cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Search results for , issue "2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011" : 67 Documents clear
PROFIL ASAM AMINO EKSTRAK SEREDELE DAN TEMPE KEDELAI, MAKANAN TRADISIONAL HASIL FERMENTASI Sutiari, N K; Widarsa, K Tangking; Swandewi, A; Widarini, P
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Makanan yang mengalami proses fermentasi diyakini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Proses kedelai yang difermentasi menyebabkan kedelai mudah untuk dicerna dan mampu menghilangkan bau dan rasa langu serta berpotensi mengandung komponen zat gizi yang belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi profil asam amino ekstrak seredele dan ekstrak tempe. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan sampel sebanyak 2 jenis bahan makanan terfermentasi yaitu seredele dan tempe kedelai. Sampel tersebut dibuat dalam bentuk ekstrak dan selanjutnya dianalisis komposisi asam amino dengan metode HPLC. Asam amino yang diujikan adalah sejumlah 15 asam amino           . Hasil peneltiian menun-jukkan bahwa kedua kstrak bahan makanan yaitu ekstrak seredele dan tempe kedelai mempunya komposisi asam amino yang bervariasi dan cukup lengkap dengan 15 asam amino esensial. Seredele yang merupakan makanan khas tradisional Bali memiliki kandungan asam glutamate (glutamic acid) yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak tempe, yaitu masing-masing 0.6% dan 0.4%. Kandungan asam amino Aspartic acid dan Tyrosine pada seredele juga ditemukan lebih tinggi daripada tempe kedelai. Adanya kandungan asam amino jenis asam glutamate (Glutamic Acid) yang lebih tinggi dari tempe menunjukkan potensi atau kemampuan untuk mengikat zat besi. Untuk itu disarankan adanya suatu penelitian lanjutan mengenai kemampuan atau potensi mengikat zat besi dari seredele dan tempe kedelai secara in vitro
PENGARUH MEDIA DAN PERBANDINGAN KONSENTRASI HORMON TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS Adenium sp.YANG DIBIAKKAN SECARA KULTUR JARINGAN Pasek Anton Santiasa, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui medium dan perbandingan konsen-trasi hormon tanaman yang lebih baik untuk menumbuhkan Adenium sp secara kultur jaringan. Penelitian dilakukan dengan mengkultur tunas ketiak Adenium sp pada dua jenis media yang berbeda yaitu medium Murashige-Skoog (MS) dan medium White, dengan perbandingan konsentrasi hormon tanaman auksin : sitokinin (NAA : Kinetin) 1 μM : 10 μM,  25 μM : 5 μM,  50 μM : 1 μM. Jenis data yang diamati yaitu; (1) Persentase pertumbuhan tunas, (2) Waktu inisiasi tunas, Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh antara dua medium dan konsentrasi hormon tanaman yang digunakan terhadap pertumbuhan tunas Adenium sp. yang dibiakkan secara kultur jaringan. Medium yang lebih baik adalah medium MS dengan perbandingan konsentrasi antara hormon tanaman auksin dan sitokinin (NAA : Kinetin) yaitu 25μM : 5μM.
MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER (Kajian Teoritis dalam Pembelajaran Matematika) Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, dampak negatif dari perkembangan teknologi dan informasi mulai dirasakan ‘menjangkiti’ masyarakat di Indonesia khususnya, seperti: pola hidup konsumtif, korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, dan kehidupan politik yang tidak produktif. Lembaga-lembaga pendidikan memegang peranan utama dalam mencegah dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan tersebut. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menanggulangi masalah tersebut, diantaranya: menyelenggarakan pedidikan dengan menekankan pada pengembangan pendidikan karakter sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah memiliki beberapa tujuan, diantaranya: agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep dan mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu: memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Menyimak tujuan pendidikan matematika tersebut, sesungguhnya dalam belajar matematika, siswa tidak hanya dibekali dengan kemampuan hitung menghitung dan pemahaman konsep-konsep yang kering dengan makna, tetapi memiliki peluang yang sangat besar dalam pembentukan karakter yang baik. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu model pembelajaran, dalam hal ini adalah model pembelajaran pemecahan masalah yang mampu memfasilitasi pengembangan pendidikan karakter tersebut.
