cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
ISSN : 02163241     EISSN : 25410652     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (JPTK) is a journal managed by the Faculty of Engineering and Vocational, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). The scope of this journal covers the fields of Education, Electrical Engineering, Informatics, Computer Science, Information System, Vocational (Culinary, Fashion, Beauty and Tourism), Mechanical Engineering as well as learning. The incoming Article is are double blind peer-reviewed by at least two referees, and plagiarism checking will be carried out. JPTK is managed by issued twice a year i.e. in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 542 Documents
DIFFERENTIATED INSTRUCTION IN ONLINE LEARNING: ITS BENEFITS AND CHALLENGES IN EFL CONTEXTS Ayuningtyas, Luh Putu Swasti; Suwastini, Ni Komang Arie; Dantes, Gede Rasben
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i1.54512

Abstract

As one consequence of the massive ICT development, online learning has played a great role in current educational practices. However, even though the learning process is conducted online, students’ diversity needs to be considered to assist them in unlocking their fullest potential in learning. Differentiated instruction can facilitate students’ diverse cognitive abilities, interests, readiness, and learning profile. This research aimed to elaborate on the benefits and challenges of implementing differentiated instruction in online learning. Through systematic library research, the study revealed that differentiated instruction in online setting is argued to benefit students’ reading, speaking, listening, and writing skills. The challenges identified in the implementation of differentiated instructions in online contexts for EFL students include time constraints, schools and teachers' unreadiness, and a large number of students. This study implies that with the beneficial advantages offered by differentiated learning in online learning, EFL teachers should observe the challenges and prepare necessary steps face the challenges from hindering the benefits of differentiated instructions for the students.
PENGEMBANGAN KONTEN PEMBELAJARAN MATA KULIAH BASIS DATA BERBASIS MICRO-LEARNING DI PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER-UNDIKSHA Marti, Ni Wayan; Luh Putu Tuti Ariani
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i1.54572

Abstract

This development research aims to develop learning content for the Database course by applying the micro-learning method in the Computer Science Study Program, Faculty of Engineering and Vocational, Undiksha. Micro-Learning is an evolutionary form of online learning and can be considered an innovative approach to 21st-century digital learning. Micro-Learning is a learning method in which learning content is presented in the form of short bite-sized pieces that focus on one learning topic. The development procedure used is the Lee & Owens development model with five stages, namely the analysis stage, the design, the development, the implementation, and the evaluation stage. In this study, only the first three stages were carried out because based on the curriculum, database courses were offered in even semesters. Learning content is developed in video form with a maximum duration of 6 minutes. The resulting learning video product is called a micro-video because of its short duration. The learning material developed is the concept of introduction to databases and database system concepts. There are seven micro-videos that have been successfully developed, of which six micro-videos contain learning material and an intro micro-video which contains an introduction to the course. A micro-video contains a discussion of material for one learning indicator. To determine the level of validity of the micro-video, material tests, and media tests were carried out by experts. From the results of the feasibility test by material experts, it was obtained at 93.33%. While the results of the due diligence by media experts obtained a result of 88%. These results state that micro-video products are in the category of very feasible to use. In the future, it is hoped that more learning content will be developed using the micro-learning method as a new technology in learning.
VILANETS: INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN JARINGAN KOMPUTER Santyadiputra, Gede Saindra; Hadi, Syamsul
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i1.55087

