cover
Contact Name
M. Yaser Arafat
Contact Email
jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Phone
+6281370980853
Journal Mail Official
jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Editorial Address
1st Floor, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran IslamJalan Marsda Adisucipto Yogyakarta, 55281Telpon/Fax: +62274 512156/+62274512156 E-mail: jurnalsosiologiagama@gmail.com; jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Agama
ISSN : 19784457     EISSN : 2548477X     DOI : https://doi.org/10.14421/jsa.
Jurnal Sosiologi Agama mengundang para ilmuwan, peneliti, dan siswa untuk berkontribusi dalam penelitian dan penelitian mereka yang terkait dengan bidang sosiologi agama, masyarakat beragama, masyarakat multikultural, perubahan sosial masyarakat beragama, dan relasi sosial antar agama yang mencakup penyelidikan tekstual dan lapangan dengan perspektif sosiologi dan sosiologi agama.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
SKEMA KEKERASAN TERHADAP ANAK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Siti Kurnia Widiastuti
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.943 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-04

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan hal yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Keprihatinan terhadap fenomena sosial yang terjadi dewasa ini, mendorong penulis untuk mengeksplorasi lebih dalam kasus-kasus kekerasan anak yang terjadi di Indonesia, khususnya di D.I. Yogyakarta. Pokok masalah dari studi ini adalah ingin menemukan bagaimana skema kecenderungan kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada anak di D.I. Yogyakarta pada periode tahun 2012-2014, faktor-faktor pemicu terjadinya kekerasan terhadap anak pada skema yang ditemukan, dan dampak kekerasan terhadap anak pada skema yang ditemukan. Studi ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Adapun metode pengumpulan datanya adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis induktif. Studi ini bersumber pada dokumen-dokumen dan kasus-kasus yang ditangani oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Daerah Istimewa Yogyakarta, serta informasi dari staf LPA DIY.Hasil studi ini menemukan bahwa kasus yang selalu ada di setiap rentang tahun antara 2012 sampai dengan 2014 adalah kasus kekerasan seksual. Kasus ini menempati posisi tiga besar di setiap tahunnya dan jumlahnya selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Faktor pemicu terjadinya kekerasan seksual pada klien LPA DIY pada umumnya adalah budaya patriarkhi, tidak ada pemahaman terhadap Undang-undang perlindungan anak dan hak anak, posisi tawar anak rendah dalam keluarga, anak tidak mengetahui tentang kekerasan seksual, dan pengaruh kemajuan informasi dan teknologi. Adapun dampak secara umum pada korban dapat dilihat: anak mudah curiga atau takut bila bertemu dengan orang asing yang belum dikenalnya, anak menjadi tertutup, berbicara sangat pelan, apatis, anak mengalami gangguan fisik dengan gejala keputihan atau keluar cairan berbau, anak menjadi pemalu atau minder, anak mudah marah, dan anak mengalami stockholm syndrom (menunjukkan kekacauan emosi dengan menjadi suka terhadap pelaku kekerasan).Kata Kunci: Skema, Kekerasan Anak, D.I. Yogyakarta
MOTIF UPLOAD STORY DI MEDIA SOSIAL WHATSAPP: Studi Etnografi Virtual Upload Story Mahasiswa IAIN Jember Abd. Mukit; Miftahus Sa'diyah
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.468 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-05

Abstract

Berbicara tentang media sosial sudah lama mejadi media yang digandrungi oleh khalayak ramai mulai dari kalangan tua, muda, hingga anak-anak. Kegandrungan terhadap media sosial yang bersifat maya tersebut menjadikan banyak orang berlomba-lomba menciptakan aplikasi atau media baru yang dapat memicu kegemaran masyrakat. Salah satunya adalah media sosial WhatsApp, yakni sebuah aplikasi media sosial yang didirikan dan diciptakan pada tahun 2009 dan saat ini pada tahun 2018 lebih dari 1,5 miliar pengguna aktif WhatsApp dalam hitungan perbulan. Selang perkembangannya yang semakin membeludak WhatsApp menambahi fitur-fitur baru sehingga dapat memikat para penggunanya untuk tetap setia menggunakan aplikasi tersebut. Salah satu fitur yang ditawarkan WhatsApp belakangan ini adalah tersedianya fitur story. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif aploud story di media sosial WhatsApp pada mahasiswa institut agama islam negeri jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi etnografi virtual. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa motif mahasiswa mengaploud story di WahtsApp salah satunya adalah sebagai Motif ingin tahu, menghibur, dan media ekpresi.Kata Kunci: Media Sosial, Whatsapp, Motif.Social media has long been a media that love by the crowd ranging from the old, young, to the children. Affection of social media that is virtual makes many people competing to create applications or new media that can trigger community penchant. One of them is WhatsApp, which is a social media application that was founded and created in 2009 and currently in 2018 more than 1.5 billion active users WhatsApp in a matter of months. The progressive of growing adds new features to lure users to stay faithful with the app. One feature offered WhatsApp lately is the availability of feature stories. This research aims to find out the motive of aploud story in WhatsApp social media at the student of Islamic religion institute of jember country. This study uses a qualitative approach with a type of virtual ethnography study. The results that showed are some student motives to upload their story in WahtsApp. one of them is as motive curious, entertaining, and just for media expression.Keywords: Social Media, WhatsApp, Motive.
BANI ISRAIL SEBAGAI KUNCI UNTUK MEMAHAMI ERA POST-MODERN Andriani Andriani
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.238 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-06

