cover
Contact Name
Ivan Widiyanto
Contact Email
ivan@petra.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
qhenc@petra.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Share : Journal of Service Learning
ISSN : 23387866     EISSN : 26554720     DOI : -
Jurnal SHARE memfokuskan pada materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen, praktisi maupun mahasiswa. Secara filosofis, “jati diri“ jurnal dapat dimaknai sebagai berikut: 1. “SHARE“ merupakan akronim dari SHaring – Action – REflection yang berarti “berbagi, tindakan dan refleksi“. Ini memiliki makna sebuah proses yang berkelanjutan. 2. Kata “SHARE“ sendiri berarti berbagi. Ini mengisyaratkan 4 hal prinsip: a. Hakekat dari hidup adalah berbagi dengan sesama. b. Ilmu pengetahuan bersifat universal sehingga haruslah dibagi dan diabdikan. c. Panggilan seorang pendidik adalah membagi ilmu dan pengalaman dengan sesama pendidik, mahasiswa dan masyarakat. d. Berbagi merupakan pengejawantahan nilai-nilai kristiani. 3. Penggunaan warna biru mewakili makna kestabilan dan intelegency sehingga media ini diharapkan terbit secara rutin, konsisten dengan makna filosofis yang disandangnya, bersubstansi ilmiah dan mewakili kecerdasan intelektual penulisnya
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2019): AUGUST 2019" : 5 Documents clear
MENANAMKAN RASA PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN DIMULAI DARI KECIL Surya Hermawan; Sentosa Purnomo; Patricia Sally; Diky Riesky
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 5 No. 2 (2019): AUGUST 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.469 KB) | DOI: 10.9744/share.5.2.33-37

Abstract

Seiring perkembangan waktu, banyak orang berlomba-lomba untuk menetap di kota besar. Hal ini dikarenakan banyak yang beranggapan bahwa kehidupan di kota lebih modern dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Selain itu, lapangan pekerjaan yang tersedia di kota besar juga diharapkan dapat mencukupi kebutuhan mereka. Namun, tanpa disadari akan muncul masalah baru. Tingginya aktivitas urbanisasi tidak dapat diimbangi dengan pertambahan lahan yang terbatas. Sehingga terbentuk permukiman baru di pinggiran kota dan mayoritas dengan memanfaatkan lahan yang sempit sehingga tidak memenuhi persyaratan kesehatan dan muncul masalah kebersihan. Contohnya, dalam hal sampah. Masyarakat seringkali membuang sampah di selokan ataupun kali kecil karena kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan, disebabkan karena kurangnya pendidikan mengenai kepedulian dan memang kurang tersedianya fasilitas tempat sampah. Hal ini yang menjadi dasar dan tujuan dari diadakannya pengabdian masyarakat bermetode service learning, yaitu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan mengajak mereka untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan. Kegiatan ini berlokasi di daerah Kelurahan Putat Jaya, Surabaya yang sebelumnya merupakan daerah lokalisasi Dolly. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk mengenalkan anak-anak mengenai lingkungan yang bersih dan sehat guna menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dimulai dari usia dini. Ada beberapa metode yang dilakukan, di antaranya adalah mengajak anak-anak kelas 1-3 SD untuk berpartisipasi dalam lomba mewarnai, anak-anak kelas 4-6 SD lomba menghias tempat sampah, dan 4 kolam lele yang diberikan untuk masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini sesuai dan menjawab tujuan awal dari kegiatan, yaitu menumbuhkan dan meningkatkan rasa peduli terhadap sesama dan lingkungan.
PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA KERIPIK MANGROVE DESA TAMBAKREJO, SUMBERMANJING WETAN, KABUPATEN MALANG Riril Mardiana Firdaus; Roni Alim Ba’diya Kusufa; Yoyok Seby Dwanoko3
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 5 No. 2 (2019): AUGUST 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.573 KB) | DOI: 10.9744/share.5.2.38-42

Abstract

Mangrove berfungsi sangat strategis dalam menciptakan ekosistem pantai yang layak untuk kehidupan organisme air dan darat. Mangrove memiliki fungsi fisik dan biologis, dan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Fungsi fisik mangrove adalah untuk menahan abrasi pesisir, menjaga garis pantai dan limbah filter. Fungsi ekologi mangrove adalah sebagai ikan, kepiting dan bertelur terestrial. Sementara itu, mangrove ekonomi memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Jenis mangrove jeruju, daunnya dapat digunakan sebagai bahan baku untuk keripik. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dusun Sendangbiru dalam meningkatkan: (1) produksi keripik mangrove (2) Kemasan dengan desain berlabel stiker (3) memperluas pemasaran dan (4) pengelolaan keuangan hasil bisnis. Pengabdian ini berlangsung di rumah mitra, Jl. Lintas Kalipal RT 30, desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Metode yang ditawarkan dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah: (1) sosialisasi, pelatihan, dan bantuan dalam meningkatkan produksi keripik mangrove dengan peralatan produksi yang sesuai. (2) pelatihan dan bantuan dalam pembuatan kemasan chip mangrove dengan stiker label dan desain segel elektrik sehingga Kemasan lebih menarik dan tidak rentan terhadap kebocoran (3) Bantuan pelatihan dan pemasaran melalui media online, (4) pelatihan dan manajemen keuangan untuk hasil bisnis. Sebagai hasil dari program kemitraan masyarakat, mitra dapat: (1) meningkatkan jumlah produksi chip mangrove dengan baik, (2) membuat kemasan chip mangrove dengan desain label stiker dan kemasan menggunakan siller listrik, (3) Perluasan jaringan pemasaran melalui media online, dan mengelola hasil keuangan operasi dengan baik.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DALAM MELAKSANAKAN AKTIVITAS OUTBOUND DI LEMBAH BENCIRANG - DESA KEBONTUNGGGUL Zeplin Jiwa Husada Tarigan; Devi Destiani Andilas
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 5 No. 2 (2019): AUGUST 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.607 KB) | DOI: 10.9744/share.5.2.43-48