Abstract

Pembelajaran jaringan komputer melibatkan teori dasar dan banyak konsep abstrak di dalamnya. Praktikum merupakan cara untuk mengaplikasikan teori yang didapat. Namun, praktikum jaringan komputer membutuhkan perangkat yang mahal, waktu lama, dan kolaborasi dalam bekerja. Hal ini tidak mungkin dilakukan pada laboratorium fisik. Diperlukan media pembelajaran virtual yang mengadopsi model simulasi sehingga dapat menterjadikan praktikum. Media-media pembelajaran terdahulu ternyata belum menyelesaikan masalah yang terjadi di lapangan. Tujuan artikel ini adalah menelaah inovasi media pembelajaran yang digunakan dalam praktikum jaringan komputer selama satu dekade terakhir untuk melihat aspek-aspek inovatif yang sudah dan belum dilakukan. Metode yang digunakan adalah mengkaji literatur serta menelaah hasil kajian secara komprehensif. Hasil yang didapat, ada tiga aspek yang harus dipenuhi yakni ketersediaan, aksesibilitas, dan skalabilitas dalam media pembelajaran jaringan komputer. Ketiga aspek tersebut digunakan dalam acuan melakukan proses inovasi sehingga melahirkan gagasan media pembelajaran Vilanets yang pada prosesnya mengandung unsur-unsur manajemen inovatif.
DEVELOPMENT OF INTERACTIVE LEARNING CONTENT IN SCIENCE PROJECT IPAS ANATOMY AND PHYSIOLOGY BASED PROBLEM-BASED LEARNING AT SMK NEGERI 1 SUKASADA: PENGEMBANGAN KONTEN PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PROJECT IPAS MATERI ANATOMI DAN FISIOLOGI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DI SMK NEGERI 1 SUKASADA Vinka, Nengah Ayu Vinka Anggareni; Subawa, I Gede Bendesa; Andayani, Made Susi Lissia
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i1.58596

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan konten pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Proyek materi IPS Anatomi dan Fisiologi berbasis Problem Based Learning di SMK Negeri 1 Sukasada serta mengetahui respon pendidik dan peserta didik terhadap konten pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Penelitin ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D), dengan model pengembangan ADDIE ( Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi) . Subjek dalam penelitian ini berjumlah 33 orang peserta didik kelas X DKV 5 di SMK Negeri 1 Sukasada. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan konten pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Projectt Materi IPAS berbasis Anatomi dan Fisiologi problem based learning dinyatakan valid, efektif, praktis, serta mampu meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. Hal tersebut dibuktikan dengan : (1) Hasil penilaian uji ahli isi serta uji ahli media dan desain perolehan nilai sebesar 1,00 yang termasuk dalam tingkat validitas “Sangat Valid”, (2) Hasil penilaian uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan memperoleh nilai masing-masing sebesar 92%, 91%, dan 90,87% yang mendapatkan kualifikasi “Sangat Baik”, (3) Hasil penilaian dari respon pendidik memperoleh nilai 38 yang termasuk kedalam kriteria “Praktis”, kemudian respon peserta didik memperoleh nilai 67,48 yang termasuk kedalam kriteria “Sangat Praktis”, (4) Perolehan nilai dari sudut uji efektivitas dengan memberikanpre-test dan post-test, memperoleh nilai N -Gain sebesar 0,75 sehingga termasuk dalam kriteria “Efektif”. Kata Kunci : Konten Pembelajaran Interaktif, Project IPAS, Problem Based Learning
ANALISIS SENTIMEN TWITTER UNTUK MENILAI KESIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DENGAN INSET LEXICON DAN LEVENSHTEIN DISTANCE I Kadek Arya Budi Artana; Gede Aditra Pradnyana; I Gede Mahendra Darmawiguna
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i2.64579