Abstract

Artikel ini mengusulkan penyelidikan tentang sifat Bani Israil sebagai cara memahami perilaku orang modern di era Paska Kebenaran. Meskipun sejarawan memiliki banyak keraguan mengenai siapa sebenarnya Bani Israil yang berulang kali disebutkan dalam Al-Qur’an karena kurangnya bukti sejarah komunitas Yahudi pada masa-masa awal tudung Nabi Muhammad, nama Bani Isilil cukup banyak berwarna. kisah-kisah dalam Alquran, terutama kisah dialog mereka dengan para nabi yang menyampaikan kebenaran. Artikel ini akan menyelidiki Bani Israil sebagai sebuah komunitas dari sudut pandang psikologis: bagaimana mereka berperilaku dalam menanggapi kebenaran yang dibawa oleh para nabi dan mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong pembentukan perilaku seperti itu sesuai dengan Alquran. Penyelidikan dilakukan dengan mencari kata kunci Bani Israil dalam ayat-ayat Alquran bersama dengan kata kunci terkait lainnya. Data awal dari Al-Qur’an akan dianalisis dalam tabel motif tindakan. Dengan demikian investigasi Bani Israil diharapkan untuk berkontribusi dalam upaya untuk memahami perilaku orang-orang modern di era Paska Kebenaran ketika prasangka memainkan peran yang lebih penting daripada fakta.Kata kunci: bani Israil, psikologi, perilaku, era pasca-kebenaranThis article proposes an investigation of the nature of Bani Israil as a way of understanding the behavior of modern people in the Post-Truth era. Although historians have many doubts as to who exactly is the Bani Israil who are repeatedly mentioned in the Qur’an because of the lack of historical evidence of Jewish community in the early days of Prophet Muhammad’s prophet hood, the name of BaniIsrail colored quite a number of stories in the Qur’an, especially the story of their dialogue with the prophets who convey the truth. This article will investigate Bani Israil as a community from a psychological point of view: how they behave in responding to the truth brought by the Prophets and exploring the factors that encourage the formation of such behavior according to the Qur’an. The investigation is done by searching the keywords of Bani Israil in the verses of the Qur’an along with other related keywords. Preliminary data from the Qur’an will be analyzed in the motive-state of action table. Thus the investigation of Bani Israil is expected to contribute in an attempt to understand the behavior of modern people in the Post-Truth era when prejudice plays a more important role than fact.Keywords : bani Israil, psychology, behavior, post-truth era
MENIKAHKAN KELUARGA BESAR: Konstruksi Relasi Sosial dalam Ritual Aruno Lahitolo Mananol Clara Monica Anakotta; Izak Lattu; Jacob Daan Engel
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.688 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-01