Abstract

Pemberdayaan karang taruna desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pelatihan kemampuan dan keterampilan. Jenis kegiatan pemberdayaan yang diberikan kepada karang taruna disesuaikan dengan potensi-potensi yang dimiliki desa setempat. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa desa setempat berpotensi sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan outbound. Kesimpulan potensi tersebut diambil dari hasil identifikasi potensi outbound di desa Kebon Tunggul berupa kolam renang, aliran sungai, hutan, bukit-bukit, goa, sawah, serta lapangan luas yang dapat dipergunakan untuk camping. Pelatihan outbound yang dilaksanakan dalam rangka pemberdayaan karang taruna mendapat respon sangat baik dari karang taruna selaku peserta pelatihan. Hal tersebut ditunjukkan melalu nilai umum kepuasan peserta terhadap materi pelatihan sebesar 4.4153 serta nilai umum kepuasan peserta terhadap performance instruktur outbound (pemateri) dalam menyampaikan materi pelatihan sebesar 4.4091. Peserta puas dikarenakan materi pelatihan membuat mereka mampu melaksanakan outbound secara mandiri, tercermin melalui nilai tertinggi indikator kepuasan materi pelatihan yaitu sebesar 4.5625. Tidak hanya itu, pesertapun semakin memahami pentingnya aspek keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan outbound yang diperlihatkan melalui nilai 4.4448.
ECOPRINT TRAINING FOR WOMEN EMPOWERMENT IN NGEMBAT SUB-VILLAGE, MOJOKERTO Aniendya Christianna; Heru Dwi Waluyanto; Ani Wijayanti Suhartono
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 5 No. 2 (2019): AUGUST 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.277 KB) | DOI: 10.9744/share.5.2.49-56

Abstract

The number of women in Ngembat sub-village is quite large, both from adolescence to the elderly, but most of them are only housewives who are not economically productive. Everything depends on the husband who works as a farm laborer and builder. Women in Ngembat sub-village have a lot of free time that can be used for productive activities. The ecoprint training held during the Community Outreach Program (COP) is the development of DKV 4 courses that implement creative-sociopreneurship learning. This subject emphasizes the aspects of entrepreneurship in the field of creative industries by utilizing local strengths. Natural resources that exist around Ngembat sub-village can be utilized as products of economic value. Abundant teak leaves due to the vast size of teak forests can be a source of income for women on the sidelines of carrying out their domestic duties in the household. Free time while waiting for children to come home from school and their husbands from work can be used to empower themselves by producing creative products and economic value. Thus, not only does women's knowledge and skills improve, but the family economy can also improve
PENGUATAN SENI PERTUNJUKAN JATHILAN ANAK DI KAMPUNG WISATA KADIPATEN KECAMATAN KRATON DIY Christina Rochayanti; Ida Wiendijarti; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 5 No. 2 (2019): AUGUST 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.994 KB) | DOI: 10.9744/share.5.2.57-62

Abstract

Tari jatilan yang berada di Yogyakarta sudah cukup dikenal masyarakat, kelompok seni tari ini dapat mengalihkan anak-anak tidak bermain handphone sekaligus  mengenalkan seni budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk penguatan kelompok seni tari anak-anak dalam mengenalkan dan melestarikan seni budaya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Wisata Kadipaten Kecamatan Kraton DIY. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan membentuk kelompok tari yang terdiri dari anak-anak usia 10 -15 tahun, melatih mereka dengan gerakan tarian jatilan selama satu bulan, kegiatan ini juga melibatkan pelatih tari yang mengetahui karakter anak-anak agar bersedia menari klasik dan kemudian di pentaskan, didokumentasikan untuk didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Kesenian tari Jathilan dipilih oleh kampung wisata Kadipaten sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Pentas kesenian Jathilan , diharapkan bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk turut melestarikan seni budaya tradisional, sehingga diharapkan dengan memperbanyak kegiatan yang bersentuhan dengan budaya lokal, anak-anak muda dapat lebih mencintai dan turut berpartisipasi dalam melestarikan dan mewariskan budaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5