Abstract

Pembelajaran tatap muka terbatas atau PTM Terbatas merupakan pembelajaran yang dilaksanakan melalui komunikasi secara langsung antara guru dan siswa dalam suatu tempat tanpa adanya perantara media virtual tapi dengan menerapkan beberapa batasan seperti batasan durasi dan jarak. PTM Terbatas pada masa pandemi ini sulit dilakukan karena harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Kesiapan dari sisi siswa, orang tua siswa, bahkan guru terkait dengan PTM Terbatas belum sepenuhnya terlihat. Kesiapan maupun ketidaksiapan ini dapat dilihat melalui opini pihak yang melaksanakan PTM Terbatas pada sosial media, salah satunya adalah Twitter. Opini terhadap PTM Terbatas ini dapat menjadi salah satu informasi yang dibutuhkan untuk melihat kecenderungan sentimen dari opini masyarakat apakah cenderung siap (sentimen positif) atau tidak siap (sentimen negatif) terhadap kebijakan PTM Terbatas. Kecenderungan sentimen masyarakat dapat dicari dengan melakukan analisis sentimen. Pada penelitian ini, analisis sentimen menggunakan metode inset lexicon untuk melakukan pembobotan tweet dan levenshtein distance untuk perbaikan typo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur performa metode inset lexicon yang dikombinasikan dengan algoritma levenshtein distance serta untuk mengetahui kesiapan masyarakat terhadap kegiatan PTM Terbatas. Hasilnya, pengukuran performa metode dengan confusion matrix memperlihatkan tingkat akurasi inset lexicon yang dikombinasikan dengan algoritma levenshtein distance adalah 74.03%, recall 78.32%, presisi 73.94%, dan f-1 score 76.07%. Dalam penelitian ini, jumlah sentimen positif lebih banyak dibandingkan dengan sentimen negatif yang berarti masyarakat diprediksi siap melaksanakan PTM Terbatas.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PERFORMANCE ASSESSMENT PESERTA DIDIK BERBASIS PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA PRAKTIKUM SENI RUPA 2 DIMENSI DI SMK Prengki Gito Sudarsono; I Wayan Artanayasa; Ni Ketut Widiartini; I Gede Sudirtha; I Gusti Lanang Agung Parwata
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i2.64947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penilaian praktikum seni rupa 2D peserta didik dengan menggunakan performance assessment berbasis profil pelajar pancasila. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini peserta didik kelas X jurusan akuntansi dan perhotelan di SMKN 2 Seririt yang terdiri dari 175 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan pertama observasi, kedua wawancara, dan setelah mengetahui apa yang terjadi disekolah terkhusus proses penilaian praktikum siswa, lalu ketiga, dilakukan pengumpulan data hasil praktikum peserta didik. Instrumen yang dikembangkan untuk menilai praktikum siswa terdiri dari 12 butir. Instrumen yang dikembangkan ini menurut ahli (judges) sangat relevan dan berdasarkan hasil validitas dan realibilitas instrumen menyatakan bahwa instrumen yang dikembangkan sangat valid dengan rata-rata r hitung 0,5 apabila dipersenkan ke 12 butir instrumen performance assesment tersebut valid 100% dan sangat reliabel atau kereablititasannya sangat tinggi yaitu 0,8. Sehingga instrumen ini bisa digunakan oleh guru seni budaya dalam menilai praktikum peserta didik dengan objektif dan instrumen ini bisa dikembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan guru.
PROSES PEMBELAJARAN PRAKTEK PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA PASCA PANDEMI COVID-19 DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Maylina Sari, Putri; Budhyani, I Dewa Ayu Made; Angendari, Made Diah
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i2.65650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran pasca pandemi covid-19 pada mata pelajaran praktek, (2) media pembelajaran digunakan, (3) metode pembelajaran digunakan, dan (4) modul ajar digunakan. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Data dari penelitian ini diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara. Instrumen berupa lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran mengimplementasikan kurikulum merdeka, proses pembelajaran dibagi menjadi 3 tahap yaitu : tahap perencanaan dan persiapan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran dan tahap evaluasi pembelajaran. Kegiatan pembelajaran menggunakan model Project Based Blended Learning, dimana kegiatan pembelajaran praktek dilakukan secara tatap muka dan materi pembelajaran dikirim melalui platform aplikasi whatsapp. (2) media pembelajaran yang digunakan berupa media pembelajaran internet berupa perangkat lunak whatsapp dan slide power point dan juga memanfaatkan media pembelajaran visual berupa fragmen dan jobsheet. (3) metode pembelajaran yang digunakan metode ceramah dan metode tanya jawab, guru menjelaskan materi pembelajaran kepada siswa di depan kelas secara langsung dan guru mengutarakan pertanyaan kepada siswa dan siswa diminta untuk menjawab pertanyaan guru sehingga terjadinya interaksi antara siswa dan guru. Metode pembelajaran yang digunakan lainnya adalah metode demonstrasi (4) modul ajar dirancang disesuaikan dengan ketentuan kurikulum merdeka yang diantaranya meliputi 3 unsur komponen inti yaitu : tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Modul ajar dirancang sesuai dengan materi yang dibawakan dan didesain sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
PENGEMBANGAN BUSANA READY TO WEAR DENGAN SUMBER IDE BARONG LANDUNG dilla, ayu; Widiartini, Ni Ketut; Mayuni, Putu Agus
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i2.65653

