for publishing research or review articles related to researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SCIENTIFIC DENGAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA Dewi, Cok Istri Agung Arista
Jurnal IKA Vol 16, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v16i2.19835

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan minat dan hasil belajar IPA siswa, implementasi  melalui pendekatan scientific dengan metode inkuiri dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA5 SMP Negeri 1 Singgaraja sebanyak 28 orang yang dilaksanakan pada semester Genap tahun pelajaran 2014/2015. Data dikumpulkan dengan tes berbentuk   objektif untuk mengukur aspek kognitif siswa, lembar observasi untuk sikap dan keterampilan siswa,  kuisioner untuk minat  dan tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Data  dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi pendekatan scientific dengan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran IPA. Hal ini dapat ditunjukkan dari adanya peningkatan skor minat siswa pada siklus I sebesar 72 (kualifikasi tinggi) dan siklus II sebesar 82,45 (kualifikasi sangat tinggi), (2) implementasi pendekatan scientific dengan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik pada aspek kognitif, sikap, keterampilan dan  hasil tes kognitif  telah melampau KKM ( nilai KKM ≥ 78). Peningkatan keterampilan proses sains siswa setelah mengikuti pelajaran IPA dengan metode inkuiri dapat dilihat dari adanya peningkatan sebesar 10,53% (dari 17 pada siklus I menjadi 19 pada siklus II), (3) Respon siswa terhadap implementasi pendekatan scientific dengan metode inkuiri dengan nilai rata-rata 63,93 termasuk kategori sangat positif. Oleh karena itu, seyogyanya guru IPA di SMP dapat mengimplementasikan pendekatan scientific dengan metode inkuiri sebagai alternatif pembelajaran IPA, untuk meningkatkan minat dan hasil belajar
PERILAKU BUNUH DIRI DI KALANGAN PELAJAR (Analisis Deskriptif Pemberitaan Bali Post Tahun 2006 – 2009) Suditha, I Wayan Romi
Jurnal IKA Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kasus bunuh diri yang terjadi di daerah Bali, versi pemberitaan Bali Post, yang menimpa para pelajar beserta asal daerah dan asal sekolah yang bersangkutan, (2) mengetahui faktor-faktor penyebab bunuh diri di kalangan pelajar, (3) mengetahui metode/cara apa yang digunakan untuk bunuh diri, dan (4) mencari alternatif pencegahan/ penanggulangan bunuh diri di kalangan pelajar di daerah Bali. Objek dan subjek penelitian adalah semua berita tentang kasus bunuh diri yang dimuat Bali Post terbitan bulan Oktober 2006 – Juli 2009. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Koleksi dan Pencatatan Dokumen (metode utama), dan metode Wawancara sebagai pelengkap. Data yang sudah berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dari 227 kasus bunuh diri yang diberitakan oleh Bali Post, 17 kasus (7,5%) di antaranya menimpa anak-anak pelajar SD, SMP, SMA, dan SMK. Asal daerah pelajar yang melakukan bunuh diri, meliputi; kabupaten Karangasem 6 kasus, Buleleng 4, Bangli, Jembrana, Tabanan, masing-masing 2 kasus, dan kabupaten Klungkung 1 buah kasus. Dilihat dari asal sekolah mereka, ternyata siswa SMP dan SMA menempati urutan teratas yakni masing-masing 7 kasus, disusul oleh siswa SMK 2 kasus, dan siswa SD 1 kasus. (2) Penyebab pelajar bunuh diri adalah, pertama, belum diketahui secara pasti pada 6 kasus (35,29%), kedua, faktor ekonomi atau kemiskinan pada 2 kasus (11,17%), ketiga, faktor dilarang pacaran oleh orangtuanya sebanyak 2 kasus (11,17%), dan keempat, meliputi kemarahan pelaku bunuh diri lantaran tidak diberikan sampho oleh ibunya, sering diomeli/dimarahi oleh orang tuanya, sering bertengkar dengan orang tuanya, takut dimarahi orang tua gara-gara sepeda motor rusak, terlambat membayar SPP, dan merasa tertekan karena orang tuanya bersikap otoriter.(3) Metode/cara bunuh diri yang dilakukan oleh pelajar di Bali sebagian terbesar (94,12%) dengan gantung diri, dan sebesar 5,88% dengan cara meminum air sepuh atau air keras yang biasa dipakai untuk melebur logam. (4) Pencegahan/penanggulangan bunuh diri di kalangan pelajar sesuai temuan lewat tulisan-tulisan yang dikemukakan oleh para ahli yang dimuat Bali Post (Oktober 2006 – Juli 2009) adalah sebagai berikut; Pertama, sangat cocok diberikan layanan psikologi bagi mereka dan keluarga mereka yang memiliki tanda-tanda hendak bunuh diri; Kedua, anak-anak perlu diajarkan keterampilan menghadapi dan menyelesaikan permasalahan sejak dini; Ketiga, media massa dalam memuat berita kasus bunuh diri janganlah disajikan secara detail sehingga seolah-olah ingin mengajak pelajar untuk bunuh diri.Kata-kata kunci :       eksistensi, penyebab, cara, dan penanggulangan pelajar bunuh diri.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE PENELITIAN PENDIDIKAN DENGAN ADDIE MODEL Tegeh, I Made; Kirna, I Made
Jurnal IKA Vol 11, No 1 (2013): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v11i1.1145