PENINGKATAN KARAKTER BANGSA BERBASIS SIKAP ILMIAH MELALUI PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR SAMPAI SEKOLAH MENENGAH ATAS Arnyana, Ida Bagus Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penulisan makalah ini adalah mengkaji peningkatan karakter bangsa berbasis sikap ilmiah melalui pembelajaran sains pada siswa tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah atas. Kajian dilakukan secara deskriptif dari teori-teori yang ada. Dari kajian tersebut dapat disimpulkan sebagai bahwa. (1) hakekat sains dapat dilihat dari tiga segi yaitu: sains sebagai proses, sains sebagai produk, dan sains sebagai sikap/nilai. (2) Pembelajaran sain yang mengutamakan sains sebagai proses yang dalam penerapannya adalah penerapan metode ilmiah yang dikemas dalam bentuk pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan penguasaan sains sebagai sikap/nilai (sikap ilmiah) dimana sikap ilmiah tersebut congruent atau identik dengan nilai-nilai karakter. Oleh karena itu kepada para praktisi pendidikan (dosen dan guru) agar menggunakan pembelajaran sains untuk meningkatkan karakter siswa, terutama pembelajaran yang mengutamakan sains sebagai proses yaitu menerapkan strategi/model pembelajaran Problem Based Learning, Cooperative Learning, Project Base Learning, dan Learning Cycles.
OPTIMALISASI EKSISTENSI LABORATORIUM PENDIDIKAN SEBAGAI WAHANA STRATEGIS REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERLANDASKAN KEARIFAN LOKAL Subamia, I Dewa Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Banyaknya kasus demoralisasi belakangan ini menunjukkan belum tercapainya tujuan pendidikan sebagai  upaya menjadikan manusia yang berakhlak  mulia (berkarakter). Kegagalan tersebut diduga bahwa dalam tataran praksis, pengajaran yang berlangsung selama ini belum sampai kepada pendidikan yang berkarakter. Kesenjangan pengetahuan moral (cognition) dan perilaku (action) diduga karena pembelajaran selama ini lebih berorientasi pada intelektualitas tanpa diimbangi pembentukan mentalitas. Hal ini memperkuat alasan pentingnya dilakukan revitalisasi pendidikan karakter. Pendidikan karakter hanya memiliki makna ketika dilandasi atas nilai-nilai universal yang mengakar dalam budaya dimana nilai-nilai itu dibangun (berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal). Salah satu kearifan lokal yang sesuai dengan nilai-nilai universal adalah nilai-nilai kearifan yang bersumber pada konsep ajaran Hindu yakni Tri Kaya Parisudha. Berdasarkan konsep Tri Kaya Parisudha ada tiga jenis aktivitas yang harus dikendalikan dan diselaraskan satu sama lainnya, yaitu gerak pikiran, perkataan, dan gerak perbuatan. Keselarasan antara gerak pikiran, perkataan dan perbuatan merupakan indikator kualitas karakter manusia. Menurut perspektif  Hindu, watak atau karakter seseorang sangat ditentukan oleh Budhi, Manas, Ahamkara (Tri Antah Karana). Tri Antah Karana inilah merupakan alat batin yang menentukan watak atau karakter seseorang yang secara operasional diaktualisasi melalui instrument yang disebut indera (indriya). Indera merupakan alat yang menghubungkan manusia dengan objek alam. Sentuhan indera dengan objek alam menimbulkan guncangan-guncangan pribadi yang akhirnya mempengaruhi karakter manusia. Dengan demikian, pembentukan karakter dapat dilakukan dengan mengendalikan dan melatih indera sehingga terbentuk kebiasaan baik pada anak. Aktivitas di laboratorium pendidikan (praktikum) tidak semata-mata melatih keterampilan fisik, namun lebih pada upaya melatih dan mengembangkan nilai–nilai sikap ilmiah seperti kritis, objektif, kreatif, skeptis, terbuka, disiplin, tekun, mengakui kelebihan orang lain dan kekurangan diri sendiri. Nilai-nlai sikap ilmiah tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai karakter yang sangat penting ditanamkan pada anak. Dengan kata lain, laboratorium merupakan wahana strategis untuk menanamkan  kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation). Simpulannya, revitalisasi pendidikan karakter dapat dilakukan lebih optimal melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal-universal dalam proses pembelajaran di laboratorium (praktikum).