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan proses pengembangan busana ready to wear dengan sumber ide Barong Landung (2) mendeskrispikan kelayakan produk oleh ahli  dan pengguna pada busana ready to wear dengan sumber ide Barong Landung. Penelitian ini merupakan penelitan pengembangan (research and development) dengan model pengembangan PPE: Perencanaan (Planning), Produksi (Production) dan Evaluasi (Evaluation). Pengumpulan data menggunakan kuesioner instrumen yang telah diuji validitasnya. Tahapan pengembangan PPE terhadap busana ready to wear dengan sumber ide Barong Landung melalui beberapa tahapan, antara lain: tahap pertama (Planning) yang terdiri atas perencanaan pengembangan produk meliputi analisis sumber ide yang akan dikembangkan menjadi busana ready to wear. Kemudian proses pembutan rancangan desain busana ready to wear deluxe dan rancangan bahan. Setelah menyelesaikan proses perencanaan maka dilanjutkan dengan tahap produksi (Production) yang meliputi proses memotong bahan, menjahit bagian busana hingga proses penyelesaian akhir. Dilanjutkan pada tahap akhir evaluasi (Evaluation) terhadap kelayakan hasil produk busana ready to wear dengan uji produk melalui penilaian ahli produj serta pengguna. Pengembangan busana ready to wear sumber ide Barong Landung yang terfokus pada ciri khusus sesuai dengan figur Barong Landung yakni Jro Gede dan Jro Luh. Berdasarkan hasil uji kelayakan produk dengan menilai desain busana, model busana pengembangan hingga hasil busana yang memilih subyek ahli produk mendapat nilai 98% dengan kulaifikasi sangat baik dan uji kelayakan produk oleh pengguna dengan menilai estetika produk serta hasil produk mendapat nilai 96,69% dengan kualifikasi sangat baik. Dari uji yang dilakukan maka pengembangan busana ready to wear dengan sumber ide Barong Landung disimpulkan layak untuk dikembangkan
AKULTURASI BUDAYA BALI PADA TENUNAN FLORES Kurniasari, Ni Made Utari; Sudirtha, I Gede; Budhyani, I Dewa Made
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i2.65654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) akulturasi Budaya Bali dalam tenunan Flores. (2) proses pembuatan tenun Flores. (3) karakteristik tenun Flores di Desa Tanjung Benoa, Badung, Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelian deskritif. Data diperoleh dengan cara observasi dan wawancara kepada sumber informan kunci 1 orang dan sumber informasi pendukung 5 orang. Data ini diperoleh dengan menggunakan teknik snowball sampling, untuk mendapatkan sumber informan utama yaitu sumber informan kunci kemudian akan meluas dan mendapatkan sumber informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) akuklturasi budaya Bali dalam tenunan Flores terlihat pada motifnya yang mengalami inovasi. Pada bagian kainnya terdapat perpaduan antara motif hias endek Bali dan motif hias Flores. (2) proses pembuatan tenun flores menggunakan alat tenun cagcag, pada proses pencelupan memanfaatkan air laut sebagai penguat warna dan penggunaan bahan tawon sebagai pelicin kainnya. (3) karakteristik kain tenun Flores yaitu memiliki tekstur kasar ketika dilihat dan diraba. Kain Flores memiliki warna kain yang cenderung gelap dan terkadang menggunakan warna cerah. Adapun motif hias yang terdapat pada kain tenun Flores yaitu motif hias wajik ukir, motif hias encak saji, motif hias rangrang, motif hias bunga ratna dan motif hias bunga jepun.
PERKEMBANGAN RAGAM HIAS KAIN TENUN ENDEK LUKIS DI PERTENUNAN ENDEK GURITA, KABUPATEN KLUNGKUNG Gusti ayu, Dindayanti; Angendari, Made Diah; Widiartini, Ni Ketut
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i2.65660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait (1) Perkembangan ragam hias kain tenun endek lukis di pertenunan endek gurita, dan (2) Komposisi ragam hias kain tenun endek lukis di pertenunan endek gurita, Kabupaten Klungkung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara menggunakan instrumen penelitian yaitu lembar observasi dan pedoman wawancara. Dalam proses analisis data digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Adapun jenis ragam hias yang awal berkembang adalah:  a. Ragam hias flora, b. Ragam hias fauna, dan c. Ragam hias figuratif dan ragam hias yang terbaru yaitu d. Ragam hias geometri. Perkembangan ragam hias mulanya terdapat 12 nama ragam hias yang diciptakan, namun seiring perkembangannya ragam hias ini hingga sekarang berjumlah 15 nama ragam hias, yang terkenal dan sudah mengalami perkembangan serta perubahan lagi setiap waktunya, sehingga ragam hias yang sekarang terlihat sudah mulai mengarah ke arah yang lebih kepraktisan. (2) Penempatan komposisi ragam hias ditinjau berdasarkan komposisi warna banyak ragam hias yang dominan menggunakan warna cerah yaitu warna analogus, ditinjau berdasarkan komposisi pola hiasan banyak ragam hias yang dominan menggunakan pola hiasan sudut dengan pusat perhatiannya berada di sudut depan dan ditinjau berdasarkan komposisi prinsip-prinsip desainnya dilihat seperti prinsip harmoni, proporsi, balance, irama, aksen dan prinsip unity banyak menggunakan prinsip aksen. 