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) langkah-langkah pengembangan bahan ajar metode penelitian pendidikan dengan model ADDIE, dan (2) hasil uji coba bahan ajar metode penelitian pengembangan pendidikan. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE Model (analyze, design, development, implementation, evaluation). Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil uji ahli isi mata kuliah menunjukkan bahwa bahan ajar berada pada kualifikasi cukup baik. Ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran menilai bahan ajar berada pada kualifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan bahan ajar berada pada kualifikasi cukup. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar berkualifikasi baik.Kata-kata kunci: bahan ajar, pengembangan, ADDIE Model
PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK BERBANTUAN RESUME BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SEMESTER 2 DI SD NEGERI 2 BUNGKULAN TAHUN PELAJARAN 2015–2016 Dwijani, Ni Luh Gede
Jurnal IKA Vol 15, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar  matematika pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Bungkulan melalui penerapan metode kerja kelompok berbantuan resume bahan ajar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan  kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI  SD Negeri 2 Bungkulan  tahun pelajaran 2015-2016 sebanyak 26 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Dari 26 orang siswa ini dibagi menjadi 5 (lima) kelompok. Kelompok yang dibentuk adalah kelompok heterogen yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan bervariasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi untuk mengetahui keaktifan siswa melaksanakan diskusi kelompok dan metode tes untuk data hasil belajar. Data yang terkumpul diolah dengan langkah mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil analisis data yang didapatkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan  yaitu pada siklus I sebesar 63,27% dalam  kategori rendah dan siklus II mencapai 70,19%  yang termasuk dalam kategori sedang.  Dilihat dari ketuntasan belajar siswa, sebelum tindakan dilakukan mencapai 42,03% mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 57,69 % dan pada siklus II mencapai 80,77 %
PERBANDINGAN INTERAKSI BELAJAR INDIVIDUAL DAN KOOPERATIF KONSEP PERILAKU SEKSUAL HEWAN DALAM MODEL PEMBELAJARAN PQ4R Yudasmara, Gede Ari
Jurnal IKA Vol 14, No 1 (2016): Edisi Maret 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v14i1.8347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman konsep perilaku seksual hewan antara mahasiswa yang dibelajarkan dengan pola interaksi belajar kooperatif dan individual dalam model pembelajaran PQ4R. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan eksperimen Non-Equivalent Pre-test-Post-test Control Group Design. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi semester 5A dan 5B yang mengambil mata kuliah Tingkah Laku Hewan. Semester 5B adalah kelas yang mendapat perlakuan pola interaksi belajar kooperatif sedangkan 5A adalah kelas yang mendapat perlakuan pola interaksi belajar individual. Kedua pola interaksi belajar ini menggunakan model pembelajaran PQ4R. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik Anacova. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep materi perilaku seksual hewan antara yang dibelajarkan dengan pola interaksi belajar kooperatif dengan yang dibelajarkan dengan pola interaksi belajar individual dalam model pembelajaran PQ4R pada semeter 5A dan 5B. Nilai rata-rata yang diperoleh pada pola interaksi belajar kooperatif dalam model pembelajaran PQ4R sebesar 77,80 dan pada pola interaksi belajar individual dalam model pembelajaran PQ4R sebesar 69,44. Kata-kata kunci : pola interaksi, belajar kooperatif, belajar individual, PQ4R  ABSTRACT This study aimed at analyzing the students’ levels of understanding on the concept of animal sexual behavior between those who learned it with cooperative learning interaction pattern and individual learning interaction pattern in PQ4R model. This research is a quasi-experimental study with experimental design of Non-Equivalent Pre-test-post-test control group design. The samples of the study were students of the Department of Biology Education class 5A and 5B who enrolled in Animal Behavior course. Class 5B was treated using cooperative learning interaction pattern while 5A was treated using individual learning patterns. Both of these learning patterns implemented PQ4R model. The data analysis was conducted through descriptive analysis and Anacova statistical analysis. The results showed that there were significant differences of the students’ understanding on the concept of animals sexual behavior between that was learned through cooperative learning pattern and that with individual learning patterns of PQ4R model by class 5A and 5B. The average value which was obtained by the group who implemented cooperative learning interaction pattern with PQ4R model was 77.80 and which was obtained by the group of individual learning pattern with PQ4R model was 69.44. Keywords: patterns of interaction, cooperative learning, individual learning, PQ4R
CAMPUR KODE DALAM IKLAN DI RADIO DAN TELEVISI Wirahyuni, Kadek
Jurnal IKA Vol 15, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20193