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisa bentuk ritual pernikahan adat Aruno Lahitolo Mananol di Negeri Amahai, Maluku yang menentukan hubungan sosial dan integrasi budaya. Ritual pernikahan berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk mengintegrasi pengantin perempuan ke dalam keluarga besar pengantin laki-laki. Lebih dari itu, ritual aruno lahitolo mananol mengikat secara sosial keluarga besar kedua pengantin. Berdasarkan teori The Rites of Passage Vaan Gennep (1960) penelitian ini melihat ritual pernikahan sebagai transisi dari satu tahapan ke tahapan kehidupan yang lain. Tahapan pernikahan adalah penyatuan pengantin perempuan ke dalam keluarga besar baru. Penelitian ini juga dipengaruhi oleh teori identitas sosial dari perspektif sosiologi karya Steph Lawler (2014) yang berfungsi sebagai titik berangkat untuk memahami integrasi sosial dari dua klan. Data artikel ini diperoleh dari penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitativ melalui wawancara dan observasi peneliti. Artikel ini berkesimpulan bahwa ritual aruno lahitolo mananol menciptakan perasaan terikat pada keluarga atau orang basudara (dibaca: bersaudara) yang melampaui ikatan keluarga biologis sebagai pusat dari integrasi sosial di Negeri Amahai dan Maluku secara umum.Kata kunci: Ritual Pernikahan Adat, Kekeluargaan, Integrasi SosialThis article explores forms of marriage ritual or aruno lahitolo mananol in the Village of Amahai, Maluku that construct social relationships and social integration in the area. The marriage ritual functions as social mechanism to integrate a bride to groom’ clan (mata rumah), but more than that, aruno lahitolo mananol opens avenue for the social integration for bride and groom extensive families. Based on Vaan Gennep (1960) rite of passage theory, the research perceives the marriage ritual as transition from one stage of life to another. The stage is the incorporation state as bride become the member of new clan. Steph Lawler (2014) theory on social identity from sociological perspectives functions as the milestone to understand the social integration of two clans. Data of this article come out from a field research employing qualitative method through interview, and participant observation. The article concludes that ritual of aruno lahitolo mananol creates the sense of kinship (orang basudara) beyond biological siblinghood that central to social integration the village of Amahai and Maluku in general.Keywords: Adat Marriage Ritual, Kinship, Social Integration.
RELASI SOSIAL ELIT POLITIK DAN SESEPUH DESA MELALUI LANGGAR DI KABUPATEN MALANG Mahatva Yoga Adi Pradana
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.941 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-07

Abstract

Menjadi elit yang terjun ke dalam kontestasi politik membutuhkan sebuah strategi. Semua ini dilakukan dalam rangka mencari tahu pemetaan suara elit. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya melalui survey pemetaan. Dengan menentukan indikator sampel, elit akan tahu bagaimana peluang untuk elit bisa menjadi anggota dewan di daerah pilihannya. Pemetaan suara bagi calon merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum mereka turun langsung menyapa masyarakat dengan penyampaian bermacam-macam visi misi dan strategi kampanye. Kabupaten Malang merupakan Kabupaten dengan luas wilayah terbesar kedua di Jawa Timur setelah Banyuwangi. Kondisi masyarakat yang di dominasi kultur budaya pedesaan menunjukkan pola pergerakan politik arus bawah yang menarik. Popularitas dan juga kemampuan finansial tidak menjadi indikator utama dalam mendapatkan keterpercayaan masyarakat disana. Dalam tradisi budaya lokal yang dibangun, nilai-nilai lokal masih dipegang teguh sebagai suatu kepercayaan bagi masyarakat. Nilai itu di adopsi sebagai dasar seseorang untuk memberikan suaranya terhadap calon yang ingin maju dalam kontestasi politik salah satunya menggunakan pemetaan langgar. Langgar mempunyai nilai spiritual etik, selain sebuah simbol status sosial di pedesaan. Dimana peran pemilik langgar dalam strategi pemenangan calon tidak bisa dilepaskan begitu saja.. Penelitian ini menunjukkan betapa penting relasi sosial dalam aspek budaya lokal antara elit dan pemilik langgar. Ketika langgar yang merupakan institusi kultural dijadikan sebagai alat pemetaan politik.Kata kunci: Langgar, Pemetaan Politik, Relasi SosialBecoming an elite who engages in political contestation requires a strategy. All this was done in order to find out elite voice mapping. Many ways can be done, one of them through mapping surveys. By determining sample indicators, the elite will know how opportunities for the elite can become council members in their chosen area. Voice mapping for candidates is something that must be done before they go down directly to the public by delivering various vision and mission and campaign strategies. Malang Regency is the regency with the second largest area in East Java after Banyuwangi. The condition of the people who are dominated by rural culture shows an interesting pattern of undercurrent political movements. Popularity and financial capability are not the main indicators in gaining public trust there. In the local cultural traditions that are built, local values are still held firmly as a trust for the community. The value was adopted as the basis for someone to vote for candidates who want to advance in political contestation, one of which uses mapping violations. Langgar has ethical spiritual values, in addition to a symbol of social status in the countryside. Where the role of the owner of the langgar in the candidate winning strategy cannot be released just like that. This research shows how important social relations are in the aspect of local culture between the elite and the owner of the langgar. When langgar which is a cultural institution is used as a political mapping tool.Keywords: Langgar, Political Mapping, Social Relation
TRANSFORMASI SOSIAL MASYARAKAT SAMIN Di BOJONEGORO (Analisis Perubahan Sosial dalam Pembagian Kerja dan Solidaritas Sosial Emile Durkheim) Umi Hanifah
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.53 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-02