PENGGUNAAN RUBRIK ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR PRAKTIKUM KIMIA DALAM PERKULIAHAN KIMIA DASAR Sudria, Ida Bagus Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mempercepat penguasaan dan meningkatkan kualitas keterampilan dasar praktikum kimia melalui penggunaan pubrik penilaian keterampilan dasar praktikum kimia yang dikembangkan oleh Sudria (2007), serta meningkatkan visibilitas penggunaan rubrik tersebut. Tindakan penelitian didasarkan pada refleksi pentingnya implementasi rubrik dalam pembinaan keterampilan dasar praktikum kimia dan cara mengatasi keterbatasan waktu dan tenaga dari pihak dosen sebagai asesor dalam penerapan rubrik selama latihan. Tindakan penelitian berupa penggunaan rubrik asesmen keterampilan dasar praktikum kimia dan optimalisasi sistem penerapannya agar visibel digunakan dalam perkuliahan praktikum Kimia Dasar. Tindakan penggunaan rubrik penilaian secara terbuka oleh mahasiswa (self assessment) dan tim dosen/pembimbing, serta pemberian balikan oleh dosen yang didasarkan pada hasil asesmen dari kedua pihak di atas mampu mempercepat peguasaan keterampilan dasar praktikum kimia oleh mahasiswa dengan baik. Penerapan rubrik selama latihan cukup visibel melalui sosialisasi indikator dan gadarsi indikator kriteria kualitas keterampilan dan penugasan (self assessment) kepada mahasiswa, dan pemberian balikan oleh tim dosen. Observasi keterampilan dengan menggunakan rubrik oleh tim dosen selama praktikum terbatas pada sejumlah sampel mahasiswa. Penilaian keseluruhan butir keterampilan secara perorangan terhadap setiap subjek mahasiswa oleh tim asesor (dosen dan asisten) dilakukan dalam ujian keterampilan.
POTENSI ANTIOKSIDAN GEL DAN DAUN KACAPIRING (Gardenia jasminoides Ellis) Widnyana Yoga, IB Ketut; Andarwulan, Nuri; Prangdimurti, Endang
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Leaf of kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) is a part of plant which is having component that can form gel. It has chlorophyll pigment and phenolic compound. The aims of this research were to identificate bioactive compound in leaves and gel which has antioxidant potency. Chlorophyll total was analyzed by spectrophotometer and its derivations of aceton extract (99.9%) by thin layer chromatography (TLC), meanwhile phenolic total and antioxidant capacity were analyzed by spectrophotometer. The result showed that bioactive component of kacapiring leaves and gel were chlorophyll total of 4926.25+190.31 and 1166.86+8.73  mgKg-1db. Both of them had 5 fractions by acetone extract, i.e. chlorophyll a, chlorophyll b, lutein (chlorophyll derivates), feofitine and carotene. Phenolic total in leaves and gel contained 5215.91+2.97 and 2648.16+56.22 GAE/g db, and antioxidant capacity had 1.5 x 10-1+0.00 and 3.1x10-3 +0.00 mM TEAC/mg dw respectively
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN PENALARAN FORMAL TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Rapi, Ni Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian  ini adalah: pertama, menguji  perbedaan  pengaruh antara model pembelajaran inkuiri  dan model pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep fisika siswa; kedua menguji  perbedaan  pengaruh antara model pembelajaran inkuiri  dan model pembelajaran konvensional terhadap sikap ilmiah siswa, dan ketiga, mengetahui pengaruh  interaksi model pembelajaran dan penalaran formal siswa terhadap penguasaan konsep fisika dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan  nonequivalent control group design. Data penalaran formal dikumpulkan dengan menggunakan tes penalaran formal, data penguasaan konsep fisika dikumpulkan dengan menggunakan tes penguasaan konsep fisika, sedangkan sikap ilmiah dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data dianalisis menggunakan Analisis manova 2 X 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, penguasaan konsep fisika siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri lebih baik daripada siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik analisis varian dimana (F = 10,790; p < 0,05) ; kedua, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran konvensional dalam mengembangkan sikap ilmiah. Hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik analisis varian dimana (F = 0,002; p > 0,05); dan ketiga, tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan penalaran formal dalam meningkatkan penguasaan konsep fisika ( F = 0,139; p  > 0,05), maupun dalam mengembangkan sikap ilmiah ( F = 0,472; p > 0,05).
ANALISIS KUALITAS DAN TOKSISITAS AIR LIMBAH TEKSTIL YANG DIOLAH DALAM REAKTOR SISTEM ANAEROB-AEROB MENGGUNAKAN BIOFILM KONSORSIUM BAKTERI YANG TERAMOBIL PADA BATU VULKANIK Sastrawidana, I Dewa Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kualitas dan toksisitas hasil pengolahan limbah tekstil menggunakan konsorsium bakteri yang diisolasi dari limbah tekstil. Sistem pengolahan yang digunakan adalah kombinasi anaerob-aerob, dimana pada reaktor anaerob menggunakan konsorsium bakteri yang terdiri dari Aeromonas sp.ML6, Aeromonas sp.ML14, Pseudomonas sp.ML8 dan Flavobacterium sp. ML20 sedangkan pada reaktor aerob terdiri dari Plesiomonassp.SB1, Plesiomonassp.SB2, Vibrio sp.SB1,Vibrio sp.SB2 dan Vibrio sp.SB3. Proses pengolahan dengan lama waktu tinggal limbah 3 hari pada masing-masing reaktor menghasilkan kualitas limbah di bawah baku mutu yang dipersyaratkan dalam KepMen LH No. 51/MENLH/10/1995. Teknologi ini menghasilkan efisiensi perombakan warna, TDS, TSS, COD dan BOD masing-masing sebesar 95,72%, 80,87%, 87,50%, 98,38% dan 93,90%. Tingkat toksisitas limbah tekstil setelah mengalami pengolahan lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pengolahan
PEMANFAATAN JAMUR PELAPUK KAYU JENIS Pleurotus sp UNTUK MENDEGRADASI ZAT WARNA TEKSTIL JENIS AZO Sukarta, I Nyoman; Gunamantha, I Made; Hepy Karniawan, Ni Luh
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu, pH dan konsentrasi optimal yang diperlukan oleh Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna azo jenis remazol red. Subjek dalam penelitian ini adalah jamur pelapuk kayu jenis Pleurotus sp. yang diperoleh dari tempat budidaya jamur tiram putih yang ada di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Sedangkan objek penelitian ini adalah pH, konsentrasi dan waktu optimum yang diperlukan oleh Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna tekstil jenis azo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimal yang diperlukan oleh jamur Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna azo adalah 7 hari dengan nilai efisiensi sebesar 89,30% dan pH optimal yang diperlukan oleh jamur Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna azo adalah pada pH 5 dengan nilai efisiensi sebesar 91,86%. Sedangkan konsentrasi optimal yang diperlukan oleh jamur Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna azo adalah 30 ppm dengan nilai  efisiensi sebesar 89,27%.