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025 Vol. 22 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025 Vol. 21 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024 Vol. 21 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024 Vol. 20 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023 Vol. 20 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023 Vol. 19 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022 Vol. 19 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022 Vol 18, No 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol. 18 No. 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol 18, No 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol. 18 No. 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol. 17 No. 2 (2020): Edisi Juli 2020 Vol 17, No 2 (2020): Edisi Juli 2020 Vol 17, No 1 (2020): Edisi Januari 2020 Vol. 17 No. 1 (2020): Edisi Januari 2020 Vol 16, No 2 (2019): Edisi Juli 2019 Vol. 16 No. 2 (2019): Edisi Juli 2019 Vol. 16 No. 1 (2019): Edisi januari 2019 Vol 16, No 1 (2019): Edisi januari 2019 Vol 15, No 2 (2018): Edisi Juli 2018 Vol. 15 No. 2 (2018): Edisi Juli 2018 Vol. 15 No. 1 (2018): Edisi Januari 2018 Vol 15, No 1 (2018): Edisi Januari 2018 Vol. 14 No. 2 (2017): Edisi Juli 2017 Vol 14, No 2 (2017): Edisi Juli 2017 Vol 14, No 1 (2017): Edisi Januari 2017 Vol. 14 No. 1 (2017): Edisi Januari 2017 Vol 13, No 2 (2016): Edisi Juli 2016 Vol. 13 No. 2 (2016): Edisi Juli 2016 Vol 13, No 1 (2016): Edisi Januari 2016 Vol. 13 No. 1 (2016): Edisi Januari 2016 Vol 12, No 2 (2015): Edisi Juli 2015 Vol. 12 No. 2 (2015): Edisi Juli 2015 Vol. 12 No. 1 (2015): Edisi Januari 2015 Vol 12, No 1 (2015): Edisi Januari 2015 Vol. 11 No. 2 (2014): Edisi Juli 2014 Vol 11, No 2 (2014): Edisi Juli 2014 Vol 11, No 1 (2014): EDISI JANUARI 2014 Vol. 11 No. 1 (2014): EDISI JANUARI 2014 Vol 10, No 2 (2013): Edisi Juli 2013 Vol. 10 No. 2 (2013): Edisi Juli 2013 Vol 10, No 1 (2013): Edisi Januari 2013 Vol. 10 No. 1 (2013): Edisi Januari 2013 Vol. 9 No. 2 (2012): Edisi Juli 2012 Vol 9, No 2 (2012): Edisi Juli 2012 Vol. 9 No. 1 (2012): Edisi Januari 2012 Vol 9, No 1 (2012): Edisi Januari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Edisi Juli 2011 Vol. 8 No. 2 (2011): Edisi Juli 2011 Vol 8, No 1 (2011): Edisi Januari 2011 Vol. 8 No. 1 (2011): Edisi Januari 2011 Vol 7, No 2 (2010): Edisi Juli 2010 Vol. 7 No. 2 (2010): Edisi Juli 2010 Vol 7, No 1 (2010): Edisi Januari 2010 Vol. 7 No. 1 (2010): Edisi Januari 2010 Vol. 6 No. 2 (2009): Edisi Juli 2009 Vol 6, No 2 (2009): Edisi Juli 2009 Vol 6, No 1 (2009): Edisi Januari 2009 Vol. 6 No. 1 (2009): Edisi Januari 2009 More Issue