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan yang terjadi pada masyarakat Samin Bojonegoro dengan menggunakan teori Pembagian Kerja dan Solidaritas Sosial Emile Durkheim. Yaitu perubahan sosial dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Menurut Emile Durkheim, peningkatan sistem pembagian kerja pada masyarakat berimplikasi pada perubahan tipe solidaritas sosialnya, yaitu pada masyarakat dengan sistem pembagian kerja yang sangat sedikit akan menghasilkan tipe soli-daritas mekanik, sedangkan pada masyarakat dengan pembagian kerja yang kompleks akan menghasilkan tipe solidaritas organik. Dimulai dengan mendeskripsikan kehidupan masyarakat Samin dari asal usul, ajaran yang diikuti dan perubahan sosial yang terjadi pada mereka. Bentuk kajian ini adalah penelitian kualitatif. Data dalam kajian ini digunakan untuk memahami dan menafsirkan makna peristiwa serta pola tingkah laku masyarakat Samin Bojonegoro. Adapun data yang diperoleh berasal dari dokumen sejarah Samin dan bahan kepustakaan berupa buku, video film maupun jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi masyarakat Samin Bojonegoro telah mengalami transformasi dari tradisional menuju masyarakat modern. Meskipun telah mengalami perubahan dan modernisasi di segala bidang, masyarakat Samin masih identik dengan masyarakat mekanik dalam hal solidaritas. Hal tersebut dikarenakan masyarakat Samin masih menjunjung tinggi ajaran Saminisme dan mengamalkannya sampai sekarang yang berimplikasi pada kesadaran kolektif yang tinggi., meskipun mengalami berbagai transformasi, masyarakat Samin masih memegang teguh ajaran leluhurnya, yaitu Saminisme.Kata Kunci: Transformasi Sosial; Suku Samin; Pembagian Kerja Emile Durkheim; Solidaritas Organik; Solidaritas MekanikThis study aims to analyze the changes that occur in the Samin Bojonegoro community by using Emile Durkheim’s Division of Work and Social Solidarity. Namely the social change from traditional society to modern society. According to Durkheim, an increase in the system of division of labor in society has implications for changes in the type of social solidarity, that is, in societies with very little division of labor will produce a type of mechanical solidarity, whereas in societies with complex division of labor will produce types of organic solidarity. It starts by describing the lives of the Samin people from their origins, the teachings that are followed and the social changes that occur in them. The form of this study is qualitative research. The data in this study are used to understand and interpret the meaning of events and the behavior patterns of the Samin Bojonegoro community. The data obtained comes from historical documents Samin and literature materials in the form of books, video films and scientific journals. Based on the results of the study it can be seen that the condition of the Samin Bojonegoro community has undergone a transformation from traditional to modern society. Although it has undergone changes and modernization in all fields, the Samin community is still synonymous with a mechanical society in terms of solidarity. That is because the Samin community still upholds the teachings of Saminism and practices it until now which has implications for high collective consciousness., Despite undergoing various transformations, the Samin community still upholds the teachings of its ancestors, namely Saminism.Keywords: Social Transformation; Samin Tribe; Emile Durkheim Division of Work, Organic Solidarity; Mechanical Solidarity
PERAN MUSIK TUDDUKAT DALAM RITUAL ARAT SABULUNGAN DI KABUPATEN MENTAWAI Ruth Meliani Tatubeket; Agustina Agustina; Agusti Efi
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.432 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-03

Abstract

Tuddukat is traditional music of Mentawai people.,consist of three drums from wood, Ina (the biggerTuddukat ), Sileleite (midle of tuddukat), and Toga(Small tuddukat). Tuddukat used by mentawai peoplefor expressing their feeling, such us sad, happy, sorrow,in differance occassion. In used, tuddukat is a mediumof communication among people and their own Gods(Taeka). In other hand, tuddukat performed in specialoccasion, deal with the desires of mentawai people willcommunicating with other or Taeka, it presenting bySikerei (a person as medium to talk to Gods). Finaly,Tuddukat is media communitation among two dimensi,seen and unseen worldsKeywords: Tuddukat, seen and unseen worlds, Taeka

Page 1 of 1 | Total Record : 7