Abstract

Tendensi penggunaan bahasa Indonesia di media massa pada umumnya bersifat agitatif. Pro dan kontra terhadap bahasa di media massa masih terjadi di masyarakat. Hal yang paling menarik dan sering menjadi perhatian di masyarakat adalah penggunaan bahasa dalam iklan. Bahasa iklan yang kita lihat di media massa tentunya tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa asing dan bahasa daerah kerap menjadi pilihan bahasa dalam iklan-iklan tersebut. Di dalam teori bilingualisme, kasus semacam ini dikenal dengan istilah campur kode. Ada dua bentuk campur kode dalam bahasa iklan yang dibahas di sini, yakni campur kode bahasa Inggris dan Italia (bahasa asing) dalam pemakaian bahasa Indonesia (campur kode ke luar) dan campur kode bahasa Bali (bahasa daerah) dalam pemakaian bahasa Indonesia (campur kode ke dalam). Selain itu, terdapat lima wujud campur kode dalam bahasa iklan, yaitu penyisipan kata, penyisipan frasa, penyisipan klausa, penyisipan ungkapan atau idiom, dan penyisipan bentuk baster (gabungan pembentukan asli dan asing). Selanjutnya, ada lima faktor penyebab terjadinya campur kode dalam bahasa iklan, yaitu (1) alasan akademis, (2) gengsi, (3) persuasif, (4) komunikatif, dan (5) latar belakang konsumen. Bahasa dalam iklan yang sering menyelipkan bahasa daerah atau bahasa asing merupakan salah satu bentuk kekayaan (kebakiran) nusantara yang sah saja jika digunakan, mengingat bahasa Indonesia dapat bermanifestasi menjadi banyak pilihan kata dan bersifat arbitrer
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD Tegeh, I Made; Pratiwi, Ni Luh Ariesti
Jurnal IKA Vol 17, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v17i2.19850

Abstract

Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, dua diantaranya adalah motivasi dan keaktifan belajar. Kurangnya motivasi dan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran mempengaruhi hasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan  hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus XII Kecamatan Buleleng, 2) hubungan yang signifikan antara keaktifan belajar dengan  hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus XII Kecamatan Buleleng, 3) hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan keaktifan belajar dengan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus XII Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan bersifat korelatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD yang terdapat pada Gugus XII Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2018/2019 dengan sample 150 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode non-tes, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan hasil belajar IPA diperoleh  koefisien korelasi R sebesar 0,768 dan sumbangan variabel kontribusi sebesar 59,1%, 2) terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan dengan hasil belajar IPA diperoleh koefisien korelasi R sebesar 0,658 dan sumbangan variabel kontribusi sebesar 43,3%, 3) secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dan keaktifan dengan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus XII Kecamatan Buleleng  diperoleh koefisien korelasi R sebesar 0,849 dan sumbangan variabel kontribusi sebesar 72,1%.
ANAK TIDAK SAH DALAM PERKAWINAN YANG SAH (Studi Kasus Perkawinan Menurut Hukum Adat Bonyoh ) Rai Yuliartini, Ni Putu
Jurnal IKA Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i2.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan syarat-syarat sahnya perkawinan menurut hukum adat Bonyoh dan memformulasikan sebab-sebab terjadinya anak yang tidak sah dalam perkawinan yang sah. Teknik penarikan dan pengembangan informan penelitian dilakukan secara bertujuan  (purposive sampling tecknique), kemudian jumlah dan jenisnya dikembangkan secara “snowball sampling tecnique” bergulir sampai tercapainya kejenuhan data dimana informasi/data telah terkumpul secara tuntas. Instrumen penelitian dalam penelitian ini, menggunakan prinsip bahwa peneliti adalah instrumen utama penelitian (human instrumen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan yang  sah menurut hukum adat Bonyoh adalah perkawinan yang melalui empat tahapan yaitu (1) memadik, adalah meminta calon mempelai perempuan oleh keluarga laki-laki (2) mebayahan, merupakan prosesi upacara di mana kedua mempelai dinyatakan sah sebagai suami istri secara niskala (gaib) (3) megagapan, yaitu keluarga mempelai laki-laki kembali membawa tipat dan bantal kepada keluarga mempelai perempuan sebagai tanda telah terjadinya tali kekeluargaan diantara kedua keluarga dan sahnya perkawinan secara hukum adat Bonyoh (4) merebu, yaitu upacara yang dilangsungkan agar kedua mempelai dapat memasuki areal tempat suci dan dikembalikan dari segala cuntaka saat melangsungkan perkawinan.   Kata-kata kunci : anak tidak sah, perkawinan yang sah
PENGARUH HASIL BELAJAR DASAR-DASAR AKUNTANSI, MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS DAN MINAT TERHADAP PEMAHAMAN AKUNTANSI YANG DIKATEGORIKAN BERDASARKAN GAYA BELAJAR Irwansyah, M. Rudi
Jurnal IKA Vol 11, No 2 (2013): September, 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v11i2.1990

Abstract

PENGARUH HASIL BELAJAR DASAR-DASAR AKUNTANSI, MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS DAN MINAT TERHADAP PEMAHAMAN AKUNTANSI YANG DIKATEGORIKAN BERDASARKAN GAYA BELAJAR Oleh M. Rudi Irwansyah Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan hasil belajar Dasar-Dasar Akuntansi, Matematika Ekonomi dan Bisnis, dan minat terhadap pemahaman akuntansi yang dikategorikan berdasarkan gaya belajar mahasiswa. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh secara parsial dan simultan hasil belajar Dasar-Dasar Akuntansi, Matematika Ekonomi dan Bisnis dan minat terhadap pemahaman akuntansi. Sedangkan berdasarkan gaya belajar tidak terdapat perbedaan pengaruh hasil belajar Dasar-Dasar Akuntansi, Matematika Ekonomi dan Bisnis, dan minat terhadap pemahaman akuntansi. Kata-kata kunci: hasil belajar, gaya belajar, minat, pemahaman akuntansi,
MEDIA VISA DAN PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD PADA MATERI RENANG Swardiyasa, I Made Siman
Jurnal IKA Vol 18, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v18i1.28382

Abstract

Permasalahan pembelajaran PJOK dalam materi pembelajaran renang adalah (1) terbatasnya sarpras kolam renang dan lokasinya cukup jauh dari Sekolah dan (2) di era global, transformasi, dan digitalisasi saat ini, siswa lebih antusias ketika diberikan materi melalui media pembelajaran video animasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 6 Karangasem, yang bertujuan untuk mengetahui media Visual Audio VISA dalam peningkatan motivasi belajar siswa pada materi renang. Rancangan penelitian menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan menggunakan kelas V sebagai subjek penelitian yang berjumlah 32 orang siswa, data dikumpulkan dengan instrumen pengumpul data (kuesioner) dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian mnunjukkan bahwa dari 32 orang siswa kelas 5, 29 orang atau 90,63% yang mampu menjawab minimal 7 pertanyaan dengan benar. Untuk gerakan I; kriteria sangat mampu 20 orang siswa, kriteria mampu 10 orang siswa, kriteria kurang mampu 1 orang, dan belum mampu 1 orang. Untuk gerakan II; kriteria sangat mampu 18 orang siswa, kriteria mampu 9 orang siswa, kriteria kurang mampu 3 orang siswa, dan belum mampu 2 orang siswa. Untuk gerakan III; kriteria sangat mampu 25 orang siswa, kriteria mampu 5 orang siswa, kriteria kurang mampu 1 orang siswa, dan belum mampu 1 orang siswa. Sedangkan untu gerakan IV; kriteria sangat mampu 5 orang, kriteria mampu 21 orang, kriteria kurang mampu 2 orang, dan kriteria belum mampu 4 orang.Visual Audio (VISA) dimaknai sebagai sesuatu yang bersifat dapat didengar dan dilihat;alat peraga yang dapat didengar dan dilihat: Belajar di sekolah akan lebih efektif jika dilengkapi dengan alat audiovisual.

Page 8 of 26 | Total Record : 257